Memuat konten...

Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Kenalan Dengan Food Truck Undip, Program Makan Siang Gratis untuk Mahasiswa

Kenalan Dengan Food Truck Undip, Program Makan Siang Gratis untuk Mahasiswa

0



Campusnesia.co.id - Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kesejahteraan bagi civitas akademika, tidak hanya melalui fasilitas akademik tetapi juga dari sisi kesehatan fisik dan pemenuhan gizi mahasiswanya. Salah satu langkah inovatif yang dihadirkan adalah operasional Food Truck Undip yang menyediakan fasilitas makan siang gratis.

Program yang diluncurkan sejak Oktober 2022 ini dirancang untuk membantu mahasiswa - khususnya para pejuang skripsi, kuliah pagi-sore, maupun anak kos - agar tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan cara yang mudah, praktis, dan tanpa biaya tambahan.


Menu Bergizi Seimbang untuk Dukung Aktivitas Kuliah
Sebagai mahasiswa, konsentrasi belajar kerap kali terganggu akibat jam makan yang tidak teratur atau keterbatasan budget di tengah bulan. Melalui inisiatif Food Truck ini, menu makanan yang disajikan dimasak langsung menggunakan bahan-bahan segar serta berkualitas oleh koki berpengalaman.

Dalam setiap porsinya, mahasiswa bisa menikmati sajian lengkap yang memenuhi standar gizi seimbang, mulai dari sumber karbohidrat (nasi), lauk-pauk kaya protein, sayuran segar, hingga buah-buahan dan susu. Saat ini menggunakan susu kedelai hasil kolaborasi dengan Soysu. Kehadiran asupan gizi yang optimal ini diharapkan dapat memberikan energi penuh dan meningkatkan fokus belajar.


Jadwal, Lokasi, dan Cara Mendapatkannya
Bagi Sobat Campusnesia yang ingin memanfaatkan program ini, berikut beberapa hal penting yang wajib diperhatikan:

1. Jadwal Operasional: Layanan Food Truck ini hadir secara rutin Senin-Kamis setiap pukul 10.00 WIB melalui form makanan sehat di SSO Undip.

2. Syarat Akses: Cukup tukarkan barcode yang didapat setelah war pada pukul 10.00 WIB. Layanan ini diberikan sepenuhnya secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun.


Beberapa contoh menu Food Truck Undip yang kami kutip dari akun X (Twitter) official @foodtruckundip.

Nasi Ayam rica-rica dan mix vegetable


Nasi Uduk, telur dadar, orek tempe, dan abon


Nasi sosis blackpepper dan sayur pokcoy wortel


Nasi Ebi Furai dan Salad


Nasi beef blackpepper dan mix vegetables

 

Tips Tertib War Makan Siang Gratis di Undip
Mengingat antusiasme mahasiswa yang cukup tinggi, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar pengalaman mengantre jadi lebih nyaman:

1. Datang sebelum pukul 12.20 WIB

2. Tunjukkan barcode secara full agar mudah dikenali petugas 

3. Jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya

4. Gunakan program ini dengan bijak dan bertanggung jawab.


Perlu diingat bahwa program ini merupakan fasilitas penunjang yang sifatnya dinamis, di mana ketersediaan, menu, serta titik lokasi sewaktu-waktu dapat mengalami penyesuaian. Pastikan kamu selalu memantau perkembangan informasi terbarunya melalui kanal media sosial resmi Universitas Diponegoro akun X (Twitter) official @foodtruckundip.

Yuk, manfaatkan fasilitas kampus ini dengan bijak dan tetap semangat menjalani aktivitas kuliahmu hari ini!


===
Baca juga:


Kabar Gembira, Kini Undip Punya E-Bike Pembayaran Bisa Lewat QRIS

Kabar Gembira, Kini Undip Punya E-Bike Pembayaran Bisa Lewat QRIS

0
 


Campusnesia.co.id - Semarang, 4 September 2026 – Universitas Diponegoro (UNDIP) meluncurkan Smart Transportation: E-Bike UNDIP sebagai moda transportasi ramah lingkungan untuk mendukung mobilitas mahasiswa dan civitas academica di kawasan kampus. Sebanyak 220 unit e-bike akan ditempatkan di sekitar 25 titik di lingkungan kampus UNDIP.

Peluncuran E-Bike UNDIP dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, di Pelataran Gedung Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik UNDIP.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan penyediaan e-bike merupakan bagian dari upaya UNDIP mengembangkan transportasi kampus yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung komitmen universitas terhadap keberlanjutan.

“E-Bike ini mendukung komitmen UNDIP terhadap GreenMetric dan menjadi bagian dari upaya transfer teknologi. Proses assembling-nya dilakukan 100% di Sekolah Vokasi,” ujar Prof. Suharnomo.

Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU, menjelaskan bahwa pengembangan E-Bike UNDIP bermula dari kunjungan Rektor UNDIP ke China pada tahun sebelumnya dan kerja sama dengan WanWay Technology.

Menurutnya, penyediaan e-bike menjadi bagian dari komitmen UNDIP dalam menyediakan sarana transportasi yang mendukung mobilitas civitas academica sekaligus mendorong pengurangan emisi karbon di lingkungan kampus.

“E-bike ini untuk menunjang UNDIP sebagai kampus yang berkelanjutan, terutama pada indikator transportasi dan program pengurangan karbon di lingkungan Universitas Diponegoro,” jelas Prof. Hadiyanto.

E-Bike UNDIP menggunakan sistem transportasi pintar dengan pembayaran melalui QRIS. Setelah digunakan, e-bike dikembalikan pada titik parkir yang telah ditentukan. Penggunaannya dibatasi hanya di dalam perimeter kampus UNDIP.


Kehadiran 220 unit e-bike tersebut diharapkan memberikan alternatif mobilitas yang praktis sekaligus memperkuat penerapan konsep smart transportation dan transportasi rendah karbon di lingkungan universitas.

Prof. Suharnomo juga mengingatkan bahwa pengembangan fasilitas harus diikuti dengan komitmen untuk menjaga dan merawatnya agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. “Kemampuan membangun harus berjalan beriringan dengan kemampuan merawat. Sustainability harus kita jaga agar berbagai pengembangan ini terus memberikan manfaat,” tegasnya.


Melalui E-Bike UNDIP, universitas terus memperkuat ekosistem kampus berkelanjutan dengan menyediakan pilihan transportasi yang mendukung mobilitas mahasiswa dan civitas academica sekaligus lebih ramah terhadap lingkungan. (Komunikasi Publik/UNDIP/Hng)


Sumber: undip.ac.id

Mahasiswa UGM Kembangkan Levocros untuk Eksplorasi Penghantaran Obat Tuberkulosis

0


Campusnesia.co.id - Yogyakarta - Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian. Selain pengembangan terapi, cara obat dihantarkan ke dalam tubuh juga menjadi salah satu aspek yang terus dieksplorasi dalam penelitian.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Levocros, penelitian yang mengeksplorasi sistem penghantaran levofloksasin melalui rute inhalasi. Penelitian ini dikembangkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan serta Fakultas Farmasi UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa–Riset Eksakta (PKM-RE).

Levocros menggunakan Nanostructured Lipid Carrier (NLC) sebagai sistem pembawa berbasis lipid. Sistem tersebut kemudian dikombinasikan dengan hyaluronic acid (HA) untuk membentuk HA-NLC-LFX, yang dikembangkan sebagai sistem penghantaran levofloksasin melalui inhalasi.

Pemilihan rute inhalasi menjadi salah satu bagian yang menarik dari penelitian ini. Melalui pendekatan tersebut, penelitian tidak hanya melihat obat dari sisi zat aktif, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana obat dapat dibawa melalui sistem yang dirancang untuk pemberian melalui saluran pernapasan.


Mengembangkan Formulasi di Laboratorium
Untuk menghasilkan sistem yang diharapkan, Levocros dikembangkan melalui metode hot emulsification-ultrasonication. Proses ini melibatkan pemanasan, pencampuran, homogenisasi, dan ultrasonikasi dalam pembuatan formulasi.

Setelah formulasi terbentuk, dilakukan berbagai pengujian untuk mengetahui karakteristiknya. Beberapa parameter yang diamati meliputi kemampuan membawa obat, ukuran dan keseragaman partikel, kestabilan, serta karakteristik formulasi lainnya.


Pengujian kemudian dilanjutkan untuk melihat pelepasan obat, performa nebulisasi atau aerosol, serta interaksi dan pengambilan sistem oleh sel secara in vitro.
Serangkaian pengujian tersebut menjadi bagian penting karena formulasi yang berhasil dibuat masih perlu dipahami karakteristik dan perilakunya sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut.


Kolaborasi Mahasiswa Kedokteran dan Farmasi
Pengembangan Levocros menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas bidang di lingkungan UGM. Mahasiswa dari bidang kedokteran dan farmasi bekerja dengan perspektif yang berbeda dalam mengembangkan penelitian yang sama.

Aspek permasalahan kesehatan dipertemukan dengan ilmu formulasi dan teknologi penghantaran obat. Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat bahwa pengembangan inovasi kesehatan dapat membutuhkan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu.

Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, anggota Tim Levocros, menjelaskan bahwa proses penelitian menjadi bagian penting dalam memahami karakteristik sistem yang dikembangkan.

“Melalui Levocros, setiap tahapan penelitian memberikan kesempatan untuk memahami karakteristik sistem penghantaran yang dikembangkan. Hasil dari setiap pengujian kemudian menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penelitian berikutnya.”


Masih dalam Tahap Penelitian
Saat ini, Levocros masih berada dalam tahap penelitian dan pengujian. Oleh karena itu, penelitian ini belum dapat digunakan untuk menyatakan bahwa Levocros telah terbukti efektif sebagai terapi tuberkulosis ataupun siap digunakan secara klinis.

Berbagai hasil pengujian masih perlu dianalisis untuk memahami karakteristik formulasi yang dikembangkan. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan pengembangan penelitian selanjutnya.


Melalui Levocros, mahasiswa UGM mencoba mengeksplorasi bahwa inovasi dalam bidang kesehatan tidak selalu harus dimulai dengan menemukan obat baru. Pengembangan juga dapat dilakukan dengan mencari pendekatan berbeda dalam sistem penghantaran obat yang telah tersedia.

Penelitian ini masih berjalan, tetapi proses formulasi dan pengujian yang dilakukan menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengembangkan kemungkinan baru dalam teknologi penghantaran obat tuberkulosis.


Kenal lebih dekat dengan tim Levocros
Levocros merupakan penelitian PKM-RE 2026 yang dikembangkan oleh Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, Emeliana Putri Ayu Ningsih, Desrika Dwi Handayani, Fatharani Hasya Tsabita, dan Ernestus Revan Yogantara Arjuna, dengan supervisi Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. dari Fakultas Farmasi UGM.


Editor:
Achmad Munandar

Beasiswa Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation

0
 


Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat sobat yang tertarik dengan dunia coding, DBS Foundation punya beasiswa bernama Coding Camp, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Mulai Oktober 2024, DBS Foundation Coding Camp meluncurkan program pelatihan baru, yaitu Coding Camp powered by DBS Foundation | Road to Future Workforce. Program pelatihan teknologi informasi ini dirancang dengan standar tinggi untuk mempersiapkan lulusan dengan keterampilan yang siap diterapkan dalam dunia kerja.


Program ini merupakan hasil kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding yang diselenggarakan sejak tahun 2022. Bank DBS, melalui DBS Foundation, berkomitmen menciptakan dampak positif yang melampaui layanan perbankan tradisional. Salah satu kontribusinya adalah membekali keterampilan yang relevan untuk masa depan. Sementara itu, Dicoding, sebagai platform edukasi teknologi terdepan, berfokus pada peningkatan literasi digital dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat. Program ini mencerminkan kolaborasi antara kedua entitas untuk memperluas akses ke pendidikan teknologi dan meningkatkan kesiapan kerja peserta


Program ini menyediakan pelatihan di bidang Gen AI Engineer, Data Scientist, Full-Stack Web Developer, dan AI Engineer, dilengkapi dengan pengembangan soft skill dan literasi keuangan. Tujuannya adalah mempersiapkan peserta secara menyeluruh untuk memasuki dunia kerja dengan menggabungkan keterampilan teknis dan keahlian tambahan yang penting bagi kesuksesan profesional.


Link pendaftaran klik di sini.


Main ke Festival Literasi Pati dan Lanjut Book Thrifting di Toko Buku Bekas Kaborongan

0



Campusnesia.co.id - Minggu 23 Agustus 2026 mumpung libur saya menyempatkan main ke Pati Kota yang jaraknya sekitar 25 menit dari desa saya. Hari ini tujuan saya ke GOR Pesantenan Pati yang berdasar informasi dari rekan saya sedang berlangsung acara Festival Literasi Pati.

Kegiatannya sendiri berlangsung sejak tanggal 19 dan bakal selesai pada tanggal 24 Agustus 2026, jadi setidaknya sebelum usai saya bermaksud datang untuk melihat-lihat. Mengutip dari poster yang beredar penyelenggraa yaitu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati festival ini berisi bazar buku, bedah buku, bimbingan teknis (bimtek) pembuatan komik, sesi mendongeng, hingga lomba menggambar.

Saya datang sekitar jam 17.00 WIB nampak ada puluhan pengunjung tapi tidak sampai ratusan, ada banyak lapak buku berdasar kategori dari buku anak, novel, sejarah, agama hingga politik.

Beberapa judul menarik perhatian saya karena bukunya cukup populer seperti buku Ikigai karya Héctor García dan Francesc Miralles, Distilasi Alkena karya WIra Nagara, komik Terlalu Tampan hingga sebuah buku yang menggelitik berjudul Kesuksesan Tidak Butuh Kunci karya Ananta Rispo yang kita kenal sebagai Komika dan anggota grup komedi GJLS.

Stand UMKM dan peserta acara lainnya sore itu juga kebetulan tidak ada penjaganya, padahal pengen main dan mampir untuk menyapa, mungkin saya terlalu sore datangnya.

Puas melihat-lihat, jalan-jalan di hari Minggu itu saya lanjutkan dengan mampir ke toko buku bekas yang terletak di daerah Kaborongan Kota Pati, kalau dari GOR Pesantenan yang terletak di daerah Puri kita harus berkendara sekitar 5 menit. Ancer-ancernya sebelah timur SMP N 8 Pati tepat di depan Rumah Makan Omah Cabe.

Setelah asyik memilih-milih sekitar 30 menit, pilihan saya jatuh pada satu Majalah Panjebar Semangat majalah berbahasa Jawa edisi tahun 2019, dua Komik Naruto, dua Majalah Donal Bebek, satu Majalah Intisari terbitan tahun 1987, dua Novel Lupus karya Hilman tahun 2000 dan dua Novel Wiro Sableng karya Bastian Tito nostalgia banget.

Ini kali kedua saya mampir di toko buku bekas tersebut dari sisi harga cukup kompetitif dengan yang di toko online, kelebihannya jelas kita bisa memilih langsung di lokasi, bisa langsung dibawa pulang dan jika menemukan judul-judul tertentu, rasanya seperti menemukan harta karun.

Dalam hal book thrifting setiap orang memiliki referensi masing-masing, tidak melulu judul-judul populer atau terbitan baru, bagi saya justru menemukan majalah atau buku yang lawas bisa jadi pemuas karena mengingatkan pada memori masa kecil. Misalnya novel Wiro Sableng yang kali pertama tahu ada novelnya saat kelas 4 SD dan sinetronnya yang menemani masa kanak-kanak setiap hari Minggu siang dengan jurus Pukulan Mataharinya.

Majalah Intisari adalah pilihan saya setiap kali ke perpus saat SMP, dibaca untuk dapat info-info unik yang sangat fresh pada masanya. Sedangkan Novel Lupus karya Hilman adalah referensi bagaimana menjadi pelajar gaul dengan bumbu romansa juga saya baca saat SMP setelah menonton sinetronya di Indosiar yang diperankan oleh Irgi dan Mona Ratuliu.

Video vlog


Buku dan majalah hasil thrifting ini bakal menjadi pendatang baru di Perpus Campusnesia dan  Pojok Baca Weron People sebuah upaya untuk mengkampanyekan literasi di dukuh saya Weron Tegalharjo Trangkil Pati.

Membaca tidak melulu harus buku-buku yang serius dan inspiratif, majalah dengan informasi sederhana, komik dan novel fiksi juga sama pentingnya untuk memantik imajinasi, menginspirasi bagaimana menulis fiksi serta menjadi cara sejenak beralih dari doomscrolling sosial media yang bisa berdampak pada short attention span kita.

Oke sobat pembaca demikian tadi postingan kita kali ini tentang Main ke Festival Literasi Pati dan Lanjut Book Thrifting di Toko Buku Bekas Kaborongan, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Hadirkan “PUSTAKA JUARA” untuk Tingkatkan Literasi Anak Desa Juragan

0


Campusnesia.co.idBATANG, 29 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui program PUSTAKA JUARA (Perpustakaan Unggul untuk Literasi Anak Juragan) melaksanakan kegiatan penguatan literasi bagi siswa SDN Juragan, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan anak dalam memahami cerita dan menuangkan ide melalui tulisan.

Kegiatan PUSTAKA JUARA dirancang dengan menggabungkan beberapa aktivitas literasi yang interaktif dan menyenangkan. Rangkaian kegiatan meliputi ice breaking literasi, read aloud, cerdas cermat, dan penulisan kreatif. Pendekatan tersebut digunakan agar siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi turut terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan diawali dengan ice breaking literasi untuk membangun suasana belajar yang lebih santai dan menarik. Siswa diajak mengikuti permainan dan menjawab pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan cerita rakyat Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi pengantar sebelum siswa memasuki sesi membaca dan membantu membangun antusiasme mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Selanjutnya, siswa mengikuti kegiatan read aloud dengan konsep membaca cerita secara bergantian. Mahasiswa KKN membacakan cerita rakyat Timun Mas bersama-sama, dengan setiap mahasiswa mengambil bagian dalam membacakan tokoh atau bagian cerita yang berbeda. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menyimak cerita sekaligus mengenal kegiatan membaca dengan cara yang lebih interaktif.

Setelah cerita selesai dibacakan, kegiatan dilanjutkan dengan cerdas cermat. Siswa diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan cerita yang telah mereka dengarkan dan berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Selain menjadi permainan, kegiatan tersebut juga digunakan untuk melihat sejauh mana siswa memahami isi cerita.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penulisan kreatif. Siswa diberikan kesempatan untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka melalui tulisan sederhana berdasarkan pertanyaan yang telah diberikan. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk berani menyampaikan gagasan menggunakan kata-kata mereka sendiri tanpa terlalu dibatasi oleh bentuk tulisan.

Dalam pelaksanaan PUSTAKA JUARA, Shaina Yanfa Kiswari turut berperan dalam mendampingi siswa selama rangkaian kegiatan, mulai dari memandu ice breaking, memfasilitasi kegiatan read aloud, memberikan pertanyaan dalam sesi cerdas cermat, hingga mendampingi siswa dalam kegiatan penulisan kreatif. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan siswa dan memahami karakter serta kemampuan mereka dalam mengikuti kegiatan literasi.

Hasil tulisan yang dibuat oleh siswa kemudian dikumpulkan dan menjadi bagian dari Pojok Literasi Kreatif. Pojok tersebut digunakan sebagai ruang untuk menampilkan karya siswa sehingga hasil tulisan mereka dapat diapresiasi dan dibaca oleh teman-teman lainnya.

Melalui PUSTAKA JUARA, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan gagasan melalui tulisan. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman bahwa kegiatan literasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak-anak.


Keberadaan Pojok Literasi Kreatif juga diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk terus membaca dan berkarya. Dengan adanya ruang untuk menampilkan hasil tulisan, siswa dapat melihat bahwa ide dan cerita yang mereka buat memiliki nilai untuk diapresiasi.

PUSTAKA JUARA menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung penguatan budaya literasi di Desa Juragan. Melalui kegiatan membaca, bermain, berdiskusi, dan menulis, mahasiswa berupaya menciptakan pengalaman belajar yang dapat mendorong anak-anak untuk terus mengenal, menikmati, dan mengembangkan kemampuan literasi mereka.



Penulis/Reporter: Shaina Yanfa Kiswari
Fotografer: Tim II KKN Undip 2026 Desa Juragan
Editor: Achmad Munandar
 

Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi Kegiatan Belajar Mengajar Guna Mendukung Pendidikan Anak di Desa Juragan

0



Campusnesia.co.idBATANG, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Afni Anggreani dan Shaina Yanfa Kiswari, melaksanakan pendampingan kegiatan belajar mengajar di TK Satria, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan sosial kemasyarakatan ini dilaksanakan sebanyak dua kali, pada 21 Juli dan 1 Agustus 2026, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran dan mendukung pendidikan anak-anak di Desa Juragan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran di TK Satria. Pendampingan dilakukan dengan membantu guru selama proses belajar mengajar, seperti mendampingi anak-anak dalam mengerjakan tugas, mengikuti kegiatan bernyanyi dan bermain, serta memberikan bantuan ketika anak-anak mengalami kesulitan selama kegiatan berlangsung.

Keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dilakukan dengan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak. Mahasiswa turut memberikan pendampingan secara individual ketika terdapat anak yang membutuhkan bantuan dalam memahami atau menyelesaikan kegiatan yang diberikan. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih interaktif dan anak-anak memperoleh pendampingan selama mengikuti kegiatan di kelas. 


Selain membantu kegiatan pembelajaran, mahasiswa juga berinteraksi secara langsung dengan anak-anak melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Interaksi tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif sekaligus membantu anak-anak merasa nyaman selama mengikuti pembelajaran. Kehadiran mahasiswa juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan pendamping belajar guru yang sehari-hari mendampingi mereka.


Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme dalam mengikuti aktivitas yang diberikan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan anak-anak juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hangat. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam membantu kegiatan di kelas, tetapi juga turut membangun komunikasi dengan anak-anak melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik mereka.


Kegiatan pendampingan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam berinteraksi dengan anak usia dini. Melalui keterlibatan secara langsung di kelas, mahasiswa dapat belajar memahami karakter dan kebutuhan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk dapat berkontribusi secara langsung di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan ini turut mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah. Pendampingan yang dilakukan menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan guru dalam mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di TK Satria. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan selama proses pembelajaran sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses pembelajaran di TK Satria. Kegiatan pendampingan juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat Desa Juragan.

Pendampingan kegiatan pembelajaran di TK Satria menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dalam mendukung kegiatan pendidikan di Desa Juragan selama pelaksanaan KKN. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar bersama yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun anak-anak di lingkungan sekolah.


Penulis/Reporter: Tim KKN Undip Desa Juragan
Fotografer: Tim II KKN Undip 2026 Desa Juragan
Editor: Achmad Munandar

Dari Limbah Buah Jadi Manfaat, KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga Ajak Warga Pedurungan Tengah Kenali Eco Enzyme

0
 

Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama peserta kegiatan Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Sabtu (8/8/2026). 


Campusnesia.co.id - Semarang – Tumpukan kulit dan sisa buah yang selama ini berakhir sebagai limbah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui semangat “Dari Limbah Buah Jadi Manfaat”, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 106 Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah untuk mengenal dan mempraktikkan pembuatan eco enzyme. Kegiatan sosialisasi dan praktik tersebut dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026) di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dengan sasaran masyarakat RW 06, RW 08, serta Kelompok Tani Mulyo. 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Melalui pembuatan eco enzyme, limbah buah yang umumnya langsung dibuang diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan limbah secara lebih bijak dari lingkungan rumah masing-masing.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai eco enzyme. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian eco enzyme, bahan dasar yang digunakan, serta proses pembuatannya. Penyampaian materi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai potensi limbah buah dan cara mengolahnya menjadi eco enzyme.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco enzyme. Peserta mengikuti secara langsung tahapan pengolahan menggunakan limbah buah sebagai bahan dasar. Keterlibatan peserta dalam praktik diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah maupun lingkungan sekitar.


Peserta mengikuti praktik pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah buah sebagai bahan dasar. 

Antusiasme masyarakat turut terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta dari RW 06, RW 08, dan Kelompok Tani Mulyo mengikuti rangkaian sosialisasi dan praktik secara aktif. Interaksi antara mahasiswa, Pertamina Patra Niaga, dan masyarakat juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan serta pemanfaatan limbah organik di lingkungan Kelurahan Pedurungan Tengah.

Koordinator Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme, Hasna Auliannisa Wahono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan pemanfaatan limbah buah kepada masyarakat secara sederhana dan aplikatif. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan limbah sebenarnya bisa dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu eco enzyme, tetapi juga melihat dan mencoba secara langsung bagaimana limbah buah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Harapannya, kebiasaan sederhana ini dapat terus dilakukan setelah kegiatan selesai dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap limbah yang dihasilkan sehari-hari,” ujarnya.

Kolaborasi Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pemanfaatan limbah buah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.


Produk eco enzyme yang dihasilkan oleh Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga. 

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui kegiatan edukasi dan praktik kepada masyarakat, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan kembali limbah buah, serta SDG 13 (Climate Action) melalui upaya mendorong pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Melalui semangat “Dari Limbah Buah Jadi Manfaat”, Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah. Limbah buah yang sebelumnya dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang kini diperkenalkan sebagai bahan yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama menuju lingkungan masyarakat yang lebih berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Mendorong Demokrasi Desa yang Inklusif melalui Pendampingan Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Toyogo oleh Mahasiswa KKN UNDIP 2026

0
 


Campusnesia.co.idDesa Toyogo, 24 Juli 2026 – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui program sosial kemasyarakatan, mahasiswa KKN UNDIP turut berperan aktif dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, salah satunya melalui kegiatan pendampingan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Toyogo yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2026.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap proses demokrasi di tingkat desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pemerintahan desa, termasuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, membahas peraturan desa bersama kepala desa, serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa. Oleh karena itu, proses pemilihan anggota BPD menjadi bagian penting dalam memastikan keterwakilan masyarakat dalam pembangunan desa.



Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berperan membantu proses administrasi dan pendataan perwakilan masyarakat yang mengikuti pemilihan BPD. Pendataan dilakukan terhadap unsur masyarakat yang memiliki keterlibatan dalam proses pemilihan, seperti perwakilan dari tingkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), serta unsur masyarakat lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh peserta yang hadir telah tercatat dengan baik sehingga proses pemilihan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain membantu pendataan, mahasiswa juga turut mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa dan panitia pemilihan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai mekanisme demokrasi lokal serta memahami bagaimana partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam pembangunan dan pengambilan keputusan di tingkat desa.

Kegiatan pendampingan pemilihan BPD Desa Toyogo ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi bentuk edukasi sosial mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan perwakilan yang akan membawa aspirasi warga. Keberadaan BPD yang terbentuk melalui proses pemilihan yang baik diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih partisipatif dan berkelanjutan.


Pelaksanaan kegiatan ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

1. SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Kegiatan pendampingan pemilihan BPD mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, inklusif, dan bertanggung jawab. Melalui proses pemilihan yang tertib dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kelembagaan desa serta mendorong partisipasi masyarakat dalam sistem pemerintahan.

2. SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan mendukung pemilihan BPD, mahasiswa turut berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa untuk membangun lingkungan sosial yang lebih baik.


3. SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kegiatan ini mencerminkan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKN UNDIP, pemerintah desa, panitia pemilihan, dan masyarakat Desa Toyogo dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa.


Melalui program pendampingan pemilihan BPD Desa Toyogo, mahasiswa KKN UNDIP 2026 menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan dalam kegiatan pemerintahan desa menjadi pengalaman berharga dalam memahami dinamika sosial, administrasi publik, serta pentingnya demokrasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.


Penulis: Alya Arinal Haq
Kontributor: Mahasiswa KKN UNDIP 2026
Lokasi: Desa Toyogo
Tanggal Pelaksanaan: 24 Juli 2026

Editor: Achmad Munandar

Ciptakan Grassile (Multifunction Herbal Spray) dari Serai dan Jeruk Nipis, Mahasiswa Kimia KKN-T 106 UNDIP Bawa Solusi Alami untuk Warga Pedurungan Tengah

0
 
Berbahan dasar serai dan jeruk nipis, Grassile dikembangkan mahasiswa Kimia KKN-T 106 UNDIP
sebagai alternatif spray anti-serangga dan pembersih alami
yang diperkenalkan kepada masyarakat Pedurungan Tengah. 



Campusnesia.co.id - Semarang, 26 Juli 2026 - Serai dan jeruk nipis yang biasa digunakan di dapur diolah menjadi Grassile (Multifunction Herbal Spray) oleh mahasiswa KKN-T 106 Universitas Diponegoro (UNDIP). Produk berbahan alami ini dapat digunakan untuk membantu mengusir serangga sekaligus membersihkan permukaan rumah. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada ibu-ibu PKK melalui kegiatan sosialisasi di Balai RT 02 RW 08, Kelurahan Pedurungan Tengah, pada Minggu (26/7/2026), sekaligus memberikan pengetahuan mengenai bahan, cara pembuatan, dan penggunaannya dalam kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan  sosialisasi, mahasiswa menjelaskan proses pembuatan Grassile mulai dari tahap pencucian dan pemotongan bahan, perebusan, penyaringan, pencampuran, hingga pengemasan. Para peserta juga diperagakan cara menggunakan produk untuk membantu mengusir serangga dan membersihkan permukaan rumah.

Panduan pembuatan dan keunggulan produk Grassile yang diperkenalkan kepada warga
dalam kegiatan sosial kemasyarakatan KKN-T 106 UNDIP.


Pengembangan Grassile menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu mahasiswa Program Studi Kimia KKN-T 106 UNDIP dalam kegiatan masyarakat. Prinsip ekstraksi alami digunakan dalam formulasi produk dengan memanfaatkan kandungan sitronella pada serai dan asam sitrat dari jeruk nipis. Serai dipilih karena mengandung minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu mengusir serangga. Sementara itu, jeruk nipis mengandung asam sitrat yang dapat membantu membersihkan noda dan lemak. Kedua bahan tersebut kemudian diformulasikan menjadi spray agar lebih praktis digunakan.

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif bertanya mengenai bahan yang digunakan, alternatif bahan, proses pembuatan, hingga penggunaan Grassile dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru untuk warga yang harapannya dapat diterapkan secara mandiri. Warga tidak hanya menerima produk yang telah dibuat, tetapi juga memahami proses pengolahannya sehingga dapat memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Salah satu peserta sosialisasi, Bu Tika, mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan bahan sederhana menjadi produk yang bermanfaat. “Anak-anak KKN kreatif-kreatif ya, bisa memanfaatkan bahan yang ada. Semoga bisa ditingkatkan lagi dan semakin memberi manfaat untuk masyarakat banyak”, ujar Bu Tika.

Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP memberikan pemaparan materi sosialisasi pemanfaatan Grassile kepada ibu-ibu warga di Balai RT 02 RW 08 Kelurahan Pedurungan Tengah,
Minggu (26/7/2026). 


Program KKN-T 106 UNDIP ini berada di bawah pendampingan Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terdiri atas Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Pengembangan Grassile turut mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengenalan produk berbahan alami, pengembangan inovasi, dan pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui Grassile, mahasiswa kimia KKN-T 106 UNDIP mendorong warga untuk melihat bahan sederhana di sekitar sebagai sesuatu yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat mendorong masyarakat mengembangkan inovasi lain sesuai kebutuhan sehari-hari.


Penulis:
Febiola Irashai Siti Mawla Yuri
Mahasiswa Program Studi Kimia Angkatan 2023
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar