Memahami Apa Itu Ibadah Umroh, Hukum dan Syarat serta Tips Memilih Biro Travel Umroh Terkurasi dengan Pergiumroh.com

 



Campusnesia.co.id - Pergi Haji merupakan rukun islam ke lima dan hukumnya wajib bagi yang mampu, dalam hal ini mampu yang dimaksud adalah secara materi atau finansial meliputi biaya perjalanan dan biaya hidup keluarga yang ditinggalkan, mampu secara fisik artinya badan sehat, keamanan perjalanan, dan adanya waktu luang serta kesempatan. 

Faktanya, mengutip detik.com jika mendaftar haji reguler saat ini tahun 2026, diperkirakan kita baru bisa berangkat antara 11 hingga 47 tahun mendatang, tergantung wilayah. Masa tunggu rata-rata saat ini berkisar 13 hingga 34 tahun atau bahkan lebih lama di beberapa provinsi padat seperti Jawa Timur (sekitar 34 tahun). 

Sebagian ulama menyarankan, jika saat ini sudah diberikan kemampuan secara materi dan waktu untuk melakukan umroh terlebih dahulu, mengingat lamanya antrian haji tersebut.


Tentang Ibadah Umroh

Kami ambil dari website Badan Pengelola Keuangan Haji (bpkh.go.id) Umroh adalah ibadah yang mirip dengan haji, tetapi tidak memiliki waktu pelaksanaan yang khusus seperti haji. Secara bahasa, umroh berarti "berziarah". Secara istilah, umroh adalah kunjungan ke Baitullah dengan niat beribadah kepada Allah SWT pada waktu yang tidak ditentukan, dengan melaksanakan ritual yang telah ditentukan.



Hukum berangkat Umroh

Dalam kajian hukum Islam, para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum umroh. Ada yang menganggapnya wajib, dan ada pula yang memandangnya sebagai sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Mari kita lihat dua pendapat tersebut secara lebih detail:

1. Pendapat Wajib
Sebagian ulama, seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal, berpendapat bahwa umroh adalah wajib bagi setiap Muslim yang sudah memenuhi syarat. Mereka mendasarkan pendapat ini pada ayat dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 196:

   ÙˆَاَتِÙ…ُّوا الْØ­َجَّ ÙˆَالْعُÙ…ْرَØ©َ Ù„ِÙ„ّٰÙ‡ِۗ 

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah…” (QS. Al-Baqarah: 196).

Dari ayat ini, mereka menyimpulkan bahwa perintah haji dan umroh memiliki sifat wajib bagi yang mampu. Dalam hal ini, kewajiban umroh mirip dengan kewajiban haji, yaitu hanya diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang memiliki kemampuan finansial dan fisik.


2. Pendapat Sunnah Muakkad
Pendapat kedua datang dari ulama seperti Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, yang mengatakan bahwa umroh tidak wajib, melainkan sunnah muakkad. Mereka menganggap bahwa ayat dalam Surah Al-Baqarah yang disebutkan sebelumnya hanya menguatkan kewajiban haji, sedangkan umroh tidak diwajibkan. Namun, tetap saja, umroh memiliki nilai yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya.

Meski ada perbedaan pendapat, umroh tetap merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Di antaranya adalah penghapusan dosa dan peningkatan spiritual bagi yang melaksanakannya dengan niat tulus.


5 Syarat Ibadah Umroh
Sebelum melaksanakan umroh, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang Muslim. Syarat-syarat ini mirip dengan syarat haji, dan tanpa memenuhinya, ibadah umroh tidak dianggap sah. Berikut adalah syarat-syarat umroh yang perlu diketahui:


1. Beragama Islam
Syarat utama untuk melaksanakan umroh adalah beragama Islam. Ibadah ini hanya diperuntukkan bagi umat Muslim, dan tidak berlaku bagi orang yang belum memeluk agama Islam.

2. Baligh dan Berakal
Syarat selanjutnya adalah seorang Muslim yang akan melaksanakan umroh harus sudah baligh (dewasa) dan berakal sehat. Anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan melaksanakan umroh, meskipun mereka tetap bisa ikut serta dalam perjalanan umroh bersama keluarganya. Namun, pahala umroh mereka akan dihitung setelah mereka mencapai usia baligh.


3. Mampu (Istitha’ah)
Kemampuan di sini mencakup kemampuan finansial dan fisik. Seorang Muslim yang ingin melaksanakan umroh harus memiliki kemampuan untuk membiayai perjalanannya serta menanggung biaya hidup keluarganya yang ditinggalkan. Selain itu, mereka juga harus sehat secara fisik, atau jika tidak, mereka bisa meminta bantuan pendamping untuk membantu dalam pelaksanaan umroh.


4. Merdeka
Syarat ini mengacu pada kondisi kebebasan seseorang. Di masa lalu, ada kondisi perbudakan di beberapa wilayah, dan seorang budak tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah umroh. Namun, dalam konteks modern, hampir seluruh umat Muslim di dunia adalah merdeka, sehingga syarat ini menjadi relevan untuk semua.


5. Didampingi Mahram bagi Wanita
Bagi wanita, ada tambahan syarat yaitu harus didampingi oleh mahram, seperti suami, ayah, saudara kandung laki-laki, atau kerabat dekat yang tidak boleh dinikahi. Hal ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wanita selama perjalanan umroh. Di beberapa negara, termasuk Arab Saudi, aturan ini masih diterapkan dengan ketat.



8 Larangan selama Umroh

Selama melaksanakan ibadah umroh, ada beberapa larangan yang harus dihindari oleh setiap jamaah. Larangan-larangan ini berkaitan dengan kondisi ihram, yaitu keadaan khusus yang menandai dimulainya ibadah umroh. Jika larangan ini dilanggar, maka jamaah umroh harus membayar dam (denda), kecuali ada alasan syar’i yang memperbolehkannya.

1. Memakai Pakaian Berjahit bagi Laki-laki
Selama dalam kondisi ihram, laki-laki dilarang mengenakan pakaian yang berjahit, seperti baju, celana, atau kaos. Mereka harus mengenakan dua helai kain ihram yang tidak berjahit, yaitu satu kain untuk menutupi bagian bawah tubuh dan satu kain untuk bagian atas. Hal ini sebagai bentuk ketaatan kepada aturan syariah dan menunjukkan kesederhanaan di hadapan Allah SWT.


2. Menutup Kepala bagi Laki-laki
Laki-laki yang sedang dalam kondisi ihram juga dilarang menutup kepalanya dengan topi, sorban, atau benda lain. Kepala harus dibiarkan terbuka sebagai bagian dari tata cara ihram yang benar.


3. Memakai Parfum
Baik laki-laki maupun perempuan dilarang menggunakan parfum selama dalam kondisi ihram. Hal ini termasuk larangan untuk menggunakan sabun atau produk perawatan tubuh yang mengandung wangi-wangian. Jamaah umroh dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan tanpa menggunakan bahan-bahan yang mengandung wewangian.


4. Memotong Rambut atau Kuku
Selama berada dalam kondisi ihram, jamaah umroh dilarang memotong rambut atau kuku. Larangan ini berlaku hingga proses tahallul, yaitu ritual yang menandai berakhirnya ihram dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut kepala. Larangan ini menunjukkan penghormatan terhadap kondisi ihram yang sakral.


5. Berburu atau Membunuh Hewan
Salah satu larangan yang juga diterapkan dalam ibadah umroh adalah berburu atau membunuh hewan. Larangan ini bersifat mutlak, baik untuk hewan yang hidup di darat maupun di laut. Hal ini melambangkan rasa kasih sayang dan penghormatan terhadap semua makhluk Allah selama pelaksanaan ibadah umroh.


6 Hubungan Suami Istri
Berhubungan intim antara suami istri dilarang selama dalam kondisi ihram. Larangan ini termasuk segala bentuk tindakan yang mengarah pada hubungan seksual, seperti bercumbu atau berciuman. Jamaah umroh harus menjaga kesucian ihram mereka hingga ibadah umroh selesai.


7. Melakukan Akad Nikah
Selama dalam kondisi ihram, jamaah dilarang melakukan akad nikah, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Larangan ini berlaku hingga ihram dicabut setelah tahallul.


8. Mengucapkan Kata-Kata Kotor atau Melakukan Perbuatan Maksiat
Selain larangan yang bersifat fisik, jamaah umroh juga diharuskan menjaga tutur kata dan perilaku selama menjalankan ibadah. Mengucapkan kata-kata kotor, mengumpat, atau melakukan perbuatan maksiat sangat dilarang dalam kondisi ihram. Jamaah diharapkan menjaga kesucian spiritual mereka selama beribadah.




Hal yang perlu diperhatikan sebelum berangkat Umroh

Jika sudah siap secara materi dan kesempatan, hal yang tidak boleh dilupakan sebelum berangkat umroh adalah memilih travel secara cermat.

Jangan hanya tergoda dengan harga yang murah, sobat yang hendak berangkat umroh harus mengecek bagaimana pelayanan yang diberikan oleh travel tersebut.

Biaya yang tidak murah dan tidak semua orang punya kesempatan untuk melaksanakan umroh membuat kita harus benar-benar selektif dalam memilih travel umroh. 

Travel resmi wajib memiliki SK Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Selain itu, mereka biasanya memiliki kantor fisik yang jelas dan rekam jejak keberangkatan yang transparan di aplikasi resmi pemerintah.

Dalam artikel kali ini, kami punya rekomendasi platform bernama pergiumroh.com yang merupakan sebuah marketplace umroh aman dan terpercaya di Indonesia.


Tentang platform Pergiumroh.com

Pergiumroh.com punya misi hadir sebagai marketplace pertama yang mengkurasi biro travel secara ketat. Kami memastikan setiap mitra memiliki izin resmi PPIU sehingga jamaah bisa beribadah dengan tenang tanpa rasa khawatir.

Sejak 2026, mereka telah membantu ribuan jamaah menemukan paket yang sesuai dengan budget dan kebutuhan fasilitas mereka.

Menjadi platform ekosistem digital umroh terbesar dan paling aman di dunia dan meningkatkan transparansi biro travel dan mempermudah akses ibadah bagi semua kalangan.

Di dalam website pergiumroh.com kita bisa mencari paket umroh yang paling sesuai dengan preferensi kita, mulai dari Bulan Keberangkatan, Estimasi Biaya dan Maskapai Penerbangan yang akan digunakan.

Saat artikel ini ditulis, berdasar keterangan yang tertera di websitenya, sudah ada 50+ mitra travel umroh yang bergabung, 10.000 lebih jamaah terdaftar, rating kepuasan 4,9-5 dan sobat bisa bertanya kapanpun lewat layanan pelanggan 24 jam 7 hari. 

Selain itu, di dalam websitenya juga banyak artikel edukasi yang bisa kita pelajari misalnya tentang Cara Mudah Memilih Travel Umroh Berizin Resmi, Persiapan Fisik Sebelum Berangkat Umroh, Daftar Perlengkapan Umroh yang Wajib Dibawa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagai penutup, mengingat penting dan sakralnya ibadah Umroh sebelum menentukan akan berangkat dengan travel apa dan kapan ada baiknya cek dulu lewat marketpalce biro travel umroh terkurasi, langsung saja kunjungi website pergiumroh.com.

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon