Campusnesia.co.id - Jika sobat adalah generasi 90an yang tumbuh besar dengan film-film komedi Boboho seperti Shaolin Popey, pasti tidak asing dengan sahabatnya yang jago kungfu. Yak namanya Ashton Chen dikenal karena peran-perannya bersama Steven Hao (Boboho) wajahnya imut, lugu tapi jago kungfu.
Setelah dewasa kita jarang melihatnya, padahal banyak juga series dan film yang dibintanginya, misalnya ia berperan dalam film Ip Man 2 sebagai Tsui Sai Cheung yang tayang pada tahun 2010.
Kabar gembira untuk karena akhir-akhir ini ia kembali sering bermain dalam film layar lebar, tahun 2022 ia bermain dalam film Tao Xue Shen tan dan Detective Chen, pada tahun 2026 ini setidaknya ada dua film yang ia bintangi yaitu Detective Chen 2 dan Wings of Dread.
Nah dalam postingan ini, kami akan hadirkan review filmnya Ashton Chen yang berjudul Wings of Dread. Kenapa film ini menarik? karena ada Iko Uwais yang berperan sebagai musuhnya dan terlibat baku pukul di pesawat menggunakan teknik bela diri pencak silat vs kungfu.
Duduk di bangku sutradaanya ada Ashton Chen sendiri bekerjasama dengan Qin Pengfei yang sudah terkenal melahirkan film-film laga kondang seperti Fight against Evil, Painted Skin dan Reign of Assassins.
Duduk di bangku sutradaanya ada Ashton Chen sendiri bekerjasama dengan Qin Pengfei yang sudah terkenal melahirkan film-film laga kondang seperti Fight against Evil, Painted Skin dan Reign of Assassins.
Sinopsis film Wings of Dread
Seorang polisi udara bernama Gu Zhaoyang mengalami krisis pembajakan pesawat dalam penerbangan pulang dari luar negeri. Dengan mengandalkan profesionalisme yang sangat tinggi, ia berusaha menghalangi para pembajak dengan mempertaruhkan nyawa, dan pertarungan hidup dan mati di ketinggian sepuluh ribu meter pun dimulai.
Pemeran film Wings of Dread
- Ashton Chen sebagai Gu Chaoyang
- Iko Uwais sebagai pemimpin komplotan pembajak pesawat
- Nita Lei sebagai Xia Ruoyan
- Fengchao Liu sebagai Chang Jianrong
Review film Wings of Dread
Ceritanya cukup sederhana, seorang polisi udara punya masalah dengan sang kekasih yang hendak dilamar. Ia sering melewatkan janji karena tak bisa berdiam diri saat melihat kejahatan bahkan saat dalam perjalanan menuju tempat janjian pacaran.
Suatu hari ia menyusul sang kekasih yang bekerja sebagai pramugari, betepatan dengan pesawat yang sama yang akan digunakan membawa tahanan Internasional untuk dideportasi ke China.
Seperti cerita film pada umumnya, komplotan penjahat mencoba membajak pesawat tersebut untuk menyelamatkan sang penjahat, Ashton Chen yang berada di pesawat yang sama tidak bisa tinggal diam sebagai polisi udara ia harus menyelamatkan nyawa penumpang dan sang kekasih.
Daya tarik film ini jelas, menantikan pertarungan antara Ashton Chen dan Iko Uwais yang dikenal dengan ciri khas masing-masing. Ashton Chen mantan aktor cilik jago kungfu dan Iko Uwais dengan bela diri pencak silatnya.
Tidak mengecewakan, nyaris sejak separuh film hingga akhir kita disajikan pertarungan yang tanpa basa-basi. Tidak hanya sekali mereka berduel setidaknya dua kali sebelum akhirnya berhasil dikalahkan.
Pencuri perhatian lain yang tidak boleh dilewatkan adalah side kick pertarungan polisi wanita yang diperankan dan musuh wanita sangat brutal. Pengambilan lokasi di toilet pesawat yang sempit mengingatkan saya pada pertarungan antara Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan di lift dalam film Merantau (2009).
Ngomongin jadi penjahat, Iko Uwais bukan kali pertama ini memerankannya, sebelumnya ia juga jadi antagonis di film Expend4bles ia berperan sebagai Suarto Rahmat, Stuber sebagai Oka Tedjo dan The Night Comes For Us sebagai Arian.
Secara keseluruhan film Wings of Dread sangat rekomended untuk ditonton, apalagi bagi sobat yang suka dengan aktor Ashton Chen dan Iko Uwais. Tentu saja di akhir kita akan melihat bagaimana prpopaganda kehebatan polisi udara China, tapi ya gak apa-apa. Nontonya di aplikasi iQiyi.
Kabar gembira untuk penonton Indonesia karena film Wings of dread bakal tayang di bioskop dulu sebelum masuk iQIYI regional Indonesia.
Kabar gembira untuk penonton Indonesia karena film Wings of dread bakal tayang di bioskop dulu sebelum masuk iQIYI regional Indonesia.
Penulis
Nandar
====
Baca juga:













