Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan

Cakra Corevia: Kajian Analitis Platform Investasi Bertenaga Kecerdasan Buatan dalam Konteks Pasar Modal Indonesia

0
 
Cakra Corevia: Analisis Platform Investasi AI 2026


Campusnesia.co.id - Lanskap platform investasi digital di Asia Tenggara mengalami transformasi struktural yang signifikan sejak 2020, didorong oleh penetrasi internet yang meningkat, pergeseran preferensi investor ritel, serta kemajuan dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) pada manajemen portofolio. Di tengah dinamika tersebut, Cakra Corevia hadir sebagai entitas yang memposisikan dirinya sebagai platform investasi berbasis AI dengan pendekatan algoritmik yang terstruktur. 

Artikel ini menyajikan tinjauan analitis berbasis data terhadap platform tersebut, mencakup struktur biaya, kondisi regulasi, metodologi alokasi aset, metrik kinerja portofolio, serta perbandingan kuantitatif dengan platform sejenis yang beroperasi di segmen pasar yang relevan.

Seluruh penilaian dalam artikel ini didasarkan pada data yang dapat diverifikasi secara publik, dokumentasi teknis yang tersedia, serta hasil analisis independen. Perlu dinyatakan secara eksplisit bahwa investasi pada instrumen keuangan apa pun, termasuk melalui platform berbasis algoritma, mengandung risiko kerugian yang melekat, dan tidak ada platform atau metodologi manajemen risiko yang dapat menjamin hasil investasi positif secara absolut.


Arsitektur Produk dan Struktur Biaya Terverifikasi


Deposit Minimum dan Aksesibilitas Kapital
Cakra Corevia menetapkan ambang batas investasi awal sebesar Rp 100.000 (sekitar USD 6,30 pada nilai tukar Maret 2026), yang menempatkan platform ini pada segmen investor ritel dengan kapital terbatas. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Bibit – platform robo-advisor Indonesia yang menetapkan minimum Rp 10.000 – namun lebih rendah secara material dibandingkan beberapa produk pengelolaan portofolio aktif konvensional yang umumnya mensyaratkan minimal Rp 1.000.000 hingga Rp 10.000.000. Struktur aksesibilitas ini mencerminkan strategi penetrasi pasar yang menargetkan segmen investor pemula hingga menengah di Indonesia.


Rincian Biaya Manajemen dan Spread
Struktur biaya Cakra Corevia terdiri atas biaya manajemen tahunan (annual management fee) dalam kisaran 0,75% hingga 1,20% dari nilai aset bersih (NAB), bergantung pada profil risiko dan kelas aset yang dipilih. Biaya ini dikenakan secara proporsional harian dan direfleksikan dalam perhitungan NAB portofolio. Tidak terdapat biaya komisi per transaksi (zero-commission trading) pada reksa dana, sementara transaksi efek ekuitas dikenakan spread yang bervariasi antara 0,10% hingga 0,25% per sisi – angka yang kompetitif dibandingkan rata-rata spread industri broker ritel Indonesia yang berkisar antara 0,15% hingga 0,35%.

Sebagai pembanding langsung, Syfe – platform robo-advisor berbasis di Singapura yang beroperasi di bawah lisensi MAS – mengenakan biaya manajemen tahunan antara 0,35% hingga 0,65% p.a., lebih rendah secara absolut. Namun, perlu dicatat bahwa perbedaan ini sebagian besar mencerminkan perbedaan skala operasional, kompleksitas regulasi lintas-yurisdiksi, dan biaya infrastruktur pasar modal yang berbeda antara Indonesia dan Singapura.


Kondisi Penarikan Dana dan Likuiditas Portofolio
Proses penarikan dana (withdrawal) pada Cakra Corevia memerlukan waktu penyelesaian T+2 hingga T+3 untuk instrumen reksa dana, sesuai dengan standar regulasi pasar modal Indonesia yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk instrumen pasar uang dan deposito, penyelesaian dapat diselesaikan dalam T+0 hingga T+1. Tidak terdapat biaya penalti penarikan awal (early redemption penalty) pada instrumen reksa dana terbuka, meskipun beberapa produk reksa dana campuran mencantumkan holding period rekomendasi minimal 12 bulan. Profil likuiditas keseluruhan portofolio dikategorikan sebagai moderat-tinggi, dengan estimasi 78% dari total aset yang dapat dilikuidasi dalam 3 hari kerja.


Mekanisme AI dan Metodologi Alokasi Portofolio


Model Skoring Risiko Berbasis Algoritma
Cakra Corevia mengimplementasikan sistem skoring risiko multidimensi yang mengintegrasikan tiga lapisan analisis: (1) profil psikografis investor yang diukur melalui kuesioner adaptif berbasis revealed preference theory, (2) analisis kapasitas finansial berdasarkan horizon investasi dan toleransi drawdown, serta (3) kondisi makroekonomi real-time yang diproses melalui model machine learning. Output sistem ini menghasilkan skor risiko numerik antara 1 (sangat konservatif) hingga 10 (sangat agresif), yang kemudian dipetakan ke dalam lima profil portofolio standar.

Pendekatan ini secara metodologis sebanding dengan framework yang digunakan oleh Betterment (AS) dan Nutmeg (UK), meskipun dalam skala dan kompleksitas yang berbeda. Diferensiasi utama Cakra Corevia terletak pada integrasi faktor risiko spesifik-Indonesia, termasuk sensitivitas terhadap pergerakan nilai tukar Rupiah (IDR/USD), volatilitas komoditas ekspor utama, dan risiko suku bunga Bank Indonesia.


Alokasi Aset dan Frekuensi Rebalansasi
Metodologi alokasi aset mengacu pada kerangka mean-variance optimization yang dimodifikasi dengan penambahan constraint berbasis Conditional Value at Risk (CVaR) pada tingkat kepercayaan 95%. Untuk profil konservatif (skor risiko 1–3), alokasi tipikal terdiri dari 60%–70% instrumen pendapatan tetap (obligasi pemerintah dan reksa dana pasar uang), 15%–25% reksa dana campuran, serta 5%–15% emas. Profil moderat (skor 4–6) mengalokasikan 35%–45% pada ekuitas (reksa dana saham dan efek langsung), 30%–40% pendapatan tetap, dan sisanya pada aset alternatif. Profil agresif (skor 7–10) dapat memiliki eksposur ekuitas hingga 75%–85%.

Rebalansasi portofolio dilakukan secara dinamis menggunakan model event-triggered rebalancing dengan dua pemicu utama: (a) deviasi alokasi aktual dari target melebihi ±5 persentase poin untuk kelas aset utama, dan (b) perubahan signifikan pada skor kondisi pasar yang dihasilkan oleh modul AI internal. Frekuensi rebalansasi rata-rata yang diamati dalam simulasi historis (2020–2024) adalah 4,2 kali per tahun, dibandingkan dengan Syfe yang menggunakan pendekatan triwulanan dengan threshold berbasis deviasi.

Independen analis yang menelaah Cakra Corevia dalam kerangka evaluasi sistem manajemen risiko terstruktur menyimpulkan bahwa frekuensi rebalansasi dinamis ini berkontribusi pada pengendalian tracking error relatif terhadap benchmark, dengan rata-rata tracking error tahunan sebesar 1,8% – angka yang dapat diterima untuk kategori robo-advisor aktif.


Indikator Kinerja Terukur: Data Simulasi dan Analisis Historis


Imbal Hasil, Volatilitas, dan Drawdown Maksimum
Berdasarkan data simulasi portofolio yang mencakup periode 2020–2024, portofolio moderat Cakra Corevia mencatat imbal hasil tahunan (CAGR) sebesar 9,4%–11,7% dalam denominasi Rupiah, dengan volatilitas (standar deviasi imbal hasil tahunan) sebesar 8,2%–10,5%. Angka-angka ini mencerminkan periode yang mencakup turbulensi pasar akibat pandemi COVID-19 dan normalisasi pasca-pandemi – periode yang relevan untuk menguji ketahanan model.

Maximum drawdown yang tercatat dalam simulasi tersebut sebesar −12,4%, yang terjadi pada periode Maret–Mei 2020. Sebagai pembanding kontekstual, Syfe mencatat maximum drawdown sebesar −14,8% pada periode yang sama berdasarkan data backtest yang dipublikasikan untuk portofolio ekuitas-dominan mereka. Indeks reksa dana campuran rata-rata Indonesia (berdasarkan data Infovesta) mencatat drawdown maksimum −16,2% pada periode yang sama, yang menempatkan kinerja simulasi Cakra Corevia pada posisi kompetitif dalam segmen tersebut.


Sharpe Ratio dan Efisiensi Risk-Adjusted Return
Metrik Sharpe Ratio – yang mengukur imbal hasil berlebih (excess return) per unit risiko relatif terhadap tingkat bunga bebas risiko – merupakan indikator kunci dalam evaluasi platform manajemen portofolio algoritmik. Cakra Corevia melaporkan estimasi Sharpe Ratio sebesar 0,82 hingga 1,05 untuk profil konservatif hingga moderat, menggunakan suku bunga SBI 3-bulan sebagai proksi risk-free rate (rata-rata 5,75% pada periode pengamatan).

Angka ini melampaui estimasi Sharpe Ratio yang dipublikasikan Syfe untuk portofolio konservatif mereka (0,65–0,90 berdasarkan backtest 2018–2023) dan secara material lebih tinggi dibandingkan rata-rata reksa dana campuran aktif Indonesia yang diestimasi pada 0,45–0,70 berdasarkan analisis data Morningstar Indonesia. Penting untuk dicatat bahwa perbandingan ini didasarkan pada simulasi dan backtest, bukan live performance track record yang telah diaudit secara independen.


Mekanisme Perlindungan Kapital
Cakra Corevia tidak menawarkan jaminan perlindungan kapital (capital protection) secara eksplisit, yang merupakan posisi yang konsisten dengan standar industri untuk platform robo-advisor dan sejalan dengan regulasi OJK yang melarang janji imbal hasil pasti. Sebagai gantinya, platform mengimplementasikan mekanisme mitigasi risiko struktural berupa: (a) diversifikasi paksa antar kelas aset dengan batas konsentrasi maksimal 40% per kelas aset untuk profil konservatif, (b) stop-loss dinamis berbasis volatilitas yang secara otomatis menggeser alokasi menuju instrumen defensif ketika indikator volatilitas pasar melampaui ambang batas yang telah ditetapkan, dan (c) monitoring risiko portofolio secara real-time dengan peringatan otomatis kepada investor ketika drawdown aktual mendekati 80% dari threshold toleransi yang telah diprofilkan.


Status Regulasi dan Kerangka Kepatuhan

Posisi OJK dan Perlindungan Investor Indonesia
Dalam konteks yurisdiksi Indonesia, platform investasi digital wajib memperoleh izin dari OJK sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD) atau memiliki kerja sama dengan manajer investasi berlisensi. Cakra Corevia saat ini beroperasi dalam proses pengajuan lisensi penuh kepada OJK, sementara layanan yang ditawarkan memanfaatkan kemitraan dengan manajer investasi berlisensi OJK yang telah ada. Status ini perlu dicermati oleh calon investor, karena pengawasan regulasi penuh memberikan lapisan perlindungan tambahan yang material.

Sebagai perbandingan, Bibit dan Bareksa – dua platform investasi reksa dana terdepan di Indonesia – telah memperoleh status APERD penuh dari OJK, yang memungkinkan mereka beroperasi dengan cakupan produk yang lebih luas dan tingkat kepercayaan regulasi yang lebih tinggi. Perbedaan status regulasi ini merupakan faktor material yang harus dipertimbangkan dalam penilaian risiko platform secara keseluruhan.


Ekspansi Geografis dan Ketersediaan Pasar
Cakra Corevia saat ini beroperasi secara eksklusif di Indonesia, dengan peta jalan ekspansi yang mencakup pasar Asia Tenggara dalam 18–24 bulan ke depan. Ketersediaan layanan dibatasi pada pengguna dengan nomor identifikasi Indonesia (NIK) dan rekening bank domestik, yang merupakan persyaratan standar untuk kepatuhan Anti-Money Laundering/Counter-Terrorism Financing (AML/CTF) berdasarkan regulasi PPATK Indonesia.


Benchmarking Kompetitif: Analisis Kuantitatif Lintas Platform

Parameter Diferensiasi Utama
Berdasarkan analisis multidimensi terhadap empat platform yang beroperasi di segmen pasar yang sebanding – Cakra Corevia, Bibit, Pluang, dan Syfe – terdapat beberapa dimensi diferensiasi yang dapat dikuantifikasi secara material. Tabel berikut menyajikan perbandingan sistematis berdasarkan sembilan parameter kunci:

Tabel 1. 
Perbandingan Kuantitatif Platform Investasi Algoritmik di Segmen Asia Tenggara

Kriteria Perbandingan

Cakra Corevia

Bibit (ID)

Pluang (ID)

Syfe (SG)

Deposit Minimum

Rp 100.000

Rp 10.000

Rp 50.000

SGD 1 (~Rp 12.200)

Biaya Manajemen Tahunan

0,75%–1,20% p.a.

0,50%–1,00% p.a.

0,00%–0,75% p.a.

0,35%–0,65% p.a.

Kelas Aset Didukung

Reksa dana, saham, obligasi, emas

Reksa dana, SBN

Emas, kripto, reksa dana

ETF global, obligasi, REIT

Model Eksekusi Order

Algoritmik (AI-driven)

Cut-off NAV harian

Real-time spot price

Algorithmic rebalancing

Frekuensi Rebalansasi

Dinamis (event-triggered)

Tidak tersedia

Manual/otomatis bulanan

Triwulanan + threshold

Regulasi

OJK (proses)

OJK terdaftar

OJK terdaftar

MAS (Singapura)

Ketersediaan Geografis

Indonesia (ekspansi SEA)

Indonesia

Indonesia

Singapura, Malaysia

Estimasi Sharpe Ratio Portfolio

0,82–1,05 (model konservatif)

N/A (publik)

N/A (publik)

0,65–0,90 (backtest)

Max Drawdown (historis/simulasi)

−12,4% (simulasi 2020–2024)

N/A

N/A

−14,8% (backtest 2018–2023)


Sumber: Dokumentasi resmi platform, analisis independen, data Morningstar Indonesia, MAS Singapore (2024–2026). N/A = tidak tersedia secara publik.


Keunggulan Diferensial dan Kesenjangan yang Teridentifikasi
Analisis komparatif mengidentifikasi sejumlah keunggulan diferensial Cakra Corevia yang terukur. Pertama, frekuensi rebalansasi dinamis (rata-rata 4,2x per tahun) melampaui pendekatan rebalansasi periodik yang digunakan mayoritas kompetitor, yang secara teoritis menghasilkan drift risk yang lebih rendah pada periode volatilitas tinggi. Kedua, cakupan kelas aset yang lebih luas – reksa dana, saham, obligasi, dan emas dalam satu platform – memberikan kemampuan diversifikasi yang lebih komprehensif dibandingkan Bibit (reksa dana dan SBN) atau Pluang (emas, kripto, reksa dana).

Di sisi lain, kesenjangan yang teridentifikasi meliputi biaya manajemen yang lebih tinggi 0,25–0,55 persentase poin dibandingkan Syfe, serta track record live performance yang masih terbatas dibandingkan platform yang telah beroperasi lebih dari 5 tahun. Investor yang memprioritaskan efisiensi biaya jangka panjang perlu mempertimbangkan diferensial biaya ini dalam proyeksi return bersih mereka.


Transparansi Risiko dan Kerangka Penilaian Investor

Aspek-Aspek Risiko yang Harus Dipahami Investor
Berdasarkan tinjauan analitis terhadap struktur produk dan lingkungan operasional Cakra Corevia, analis independen mengidentifikasi lima kategori risiko yang relevan bagi calon investor:

- Risiko pasar: Fluktuasi nilai portofolio akibat pergerakan harga aset underlying, termasuk volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan yield obligasi pemerintah Indonesia.

- Risiko model: Kemungkinan bahwa model AI menghasilkan keputusan alokasi yang suboptimal pada kondisi pasar yang belum pernah diobservasi sebelumnya (out-of-distribution market conditions).

- Risiko likuiditas: Potensi keterlambatan penyelesaian penarikan dana pada kondisi pasar yang mengalami tekanan ekstrem, meskipun secara historis jarang terjadi pada instrumen reksa dana terbuka.

- Risiko regulasi: Perubahan kebijakan OJK atau Bank Indonesia yang dapat memengaruhi operasional platform atau produk yang ditawarkan.

- Risiko konsentrasi mitra: Ketergantungan pada mitra manajer investasi dan kustodian yang dapat memengaruhi kesinambungan layanan.


Platform mengimplementasikan sistem manajemen risiko terstruktur yang dirancang untuk memitigasi kategori risiko di atas melalui mekanisme algoritmik yang telah dijelaskan. Meski demikian, investor diwajibkan untuk memahami bahwa sistem manajemen risiko berfungsi sebagai mitigasi, bukan eliminasi risiko.


Aksesibilitas Platform dan Pengalaman Pengguna

Dari perspektif antarmuka dan kemudahan akses, Cakra Corevia menyediakan layanan melalui aplikasi mobile (iOS dan Android) serta platform web yang responsif. Proses onboarding mencakup verifikasi identitas elektronik (e-KYC) yang mengintegrasikan pencocokan data Dukcapil, penyelesaian kuesioner profil risiko adaptif, serta konfirmasi rekening bank yang memerlukan waktu rata-rata 15–30 menit. Investor yang ingin memperoleh informasi teknis lebih lanjut mengenai struktur produk dan kebijakan privasi dapat mengakses dokumentasi lengkap melalui situs resmi platform, yang menyediakan prospektus produk, kebijakan privasi, dan dokumen pengungkapan risiko dalam format yang dapat diunduh.

Dukungan pelanggan tersedia melalui tiga kanal: live chat dalam platform (waktu respons rata-rata < 2 jam pada jam kerja), email support, dan konsultasi telepon terjadwal untuk portofolio dengan nilai di atas Rp 50.000.000. Ketersediaan layanan konsultasi berbasis threshold nilai portofolio ini merupakan praktik standar yang juga diadopsi oleh Syfe di Singapura (threshold SGD 10.000) dan beberapa wealth management platform premium di kawasan.


Kesimpulan Analitis


Kajian komprehensif terhadap Cakra Corevia mengindikasikan bahwa platform ini menghadirkan proposisi nilai yang terdiferensiasi dalam ekosistem investasi digital Indonesia, terutama melalui kombinasi pendekatan algoritmik dinamis, cakupan kelas aset yang relatif lebih luas, dan struktur deposit minimum yang dapat diakses oleh segmen investor ritel. Estimasi Sharpe Ratio dalam rentang 0,82–1,05 dan maximum drawdown simulasi sebesar −12,4% mencerminkan profil risk-adjusted return yang kompetitif dalam konteks perbandingan regional.

Praktik Pembuatan Tepung Kulit Bawang Putih

0



Campusnesia.co.idPada hari Jum’at bertempat di rumah Ibu ketua RT 02 telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Tepung Kulit Bawang Putih yang diikuti oleh ibu PKK RT 02 di RW 05 Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan limbah rumah tangga dan pertanian. Selain itu, dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan skala rumah tangga serta mendorong sistem peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai manfaat limbah kulit bawang putih serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung dengan menggiling lalu menyaring dengan saringan mess 40/60. Pengaplikasian tepung kulit bawang sebanyak 1% dari pakan yang diberikan.

Materi yang disampaikan oleh mahasiswi KKN Tematik Tim 15 Tabina Ara Bastari mengenai kulit bawang putih dipandang sebagai limbah rumah tangga dan pertanian yang menimbulkan bau tidak sedap, serta pencemaran lingkungan. Kulit bawang putih telah dilaporkan dapat sebagai pakan tambahan (feed additive) karena mengandung antioksidan berupa 35,99 mg/g polifenol, 14,60 mg/g flavonoid, dan 0,59 mg/g alisin. 

Ayam kampung memiliki karakter kanibal (suka mematuk teman sendiri hingga luka), Kanibalisme biasanya dipicu oleh stres lingkungan, defisiensi nutrisi, dan luka yang terbuka (warna merah darah memancing ayam lain). Kandungan pada kulit bawang putih memliki potensi untuk menanggulangi permasalah tersebut, karena polifenol berperan sebagai antioksidan yang mampu menekan stres oksidatif sehingga ayam menjadi lebih tenang dan tidak mudah agresif. 

Flavonoid membantu menstabilkan hormon stres, meningkatkan sistem imun, dan memperbaiki kesehatan kulit dan bulu sehingga mengurangi pemicu ayam saling mematuk. Alisin berfungsi sebagai antibakteri dan imunostimulan yang meningkatkan penyerapan nutrisi dan mempercepat penyembuhan luka sehingga dapat menekan perilaku kanibalisme pada ayam kampung. 
 

Hal ini ditambahkan oleh DPL KKN Tematik Nur Maulida Wahyuni, S.Pt., M.Pt. bahwa Kulit bawang putih merupakan limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ayam karena mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan alisin yang bersifat antioksidan dan antimikroba. 

Pemanfaatan kulit bawang putih dalam pakan dapat membantu menekan bakteri patogen di saluran pencernaan, meningkatkan kesehatan usus, serta mendukung sistem imun ayam.Dengan pengolahan yang tepat, seperti pengeringan, penghalusan, atau fermentasi, kulit bawang putih dapat diaplikasikan sebagai feed additive alami yang ramah lingkungan. Penggunaan bahan ini juga berkontribusi mengurangi limbah organik sekaligus menekan ketergantungan terhadap antibiotik sintetis dalam usaha peternakan ayam.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik dan pendampingan. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan kulit bawang putih diolah secara mandiri untuk mendukung kelestarian lingkungan dan kemandirian.

Kegiatan yang dilakukan oleh   KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahanan pangan.



Editor:
Achmad Munandar

Pekerjaan Sampingan WFH Yang Beneran Dibayar Beserta Buktinya, Shopee Affiliate, Surveyon, Google Adsense, Seedbacklink dan Bazoom

0



Campusnesia.co.id - In this economy era, rasanya memiliki pekerjaan utama saja belumlah cukup untuk mengcover kebutuhan sehari-hari. Mencari pekerjaan formal susah, ketika diterima kerja sering terjadi upahnya hanya sebatas UMR saja.

Jika ada postingan di media sosial yang bertanya tentang pekerjaan sampingan atau loker WFH yang beneran dibayar, bukan karena mereka malas tapi memang demikian realitas di lapangan.

Untuk sobat yang sedang mencari Pekerjaan Sampingan WFH Yang Beneran Dibayar Beserta Buktinya. Sebagai disclaimer untuk besaran hasilnya tergantung seberapa rajin dan kerja keras sobat ya, beberapa contoh di daftar berikut ini mungkin hasilnya kecil, tapi jika rajin dalam melakukannya tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan jumlah yang besar.


1. Shopee Affiliate
Shopee yang kita kenal sebagai platfom e-commerce untuk belanja online, punya program affiliate dimana kita sebagai pengguna juga bisa mempromosikan produk di Shopee dan ketika ada orang yang membeli produk tersebut dari link yang kita bagikan bakal dapat komisi.

Besaran komisi setiap produk berbeda tergantung si pemilik toko, salah satu strategi yang bisa saya bagikan, carilah produk yang laris dengan harga yang kompetitif dari toko lainnya tapi komisinya lebih besar.

Setelah mendaftar program affiliate kita bisa membagikan link tersebut dengan membuat konten video di Shopee Video, share di sosial media seperti Twitter (X), Facebook, Thread, TikTok atau Instagram serta website dan blog jika punya.

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, cara kerjanya jika ada orang mengklik link tersebut dan terjadi transaksi maka kita akan mendapatkan komisi dan komisi tersebut bisa ditarik ke akun ShopeePay atau rekening bank dengan minimal nominal tertentu.

Buat sobat yang mau cobain Shopee Affiliate bisa pake kode referal berikut ini: 5CGLMAV

Bukti penghasilan dari Shopee Affiliate:





2. Surveyon
Surveyon adalah website survey, kita bisa mendapatkan bayaran dengan mengisi survey yang ditanyakan. Selain menjawab surbey ada gamification seperti check-in setiap hari dan menjawab quickpoll. 

Jawaban dari survey-survey tadi akan dikonversi dalam bentuk poin dan setiap 10.000 poin bisa ditukar dalam berbagai bentuk misalnya e-wallet, pulsa, voucher dan dollar melalui PayPal.

Saran dari saya ada baiknya memilih mencairkan lewat PayPal karena kalau dibandingkan nilainya jadi lebih besar. Untuk 10.000 poin setara 1 dollar Amerika atau sekitar Rp16.000 jika diubah ke kurs rupiah.

Buat sobat yang mau ikutan bisa juga masukan kode referal berikut ini: xLpjNxKl

Berikut bukti pembayaran dari Surveyon:



3. Blogging
Lebih butuh effort dari dua pilihan di atas dan bagi sebagian orang mungkin sudah old school, tapi percayalah jika sobat tekun juga bisa jadi penghasilan tambahan di rumah apalagi untuk yang hobi menulis.

Langkah pertama harus membuat blog terlebih dahulu, sobat bisa pilih platform seperti Blogger dari Google atau Wordpress, pastikan untuk membeli top level domain seperti com, id, co.id atau yang lain agar lebih profesional.

Buat tulisan, bagikan di sosial media agar banyak pengunjung dan pembaca blog kita. Setelah dirasa sudah memilki pengunjung harian yang konsisten saatnya untuk mendaftarkan berbagai program monetasi di bawah ini:


a. Google Adsense
Pilihan paling umum dalam memonetasi blog adalah menggunakan Google Adsense sebuah program layanan iklan dari Google. Setelah mendaftar dan disetujui, Google Adsense akan memasang iklan di blog kita, penghasilan dihitung berdsarkan jumlah klik pada iklan tersebut.

Pembayaran diberikan setelah memenuhi minimal saldo yaitu 100 dollar Amerika atau kalau menggunakan standar rupiah sebesar Rp1.300.000 akan dibayarkan setiap tanggal 21 lewat bank lokal Indonesia.

Bukti pembayaran dari Google Adsense:





b. Seedbacklink
Seedbacklink adalah platform jula beli link, kita sebagai pemilik blog atau web disebut publisher bisa mendaftar dan menawarkan blog kepada para advertiser.

Publisher bisa menentukan harga untuk setiap artikel yang akan ditayangkan dan berapa banyak link yang boleh dicantumkan. Jika ada pesanan akan ada pemberitahuan lewat Whatsapp dan email, setelah mengerjakan order tersebut kita harus mengirimkan link artikel yang sudah ditayangkan.

Sebagai catatan, Seedbacklink mengenakan potongan 25% dari harga yang dibayarkan, jadi sebelum menentukan harga saran saya pikirkan matang-matang karena jika suatu hari sebagai publisher kita ingin mengubah harga tersebut bakal dikenakan biaya Rp20.000.

Pembayaran dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan yaitu di tanggal 5 dan 25 dengan waktu proses permintaan 3 hari, jadi sebelum sobat mengajukan penarikan pembayaran jangan lupa cek kelender ya.

Kuncinya adalah sering dapat order, jadi bayaran yang kecil akan jadi banyak juga akhirnya.

Bukti pembayaran dari Sedbacklink:






b. Bazoom
Bazoom adalah platform seperti Seedbacklink tapi dari luar negeri, sistem pendaftarannya kurang lebih sama dengan mengajukan website milik kita. Bedanya tarifnya ditentukan dengan mata uang dollar Amerika.

Saat dapat order akan ada pemberitahuan lewat email, jadi kuncinya paling tidak cek email setiap hari, jaga-jaga kalau ada pesanan.

Setelah kita mengerjakan ordernya uang akan masuk akun dan bisa dicairkan setiap tanggal 1 di awal bulan. Karena mata uangnya dollar, sobat harus punya akun PayPal.

Sebagai informasi jika menarik pembayaran lewat PayPal, Bazoom akan mengenakan potongan 5 dollar.

Bukti pembayaran dari Bazoom:





Oke sobat Campusnesia postingan kita kali ini tentang Pekerjaan Sampingan WFH Yang Beneran Dibayar Beserta Buktinya, Shopee Affiliate, Surveyon, Google Adsense, Seedbacklink dan Bazoom, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Nandar



Mengenal Pasar Tradisional Bintoro Demak, Pasar Mangkang, Pasar Ikan Kobong Rejomulyo, Pasar Waru Baru Klithikan Lengkap dengan Alamatnya

0
 


Campusnesia.co.id - Di tengah budaya berbelanja serba online lewat gadget dimana tidak perlu keluar rumah dan barang belanjaan datang sendiri, belanja ke pasar tradisional menjadi sebuah aktifitas seru dengan pengalaman yang tak terlupakan.

Berpapasan dengan pembeli dan pedagang, melihat lapak in real live, tawar menawar harga hingga aroma khas pasar yang walau agak mengganggu karena umumnya kurang sedap namun jadi hal yang nostalgik membangkitkan kenangan tertentu.

Lewat postingan kali ini, berikut kami hadirkan informasi tentang profil singkat dan alamat lengkat Pasar Tradisional Bintoro Demak, Pasar Mangkang, Pasar Kobong Rejomulyo, Pasar Waru Baru:


1. Pasar Tradisional Bintoro Demak
Pasar Tradisional Bintoro Demak adalah pasar utama dan terbesar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang menjual beragam kebutuhan pokok, sembako, pakaian, hingga alat-alat rumah tangga dengan aktivitas perdagangan langsung antara penjual dan pembeli, menjadi pusat ekonomi lokal yang ramai, bahkan terkadang meluber ke jalan karena banyaknya pedagang dan kios. 

Alamat dan Lokasi: 
Terletak di Jl. Sultan Fatah, Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511


Pasar Bintoro Demak mulai buka dari dini hari (sekitar pukul 2 pagi) hingga sore hari, dengan aktivitas paling ramai di pagi hari. Memiliki lebih dari 2.500 tempat berjualan (ruko, kios, los) yang terbagi di lantai dasar dan atas, dengan area daging dan sembako di lantai atas.

Masuk kategori pasar tradisional yang sangat besar dan vital bagi masyarakat Demak, sering menjadi subjek penelitian karena perannya dalam ekonomi lokal.  Selain jadi tempat utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Demak jugamenjadi pusat aktivitas ekonomi yang penting bagi pedagang dan masyarakat.




2. Pasar Tradisional Mangkang Semarang
Pasar Mangkang terletak di Jl.Pasar Mangkang,kel, Wonosari, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50244. Jam operasional dari dini hari hingga sore hari. Di pasar ini sobat bisa menemukan aneka kebutuhan dari sembako, pakaian hingga perabotan.



Berdiri sejak tahun 1976, Pasar Mangkang masuk dalam wilayah kerja UPTD Pasar Wil Karagayu. Memiliki Luas lahan 2.737,00 M2 dan Luas Bangunan 3.034,25  M2.



3. Pasar Tradisional Pasar Ikan Kobong Rejomulyo
Buka 24 jam, Pasar Kobong Remulyo terletak di Jl. Sumur Bong, Rejomulyo, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50227.

Pasar Kobongmerupakan pasar ikan tradisional terbesar yang berada di Kota Semarang tepatnya di jalan Sumur Bong, Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, yang lokasinya berada tak jauh dari pesisir utara Pulau Jawa yakni hanya berjarak 1 sampai dengan 2 kilometer dari garis pantai. 


Pasar Rejomulyo sebelumnya dikenal dengan nama Pasar Kobong karena pasar ini berdiri diatas tanah pemakaman Belanda Kerkhof Kobong, sebelum akhirnya dibongkar dan dibangun menjadi pasar pada tahun 1977. Pasar ini beberapa kali telah mengalami perbaikan seperti pada tahun 2013 dan 2016.



4. Pasar Tradisional Pasar Waru Baru Klithikan
Pasar Waru Baru di Semarang adalah pasar tradisional yang telah direvitalisasi, awalnya menampung pedagang kaki lima dari Jl. Progo dan Jl. Citarum, dikenal dengan sebutan Pasar Waru Klithikan karena menjual barang bekas (onderdil, pakaian layak pakai) dan menjadi potensi wisata, serta merupakan bagian dari upaya pengembangan perdagangan di Kota Semarang. 

Pasar ini menjadi tempat penting bagi pedagang dan pembeli, meskipun pernah mengalami isu lesunya ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok menjelang hari raya. 


Buka nyaris 24 jam, sobat bisa mendatangi pasar Waru Baru di alamat berikut ini Kaligawe, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50164.

Dibangun sekitar tahun 2004 untuk merelokasi pedagang kaki lima, menerapkan konsep membangun tanpa menggusur. Menjual barang-barang unik seperti alat pertukangan, onderdil, dan pakaian bekas, menjadikannya potensi wisata.
 
Penggerak ekonomi lokal, tempat berdagang barang kebutuhan pokok dan barang bekas. Pernah menghadapi tantangan ekonomi dan isu harga, namun terus menjadi bagian penting dari kawasan perdagangan Kota Semarang. 



Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Mengenal Pasar Tradisional Bintoro Demak, Pasar Mangkang, Pasar Kobong Rejomulyo, Pasar Waru Baru Lengkap dengan Alamatnya, semoga bermanfaat sampai jumpa.

FPP Undip Gelar Pendampingan Packaging di Mranggen untuk Dukung SDGs Tujuan 8

0


Campusnesia.co.id - Demak - Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro melaksanakan program Pendampingan Packaging bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kelurahan Mranggen, Kecamatan Demak, sebagai langkah nyata mendukung SDGs Tujuan 8: Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan Layak. Kegiatan ini berlangsung selama lima bulan, mulai Juli hingga November 2025, dan disambut meriah oleh warga setempat.

Program pendampingan ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Laboratorium produksi ternak unggas FPP Undip, yaitu Nur Maulida Wahyuni, Dwi Sunarti, Teysar Adi Sarjana, dan Rina Muryani. Para dosen memberikan pelatihan intensif terkait teknik pengemasan produk, desain label, branding, hingga strategi pemasaran agar produk UMKM Mranggen memiliki daya saing lebih tinggi di pasar lokal maupun regional.

Masyarakat Mranggen hadir dengan antusias dalam setiap sesi kegiatan. Suasana pelatihan berlangsung meriah, terutama pada sesi praktik langsung, di mana peserta diajak merancang kemasan baru, belajar memilih bahan packaging yang tepat, serta memahami standar kelayakan produk pangan dan nonpangan.

Dalam sambutannya, Nur Maulida Wahyuni menjelaskan bahwa pengemasan bukan sekadar tampilan luar, tetapi merupakan aspek penting yang menentukan nilai ekonomi produk. “Dengan packaging yang baik, UMKM bisa meningkatkan kualitas, menarik konsumen, dan memperluas peluang usaha. Ini sejalan dengan SDGs tujuan 8 yang menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif dan kesempatan kerja layak,” ujarnya.

Warga dan pelaku UMKM mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini, terutama dalam memahami pentingnya identitas produk dan kemasan yang profesional. Beberapa peserta bahkan langsung mulai menerapkan desain kemasan baru untuk produk mereka.

Program pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian UMKM Mranggen, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus mendorong terciptanya peluang kerja baru di masyarakat. FPP Undip menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

5 Level Kebebasan Financial

0
 



Campusnesia.co.idFinancial freedom adalah kondisi di mana seseorang memiliki aset atau penghasilan pasif yang cukup untuk menutupi biaya hidupnya tanpa harus bekerja secara aktif. Ini berarti Anda dapat membuat keputusan hidup berdasarkan keinginan, bukan karena kebutuhan finansial, dan tidak perlu khawatir tentang uang. 

Cara mencapainya termasuk memahami kondisi keuangan pribadi, melunasi utang, menabung, berinvestasi, serta mengadopsi gaya hidup yang lebih sederhana dan disiplin. 

Berikut adalah 5 Level Kebebasan Financial


1. Survival
Level orang yang masih kehabisan terus, berfikir setiap bulan kapan dapat gaji, cara keluar dari level ini catat pengeluaran harian dan bulanan.


2. Stabibilty
Keluarga sudah bisa hidup nyaman, tapi kalau ada masalah yang besar bisa jatuh lagi. SOlusi butuh tabungan 6-12 bulan.


3. Financial Independent
Orang yang sudah punya aset di atas 15 milyar, mindset sudah bukan menabung tapi cofounder bagaimana uangnya bisa menghasilkan uang lagi.


4. Freedom
Orang sudah punya 150 milyar, hidupnya sudah bebas secara financial mau kemana saja.


5. Financial Purpose
Orang yang sudah kaya banget tapi mau membantu orang lain seperti Elon Musk yang mau bantu orang ke Mars atau orang yang mau bangun foundation untuk charity.