Warga Iwenisari Tembalang Menggelar Malam Tirakatan HUT RI ke 72 Tahun

9:38:00 PM


Campusnesia.co.id -- Semarang 16 Agustus 2017, Ratusan warga RT 02 RW 01 Tembalang Semarang menggelar acara Malam Tirakatan menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72 Tahun. Acara berlangsung selepas isya hingga malam bertempat di perempatan gang Iwenisari Tembalang.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indoneisa Raya dan Hari Merdeka secara bersama-sama dipandu oleh pembawa acara Septi dan Rahmi pemuda RT 02.



Selanjutnya adalah pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka menyambut hari kemerdekaan yang telah dilaksanakan minggu sebelumnya. Para juara dari berbagai lomba dari anak-anak hingga ibu-ibu bergantian naik ke atas panggung menerima hadiah.


Berikutnya acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia yaitu bapak Fajar dan berikutnya sambutan ketua RT 02 bapak Sodiq, Dalam sambutanya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh warga yang telah berpartisiapsi dalam rangakaian acara 17 an mulai dari kerja bhakti, aneka lomba, jalan sehat dan puncaknya malam tirakatan ini. Beliau juga mengajak melalui momentum peringatan hari kemerdekaan ini bisa mengimplementasikan tema besar yaitu bekerja bersama-sama dalam hal sosial kemasyarakatan.


Salah satu acara yang dinanti yaitu Do'a dan pemotongan tumpeng, Do'a dipimpin oleh Bapak Nur Azis. Tumpeng sebagai seremonial ucapan syukur atas kemerdekaan yang telah diraih dan pemberian tumpeng dari ketua RT kepada perwakilan tokoh pemuda mas Andre sebagai simbol estafet kepemimpinan dan tanggung jawab mengisi kemerdekaan.



Yang tidak kalah menarik selain tumpeng dengan bendera merah putih yaitu salah satu lauknya berupa ikan Bethik, ikan yang diambil dari kali Gambir di daerah Tembalang.

Nampak hadir pula ibu Lurah Tembalang ibu Sri Sukanti, dalam sambutan singkatnya beliau mengajak agar generasi muda mengisi kemederkaan dengan prestasi dan hal positif serta mengingatkan agenda-agenda kelurahan dan kota semarang, misalnya terkait pembayaran PBB dan bulan PMI.



Sembari menikmati tumpeng dan ikan bethik acara juga diisi dengan pemaparan sejarah dan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia oleh tokoh-tokoh masyarakat diantaranya bapak Pratoyo.

Hiburan berupa organ tunggal menemani warga hingga acara usai, secara keseluruhan malam tirakatan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia warga iwenisari RT 02  RW 01 Tembalang berjalan meriah dan hikmat di tengah cuaca malam kota Semarang  yang cerah.

Penulis: Nandar
Foto    : Nandar

Entrepreneurship: Target Market vs Produk

6:35:00 PM



Campusnesia.co.id -- Apa kabar sobat campusnesia, pertengahan agustus ini redaksi hadirkan sebuah kolom baru, yaitu Entrepreneurship yang berisi artikel-artikel seputar tips wirausaha dan kemandirian. Akan hadir dengan artikel dari redaksi dan kolaborasi dengan mereka yang kompeten dan bergelut dengan dunia entrepreneurship. Edisi pertama yang akan berbagi adalah Bapak Agus Sugito founder Pustaka RMA yang sukses menjual puluhan ribu buku Rumah Main anak 1 dan 2. Yuk kita simak tulisannya yang berjudul Target Market vs Produk.

Menurut Sahabat-sahabat sekalian mana yang lebih penting? Target market atau produk? Kalau diminta memilih, pilih yang mana? 

Kalau saya diminta memilih, saya akan menggunakan panduan dr salah satu Guru Marketing dunia, Seth Godin. Apa kata beliau? "dont find your customer for your product, but find your product for your customer " itu wejangan beliau. Jadi dalam pandangan Seth Godin, pengetahuan kita tentang market, tentang pasar, tentang customer itu harus didahulukan ketimbang produk apa yang kita miliki. Kenapa begitu? Dengan mengetahui secara detail pasar kita, kita akan tahu kebiasaan mereka, tahu usia mereka, tahu kondisi ekonomi mereka, yang tentunya berhubungan dengan daya beli mereka, semakin kita paham siapa target market kita, kita akan semakin tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Ibarat kata, kalau mau jualan mobil ya pergilah ke pusat-pusat keramaian, jangan pergi ke tengah hutan, apalagi ke tengah lautan. Masak mau jual mobil ke kera atau ke ikan kembung, ya ga tumon toh? 

Nah hal inilah yang mendasari kami di Pustaka RMA, saat Pustaka RMA akan menerbitkan buku Rumah Main Anak, kami amati bahwa follower Julia Sarah Rangkuti adalah mahmud abas, pendidikan minimal D3 atau S1, ekonomi menengah, usia 24-32, gender jelas perempuan, masak mahmud laki2? 

Dengan dasar inilah, kami hadirkan produk Rumah Main Anak dengan buku fullcolor, kertas HVS, bnyak foto, ukuran buku 15x22 cm, warna kuning emas pada cover, design cover sederhana namun elegan, tebal halaman 350 halaman dan harganya 85rb waktu PO. Alhamdulillah respon pasar sangat luar biasa, pada waktu pertama kali PO ada order lebih dari 6.000exp, langsung masuk kategori bestseller. Bagaimana misal, buku yang isinya permainan anak, kami cetak di atas kertas bookpaper (kertas untuk novel), terus warnanya black white (BW), ukurannya 15x15cm, tebal halaman 500 halaman, dan harganya 130rb, kira-kira menurut teman2 bagaimana? Kalau laku, saya yakin masih laku, tapi tidak akan laris seperti yang ada hari ini, Alhamdulillah RMA1 sdah tembus 20.000exp. 

Semakin kita tahu dengan detail target market kita, kita akan semakin ngerti apa kebutuhan mereka. 

Bahkan ketika kemarin, kami akan menerbitkan buku untuk anak, Seri Si Koksi. Kami lakukan survey kecil-kecilan melalui akun FB JSR, kira2 menurut temen2 untuk buku anak lebih seneng buku yang mana? Kertas artpaper harga lebih murah atau boardbook yang lebih awet namun harga lebih mahal? Dan mungkin dari temen2 di sini ada yang ikut jawab survey tersebut. Dan apa jawaban target market kami? Sebagian besar  menjawab, mereka lebih cenderung boardbook  drpd pake kertas artpaper yang mudah sobek. Dan itulah yang menjadi dasar bagi kami hadirkan Seri Si Koksi dalam bentuk boardbook hardcover, dan karena kami tahu bahwa sebagian besar customer kami masih agak "sensitif" msalah harga, akhirnya kami hadirkan 3 boardbook hardcover dengan harga hanya 98rb sewaktu PO. Gilaaaa, saya bilang kepada diri sendiri. Itu ga pasaran banget. Tapi kami tahu, itulah yang dbutuhkan pasar kami. Margin jadi lebih kecil gapapa, asal jadi lebih luas daya terima pasar, karena niatnya memang ingin menghadirkan buku berkualitas untuk mendampingi orangtua dalam membersamai tumbuh kembang buah hati. Itu pointnya. 

Dan Alhamdulillah Seri Si Koksi sewaktu PO bisa tembus lebih dari 5.600set atau lebih dari 16.800exp buku. Semua berkat kerja keras para agen dan reseller tentunya. Dan produk seperti itulah yang dimau oleh pasar mahmud kekinian.

Jadi mulai sekarang rajin2lah mendekati target market, kenali siapa mereka, di mana mereka biasa ngumpul, gabung ke komunitas2 mereka, gabung ke grup2 WA target market, jadilah pribadi yang menyenangkan, dan berpromosilah dengan santun. Nah pada waktu ada market day di grup2 WA buatlah iklan yang menyesuaikan dengan target marketnya. Emak2 mah matanya gelap kalau lihat diskon, free ongkir, bonus, dll. Pahami mereka, sesuaikan kalimat iklan kita, sesuaikan produk jualan kita, maka tidak ada produk yang tidak laku, bila ada produk yang tidak laku, bisa jadi produk tersebut belum bertemu target market yang tepat untuknya. 

Selamat berjuang. 

Salam

Agus Sugito 

Artikel di atas adalah hasil koborasi antara Campusnesia X Pustaka RMA.
untuk mendapatkan artikel & Info menarik seputar dunia wirausaha dan produk buku terbaru, silahkan cek di FP Pustaka RMA  Klik di sini. 


Magistra Utama Semarang Wisuda 118 Mahasiswa, 94% Sudah Diterima Kerja Sebelum Lulus

3:33:00 PM


Campusnesia.co.id -- Semarang 12 Agustus 2017 Magistra Utama Semarang hari ini menggelar Wisuda ke XXI yang diikuti oleh 118 mahasiswa dari lima jurusan yang berbeda yaitu Desain Grafis, Akuntansi Perusahaan dan Perbankan, Sekretaris dan Admisnistrasi Perkantoran, Perhotelan dan Pariwisata serta Asisten Paramedis. Bertempat di hall Hotel Grasia dari pagi hingga siang. Acara berlangsung meriah dan hikmat dan dihadiri oleh para orang tua dan wali mahasiswa.

Pada hari yang sama, acara yang diberi nama PALMA atau Pelepasan Alumni Magistra Utama ini juga dilaksanakan di tiga kota lainya yaitu Tegal, Solo dan Madiun. Sebagai informasi Magistra Utama adalah sebuah lembaga pelatihan kerja dengan masa studi satu tahun bagi lulusan SMA sederajat yang sudah hadir sejak tahun 21 tahun lalu di Semarang dan ada di 12 kota lain di seluruh Indonesia.

Ibu Hapsari pimpinan Magistra Utama Semarang ketika berbincang dengan redaksi menyampaikan bahwa 94% dari wisudawan yang hari ini hadir sudah diterima kerja. Itu merupakan bagian dari komitmen dan keunggulan magistra utama dalam menyiapkan lulusanya. Selain membekali dengan ilmu keahlian dibidang masing-masing, karakter building serta ditunjang dengan jaringan dan mitra perusahaan yang siap menerima lulusan magistra utama.

Ketika ditanya pesan untuk para wisudawan, Ibu Hapsari menyampaikan semoga para wisudawan bisa dengan maksimal mengaplikasikan ilmu yang telah didapat, tetap rendah hati dan menjaga sikap santun di tempat kerja.

Menjelang siang selepas prosesi seremonial wisuda, acara diisi dengan hiburan dan penganugerahan penghargaan untuk wisudawan berprestasi dari masing-masing jurusan.

Ekspresi kebahagiaan tak dapat disembunyikan dari wisudwan dan keluarga, misalnya Jolang wisudawan asal Pati ini mengatakan bahwa banyak ilmu yang didapat selama belajar di Magistra Utama yang nantiya akan ia gunakan sebagai bekal untuk pengabdian dan kemandirian. Dilain kesempatan saat salah satu orang tua wisudawan yang bernama bapak Rukin juga menyampaikan rasa syukur, bangga dan bahagia hari ini putranya telah mampu menyelasiakan program pembelajaran bahkan sudah diterima kerjja saat belum lulus.

Sebelum berakhir ada acara MOU antara Magistra Utama dengan beberapa peruhasaan seperti Indoprinting dan Hotel Grasia yang merupakan mitra untuk tugas magang kerja dan penyaluran lulusan, Acara ditutup dengan doa dan foto bersama para wisudwan, pengajar dan staf magistra utama.

penuls: Nandar
foto : Nandar

Liputan Seminar Sosiopreneur RnB Undip

5:47:00 PM


Campusnesia.co.id -- Semarang. Jumat 11 Juli 2017 UKM Research and Business atau dikenal dengan RnB Universitas Diponegoro menggelar Seminar Sosiopreneur dengan tema Build Your Future with Soiopreneur and StartUp Business. Acara berlangsung dari pagi hingga siang bertempat di Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip lantai 4.

Acara ini merupakan kerjasama RnB Undip dan Isnet yang akan berlangsung selama dua hari, tema Sosiopreneur pada hari jumat dan StartUp di hari sabtunya. Tampak hadir direktur RnB dan pengurus harian Isnet bapak Firmansyah.

Seminar dibagi menjadi tiga sesi, yang pertama membahas tentang Bagaimana menumbuhkan jiwa sosiopreneur dan membangunnya, disampaikan oleh bapak Baron Noorwendo pegiat sosiopreneur dari Depok dengan segudang pengalaman dan prestasi diantaranya pendamping program sosial di 15 provinsi, yang mengawali program pemberdayaan masyarakat di sekitar rumahnya untuk mengolah limbah plastik kemasan menjadi aneka kerajinan yang bernilai estetik dan ekonomis dengan brand Iburatu Upcycle.

Pak Baron sedang memaparkan Materi


Dalam pemaparannya pak Baron menekankan ajakan kepada para peserta seminar untuk sejak dini memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan kepada masyarakat serta tips bagaimana beliau merintis dan menjalani program permberdayaan masyarakat.

Pada sesi berikutnya, tentang materi sosiopreneur dibidang wisata sedianya akan disampaikan oleh ibu Tatiek Kancaniati founder dari Wisata Kampung Bisnis Tegal Waru Bogor, karena sedang dalam masa pemulihan paska operasi pemaparan disampaikan oleh pak Herman Budianto yang merupakan suami dan partner beliau dalam membangun pemberdayaan yang berbasis pada UMKM di daerah Tegalwaru.

Baca Juga:

Pak Herman tidak hanya bercerita tentang capaian pemberdayaan yang digagas bersama istri tetapi juga bercerita tentang tantangan yang selama ini dihadapi hingga akhirnya perjuangan beliau berdua menuai hasil yang membanggakan, tidak hanya meningkatkan taraf ekonomi masayarakat setempat tetapi juga pengetahuan dan kemandirian. 

Sesi terakhir kembali diisi oleh pak Herman, kali ini beliau menyampaikan tentang Sosial Mapping yang merupakan langkah awal sebelum membuat sebuah program pemberdayaan masyarakat. Peserta diajak bicara lebih teknis dan detail sehingga diharapkan selepas acara mampu membuat perencanaan sebuah program pemberdayaan masyarakat yang baik.

Informasi saja sobat campusnesia, pak Herman ini juga merupakan Direktur Zona Madina, sebuah kawasan terpadu milik Dompet Dhuafa yang di dalamnya ada Masjid, RS Rumah Sehat Terpadu yang gratis untuk Dhuafa, kawasan wisata edukasi dan pemberdayaan masyarakat berupa peternakan kambing dan budidaya ikan.

Sebelum usai acara diisi dengan tanya jawab, peserta nampak antusias silih berganti bertanya kepada narasumber. Acara di akhiri dengan foto bersama peserta dan pembicara.

penulis: Nandar
foto     : Nandar

6 Lagu yang Hits saat 17 Agustus

6:56:00 PM


Campusnesia.co.id -- Halo sobat campusnesia, selamat datang lagi di Artikel spesial 17 agustusan. Setelah kemarin kita membahas evolusi logo-logo HUT RI, dan beberapa artikel yang agustus-an banget. Kali ini redaksi hadir lagi dengan artikel yang tidak kalah seru.

Iya benar, artikel kali ini akan membahas beberapa lagu yang nuansanya pas sekali diputar saat bulan agustus. Lirik nya itu membuat semangat nasionalisme jadi naik dan bawaanya ingin jadi pejuang 45. 

Selain lagu-lagu baru, ada juga lagu-lagu everlasting yang diaransemen ulang msuiknya, lebih "gaul" dan "cool". Apa saja lagu-lagu itu? yuk simak satu persatu.

1. Lagu Bendera dari Cokelat



2. Lagu 17 Agustus dari Cokelat



3. Lagu Rayuan Pulau Kelapa dari Endank Soekamti



4. Lagu Garuda Pancasila dari Endank Soekamti



5. Lagu Garuda di Dadaku dari Netral



6. Lagu Gugur Bunga dari Oldtimers


Nah itu tadi sobat Campusnesia, 6 lagu yang bikin semangat nasionalisme jadi naik lagi. Kalau kalian suka lagu yang manas? atau punya lagu lain? share di kolo komentar ya sampai jupa merderka!.

penulis: Nandar
sumber: Youtube

Evolusi Logo HUT RI dari Masa ke Masa

11:58:00 PM

Campusnesia.co.id -- Sobat Campusnesia, bila sudah masuk bulan agustus atmosfir semangat hari kemerdekaan mulai terasa. Dari banyak bendera yang mulai dipasang oleh warga dan kantor-kantor. Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia atau yang biasa disingkat HUT RI selalu menjadi moment yang tepat untuk me-recharge dan memupuk kembali rasa nasionalisme. 

Baca Juga:
- 5 Produk yang Laris saat 17 Agustus 
- Kegiatan Khas Masyarakat Indonesia saat 17 Agustus 
- 3 Upacara 17 Agustus yang Unik
- Ini Dia 6 Lomba yang Hits saat 17 Agustus

Dalam artikel kali redaksi ingin membahas hal unik selain judul-judul yang pernah kami angkat dala liputan khusus 17 agustus, yaitu tentang evolusi atau perkembangan Logo HUT RI dari masa ke masa yang kalau diperhatikan ada perubahan-perubahan yang menarik.

Apa saja yuk kita lihat.

1. Logo HUT RI template versi lama


Logo ini dikeluarkan resmioleh pemerintah, penulis belum menemukan sumber kapan tepatnya logo ini mulai digunakan, tetapi seingat penulis sejak tahun 90-an sudah digunakan. Logonya cukup sederhana Angka berwarna merah dan bendera berkibar sesuai dengan angka di digit ke dua. 

2. Logo HUT RI tahun 2012


Di tahun 2012 ini sebenarnya versi pemerintah masih menggunakan template logo di atas, tetapi masyarakat mulai berekspresi dengan logo-logo custome buatan mereka. Salah satu contoh yang penulis ambil adalah logo HUT RI buatan mas Wahyu Aditya saat HUT RI 67 tahun. Slaah satu custome logo yang kala itu populer digunakan masyarakat dan beberapa stasiun televisi swasta.

3. Logo HUT RI 2012-2014


Dalam rentang waktu ini, masyarakat mulai banyak yang enoba membuat logo HUT RI versi mereka, ditambah ada lomba yang diadakan oleh KDRI website milik mas Wahyu Aditya.

4. Logo HUT RI era Presiden Jokowi


Pasca pilpres dan terpilih presiden dan wakil presiden baru 2014, yaitu pak Jokowi dan Jusuf Kalla, pemerintah merilis desain logo HUT RI resmi yang berbeda dengan era point awal ang penulis sebutkan. Maksud hati memasukan unsur garuda, ada beberapa netizen yang kurang suka tetapi tetap banyak yang suka karena dirasa sesuatu yang baru, gaul and cool. Dan ada slogan di setiap tahun yang berbeda-beda.

5. Logo HUT RI 71 dan 72


Apakah ada kaitanya dengan kritik masyarakat terhadap logo HUT RI ke 70 versi pemerintah atau tidak, untuk HUT RI 71 dan 72 tidak lagi dimasukan unsur burung garuda, dan lebih menarik serta simpel menurut penulis. dan Sekarang juga masih banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi membuat logo HUT RI versi mereka sendiri.

Menarik ya evolusinya, kalau sobat campusnesia suka yang mana? share di kolo komentar ya. Itu dia tadi artikel kita kali ini yang berjudul Evolusi Logo HUT RI dari Masa ke Masa, semoga bermanfaat dan samapai jumpa. Salam Prestatif.

penulis: Nandar
foto    : pixabay

Khalayak, Tahukah Kalian Ada 6 Kosakata Baru dalam KBBI

10:12:00 PM


Campusnesia.co.id -- Sobat Campusnesia, sebagaimana kita tahu perkembangan zaman juga mempengaruhi terciptanya istilah-istilah baru dalam bahasa. Apalagi di era digital dan kemajuan teknologi ini. Munculnya istilah-istilah baru yang kebanyakan berbahasa Inggris ini tidak serta merta mendapatkan padanan kata dalam Bahasa Indonesia kita.

Nah dalam artikel kali ini, redaksi hadirkan 6 kosa kata baru yang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indoenesia atau KBBI sebagai padanan dari kata-kata istilah dala bahasa Inggris. Sebenarnya ada banyak tetapi kali ini 6 dulu saja ya. Agar lebih menarik redaksi hadirkan dalam gambar dan tulisan. Yuk kita simak.

1. Mangkus untuk kata Efektif


2. Narahubung untuk kata Contact Person


3. Sangkil untuk kata Efisien


4. Swafoto untuk kata Selfie


5. Warganet untuk kata Netizen


6. Gawai untuk kata Gadget



Itu dia 6 istilah baru dalam KBBI, yuk gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Semoga Bermanfaat salam prestatif.

penulis: Nandar
foto     : pixabay
desain : Nandar

Tips Handling Masalah untuk Generasi Milenial

8:37:00 PM

Campusnesia.co.id -- Sobat campusnesia, beberapa hari yang lalu kita dihebohkan dengan video dan berita tentang dua perempuan yang bunuh diri dengan melompat dari apartemen. Bicara kasus bunuh diri ini bukan kali pertama, sebelumnya bahkan lebih heboh karena pelaku menyiarkan aksinya di facebook live.

Tentang kasus bunuh diri, Berdasarkan rata-rata statistik, dalam sehari setidaknya ada dua hingga tiga orang yang melakukan bunuh diri di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setidaknya ada 812 kasus bunuh diri di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2015. Angka tersebut adalah yang tercatat di kepolisian. Angka riil di lapangan bisa jadi lebih tinggi. (Kumparan.com /19 maret 2017)

Banyak faktor yang menyebabkan akhirnya orang berfikir pendek dan melakukan aksi yang nekat seperti di atas. Salah satunya adalah depresi akibat masalah yang dihadapi mungkin bagi pelaku terasa sangat berat dan tidak mampu diatasi lagi.

Melalui artikel ini saya ingin menyampaikan terutama untuk para generasi muda, agar menjauhi pikiran melakukan tindakan nekat bunuh diri. Bukan hanya masalah yang dihadapi tidak terselaikan bahkan juga akan menambah masalah bagi orang-orang yang kita sayangi, keluarga misalnya.

Masalah dan tantangan tidak pernah akan habis selama kita masih hidup. Cara terbaik adalah menjalaninya. So, bagaimana baiknya sikap kita dalam menghadapi masalah, berikut tips dari Mas Pariman Siregar seorang Psikolog, Trainer, Konselor dan Penulis. Buku pertama beliau berjudul Master fro Minder dan yang akan segera terbit berjudul Langkah Smart. yuk kita simak Tipsnya.


Mereka yang mengalami depresi pada dasarnya memiliki pandangan yang negatif terhadap diri sendiri, masa depan, dan lingkungan. Pandangan negatif tersebut berkembang karena cara berpikiran yang bias (distorsi kognitif). Berikut ini beberapa diantara pikiran-pikiran bias:

1. Hiperbolis
Misalnya; ada seorang remaja cewek yang mendapati satu jerawat kecil tumbuh di wajahnya. Karena jerawat itu, dia menganggap kalau dirinya tidak cantik lagi.

2. Generalisasi yang berlebihan
Misalnya; ada seorang cewek yang pernah dikecewakan oleh cowok karena ternyata cowoknya adalah lelaki buaya. Semenjak itu, dia sulit membangun hubungan baik dengan cowok karena berpikiran bahwa semua cowok adalah buaya.

3. Biasa membuat prediksi negatif
Misalnya; ada seseorang sedang dalam perjalanan, tetiba ban motornya kempes. Lalu dia berpikir kalau-kalau setelah itu terjadi kesialan-kesialan yang lainnya.

4. Personalisasi
Misalnya; “Selalu saja kalau saya mau serius belajar, lampunya mati”. Padahal sebenarnya, tidak ada hubungan anatara kemauan belajar dan listrik mati.

Selain empat tersebut, ada labeling (memberikan stempel negatif), minimalisasi (kebalikan dari hiperbolis), mind reading (beranggapan bahwa orang lain berpikir negatif terhadap dirinya), all or nothing thinking (pikiran kaku dan perfeksionis, “Kalau saya tidak dapat nilai A berarti saya gagal”), catastropizing (membuat prediksi-prediksi yang justru membuatnya takut atau khawatir).

Berikut ini sejumlah tips yang bisa digunakan untuk mencegah dan mengatasi depresi;

1. Miliki Pikiran yang Konstruktif
Pikiran, perasaan, dan fisik saling berkaitan. Pikiran yang positif diikuti dengan perasaan positif akan berpengaruh baik terhadap keadaan fisik. Cara penyikapan segala hal yang datang secara konstruktif dan perasaan senang akan memunculkan semangat untuk bertindak. Masalah dan tantangan yang datang tidak dianggap sebagai bencana tetapi sebagai kesempatan untuk meningkatkan potensi diri dan sebagai langkah menuju pencapaian yang lebih baik. Semua orang yang memiliki masalahnya masing-masing, jadi sebenarnya tidak ada orang yang benar-benar sendiri dalam menghadapi masalah. Olehkarena itu, tidak perlu larut dalam kegalauan dan kesendirian, segera lanjutkan kehidupan.

2. Biasakan Relaksasi
Pikiran, perasaan, dan fisik saling berkaitan. Pikiran yang tegang menimbulkan keluhan-keluhan secara fisik. Olehkarena itu, penting untuk mengambil waktu guna melakukan relaksasi pikiran, misalnya dengan berdzikir atau membaca buku yang bisa membuat pikiran rileks. maupun fisik. Selain relaksasi pikiran juga penting untuk melakukan relaksasi fisik terutama otot, misalnya dengan olahraga ringan guna meregangkan otot-otot, jalan-jalan santai sembari melihat pemandangan atau mengalokasikan waktu untuk refreshing (liburan).

3. Mencari Pertolongan Pertama
Manusia tidak bisa hidup sendiri karena pada dasarnya manusia adalah makluk sosial. Ketika dihadapkan pada masalah dan kesulitan untuk mengatasinya sendiri, alangkah lebih baik jika segera meminta bantuan orang lain. Keluarga dan teman menjadi tempat yang umum untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Dalam banyak kesempatan, orang lain memiliki pengalaman dan informasi untuk menjawab suatu permasalahan. Jangan segan untuk mencari pertolongan pertama pada mereka.  

4. Mencari Bantuan Profesional
Tingkat kesulitan permasalahan yang dihadapi seseorang beragam. Ada kalanya, masalah yang dihadapi memang serius dan butuh bantuan profesional. Layanan psikologis dari psikolog baik yang buka praktik sendiri atau ada di instansi-instansi akan siap sedia membarikan bantuan secara profesional terhadap permasalahan-permasalahan psikologi. Mereka sudah dibekali ilmu yang memadai dan praktik yang menjadikan mereka terlatih untuk memberikan bantuan profesional bagi siapa saja yang membutuhkan.

Nah itu tadi sobat Campusnesia tips mengatasi depresi langsung kai hadirkan dari pakarnya. Semoga bermanfaat buat para pembaca. dan sampai jupa di tulisan berikutnya. Berani ati mungkin hebat, tetapi bernai hidup jauh lebih hebat, salam Prestatif

- Artikel di atas adalah kolaborasi Campsunesia dengan mas Pariman,M.Psi, Psikolog
(Penulis Buku “Langkah SMART: Jadi Pribadi Hebat, Banyak Manfaat”)
- Editor Nandar 






Cerita Rizki Mahasiswa Kedokteran yang akan Mewakili Undip dalam HNMUN 2018

10:18:00 PM

Campusnesia.co.id -- Hai sobat campusnesia, apa kabar nih? tak terasa kita sudah di penghujung bulan juli dan sesaat lagi masuk bulan agustus nih. Untuk yang masih liburan semester jangan lupa harus tetap produktif.

Kali ini redaksi hadir lagi dala kolom prestatif dan isnpiratif, akan berbicang dengan calon dokter bernama kak Rizki Akbar Sentosa, Mahasiswa semester empat fakultas kedokteran Undip yang inspiratif dan produktif. Bayangkan, mahasiswa asli Tuban ini masuk Undip melaui jalur SBMPTN dan mendapat besasiswa kemitraan PTTEP dengan Beastudi Indonesia Dompet Dhuafa. Di kampus aktif sebagai kabid Kesma Himpunan Mahasiwa Kedokteran dan bidang syiar Rohis tingkat fakultas.

Di luar kampus, saat ini menjabat sebagai koordinator Desa Produktif Rowosari, desa binaan dari Beastudi Etos wilayah Semarang.

Sebelumnya, bulan februari lalu pemuda yang hobbi membaca ini juga menjadi wakil Undip dalam ajang Siriraj International medical Microbiology Parasitology and Immunology Competition (SIMPIC 2017) yang diselenggarakan keenam kalinya oleh Faculty of Medicine Siriraj Hospital - Mahidol University di Bangkok Thailand. 

Nah kali ini kita akan berbincang dengan kak Rizki tentang terpilihnya beliau menjadi wakil Undip juga dalam ajang HNMUN (Harvard National Model United Nations) bersama tiga rekannya yang akan berangkat ke Amerika tahun depan.



Hai kak Rizki, dari mana awalnya tahu info tentang seleksi ini?
Sebenarnya tahu tentang evenn ini sudah sejak tahun lalu, tetapi mengikuti seleksi yang tahun 2017.

Apa motivasi kak Rizki mengikuti seleksi untuk mewakili undip?
Salah satunya karena ingin ke luar negeri, menambah wawasan, ilmu dan jaringan tentunya.

Bisa diceritakan kak proses seleksinya, hingga akhirnya kak Rizki bisa lolos?
Seleksi dimuali dengan semua pendaftar harus membuat essay, kemudian mengikuti FGD (focus group discussion), simulasi dan terkahir interview.

Berapa banyak pendaftar yang mengikuti slesksi waktu itu kak?
Awalnya ada sekitar lima puluhan, kemudian berkurang saat tahap simulasi dan akhirnya yang lolos sekitar 15 orang yang akan dibagi menjadi 3 tim untuk dikirim ke Belanda, London, dan Amerika.  

Oh ya, untuk tim kak Rizki kan ada 4 orang tiga lagi bisa diperkanalkan kak?
Iya selain saya ada Cindy Wijaya Fakultas kedoteran angkatan 2015, Esther Elisabeth Fisip angkatan 2016 dan Fathah Abdurrahman Fakultas Hukum aangkatan 2015.



Berangkatnya kan masih tahun depan kak, apa saja yang akan dilakukan bersama tim selama menunggu?
Yang pasti persiapan dan latihan yang juga dibimbing oleh kakak-kakak BSO Diponegoro MUN Society dan alumni, persiapan lain mencari sponsor untuk biaya keberangkatan.

Berapa lama rencanya akan di sana dan adakah kegiatan lain selain mengikuti even ini?
Acaranya sendiri hanya 4 hingga 5 hari, tetapi kami berencana tinggal lebih lama di sana dan akan memanfaatkan wkatu untuk berkunjung ke keduataan besar Indonesia, dan tempat lain untuk belajar dan menjalin jaringan.

wah menarik kak sharingnya, inspiratif sekali bisa mewakili kampus dalam ajang international, semoga persiapanya lancar dan dimudahkan hingga hari H.

Nah sobat Campusnesia, itu dia tadi bincang-binang kita dengan kak Rizki, semoga bermanfaat sampai jumpa.


penulis: Nandar
foto     : Dokumentasi Pibadi Rizki & OA Line Diponeogro MUN Soc


sponsor