sponsor

Festival Anak Sholeh Meramaikan Israj Mi'raj di Tembalang

3:12:00 PM
Campusnesia.co.id - Dalam rangka menyemarakan Peringatan Israj mi'raj hari ini senin 24 april 2017 FIM (Forum Indonesia Muda) Semarang berkerjasama dengan Pondok Pesantren Saubari Bening Hati Meteseh Tembalang mengadakan Festival Anak Sholeh yang dimulai dari Pagi hingga siang tadi.

Dari hasil wawancara redaksi dengan koordinator FIM Semarang, Istata Luqman setidaknya 37 anak hadir mengikuti acara ini dan berkompetisi untuk memperebutkan juara lomba-lomba yang di adakan. Ada 6 karegori lomba yang dikuti oleh para peserta diantaranya Lomba Mewarnai untuk TK, lomba Da'i Kecil,  lomba peragaan sholat, lomba Adzan, lomba hafalan surat pendek dan surat panjang serta Lomba Tilwah Qur'an.


Dalam sambutanya Ustad Genry selaku pimpinan pondok pesantren Saubari Bening Hati berpesan Mental anak perlu dilatih sejak dini untuk menjadi generasi tangguh dimasa mendatang, salah satunya dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini.


Sementara itu ketika ditanya tujuan dari acara Festival Anak Sholeh ini, istata menjelaskan Tujuan acara ini untuk memperingati isra mihraj dan menumbuhkan mental kompetisi dan berprestasi pada anak.

Acara ini juga dipsonsori oleh Loetju.com umkm dibidang industri kreatif asli tembalang. 

Berikut daftar para pemenang Lomba Festival Anak Sholeh 2017 FIM Semarang dan Pondok Pesantren Saubari bening Hati:

A. Lomba Adzan
Juara 1 : Fadil
Juara 2 : Faldi
Juara 3 : Janna

B. Lomba Peragaan Sholat
Juara 1 : Aisha
Juara 2 : Sahal
Juara 3 : Faldi

C. Lomba Hafalan Surat Pendek
Juara 1 : Halwa
Juara 2 : Zahra
Juara 3 :Abdurrahman
 
D. Lomba Hafalan Surat An-Naba-Al-Layl
Juara 1 : Nashila
Juara 2 : Guntari
Juara 3 : Syakila

E. Lomba Mewarnai
Juara 1 : Kalila
Juara 2 : Kinanti
Juara 3 :Aisyah


Penulis : Nandar
Foto     : Dokumentasi Panitia

Para Pemberdaya Passion

12:56:00 PM

Lama saya mencari istilah ini dan baru ketemu ketika belakangan ini mengikuti #DOES 
video seri aktitas keseharian bassis & vokalis band punk Endank Soekamti. 
Saya tahu band ini karena pernah ngerjain sticker & kaos kamtis family (nama fans club) tembalang. Lagu Favorit saya “Terlatih Patah Hati” ha ha. Salah satu aktifitas positif beliau adalah mendirikan Does university, kuliah gratis jadi animator, inspiratif.


Dalam tulisan kali ini saya akan berbagi tentang perjalanan saya menemukan, mengasah dan menekuni passion say dalam desain grafis serta orang-orang yang berperan besar dalam menemukan, mengasah dan mengembangkan passion tersebut, yang saya sebut sebagai para Pemberdaya Passion. 
Pak Budi & pelajran jadi expert - Ketika masuk sma saya masih menyakini bahwa potensi terbesar saya adalah dibidang akademis hingga semester I di kelas X bisa rangking satu, prestisius mengingat saya berasal dari smp yg ndeso & persaingan yang ketat di SMA N 2 Pati. Hingga hati ini mulai jatuh cinta pd pelajaran seni rupa yg diajar oleh pak budi, sejak kelas pertama dlm hati sy berkata "ini dunia saya". Pak budi tdk hanya mengajarkan teori seni rupa tp jg keterampilan & kewirausahaan puncaknya adlh lahirnya ekskul seni rupa di sma n 2 pati, galeri & unit usaha seni lukis, sablon serta dekorasi event yg dikerjakan oleh temen2 ekskul seni rupa. 
Dua pelajaran yg sy petik dr beliau adlah tentang kreatifitas & expert. Beliau selalu menanamkan mindset kreatif (kere+aktif) bgmna dlm keterbatasan ttp mnghasilkan karya. sy masih ingat ketika seleksi wakil untuk lomba poster tingakat kabupaten ketika temen2 yg lain mmbuat dgn media crayon, cat minyak & air justru yg diilih asalah karya saya yg sy buat dgn bahan baku kertas majalah+koran bekas. 
Waktu itu sy berfikir mungkin tujuan beliau agar anak2 ekskul seni rupa dpt tambahan uang saku terutama siswa miskin sperti sy. Baru dikemudian hari ketika sdh lulus, sy silatutahmi & bercerita ttg usaha yg skrg masih di dunia seni rupa beliau bercerita ttg treatment itu. bahwa dlm satu kelas tdk semua siswa suka punya passion dlm seni rupa tp mereka hrs paham teori, bisa mengrjakan ulangan & nilainya bagus. sebaliknya ada beberpa siswa yg memang punya pasaion dlm seni rupa yg hrs diasah lebih dr yg lain. Oleh karena itu dibuat treatment sperti diatas. benar saja dengan mengerjakan satu tugas yg sama berulang kali maka bisa dipastikan sy & teman2 eksul seni rupa akan jd mahir. Ini teori dasar jadi expert dlm suatu bidang yaitu mengerjakan sesuatu berulang kali. its work!
Pelajar ke dua adlh ttg menjadi expert dlm suatu bidang. Ada treatment unik dlm cara beliau mengajar seni rupa yaitu ketika memberikan PR beliau punya peraturan bahwa PR harus bagus hasilnya minimal dpt nilai 8 tetapi boleh tdk dikerjakan sendiri dgn catatan ketika ujian ttp hrs bisa mengerjakan soal. Yg trjadi adlh temen2 sekelas akan meninta bayuan yg dianggap pinter dlm seni rupa & itu berati akan ada bbrpa siswa dlm kelas yg akan mengerjakan lebih dari satu karya. Dahulu sy pasang tarif cowok 10.000 cewek antra 5.000-hratis tergantung cakep apa enggak ha ha. 
Yang menarik ktika pd kondisi yg demikian ada 2 org yg "seolah" tdk melihat kegagalan itu pak agus & mas pman, justru beliau mendorong bbrpa ide yg muncul kala itu yg bisa dibilang nyaris tak ada hubungannya dgn akademis. Misalnya ide mmbuat sebuah organisasi intra semacam bem, ide2 pengabdian masyarakat di tembalang yg kala itu dinaungi oleh kampung cerdas, aksi2 simpatik ttg UN, membentuk relawann tanggap bencana hingga puncaknya lahirnya partai mahasiswa sbg ajang aktualisasi & pembelajaran dlm bidang kepemimpina & politik. Serta yg pasti ttg passion desain grafis dan wirausaha, hingga lahir yg namanya Nandarart Kios Grafis-souvenir . Walau dikemudian hari banngkrut tp pelajaranya adalah jadikan passionmu sumber penghasilanmu. dan pengalaman mensirikan nandarart menjadi point plus ktika masuk Loetju Semarang
Tidak ada manusia gagal selama masih punya pitensi kebaikan - bicara kegalan dalam hidup sy pernah mengalaminya dimana merasa diri ini sudah gagal dlm hidup, tak punya tujuan dan semangat untuk bangkit. Ironinya hal ini terjadi ketika dlm fase kehidupan yg diimpikan banyakk orang. Oleh karena itu sy tdk pernah menyalahkan mereka yg melabeli sy sbg mannusia gagal, dzalim & tdk bertanggung jawab. Kalau saja sampe trfikir untuk menyerah sperti kasus live di fb belakangan maka mungkin mayoritas orang akan berkata "o pantes lah dia melakaukan itu". Berkontribusi dgn passion - tatkala sudah mampu menemukan passion, mengasahnya hingga mahir dan bisa hidup dr pasaion itu, level berikutnya adalah berkontribusilah dgn passion yang kamu miliki. Orang yg telaten dgn hal yg satu ini adlah mas imron, senior serta guru ngaji bagi saya. Ketika sbg santri sy gak naik2 level he he, jd pengusaha juga omsetnya gitu2 saja. Gagal dlm dunia akedemis serta menjomblo berkelamaan ha ha beliau selalu telaten untuk ttp merangkul, kadang ini yg sy syukuri & rindukan.mungkin klo dilepas sdh jd liar sekarang. 
Tdk sampai sisitu beliau kembali mengulik kira2 stelah pelatihan & para peserta bisa desain grafis apa yg bisa berdayakan hingga muncul ide ttg komunitas desainer, komunitas yg ketika dibutuhkan akan mmbuat desain2 positif mengajak kebaikan pada masyarakat serta potensi pemberdayaan ekonomi dgn mmbuat market place desainer grafis yg bisa jd sumber pengashilan alumni pelatihan. Wow luar biasa.
Dalam bbrpa pertemuan mentoring spiritual akhir2 ini bahasan beliau jd lbh menarik selain materi2 wajib beliau membuka wawasan dgn diskusi pd skala lbh luas pada level lbh tinggi ttg kontribusi. Beliau menyarankan dgn potensi yg sya miliki sy bisan jadi lbh beranfaat bagi sesama dgn membagi skill, ilmu & pengalaman dlm dunia desain khusus corel draw. Beliau mmberi ide bgmna dgn aktifitas memberi pelatihan secara berkelanjutn & berjenjang ttg desain grafis kpd para remaja ditembalang n semarang. Ini menarik bagi sy & mmbuat gairah baru dlm menjalani hidup. Kemudian beliau mendorong sya untuk meuliskan ide itu dlm bentuk proposal. Mulai dr tema besar, latar belakang & tujuan. Tanpa sadar beliau jg mendorong sy untuk mendefinikasn & merusmuskan sebuah metodologi pelatihan yg disarikan dr pengalamn sy hampir 9 tahun bergelut dlm desain grafis. Lalu ketemulah benang merah pengalaman saya dengan orang2 yg telaten memprkenalkan saya dgn dunia kretifitas, mengarahkn & mendorong sy hingga pd capaian ini, dan judul diatas akan relevan untuk beliau2 yang sy sebut sbg Pemberdaya Passion. Org2 yg dgn telaten penuh kesabaran membantu menemukan potensi sesorang, mengasah & mendorong sampai pd titik diatas rata2 manusia pd umumnya bahkan expert pd bidangnya. Semoag Allah SWT membalas amal baliau2 dgn sebaik2 balasan.amin Dan sdh semestinya pd anda yg hari ini baru pd tahap menikmati passion untuk hiburan & mendpt pengahasilan cobalah berkontribusi dgn passion yg kalian miliki. 
semoga bermanfaat, Sampai jumpa

Pasang Surut Flip, Startup yang Sempat Ditutup oleh Bank Indonesia

9:42:00 PM

Sobat Campusnesia, pernah males harus transfer uang beda rekening karena beban biaya transfer? di post kali ini redaksi hadirkan kisah perjuangan yang inspiratif dari StartUp anak bangsa yang mengahadirkan solusi biaya 0 rupiah ketika transfer uang antar bank? bagaimna kisahnya, yuk simak artikel yang kami kutip dari laman id.techinasia.com


Sempat tersesat selama beberapa saat, saya akhirnya sampai di depan sebuah rumah bertingkat dua yang berada di daerah Depok, Jawa Barat. Rumah tersebut terlihat sangat sederhana, jauh berbeda dengan kantor startup besar seperti Tokopedia dan Lazada yang penuh dengan pernak-pernik menarik.

Siapa sangka kalau rumah tersebut merupakan kantor dari sebuah startup yang memfasilitasi transaksi senilai belasan miliar rupiah dalam sebulan.

Setelah menunggu beberapa saat, saya pun disambut oleh Rafi Putra Arriyan (Ari), CEO dari Flip. Ia menjelaskan kalau terdapat tiga kamar di dalam rumah tersebut, yang masing-masing diisi oleh tiga startup berbeda, yaitu Flip, TemanJalan, dan Cozora.

Flip sendiri merupakan sebuah layanan yang memungkinkan kamu untuk melakukan transfer antarbank tanpa harus membayar biaya administrasi sekitar Rp6.500. Untuk menghadirkan layanan tersebut, Flip pun membuat rekening dan menyimpan sejumlah uang di setiap bank.

Sebagai contoh ketika kamu akan mengirimkan uang dari BCA ke Bank Mandiri, maka kamu hanya perlu mentransfer ke rekening milik Flip yang ada di BCA. Setelah itu, Flip akan melakukan transfer dengan nominal yang sama dari rekening Bank Mandiri mereka ke rekening penerima. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk biaya transfer.

Sayangnya, perjalanan Flip tidak selalu berjalan mulus. Mereka sempat mengalami beberapa kendala seperti kekurangan uang untuk dikirim ke rekening bank tertentu, hingga dipaksa menutup layanan oleh Bank Indonesia di saat layanan mereka sebenarnya tengah digandrungi oleh para pengguna.

Lalu bagaimana Ari, sebagai sang Founder, bisa mengatasi semua masalah tersebut di usianya yang masih begitu muda?

Membuat layanan awal dengan Google Forms


Menurut Ari, semuanya bermula dari persahabatan yang ia jalin dengan dua Co-Founder lain dari Flip, yaitu Ginanjar Ibnu Solikhin (Anjar) dan Luqman Sungkar (Luqman). “Sebagai sesama mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, kami sering mengerjakan berbagai proyek bersama-sama. Dan sejak saat itu, kami pun menjadi tim yang klop,” jelas Ari.

Perjalanan membangun startup bahkan telah mereka mulai sebelum lulus sebagai sarjana pada bulan Agustus 2015. Meski masih berstatus mahasiswa, mereka telah berhasil membuat sebuah aplikasi pemberian donasi dengan metode potong pulsa yang bernama Pushla. Sempat cukup terkenal karena publikasi dari berbagai media, tak lama kemudian aplikasi tersebut pun kehilangan pengguna.

“Kami akhirnya sadar kalau tidak banyak orang yang mau memberikan donasi dengan pulsa.”

Setelah wisuda, barulah tiga sahabat tersebut mulai menjalankan ide pembuatan layanan transfer antar bank. Ide tersebut mereka dapat dari masalah yang sering mereka alami saat masih menjadi mahasiswa. Saat itu, mereka sering merasa rugi harus membayar biaya transfer Rp6.500 hanya untuk membayar utang dengan nominal yang sebenarnya tidak seberapa.

Ari dan rekan-rekannya pun memulai Flip dengan memanfaatkan sistem penerimaan uang yang telah mereka buat ketika membangun Pushla. Sebagai modal, mereka memanfaatkan dana pribadi yang didapat dari berbagai proyek pembuatan software yang pernah mereka kerjakan.

Di awal kemunculannya, Flip hadir dengan layanan yang sangat sederhana. Jika membuka situs mereka (Goflip.me) pada saat itu, maka kamu akan diarahkan ke sebuah formulir Google Forms. Setelah kamu mengisi formulir tersebut dan melakukan transfer, Flip akan meneruskan uang tersebut ke rekening yang dituju secara manual, dengan memanfaatkan internet banking.

Untuk meneruskan uang tersebut, mereka pun masih menggunakan rekening dengan nama pribadi. Namun tak disangka, layanan yang masih sangat konvensional tersebut justru menjadi sangat terkenal di kalangan mahasiswa Universitas Indonesia.

Setiap harinya, Flip bisa menerima sekitar tiga puluh permintaan transfer. Dengan jumlah tim yang hanya tiga orang, mereka pun harus pintar-pintar membagi waktu antara menjalankan transaksi, membalas email pengguna, serta melanjutkan pengembangan web.

“Pada hari keempat, kami tidak sanggup lagi melayani semua permintaan transfer. Kami pun menutup layanan untuk sementara dengan alasan harus melakukan maintenance.” Ari kemudian memutuskan untuk merekrut beberapa orang tim operasional, agar ia dan para founder lain bisa fokus mengembangkan situs mereka.


Mereka akhirnya berhasil meluncurkan situs baru pada awal November 2015. Berbeda dengan situs mereka sebelumnya, kali ini Flip telah bisa memproses transfer dana secara otomatis. Mereka hanya perlu melakukan satu kali otorisasi di akhir demi memastikan kalau semua transaksi berjalan sesuai permintaan.

Bermodal promosi lewat email dan WhatsApp, Flip pun menjadi viral. “Kami pun terpaksa membuat waiting list dan memasukkan para calon pengguna secara bertahap, agar semua permintaan bisa kami layani dengan kemampuan kami pada saat itu.”

Flip baru bisa menghilangkan sistem waiting list tersebut pada bulan Februari 2016. Mereka pun terus berkembang, hingga jumlah transaksi yang berjalan di platform mereka pada bulan Juni 2016 mencapai angka tiga belas miliar rupiah, dengan jumlah pengguna yang mencapai puluhan ribu.

Namun prestasi tersebut berhasil mereka capai dengan proses yang tidak mudah. Mereka pernah kehabisan uang di salah satu rekening bank, sehingga harus meminjam uang kepada rekan mereka di startup lain. Namun hal ini membuat para remaja yang sebenarnya tidak mempunyai latar belakang di bidang keuangan tersebut, akhirnya bisa terus belajar.

“Saat ini, kami telah bisa memperhitungkan bagaimana seharusnya komposisi saldo di setiap rekening yang kami miliki di awal hari, agar kejadian tersebut tidak berulang.”

Perintah untuk menutup layanan dari Bank Indonesia

Rafi Putra Arriyan, Founder Flip

Kian terkenalnya layanan Flip, membuat mereka akhirnya mendapat perhatian dari Bank Indonesia (BI). Pada bulan Juli 2016, mereka pun mendapat telepon dari bank sentral di tanah air tersebut, dan diminta untuk datang ke kantor BI guna mempresentasikan layanan mereka.

“Sebelum menerima telepon tersebut, kami sebenarnya telah mencoba datang ke BI untuk melakukan konsultasi. Namun mungkin saat itu mereka menganggap kami sebagai layanan baru yang belum berkembang, sehingga cukup lama kami tidak menerima tanggapan.”

Setelah hari raya Idul Fitri tahun 2016, Ari dan rekan-rekannya pun memenuhi panggilan BI. Di sana, mereka membeberkan mekanisme layanan yang mereka hadirkan, serta jumlah transaksi yang mereka layani hingga saat ini.

“Mereka kaget transaksi kami sudah sebesar itu. Karena layanan pengiriman uang seperti ini harus mempunyai izin, mereka pun meminta kami untuk langsung menutup layanan saat itu juga, dan mulai mengurus izin ke Direktorat Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP).”

Menurut Ari, pengalaman tersebut benar-benar membuatnya down, hingga ia sempat berpikir untuk tidak lagi melanjutkan Flip. Namun ia akhirnya mengabaikan pikiran tersebut, dan memutuskan untuk mengikuti prosedur yang diminta BI. Untungnya, BI memberikan seorang pendamping yang bisa mereka beri pertanyaan setiap saat.

Setelah melalui proses yang berliku, Flip akhirnya mendapat izin resmi dari BI sepuluh minggu kemudian. Menurut Ari, proses tersebut terhitung cepat, karena sebelumnya pernah ada sebuah layanan pengiriman uang internasional yang telah menghabiskan biaya miliaran rupiah untuk jasa konsultan, namun baru mengantongi izin BI setahun setelah mengajukan izin.

Setelah mendapat izin, masalah Flip ternyata belum juga selesai. Demi memenuhi aturan BI, Flip harus melakukan verifikasi tatap muka kepada setiap pengguna mereka. Hal ini menjadi kendala karena pengguna Flip berada di lokasi yang berbeda-beda, sedangkan jumlah karyawan Flip hingga saat ini bahkan tidak mencapai sepuluh orang.

Flip pernah coba meminta izin untuk melakukan verifikasi dengan video call, namun BI menolak mentah-mentah ide tersebut.

Suasana aktivitas verifikasi tatap muka Flip

Ari akhirnya mendapat sebuah ide yang cemerlang. Ia berusaha mengirim email kepada para pengguna Flip yang telah mendaftar sebelum layanan mereka ditutup oleh BI, dan meminta mereka untuk hadir di lokasi-lokasi tertentu, seperti stasiun kereta, demi melakukan verifikasi.

Dalam proses verifikasi, mereka hanya perlu menemui pegawai Flip yang hadir di tempat tersebut, menunjukkan KTP asli, dan setelah itu akun Flip mereka pun akan langsung aktif. Untuk para pengguna yang lokasinya jauh dengan stasiun kereta, Flip membuatkan sebuah grup WhatsApp agar mereka dan para pengguna lain yang lokasinya dekat dengan mereka bisa menentukan tempat untuk melakukan verifikasi.

“Kami awalnya mengira kalau setelah verifikasi para pengguna tersebut akan langsung pergi. Namun mereka ternyata justru memilih untuk tetap berkumpul, sehingga proses verifikasi tersebut berubah menjadi seperti aktivitas gathering.”

Ari mengakui kalau proses verifikasi tatap muka ini masih menyulitkan untuk beberapa pengguna. Itulah mengapa dari puluhan ribu pengguna yang ia miliki sebelum ditutup oleh BI, sejauh ini ia baru bisa mengaktifkan sekitar tujuh ribu akun pengguna. Ke depannya, Ari bertekad untuk menghadirkan proses verifikasi yang jauh lebih mudah.

Para pengguna yang menjadi sumber semangat


Seiring berjalannya waktu, Ari melihat kalau mayoritas penggunanya menggunakan layanan tersebut dengan perangkat mobile. Hal tersebut kemudian mendorongnya untuk mulai membuat aplikasi mobile pada bulan Desember 2016. Langkah tersebut terbukti sukses karena Flip kemudian sempat menempati posisi teratas di Google Play, melampaui aplikasi Jenius milik BTPN.

Menurut Ari, Flip telah mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) dari seorang angel investor pada bulan Desember 2015. Dan hingga saat ini, uang tersebut masih cukup untuk membiayai operasional Flip dalam waktu yang cukup lama. Meski begitu, ia tetap berniat untuk segera melakukan monetisasi demi menjaga keberlangsungan bisnis Flip.

“Ada dua metode monetisasi yang kami rencanakan. Yang pertama adalah dengan membebankan biaya transfer antar bank yang lebih murah bagi perusahaan yang sering melakukan transaksi. Dan yang kedua adalah membebankan biaya untuk pengguna yang ingin melakukan transfer dengan nominal lebih dari batas maksimal Rp5 juta yang saat ini kami tetapkan.”

Di Indonesia sebenarnya telah ada Shivapp, layanan transfer antar bank bebas biaya dengan mekanisme yang serupa dengan Flip. Namun menurut Ari, hingga saat ini baru startup miliknya yang telah mendapat izin resmi dari BI.

Telah lebih dari setahun menjalankan Flip, Ari mengaku kalau ia berkali-kali merasa khawatir kalau startup yang ia pimpin akan mengalami kegagalan. Ketika Flip ditutup oleh BI, ia sempat berpikir kalau ia tidak akan pernah mendapat izin, dan harus beralih ke ide bisnis lain.

“Namun ketika saya melihat begitu banyak orang yang masih menggunakan layanan ini, dan merasakan manfaatnya, saya pun berusaha untuk tetap bertahan,” pungkas Ari.





Lowongan Kerja di Khatulistiwa Trans (SEGERA)

8:13:00 PM

Kirim ke :
HRD Khatulistiwa Trans 
Ruko Pusposari Jln Tembalang Baru Blok B No 2 
Perumda Tembalang 

Paling lambat 31 Maret 2017
Info 024 7460031/ 0852 90 800 633


Yuk Coba, 6 Aplikasi Pembuat Kartu Nama Digital Gratis untuk Android

3:09:00 PM


Sobat Campusnesia, bicara Kartu Nama bisa dibilang hal wajib bagi rekan-rekan profesional. Selain sarana untuk branding personal juga bermanfaat untuk saling tukar kontak dengan elegan, serta membangun kesan positif bagi relasi.

Dalam beberapa tahun belakangan di era digital kartu nama tetap tak terganti, bukan hanya mereka yang sudah bekerja, punya usaha atau profesional bagi kalian yang masih mahaiswa dan pelajarpun penting untuk memulai meniti jalan profesional. Dan kini di era digital kartu nama menyesuaikan diri dalam bentuk digital juga. Tak perlu cetak ulang di kertas bila habis kartu nama digital bisa kamu kirim berulang via aplikasi chat dan email.

Hal penting dalam kartu nama selain konten tentu saja desain, dan kali ini campusnesia akan berbagi sebuah artikel menarik dari laman Techinasia tentang aplikasi-aplikasi android yang bisa kamu gunakan untuk membuat kartu nama digital secara gratis. yuk simak.

Business Card Maker & Creator


Keleluasaan pengguna dalam mendesain kartu nama digital merupakan hal yang paling menonjol dari Business Card Maker & Creator. Kamu tidak hanya sekadar memilih template kartu saja, melainkan juga menentukan warna, kecerahan, jenis huruf, hingga menyisipkan simbol dan logo.

Fitur desain selengkap ini terbilang langka di aplikasi sejenis. Oleh karena itu, pengguna yang suka mendesain bisa lebih leluasa berkreasi dengan fitur-fitur yang ada. Aplikasi ini juga menawarkan dua macam versi premium.

Versi premium pertama hanya menghapus iklan dengan harga Rp27.000. Sedangkan yang kedua diberandol sebesar Rp53.000 dengan tambahan template serta fitur bebas iklan.

iBusiness Card (Business Card Maker)


Tidak memiliki waktu banyak untuk mendesain kartu nama? Atau ingin yang serba instan? iBusiness Card bisa jadi pilihan kamu. Aplikasi ini cocok bagi kamu yang tidak ingin repot mendesain kartu nama digital. Cukup pilih template yang tersedia dan mengisi kolom identitas, tentukan jenis huruf yang cocok, dan kartu nama digital kamu telah selesai.

Aplikasi iBusiness Card menyediakan dua proses pembuatan kartu, yaitu Simple Card dan Logo Card, sesuai dengan preferensi kamu. Sayangnya jumlah template yang tersedia terbatas dan kamu tidak bisa menambahkan jumlahnya.

Business Card Maker


Aplikasi ini merupakan alternatif dari iBusiness Card, proses pembuatan kartunya pun kurang lebih mirip. Kamu cukup membuat profil yang berisi identitas diri, nama perusahaan, alamat, email, nomor telepon, dan lain sebagainya. Setelah itu kamu tinggal menentukan template dan kartu namamu telah jadi.

Kelebihan Business Card Maker terletak pada beragam variasi kartu yang dapat dipilih, seperti Standard Card, Vertical Card, Multi-Sized Card, dan Custom Card. Kamu tinggal pilih mana yang kamu anggap lebih cocok.

Sebagai pelengkap, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur Online Showcase untuk memamerkan kartu nama buatanmu, sekaligus menjadi tempat mencari referensi. Asyiknya, semua fitur yang ada dapat dicoba secara gratis.

Card Maker


Jika kamu menginginkan jumlah template kartu nama yang lebih banyak dibanding beragam aplikasi dalam daftar ini, cobalah Card Maker. Ada puluhan template kartu yang bisa dipakai. Kalau itu dirasa kurang, kamu tinggal mengunduh paket tambahan di dalam aplikasi lagi.

Tersedia tiga macam paket template yang bisa diunduh, yaitu Rainbow Pack, Colorful Vertikal, dan Combo Pack. Dua yang pertama tersedia gratis, sedangkan Combo Pack diberandol dengan harga Rp13.000.

Setiap paket memiliki 42 template. Jika ditotal, maka ada sekitar dua ratus desain kartu yang siap digunakan. Selain menawarkan template kartu nama, aplikasi ini juga menawarkan template undangan pernikahan.

Business Cards


Lupakan desain kartu nama konvensional. Apa yang ditawarkan Inigo Card lebih menyerupai profil media sosial yang disatukan dengan kartu nama. Dengan kata lain, di sini kamu tidak akan mendesain apapun.

Cukup pilih foto latar, foto profil, kontak, dan kartu nama kamu telah selesai. Hasilnya sendiri tidak dalam bentuk gambar berformat JPG layaknya aplikasi desain kartu nama sejenis, namun berupa tautan yang dibuka melalui browser internet.

Penerima tautan akan diarahkan menuju halaman profil Inigo kamu. Orang yang melihat profil kamu hanya perlu melakukan tap pada tombol Save di pojok kanan atas untuk menyimpan kontak yang tertera di kartu nama. Simpel dan mudah.

Benbo


Apa jadinya jika aplikasi desain kartu nama dipadukan dengan media sosial? Jadilah Benbo. Di sini kamu tidak hanya mendesain kartu nama saja, namun juga bertukar dengan sesama pengguna untuk menemukan relasi bisnis baru.

Apalagi fitur pencarian Benbo memudahkan pengguna menemukan relasi berdasarkan industri, keterampilan, kota, hingga perusahaan. Kamu juga bisa menambahkan kontak dari hasil memindai kartu nama kertas.

Sebagai pelengkap, Benbo juga didukung dengan fitur Message untuk berkomunikasi. Syaratnya kamu sudah memasukkan kartu nama orang lain ke dalam kontak di aplikasi Benbo. Tertarik untuk mencoba? Barangkali kamu bisa menemukan relasi bisnis yang tepat di sini.

itu dia sobat Campusnesia, silahkan dicoba dan jadilah profesional dimulai dengan memiliki kartu nama dari sekarang. Oh ya...ingin cetak kartu nama? klik disini 

Sumber: https://id.techinasia.com/kumpulan-aplikasi-kartu-nama-digital-android-gratis

Ilmuwan Indonesia buktikan sampah singkong bisa untuk bahan pesawat

2:45:00 PM

Jakarta (ANTARA News) - Dua ilmuwan muda Indonesia, Raafi Jaya Sutrisna (17) dan Suprihatin (17) sukses membuktikan bahan baku pesawat dan kapal bisa terbuat dari limbah kulit singkong dan batang pisang. 

Temuan mereka ini berbuah medali emas dalam ajang International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) 2016 di Georgia, beberapa waktu lalu, menyingkirkan lebih dari 100 proyek ilmiah milik 35 negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Jerman, Slovakia, Bosnia, Denmark dan lainnya. 

"Dari banyaknya limbah kulit singkong di kabupaten kami, Pati, Semarang, Jawa Tengah, mencapai 10 ton dalam setiap bulannya. Limbah itu semakin hari semakin menumpuk. Dari situ kami memulai riset kami, dari bahan yang semula limbah menjadi karbon aktif kulit singkong," ujar Raafi kepada ANTARA News di Jakarta, Jumat.

Setali tiga uang dengan kulit singkong, batang pisang yang terbuang juga mereka manfaatkan. Batang pisang yang telah dikumpulkan kemudian diambil seratnya satu per satu. 

"Kami menggunakan air untuk batang pisangnya, lalu kami ambil seratnya satu per satu. Setelah itu dipotong-potong sekitar dua milimeter," tutur mahasiswa jurusan Teknik Kimia, Universitas Diponegoro itu. 

Serat batang pisang dan kulit singkong kemudian dicampurkan menggunakan resin dan katalis, sehingga terciptalah komposit sebagai alternatif bahan baku pesawat dan kapal. 

"Dari situ serat aktif batang pisang dan kulit singkong kita campurkan menjadi satu menggunakan resin dan katalis. Lalu menggunakan komposit tertentu, jadilah komposit dari limbah batang pisang dan kulit pisang sebagai bahan alternatif industri otomotif kapal maupun pesawat," jelas Raafi. 

Komposit yang berasal dari bahan alami ini diklaim lebih efisien, ringan, tahan api dan kuat, sehingga sebenarnya bisa digunakan untuk industri secara luas. 

Tiga kali gagal

Selama setahun meneliti, Raafi mengaku mengalami tiga kali kegagalan, salah satunya saat percetakan komposit tak sempurna

"Kami mengalami tiga kali kali percobaan gagal. Salah satunya saat percetakan komposit adanya void (rongga udara atau lubang), maka diulang lagi, sehingga kami harus sempurnakan," kata Raafi. 

"Karena jika banyaknya void pada komposit kami, maka membuat ikatan antar serat dan matrik (kuat dan tariknya) semakin menurun," imbuh dia. 

Kini, Raafi mengaku akan terus mengembangkan temuannya agar dapat segera diaplikasikan dalam industri otomotif dan industri secara luas. Tentu tetap menggunakan serat alam berbasis limbah. 

"Kami ingin mengembangkan penelitian ini lebih lanjut. Jika berhasil diaplikasikan, Indonesia bisa menjadi produsen pembuatan komposit dari serat alam. Mengurangi penggunaan fiber glass dan menggantinya dengan menggunakan serat alam," kata Raafi. 

Temuan Raafi dan Suprihatin rupanya menarik minat perusahaan penyedia layanan dan teknologi, Bosch di Indonesia. 

"Para inventor muda ini telah membuat kami terkesan dengan rangkaian inovasi mereka yang diciptakan untuk mendukung sebuah perubahan dalam industri pesawat, bidang otomotif," ujar Managing director Bosch di Indonesia, Ralf von Baer. 

Sebagai bentuk apresiasi, Baer mengatakan telah memfasilitasi kedua ilmuwan muda itu untuk melakukan studi banding ke kantor pusat dan sentra riset serta pengembangan Bosch di Indonesia. 
Editor: Suryanto
sumber: http://www.antaranews.com/berita/579600/ilmuwan-indonesia-buktikan-sampah-singkong-bisa-untuk-bahan-pesawat?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news

Mahasiswa UII manfaatkan batang pisang jadi biohidrogen

2:42:00 PM

Yogyakarta (ANTARA News) - Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Kholik memanfaatkan batang pisang untuk diolah menjadi bahan bakar hidrogen ramah lingkungan atau biohidrogen.

"Kandungan selulosa yang cukup tinggi dari batang atau gedebog pisang yakni hingga 65 persen cocok digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi biohidrogen sebagai sumber energi terbarukan," kata Kholik di Yogyakarta, Minggu.

Ia mengatakan, untuk mengolah batang pisang agar dapat menghasilkan biohidrogen perlu metode khusus. "Dari berbagai metode yang saya pelajari, saya memilih metode fermentasi gelap sebagai cara efektif mengolah batang pisang sebagai sumber energi," katanya.

Metode itu, menurut dia, memiliki beberapa keunggulan seperti dapat mengurangi volume limbah organik batang pisang, lebih stabil prosesnya, ramah lingkungan, hemat energi, dan tidak menuntut adanya peralatan canggih sehingga lebih mudah diaplikasikan.

Metode tersebut memanfaatkan proses fermentasi dari material organik yang diubah menjadi hidrogen melalui reaksi-reaksi tertentu. "Di sini terdapat peran beberapa jenis bakteri anaerob yang bertugas mengurai batang pisang melalui reaksi biokimia kompleks," katanya.

Ia mengemukakan, ada tiga tahapan utama pengolahan yang dimulai dari "pretreatment", "hydrolysis", dan fermentasi. Pada tahap awal, batang pisang dipotong-potong menjadi bagian kecil untuk dikeringkan dengan pengering.

Setelah dikeringkan, potongan tersebut digiling hingga menjadi bagian yang lebih kecil. Selanjutnya hasil penggilingan dicampur dengan larutan enzim dan bakteri pengurai hingga menghasilkan produk biohidrogen yang diinginkan.

"Banyak kelebihan dari penggunaan bahan bakar hidrogen seperti tingkat efisiensi pembakaran yang tinggi hingga 80 persen dan sisa hasil pembakarannya berupa air (H2O) sehingga membuktikan bahan bakar hidrogen menjanjikan untuk masa depan," katanya.

Ia mengatakan, hasil penelitian tersebut telah dipresentasikannya dalam sebuah forum ilmiah tentang energi terbarukan di London, Inggris.

Forum bertajuk "19th International Conference on Renewable Energy Sources and Technologies" tersebut dihadiri para pakar interdisipliner dan multidisipliner dari berbagai negara.

"Dalam forum itu saya meraih Best Presentation Award. Saya bahagia dan bersyukur dapat berkontribusi membawa nama baik Teknik Kimia FTI UII dan Indonesia di ajang forum ilmiah tingkat internasional," kata Kholik.

(B015/A029)
Editor: Ruslan Burhani