Review HUMINT, Film Spionase Korea Selatan dengan Cerita dan Aksi yang Menawan

 


Campusnesia.co.id - Saya baru saja menyelesaikan nonton sebuah film asal Korea Selatan yang tayang di Netflix berjudul HUMINT. Tadinya penasaran ya, Humint ini bahasa korea atau bahasa negara mana dan apa artinya, ternyata Humint merupakan akronim dari Human Inteligen. 

Seperti makna judulnya, film ini berkisah tentang perjalanan tugas seorang agen inteligen bernama Manager Zo yang diperankan oleh aktor Zo In-sung. Ngomongin Zo In-sung sangat suka dengan penampilannya yang cool saat jadi bapak-bapak yang bisa terbang di drama korea Moving, kali ini ia berperan kembali jadi agen intelijen dan sekali lagi harus berurusan dengan Korea Utara.


Sinopsis film Humint
Di Vladivostok, Rusia, Manajer Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan, Zo, ditugaskan untuk melacak sindikat kejahatan internasional yang beroperasi di dekat perbatasan. Investigasinya bersinggungan dengan Park Geon, seorang pejabat Keamanan Negara Korea Utara yang dikirim untuk menyelidiki pelanggaran keamanan baru-baru ini. Situasi semakin rumit karena Hwang Chi-seong, konsul jenderal Korea Utara, yang kepentingan pribadinya bertentangan dengan misi resmi. Di pusat pengumpulan intelijen terdapat Chae Seon-hwa, seorang pekerja di restoran Korea Utara. Saat agen dari kedua belah pihak berusaha mengamankannya sebagai sumber intelijen manusia, ia terpaksa berada dalam posisi berisiko tinggi. 


Pemeran film Humint
Zo In-sung sebagai Manager Zo
Park Jeong-min sebagai Park Geon
Park Hae-joon sebagai Hwang Chi-seong
Shin Se-kyung sebagai Chae Seon-hwa
Jung Yoo-jin sebagai Assistant Manager Lim
Lee Shin-ki sebagai Geum-tae
Robert Maaser sebagai Aleksei
Kang Ha-kyung sebagai Eun-pyo
Lee Jun-young sebagai Dong-cheol


Review film Humint
Sejak pembuka film, Humint sudah menghadirkan aksi yang memukau, kalau istilah dunia film ala Netflix penonton harus dibuat takjub sejak pertama sehingga punya ketertarikan selama menonton film, formula yang pernah diungkapkan oleh Matt Damon saat diwawancara terkait film The RIP yang juga tayang di Netflix.

Humint bercerita tentang Manager Zo yang sedang menyelidiki tentang asal dan peredaran barang terlarang narkoboy bernama Jingdu lewat wanita penghibur dari Korea Utara. Dalam pencarian fakta tersebut salah seroang informannya meninggal akibat over dosis dan terungkapnya fakta bahwa selain obat-obatan terlarang juga terjadi perdagangan manusia.

Fakta baru ini membawanya ke sebuah daerah bernama Vladivostok di Rusia dan harus berurusan dengan inteligen Korea Utara dan Mafia Rusia.

Visual film ini bagus, memperlihatkan pemandangan kota khas Rusia yang tenang, bangunan jaman dulu namun dengan balutan kehadiran teknologi modern dan masalah kekinian.

Jalan ceritanya khas agen inteligen yang dibumbui permainan tikus dan kucing, saling menyelidiki, adegan-adegan interogasi hingga bumbu romance tipis-tipis tapi mampu menjadi alasan masalah dalam film ini jadi serius.

Dari sisi tema yang diangkat juga patut disimak, bagaimana sindikat perdagangan manusia berkelindan dengan bisnis haram lain dan faktanya masih terjadi hingga sekarang.

Aksi yang ditampilkan juga menarik, adegan hand combat dan tembak-tembakannya menengangkan apalagi nanti di babak akhir menuju akhir film cukup berdarah-darah dengan peluru pamungkas yang sinematik sekali.

Film yang menghibur, cerita yang unik namun tidak cukup rumit untuk dipahami sehingga mudah diikuti alurnya. Sangat rekomended buat sobat yang mau nonton film aksi dengan tema spionase diakhir pekan.

Selamat menonton.



Penulis
Nandar  


====
Baca juga review film Korea Selatan bertema intelijen:

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon