Profil Veda Ega Pratama, Pembalap Moto3 Asal Indonesia yang Cetak Sejarah Dunia

0
 
Veda Pratama Moto3 2026



Campusnesia.co.id - Dunia balap motor internasional kembali dikejutkan oleh talenta muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Pembalap masa depan Indonesia ini sukses mencuri perhatian publik global lewat performa impresifnya di ajang Moto3 World Championship 2026.

Bagi Kamu yang penasaran dengan sosoknya, berikut adalah profil, biodata lengkap, serta deretan prestasi luar biasa dari Veda Pratama yang wajib Kamu ketahui.


Biodata Singkat Veda Ega Pratama

- Nama Lengkap: Veda Ega Pratama

- Nama Populer: Veda Pratama

- Tempat, Tanggal Lahir: Gunungkidul, D.I. Yogyakarta, 23 November 2008

- Asal Daerah: Wonosari, Gunungkidul

- Agama: Islam

- Profesi: Pembalap Motor Profesional

- Tim Saat Ini: Honda Team Asia (Moto3 2026)

- Akun Instagram: @vedapratama54

Profil Veda Ega Pratama



Bakat Alami yang Mengalir dari Sang Ayah
Darah balap yang mengalir di tubuh Veda Pratama bukanlah kebetulan. Ia merupakan putra dari Sudarmono, mantan pembalap nasional Indonesia yang pernah berjaya di kancah Asia (ARRC).

Di bawah bimbingan sang ayah dan didikan Astra Honda Racing School (AHRS), Veda mengasah kemampuannya sejak usia sangat dini. Ketekunannya membuahkan hasil manis ketika ia mulai mendominasi kejuaraan-kejuaraan lokal sebelum akhirnya melenggang ke panggung internasional.


Deretan Prestasi Sejarah Veda Pratama di Kancah Dunia

Sejak memulai karier profesionalnya, remaja asal Gunungkidul ini tidak henti-hentinya memecahkan rekor baru untuk Indonesia. Berikut adalah beberapa pencapaian terbesarnya:

1. Juara Asia Talent Cup (ATC) 2023
Veda Pratama sukses mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai ajang Idemitsu Asia Talent Cup (ATC) 2023. Tidak sekadar menang, ia mendominasi musim tersebut dengan meraih 9 kemenangan dari 12 balapan—sebuah rekor poin tertinggi sepanjang sejarah ATC.

2. Runner-Up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025
Setelah sukses di Asia, Veda hijrah ke Eropa untuk berkompetisi di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Berhadapan dengan pembalap-pembalap muda terbaik dari Eropa dan Amerika, Veda tampil luar biasa hingga berhasil mengamankan posisi runner-up (juara 2) pada klasemen akhir musim 2025.

3. Pembalap Indonesia Pertama yang Dikontrak Red Bull
Memasuki awal tahun 2026, Veda Pratama kembali mengukir sejarah dengan resmi menjadi atlet Red Bull pertama dari Indonesia di kancah balap motor. Dukungan penuh dari brand raksasa dunia ini menjadi bukti bahwa potensi Veda sangat diakui di level internasional.


Kiprah Fenomenal di Moto3 2026: Target Rookie of the Year

Tahun 2026 menjadi lompatan besar bagi karier Veda. Mengaspal bersama Honda Team Asia di kelas Moto3, Veda langsung tampil menggebrak meski berstatus sebagai rookie (pendatang baru).

Salah satu momen paling bersejarah terjadi pada GP Brasil 2026 di bulan Maret lalu. Veda berhasil finish di posisi ke-3, menjadikannya pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang sukses naik podium di kelas Grand Prix (MotoGP/Moto2/Moto3).

Saat ini, Veda Pratama berada di jajaran papan atas klasemen sementara Moto3 2026 dan menjadi kandidat terkuat untuk menyabet gelar bergengsi Rookie of the Year 2026.


Dukung Terus Perjalanan Veda Pratama Menuju MotoGP!
Dengan usia yang masih sangat muda dan perkembangan yang begitu pesat, peluang Veda Pratama untuk menembus kelas utama MotoGP di masa depan terbuka sangat lebar. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia tentu menjadi modal berharga bagi Veda untuk terus mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi dunia.

Bagaimana pendapatmu mengenai performa Veda Pratama musim ini? Tulis di kolom komentar, ya! Jangan lupa bagikan artikel ini ke grup WhatsApp komunitasmu agar semakin banyak yang mendukung talenta lokal kita.

Review Series Tom Clancy's Jack Ryan, Ketika John Krasinski Jadi Agen CIA Tayang di Amazon Prime Video

0
 
Poster serial Tom Clancy's Jack Ryan yang menampilkan aktor John Krasinski sebagai analis CIA dengan latar belakang penuh aksi



Campusnesia.co.id - Untuk mengisi waktu luang diantara pekerjaan, bulan Mei 2026 ini saya memilih maraton menonton series produksi Amazon Prime berjudul Tom Clancy's: Jack Ryan.

Awalnya saya menonton versi movienya yang berjudul Tom Clancy's Jack Ryan: Ghost War, karena penasaran saya coba cari versi seriesnya yang ternyata sudah ada sejak tahun 2018 dan total sebanyak 4 season.

Series ini berkisah tentang Tom Clancy's Jack Ryan (atau lebih dikenal dengan judul Jack Ryan) adalah serial televisi bergenre political action thriller asal Amerika Serikat. Cerita serial ini diadaptasi dari karakter dalam semesta fiksi Ryanverse ciptakan penulis legendaris, Tom Clancy.

Menampilkan interpretasi modern dari karakter aslinya, serial ini menggandeng John Krasinski sebagai sang analis CIA, Jack Ryan. Serial ini sendiri digarap oleh kreator Carlton Cuse dan Graham Roland. Selain menjadi pemeran utama, Krasinski juga duduk di kursi produser eksekutif bersama Carlton Cuse, Graham Roland, Michael Bay, Morten Tyldum, dan Brad Fuller.


Rangkuman Sinopsis Per Season

1. Season Pertama:
Musim perdana ini mengikuti kisah sang analis CIA, Jack Ryan, yang terpaksa keluar dari zona nyaman pekerjaan mejanya yang aman. Ia dilempar langsung ke lapangan setelah menemukan serangkaian transfer bank mencurigakan. Investigasi ini membawanya berhadapan dengan Suleiman, seorang ekstremis Islam yang pengaruhnya tengah naik daun.


2. Season Kedua:
Di musim kedua, Jack terjebak di tengah-tengah pergolakan dan perang politik di Venezuela yang korup.


3. Season Ketiga:
Memasuki musim ketiga, Jack menyelidiki sebuah konspirasi besar untuk membangkitkan kembali Uni Soviet. Rencana rahasia ini melibatkan peledakan bom nuklir taktis yang tidak dapat dilacak di Republik Ceko.


4. Season Keempat:
Di musim keempat, Jack yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana CIA harus menghadapi misi paling berbahaya sepanjang kariernya. Kali ini, musuh yang ia hadapi beroperasi di dalam negeri AS sekaligus di luar negeri. Masalah dimulai saat Jack menyelidiki rumor korupsi internal di tubuh CIA, di mana ia dan rekan-rekan kepercayaannya justru menemukan bukti aliansi gelap antara kartel narkoba dan organisasi teroris.


Daftar pemeran series  Tom Clancy's Jack Ryan

- John Krasinski sebagai Jack Ryan

- Wendell Pierce sebagai James Greer

- Abbie Cornish sebagai Dr. Cathy Mueller 

- Ali Suliman sebagai Mousa bin Suleiman

- John Hoogenakker sebagai Matice

- Michael Kelly sebagai Mike November 

- Betty Gabriel sebagai Elizabeth Wright 

- Michael Peña sebagai Domingo Chavez


Review series  Tom Clancy's Jack Ryan

Jujur salah satu yang membuat penasaran dengan series Jack Ryan ini adalah sang pemeran utamanya yaitu John Krasinski sebagai Jack Ryan. Pertama tahu aktor ini dari film 13 Hours yang sangat seru, ditambah dengan kemunculannya di film Doctor Strange in the Multiverse of Madness sebagai Mister Fantastic.

Secara umum buat sobat yang suka series tema agen rahasia ala CIA pasti langsung konek dengan Jack Ryan, sejak season pertama sudah menghadirkan perburuan seru dengan melibatkan lokasi di berbagai negara.

Drama, misteri dan aksi yang dihadirkan terasa pas dengan sedikit bumbu romansa, menariknya di setiap season kita diberi plot twist dari kasus besar yang coba dipecahkan dan hal ini menambah menarik jalan ceritanya.

Secara umum series Jack Ryan sangat rekomended dinikmati saat libur terutama buat sobat yang suka dengan genre agen rahasia, selamat menonton.

¿Tu Web es un Caracol? Guía de WPO para Optimizar la Velocidad de tu Sitio (Ideal para Estudiantes de Dev)

0
 
Infografía de optimización WPO que compara una página web lenta frente a una rápida. A la izquierda, un estudiante de desarrollo web frustrado frente a una laptop con el texto 'Web Lenta' y 'Carga Tortuga'. A la derecha, el mismo estudiante sonriente frente a una laptop optimizada con gráficos de rendimiento y el texto 'Web Rápida' y 'Velocidad 100!'. En la parte superior se lee 'Guía WPO: ¡Web Veloz! para desarrolladores estudiantes'.


Campusnesia.co.id - ¡Buenas, gente de Campusnesia! Si estás metido en el mundo del desarrollo web, ya sea por un proyecto de la universidad o porque estás armando tu propio portafolio, hay una verdad absoluta que debés aceptar: a nadie le gusta una web lenta.

Imaginate esto: encontrás el enlace perfecto para tu tesis, le das clic y... la pantalla se queda en blanco por 5 segundos. Chau, te fuiste. Google piensa exactamente igual. La velocidad de carga no solo mejora la experiencia del usuario (UX), sino que es un factor crucial para el SEO y para que las plataformas de monetización te miren con buenos ojos.

Hoy vamos a hablar de WPO (Web Performance Optimization) de forma sencilla, directa y sin rodeos teóricos aburridos. ¡Vamos a meterle mano al código!


1. El Gran Enemigo: Imágenes Gigantes (Image Optimization)

Es el error más común cuando estamos empezando. Subís una foto hermosa de 4MB directo de tu cámara a la web. ¡Grave error! Para el usuario que navega con datos móviles, eso es una tortura.

1. ¿Qué hacer? Pasate al formato WebP o AVIF. Tienen una compresión brutal sin perder calidad visible.

2. Herramientas: Si usás código propio o Blogger, pasá tus imágenes por TinyPNG o Squoosh antes de subirlas.

3. En HTML: No olvides usar el atributo loading="lazy" en las etiquetas <img>. Esto hace que la imagen solo se descargue cuando el usuario hace scroll y está cerca de verla.


2. Minificar HTML, CSS y JavaScript

Cuando programamos, dejamos espacios en blanco, comentarios y saltos de línea para que nuestro código sea legible. Eso está perfecto para trabajar, pero al navegador de tu usuario le da igual. Esos bytes extra pesan.

1. La solución: Procesa tus archivos con un Minifier. Esto elimina todo lo innecesario y junta todo el código en una sola línea compacta.

2. Tip Pro: Si usás frameworks como React o herramientas como Webpack/Vite, esto ya se hace casi automático en el build de producción. Si usás plantillas XML de Blogger, existen herramientas online como HTMLMinifier para limpiar el código antes de pegarlo en el editor.


3. Cuidado con el JavaScript que Bloquea el Renderizado

¿Tu web carga el diseño a medias porque se queda esperando a que un script termine de ejecutarse? Eso se llama "bloqueo de renderizado".

- ¿Cómo solucionarlo? Usa los atributos async o defer en tus etiquetas <script>.

async: Descarga el script en segundo plano y lo ejecuta de inmediato (ideal para analíticas como Google Analytics).

defer: Descarga el script pero espera a que todo el HTML esté completamente parseado para ejecutarlo. ¡Es el favorito para scripts que no alteran el diseño inicial!


4. Aprovecha la Caché del Navegador (Browser Caching)

¿Por qué hacer que un usuario descargue el logo de tu web cada vez que cambia de página? La caché le dice al navegador: "Che, guardá este logo por una semana, no lo vuelvas a pedir al servidor".

Si manejás tu propio servidor (VPS o hosting con cPanel), podés configurar esto fácilmente desde el archivo .htaccess o usando políticas de Cache-Control en las cabeceras HTTP. En plataformas gestionadas como Blogger, Google ya se encarga de gran parte de esto, pero siempre es bueno revisar que no estés cargando scripts externos pesados en cada sesión.


Conclusión: Medir para Mejorar
Antes de tocar una sola línea de código, te dejo una tarea: entra a Google PageSpeed Insights o Lighthouse (la herramienta que viene integrada en los DevTools de Chrome haciendo clic derecho -> Inspeccionar).

Poné la URL de tu proyecto y mirá el puntaje. Tu meta como futuro desarrollador es acercarte lo más posible al codiciado 100% en verde. No solo harás feliz a tus usuarios, sino que tu portfolio web se verá súper profesional.

¿Cuál es el puntaje actual de tu web? ¡Dejanos tu comentario acá abajo y armamos debate! Hasta el próximo artículo en Campusnesia.

5 AI Tools for E-Commerce and Startups to Scale Fast in 2026

0
A professional analyzing e-commerce metrics and SaaS automation tools on a laptop dashboard in 2026.



Campusnesia.co.id - The digital landscape in 2026 is moving faster than ever, especially across highly competitive markets like Europe and Spain. For small business owners, freelancers, and tech startups, staying ahead of the curve requires more than just hard work - it requires smart automation.

With the massive boom in programmatic advertising and AI integration, choosing the right SaaS (Software as a Service) tools can cut your operational costs in half while doubling your revenue.

If you are looking to scale your business, manage remote teams, or automate your online store this year, here are the top 5 AI-powered tools and secure cloud solutions you should consider investing in.

1. Advanced AI Tools for E-Commerce Automation
Running an e-commerce store in 2026 demands real-time personalization. Modern AI tools now allow shop owners to automate product descriptions, optimize supply chains, and generate high-converting ad copies tailored for European consumers within seconds.

- Why it matters: Using smart retail automation helps bridge the gap between local businesses and global markets, allowing seamless integration with platforms like Shopify and WooCommerce.


2. Next-Gen Secure Cloud Storage for Small Business
Data privacy and compliance (such as GDPR in Europe) are non-negotiable in 2026. Transitioning to a high-end, secure cloud storage for small business is crucial to protecting your client data and internal assets.

- Top features to look for: End-to-end encryption, automated backups, and seamless file-sharing capabilities that allow your remote developer or marketing team to collaborate safely from anywhere in the world.


3. Cost-Effective Digital Marketing Platforms
Gone are the days of burning huge budgets on unoptimized ad campaigns. The latest digital marketing tools use predictive AI to analyze search intent and optimize your digital marketing strategies.

- The Benefit: These platforms help startups pinpoint exactly where their target audience is looking, whether you are targeting local buyers in Madrid or scaling an international drop-shipping hub.


4. Enterprise-Grade Cloud Hosting Alternatives
For growing websites and online storefronts, shared hosting simply doesn't cut it anymore. Speed is a vital ranking factor. Upgrading to managed cloud hosting alternatives ensures your site stays live during massive traffic spikes without lagging.

- Pro Tip: Look for hosting providers that offer localized data centers in Europe to ensure the lowest latency and fastest loading speeds for your regional traffic.


5. Automated AI Wealth Managers for Business Budgeting
Financial tech (FinTech) has evolved. Startups are now utilizing automated financial tools to track overhead costs, manage multi-currency invoices (USD/EUR), and forecast quarterly revenue.

- Why invest in this: It takes the guesswork out of cash flow management, letting you focus entirely on scaling your core product.


Scaling a digital business in 2026 is all about choosing the right ecosystem. By leveraging premium SaaS automation, robust cloud hosting, and secure data storage, your business will be fully equipped to compete on a global scale.


Biaya Ganti Kom Stir dan Ban Belakang Honda Beat (Rincian Nota)

0
Daftar rincian nota biaya ganti kom stir dan ban belakang Honda Beat



Campusnesia.co.id  - Setelah sekian lama akhirnya sepeda motor Beat merah putih masuk bengkel juga. Ada beberapa keluhan pertama ban belakang yang sudah tipis, setidaknya sudah 4 kali harus ditambal dan memang sudah saatnya dilakukan pergantian.

Keluhan kedua pada stang depan yang tidak nyaman saat dikendarai, selebihnya service rutin pergantian oli mesin.

Karena saya lagi di Pati, service kali ini saya percayakan kembali kepada bengkel sepeda motor Sumber Rejeki Motor yang beralamat di Jalan Raya Pati-Tayu Km. 14 Mojoagung Kecamatan Trangkil Pati. 

Setelah sampai lokasi dan dicek oleh teknisi, service mulai dilakukan dari penggantian ban belakang dengan tipe L 90/90. Selanjutnya fokus pada Komstir dan penggantian laher pda roda depan serta yang terakhir oli mesin.

Saya datang sekitar jam 2 siang dan secara keseluruhan dengan selesai habis Ashar. Untuk sobat yang penasaran dengan total biaya yang harus dibayarkan, berikut rinciannya berdasarkan notanya:

Jenis Komponen / Jasa ServisHarga         
Ban Luar Belakang (Tipe L 90/90)Rp265.000
Kom Stir (1 Set)Rp85.000
Laher Roda Depan (Tipe 6201 - 2 Pcs)Rp50.000
Oli MesinRp60.000
Jasa Servis Sepeda MotorRp65.000
Total Keseluruhan BiayaRp525.000
Total keseluruhan biaya servis kali ini sebesar Rp525.000 tapi dengan kualitas hasil serta pelayanan yang diberikan sangat memuaskan. 

Hal menarik dari servis di bengkel Sumber Rejeki Motor adalah mekaniknya berkenan memberi saran yang terbaik baik pelanggannya. Jika masih bisa diperbaiki maka diusahakan semaksimal mungkin untuk tidak diganti agar tidak memberratkan pelanggan dan tak segan memberi rekomendasi tempat perbaikan lain jika diperlukan. Pengalaman ini pernah saya alami saat hendak memperbaiki shockbreaker dan jok yang sobek.

Baik demikian tadi sobat Campusnesia postingan kita kali ini tentang Biaya Ganti Kom Stir, Ban Belakang, Laher dan Oli Mesin Honda Beat 2026 semoga bermanfaat sampai jumpa.


====
Baca juga:

Membanggakan Mahasiswa UGM Raih 3 Gelar Juara di Indonesia Chemical Reaction Car Competition

0
Membanggakan Mahasiswa UGM Raih 3 Gelar Juara di Indonesia Chemical Reaction Car Competition


Campusnesia.co.id - Chemical Reaction Car Competition kembali digelar oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada tanggal 1-3 Mei lalu. Tim Reactics, komunitas mahasiswa Teknik Kimia UGM yang berfokus pada pengembangan purwarupa mobil berbasis reaksi kimia, mengirimkan tiga tim sebagai perwakilan UGM pada kompetisi tersebut. Kerja keras ketiga tim berbuah manis dengan berhasil membawa pulang tiga piala sekaligus. Adapun nama-nama tim tersebut meliputi Reactics Antrasena yang berada pada posisi ketiga, Reactics Jayantaka yang berada pada posisi keempat, dan Reactics Antaredja yang berada pada posisi kelima.

Asyiq Manarul Hidayah, salah satu anggota Tim Reactics Antrasena, menjelaskan bahwa mobil yang tim tersebut rangkai memanfaatkan sumber energi dari reaksi dekomposisi hidrogen peroksida yang menghasilkan gas oksigen dan air. “Secara alami, reaksi ini berlangsung lambat sehingga kami perlu katalis atau zat yang akan dicampur untuk mempercepat laju reaksi,” ujarnya, Selasa (12/5)

Tim Reactics telah melakukan riset terhadap beberapa katalis, seperti yeast (mikroorganisme), kalium iodida, dan FeCl₃ atau besi(III) klorida. Berdasarkan hasil pengujian, FeCl₃ memberikan performa terbaik jika ditinjau dari aspek ekonomis, laju reaksi, serta persen konversi yang dihasilkan. Lebih lanjut, Asyiq menyebutkan mekanisme penghentian mobil dirancang secara otomatis dapat berhenti ketika gas oksigen telah habis digunakan.

Mahasiswa UGM Raih 3 Gelar Juara di Indonesia Chemical Reaction Car Competition

Di masa persiapan, diperlukan fokus dan ketelitian tinggi sejak tahap perencanaan desain hingga mobil mampu beroperasi di arena kompetisi. Proses evaluasi, uji coba, serta pemantauan dan perawatan rutin, konsisten dilakukan oleh setiap tim guna memastikan model fisik dari desain 3D dapat terwujud, menciptakan kendaraan dengan kinerja yang optimal. Lalu di hari kompetisi, tantangan bergeser ke arah ketelitian dalam kalibrasi.

Ketua Tim Reactics Antrasena, Ikbar Habibi, menekankan bahwa kekuatan tim bukan terletak pada kemampuan individu, tetapi pada kontrol diri setiap anggota untuk tetap tenang, dan kemampuan beradaptasi yang memungkinkan tim terus bergerak meski berada dalam berbagai tekanan dan kemungkinan. “Dari kompetisi ini kami belajar, kepemimpinan berarti konsistensi tetap pada tujuan di tengah banyak ketidakpastian hingga tim mampu menyelesaikan apa yang telah dimulai,” ungkapnya.

Ikbar menyebutkan, anggota tim Antrasena yang berperan sebagai pemulai diharuskan untuk mengontrol bukaan katup gas secara akurat. Anggota tim selanjutnya memastikan seluruh sistem beroperasi secara terintegrasi sehingga kendaraan dapat berhenti secara presisi di titik target yang ditentukan.

Keren Mahasiswa UGM Raih 3 Gelar Juara di Indonesia Chemical Reaction Car Competition

Bagi Ikbar, kemenangan ini bukan sekadar peringkat, melainkan hasil dari proses selama perancangan yang membuktikan ketahanan tim dalam menghadapi kendala teknis dan tekanan menjelang kompetisi. Meskipun para tim belum berkesempatan mencapai target utama, mereka memaknai pengalaman ini sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk terus berkembang. Tim mahasiswa berkomitmen untuk memperkuat strategi, meningkatkan kualitas teknis, dan mempererat sinergi. “Dengan berfokus pada riset dan pengembangan berkelanjutan, Tim Reactics UGM berharap dapat meraih hasil terbaik pada kompetisi nasional maupun internasional berikutnya,” pungkasnya.


Penulis : Aldi firmansyah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Tim Reactics
Sumber: ugm.ac.id

Keren Mahasiswa UNNES Kembangkan Edible Coating Alami Berbahan Daun Cincau dan Jahe Merah

0
 
Keren Mahasiswa UNNES Kembangkan Edible Coating Alami Berbahan Daun Cincau dan Jahe Merah


Campusnesia.co.id - Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Himpunan Mahasiswa IPA dan Lingkungan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES), melaksanakan penelitian inovatif pada tahun 2026 terkait pengembangan edible coating berbahan dasar daun cincau dengan penambahan ekstrak jahe merah.

Penelitian yang dilaksanakan di lingkungan UNNES ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES serta didampingi oleh Amnan Haris, S.Si., M.Ling.

Tim peneliti yang terdiri atas mahasiswa Berlian Avicenna, Abi Manshurin, Candra Risqi Rahmandani, Nathaniela Anindya Aliyanti, dan Diani Dwi Banoantj berupaya menjawab permasalahan di sektor pertanian, khususnya kebutuhan pelapis alami untuk menjaga kualitas hasil panen buah seperti jambu biji.

Penelitian ini berangkat dari tingginya tingkat kerusakan pascapanen yang berdampak pada penurunan kualitas dan nilai jual produk pertanian.

Edible coating sebagai lapisan tipis yang dapat dimakan diaplikasikan pada permukaan buah untuk memperlambat proses respirasi dan pembusukan. Dalam riset ini, daun cincau dimanfaatkan sebagai bahan dasar karena kandungan polisakaridanya yang mampu membentuk lapisan pelindung.

Sementara itu, ekstrak jahe merah ditambahkan karena memiliki sifat antimikroba dan antioksidan. Pendekatan ini tidak hanya memanfaatkan sumber daya lokal, tetapi juga mengedepankan solusi alami yang aman bagi konsumen dan lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi daun cincau dan ekstrak jahe merah efektif dalam memperpanjang masa simpan jambu biji serta menjaga kualitas fisik dan kesegarannya. Temuan ini memberikan peluang untuk pengembangan produk edible coating berbasis bahan lokal yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Selain itu, inovasi ini berpotensi meningkatkan efisiensi rantai pasok pertanian dengan mengurangi kerugian akibat pembusukan sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan pelaku agribisnis.

Penelitian ini juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pada SDG 2 (Tanpa Kelaparan), inovasi ini berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan melalui pengurangan kehilangan hasil panen pascapanen. Pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), penggunaan bahan alami seperti daun cincau dan jahe merah mencerminkan praktik produksi yang ramah lingkungan serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

Penelitian ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi tepat guna berbasis riset mahasiswa yang aplikatif.

Dukungan pendanaan dari LPPM UNNES menjadi bukti komitmen institusi dalam mendorong inovasi ilmiah yang berdampak akademik dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat, sehingga diharapkan inovasi ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.


Sumber: unnes.ac.id