Trailer Film Gundala 2019 dan Seluk-beluknya

1:00:00 AM



Campusnesia.co.id -- Sobat kabar gembira untuk kamu penyuka kisah super hero, Gundala Putra Petir sebuah komik karya komikus Indonesia bernama Hasmi yang pertama terbit tahun 1969 akan diangkat ke layar lebar. Dengan rumah produksi Screenplay Film, Bumi Langit dan Legacy Picture.

Kabar ini disampaikan langsung oleh sutradaranya yaitu Joko Anwar dalam ajang Comic Con 2018. Dari pengumuman ini sutradara yang baru saja sukses dengan film Pengabdi Setan juga mengungkapkan beberapa hal, apa saja? yuk simak.

Trailer Film Gundala 2019



1. Bukan Film Pertama
Memang bukan film pertama karena pada tahun 1981 pernah diangkat ke layar lebar juga dengan disutradarai oleh Lilik Sudjio. Film ini dibintangi oleh Teddy Purba, Ami Prijono dan W.D. Mochtar. Tapi dengan track record joko anwar kita berharap fil ini akan lebih bagus.



2. Sudah Mulai Syuting
Saat diumumkan, proses syuting sedang berlangsung dan diperkirakan akan tayang di bioskop tahun 2019 mendatang. 

3. Pemeran 
Setelah banyak rumor tentang siapa saja pemeran film Gundala 2019, kini terjawab sudah walau t\belu semua diungkap. Sancaka atau Gundala akan diperankan oleh Abimana, Wulan diperankan oleh Tara Basro, Sancaka kecil diperankan Muzakki Ramadhan, Pengkor diperankan oleh Bront Palarae.

4. Kostum
Dari poster dan penjelasan sang sutradara, Gundala 2019 akan dibuat lebih realistis. Ini mengingatkan penulis dengan trilogi Batman karya Nolan. Dalam seri pertama Batman Begin juga diceritakan lebih reaslistis dan masuk akal, semoga bisa seperti batman begin.



5. First Look
Selain mengumumkan pemain, poster dan proses produksi, Joko Anwar juga mengungkap first look tau bisa dibilang teaser dari Gundala 2019. Berikut videonya.



Keren ya sobat Campusnesia, setelah 2018 ini kita dimanjakan dengan film pendekar Wiro Sableng Kapak Maut 212, tahun depan kita akan disuguhi Gundala dan ada kabar juga tahun 2020 akan tayang film Si Buta dari Gua Hantu yang akan disutradarai Timo Tjahjanto yang baru saja merilis film The Night Come for Us.



6. Teaser Trailer Baru
Beberapa hari yang lalu, sutradara film Gundala mengumumkan Teaser Trailer filmnya dan mengkonfirmasi jadwal tayangnya yaitu bulan Agustus 2019. berikut teaser trailernya.




penulis: Nandar
editor: Mumun


Review Buku Lucu-lucuan jadi Sukses Beneran

9:47:00 PM


Campusnesia.co.id -- Biasanya review buku orang lain, bagaimana kalau sekali-kali review buku sendiri ha ha, jadinya buka review kali ya, lebih ke sinopsis atau promosi nih. Tapi its okey siapa tahu diantara pembaca juga jadi penasaran dan ingin membaca sendiri? ya kan?

1. Judul Buku dan Penulis
Lucu-lucuan jadi Sukses Beneran, itu dia judulnya guys, di tulis oleh Achmad Munandar, nama penanya sering muncul di mayoritas artikel Campusnesia yup Nandar.

2. Isi Buku
Buku Lucu2an jadi Sukses Beneran berisi 10 persen kisah perjalanan sebuah bisnis kreatif yang lahir dari ajang Program Mahasiswa Wirausaha atau PMW Undip tahun 2019. Bab awal dipenuhi kisah perjuangan para pendirinya hingga akhirnya ide bisnisnya lolos dan didanai.

Bab berikutnya akan membahasa tentang tips lolos PMW, bagaimana mencari ide, menulis proposal agar bisa dapat pendanaan. Ada pula tips bagaimana mengelola keuangan, mengembangkan dan mempertahankan bisnis yang berasal dari PMW atau PKM-K. Menarik sih bab ini, karena angka keberhasilan bisnis dari program-program seperti ini di bawah 10%.

Di bagian akhir pembaca akan diajak mendalami catatan-catatan kecil dari Nandar si CEO Loetju selama berkarya di bisnis kreatif ini. Dalam bab yang dikemas dalam tajuk Diary Loetju, setidaknya kita akan disuguhkan 32 catatan,dari yang dalam penuh renungan, inspirasi dari sebuah peristiwa hingga yang hanya sekedar cerita tanpa hikmah ha ha.



3. Kesimpulan
Secara umum, bukunya bisa dibilang biasa saja, kalau dalam banyak promo buku menjanjikan isi yang "daging semua" buku ini bukan tipe yang seperti itu. Jujur...biasa saja. 

Tapi yang menarik, pendapat kita akan sesuatu bisa saja berbeda dengan orang lain. Bagi sobat yang sudah punya bisnis atau pekerjaan dengan omset atau gaji di atas 40juta per bulan, maka biasa saja cocok menggambar buku ini.

Namun, jika sobat sedang ingin memulai atau sedang punya iusaha dengan Omset dibawah 40juta perbulan maka buku ini masih bisa dibilang menarik. 

Satu lagi, kalau ditanya, perlukah membeli dan membaca buku ini? kalau sobat percaya tentang kekuatan inspirasi yang bisa datang dari mana saja  bahkan dari hal sepele dan receh, saya sarankan beli dan baca ini. Setidaknya untuk koleksi, sudah banyak kan buku yang "daging semua" isinya? bagaimana kalau sekali-kali kita beli dan bawa buku yang receh? ya kan? :)

Mau Beli? 45.000 untuk soft cover dan 55.000 untuk Hard Cover.

\
KLIK UNTUK BELI LEWAT WA:
DESKRIPSI GAMBAR

KLIK UNTUK BELI LEWAT WEBSITE:
DESKRIPSI GAMBAR


Kenal Lebih Dekat dengan The Godfather of Broken Heart Didi Kempot

10:21:00 AM


Campusnesia.co.id -- Beberapa waktu lalu, viral di twitter sefruit video pendek yang memperlihatkan para penonton sebuah konser yang begitu menghayati lagu dan suasana konser, setelah saya perhatikan ternyata ini bukan konser K-Pop atau band terkenal lain, terkejut dan tertawa sekaligus tidak percaya, acara itu adalah konser Campursari dengan penyanyi Didi Kempot. 

Masih heran, karena mayoritas penonton yang histeris di video tersebut banyak dari kalangan anak muda, Fenomena apa ini? 

Lalu setelahnya dalam beberapa hari nama Didi Kempot trending di twitter, banyak yang mencuit tentang lagu dan lirik-liriknya yang identik dengan cinta dan patah hati, tak lama kemudian bermunculan julukan-julukan baru misalnya "Didi Kempot the Godfather of Broken Heart" "Bapak Patah Hati Nasional" serta panggilan baru... Lord Didi. Memang era sekarang ini semua bisa terjadi.

Tapi seberapa jauh sobat mengenal Didi Kempot? redaksi melalui artikel kali ini coba ngulik sosok dibalik ratusan bahkan ribuan lagu-lagu jawa dengan nuansa dangdut itu, Jika Dangdut punya Rhoma Irama sebagai rajanya, Didi Kempot adalah Raja Campursari.

1. Mengawali karir dengan Ngamen
Era 80-an didi kempot muda memulai karir dari nol dengan menjadi pengamen mulai dari solo, jogjakarta dan akhirnya mengadu nasib ke jakarta berharap mendapat kesempatan yang lebih baik.

2. Keluarga Seniman
Buat sobat yang belum tahu, didi kempot adalah anak dari dalang kondang asal solo, ki Ranto Edi Gudel almarhum lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto. Dan adik dari pelawak legendaris Mamik anggota grup srimulat, lahir di  Surakarta, 31 Desember tahun 1966, oh ya satu lagi pak sentot juga saudara beliau.



3. Asal nama Didi Kempot
Nama aslinya Didi Prasetyo, tambahan gelar kempot didapat dari komunitas ngamen saat di jakarta yang ternyata bermakna “Komunitas Penyanyi Trotoar”.

4. Lebih dari 700 lagu
Hingga hari ini mungkin sudah lebih dari 1000 ya, dalam sebuah kesempatan wawancara lord Didi menyampaikan produktifitas mencipta lagu dimulai justru sejak beliau masih jadi pengamen. Jika para fans bapak patah hati nasional mengikuti, pasca tahun 1998 banyak sekali album dan lagu yang ditelurkan.

5. Go Internasional
Tahun 1993 Didi Kempot dapat kesempatan ke belanda untuk perform, dan di sana tercipta lagu layang kangen dan mixingnya pun di belanda, album ini meledak di suriname maka jangan heran jika didi kempot juga punya banyak fans di suriname dan belanda.

Tahun 1996 didi kempot memutuskan kembali ke Indonesia, salah satu momentum come back ditandai dengan rilisnya lagu Stasiun Balapan yang jadi penanda kemunculan didi kempot di ranah blantika musik indonesia. Dan setelahnya ratusan lagu bisa kita nikmati.

6. Differensiasi
Keroncong dangdut yang kita kenal sekarang sebagai campursari menjadi genre musik favorit baru di era 1990an salah satu pelakuknya adalah didi kempot. Banyak tema lagu yang sudah dibawakan dari yang bahagia hingga deep banget patah hatinya.

Ada satu hal yang menurut saya bagian dari strategi cerdas lagu ala didi kempot yang saya sebut differensiasi. Pernah memperhatikan judul buku dan film Raditya Dika? Ia menggabungkan judul buku dan filmnya dengan nama-nama binatang, Cinta Brontosaurus, Koala Kumal dll.

Didi kempot dengan caranya sendiri, lagu-lagunya seakan sebagai miles stone, land mark perjalanannya selama hidup. Sebut saja Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Tanjung Mas Ninggal Janji, Pantai Klayar. Dll. Mengajak kita menyusuri perjalanan hidup dan cintanya dan sisi lain juga menjadi cara mempromosikan tempat-tempat tersebut. 

Jadi lagu Lord Didi yang mana yang paling mewakili suasana hatimu sobat? setel musik campursarimu dan ayo patah hati bersama...sampai jumpa.

cuplikan video dari acara konser Didi Kempot, Hype Banget.



penulis: Nandar
diolah dari berbagai sumber
video: YT Koala Kebun

Review Film I Am Mother Netfilx, Bagaimana jika Robot jadi Seorang Ibu?

6:59:00 PM



Campusnesia.co.id - Banyak film yang menggambarkan bahwa kecanggihan kecerdasan teknologi bisa berakibat fatal pada eksistensi manusia, sebut saja franchise film Terminator, bahkan di era komputer masih jadul sudah berimajinasi bahwa umat manusia bisa punah karena komputer dan robot yang terlalu canggih.

Masih banyak deretan film yang bertema serupa dengan pendekatan yang berbeda, Avenger Age of Ultron, Eagle Eye dll. Satu film yang akan kita bahas ini juga masih bertema tak jauh berbeda.

I Am Mother, film rilisan Netflix beberapa pekan yang lalu sangat menarik dari cerita, seorang robot membesarkan bayi tabung dari masih embrio hingga dewasa dalam sebuah fasilitas futuristik yang terutup. Dikisahkan bumi sudah hancur akibat ulah manusia, robot dengan kecerdasannya berfikir manusia harus "direboot" dengan kualitas yang lebih baik.


Sepanjang film kita hanya akan disuguhi 3 tokoh, robot mother, seorang anak daughter dan stranger, manusia dari luar fasilitas yang bertahan dari kejaran para robot.

Mother diperankan Rose Byrne yang membesarkan gadis perempuan diperankan oleh Clara Rugaard dan orang asing diperankan oleh Hillary Swank.

Film yang melibatkan robot selalu punya sisi menarik tersendiri, seperti saya yang penasaran bagaimana proses pembuatan dan syutingnya, model robot dalam film ini mirip dengan robot di film Chappy, diperankan oleh manusia, yang berbeda Chappy full CGI sedangkan di I Am Mother lebih seperti kostum yang kalau pembaca tidak melihat behind the scene nya mungkin akan mengira full hasil CGI motion capture.


Yuk, rekomended untuk ditonton di akhir pekan, agak membosankan jadi sebaiknya sediakan cemilan. Selamat menonton.

penulis: Nandar

Review Film Korea Long Live the King, Preman Tobat ingin Jadi Anggota DPR

6:43:00 PM



Campusnesia.co.id -- Seorang preman dapat job untuk menghalau para demonstran di sebuah pasar yang hendak dibongkar untuk pusat hiburan.

Setelah beberapa hari demo dengan tertib, akhirnya terjadi chaos antara pengunjuk rasa dan preman sewaan.

Dan..cinta pandangan pertama, ketua geng sewaan jatuh cinta setelah ditampar aktivis pembela masyarakat yang akan digusur.

Ia ingin menyampaikan maksud hatinya, sang aktivis bilang "jadi orang baik dulu". Mungkin itu hanya celetukan. Tapi bagi ketua geng ternyata dianggap serius. Ia berusaha tobat dan jadi orang baik.

Cerita mengalir, ketua preman insyaf harus menggantikan kandidat calon DPR dari daerah itu, bukan semata demi politik, ini satu-satunya cara efektif agar penggusuran tidak berlanjut dan mencegah petahana kembali menjabat karena dia adalah penjahat dibalik semua kekacauan ini.

Tayang tahun 2019 ini, Film asal Korea ini mendatangkan artis-artis terkenal, sebut saja aktor Kim Rae-Won yang merupakan pemain serial populer “Doctors Crush“ bareng Park Shin He.

Dia akan beradu akting dengan aktris pendatang baru berparas cantik Won Jin-A yang merupakan pemain di drama Korea serial “Life” 2018. Won Jin-A akan memainkan karakter utama wanita yang bernama Kang So-Hyun, seorang wanita yang dicintai oleh bos gangster.

Oh ya ada cameo Ma dong seok atau Don Lee, seru sih, rekomended ditonton saat akhir pekan. 

penulis: Nandar

Raden Ajeng Indah Sekar Arum: Tercemplung Bisnis Kuliner Jadi Bisa Bantu Penyintas Gempa

8:53:00 PM



Campusnesia.co.id -- Bagi Raden Ajeng Indah Sekar Arum membuka bisnis kuliner tak sekedar berjualan makanan. Tetapi telah menjadi passion sejak wanita yang akrab disapa Arum itu membuka usaha Restoran Padang di Cilegon, Banten tahun 2014 silam. Sikap pantang menyerah untuk mengembangkan usaha tercermin pada dirinya ketika Arum mendapati usahanya kolaps.

Tak menunggu waktu lama, wanita kelahiran Solo 30 tahun silam itu bangkit kembali dengan membuka gerai kopi. Bertahan 4 tahun, lagi-lagi usahanya terpaksa harus tutup karena manajemen pusat yang tiba-tiba ‘menghilang’.

Seiring berjalannya waktu Arum menemukan bisnis waralaba yang sesuai dengan pasar milenial dan dianggap kekinian, yakni Bakso Boedjangan. Kini Arum fokus membesarkan rumah makan Bakso Boedjangan di bilangan Pejatan, Jakarta Selatan.

Setelah 3 bulan berjalan, keuletan Ibu satu anak itu membina bisnis kuliner berbuah manis. Pada bulan April mendatang ia kembali akan meresmikan gerai Bakso Boedjangan di Jalan Sabang, mengikuti di belakangnya gerai Bakso Boedjangan di Kemang pada bulan Mei, melauncingkan Warunk Up Normal di Bulan Juni dan usai Ramadhan Arum segera memotong pita untuk peresmian Warunk Up Normal dan Bakso Boedjangan di Cawang, Jakarta Timur.

“Awalnya saya tidak tertarik bisnis kuliner ini, tetapi karena sudah tercemplung,” seloroh wanita jebolan S1 Marketing Manajemen di Universitas Bina Nusantara Internasional itu. Menahkodai usaha kuliner memperkenalkan Arum dengan Dompet Dhuafa. Menurutnya Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi yang memiliki banyak program pemberdayaan yang nyata dan berdampak signifikan terhadap pengurangan kemiskinan.

Tak heran bila Arum langsung jatuh hati dan mau membayar zakat sebesar 2,5 persen dari omset usaha. Lebih dari itu Arum juga merealisasikan kerja sama dengan Dompet Dhuafa melalui program infak via kasir. Di bulan Ramadhan Arum juga bakal menggelar pengajian bersama Dompet Dhuafa.

“Saya tahu Dompet Dhuafa punya program recovery di Lombok. Saya dengar di sana ada keluarga yang tidak bisa minum air bersih. Saya ingin kerjasama ini bisa membantu para calon penerima manfaat di sana agar tidak kesulitan air dan sanitasi. Saya memang tidak bisa langsung ke sana untuk membantu, tetapi berkat Dompet Dhuafa saya bisa bantu meringankan beban saudara kita di Lombok,” Ujar Arum yang merupakan mantan  kontestan Abang None Jakarta.

Arum menambahkan ke depan ia ingin ada salah seorang karyawannya yang bisa berangkat bersama Dompet Dhuafa menjadi relawan di area kebencanaan mau pun recovery agar dapat menginspirasi, membentuk, membagikan dan menularkan pengalamannya membantu sesama kepada karyawan lain.-[Aditya Kurniawan]

sumber: Majalah Swara Cinta Dompet Dhuafa edisi Maret-April 2019
diketik ulang oleh: Ratna

Abdul Husein Khusairi, Bangun Server Untuk Warga Kampungnya

8:47:00 PM



Campusnesia.co.id -- Dari setahun perjalannya, program pengembangan SDM di Kabupaten Sukabumi telah melahirkan 257 alumni. Mereka semua diberikan bekal untuk bekerja maupun berwirausaha sendiri.

Salah satunya adalah Abdul Husein Khusairi (23), yang berhasil membangun server internetnya sendiri, untuk membantu warga lebih mudah dalam mengakses internet.

Kampung Citundun, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, masih terlalu jauh dari peradaban digital. Bahkan di 2018 lalu, warga harus naik ke bukit untuk mengakses internet dan hanya sekedar telepon.

“Dulu orang-orang mengeluh, tidak ada sinyal yang bagus di kampung kami. Kalau ada yang ingin telepon atau mengakses sinyal, harus naik dulu ke bukit, “ terang Husein. Dari keluhan tersebut, Husein berinisiatif mendirikan server internet dari rumahnya sendiri. Dipatok dengan nominal tertentu, warga yang membutuhkan internet, kini dapat mengaksesnya dengan mudah. Dalam waktu singkat, usaha server internetnya berkembang pesat. Selain membantu warga yang membutuhkan akses internet, Husein bisa mengais rupiah dari keahliannya tersebut.

“Alhamdulillah, respon masyarakat bagus. Walau beberapa warga sempat tidak percaya sebelumnya. Tapi sekarang seluruh warga kampung bisa merasakan internet di rumahnya masing-masing,” tambahnya.

Husein bukanlah seorang ahli komputer sebelumnya. Ia juga tidak memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan IT. Keahlian mengolah jaringan internet yang ia aplikasikan di desanya berasal dari program Equal opportunity For Empowerment – Siap Kerja, Siap Usaha (EOE-SAKU). Bersama 256 peserta lainnya, Husein mendapatkan bekal soft skill dan hard skill dari program yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa, bekerjasama dengan Coca-cola Fundation, USAID, dan Pemda Sukabumi.

“Saya tidak punya pengalaman, hanya pas ikut program tersebut (EOE-SAKU) saya dapat ilmunya. Bersyukur saya bisa ikut program,” aku Husein. Bersama EOE-SAKU, Husein memilih kelas Teknik Komputer dan Jaringan. Ilmu yang ia dapat di kelas tersebut, membuatnya semakin tertarik dan menemukan passion-nya disana. Baru setengah jalan di EOE-SAKU, Husein menemukan ide unutk membuka server internet di kampungnya.

Desanya kini mulai berkonsep smart village, di mana semua warga dapat mengakses internet dengann mudah. Bahkan bersama pemuda setempat, ia mengubah lahan belukar menjadi semacam co-working area. Di tempat tersebut pegiat digital dapat berkumpul memanfaatkan internet miliknya. Sinyal internet bukan hanya sekedar memberikan akses komunikasi, namun juga menggerakan ekonomi dan pendidikan di desanya. Hal tersebut yang ia tularkan ke desa lainnya.

“Dengan internet ada yang mulai jualan online, bahkan juga anak sekolah mencari referensi tugas melalui internet, walau juga banyak yang sekedar bermain gam,” terang Husein. Kini, Husein ingin berekspansi menyebar servernya ke kampung-kampung laindi Sukabumi. Husein yakin bahwa masih banyak desa yang bernasib sama dengan desanya. Ia ingin manfaat internet yang dirasakan oleh warga di desanya, dapat menjangkau desa lain. “Saya ingin bangun server lain juga di desa lainnya yang bernasib sama dengan desa saya,” tutup Husein. –[Zull]

sumber: Majalah Swara Cinta Dompet Dhuafa edisi Mei-Juni 2019
diketik ulang oleh: Ratna

Review Film Drama Innocent Witness

5:03:00 PM



Campusnesia.co.id -- Sudah akhir pekan lagi, yuk sobat kita rehat sejenak dengan menikmati review film drama korea yang baru februari lalu tayang. Kuat dari sisi cerita, dengan akting para aktor yang keren dan twist tak terduga. judulnya Innocent Witnes. yuk kita ulas.

Jalan Cerita
Soon Ho (diperankan olehJung Woo Sung) adalah seorang pengacara dari kalangan kekurangan finansial, ia harus menanggung hutang ayahnya yang sangat besar, baru saja bergabung dengan firma hukum yang ternama dan sedang membela kasus pembunuhan.

Suatu hari, seorang lelaki tua penderita depresi ditemukan tewas. Di tempat kejadian, ditemukan juga Mi Ran  pembantunya yang dituduh sebagai pembunuh laki-laki tersebut.

Soon Ho diminta untuk menangani kasus itu, tantangannya saksi kunci yang masih pelajar bernama Ji Woo. Menariknya, Ji Woo ini menderita autis sehingga diragukan kesaksiannya.



Teka-teki
Untuk mendapat keterangan dari Ji Woo, Soon Ho harus mendekatinya dengan cara khusus, salah satunya dimulai dari apa yang Ji Woo sukai yaitu teka-teki, untuk informasi, dengan kekurangannya ji woo adalah anak yang cerdas dalam hal matematis logis dan daya ingat. ini hal penting yang akan jadi penentu ending film.

Dalam perjalanan menangani kasus ini, Hati soon ho gamang dengan kebenaran dan keperpihakannya hingga ia membuat sebuah kesalahan fatal di akhir sidang. 

tapi seperti diketahui, film ini akan happy ending dengan twist yang menarik. Cocok buat hiburan akhir pekan. ceritanya seru, selamat menonton.

penulis: Nandar

Pendaftaran Pelatihan Forum Indonesia Muda FIM 21 tahun 2019

6:07:00 AM


[PELATNAS FIM 21]

Keberagaman adalah sebuah keniscayaan yang hadir di Indonesia. FIM menginginkan keberagaman yang hadir di Indonesia dapat menjadi suatu kekuatan besar, untuk memberikan perubahan nyata untuk bangsa.
Hal tersebut melatarbelakangi pelatihan nasional FIM 21 mengusung tema "Ragam Asa untuk Indonesia"

Pendaftaran pelatihan nasional FIM 21 yang akan dibuka pada:
17 Juli - 17 Agustus 2019

Catat tanggal pentingnya dan terus ikuti media sosial FIM agar tidak ketinggalan info seputar Pelatnas FIM 21 ya!😉

Persiapkan dirimu untuk menjadi bagian dari pelatihan nasional FIM 21!



#AmbilPeranAmbilBagian
#PelatnasFIM21
#RagamAsaUntukIndonesia
#ForumIndonesiaMuda
#AkuUntukBangsaku

___________

Pelatihan Nasional FIM 21
Forum Indonesia Muda
Instagram : @fimnews
Fanpage FB : @fimnews
Twitter : @fimnews
Line : @fimnews
Youtube : https://youtube.com/ForumIndonesiaMuda