Semarakan HUT RI ke 81 Tahun, Komunitas Weron People Gelar Turnamen Futsal WP Cup 2026

0
Weron People Gelar Turnamen Futsal WP Cup 2026



Campusnesia.co.id - Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 81 tahun, komunitas Weron People mengadakan Turnamen Futsal bertajuk WP Cup 2026 yang digelar sejak tanggal 13, 14, 15, 16 dan 22 Agustus 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Dukuh Weron yang disulap menjadi lapangan futsal dengan kerja bhakti yang sudah berlangsung sejak bulan Juli.

"Turnamen futsal ini kami adakan selain dalam rangka Agustusan juga bertujuan agar remaja dan pemuda di Dukuh Weron akrab dengan kegiatan olahraga supaya badan menjadi segar serta bugar" ungkap Setiaji saat ditanya media.

Turnamen menggunakan sistem liga diikuti oleh 6 RT di Dukuh Weron Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati, dibagi menjadi dua grup dengan masing-masing 3 RT dan saling berlomba untuk lolos babak penyisihan, semi-final hingga final.

Perebutan juara 1, 2 dan 3 dilaksanakan pada Sabtu 22 Agustus 2026 dan gelar status Juara Weron People Cup 2026 berhasil diraih oleh RT 02 serta berhak memboyong tropi piala bergilir dan uang tunai.

Sementara gelar Juara 2 atau Runner Up direbut oleh RT 06 dengan hadiah uang tunai dan Juara Ketiga RT 01 yang juga mendapat hadiah uang tunai.

Bagi RT yang belum berhasil meraih juara 1, 2 dan 3 mendapatkan hadiah hiburan yang bermanfaat bagi lingkungannya.

Nampak antusias penonton menyaksikan laga final yang digelar jadi jam 19.30 WIB hingga selesai, tidak hanya warga Dukuh Weron tapi juga banyak dari desa tetangga. 

Selain bisa disaksikan dengan datang langsung ke lokasi, pertandingan futsal tersebut juga ditayangkan lewat streaming di channel youtube @weronpeopletv sehingga bisa menjangkau penonton dari wilayah manapun.

"Semoga acara Turnamen Futsal Weron People Cup 2026 ini bisa jadi ajang kegiatan positif bagi warga khususnya remaja dan pemuda, terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini donatur, sponsor, panitia dan semuanya. Mohon maaf jika dalam pelaksanaan masih banyak kekurangan" pungkas Setiaji kepada media.

Di tengah berbagai hal yang sedang melanda Indonesia kegiatan-kegiatan positif seperti di atas sangat diperlukan sebagai hiburan, sarana mempererat kerukunan dan agar generasi muda tidak lupa dengan perjuangan para pendahulu serta mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat.



Penulis:
Achmad Munandar

Cara Ganti Mobile Banking BCA, Bale BTN, Livin Mandiri dan BRImo Saat Ganti HP Baru yang Sudah Tidak Kompatible

0
Cara Ganti Mobile Banking BCA, Bale BTN, Livin Mandiri dan BRImo



Campusnesia.co.id - Beberapa hari yang lalu saya kaget saat mencoba login ke aplikasi BC Mobile saya, sebuah notifikasi muncul agar saya memperbaharui aplikasi tersebut di Google Play Store. Setelah saya klik tautan tersebut dan sampai di Google Play Store ternyata ada keterangan bahwa OS handphone saya sudah tidak kompatible dengan aplikasi terbaru.

Jujur saja memang HP yang saya gunakan sudah cukup lawas, HP Android merk Samsung jenis Galaxy J2 Prime ini saya beli tahun 2018 alias sudah 8 tahun silam.

Sebelumnya juga pernah kejadian, aplikasi sejuta umat yaitu YouTube sudah lebih dulu meninggalkan HP ini dengan alasan yang sama, versi terbaru sudah tidak kompatible dengan HP saya.

Berdasar informasi yang saya cari BCA Mobile bisa dijalankan di HP Android dengan minimal Android OS Versi 8 (Oreo) sedangkan Galaxy J2 Prime Android OS Versi 7 (Nougat) jelas saja gak mau jalan.

Untungnya saya punya HP kedua yang usianya lebih muda, Samsung Galaxy A04 yang saya beli tahun 2023 yang lalu dengan Android OS 13 (Tiramisu). Lewat postingan ini saya akan coba ceritakan bagaimana langkah-langkahnya.

Langkah pertama saya menuju Google Play Store dan mencari aplikasi BCA Mobile, pastikan bahwa aplikasi tersebut resmi keluaran BCA dan jangan download aplikasi yang abal-abal.

Selanjutnya download dan install, proses ini bakal memakan waktu beberapa detik hingga menit, saat sudah selesai klik tombol buka.

Kita akan dibawa ke aplikasi dan diminta melakukan proses login dengan beberapa tahap verifikasi.

Masukan nomor kartu debit, kemudian masukan hari, tanggal dan bulan lahir. Sempat bingung karena dahulu saya buka nomor rekening BCA full online dan belum cetak kartu, untungnya masih ada email dari BCA yang menampilkan soft file kartu debit saya sehingga bisa lanjut ke langkah selanjutnya.

Setelah itu kita akan diminta verifikasi wajah dengan selfi, ikuti saja perintahnya misalnya mendekat, berkedip dan lainnya. Pastikan foto di ruangan dengan pencahayaan yang cukup sehingga wajah kita nampak jelas.

Jika sudah sampai tahap ini selanjutnya kita bisa login dengan cara biasanya dengan memasukan username dan pasword. 

Alhamdulillah cara ini berhasil dan saya bisa menggunakan kembali nomor rekening dan aplikasi mobile banking BCA saya.

Langkah di atas saya ulangin untuk beberapa mobile banking saya yang lain yaitu BTN Mobile dengan aplikasinya bernama Bale dan Livin warna kuning dari Bank Mandiri.

Untuk sobat yang mengalami hal yang sama jangan panik, lakukan langkah-langkah di atas dengan tenang dan perlahan. Pastikan nomor utama yang dahulu digunakan untuk mendaftar masih aktif, ada saldo pulsanya dan tempatkan di SIM nomor 1.

Berikut link aplikasi mobile banking resmi di Google Play Store:

- Link download aplikasi BCA Mobile klik di sini

- Link download aplikasi Bale dari Bank BTN klik di sini

- Link download aplikasi Livin dari Bank Mandiri klik di sini

- Link download aplikasi BRImo dari Bank BRI klik di sini


Oke sobat Campusnesia demikian tadi postingan kita kali ini tentang Cara Ganti Mobile Banking BCA, Bale BTN, Livin Mandiri dan BRImo Saat Ganti HP Baru , semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Nandar


====
Baca juga:


Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Hadirkan “PUSTAKA JUARA” untuk Tingkatkan Literasi Anak Desa Juragan

0


Campusnesia.co.idBATANG, 29 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui program PUSTAKA JUARA (Perpustakaan Unggul untuk Literasi Anak Juragan) melaksanakan kegiatan penguatan literasi bagi siswa SDN Juragan, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan anak dalam memahami cerita dan menuangkan ide melalui tulisan.

Kegiatan PUSTAKA JUARA dirancang dengan menggabungkan beberapa aktivitas literasi yang interaktif dan menyenangkan. Rangkaian kegiatan meliputi ice breaking literasi, read aloud, cerdas cermat, dan penulisan kreatif. Pendekatan tersebut digunakan agar siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi turut terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan diawali dengan ice breaking literasi untuk membangun suasana belajar yang lebih santai dan menarik. Siswa diajak mengikuti permainan dan menjawab pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan cerita rakyat Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi pengantar sebelum siswa memasuki sesi membaca dan membantu membangun antusiasme mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Selanjutnya, siswa mengikuti kegiatan read aloud dengan konsep membaca cerita secara bergantian. Mahasiswa KKN membacakan cerita rakyat Timun Mas bersama-sama, dengan setiap mahasiswa mengambil bagian dalam membacakan tokoh atau bagian cerita yang berbeda. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menyimak cerita sekaligus mengenal kegiatan membaca dengan cara yang lebih interaktif.

Setelah cerita selesai dibacakan, kegiatan dilanjutkan dengan cerdas cermat. Siswa diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan cerita yang telah mereka dengarkan dan berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Selain menjadi permainan, kegiatan tersebut juga digunakan untuk melihat sejauh mana siswa memahami isi cerita.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penulisan kreatif. Siswa diberikan kesempatan untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka melalui tulisan sederhana berdasarkan pertanyaan yang telah diberikan. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk berani menyampaikan gagasan menggunakan kata-kata mereka sendiri tanpa terlalu dibatasi oleh bentuk tulisan.

Dalam pelaksanaan PUSTAKA JUARA, Shaina Yanfa Kiswari turut berperan dalam mendampingi siswa selama rangkaian kegiatan, mulai dari memandu ice breaking, memfasilitasi kegiatan read aloud, memberikan pertanyaan dalam sesi cerdas cermat, hingga mendampingi siswa dalam kegiatan penulisan kreatif. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan siswa dan memahami karakter serta kemampuan mereka dalam mengikuti kegiatan literasi.

Hasil tulisan yang dibuat oleh siswa kemudian dikumpulkan dan menjadi bagian dari Pojok Literasi Kreatif. Pojok tersebut digunakan sebagai ruang untuk menampilkan karya siswa sehingga hasil tulisan mereka dapat diapresiasi dan dibaca oleh teman-teman lainnya.

Melalui PUSTAKA JUARA, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan gagasan melalui tulisan. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman bahwa kegiatan literasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak-anak.


Keberadaan Pojok Literasi Kreatif juga diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk terus membaca dan berkarya. Dengan adanya ruang untuk menampilkan hasil tulisan, siswa dapat melihat bahwa ide dan cerita yang mereka buat memiliki nilai untuk diapresiasi.

PUSTAKA JUARA menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung penguatan budaya literasi di Desa Juragan. Melalui kegiatan membaca, bermain, berdiskusi, dan menulis, mahasiswa berupaya menciptakan pengalaman belajar yang dapat mendorong anak-anak untuk terus mengenal, menikmati, dan mengembangkan kemampuan literasi mereka.



Penulis/Reporter: Shaina Yanfa Kiswari
Fotografer: Tim II KKN Undip 2026 Desa Juragan
Editor: Achmad Munandar
 

Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi Kegiatan Belajar Mengajar Guna Mendukung Pendidikan Anak di Desa Juragan

0



Campusnesia.co.idBATANG, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Afni Anggreani dan Shaina Yanfa Kiswari, melaksanakan pendampingan kegiatan belajar mengajar di TK Satria, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan sosial kemasyarakatan ini dilaksanakan sebanyak dua kali, pada 21 Juli dan 1 Agustus 2026, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran dan mendukung pendidikan anak-anak di Desa Juragan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran di TK Satria. Pendampingan dilakukan dengan membantu guru selama proses belajar mengajar, seperti mendampingi anak-anak dalam mengerjakan tugas, mengikuti kegiatan bernyanyi dan bermain, serta memberikan bantuan ketika anak-anak mengalami kesulitan selama kegiatan berlangsung.

Keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dilakukan dengan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak. Mahasiswa turut memberikan pendampingan secara individual ketika terdapat anak yang membutuhkan bantuan dalam memahami atau menyelesaikan kegiatan yang diberikan. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih interaktif dan anak-anak memperoleh pendampingan selama mengikuti kegiatan di kelas. 


Selain membantu kegiatan pembelajaran, mahasiswa juga berinteraksi secara langsung dengan anak-anak melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Interaksi tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif sekaligus membantu anak-anak merasa nyaman selama mengikuti pembelajaran. Kehadiran mahasiswa juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan pendamping belajar guru yang sehari-hari mendampingi mereka.


Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme dalam mengikuti aktivitas yang diberikan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan anak-anak juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hangat. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam membantu kegiatan di kelas, tetapi juga turut membangun komunikasi dengan anak-anak melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik mereka.


Kegiatan pendampingan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam berinteraksi dengan anak usia dini. Melalui keterlibatan secara langsung di kelas, mahasiswa dapat belajar memahami karakter dan kebutuhan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk dapat berkontribusi secara langsung di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan ini turut mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah. Pendampingan yang dilakukan menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan guru dalam mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di TK Satria. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan selama proses pembelajaran sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses pembelajaran di TK Satria. Kegiatan pendampingan juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat Desa Juragan.

Pendampingan kegiatan pembelajaran di TK Satria menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dalam mendukung kegiatan pendidikan di Desa Juragan selama pelaksanaan KKN. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar bersama yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun anak-anak di lingkungan sekolah.


Penulis/Reporter: Tim KKN Undip Desa Juragan
Fotografer: Tim II KKN Undip 2026 Desa Juragan
Editor: Achmad Munandar

Daftar Merk Air Mineral Botol di Indonesia, Dari Pilihan Harian hingga Air Impor Kelas Premium

0



Campusnesia.co.idAir mineral telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia sehari-hari. Mulai dari melepas dahaga saat perjalanan jauh, menemani bekerja di kantor, hingga disajikan dalam acara formal, pilihan air mineral di pasaran kini sangat beragam.

Menariknya, industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia terbagi menjadi beberapa segmen: mulai dari merek lokal legendaris yang merajai warung kelontong, produk pabrikan raksasa, hingga merek impor berkelas premium yang kerap diasosiasikan dengan gaya hidup tertentu.

Mari kita bedah daftar merk air mineral di Indonesia, mulai dari kategori harian yang terjangkau hingga kelas impor yang eksklusif!


1. Segmen Harian dan Legendaris (Pilihan Sejuta Umat)
Kategori ini adalah merek-merek yang paling mendominasi pasar Indonesia. Mudah ditemukan di setiap sudut, mulai dari warung Madura, minimarket, hingga restoran bintang lima.

- Aqua: Pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia yang diproduksi oleh PT Tirta Investama (Danone). Dikenal luas karena kualitas sumber mata air pegunungannya.

- Le Minerale: Diproduksi oleh PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group). Sangat populer dengan galon sekali pakai yang higienis serta sensasi rasa air yang sedikit manis dan segar.

- Ades: Merek di bawah naungan PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia yang ramah lingkungan dan menjadi pilihan populer di berbagai kalangan.

- Club dan Vit: Merek harian yang sangat akrab di kantong masyarakat, menawarkan kesegaran optimal dengan harga yang sangat bersahabat.


2. Segmen Premium dan Kesehatan (pH Tinggi dan Demineral)
Bagi konsumen yang sangat memperhatikan gaya hidup sehat (wellness lifestyle) atau mencari karakteristik air tertentu, segmen ini menawarkan nilai lebih.

- Pristine 8+: Air mineral dengan pH tinggi (di atas 8) yang diproduksi oleh PT Super Wahana Tehno untuk membantu menjaga keseimbangan pH tubuh.

- Cleo dan Amidis: Masuk dalam kategori air demineral (melalui proses penyaringan ketat tanpa mineral tambahan atau menggunakan teknologi reverse osmosis), sangat cocok bagi yang menyukai air dengan rasa tawar murni tanpa "aftertaste" mineral tertentu.

- Nestlé Pure Life dan Crystaline: Menawarkan standar kualitas tinggi dengan kemasan modern yang praktis dan higienis untuk mobilitas tinggi.


3. Segmen Impor dan Gengsi (The Luxury Hydration)
Jika berbicara soal gengsi dan estetika botol, segmen air mineral impor menempati posisi tertingginya. Merek-merek ini sering dijumpai di hotel bintang lima, kafe trendy, atau dibawa oleh kalangan selebritas.

- Fiji: Diimpor langsung dari sumber air artesian di kepulauan Fiji, Oseania. Dikenal dari bentuk botol persegi yang ikonik serta kandungan mineral silika alaminya.

- Evian: Air mineral alami asal Pegunungan Alpen Prancis di bawah grup Danone. Menjadi simbol gaya hidup mewah dan kerap disajikan dalam acara-acara internasional kelas atas.


Tips Memilih Air Mineral Sesuai Kebutuhan
- Untuk Aktivitas Harian dan Olahraga: Pilih air mineral pegunungan biasa atau yang ber-pH tinggi untuk mengembalikan cairan tubuh dengan cepat.

- Untuk Konsumsi Obat atau Kopi/Teh: Air demineral (seperti Cleo atau Amidis) sering kali dipilih agar rasa asli minuman atau obat tidak tercampur dengan mineral lain.

- Untuk Acara Khusus / Jamuan: Merek-merek dengan desain botol elegan dapat mendongkrak estetika penyajian di atas meja.

Dari Limbah Buah Jadi Manfaat, KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga Ajak Warga Pedurungan Tengah Kenali Eco Enzyme

0
 

Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama peserta kegiatan Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Sabtu (8/8/2026). 


Campusnesia.co.id - Semarang – Tumpukan kulit dan sisa buah yang selama ini berakhir sebagai limbah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui semangat “Dari Limbah Buah Jadi Manfaat”, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 106 Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah untuk mengenal dan mempraktikkan pembuatan eco enzyme. Kegiatan sosialisasi dan praktik tersebut dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026) di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dengan sasaran masyarakat RW 06, RW 08, serta Kelompok Tani Mulyo. 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Melalui pembuatan eco enzyme, limbah buah yang umumnya langsung dibuang diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan limbah secara lebih bijak dari lingkungan rumah masing-masing.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai eco enzyme. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian eco enzyme, bahan dasar yang digunakan, serta proses pembuatannya. Penyampaian materi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai potensi limbah buah dan cara mengolahnya menjadi eco enzyme.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco enzyme. Peserta mengikuti secara langsung tahapan pengolahan menggunakan limbah buah sebagai bahan dasar. Keterlibatan peserta dalam praktik diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah maupun lingkungan sekitar.


Peserta mengikuti praktik pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah buah sebagai bahan dasar. 

Antusiasme masyarakat turut terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta dari RW 06, RW 08, dan Kelompok Tani Mulyo mengikuti rangkaian sosialisasi dan praktik secara aktif. Interaksi antara mahasiswa, Pertamina Patra Niaga, dan masyarakat juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan serta pemanfaatan limbah organik di lingkungan Kelurahan Pedurungan Tengah.

Koordinator Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme, Hasna Auliannisa Wahono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan pemanfaatan limbah buah kepada masyarakat secara sederhana dan aplikatif. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan limbah sebenarnya bisa dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu eco enzyme, tetapi juga melihat dan mencoba secara langsung bagaimana limbah buah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Harapannya, kebiasaan sederhana ini dapat terus dilakukan setelah kegiatan selesai dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap limbah yang dihasilkan sehari-hari,” ujarnya.

Kolaborasi Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pemanfaatan limbah buah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.


Produk eco enzyme yang dihasilkan oleh Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga. 

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui kegiatan edukasi dan praktik kepada masyarakat, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan kembali limbah buah, serta SDG 13 (Climate Action) melalui upaya mendorong pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Melalui semangat “Dari Limbah Buah Jadi Manfaat”, Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah. Limbah buah yang sebelumnya dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang kini diperkenalkan sebagai bahan yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama menuju lingkungan masyarakat yang lebih berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Mendorong Demokrasi Desa yang Inklusif melalui Pendampingan Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Toyogo oleh Mahasiswa KKN UNDIP 2026

0
 


Campusnesia.co.idDesa Toyogo, 24 Juli 2026 – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui program sosial kemasyarakatan, mahasiswa KKN UNDIP turut berperan aktif dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, salah satunya melalui kegiatan pendampingan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Toyogo yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2026.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap proses demokrasi di tingkat desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pemerintahan desa, termasuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, membahas peraturan desa bersama kepala desa, serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa. Oleh karena itu, proses pemilihan anggota BPD menjadi bagian penting dalam memastikan keterwakilan masyarakat dalam pembangunan desa.



Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berperan membantu proses administrasi dan pendataan perwakilan masyarakat yang mengikuti pemilihan BPD. Pendataan dilakukan terhadap unsur masyarakat yang memiliki keterlibatan dalam proses pemilihan, seperti perwakilan dari tingkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), serta unsur masyarakat lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh peserta yang hadir telah tercatat dengan baik sehingga proses pemilihan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain membantu pendataan, mahasiswa juga turut mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa dan panitia pemilihan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai mekanisme demokrasi lokal serta memahami bagaimana partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam pembangunan dan pengambilan keputusan di tingkat desa.

Kegiatan pendampingan pemilihan BPD Desa Toyogo ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi bentuk edukasi sosial mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan perwakilan yang akan membawa aspirasi warga. Keberadaan BPD yang terbentuk melalui proses pemilihan yang baik diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih partisipatif dan berkelanjutan.


Pelaksanaan kegiatan ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

1. SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Kegiatan pendampingan pemilihan BPD mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, inklusif, dan bertanggung jawab. Melalui proses pemilihan yang tertib dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kelembagaan desa serta mendorong partisipasi masyarakat dalam sistem pemerintahan.

2. SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan mendukung pemilihan BPD, mahasiswa turut berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa untuk membangun lingkungan sosial yang lebih baik.


3. SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kegiatan ini mencerminkan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKN UNDIP, pemerintah desa, panitia pemilihan, dan masyarakat Desa Toyogo dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa.


Melalui program pendampingan pemilihan BPD Desa Toyogo, mahasiswa KKN UNDIP 2026 menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan dalam kegiatan pemerintahan desa menjadi pengalaman berharga dalam memahami dinamika sosial, administrasi publik, serta pentingnya demokrasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.


Penulis: Alya Arinal Haq
Kontributor: Mahasiswa KKN UNDIP 2026
Lokasi: Desa Toyogo
Tanggal Pelaksanaan: 24 Juli 2026

Editor: Achmad Munandar

Ciptakan Grassile (Multifunction Herbal Spray) dari Serai dan Jeruk Nipis, Mahasiswa Kimia KKN-T 106 UNDIP Bawa Solusi Alami untuk Warga Pedurungan Tengah

0
 
Berbahan dasar serai dan jeruk nipis, Grassile dikembangkan mahasiswa Kimia KKN-T 106 UNDIP
sebagai alternatif spray anti-serangga dan pembersih alami
yang diperkenalkan kepada masyarakat Pedurungan Tengah. 



Campusnesia.co.id - Semarang, 26 Juli 2026 - Serai dan jeruk nipis yang biasa digunakan di dapur diolah menjadi Grassile (Multifunction Herbal Spray) oleh mahasiswa KKN-T 106 Universitas Diponegoro (UNDIP). Produk berbahan alami ini dapat digunakan untuk membantu mengusir serangga sekaligus membersihkan permukaan rumah. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada ibu-ibu PKK melalui kegiatan sosialisasi di Balai RT 02 RW 08, Kelurahan Pedurungan Tengah, pada Minggu (26/7/2026), sekaligus memberikan pengetahuan mengenai bahan, cara pembuatan, dan penggunaannya dalam kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan  sosialisasi, mahasiswa menjelaskan proses pembuatan Grassile mulai dari tahap pencucian dan pemotongan bahan, perebusan, penyaringan, pencampuran, hingga pengemasan. Para peserta juga diperagakan cara menggunakan produk untuk membantu mengusir serangga dan membersihkan permukaan rumah.

Panduan pembuatan dan keunggulan produk Grassile yang diperkenalkan kepada warga
dalam kegiatan sosial kemasyarakatan KKN-T 106 UNDIP.


Pengembangan Grassile menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu mahasiswa Program Studi Kimia KKN-T 106 UNDIP dalam kegiatan masyarakat. Prinsip ekstraksi alami digunakan dalam formulasi produk dengan memanfaatkan kandungan sitronella pada serai dan asam sitrat dari jeruk nipis. Serai dipilih karena mengandung minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu mengusir serangga. Sementara itu, jeruk nipis mengandung asam sitrat yang dapat membantu membersihkan noda dan lemak. Kedua bahan tersebut kemudian diformulasikan menjadi spray agar lebih praktis digunakan.

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif bertanya mengenai bahan yang digunakan, alternatif bahan, proses pembuatan, hingga penggunaan Grassile dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru untuk warga yang harapannya dapat diterapkan secara mandiri. Warga tidak hanya menerima produk yang telah dibuat, tetapi juga memahami proses pengolahannya sehingga dapat memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Salah satu peserta sosialisasi, Bu Tika, mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan bahan sederhana menjadi produk yang bermanfaat. “Anak-anak KKN kreatif-kreatif ya, bisa memanfaatkan bahan yang ada. Semoga bisa ditingkatkan lagi dan semakin memberi manfaat untuk masyarakat banyak”, ujar Bu Tika.

Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP memberikan pemaparan materi sosialisasi pemanfaatan Grassile kepada ibu-ibu warga di Balai RT 02 RW 08 Kelurahan Pedurungan Tengah,
Minggu (26/7/2026). 


Program KKN-T 106 UNDIP ini berada di bawah pendampingan Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terdiri atas Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Pengembangan Grassile turut mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengenalan produk berbahan alami, pengembangan inovasi, dan pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui Grassile, mahasiswa kimia KKN-T 106 UNDIP mendorong warga untuk melihat bahan sederhana di sekitar sebagai sesuatu yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat mendorong masyarakat mengembangkan inovasi lain sesuai kebutuhan sehari-hari.


Penulis:
Febiola Irashai Siti Mawla Yuri
Mahasiswa Program Studi Kimia Angkatan 2023
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Dari Pelepah Pisang jadi Tali: Inovasi Alat Pemintal Serat Karya Tim KKN-T 106 Undip

0
 
Tim KKN-T 106 Undip bersama warga Kelurahan Pedurungan Tengah dalam sosialisasi pengolahan hasil samping pohon pisang. (Dok. Tim KKN-T 106 Undip)


Campusnesia.co.id - Semarang, 1 Agustus 2026 – Limbah pelepah pisang yang selama ini kerap dibuang setelah masa panen kini dimanfaatkan sebagai bahan baku tali serat alami. Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 106 Universitas Diponegoro (Undip) memperkenalkan dan mendemonstrasikan alat pemintal serat pelepah pisang kepada masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah, Semarang, di Toko PKK pada Sabtu (1/8).

Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, kelompok tani, lurah, serta ketua RT setempat. Inovasi alat ini dikembangkan untuk membantu masyarakat mengolah pelepah pisang menjadi serat dan tali dengan proses yang lebih praktis dibandingkan pemintalan secara manual menggunakan tangan.


Berawal dari Pelepah Pisang yang Terbuang
Gagasan pembuatan alat berawal dari pengamatan Tim KKN-T 106 terhadap melimpahnya pelepah pisang di lingkungan warga. Setelah pohon pisang memasuki masa panen, bagian batang dan pelepahnya kerap ditebang dan dibuang. Padahal, material tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai serat alami yang dapat diolah menjadi tali maupun produk kerajinan.
 
Kendala utama yang ditemukan adalah proses pemintalan manual yang membutuhkan ketelitian, waktu, dan tenaga. Kondisi tersebut membuat pemanfaatan pelepah pisang sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi belum optimal.

Tim kemudian merancang alat pemintal serat yang dapat membantu proses pemilinan secara lebih stabil. Proses perancangan hingga alat siap digunakan berlangsung selama sekitar 3-4 minggu.


Alat Manual, Warga Langsung Mencoba
Alat pemintal dirancang menggunakan roda berdiameter besar bergaya roda sepeda yang digerakkan dengan engkol manual. Putaran roda kemudian diteruskan melalui tali penghubung menuju spindel pemintal berukuran lebih kecil. Mekanisme tersebut memungkinkan serat pelepah pisang yang telah diproses dan dikeringkan dipilin menjadi tali secara lebih stabil.

Alat pemintal serat pelepah pisang hasil rancangan Tim KKN-T 106 Undip. 
(Dok. Tim KKN-T 106 Undip)

Alat ini tidak menggunakan tenaga listrik sehingga dapat dioperasikan secara manual oleh masyarakat. Dalam kegiatan demonstrasi, warga tidak hanya menyaksikan proses penggunaan alat, tetapi juga mencoba mengoperasikannya secara langsung.

Warga memasukkan untaian serat pelepah pisang ke bagian spindel, kemudian memutar engkol pada roda utama. Dari proses tersebut, serat berhasil dipintal menjadi tali. Namun, proses pemintalan tetap membutuhkan ketelitian agar pilinan yang dihasilkan rapi dan konsisten.
 
Bagi Tim KKN-T 106, keterlibatan warga dalam praktik langsung menjadi bagian penting dari kegiatan. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada alat, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengoperasikan alat dan memahami proses pengolahan pelepah pisang menjadi produk bernilai guna.


Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai
Dampak kegiatan terlihat dari keberhasilan warga mencoba alat dan menghasilkan tali dari serat pelepah pisang. Kehadiran alat tersebut memberikan alternatif proses pengolahan yang dapat diterapkan masyarakat untuk memanfaatkan limbah pelepah pisang secara lebih produktif.

Coaster berbahan serat pelepah pisang hasil pengolahan 
dan pengembangan produk Tim KKN-T 106 Undip 
(Dok. Tim KKN-T 106 Undip)

Selain menghasilkan tali, serat pelepah pisang juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan seperti coaster. Dalam sesi kegiatan, salah satu perwakilan ibu PKK bahkan memberikan masukan agar produk turunan dari serat tersebut dikembangkan lebih lanjut.

Salah satu usulan warga adalah memperlebar ukuran coaster yang dibuat dari serat pelepah pisang agar dapat digunakan sebagai tatakan panci. Masukan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan serat tidak berhenti pada pembuatan tali, tetapi dapat diarahkan menuju produk rumah tangga yang memiliki fungsi dan nilai jual.
 
Salsabila Diva, mahasiswa Teknik Komputer Universitas Diponegoro sekaligus PIC pengembangan alat pemintal serat pelepah pisang, mengatakan inovasi tersebut dirancang sebagai solusi sederhana yang dapat digunakan masyarakat untuk mengolah potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kami ingin pelepah pisang yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Karena itu, alat ini dibuat sesederhana mungkin agar warga dapat mengoperasikannya secara langsung dan mengembangkannya sesuai kebutuhan,” ujar Salsabila.


Warga Dorong Pengembangan dan Pemasaran
Lurah Pedurungan Tengah turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sekaligus mendorong agar inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan. Menurutnya, pengembangan produk perlu disertai pendampingan dan strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasaran.

“Produknya sudah bagus. Ke depan perlu mentoring, terutama dalam pengembangan dan pemasaran. Kemasan juga perlu diperhatikan karena bisa menjadi daya tarik agar produk lebih mudah diterima dan laku di pasaran,” ujar Lurah Pedurungan Tengah.

Masukan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam keberlanjutan program. Pengembangan alat dan produk berbahan serat pelepah pisang akan dilanjutkan melalui kolaborasi CSR Pertamina dan dosen Universitas Diponegoro selama satu tahun ke depan.

Keberlanjutan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pengolahan pelepah pisang, baik menjadi tali maupun produk kerajinan lainnya. Dengan demikian, inovasi yang diperkenalkan Tim KKN-T 106 tidak berhenti sebagai demonstrasi alat, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari kegiatan produktif masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah.

Program KKN-T 106 Universitas Diponegoro ini dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc.


Penulis:
Salsabila Diva
Teknik Komputer Angkatan 2023, Universitas Diponegoro.

Editor:
Achmad Munandar

Wajah Baru Kopi Blado: Sentuhan Mahasiswa KKN Hadirkan Sensasi Hirup Aroma Sebelum Membeli

0

Campusnesia.co.id - Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Blado membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kopi lokal. Menyadari potensi besar kopi Blado yang belum terekspos maksimal, tim KKN ini menginisiasi program rebranding produk, salah satunya dengan merombak total desain kemasan agar lebih kompetitif di pasaran.

Salah satu inovasi paling menonjol dari rebranding ini adalah penerapan teknologi kemasan yang dilengkapi dengan lubang filter udara (degassing valve). Lubang ini tidak hanya berfungsi menjaga kualitas biji kopi dari penumpukan gas pasca-produksi, tetapi juga dimodifikasi secara strategis agar calon pembeli dapat menghirup langsung aroma kopi dari luar kemasan.

"Selama ini kopi Blado hanya dikemas dengan plastik kedap udara biasa atau kertas ziplock standar. Pembeli sering kali ragu membeli karena tidak bisa mencium profil aroma kopinya. Dengan adanya filter ini, konsumen bisa mendapatkan teaser aroma yang kuat hanya dengan menekan sedikit kemasan," ujar Bimantara sebagai pelaksana program, saat peluncuran kemasan baru di Kampus PSDKU Universitas Diponegro di Batang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.



Pendekatan sensory marketing ini dinilai krusial. Dalam industri kopi, aroma adalah penentu impresi pertama yang sangat memengaruhi keputusan pembelian. Desain visual kemasan juga diperbarui menjadi lebih minimalis, menampilkan identitas Blado sebagai daerah dataran tinggi penghasil kopi berkualitas, lengkap dengan informasi tasting notes (profil rasa) dan tingkat roasting.

Mas Eko, salah satu pelaku usaha kopi setempat, menyambut baik terobosan ini. "Tampilannya jadi jauh lebih modern dan premium. Harapannya, kopi kita tidak hanya laku di pasar lokal Batang, tapi juga bisa masuk ke coffee shop di kota-kota besar," ungkapnya.

Langkah rebranding ini diharapkan tidak berhenti pada sekadar pergantian bungkus. Tim KKN juga memberikan pendampingan mengenai manajemen biaya produksi, mengingat penggunaan kemasan berfilter memiliki harga pokok yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kemasan konvensional. Target jangka panjangnya adalah membangun ekosistem bisnis kopi Blado yang mandiri dan memiliki identitas kuat di tengah gempuran produk kopi komersial.



Editor:
Achmad Munandar