Stop Kekerasan Seksual Hindari Pernikahan Dini: UNDIP Gelar Aksi Sosialiasi di SMP Negeri 02 Bulu Desa Lengking

0
 Asri Alayya Hayyin 
Fakultas Hukum 



Campusnesia.co.idSukoharjo (22/07/2023), Penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, adil dan mendukung sehingga mendorong semua orang untuk melaporkan tindakan ini dan melakukan pencegahan serta penanganan masalah ini sebagai prioritas. Selain kekerasan seksual, pernikahan dini juga perlu dilakukannya sosialisasi di sekolah. Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yaitu Hasto Wardoyo, kasus pernikahan dini yang terjadi di Indonesia sebanyak 20:100 orang.  

Perbandingan tersebut mengandung arti bahwa dalam 1000 orang terdapat 20 kasus pernikahan dini. Padahal apabila dilihat dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1974 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. 

Apabila pernikahan yang terjadi di usia kurang dari 19 tahun diperbolehkan dengan izin/dispensasi dari pengadilan agama. Maka dari itu, dibutuhkan adanya pendampingan dan pembinaan akan pentingnya pemberantasan kekerasan seksual di sekolah serta penyuluhan hukum akan pentingnya pencegahan perkawinan dini.

Dalam hal ini salah satu mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro dari Program Studi Ilmu Hukum yaitu Asri Alayya Hayyin berinisiatif melakukan program kerja mengenai pendampingan dan pembinaan yang dituangkan dalam kegiatan sosialisasi dan diadakan di SMP Negeri 02 Bulu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo pada hari Jumat dan Sabtu tepatnya pada Tanggal 21-22 Juli 2023 dengan peserta sosialisasi yaitu kelas 8 dan kelas 9 SMP Negeri 02 Bulu. 

Dalam pelaksanaan program kerja ini mahasiswi memberikan pengajaran akan pentingnya pencegahan pernikahan dini, pengertian pernikahan dini, bahaya pernikahan dini, penyebab pernikahan dini serta pandangan hukum akan pernikahan dini. Selain itu, dalam kegiatan tersebut pula diberikan materi mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual di sekolah, dampak kekerasan seksual dari segi fisik, psikologis hingga sosial, prinsip dan pencegahan serta perlindungan hukum korban kekerasan seksual di sekolah. 


Dalam acara sosialisasi ini didatangkan pembicara dari Duta Genre Kecamatan Bulu yang menjelaskan mengenai Pergaulan Bebas, HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Pemberian materi tersebut bertujuan supaya generasi bangsa khususnya siswa siswi SMP Negeri 02 Bulu mengetahui akan bahayanya pergulan bebas, HIV serta NAPZA yang memiliki dampak negatif dan signifikan pada inidividu dan masyarakat. Hal lain juga bertujuan untuk mendorong pencegahan, pendidikan dan dukungan yang tepat bagi individu yang terpengaruh. 

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan melakukan pre-test yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa-siswi SMP Negeri 02 Bulu terhadap materi yang akan disampaikan nantinya. Setelah kegiatan pre-test dilaksanakan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi. 

Ditengah-tengah sesi penyampain materi diselingi pula sesi ice breaking yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan, kebosanan serta rasa mengantuk peserta sosialisasi dengan cara melalui tebak lagu. Setelah penyampaian materi dilakukan sesi post-test yang bertujuan untuk mengukur pemahaman mengenai poin-poin materi yang telah disampaikan dalam kegiatan tersebut. 


Peserta sosialisasi dalam hal ini sangat antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan, karena dalam penyampaian materi dituangkan secara santai dengan menggunakan bahasa yang mudah dan dimengerti oleh kalangan remaja. Hasil dari program kerja ini adalah dengan menerbitkan poster pencegahan pernikahan dini yang diberikan kepada Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 02 Bulu yang nantinya poster tersebut dapat dijadikan informasi yang lebih ringkas. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini Kepala Sekolah dan Guru-guru SMP Negeri 02 Bulu berharap siswa siswi dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran serta berperan aktif dalam mencegah kekerasan seksual di sekolah dan pernikahan dini serta sebagai agen perubahan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. 
 

Langkah Solutif Mencegah Kemiskinan Ekstrim Sejak Remaja!! Mahasiswa KKN TIM II Undip Melakukan Pendampingan Pendaftaran Kartu Prakerja di Desa Terlangu

0
 
Pelaksanaan Program Multidisiplin Bersama Karang Taruna Desa Terlangu


Campusnesia.co.id -  Terlangu (28/07/2023) – Dengan mengusung tema “Kartu Prakerja Sebagai Langkah Solutif Mencegah Kemiskinan Ekstrim Sejak Remaja di Desa Terlangu”, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023 mencegah kemiskinan ekstrim di Desa Terlangu dengan memberikan pendampingan dalam mengisi formulir pendaftaran, membantu mengakses situs web Kartu Prakerja, memberikan informasi tentang program pelatihan dan kursus yang tersedia, serta informasi perubahan skema Kartu Prakerja pasca COVID-19 pada kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Terlangu,  Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. 

Program ini dilatarbelakangi oleh adanya 90% masyarakat di Desa Terlangu terjangkit fenomena kemiskinan yang tidak biasa, bukan materi, melainkan mental. Masyarakat terlangu kerap kali terbiasa dengan bantuan tunai saat Pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan masyarakatnya selalu bertumpu pada bantuan. 

Bisa dikatakan, tingkat kemandirian masyarakatnya dalam hal mencari nafkah sendiri berkurang. Terlebih, mayoritas dari pekerja di Desa Terlangu bukan lulusan SMA, sehingga kurangnya skill dan pengetahuan tentang dunia kerja menjadi salah satu persoalan yang perlu dituntaskan dalam tubuh masyarakat. Oleh karenanya, program kali ini menyasar pada pemuda,  terkhusus remaja karang taruna, yang secara umur maupun pendidikan siap untuk bekerja.
 
Poster tentang Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja sendiri merupakan kebijakan yang dicanangkan pemerintah yang berupa program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil. 

Namun seiring mulai pulihnya pandemi COVID-19, Program Kartu Prakerja yang awalnya berbentuk semi BANSOS diharapkan segera menjalankan skema normal dengan pelatihan offline yang merupakan desain awal Program Kartu Prakerja. 

Skema Normal merupakan skema program Kartu Prakerja yang lebih memfokuskan bantuan untuk meningkatkan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan  secara langsung kepada peserta dan juga insentif usai menyelesaikan pelatihan, dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.

 Pelaksanaan Program Multidisiplin di Desa Terlangu

Dengan tingginya antusias masyarakat, terutama remaja di Desa Terlangu yang menjadi sasaran program ini, segala kegiatan dapat terlaksana dengan sangat baik. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah mulai dari pendampingan dalam mengisi formulir pendaftaran kartu prakerja, membantu mengakses situs web Kartu Prakerja, memberikan informasi tentang program pelatihan dan kursus yang tersedia, serta perubahan skema Kartu Prakerja pasca COVID-19. 

Dalam hal ini,  mahasiswa KKN Tim II Undip juga membuka grup WhatsApp sebagai jaringan informasi program kartu prakerja bagi masyarakat. Harapannya kegiatan ini dapat membawa trend positif bagi masyarakat di Desa Terlangu sehingga tingkat kemandirian masyarakat, dalam hal mencari nafkah, dapat meningkat seiring dengan berkembangnya kompetensi kerja masyarakatnya.


Penulis : 
1. El Thassqilani Akira  FISIP
2. Rahayu Rahmadila  FSM
3. Dania Sabrina Br Sinaga    F.PSI
4. Nabila Andari Dinia  FISIP
5. Didi Prasetyo  FH
6. Muhammad Sandika Varma FPP
7. Abrar Dani Syahputra SV
8. Bella Septi Amelia FIB
9. Grace Aprilia Sirumapea FPIK

Dosen Pembimbing Lapangan:  Nikie Astorina YD,  SKM,  M. Kes

Lokasi KKN: Desa Terlangu, Kelurahan Brebes,  Kecamatan Brebes,  Jawa Tengah

KKN TIM II Universitas Diponegoro

Wow!! TIM II KKN UNDIP Desa Terlangu Memberikan Dan Menciptakan Sebuah Ide Yang Baru Dalam Peningkatan Kualitas Ikan Asap Bu Lina Dengan Pendampingan Dinas Perikanan Kecamatan Brebes

0

Ikan Asap Bu Lina, Bikin Terlena 
Praktek secara langsung dalam menggunakan alat vakum sealer oleh Ibu Lina 


Campusnesia.co.idTerlangu (23 /07/2023). Mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro Program Studi Psikologi melaksanakan kegiatan yaitu program Multidisiplin dengan judul “ Wow Tim II KKN Undip Desa Terlangu memberikan dan menciptakan sebuah ide yang baru dalam peningkatan kualitas ikan asap bu lina dengan pendampingan dinas perikanan kecamatan brebes, Kabupaten Brebes.

Desa Terlangu, sebuah desa yang terletak di pinggiran kota, telah menjadi sorotan positif dalam beberapa tahun terakhir berkat perkembangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM) ikan asap. UMKM ikan asap di Desa Terlangu telah berhasil menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat dan mengangkat potensi ekonomi masyarakat desa secara keseluruhan. Pada kesempatan kali ini, kami akan melihat bagaimana UKM ikan asap di Desa Terlangu menjadi contoh sukses bagi pemberdayaan masyarakat lokal.

UMKM ikan asap Bu Lina Desa Terlangu telah mengalami peningkatan produksi lebih baik dari biasanya. Melalui kolaborasi dengan Ibu Dinas Perikanan Kecamatan Brebes yang hadir pada saat pelaksanaan program multidisiplin Tim II KKN Undip 2022/2023. UMKM ini menerima pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan teknik pengasapan ikan. 

Hasilnya, produk ikan asap dari Desa Terlangu semakin diminati oleh konsumen. Pada saat pelaksanaan multidisiplin Tim II KKN Undip 2022/2023 juga mengenalkan Asap Cair untuk meningkatkan rasa pada ikan asap dan ketahanan pada ikan asap. Penggunaan asap cair dipantau secara langsung oleh Dinas Kesehatan. Penggunaan Asap cair hanya 3% dicampur dengan air dan juga garam. Penggabungan elemen sebelum diasap harus ditunggu selama 15 menit kemudian setelah itu langsung di asap.

UMKM ikan asap di Desa Terlangu tidak hanya memberikan dampak ekonomi positif tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat. Lebih dari 30% dari total penduduk desa telah terlibat langsung dalam proses produksi dan kebanyakan ibu di sekitar, mulai dari mencuci ikan, memberikan garam dan juga dalam hal pengasapan. 

UMKM  ikan asap Desa Terlangu juga tidak tinggal diam dalam hal branding dan pemasaran. TIM II KKN Undip Memperkenalkan alat vakum sealer untuk membesarkan jangkauan pasar ikan asap desa terlangu dan menjaga kebersihan serta ketahanan pada saat menggunakan alat vakum.  Tim II KKN Undip sudah memberikan alat vakum, design sticker untuk mempercantik kemasan di dalam ikan asap. 

Pendampingan Oleh Dinas Perikanan 
pada saat penggunaan asap cair dalam pengasapan ikan


Keberhasilan UMKM ikan asap di Desa Terlangu tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat. UMKM ikan asap di Desa Terlangu merupakan contoh sukses dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui sektor perikanan.
 
Pengembangan usaha ini telah memberikan dampak positif pada ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat citra Desa Terlangu sebagai daerah yang produktif dan inovatif. Keberhasilan UMKM ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menggali potensi lokal dan mengembangkan usaha berbasis masyarakat.



Penulis: 
1. El Thassqilani Akira FISIP
2. Rahayu Rahmadila FSM
3. Dania Sabrina Br Sinaga    F.PSI
4. Nabila Andari Dinia FISIP
5. Didi Prasetyo FH
6. Muhammad Sandika Varma FPP
7. Abrar Dani Syahputra SV
8. Bella Septi Amelia FIB
9. Grace Aprilia Sirumapea FPIK

Dosen Pembimbing Lapangan:  Nikie Astorina YD,  SKM,  M. Kes

Lokasi KKN : Desa Terlangu, Kelurahan Brebes,  Kecamatan Brebes,  Jawa Tengah

KKN TIM II Universitas Diponegoro

Limbah Soun Jadi Pakan Ternak? TIM KKN Tematik UNDIP Berhasil Atasi Masalah Tumpukan Limbah

0
 

 Mengunjungi Industri UMKM Soun Bintang Singa


Campusnesia.co.id - Klaten, (22/07/2023). Perkembangan Industri di Klaten sangat meningkat, salah satunya Industri Soun dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Soun Bintang Singa. Industri ini merupakan usaha yang potensial untuk membantu perekonomian di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Seiring dengan berkembangnya industri soun dengan dibuktikan adanya penambahan lahan produksi, maka hal tersebut berdampak pada limbah yang dihasilkan. Sampai saat ini limbah terus menerus dihasilkan, namun dalam pengolahannya masih kurang efisien dan dibuang bebas ke lingkungan. Limbah yang dihasilkan bukan hanya limbah padat tetapi limbah cair pun juga. Sehingga, hal tersebut menjadi perhatian warga warga Desa Daleman dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kami dari Tim KKN Tematik Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan pelatihan  pembuatan pakan ternak dan kompos dari limbah padat soun di UMKM Soun Bintang Singa, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten pada hari Sabtu, 22 Juli 2023. Kegiatan ini merupakan upaya mahasiswa untuk membantu pemecahan masalah limbah soun yang kian menumpuk tanpa penanganan. Kegiatan pelatihan  ini diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan sambutan sambutan. Sambutan diawali oleh Prof. Dr. Moh. Djaeni S.T., M.Eng selaku dosen pembimbing dan dilanjutkan oleh Pak Basuno selaku pemilik UMKM Soun Bintang Singa. 

 
Penyampaian materi oleh Dr. Ir. Baginda Iskandar M.T., M.Si

Kegiatan ini terdiri dari pelatihan  dan demo pelatihan cara pembuatan pakan ternak dan kompos dari limbah padat soun. Kegiatan pelatihan  dilakukan di Balai Desa Daleman yang diikuti oleh puluhan warga dan pihak UMKM Soun Bintang Singa. Kegiatan pelatihan  menghadirkan narasumber, yaitu Dr. Ir. Baginda Iskandar M.T., M.Si Dosen FPP UNDIP untuk menyampaikan materi yang berjudul “Peningkatan Pendapatan Melalui Pengolahan Limbah Pati Aren Menjadi Pakan Ternak Berkualitas”. Kegiatan pelatihan  ini diikuti warga dengan sangat antusias, karena sebagian besar warga Desa Daleman memiliki industri soun dan memiliki hewan ternak yang mengalami kendala dalam pakan.


Vidio Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Soun 


Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan pembuatan pakan ternak dan kompos dari limbah padat soun yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik UNDIP 2023. Kegiatan diawali dengan mempraktekkan bagaimana membuat pakan ternak dari limbah padat soun dengan komposisi yang tepat. Proses yang dilakukan sangat mudah, hanya dengan membutuhkan 3 bahan yaitu limbah soun, konsentrat dan cangkang telur. Untuk proses selanjutnya dapat dilihat di sini !!! (booklet KKN : https://bit.ly/bookletkkntematik2023 )
 
Vidio Pembuatan Pupuk Kompos dari Limbah Soun 

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan  dan demo pembuatan pakan ternak serta kompos dari limbah padat soun yang diselenggarakan berjalan dengan lancar yang diikuti oleh antusiasme warga dan pihak UMKM. Tim KKN Tematik UNDIP membuktikan bahwa ilmu dan jiwa pengabdian masyarakat yang ditempa selama perkuliahan bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Harapannya, ilmu yang diberikan bermanfaat dan bisa menjawab permasalahan di Desa Daleman, Klaten.
 


Foto bersama Tim KKN dan warga Desa Daleman



Penulis: Tim KKN Tematik UNDIP 2023

Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Moh. Djaeni S.T., M.Eng dan Ari Wibawa Budi Santosa, S.T., M.T.

Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Ibu Rumah Tangga untuk Bijak Kelola Keuangan Keluarga

0
 


Campusnesia.co.idPemalang, 15 Agustus 2023 – Maraknya kasus korban pinjaman online ilegal di tengah masyarakat membuat mahasiswa KKN Undip berinisiatif untuk beri edukasi pengelolaan keuangan keluarga di Desa Kendalsari. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program keilmuan mahasiswa KKN Undip dari prodi ekonomi. Dwi Ike selaku penggagas program menyampaikan bahwa masyarakat khususnya ibu rumah tangga perlu diberi edukasi bagaimana cara mengelola keuangan yang baik agar tidak menjadi korban pinjaman online ilegal yang berbahaya. 

“Edukasi ini bertujuan supaya masyarakat mau belajar mengenai literasi keuangan yang baik khususnya ibu rumah tangga yang pada umumnya memiliki peranan utama dalam mengatur keuangan keluarga,” tambah Dwi Ike. 

Kegiatan edukasi dilakukan pada Hari Minggu, 6 Agustus 2023 bertempat di RT 03/RW 02 Desa Kendalsari, dan dihadiri 20 ibu rumah tangga. Metode edukasi yang diberikan meliputi pemaparan materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, simulasi perhitungan alokasi pendapatan dan pengeluaran keluarga, kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab. Pada ahir kegiatan, masyarkat juga antusias untuk melakukan konsultasi keuangan keluarga salah satunya tentang bagaimana cara menabung yang efektif agar tidak terkena pinjaman ilegal di saat membutuhkan dana darurat. 

Adanya kegiatan edukasi tentang keuangan diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat di bidang keuangan. Ibu Kades Kendalsari yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresiasi materi yang disampaikan. Ia mengatakan bahwa masyarakat masih awam tentang literasi keuangan, produk-produk keuangan apalagi keuangan digital sehingga rawan menjadi korban penipuan keuangan. 

“Saya apresiasi materi yang disampaikan sederhana dan tidak membosankan karena diselingi candaan sehingga ibu-ibu bisa lebih paham. Ahir materi juga ada sesi diskusi dimana bisa membuka wawasan baru dan pandangan baru mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Semoga kegiatan ini bisa membuat masyarakat lebih bijak mengambil keputusan dalam keuangan keluarga,” tutur Ibu Kades Kendalsari. 

Beri Sentuhan Inovasi Produk, Mahasiswa KKN Tim II Undip Memodernisasi Kue Semprong Milik UMKM Desa Kendalsari

0
 


Campusnesia.co.idKendalsari, 2 Agustus 2023 – Mahasiswa KKN Tim II Undip 2023 melakukan pendampingan UMKM Semprong di dusun dua Desa Kendalsari. Salah satu mahasiswa KKN Undip yang berasal dari program studi ekonomi ini mencoba mengembangkan dan menawarkan inovasi variasi produk dari Ulis Semprong. Kegiatan pendampingan dimulai dengan kunjungan langsung ke tempat pembuatan semprong di RT 02/RW 02, Desa Kendalsari. Kunjungan dilakukan sembari diskusi bersama dengan Ibu Ulis selaku pemilik UMKM Semprong mengenai ide variasi baru kue semprong. 

Dwi Ike Rahmawati selaku penggagas program pendampingan menyampaikan bahwa pendampingan ini hadir melihat potensi kue semprong yang banyak diminati masyarakat Desa Kendalsari dan sekitarnya karena rasanya yang gurih serta renyah, apalagi Ulis Semprong memiliki ciri khas taburan wijen sangrai pada adonannya yang semakin menambah cita rasa gurihnya. Perlu adanya pengembangan produk Ulis Semprong agar tetap banyak peminatnya mengingat saat ini sudah muncul produk semprong yang lebih menarik dengan berbagai isian mulai dari abon, selai, dan rasa-rasa yang unik. 
“Agar Ulis Semprong tidak kalah saing, semprong bisa dimodernisasi dengan menambah varian rasa dan packaging yang unik,” tutur Dwi Ike Rahmawati. 

Adapun inovasi yang dikembangkan antara lain menambah varian rasa semprong menjadi tiga jenis yaitu semprong original, semprong chocolate, dan semprong tiramisu. Packaging semprong yang semula hanya menggunakan plastik biasa kemudian divariasi dengan menggunakan toples plastik. Packaging toples memiliki manfaat untuk mencegah semprong tidak mudah remuk. Selain itu, Dwi Ike juga membantu membuatkan logo UMKM Ulis Semprong dan sticker untuk ditempel pada packaging semprong. 




Proses pendampingan UMKM semprong mendapatkan respons yang baik dari Ibu Ulis. Ia menyampaikan bahwa memang sempat ada pesanan semprong dengan ditambah varian rasa, namun belum bisa dipenuhi karena keterbatasan ide untuk mengembangkannya. Harapannya, inovasi produk semprong bisa menambah daya tarik konsumen untuk menikmati kue jadul khas Indonesia ini. 

“Ide inovasi ini membantu saya dalam pengembangan produk Ulis Semprong. Apalagi ide packaging dengan menggunakan toples sangat bagus, mengingat terkadang kami mendapat pesanan semprong untuk dibawa ke luar kota dan kerap kali remuk ketika sampai tujuan. Jika dibungkus toples kan jadi lebih aman, apalagi sudah dibuatkan sticker yang bagus untuk ditempel di toplesnya,” tambah ibu Ulis. 

GEMBUNG! Gemar Menabung: Mahasiswa KKN Tim II Undip Memberikan Edukasi Pentingnya Gemar Menabung Sejak Dini

0
 


Campusnesia.co.idBanjarsari, Pekalongan (26/07/2023) – Dalam era modern ini, di mana gaya konsumtif semakin mendominasi, kebiasaan menabung dapat menjadi tantangan tersendiri. Terlihat fenomena di mana banyak anak usia Sekolah Dasar (SD) yang cenderung malas menabung dan kurang memahami pentingnya mengelola uang dengan baik. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, antara lain keterbatasan akses terhadap edukasi keuangan serta pengaruh dari lingkungan sekitar yang tidak mendukung.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Okky Kusuma Wibowo (20), mahasiswa jurusan Ekonomi Undip yang tergabung dalam KKN Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023 melaksanakan program Edukasi Gemar Menabung Menggunakan Celengan Target dengan tujuan meningkatkan kebiasaan gemar menabung sejak dini kepada siswa/i kelas 4 SD N 01 Banjarsari.

 
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (26/07), di SD N 01 Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dimulai dengan penyampaian materi mulai dari apa itu menabung?, bagaimana caranya menabung?, tujuan menabung, manfaat menabung, dan mengapa menggunakan celengan target? sebagai media menabung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga memberikan celengan target untuk setiap siswa/i kelas 4 SD N 01 Banjarsari dan mempraktekkan cara penggunaan celengan target yang benar.

Dari kegiatan ini diharapkan siswa/i kelas 4 SD N 01 Banjarsari semakin sadar akan pentingnya menabung, mengelola uang dengan baik, dan terbiasa menabung setiap harinya sesuai dengan target yang telah ditetapkan di celengan tersebut dan dapat mencapai impiannya. Adapun output dari program ini adalah berupa Poster A4 dan Celengan Target yang diberikan kepada setiap siswa/i kelas 4 SD N 01 Banjarsari.



Penulis: Okky Kusuma Wibowo
Dosen Pembimbing: Muhammad Iqbal Fauzan, SP., M.Si
Lokasi: SD N 01 Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan

KKN Universitas Diponegoro Sebagai Agen Perubahan: Menggerakkan Digitalisasi demi Pertumbuhan UMKM Lokal (INOVINTIP - Inovasi & Pendampingan Produk Intip)

0
 


Campusnesia.co.idKlaten, (6/08/2023) - Perkembangan teknologi saat ini sangat dimanfaatkan masyarakat dalam segala aspek kehidupan, salah satunya dalam dunia bisnis. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu jenis usaha ekonomi yang ada di banyak wilayah, sehingga tidak dapat mengabaikan potensi dan manfaat yang ditawarkan oleh digitalisasi. UMKM perlu mengikuti perkembangan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Di tengah tantangan ini, Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Tim II Universitas Diponegoro telah melangkah maju sebagai agen perubahan. Kegiatan yang dilakukan berfokus pada digitalisasi UMKM sebagai program kerja dengan kolaborasi bersama pelaku UMKM Intip di Desa Ngreden salah satunya adalah Ibu Menik. 

Intip merupakan camilan yang berasal dari kerak nasi yang dimasak dalam wadah kuali yang menjadi ciri khas di Desa Ngreden. Penjual Intip memasarkannya pada hari kamis di pinggir jalan Desa Ngreden. KKN kali ini memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM Intip dalam mengimplementasikan teknologi digital melalui digitalisasi pemasaran produk intip. 


Digitalisasi pemasaran yang dilakukan oleh Tim II KKN Undip adalah dengan pembuatan video iklan yang disebarluaskan melalui media sosial diikuti pembuatan akun Instagram dan sosialisasi mengenai pentingnya manfaat brand kemasan, sertifikat halal, serta keamanan beras dan kerak nasi. 

Dengan adanya Instagram dapat memberikan pelaku UMKM Intip akses ke pasar yang lebih luas tanpa terbatas oleh geografis, sehingga produk Intip dapat dinikmati oleh konsumen dari berbagai penjuru. Walaupun telah mengadopsi teknologi digital, UMKM di Desa Ngreden tetap dapat menjaga ciri khas dan nilai-nilai tradisional dari produk Intip. Hal ini dapat menciptakan diferensiasi yang menarik bagi konsumen yang mencari produk yang otentik dan berkualitas.

Berdasarkan program kerja yang dilakukan, kita akan menyaksikan upaya bersama dalam membangun ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM melalui digitalisasi. Program kerja ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain dalam menerapkan solusi digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Bersama Masyarakat, Merawat Bumi: Pelaksanaan Program Kkn Universitas Diponegoro Dalam Pengelolaan Sampah (NGEBASS - Ngreden Bank Sampah)

0
 

Campusnesia.co.idKlaten, (08/08/2023) - Indonesia sebagai negara dengan populasi dan aktivitas manusia yang tinggi menghadapi masalah yang serius dalam pengelolaan sampah. Kabupaten Klaten merupakan salah satu penghasil sampah yang paling tinggi dari banyaknya kabupaten di Jawa Tengah. 

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten mengatakan bahwa produksi sampah dalam sehari mencapai 287 ton. Hasil sampah yang dihasilkan setiap satu orang dewasa warga Klaten menghasilkan 0,5 kilogram sampah per hari. Salah satu desa di Kabupaten Klaten yang masih kekurangan dalam pengelolaan sampah khususnya non organik adalah Desa Ngreden.Setiap harinya, masing-masing rumah tangga menghasilkan sampah dengan jumlah yang tidak sedikit dan membuangnya pada TPS yang lokasinya dekat dengan aliran sungai. 

Hal tersebut berdampak negatif bagi lingkungan, terutama ekosistem sungai. Oleh karena itu, TIM II KKN UNDIP berinisiatif untuk membuat bank sampah dengan nama “NGEBASS” untuk memudahkan pengelolaan sampah di desa Ngreden. 


Bank sampah merupakan suatu inisiatif dari TIM II KKN UNDIP yang bertujuan untuk mengurangi jumlah limbah non organik yaitu limbah plastik, kertas, kardus, kaleng, dan botol. Program kerja KKN ini berkolaborasi dengan warga di Desa Ngreden dan perangkat desa untuk mengimplementasikan program ini. 

Langkah-langkah yang dilakukan oleh TIM II KKN UNDIP yaitu pembentukan rangka dari bank sampah bersama dengan warga setempat. Bank sampah yang dibuat berlokasi di belakang PAUD dekat dengan lapangan di Desa Ngreden. Setelah pembentukan bank sampah diadakanlah sosialisasi dan edukasi kepada anak-anak mengenai hukum dan dampak membuang sampah di ekosistem sungai menggunakan poster bergambar. 

Kemudian memberikan pelatihan mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah non organik yaitu pembuatan ecobrick yang berlokasi di PAUD Pertiwi di Desa Ngreden. Eco brick merupakan salah satu pengelolaan sampah dengan mengumpulkan botol plastik untuk dijadikan barang yang berguna dan memiliki nilai ekonomi contohnya adalah kursi dari botol plastik.   

Program kerja TIM II KKN Undip dengan judul “NGEBASS” membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang baik antara warga dan perangkat desa, implementasi pembuatan bank sampah dapat menjadi langkah yang efektif dalam mengurangi dampak sampah khususnya sampah non organik dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta sehat.

Mahasiswa KKN TEMATIK UNDIP Kenalkan Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis IoT Di Kelurahan Ngadirejo, Kabupaten Sukoharjo

0
 


Campusnesia.co.idNgadirejo (16/08/2023) KKN Tematik Undip 2023 di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo yang dilaksanakan mulai dari tanggal 5 Juli 2023 hingga tanggal 20 Agustus 2023 memilki tema “Pengembangan Wilayah Berbasis UMKM dan Lingkungan”. Sampai hari Rabu, 16 Agustus 2023, berbagai program kerja telah dilaksanakan oleh para mahasiswa anggota tim KKN Tematik Undip 2023. 

Tim KKN Tematik menggandeng dua UMKM yaitu, Shofiz Bakery dan Karak Werkudara, sementara dalam pengembangan Lingkungan, tim KKN Tematik menggandeng Daerah Program Kampung Iklim KOPEN SAE yang ada di RW 7, khususnya RT 01.

Salah satu objek program kerja mahasiswa adalah taman yang berada di depan Taman Baca Alfabet KOPEN SAE. Taman tersebut memiliki potensi yang dimanfaatkan oleh salah satu mahasiswa, Muhamad Rafdan Maulana yang merupakan mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan Teknik Komputer untuk diintegrasikan taman dengan konsep teknologi IoT (Internet of Things). 

Rafdan menciptakan sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis IoT (Internet of Things) di Taman Baca Alfabet. Program terlaksana dengan baik dengan adanya kerja sama antar anggota tim KKNT dalam melakukan pemasangan alat lalu dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat khususnya pemuda-pemudi daerah sekitar dalam pengembangan dan sidik ganggu (troubleshoot) alat jika mengalami permasalahan serta penyerahan buku panduan digital yang dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2023 lalu.
 
Parameter keberhasilan dari program ini diamati dari fungsi alat yang bisa bekerja dnegan baik dan benar. Sistem IoT ini dapat dirasakan kemudahannya oleh para warga yang memiliki kesibukan lebih sehingga tidak sempat untuk menyiram tanaman-tanaman mereka. Program kerja ini dilaksanakan untuk mendorong masyarakat untuk mengeksplor teknologi yang semakin cepat perkembangannya. Mitra Taman Baca Alfabet KOPEN SAE juga memberikan respon positif terhadap program kerja ini.