Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Kenalan dengan dr. Dewi Sartika, Sp.BS Alumni FK UNDIP Penerima Beastudi Etos Dompet Dhuafa Dedikasikan Diri Sebagai Dokter Bedah Saraf di Wilayah Tertinggal

0


Alumni Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dr. Dewi Sartika, Sp.BS, yang kini mengabdi sebagai dokter spesialis bedah saraf di RSUD Harapan Insan Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur


Campusnesia.co.id - Di tengah keterbatasan layanan kesehatan di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), kehadiran dokter spesialis menjadi kebutuhan yang sangat krusial. Hal ini diwujudkan oleh alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dr. Dewi Sartika, Sp.BS, yang kini mengabdi sebagai dokter spesialis bedah saraf di RSUD Harapan Insan Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, sekaligus menghadirkan akses layanan bedah saraf bagi masyarakat yang sebelumnya terbatas.

Di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), kehadiran dr. Dewi menjadi tonggak penting dalam pelayanan kesehatan. Ia dikenal sebagai salah satu dokter spesialis bedah saraf perempuan yang memilih berkarier di daerah dengan keterbatasan fasilitas dan tantangan geografis yang kompleks. Melalui perannya, layanan bedah saraf kini dapat diakses masyarakat setempat tanpa harus menempuh rujukan jarak jauh ke kota besar.

Sebagai seorang dokter spesialis bedah saraf, dr. Dewi menangani berbagai kasus kompleks, mulai dari cedera kepala, stroke perdarahan, hidrosefalus, tumor otak, hingga gangguan tulang belakang. Dalam praktiknya, ketelitian, kecepatan pengambilan keputusan, serta ketahanan mental menjadi kunci utama dalam setiap tindakan medis yang dilakukan.

Perjalanan profesional dr. Dewi tidak terlepas dari peran Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro sebagai institusi pendidikan yang membentuk kompetensi dan karakter lulusannya. Menurutnya, nilai pengabdian yang ditanamkan selama masa pendidikan di FK UNDIP menjadi fondasi utama dalam menentukan pilihan kariernya.

“Setiap dosen yang mengajar di FK Undip senantiasa mengajarkan bahwa masih banyak daerah di pelosok Indonesia yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Di sanalah peran kita sebagai dokter dibutuhkan,” ungkap dr. Dewi kepada FK UNDIP pada 11 Maret 2026.

Selain nilai pengabdian, sistem pendidikan klinik dan residensi di FK UNDIP juga berperan penting dalam mempersiapkannya menghadapi keterbatasan di lapangan. Paparan kasus yang beragam di rumah sakit pendidikan, termasuk RSUP Dr. Kariadi, membentuk insting klinis yang tajam dan kemampuan pengambilan keputusan yang cepat.

“Ketika fasilitas penunjang di daerah terbatas, saya kembali mengandalkan kemampuan anamnesis dan pemeriksaan fisik menyeluruh yang diajarkan secara disiplin oleh para guru di Undip. Kemampuan berpikir taktis dan berani mengambil keputusan di bawah tekanan adalah warisan berharga dari masa residensi,” jelasnya.

Alumni Bedah Saraf FK Undip, dr. Dewi Sartika, Sp.BS 
bersama INA-WINS (Indonesian Women in Neurosurgery).


Kehadiran dr. Dewi di Kutai Barat tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan spesialis, tetapi juga menjadi simbol bahwa kualitas pelayanan medis dapat dihadirkan hingga ke wilayah terpencil. Ia turut membuktikan bahwa lulusan FK UNDIP mampu berkontribusi tidak hanya di pusat layanan kesehatan, tetapi juga di daerah yang paling membutuhkan.

Lebih jauh, kiprahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, bahwa profesi di bidang medis tidak memiliki batas, termasuk dalam bidang bedah saraf yang menuntut presisi dan ketangguhan tinggi.

Sebagai penutup, dr. Dewi menyampaikan pesan kepada mahasiswa FK UNDIP agar menjalani pendidikan dengan integritas dan empati.

“Gelar dokter bukan sekadar profesi, melainkan amanah. Jangan hanya mengejar kepintaran akademis, tetapi asahlah empati dan kerendahan hati. Banggalah menjadi bagian dari keluarga besar Diponegoro yang tangguh dan berintegritas,” pesannya.


Kisah dr. Dewi Sartika menjadi representasi nyata peran FK UNDIP dalam mencetak dokter spesialis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengabdi, menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Humas FK Undip/ ed. Nurul)

Sebagai informasi dr. Dewi Sartika juga merupakan alumni penerima manfaat dari program beasiswa bernama Beastudi Etos wilayah Semarang dari Dompet Dhuafa  angkatan 2004. Program Beastudi Etos berjalan dari 2003 hingga angkatan 2018 dan kini berganti nama menjadi beasiswa Etos ID.

Etos ID (sebelumnya Beastudi Etos) adalah program beasiswa sarjana dari Dompet Dhuafa yang berfokus pada pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan membentuk resilient leader berkarakter Islami, mandiri, dan kontributif melalui bantuan UKT, biaya hidup, dan pendampingan selama 4 tahun.


Jaga Kebugaran, Berikut Daftar Tempat Pilates Terdekat di Tembalang Semarang

0



Campusnesia.co.id - Ambis ngerjain tugas kuliah dan organisasi boleh, tapi jangan lupa jasa kesehatan ya guys. Apalagi buat mahasiswa yang dikenal kurang memperhatikan jam istirahat, sibuk dengan aneka kegiatan kampus dan aktivitas lainnya.

Banyak pilihan olahraga yang bisa dilakukan, salah satunya Pilates, sebuah olahraga untuk menjaga kebugaran yang akhir-akhir ini jadi tren. 

Mengutip situs Alodokter, Pilates adalah metode latihan fisik low-impact yang berfokus pada penguatan otot inti (core), perbaikan postur, kelenturan, dan keseimbangan tubuh. 

Diciptakan oleh Joseph Pilates, olahraga ini menggabungkan teknik pernapasan, konsentrasi, dan kontrol gerakan yang presisi untuk menghubungkan jiwa dan raga. 


6 Manfaat Utama Pilates:

1. Menguatkan Core: Melatih otot perut, punggung bawah, panggul, dan paha agar lebih stabil dan kokoh.

2. Memperbaiki Postur: Membantu mengatasi punggung bungkuk dan meningkatkan kesadaran posisi tubuh.

3. Meningkatkan Fleksibilitas: Peregangan rutin meningkatkan jangkauan gerak sendi.

4. Rehabilitasi Cedera: Efektif mengurangi nyeri kronis, khususnya nyeri punggung.

5. Mengurangi Stres: Fokus pada pernapasan membantu menenangkan sistem saraf. 


3. Jenis dan Teknik Pilates:

1. Mat Pilates: Latihan di atas matras menggunakan berat tubuh sendiri, fokus pada kontrol dan stabilitas.

2. Reformer Pilates: Menggunakan mesin khusus (reformer) dengan beban pegas untuk resistensi tambahan.

3. Prinsip Dasar: Meliputi centering (fokus otot inti), konsentrasi, kontrol, presisi, pernapasan, dan aliran gerakan. 


Pilates cocok untuk semua tingkat kebugaran, baik pemula maupun atlet, dan dapat dilakukan 2-3 kali seminggu untuk hasil maksimal. 


Buat sobat yang kebetulan ada di area Tembalang Semarang dan sekitarnya serta mau nyari tempat buat Pilates yang nyaman dan ramah kantong mahasiswa, kali ini kami punya daftar referensinya, apa saja? ini dia daftarnya:


1. Core Pilates Semarang
Alamat: 
Jl. Raung No.14, Gajahmungkur
Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang
Jawa Tengah 50232

Telepon: 0812-2929-8164



2. Power Pilates Semarang
Alamat: 
Jl. Pamularsih I No.I, Bojongsalaman
Kec. Semarang Barat, Kota Semarang
Jawa Tengah 50148

Jam Buka: 07.00–19.30 WIB




3. Lura Pilates BSB
Alamat: 
Ruko Emerald Green 11A, Kota Semarang
Jawa Tengah 50219

Jam Buka: 07.30–21.00 WIB



3. Pilates Studio Lilates Puri
Alamat: 
Jl. Puri Eksekutif No.53 BLOK 1A NO, Tawangsari
Kec. Semarang Barat, Kota Semarang 
Jawa Tengah 50144

Jam Buka: 08.00-20.00
Telepon: 0821-3803-1226



4. Casa Pilates Semarang
Alamat: 
Jl. Seroja I No.11, Karangkidul
Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang
Jawa Tengah 50136

Jam Buka: 07.00–19.00 WIB
Telepon: 0818-1887-4247



5. Haven Pilates Studio
Alamat: 
No.101-103, Jl. Setia Budi No.101
Srondol Kulon, Kec. Banyumanik, Kota Semarang
Jawa Tengah 50263

Jam Buka: 08.00–19.00 WIB
Telepon: 0822-9993-3779




6. Studio Jo Ira Pilates
Alamat: 
Jl. Citarum Tengah III No.10, Bugangan
Kec. Semarang Tim., Kota Semarang
Jawa Tengah 50126

Jam Buka: 08.00-20.00 WIB
Telepon: 0816-654-627




7. Good Vibes Health and Fitness Center
Alamat: 
Jalan Sport and Office Centre
Taman Setiabudi, Jl Primatama Kv No.159/160
Kota Semarang, Jawa Tengah 50263

Jam Buka: Tutup pukul 06.00-21.00 WIB
Telepon: 0823-2494-6926



8. DLV (De La Val)
Alamat: 
Jl. Purwosari Raya No.58, Rejosari
Kec. Semarang Tim., Kota Semarang
Jawa Tengah 50125

Jam Buka: 08.00-18.00 WIB
Telepon: 0811-2626-878



9. "MEIFALATES" Pilates Reformer and Cadillac
Alamat: 
Jl. Mahesa Selatan IV No.581, RT.03/RW.03
Pedurungan Tengah, Kec. Pedurungan, Kota Semarang
Jawa Tengah 50192

Jam Buka: 07.00-20.00 WIB



10. Soma Studio
Alamat: 
Jl. Ade Irma Suryani Nasution No.24A
Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang
Jawa Tengah 50132

Jam Buka: 07.00-20.00 WIB
Telepon: 0877-7576-2057





Demikian tadi sobat Campusnesia, postingan kita kali ini tentang Jaga Kebugaran, Berikut Daftar Tempat Pilates Terdekat di Tembalang Semarang, semoga bermanfaat sampai jumpa. Salam olahraga.

BPJS Kis Pemda PBI-APBD Tiba-tiba Tidak Aktif? Jangan Panik Ini Solusinya

0


Campusnesia.co.id - Rabu 1 Januari 2025 ramai di sosial media X atau Twitter tentang akun BPJS yang tiba-tiba non aktif, karena penasaran saya segera cek akun keluarga dan benar saja milik ibu juga kena peng-non-aktifkan ini.

Setelah baca sana-sini ternyata akun-akun yang tiba-tiba non aktif ini adalah jenis PBPU dan BP Pemerintah Daerah yang sederhananya iuran BPJS nya selama ini ditanggung oleh pemerintah daerah.

Jujur awalnya panik dan bingung karena ibu masih rutin kontrol, terakhir tanggal 13 Desember 2024 dan tanggal 10 Januari 2025 nanti ada jadwal lagi. Saya coba datang ke rumah sakit tempat ibu kontrol untuk bertanya jika akun non aktif seperti ini apakah bisa tetap kontrol atau tidak, jawabannya tidak bisa harus diaktifkan dahulu.

Saya tanya perangkat desa dan call center BPJS di nomor 165 jawabannya kurang lebih sama, untuk aktivasi harus datang ke Dinas Sosial Kabupaten setempat.

Esok harinya tanggal 2 Januari 2025 saya ke Dinas Sosial untuk bertanya apa sebabnya tiba-tiba akun BPJS ibu saya non aktif, menurut saya jawabannya kurang memuaskan karena hanya dijelaskan bahwa anggaran Pemerintah Daerah terbatas jadi dalam kurun waktu tertentu akan ada non aktifkan akun BPJS warganya. 

Pertanyaannya kriterianya apa sebuah akun di non aktifkan? padahal secara urgensi yang bersangkutan masih rutin berobat, kenapa tidak non aktifkan yang jarang digunakan berobat misalnya.

Selanjutnya untuk pengajuan aktivasi lagi dari Dinsos mengatakan harus melakukan pengajuan dulu, sayangnya tidak bisa aktif seketika harus menunggu setidaknya satu bulan dengan catatan bahwa kuotanya masih ada, sampai di sini jelas saya khawatir karena tanggal 10 Januari harus kontrol lagi.

Adapun syarat dokumen untuk pengusulan PBI-APBD yaitu:
1. Fotocopy KK dan KTP Lembaran utuh (2 Lembar)
2. Fotocopy Kartu Identitas Anak/Akta Lahir (2 Lembar) (Jika belum memiliki KTP)
3. Surat Keterangan Desa (2 Lembar)
- Keterangan: Warga tidak mampu dan sudah dimasukan di data DTKS
- Keperluan: Pengusulan
4. Cetak Warna Foto Rumah (2 Lembar)
- Tampak Depan dan Tampak Dalam
5. Fotocopy Surat Keterangan Sakit/Surat Kontrol/Surat Keterangan membutuhkan perawatan medis dari Puskesmas/Rumah Sakit (2 Lembar)
6. Cantumkan/Tulis No. Telp / WA


Selanjutnya solusi yang saya ambil adalah datang ke kantor BPJS di Kabupaten untuk beralih dari PBI APBD jadi BPJS Mandiri. 

Langkah-langkahnya sobat bisa datang ke kantor BPJS setempat, membawa dokumen KK,KTP, Nomor rekening bank yang bersangkutan atau salah satu keluarga dan Materai 10.000. Nanti akan dibantu pak satpam untuk mendapat nomor antrian.

Setelah tiba nomor antrian, saya dibantu oleh customer service pertama dicek akunnya sejak kapan tidak aktif. Dalam kasus saya tidak aktif sejak tanggal 27 Desember 2024 artintya belum ada satu bulan. Dengan demikian untuk aktivasi cukup membayar iuran sebesar Rp35.000 dan tidak perlu materai.

Pembayaran bisa dilakukan di loket seperti Indomaret, Alfamart, Mobile Banking, Kantor Pos atau konter-konter pulsa yang menyediakan jasa pembayaran BPJS. Saya pilih bayar lewat Mobile Banking dan setelah menunggu sekitar 10-15 menit akun di aplikasi mobile JKN dari warna merah jadi hijau kembali yang artinya sudah aktif.

Dalam kasus berbeda jika akun tidak aktif lebih dari satu bulan, maka untuk aktivasi harus membayar tagihan yang belum terbayar dahulu agar bisa aktif saat itu juga. Atau kalau bayar tagihanya tidak langsung maka harus menunggu 2 minggu agar bisa aktif kembali.


Update:
Di awal tahun 2026 ini banyak berita akun BPJS PBI yang tiba-tiba non aktif seperti yang pernah saya alami. 

Pada postingan di atas saya tetap mengajukan ke Dinsos Kabupaten untuk aktivasi kembali akun BPJS PBI, tapi karena prosesnya harus menunggu beberapa bulan, untuk kebutuhan kontrol saya ke kantor BPJS untuk mendaftar yang Mandiri kelas 3 sambil menunggu yang dari pemerintah aktif.

Selama 3 bulan syaa membayar yang Mandiri dan di bulan berikutnya ketika akan membayar keterangan di aplikasi mobile JKN "Tagihan sudah terbayarkan" dan ketika cek status keanggotaan sudah aktif yang PBI lagi sehingga otomatis gratis dan tidak perlu membayar iuran.

Mungkin cara ini bisa pembaca coba, memang secara berkala wajib mengecek akun BPJS agar jika ada perubahan kita bisa tahu lebih awal.

Demikian sobat pembaca postingan kali ini tentang pengalaman mengurus BPJS Kis Pemda yang tiba-tiba tidak aktif, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Achmad Munandar

Daftar Pasar dan Tempat Jual Sayur Malam Terdekat di Jakarta Selatan Serta Daerah Lainnya

0




Campusnesia.co.id - Mengkonsumsi sayur sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Makan sayur bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan obesitas, melancarkan pencernaan, serta mendukung kesehatan mata dan kulit. Sayuran kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting untuk fungsi tubuh secara keseluruhan.

Memilih sayur yang baik, segar, bersih dan terjangkau sangat dibutuhkan sehingga nutrisi yang didapatkan dapat maksimal.

Lewat postingan kali ini berikut kami hadirkan informasi tentang Daftar Pasar dan Tempat Jual Sayur Malam Terdekat di Jakarta Selatan Serta Daerah Lainnya:

1. Pasar Karbela
Pasar sayur terdekat di Jakarta Selatan yang pertama adalah Pasar Karbela. Pasar ini berada di Kecamatan Setia Budi.

Ada enam toko sayur rekomendasi yang berada di Pasar Karbela. Keenam toko tersebut adalah: Lapak Rahmat Sayur, Lapak Sayur Mamake, Kios Sayur Caca, Lapak Sayur Gombong, Kios Sayur Aa Maksum, dan Kios Sayur dan Bumbu Pak Susanto. 


2. Pasar Lenteng Agung
Pasar sayur terdekat di Jakarta Selatan selanjutnya adalah Pasar Lenteng Agung. Pasar Lenteng Agung ada di Kecamatan Jagakarsa. Rekomendasi toko Sayur Ibu Sunarti dan Sayur Ibu Titin. 


3. Pasar Kebayoran Lama
Selanjutnya, ada pasar sayur terdekat Pasar Kebayoran Lama. Sama seperti namanya, pasar ini berlokasi di Kecamatan Kebayoran Lama. Toko-toko sayur di pasar ini yang menjadi rekomendasi adalah: Bude Sayur, Sayur Segar Mas Rizky, Lapak Sayur Segar Hj. Nasifah, dan Lapak Sayur Ibu Atun.


3. Pasar Cipete Selatan
Di Pasar Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, rekomendasi toko sayur tersebut adalah: Lapak Sayur Ibu Atun, Kios Sayur dan Sembako Ibu Surati, Lapak Sayur Siswanto, dan UD. Tri Mulyo.


4. Pasar Mayestik
Terakhir, Pasar Mayestik Kebayoran Baru memiliki paling banyak pilihan pedagang sayur dibandingkan pasar-pasar lainnya. Di pasar ini, Berikut rekomendasi toko sayur tersebut: Lapak Zili Sayur, Lapak Sayur Buyung Sayur, Asep Sayur Bogor, Toko Sayur Bogor Segar, Lapak Sayur Pak Iding, Lapak Sayur Pak Yono, Lapak Sayur Bu Yuyun, Lapak Sayur Bude Tumi, Lapak Sayur Mayur Riadoh, Kios Sayur-Sayuran Ibu Ramini, Saudara Sayur Mas Bule, Lapak Sayur Apip, Lapak Sayur Mba Nah, Lapak Tahu Tempe Sayuran Zaenal
Kios Bumbu Dapur dan Sayur Ibu Paino, Lapak Kopi Giling dan Sayur Mas Rohman, Lapak Bumbu Mba Desy.


5. Pasar Sayur Cepogo
Alamat: 
Jl. Magelang - Boyolali No.18, Dusun I, Mliwis
Kec. Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57362


6. Pasar Sayur Bandungan
Terminal Agribisnis Pasar Sayur Ngasem
Alamat: 
Gintungan, Bandungan, Kabupaten Semarang
Jawa Tengah 50614


7. Pasar Sayur dan Buah Moyosari Wonosobo
Alamat: 
Kalijeruk, Siwuran, Kec. Garung
Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56353 


8. Pasar Sayur Wisata Kopeng
Alamat: 
Jl. Magelang - Salatiga, Plalar, Kopeng
Kec. Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50774


9. Pasar Sayur Puri Baru Pati
Alamat: 
Jl. Kol. Sunandar No.35, Puri
Kec. Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59113



10. Pasar Sayur Ngemplak Pati
Alamat: 
Kembangarum, Ngemplak Kidul
Kec. Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59154




Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Daftar Pasar dan Tempat Jual Sayur Malam Terdekat di Jakarta Selatan Serta Daerah Lainnya, semoga bermanfaat sampai jumpa.

Sosialisasi K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja) Tingkatkan Kesadaran Kerja Aman di Dapur MBG Tawangsari Semarang

0
 


Campusnesia.co.idSemarang, 4 September 2025 – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerja sama dengan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Tawangsari Yayasan Riyadlu Al-Ahmad menggelar kegiatan Sosialisasi Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG, Kota Semarang.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 ini diikuti oleh 25 karyawan, yang terdiri atas tim persiapan, tim masak dan tim pemorsian. Selama sosialisasi, peserta mendapatkan edukasi mengenai penerapan K3 dan penanganan limbah di dapur, dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan.

Materi disampaikan oleh Dr. Eko Farida, STP, M.Si (Dosen Prodi Gizi, Universitas Negeri Semarang) dengan materi mencakup pengertian K3 menurut PP No. 50 Tahun 2012 dan ILO, serta pentingnya penerapan K3 di bidang pengolahan makanan. Narasumber memaparkan berbagai potensi bahaya di dapur, mulai dari bahaya fisik (pisau, minyak panas, lantai licin, tabung gas), kimia (asap, detergen, kebocoran gas), biologi (bakteri, jamur, kontaminasi makanan), hingga ergonomi dan psikososial (beban kerja berlebih, stres, gaji rendah). Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep incident, near miss, dan accident sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kerja. 

Isu lain yang diangkat adalah risiko kecelakaan kerja di dapur MBG, mulai dari tersayat saat memotong, tersiram minyak panas, hingga risiko keracunan makanan. Tak kalah penting, tim pengabdi juga menekankan pengelolaan limbah dapur dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk menciptakan lingkungan kerja yang higienis dan ramah lingkungan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan karyawan dapur Makan Bergizi Gratis tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran bahwa keselamatan kerja adalah fondasi utama untuk menghadirkan pangan yang aman, dan sehat bagi masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Universitas Airlangga Kenalkan Bir Khotjok: Ramuan Herbal untuk Hipertensi dan Pegal Linu di Desa Sambangrejo

0
 


Campusnesia.co.idLamongan (16 Juli 2025) - Dalam rangka kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-6 Universitas Airlangga, para mahasiswa melakukan edukasi kesehatan sekaligus demonstrasi pembuatan ramuan tradisional Bir Khotjok kepada warga Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.

Acara ini berlangsung di balai desa setempat dan dihadiri oleh ibu-ibu kader kesehatan serta warga sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai alternatif pengobatan herbal yang mudah dibuat di rumah dan bermanfaat bagi kesehatan, khususnya dalam menangani masalah hipertensi dan pegal linu yang sering dikeluhkan masyarakat.

“Bir Khotjok merupakan minuman herbal berbahan dasar jahe, serai, kayu manis, dan cengkeh yang memiliki efek relaksasi dan melancarkan peredaran darah. Sangat cocok untuk penderita hipertensi ringan dan mereka yang sering mengalami pegal-pegal akibat aktivitas berat,” jelas salah satu mahasiswa pemateri dari tim BBK UNAIR.

Selama sesi berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan materi edukasi, tetapi juga turut praktik langsung membuat Bir Khotjok. Bahan-bahan yang digunakan sangat mudah didapat, dan proses pembuatannya pun praktis serta bisa disesuaikan dengan selera.

Menurut para peserta, kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan mereka mengenai cara menjaga kesehatan dengan bahan alami. Beberapa di antaranya bahkan mengaku baru mengetahui bahwa rempah-rempah dapur yang selama ini tersedia di rumah memiliki khasiat luar biasa untuk kesehatan tubuh.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program BBK Universitas Airlangga yang berlangsung dari tanggal 7 Juli hingga 4 Agustus 2025, yang mengusung semangat pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan edukatif dan aplikatif.



Editor:
Achmad Munandar

Ayo Kenali Gula! Serunya Belajar Sehat Melalui Kreativitas Anak

0
 
Gambar 1  Dokumentasi foto bersama anak-anak RT 09 RW 01 Ngemplak Simongan dalam kegiatan edukasi kreatif pengenalan konsep gula dalam tubuh dan gizi seimbang


Campusnesia.co.id -  SEMARANG - Salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 112 kelompok 1, Friseva Elvira, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Ngemplak Simongan. Ia merupakan anggota dari kelompok di KKN T 112,  di bawah bimbingan Dr. Khairul Anam, S.Si., M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam kegiatan KKN ini, Friseva turut menyelenggarakan kegiatan edukatif bersama anak-anak, berupa pengenalan konsep gula dalam tubuh dan gizi, kegiatan ini dikemas dalam balutan yang ceria dan menyenangkan.


Pengenalan Konsep Gula dalam Tubuh dan Gizi Seimbang
Sabtu (12/7), Friseva Elvira, mahasiswa Jurusan Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, turut berkontribusi aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 112. Kelompok 1 Friseva menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Pengembangan Program Edukreatif untuk Pengenalan Konsep Gula dalam Tubuh dan Gizi Seimbang dalam Konteks Pencegahan Diabetes Anak”, yang merupakan program multidisiplin dengan sasaran peserta anak-anak usia TK hingga SD di wilayah RT 09 RW 01 Ngemplak Simongan. 

Dalam berlangsungnya kegiatan bersama anak-anak ini diawali dengan perkenalan dan ice breaking yang membangkitkan semangat anak-anak, bertujuan untuk membangun suasana belajar yang menyenamgkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak mengenai konsep dasar bagaimana sebuah makanan diolah dalam tubuh menjadi sebuah gula dan pentingnya menjaga pola makan seimbang sejak dini guna mencegah risiko diabetes di masa depan. Dalam pelaksanaannya, Friseva menggunakan alat peraga yang menarik dan interaktif untuk menggambarkan perjalanan makanan dari mulut hingga menjadi energi dalam tubuh manusia.
 

Gambar 2  Dokumentasi dalam kegiatan perjalanan gula dalam tubuh melalui alat peraga, bersama anak-anak RT 09 Ngemplak Simongan

Tidak hanya menyampaikan materi secara verbal, Friseva juga mengajak anak-anak untuk mencoba langsung alat peraga tersebut, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif. Dengan latar belakang keilmuan antropologi sosial, Friseva mengemas materi kesehatan dengan pendekatan dan bahasa yang dekat dengan anak-anak, sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah dan menyenangkan. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian program kerja Multidisiplin Kelompok 1 Tim KKN-T 112 yang berada di bawah bimbingan Dr. Khairul Anam, S.Si., M.Si sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).



Lomba Kreativitas Mewarnai Poster Bebas Diabetes
Selain sesi edukasi interaktif, Friseva juga mengadakan lomba kreativitas melalui mewarnai poster edukasi bertema “Bebas Diabetes” poster ini bertujuan sebagai media untuk menyalurkan ekspresi dan imajinasi anak-anak dalam dunia belajar. Hasil karya poster mereka nantinya akan diumumkan pemenangnya pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus di lingkungan warga RT 09 RW 01 Ngemplak Simongan, sehingga anak-anak merasa lebih bangga dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Terlihat dari respon antusias anak-anak tersebut, salah seorang anak sebut saja bernama Al mengatakan "apakah beso akan ada acara di sini lagi?". Dan ucap anak-anak yang lain mengatakan bahwa "aku senang ada acara ini". 

Hal tersebut mendorong hadirnya kegiatan-kegiatan lainnya, seperti yang Friseva lakukan dikemudian hari pada hari Senin. Melalui gerakan ini, Friseva berharap dapat mendorong kesadaran anak-anak bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil,  termasuk dari anak-anak sendiri. Anak-anak merupakan bagian penting dari masa depan, dan menanamkan nilai hidup sehat sejak dini bisa menjadi fondasi yang kuat untuk membentuk generasi yang lebih peduli akan kesehatan. Friseva menyebutkan bahwa edukasi kesehatan bukan hanya tentang mencegah datangnya penyakit, melainkan bagaimana membangun generasi yang sadar, peduli, dan aktif menjaga diri serta lingkungannya. Melalui program ini juga, kehadiran mahasiswa KKN turut serta menanamkan nilai-nilai penting yang akan tumbuh bersama. Sehingga kedepannya mampu membawa hal-hal baik lainnya di tengah-tengah masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T 112 Undip Gelar Skrining Kesehatan Lansia Secara Door-to-Door di Ngemplak Simongan

0
 
 
Dokumentasi serta Penyerahan “Kartu Pintar” Kepada Lansia oleh Mahasiswa Brillianti Maulida Azzahra (KKN-T Undip)


Campusnesia.co.id -  SEMARANG - Brillianti Maulida Azzahra salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan edukasi dan skrining kesehatan untuk lansia secara door-to-door dengan Kartu Pintar di wilayah RT 09/RW 0,  Kelurahan Ngemplak Simongan, Kota Semarang, pada Rabu (10/7/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan bertema "Bina Keluarga Bebas Diabetes" yang dijalankan selama masa KKN di wilayah tersebut.

Dengan membawa alat pengukur tekanan darah dan pengukur kadar gula darah, para mahasiswa mendatangi satu per satu rumah warga lanjut usia (lansia) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar. Tak hanya memeriksa, mahasiswa juga melakukan edukasi langsung tentang pentingnya menjaga pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, serta bahaya diabetes dan hipertensi pada usia lanjut.

Salah satu yang menarik dalam kegiatan ini adalah pembagian Kartu Pintar Sehat, sebuah kartu catatan mini berwarna cerah yang berisi hasil pemeriksaan lansia (seperti tekanan darah dan kadar gula darah) serta tips singkat untuk hidup sehat. Kartu ini diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi lansia dan keluarga mereka untuk menjaga kebiasaan sehat sehari-hari.

Melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga, tim mahasiswa melakukan pengecekan tekanan darah dan pengukuran kadar gula darah, serta menyampaikan edukasi seputar pola hidup sehat bagi lansia. Setiap lansia yang telah diperiksa juga diberikan Kartu Pintar Sehat, yaitu kartu catatan kesehatan sederhana berisi data hasil skrining serta tips singkat gaya hidup sehat sebagai pengingat pribadi. 

 
Edukasi dan pengecekan tekanan darah serta kadar gula  darah oleh Mahasiswa Brillianti Maulida Azzahra  (Tim KKN-T Undip)

Menurut ketua pelaksana program, Brillianti Maulida Azzahra, menjelaskan bahwa pendekatan door-to-door dipilih agar lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas tetap dapat memperoleh layanan skrining dan edukasi. “Kami ingin menjangkau langsung ke rumah, karena tidak semua lansia bisa datang ke posyandu atau puskesmas serta kami ingin mendekatkan pelayanan promotif dan preventif langsung ke masyarakat, . Dengan kunjungan ini, kami juga bisa berdialog lebih dekat dengan mereka dan keluarganya,” ujar Brillianti.

Program ini mendapat sambutan hangat dari warga. Para lansia merasa lebih diperhatikan, terutama karena skrining dilakukan langsung di rumah mereka tanpa perlu pergi ke fasilitas kesehatan. Ketua RT 9 mengapresiasi inisiatif mahasiswa, “Kami merasa terbantu. Lansia di sini banyak yang tinggal bersama anak atau cucu, tapi seringkali tidak sempat diperiksa kesehatannya. Dengan adanya mahasiswa yang datang langsung, warga merasa diperhatikan,” ujarnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi pada lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Karena itulah, pendekatan promotif dan preventif menjadi sangat penting. Salah satu strategi efektifnya adalah mengedukasi keluarga agar peduli dan aktif memantau kondisi kesehatan anggota lansia dalam rumah tangga.

Melalui program ini, Brillianti Maulida Azzahra (Mahasiswa KKN-T Undi) ingin menanamkan kesadaran bahwa pencegahan penyakit, khususnya diabetes, bisa dimulai dari rumah. Keterlibatan keluarga dalam hal mendampingi pola makan, memastikan aktivitas fisik, hingga memperhatikan kondisi psikologis lansia menjadi kunci utama dalam menciptakan keluarga sehat.

Kegiatan edukasi dan skrining door-to-door ini juga menjadi bagian dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan semua orang di segala usia. Dengan pendekatan yang personal dan partisipatif, diharapkan masyarakat semakin aktif menjaga kesehatan keluarga sejak dari rumah.

Dengan semangat kolaboratif antara mahasiswa, warga, dan tokoh masyarakat setempat, program skrining lansia door-to-door ini diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk kegiatan serupa di wilayah lain. Para mahasiswa pun berharap, inisiatif kecil ini bisa menjadi langkah awal menuju kesadaran kolektif dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama para lansia yang berperan penting dalam struktur keluarga Indonesia.



Editor:
Achmad Munandar

Energi Muda, Peduli Lansia: Kiprah KKN Tim 136 UNDIP dari Lomba Masak Hingga Cek Kesehatan Gratis di Desa Mranggen

0
 
Dokumentasi Kegiatan Lomba Masak Masakan Sehat 
bagi Lansia di Desa Mranggen


Campusnesia.co.idMranggen, 15 Juli 2025 - Kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 136 Universitas Diponegoro (Bagas, Cesa, Mustofa, Aisha, Sulthon, Saddam, Salwa, Nashwa, Rachel, Zefa, Irvan, Mohandis, Malahayati, Jovinca, Aksel, dan Farah) didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Prof. Ir. Dwi Sunarti, M.S., PhD., Bapak Ir. Teysar Adi Sarjana, S.Pt., M.Si., IPM. dan Ibu Hanna Dzawish Shihah, S.Pt., M.Pt. sukses melaksanakan rangkaian kegiatan yang bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Mranggen, khususnya lansia, melalui program senam sehat, lomba memasak masakan sehat, serta evaluasi dan pemantauan status kesehatan lansia.

Kegiatan dimulai dengan senam sehat dengan menghadirkan instruktur senam profesional Mbak Zenny. Senam sehat ini diikuti oleh lansia, peserta lomba masak, dosen pembimbing lapangan, dan mahasiswa KKN-T Tim 136. Tujuan senam sehat ini adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik lansia, mempererat kebersamaan antar peserta, serta membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup aktif dan sehat. 

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan lomba memasak masakan sehat yang diikuti oleh lansia dan kader posyandu. Lomba ini menghadirkan dewan juri profesional Chef Gading Ganesha, Executive Sous Chef dari Hotel Horison Nindya Semarang, Juri kedua Bapak Ir. Teysar Adi Sarjana, S.Pt., M.Si., IPM. selaku perwakilan dosen pembimbing lapangan dan Juri Ketiga Ibu Muslikhatun selaku perwakilan Desa Mranggen.


“Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 136 Universitas Diponegoro di Desa Mranggen mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lansia melalui senam sehat bersama, lomba kreasi masakan bergizi, dan layanan cek kesehatan gratis. Puncak kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membangkitkan semangat para lansia agar tetap aktif dan sehat di usia senja, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kualitas hidup lansia di Desa Mranggen” Sambutan Bapak Ir. Teysar Adi Sarjana, S.Pt., M.Si., IPM. selaku perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan.



“Kegiatan KKN Tematik Tim 136 Universitas Diponegoro alhamdulillah berjalan lancar dan pada puncak kegiatan sangat meriah, mudah mudahan dapat bermanfaat bagi warga masyarakat Desa Mranggen. Saya mewakili Desa Mranggen mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada segenap Tim KKN T 136 Undip Tahun 2025, kader posyandu, perangkat Desa Mranggen, Ketua RW dan seluruh masyarakat desa mranggen yang terlibat.” Sambutan Bapak Abdul Cholis selaku Kepala Desa Mranggen.






"Melalui lomba ini, kita belajar bagaimana mengolah makanan bergizi yang dapat menunjang kesehatan tubuh, khususnya bagi kita yang berusia lanjut. Saya harap ilmu dan pengalaman dari lomba masak ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, demi terciptanya keluarga dan masyarakat desa Mranggen yang sehat." Rifky Bagas Saputra selaku perwakilan Kelompok 3 sekaligus Ketua Kelompok 3 KKN T Tim 136.





Lomba masak ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas lansia serta kader posyandu dalam mengolah makanan sehat yang bergizi seimbang, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menunjang kesehatan keluarga dan komunitas.

Sebagai penutup, dilakukan evaluasi dan pemantauan status kesehatan lansia oleh kolaborasi tim KKN T 136 dengan tenaga kesehatan dari Klinik Pratama Kasih Sayang Bunda Mranggen. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, dan penilaian kondisi fisik umum lansia. 

Data kesehatan yang diperoleh menjadi indikator keberhasilan program KKN-T Tim 136 dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lansia di Desa Mranggen. Program ini merupakan wujud nyata kontribusi Universitas Diponegoro dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan tematik yang holistik, melibatkan berbagai aspek kesehatan dan sosial. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi program-program serupa di masa depan untuk terus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Gerakan Gizi Lansia oleh KKN Tim 136 Undip di Desa Mranggen: Mengenal Daging, Telur, Sayur, dan Pentingnya Pemantauan Kesehatan

0
 



Dokumentasi kegiatan sosialisasi pengenalan produk peternakan 
dan pemantauan kesehatan lansia di Desa Mranggen


Campusnesia.co.idMranggen, 16 Mei 2025 - Dalam upaya mendukung kesejahteraan lanjut usia, Pemerintah Desa Mranggen, Posyandu dan Kader Kesehatan bersama Kelompok 1 KKN-T TIM 136 Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi dan Pemantauan Status Kesehatan Lansia serta Pengenalan Produk Daging, Telur, dan Sayur dalam Menunjang Kesehatan Lansia” yang bertempat di Rumah Pak Tris, salah satu warga Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Acara ini menjadi bagian dari program kerja multidisiplin mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Tim 136 Kelompok 1 (Aji, Syifa, Syifana, Yuniar, Maharani, Annisa, Asa, Novi, Melisa,  Kevin, Cantika, Afrizal, Attala, Adinda, Christina dan Aksani) dengan fokus pada bidang kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan yang didampingi oleh Tim DPL KKN Ibu Prof. Ir. Dwi Sunarti, M.S., Ph.D., Bapak Ir. Teysar Adi Sarjana, S.Pt., M.Si., IPM, dan Ibu Hanna Dzawish Shihah, S.Pt., M.Pt.  

Prof. Ir. Dwi Sunarti, M.S., Ph.D., selaku Ketua Tim Dosen Pembimbing Lapangan KKN, menyampaikan.


“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Mranggen, khususnya para lansia. Melalui pengenalan kandungan gizi dari produk peternakan seperti daging dan telur, serta sayuran bergizi, diharapkan kegiatan ini mampu menunjang pola makan sehat dan meningkatkan kualitas hidup lansia di masa lanjut usia.”




Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 orang lansia serta kader kesehatan setempat. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, berat badan, dan konsultasi kesehatan ringan, yang bekerja sama dengan Posyandu Lansia Desa Mranggen. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan dasar lansia secara berkala.

Selanjutnya, dilaksanakan sosialisasi gizi seimbang yang disampaikan oleh mahasiswa KKN dari program studi gizi dan kesehatan masyarakat. Materi mencakup pentingnya konsumsi protein hewani dari daging dan telur serta asupan sayuran untuk memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga fungsi organ tubuh pada usia lanjut.

Pada sesi edukasi pangan, tim KKN juga memperkenalkan produk olahan sederhana berbahan dasar daging, telur, dan sayur yang mudah dikonsumsi dan terjangkau oleh masyarakat, seperti telur gulung isi bayam, sup ayam sayur, dan tumis tahu sayur.

Mewakili Kepala Desa Mranggen, Ibu Muslikhatun selaku Kepala Urusan Pemerintahan dan Bendahara Desa Mranggen menyampaikan apresiasinya atas sinergi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat.



 “Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNDIP yang membawa semangat perubahan di tengah masyarakat, terutama bagi lansia yang membutuhkan perhatian lebih. Semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut secara rutin,” ujar beliau.





Ketua Kelompok 1 KKN-T TIM 136 Universitas Diponegoro, Ilham Aji Saputra, menyampaikan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.


“Kami ingin memberikan kontribusi yang relevan, terutama bagi lansia yang sering terabaikan dalam aspek edukasi gizi. Semoga kegiatan ini dapat memberi dampak positif dalam jangka panjang,” ujarnya. 










Editor:
Achmad Munandar