Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Pengumuman SNBT Keluar, Yang Tidak Lolos Masih Ada Jalur Lain

0
 




Campusnesia.co.id - “Selamat Anda Dinyatakan Lulus Seleksi SNBT SNPMB 2024 di PTN : .. “ kira-kira seperti itu kalimat pegumuman SNBT yang ingin dilihat oleh teman-teman yang sedang menempuh pendaftaran kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Setelah melepas masa putih abu-abu, dapat dipastikan teman-teman pasti ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi khususnya pada Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat PTN ini. Tidak bisa dipungkiri, PTN masih menjadi kampus favorit bagi calon mahasiswa. Apalagi PTN terkenal dengan kualitas dan pelayanannya yang sudah baik. Paling tidak biaya kuliahnya masih di bawah kampus swasta dan ada banyak beasiswa yang dapat diikuti.

Ada beberapa jalur pendaftaran di PTN. Pertama yaitu jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Teman-teman saat ini sudah melewati pendaftaran jalur tersebut yang biasa dibuka pada awal 2024. Jalur ini merupakan seleksi berdasarkan rapor, prestasi akademik, dan non akademik. Kalau di Kemenag, seperti yang sudah teman-teman ketahui yaitu terdapat jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

Jalur masuk PTN yang kedua yaitu Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang hari ini telah dikeluarkan pengumumannya. Merupakan jalur alternatif setelah penutupan SNBP. Dikampus Kemenag, kita mengenal pendaftaran ini dengan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).  Untuk UM-PTKIN sendiri masih membuka pendaftaran hingga tanggal 15 Juni ini loh. 

Untuk jalur yang terakhir yaitu Jalur Seleksi Mandiri. Setiap PTN memiliki jalur mandiri yang bisa dibuka setelah SNBP atau SNBT. Sistem seleksi beragam, termasuk prestasi, ketua OSIS, pramuka, rapor, dan tes ujian komputer. Informasi jadwal dan persyaratan seputar jalur mandiri pun bisa langsung cek di masing-masing PTN yang dituju karena tiap PTN memiliki ketentuan tersendiri.

Bagi teman-teman yang sedang menempuh pendaftaran masuk Perguruan Tinggi, pasti sekarang masih terlarut dalam pengumuman SNBT 2024. Ada yang merasa bahagia karena lolos pendaftaran di PTN yang menjadi tujuan, ada pula yang meratapi kesedihan karena tidak lolos SNBT dan terpaksa harus mencari jalur pendaftaran yang lain. 

Sebelum hari dimana pengumuman SNBT 2024 itu keluar, seorang tokoh Indonesia yang juga sempat mencalonkan diri dalam kontestasi pemilihan Presiden kemarin yaitu Bapak Anies Baswedan sempat mendoakan teman-teman agar lolos SNBT 2024. Melalui video yang diunggah dalam X itu beliau mengungkapkan bagi teman-teman yang masih dalam penantian untuk bisa mendapatkan yang terbaik. Beliau juga berpesan bahwa apapun jalan yang ditemuh semoga membawa kepada kesuksesan.

Banyak terlihat di sosial media seperti halnya di aplikasi X. Bagaimana perasaan bahagia teman-teman dapat tercurahkan melalui video-video yang beredar. Bahkan ada yang sampai mengisak tangis setelah tahu bahwa dirinya diterima di kampus impian. Juga berdera pula bagaimana perasaan sedih bagi teman-teman yang tidak lolos SNBT di kampus impian. Semoga melalui jalur pendaftaran lain dapat menginjakkan kaki di kampus impinnya.

Masih terdapat jalur seleksi mandiri yang dapat diikuti oleh teman-teman semua yang masih tetap konsisten dalam memperjuangkan pendidikannya. Dengan selalu mempersiapkan diri dan tidak patah semangat setelah dua kali tidak lolos pendaftaran PTN 2024. Masih ada jalan untuk masuk perguruan tinggi yang dapat dimanfaatkan.

Selain PTN juga ada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dapat teman-teman jadikan sebagai tempat untuk menempuh pendidikan tinggi. Banyak PTS yang tidak kalah berkualitas seperti Bina Nusantara (BINUS) Universitas Islam Indonesia (UII) Telkom University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan masih banya lagi yang tak kalah dengan kampus negeri.

Terakhir, teman-teman semua juga harus selalu ingat, bahwa kuliah dimanapun kampusnya, mau PTN maupun PTS tidak akan berpengaruh jika bukan karena usaha belajar dari diri kita masing-masing. Kita semua dapat berkualitas tidak hanya melalui kampus yang istimewa tapi juga dapat berkualitas melalui kampus biasa sekalipun.



Penulis,
Moh. Heru Sunarko
Mahasiswa Pascasarjana 
UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Mahasiswa Informasi dan Humas UNDIP Gelar Kampanye GEMA bersama GoBank Surip

0
 



Campusnesia.co.idSemarang, 9 Juni 2024. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mahasiswa Program Studi D4 Informasi dan Humas Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar kampanye GEMA (Gerakan Mahasiswa Sadar Sampah) di Bundaran Pahlawan, Simpang Lima Semarang, pada Minggu pagi (9/6). Kampanye ini menggandeng GoBank Surip, sebuah bank sampah yang berlokasi di Jl. Purwogondo I No.276, Dadapsari, Kec. Semarang Utara.

Dalam kampanye GEMA, mahasiswa menyediakan tempat sampah di satu spot Bundaran Pahlawan serta membawa tempat sampah keliling yang dilaksanakan oleh 13 mahasiswa UNDIP Mahasiswa yang tergabung dalam kampanye GEMA meliputi Nafatha Crisandi, Rayhan Pasha, Khiar Amru S., Auriel Tabina S., Siti Sarah, Difani Love, Frizkya Fathya, Khaerunisa Safa K., Desi Dwiyanti, Nabila Imaddudin, Khaula Syaikiyah, Leviana Maharani, dan Hayunisa Maharani. 

Perwakilan mahasiswa, Difani Love, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk perhatian generasi muda terhadap keberlangsungan lingkungan hidup, dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya.

"Kampanye GEMA adalah bukti bahwa mahasiswa bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Ini juga merupakan implementasi dari pembelajaran di kelas," ujarnya dalam rilis yang dikirim ke Campusnesia.

Bersama pengurus GoBank Surip, para mahasiswa dibagi menjadi beberapa tim yang bertugas mengumpulkan sampah dari pengunjung Car Free Day. Mereka mengumpulkan botol plastik, plastik bekas bungkus makanan, dan sampah kertas. Beberapa mahasiswa berjaga di tempat sampah statis di Bundaran Pahlawan, sementara yang lain bergerak menyusuri Stand Kuliner di Jalan Imam Bardjo SH, Jalan Pahlawan, hingga Taman Indonesia Kaya.

Pada saat pelaksanaannya, para pengunjung Car Free Day merasakan manfaat besar dari Kegiatan Gema Sampah ini, mereka dapat mengingat kembali tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memberikan pemahaman tentang berbagai jenis sampah, termasuk organik dan anorganik.

Kepala Bank Sampah Sumber Urip, Bapak Gatot Iman Triyoga, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa atas kerjasama yang baik dalam kampanye GEMA. Beliau menjelaskan bahwa melalui gerakan ini, jumlah sampah yang biasanya bercecer di sepanjang rute Car Free Day bisa berkurang signifikan.

"Semangat teman-teman mahasiswa luar biasa. Mereka berjalan bersama sepanjang rute Car Free Day dan menyapa orang-orang yang membuang sampah dengan ramah. Banyak orang yang membuang sampah dengan tersenyum," ujarnya.

Dengan adanya kampanye GEMA, diharapkan sampah yang terkumpul dapat ditampung dan diolah oleh GoBank Surip menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk melakukan kegiatan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.

Desy Dwi Ratna Sari, The Winner Duta Pendidikan Indonesia di Singapura Satu-satunya dari Soloraya

0
 


Campusnesia.co.id - Telah berlangsung Grand Final Ajang Pemilihan Duta Pendidikan Indonesia di Singapura pada tanggal 27-29 Mei 2024. Acara ini diselenggarakan oleh Leaders.id dibawah naungan Yayasan Edukasi Harapan Indonesia yang bekerja sama dengan Alumni National  University Of Singapore. 

Tahapan seleksi dimulai tahap administrasi, lalu assessment test dan berakhir dengan wawancara online.  Dari 31.036 pendaftar,  dipilih 100 finalis terbaik yang mengikuti Grand Final di Singapura.

Desy Dwi Ratna Sari salah satu wakil dari Yayasan Smart Cendekia yang beralamat di Klaten, Jawa Tengah berhasil lolos masuk 100 peserta yang mengikuti Grand Final.

Setelah mengikuti karantina Grand Final, Desy dinobatkan menjadi The Winner Of Duta Pendidikan Indonesia Putri Tahun 2024.

Terima kasih atas support dan doa dari Anda semua. Semoga dengan amanah Duta Pendidikan ini bisa memajukan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Mahasiswi Polines Ajarkan Penggunaan Aplikasi SCM dan Sales ERP Pada UMKM di Tembalang

0
 


Campusnesia.co.id - Semarang 31/05/2024. Mahasiswi Polines ajarkan penggunaan aplikasi SCM dan Sales pada UMKM di Tembalang. Hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan Project Based Learning pada Mata Kuliah International Suplly Chain Management and Enterprise Resource Planning Application dalam bab ERP yang dipelajari dalam Program Studi D3 Manajemen Pemasaran di bawah bimbingan dosen bapak Bayu Setyo Nugroho, S.ST., M.M., CPISC., CIPM.

Tiga mahasiswi Polines yang terdiri dari Adinda Sifa Nurhaliza, Isnanda Nur Annisa dan Siska Nur Septiani memilih Loetju Merchandise sebagai UMKM yang dibantu mengenal aplikasi ERP bernama Odoo. 

Sebagai informasi Loetju Merchandise yang beralamat di Jl. Iwenisari No. 27 Tembalang Semarang adalah UMKM yang bergerak dalam jasa percetakan plakat dan merchandise. Selama ini dalam hal pencatatan stok, pembelian bahan baku, data pembeli  hingga pembuatan nota masih dilakukan secara tulis manual, lewat implementasi mata kuliah ERP ini ketiga mahasiswi Polines di atas mengenalkan, membantu membuatkan akun hingga mengajarkan penggunaan aplikasi Odoo.

"Lewat pelaksanaan Project Based Learning ini kami mencoba membantu UMKM untuk mulai menggunakan aplikasi ERP agar bisa menuju digitalisasi usaha" jelas Adinda saat ditanya mengapa UMKM harus menggunakan aplikasi ERP.

"Penggunaan aplikasi ini banyak manfaatnya selain bisa membuat data stok produk, invoice secara online, juga bisa menjadi dokumentasi dan arsip penjualan secara digital yang suatu saat bisa digunakan untuk berbagai keperluan" tambah Isnanda.

"Kami membantu mengenalkan aplikasi, mendampingi membuat akun, membuat data produk hingga mengajarkan cara penggunaan aplikasi pada pelaku UMKM secara perlahan dengan harapan bisa dipahami dengan baik dan bisa menggunakannya di usaha masing-masing" tutup Siska anggota kelompok saat ditanya.


Bagi yang belum tahu, ERP atau Enterprise Resource Planning adalah sistem perangkat lunak yang membantu organisasi mengotomatisasi dan mengintegrasikan proses bisnis utama. ERP dapat membantu dengan proses di bidang keuangan, sumber daya manusia, manufaktur, rantai pasokan, layanan, pengadaan, dan banyak lagi. 

Sedangkan SCM  atau Supply Chain Management atau manajemen rantai pasok adalah sebuah sistem yang mengintegrasi berbagai fungsi dan organisasi dalam hal produksi dan distribusi produk ke pelanggan. SCM melibatkan pengelolaan bahan baku, produksi, distribusi, dan pengiriman produk ke pelanggan. Konsep ini sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan terus tersedia untuk pelanggan, dengan biaya yang efektif dan waktu yang tepat. 

Aplikasi Odoo adalah sebuah aplikasi open source untuk manajemen bisnis yang dapat digunakan untuk berbagai industri, jenis produk, budaya kerja, dan pola bisnis. Odoo mencakup semua kebutuhan perusahaan, seperti CRM (Customer Relationship Management), eCommerce, akuntansi, inventaris, point of sale, dan manajemen proyek. Odoo dirancang agar fleksibel dan modular, sehingga perusahaan dapat menyesuaikan dan mengembangkan sistem ERP mereka sesuai dengan kebutuhan. 

"Saya berterima kasih atas praktik kuliahnya dari adik-adik mahasiswi Polines yang sudah mengenalkan dan membantu menggunakan aplikasi ERP yaitu Odoo, sangat terbantu karena umumnya aplikasi serupa berbayar. Semoga dengan menggunakan aplikasi ini kami bisa lebih efisien dan terstruktur dalam mengelola usaha" ungkap Nandar owner Loetju saat ditanya tanggapannya.





Penulis
Alia Lestari



====
Baca juga:

Ngomongin Apa Itu Student Loan, Manfaat dan Sisi Negatifnya

0


Campusnesia.co.id - Semarang 29 Mei 2024. Setelah ramai dikritik dan ditolak oleh masyarakat, kebijakan kenaikan UKT tahun 2024 yang sangat tinggi di seluruh Indonesia resmi dibatalkan oleh Menristekdikti Nadiem Makarim setelah bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara pada Senin 27 Mei 2024.

Setidaknya ada dua hal yang perlu digaris bawahi, pertama pembatalan kenaikan UKT untuk mahasiswa baru 2024 kemungkinan tahun depan akan naik. Kedua, kenaikan UKT yang tinggi ini sebenarnya sudah dimulai dari beberapa tahun yang lalu dan puncaknya adalah tahun 2024 ini yang tidak tanggung-tanggung bahkan ada yang naik sebesar 500 persen.

Tetap saja biaya pendidikan untuk jenjang perguruan tinggi terutama negeri sudah semakin mahal, banyak yang tidak lagi terjangkau oleh masyarakat terutama kelas menengah yang pas-pasan, tidak tercover beasiswa KIP Kuliah yang mensyaratkan kurang mampu secara ekonomi yang terbebani dengan pendapatan yang pas-pasan untuk semua kebutuhan hidup.

Di tengah isu mahalnya UKT dan protes dari berbagai kalangan terutama mahasiswa, beberapa kampus bahkan negeri menawarkan solusi yang justru bakal jadi masalah baru dikemudian hari yaitu pinjaman pendidikan atau student loan.

Beberapa kampus bekerja sama dengan fintech atau pinjol khusus pendidikan dengan bunga yang sangata tinggi. Alih-alih berusaha menurunkan tarif UKT untuk mahasiswa yang keberatan, kampus justry menyodorkan  solusi pinjol pendidikan, iya sih pihsak kampus akan menerima cash lunas dari pinjol dan mahasiswa yang akan terbebani cicilan pinjaman dengan bunga yang mencekik dan potensi gagal bayar, familiar? iya mirip sistem pembiayaan kredit kendaraan kerjasama antara dealer dan finance.

Mungkin ada diantara sobat pembaca yang belum paham tentang apa itu Student Loan, lewat postingan kali ini yuk mari kita coba bahas.


Apa itu Studen Loan atau pinjaman pendidikan?

Mengutip Cambridge Dictionary, pinjaman pendidikan adalah perjanjian di mana mahasiswa atau universitas dapat meminjam uang dari bank demi membiayai kuliahnya.

Mahasiswa peminjam kemudian harus membayar kembali uang tersebut setelah selesai berkuliah dan mulai bekerja.

Dalam makalah berjudul Pembiayaan Pendidikan Tinggi di Indonesia: Menilai Fisibilitas Sistem Pinjaman Berbasis Potensi Pendapatan yang diterbitkan oleh Smeru Institute, disebutkan bahwa ada dua jenis sistem pinjaman pendidikan.

Jenis yang pertama adalah pinjaman hipotek yang jangka waktu pembayarannya sudah ditentukan. Pinjaman jenis ini biasanya menyebabkan beban pembayaran yang tinggi, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Risikonya bisa berupa gagal bayar.

Ini adalah jenis pinjaman yang sering digunakan, di antaranya di Amerika Serikat, Kanada, Filipina, dan Thailand.

Sedangkan tipe yang kedua adalah sistem pinjaman berbasis pendapatan. Artinya, peminjam dapat membayar kembali pinjamannya setelah penghasilannya mencapai ambang batas tertentu.

Dalam tipe kedua ini, jangka waktu pelunasannya tidak ditentukan di awal. Skema semacam ini diterapkan di beberapa negara seperti Australia, Swedia, Inggris, dan Jerman.


Munculnya wacana student loan di Indonesia

Akses terhadap pendidikan tinggi di Indonesia memang masih timpang. Survei Sosiekonomi Nasional (Susenas) 2023 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hanya 10,15% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang mengenyam pendidikan tinggi.

Sejauh ini, pemerintah memiliki sejumlah skema beasiswa untuk mengurangi ketimpangan tersebut. Salah satunya adalah beasiswa Bidik Misi yang ditujukan kepada siswa tidak mampu.

Berdasarkan data pemerintah, sekitar 73.000 siswa menerima beasiswa dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Kementerian Agama; serta LPDP per Mei 2023.

Namun, data menunjukkan ketimpangan akses masih terjadi.

Akan tetapi, itu bukan satu-satunya persoalan yang muncul. Berkaca dari kasus di Institut Teknologi Bandung (ITB), ada siswa yang bisa mengakses pendidikan tinggi, namun kesulitan membayar uang kuliah yang dirasa mahal.

Salah satunya imbas komersialisasi perguruan tinggi usai disahkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Liputan jurnalisme data Kompas pada 2022 juga mengungkap bahwa kenaikan biaya pendidikan tidak sebanding dengan peningkatan penghasilan masyarakat.

Berdasarkan laporan BBC News Indonesia, mahasiswa yang menunggak pembayaran uang kuliah mengaku "dipaksa cuti" oleh kebijakan yang memberatkan. ITB lalu menawarkan opsi pembayaran melalui pinjaman online yang menuai kritik.

Pengamat dari Insitute for Development of Economics and Science (Indef) Nailul Huda mengatakan opsi pembayaran melalui pinjol memiliki risiko gagal bayar yang tinggi karena harus dibayar saat itu juga.

"Terutama apabila tidak ada kesanggupan dari orang tua untuk melakukan pembayaran cicilan," kata dia.

Sementara program-program bantuan pendidikan seperti beasiswa Bidik Misi, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan beasiswa lainnya biasanya mensyaratkan penerimanya harus terdaftar di keluarga miskin.

"Bagaimana dengan orang yang tidak masuk ke program keluarga miskin namun tidak mampu juga untuk membiayai kuliah. Ya bisa menerapkan student loan dengan bunga 0%," kata Nailul.


Praktik student loan di negara lain


Di Inggris, pinjaman pendidikan berlaku dengan skema pendapatan minimum. Artinya, si peminjam tidak perlu membayar hingga pendapatannya mencapai minimal pendapatan yang ditetapkan.

Ketika sudah mendapat pendapatan minimal itu, maka biaya yang dibayarkan biasanya sebesar 9% dari pendapatan.

Berdasarkan peraturan terbaru di Inggris, jangka waktu pembayaran pinjaman mencapai 40 tahun. Apabila melebihi jangka itu, maka utangnya akan diputihkan berapa pun jumlahnya.

Studen Loan di Wales dan Skotlandia, jangka waktunya adalah 30 tahun, dan di Irlandia Utara selama 25 tahun.

Namun pada praktiknya, ada pula yang akhirnya merasa keberatan dengan beban utang yang mereka tanggung.

Salah satunya adalah Vonnie Sandlan, yang mengambil pinjaman mahasiswa untuk membiayai kuliah dan biaya hidupnya.

Sandlan yang telah berusia 41 tahun, masih harus menanggung utang dari pinjaman pendidikannya sebesar £35,000 (sekitar Rp700 juta).

“Saya mendapat gaji yang layak, namun saya masih belum membayar cukup uang untuk mengurangi utang pinjaman mahasiswa saya,” kata dia.

“Saya merasa tidak akan mampu melunasinya sebelum saya pensiun. Begitulah kenyataannya.”

Vonie juga membayar cicilan rumah dengan bunga 3,69%. Sedangkan bunga dari pinjaman mahasiswanya adalah 6,25%. Menurutnya bunga sebesar itu terasa “benar-benar konyol”.

“Bayangan bahwa saya masih akan melunasinya pada usia 60 tahun sungguh membuat khawatir,” kata dia.

Sementara itu, utangnya baru bisa diputihkan pada usia 65 tahun atau 30 tahun sejak dia memenuhi syarat untuk menyicil berdasarkan peraturan di Skotlandia.

Di Amerika Serikat, pinjaman pendidikan juga merupakan hal yang lumrah. Tingginya biaya kuliah di AS membuat sekitar 70% mahasiswa di negara tersebut lulus dengan bantuan pinjaman pendidikan.

Pemerintah AS menawarkan sejumlah skema pengembalian pinjaman. Salah satunya, debitur dapat membayar cicilan berdasarkan pendapatan mereka selama 20 hingga 25 tahun.

Namun mudahnya akses pinjaman pendidikan ternyata membuat banyak orang Amerika terlilit oleh utang.

Sebanyak 43 juta orang Amerika menanggung utang biaya pendidikan dengan total beban utang mencapai lebih dari $1,7 triliun. Pada banyak kasus, debitur harus menanggung tagihan bulanan selama berpuluh-puluh tahun setelah menamatkan pendidikan mereka.

Pada 2023, pemerintahan Joe Biden telah memutihkan utang dari pinjaman pendidikan sebesar US$39 miliar dari 804.000 peminjam yang telah menyicil selama lebih dari 20 tahun.

Elizabeth Hadzic, yang bekerja sebagai seorang terapis, merasa bahwa penghasilannya tidak memungkinkan untuk melunasi pinjaman pendidikan tersebut.

Oleh sebab itu, dia meminta pemerintah memutihkan utangnya sebesar lebih dari US$100.000 (sekitar Rp1,5 miliar) pada tahun lalu.

Setiap bulan, dia harus membayar tagihan sebesar lebih dari US$1.400 (sekitar Rp21,8 juta) dan penghasilannya tidak mencukupi mengingat masih ada pengeluaran lainnya.

“Saya mengira saya akan mampu melunasinya, tapi pekerjaan saya ternyata tidak menghasilkan uang sebesar itu,” kata perempuan berusia 50 tahun ini.


Manfaat dan Dampak Negatif Student Loan

Kita awali dengan membahas manfaat studen loan:

1. Akses terhadap pendidikan tinggi
Dengan adanya pinjaman pendidikan memungkian semua kalangan untuk menjangkau akses terhadap pendidikan di perguruan tinggi yang selama ini punya tembok penghalang bernama biaya pendidikan yang mahal.


2. Investasi untuk diri sendiri di masa depan
Dengan mengeyam pendidikan di perguruan tinggi akan memperbesar peluang mendapatkan kehidupan, masa depan dan pekerjaan yang lebih baik. Tidak bisa dipungkiri mayoritas pekerjaan dengan gaji yang layak dan terbilang lebih banyak yang mensyarakatkan pendaftarnya memiliki ijazah sarjana. Dengan demikian diharapkan mampu memperbaiki kondisi ekonomi dan kesejahtteraan masyarakat.


3. Fleksibilitas Keuangan
Dengan mengambil pinjaman pendidikan, setidaknya selama proses belajar mahasiswa punya waktu untuk hanya fokus pada pendidikan dan tidak terbagi konsentrasi dengan melakukan pekerjaan sampingan atau full time untuk biaya kuliah misalnya.


Namun demikian, ada pula dampak negatifnya dari penerapan studen loan yang bahkan di negara maju seperti Amerika juga masih mengalaminya, apa saja kemungkinan dampak negatif tersebut, misalnya seperti di bawah ini:


1. Bunga yang tinggi
Hal yang tidak bisa dihindari dari pinjaman pendidikan adalah besaran bunga yang tinggi, dalam kasus viral di ITB beberapa waktu yang lalu, untuk pinjaman UKT 12,5 juta mahasiswa harus membayar hingga 15 juta dengan bunga dan biaya administrasi lainnya tentu saja ini sangat memberatkan.


2. Beban keuangan yang berlarut-larut
Sebut saja misal praktiknya pinjaman dibayar setelah mahasiswa lulus dan memperoleh pekerjaan, pinjaman pendidikan selama kuliah yang besar bakal jadi beban keuangan dalam jangka panjang karena harus tertib menyisihkan sebagian besar gaji yang diperoleh untuk membayar pinjaman yang pernah diambil.


3. Potensi Stress
Bagaimanapun tanggungan hutang dan kewajiban membayar cicilan tiap bulan akan menambah beban pikiran dan psikologi yang akan berdampak pada stress. Jika sudah stress maka akan mempernagaruhi banyak hal dari emosi sehari-hari hingga masalah kesehatan.


4. Resiko jadi pengganguran dan tidak berpenghasilan
Bagaimanapun kerasnya usaha dalam memperoleh pekerjaan atau memulai usaha yang sukses pasti ada kemungkinan ditolak atau gagal. Resiko tidak mampu menghasilkan uang ini akan menambah dampak negatif mengambil pinjaman pendidikan. Bagaimana mungkin bisa mencicil jika tidak punya pekerjaan atau bisnis yang menghasilkan.


Sebagai penutup di tengah pro dan kontra seerta manfaat dan postensi dampak negatif dari pelaksanaan studen loan atau pinjaman pendidikan ada baiknya sobat berfikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk mengambil peluang ini.

Mungkin sebagai alternatif solusi bisa mencari kampus dan perguruan tinggi yang terjangkau seperti Universitas Terbuka misalnya atau kampus di daerah, bisa juga dengan rajin mencari informasi beasiswa yang bisa jadi sarana dalam uapaya tetap kuliah di perguruan tinggi.

Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Ngomongin Apa Itu Student Loan, Manfaat dan Sisi Negatifnya, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Nandar

Sumber: 


===
Baca juga:

This is 9 Tips How to Structure an Essay

0
 


Campusnesia.co.id - Writing a well-structured essay is crucial for conveying your ideas clearly and effectively. We understand that mastering the art of essay structuring is essential for students at all academic levels. Whether you're a high school student tackling a class assignment or a college student working on a major project, coherently organizing your thoughts is key to successful academic writing. A well-structured essay not only enhances readability but also helps you present your arguments more convincingly.

In this guide, Peachy Essay a well-known writing service platform will explain the essential steps to structure your essay like a pro. From crafting a compelling introduction to developing strong body paragraphs and writing a conclusive ending, we’ve got you covered. Additionally, we'll share valuable tips on outlining, integrating quotations, addressing counterarguments, and maintaining a formal tone. By following these guidelines, you can create essays that are clear, persuasive, and impactful.


1. Understanding the Basic Structure
Every essay typically follows a standard structure consisting of three main parts: the introduction, the body, and the conclusion. Each section has its purpose and should be crafted carefully to ensure your essay flows logically.

• Introduction The introduction sets the stage for your essay. It should grab the reader’s attention, provide some background information on your topic, and present your thesis statement. Your thesis statement is the central argument or main point you will be making in your essay.

• Body The body of your essay is where you develop your arguments, provide evidence, and elaborate on your points. Each paragraph in the body should focus on a single idea, which supports your thesis statement. Typically, the body consists of three to five paragraphs, but this can vary depending on the essay’s length and complexity.

• Conclusion The conclusion wraps up your essay by summarizing the main points and restating the thesis in light of the evidence you’ve discussed. It should provide a sense of closure and may also offer some insights or suggestions for further research or discussion.


2. Crafting a Strong Introduction
A compelling introduction is crucial for making a good first impression. Here are some tips for writing an effective introduction:

• Start with a Hook: Begin with an interesting fact, a quote, a question, or a brief anecdote to grab the reader’s attention.

• Provide Background Information: Give your readers some context to help them understand the topic.

• State Your Thesis: Clearly present your thesis statement, outlining the main argument or purpose of your essay.


3. Developing the Body Paragraphs
Each body paragraph should be well-organized and focused on a single idea. Follow these guidelines to create coherent and persuasive body paragraphs:

• Start with a Topic Sentence: Each paragraph should begin with a topic sentence that introduces the main idea of the paragraph.

• Provide Evidence: Use facts, quotes, examples, and statistics to support your points. Ensure your evidence is relevant and credible.

• Explain Your Points: Analyze and explain how your evidence supports your thesis. This is where you show your critical thinking skills.

• Transition Smoothly: Use transition words and phrases to link your paragraphs and ensure your essay flows logically. Examples include "furthermore," "in addition," "however," and "therefore."


4. Writing a Conclusive Ending
Your conclusion should bring everything together and leave a lasting impression. Here’s how to write a strong conclusion:

• Summarize Main Points: Briefly recap the key arguments you’ve made in the body of your essay.

• Restate the Thesis: Reiterate your thesis statement, showing how your arguments have supported it.

• Offer Final Insights: Provide some final thoughts, implications, or suggestions for future research. Avoid introducing new information here.


5. Reviewing and Revising
An essential part of essay writing is reviewing and revising your work. Here are some tips for the revision process:

• Take a Break: After finishing your draft, take a break before revising. This helps you approach your essay with fresh eyes.

• Check for Clarity and Coherence: Ensure your ideas are clearly expressed and that your essay flows logically.

• Proofread: Look for grammatical errors, spelling mistakes, and punctuation issues. Reading your essay aloud can help catch errors you might miss when reading silently.

• Seek Feedback: If possible, ask someone else to read your essay and provide feedback.


6. Creating an Outline
Before diving into writing, create an outline to organize your thoughts. An outline serves as a roadmap for your essay, ensuring you cover all necessary points systematically.

• Plan Main Points: Identify the main points you want to cover in each section of your essay.

• Organize Logically: Arrange your points in a logical order to ensure a smooth flow of ideas.

• Detail Supporting Evidence: For each main point, list the supporting evidence you will use. This helps in maintaining focus and coherence.


7. Integrating Quotations and Paraphrases
Using quotations and paraphrases effectively strengthens your arguments. It’s important to integrate them smoothly into your essay.

• Choose Relevant Quotes: Select quotations that directly support your points.

• Introduce Quotes Properly: Use introductory phrases to integrate quotations into your text.

• Cite Sources: Always provide proper citations for quotations and paraphrases to avoid plagiarism.


8. Addressing Counterarguments
A strong essay acknowledges and addresses counterarguments. This demonstrates critical thinking and strengthens your position.

• Identify Counterarguments: Consider potential objections to your thesis.

• Refute Counterarguments: Provide evidence and reasoning to refute these counterarguments.

• Acknowledge Valid Points: Sometimes, acknowledging valid points from the opposing view can strengthen your credibility.


9. Maintaining a Formal Tone and Style
Academic essays require a formal tone and style. Here are some tips to maintain formality in your writing:

• Avoid Colloquialisms: Use formal language and avoid slang or colloquial expressions.

• Use the Third Person: Generally, academic essays are written in the third person. Avoid using "I" or "you" unless specifically instructed otherwise.

• Be Concise and Precise: Use clear and concise language. Avoid unnecessary words and be specific in your arguments.


Structuring an essay properly is key to presenting your arguments clearly and effectively. By following these tips and focusing on the introduction, body, and conclusion, you can craft an essay that is well-organized and persuasive. Remember to review and revise your work to ensure it meets the highest standards. Happy writing!

Pengabdian Masyarakat oleh Departemen Peternakan Universitas Diponegoro di Kecamatan Wirosari untuk Mendukung Suistainable Development Goals (SDGs)

0




Campusnesia.co.id -  Grobogan, 16 Mei 2024 - Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Mei 2024 di Aula Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh 30 orang perwakilan Kelompok Tani Ternak (KTT) di Kecamatan Wirosari.

Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Asep Setiaji, S.Pt., M.Si., Ph.D, bertujuan untuk memonitoring KTT binaan Departemen Peternakan serta menumbuhkan kembali gairah beternak di kalangan peternak setempat. Ketua Departemen Peternakan, Dr. Ir. Sri Sumarsih, S.Pt., M.P. IPM, turut hadir mendukung acara ini, yang juga dihadiri oleh Camat Kecamatan Wirosari, Purbo Adi Nugroho, S.A.P., M.M.



Acara ini dibagi menjadi dua sesi materi utama. Materi pertama yang membahas tentang "Perbaikan Nutrisi pada Ternak" disampaikan oleh Dr. Ir. Mulyono, M.Si. Materi ini memberikan pengetahuan mendalam mengenai cara meningkatkan kualitas nutrisi untuk ternak guna mencapai hasil yang lebih optimal. Materi kedua mengenai "Dinamika Kelompok" disampaikan oleh Ir. Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D. IPM, yang menekankan pentingnya kerjasama dan dinamika dalam kelompok tani ternak untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam sambutannya, Ketua Departemen Peternakan, Dr. Ir. Sri Sumarsih, S.Pt., M.P. IP. menyampaikan, "Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memonitoring KTT binaan Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro serta menumbuhkan kembali gairah beternak di kalangan peternak setempat."



Sementara itu, Camat Wirosari, Purbo Adi Nugroho, mengucapkan terima kasih kepada Departemen Peternakan Universitas Diponegoro. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peternak di Wirosari. Semoga kerjasama ini terus berlanjut dan semakin memperkuat sektor peternakan di daerah kita," ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para peternak di Kecamatan Wirosari dan memperkuat kerjasama antara Universitas Diponegoro dengan masyarakat setempat dalam mendukung SDGs.

Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor peternakan melalui berbagai program pengabdian masyarakat dalam mendukung SDGs.

Kemenag RI Kembali Membuka Beasiswa Maroko 2024

0
 




Campusnesia.co.id -  Kementerian Agama RI kembali membuka pendaftaran beasiswa Pemerintah Maroko. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Pusaka Superapps Kementerian Agama. Pendaftaran dibuka hingga tanggal 20 Mei mendatang.

Program ini diperuntukan bagi para lulusan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya/ Satuan Pendidikan di Indonesia yang memiliki semangat dan minat untuk melanjutkan studi di Maroko.

“Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) melalui Kedutaan Maroko setiap tahun memberikan kuota beasiswa. Tahun ini, jumlah kuota beasiswa yang diberikan sebanyak 50 orang melalui Kemenag,” ungkap Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ahmad Zainul Hamdi, dalam laman kemenag, Rabu (15/5/2024).

Seleksi calon penerima beasiswa akan dilaksanakan oleh Konsorium Pusat Bahasa PTKI Negeri. Peserta akan melalui beberapa tahap mulai dari tahap verifikasi dokumen yang akan diumumkan pada 21 Mei 2024 melalui aplikasi Pusaka Superapps Kementerian Agama. Tahap selanjutnya, peserta akan diseleksi kemampuan Bahasa Arab CBT online yang akan dilaksanakan pada 1 Juni 2024 dan tes wawancara pada 8-9 Juni 2024.

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, Abdul Rouf memaparkan seluruh rangkaian seleksi beasiswa Maroko akan diumumkan pada 13 Juni 2024. Selain itu, Abdul Rouf mengatakan bahwa seleksi ini akan dilakukan secara transparan dan terbuka agar mudah diakses dan diikuti masyarakat.

Adapun proses seleksi akan dilaksanakan pada 15 lokasi PTKIN berikut:

1. UIN Syarif Hidayatullah

2. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

3. UIN Maulana Malik Ibrahim 

4. UIN Alauddin Makassar

5. UIN Sumatera Utara Medan

6. UIN Ar Raniry Banda Aceh

7. UIN Antasari Banjarmasin

8. UIN Sunan Ampel Surabaya

9. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

10. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

11. UIN Mataram

12 UIN Imam Bonjol Padang

13. UIN Raden Intan Lampung

14. UIN Walisongo Semarang

15. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi