Review F1, Film Tentang Balapan Formula 1 yang Dramatis dan Menegangkan

 



Campusnesia.co.id - Saya baru saja menyelesaikan nonton sebuah film tentang balapan berjudul F1. Jujur saya tidak mengikuti balapan mobil F1 seperti balapan Moto GP, sempat ikut hype jamannya ada perwakilan Indonesia Rio Haryanto setelah itu tidak lagi mengikuti.

Tapi dari trailer, ulasan positif serta aktor utamanya yang diperankan oleh Brad Pitt akhirnya saya putuskan untuk menonton juga.

Terakhir film bertema balapan yang saya tonton adalah Ford v Ferrari yang diperankan oleh Matt Damon dan Christian Bale dan pengalaman menontonnya sangat luar biasa.

Pengalaman ini bisa saya dapatkan kembali ketika menonton F1, awalnya agak skeptis bagaimana nanti jalan ceritanya dan kenapa untuk sebuah film harus menggunakan logo official lomba balapannya, jangan-jangan bakal boring seperti film dokumenter.

Nyatanya tidak, film F1 berkisah tentang sosok Sony Hayes pembalap kawakan yang diminta oleh sahabatnya masuk tim APXGP yang diambang kebangkrutan dan menempati posisi buncit di klasemen balapan yang tinggal 9 race lagi.

Sony Hayes yang diperankan oleh Brad Pitt akhirnya menerima permintaan tersebut dan dengan pengalamannya perlahan mampu membawa timnya pada kesempatan untuk meraih finis sebagai juara.

Untuk mencapai puncak tersebut, drama yang dihadirkan sangat menarik, kekhawatiran film ini bakal jadi layaknya film dokumenter terpatahkan.

Sepanjang film, ketika momen balapan, saya yang awam dan biasanya kurang menikmati aksi F1 surprisingly sangat enjoy dan ikut merasakan ketegangan yang dihadirkan.

Secara keseluruhan film balapan F1 ini sangat menarik, sangat rekomended ditonton sebagai hiburan terlebih bagi sobat yang suka film bertema olahraga.


Daftar Pemeran film F1
- Brad Pitt sebagai Sonny Hayes, seorang pembalap keliling yang pernah membela tim Lotus di ajang Formula 1 era 1990-an, kini direkrut kembali ke dunia F1 oleh tim APXGP.

- Damson Idris sebagai Joshua Pearce, seorang pembalap rookie berbakat yang baru bergabung dengan tim APXGP, sekaligus menjadi rival utama bagi Sonny.

- Kerry Condon sebagai Kate McKenna, direktur teknis APXGP dan kekasih Sonny.

- Javier Bardem sebagai Ruben Cervantes, pemilik tim APXGP, teman Sonny, dan mantan rekan setimnya di Lotus.

- Tobias Menzies sebagai Peter Banning, anggota dewan direksi APXGP.

- Kim Bodnia sebagai Kaspar Smolinski, kepala tim APXGP.

- Sarah Niles sebagai Bernadette Pearce, Ibu Joshua.

- Will Merrick sebagai Hugh Nickleby, insinyur balap Sonny di APXGP.

- Joseph Balderrama sebagai Rico Fazio, insinyur balap Joshua di APXGP.

- Abdul Salis sebagai Dodge Dowda, kepala mekanik APXGP.

- Callie Cooke sebagai Jodie, pemasang baut di tim pit stop APXGP.

- Samson Kayo sebagai Cashman, sepupu sekaligus manajer Joshua.

- Simon Kunz sebagai Don Cavendish, penyiar dalam balapan F1 yang diikuti Sonny.

- Liz Kingsman sebagai Lisbeth Bampton, tim Humas APXGP.

- Luciano Bacheta sebagai Luca Cortez, pembalap cadangan APXGP.

- Shea Whigham sebagai Chip Hart, pemilik tim Chip Hart Racing, tempat Sonny membalap dalam ajang 24 Hours of Daytona.

- Kyle Rankin sebagai Cale Kelso, salah satu rekan tim Sonny di Chip Hart Racing.



F1 disutradarai oleh Joseph Kosinski berdasarkan skenario yang ditulis oleh Ehren Kruger, dari cerita yang ditulis bersama oleh keduanya. Pengembangan film ini dimulai pada bulan Desember 2021 dengan Pitt, Kosinski, dan Jerry Bruckheimer terlibat dalam proyek ini. Ketiganya sebelumnya pernah bekerja sama di film Top Gun Maverick (2022).

Sebagai penutup, ada sesuatu yang awalnya mengelitik bagi saya, ada salah satu logo sponsor yang nampang selama pemutaran film. Brand bernama Expensify, awalnya saya mengira ini sponsor fiktif yang dibuat oleh Apple untuk mengejek saingannya Spotifiy, karena punya bisnis streaming musik. Tapi ternyata memang ada brand bernama Expensify dan yang bikin menarik fakta bahwa brand Expensify membayar mahal untuk tampil di film F1 sebagai sponsor tim fiksi APXGP.

Expensify adalah aplikasi dan platform manajemen pengeluaran berbasis cloud yang dirancang untuk mengotomatiskan pelacakan pengeluaran, pemindaian tanda terima (receipts), laporan pengeluaran, dan penggantian biaya (reimbursement). Aplikasi ini populer di kalangan bisnis kecil hingga besar, wiraswasta, dan pekerja lepas untuk menyederhanakan proses akuntansi.


====
Baca juga:

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon