8 Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer untuk Media Online

 



Campusnesia.co.id - Beberapa hari ini kami mendapat banyak kiriman pesan whatsapp dan email dari mahasiswa yang mendapat tugas mempublikasikan tugas menulis mereka di media online.

Pertama kami apresiasi inisiatif sang dosen, mendorong mahasiswanya berani mempublikasikan tulisan dari tugas kuliah di media online, hal ini sangat bermanfaat di masa depan sebagai portofolio, bisa dimasukan dalam CV tatkala mengikuti seleksi organisasi bahkan melamar kerja.

Kelak jika sudah jadi kebiasaan mengirim tulisan di media online juga bisa jadi alternatif sumber penghasilan bagi mahasiswa, belakangan semakin banyak media online yang membuka program UGC (User Generated Contents) menerima dan membayar tulisan dari pembaca.

Akan tetapi sangat disayangkan, untuk kebutuhan publikasi di media online nyaris semua tulisan yang dikirim belum memenuhi syarat kelayakan, kebanyakan kekurangan terdapat pada sistematika dan gaya penulisan, adik-adik mahasiswa ini dengan polosnya mengrim tulisan dengan format makalah bahkan ada yang disertai logo layaknya tugas kuliah yang hendak diprint dan dijilid.
.

Dengan berat hati tentu saja harus kami katakan belum bisa bantu publish, beberapa yang potensial kami sarankan menyesuaikan format dan gaya penulisan agar bisa dimuat.

Dari latar belakang di atas, lewat tulisan kali ini kami akan coba berbagi Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer untuk Media Online, setidaknya sebagai standar tulisan yang layak dipublish di Campusnesia, apa saja? ini daftarnya:


1. Cari tema yang menarik, bermanfaat, dan unik
Kalau isinya cuma keluh kesah mungkin lebih tepat ditulis sebagai status facebook atau caption instagram, hal pertama yang perlu diperhatikan ketika hendak menulis artikel ilmiah populer adalah memastikan temanya menarik, unik dan bermanfaat.

Kenapa harus unik dan menarik? agar bisa membedakan dengan tulisan lain dan menonjol bagi redaksi sehingga potensi mendapat perhatian lebih besar yang artinya peluang dimuat semakin tinggi.

Poin kebermanfaatan juga penting, agar waktu sobat tidak terbuang percuma menulis sesuatu tanpa makna dan pembaca juga dapat manfaat ketika membacanya.

Boleh saja menulis keresahan tapi pastikan didasari argumen yang masuk akal dan data pendukung yang memadai. Contohnya tulisan keresahan tentang Menelisik Fenomena Manusia Silver Lampu Merah dan Bisnis Eksploitasi di Belakangnya. 


2. Unsur Kebaruan
Walau tidak mustahil, menulis suatu topik yang benar-benar baru bakal sangat sulit, artinya sebenarnya tidak masalah menulis tema yang sudah dibahas orang lain yang penting ada unsur kebaruan, ada informasi tambahan dari tulisan sebelumnya sehingga bisa jadi pelengkap artikel yang sudah ada bukan sekedar repetitif atau pengulangan saja.


.
3. Sudut Pandang Berbeda
Selain unsur kebaruan, sudut pandang yang berbeda dalam melihat suatu peristiwa yang sama juga bisa jadi nilai lebih karena mengajak para pembaca memiliki ragam cara pandang dan bersikap pada suatu hal atau peristiwa yang terjadi.


4. Faktual dan Kontekstual
Tantangan muncul tatkala kita ingin mengangkat tema yang menurut kita menarik tapi sudah tidak faktual, atau sedang hype sebuah isu namun kita tak punya unsur kebaruan dan sudut pandang baru.

Tips dari kami bisa menggabungkan keduanya, membahas sesuatu yang sedang hype dengan mengubungkan pada teori atau sejarah di masa lampau.

Misalnya, kami saat sedang rame pembahasan tentang drama korea Mouse yang berkisah tentang psikopat, kami membuat artikel tentang kasus pembunuhan psikopat di Indonesia.

Atau misal sekarang lagi hype obrolan seputar film Spider-Man No Way Home yang mengangkat tema Multiverse, sobat bisa menulis artikel ilmiah populer membahas film tersebut dari sudut pandang disiplin ilmu fisika.
.


5. Tentukan Media Publikasi
Menentukan media publikasi akan berpengaruh pada poin berikutnya yaitu gaya penulisan dan sistematika.

Misal sobat ingin tulisanya dimuat di koran cetak sekelas Kompas, Jawa Pos atau Suara Merdeka artinya bahasa yang digunakan juga harus baku, ketat dalam mengutip kata dan sumber serta jumlah minimal karakter tulisan.

Akan sangat berbeda ketika tulisan ditujukan untuk publikasi di media online seperti Mojok, Idntime atau campusnesia, tulisan cukup minimal 500 kata, bahasa yang digunakan lebih santai, beberapa tema bisa ditulisa dengan gaya naratif atau poin-poin singkat.


6. Bahasa dan Sistematika Penulisan
Poin ini krusial, apalagi buat sobat mahasiswa yang dapat tugas dari dosennya untuk menerbitkan tulisan di media baik online atau cetak.

Sebagaimana sudah kami jelaskan di atas, bahasa disesuaikan dengan media tujuan, untuk tahu seperti apa gaya bahasa suatu media online sebelum menulis dan mengirim tulisan untuk media tersebut lakukan riset sederhana dengan membaca beberapa artikel, setelah merasa tahu gaya bahasa cirikhas media yang ingin dituju sesuaikan tulisan kita, dengan demikian kans lolos akan semakin besar.

Begitu halnya dengan sistematika, ini untuk dipublish di media online ya bambang bukan perpustakaan nasional, jangan mengirim makalah beserta cover dan logo kampus dan minta dipublish di media online.

Karena pembaca bisa dari kalangan mana saja, tidak semua dari background akademis sebisa mungkin gunakan istilah-istilah yang umum dan mudah dipahami alih-alih menggunakan istilah ilmiah dan bahasa asing biar sok edgy, kecerdasan seseorang dalam menulis tidak diukur dari banyak istilah ilmiah dan asing dalam tulisannya, justru sebaliknya mereka yang bisa menulis hal rumit dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami menunjukkan kecerdasan dalam menyampaikan gagasan.

Gunakan saja format menulis bebas, paragraf awal berisi pokok gagasan, kemudian jelaskan lebih rinci di paragraf berkutnya, agar lebih mudah dipahami buat sub judul jika diperlukan.


7. Data dan Infografis
Agar tulisan lebih mudah dipahami selain menggunakan bahasa awam jika perlu tambahkan info grafis, sebagian kalangan pembaca ada yang lebih mudah memahami informasi berupa visual sehingga bisa melengkap penjelasan lewat tulisan.

Data diperlukan untuk mendukung kredibitas arguman yang diungkapkan, tanpa data gagasan kita hanya akan dianggap dongeng belaka.

Pastikan mencantumkan sumber data sehingga pembaca bisa melakukan cek silang mandiri jika merasa diperlukan.

Gunakan data dengan bijak dan jujur, mengapa ini penting? karena bukan hal aneh lagi belakangan juga muncul para penulis yang "Cherry Picking" mengambil data dan sumber yang hanya menguntungkan pendapatnya tanpa melihat keseluruhan konteksnya.


.
8. Mulai Menulis dan Jangan Meyerah
Apapun akan sulit dikerjakan saat pertama kali melalukan, jam terbang dalam banyak hal memang krusial, demikian juga dalam hal menulis.

Kuncinya adalah mulai aja dulu, dari hal kecil dan lakukan sekarang juga, di tengah jalan ketika buntu kita akan tahu kemana harus melangkah dan cari jalan keluarnya.

Jika cuma angan dan cita-cita kita tidak akan pernah tahu hasilnya, tips terakhir ketika selesai membaca artikel ini mulailah coba menulis, semakins eering dilatih akan terbiasa dengan sendirinya.

Menulis bisa jadi healing, sarana mengeluarkan ide dan gagasan yang lalu lalang di pikiran, selain itu menulis juga menjadi cara untuk menata pola pikir, mengurutkan kilasan kata dan kalimat yang belum sempat terucap.

Dalam konteks mengirim tulisan ke media, jangan mudah menyerah, sekali ditolak cobalah menulis dan kirim lagi, perbaiki apa yang kurang, sempurnakan hingga tulisan sobat berhasil dimuat.

Sebagai penutup, pada dasarnya orang bisa berbicara karena banyak mendengar, kata, istilah dan kalimat yang kita ucapkan adalah pengulangan dan pengolahan apa yang pernah kita dengar, sama halnya dengan menulis, pada dasarnya adalah pengulangan apa yang pernahg kita baca, maka tak bisa dipisahkan ingin banyak menulis maka perbanyak membaca agar tulisan kita ada isi, makna dan manfaatnya.


Itu tadi sobat Campusnesia, tulisan kita tentang Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer untuk Media Online, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis:
Achmad Munandar


===
Baca Juga:







Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »