Review Aplikasi Video On Demand Hooq, Viu dan iflix

3:45:00 PM



Campusnesia.co.id -- Trend Video On Demand membuat banyak penyedia layanan berlomba memberikan tayangan terbaik untuk menggaet pengguna.

Selama sebelun terakhir ini (september-omtober 3019), saya menginstal 4 layanan Video On Demand sekaligus. Selain untuk menikmati layanan juga sekalian membuat review. 

Keempat aplikasi itu adalah Maxstream, Hooq, Viu dan iflix. Khusus maxstream (yang awalnya menginstal karena eman-eman paket bawaan telkomsel) reviewnya ada disini: Review Maxstream

Nah bagaimana dengan 3 aplikasi lainya? Mari kita ulas.

1. Hooq 
Berasal dari Singapura, setiap instal aplikasi ini bisa menikmati semua tayangan gratis, kecuali film-film yang harus "rent" atau sewa ya, sepertinya tergantung popularitas sebuah film ya.

Setelah 30 hari, beberapa layanan seperti jaringan TV internasiola Histori, Discovery tidak bisa dinikmati.

Yang saya suka dari Hooq adalah Channel luar negeri seperti Discovery, Histori dll lengkap dengan subtitle bahasa indonesia.

Channel yang saya sebut juga ada di Maxstream, tapi tanpa subtitle.

Oh ya, beberapa reality show dan serial dari channel ABC, History, TLC, tvN bisa ditonton kapan saja.

2. Viu
Dari PCCW Media asal Hong Kong. Jelas bagi penikmat Drama Korea dan Dorama Jepang sepertinya ini aplikasi yang tidak boleh dilupakan.

Konsep sama, semua gratis tapi ada iklanya, ada pilihan paket dan beberapa jika kamu gak mau keganggu iklan dengan jadi Viu premium.

Selain drama, ada pula reality show dan film. Pekan ini saya menikmati drama berjudul Pasta yang mana sudah tayang tahun 2010 lalu tapi masih tersedia di aplikasi.

Tidak ada channel tv seperti di hooq.

3. iflix
Datang dari Malaysia. Banyak menyediakan film dari kawasan asia, konsep sama ada yang gratis dan sewa.

Streaming TV juga ada, tapi tidak sebanyak pilihan di Hooq. Nilai plus bagi saya pilihan tontonan untuk anak-anak banyak, salah satunya Tayo.

Itu tadi sedikit review tentang aplikasi video on demand mulai dari Hooq, Viu dan iflix. 

Sudah pernah coba yang mana? Share pengalamanmu di kolom komentar ya.

Penulis: Nandar

Daftar 12 Wakil Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf 2019-2024

2:02:00 PM



Campusnesia.co.id -- Setelah rabu lalu melantik 34 Menteri kabinet Indonesia Maju, hari ini Jumat 25 Oktober 2019 Presiden Jokowi memanggil dan mengangkat 12 tokoh untuk menduduki posisi Wakil Menteri.

Tepatnya 12 orang dari berbagai kalangan, seperti representasi partai politik, profesional bahkan unsur organisasi relawan.

Siapa saja? Berikut daftarnya.


1. Wakil Menteri Luar Negeri: Mahendra Siregar (sebelumnya Dubes RI untuk AS)

2. Wakil Menteri Pertahanan: Sakti Wahyu Trenggono (Pengusaha/Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf)

3. Wakil Menteri Agama: Zainut Tauhid (Politikus senior PPP/Waketum MUI)

4. Wakil Menteri Keuangan: Suahasil Nazara (Kepala Badan Kebijakan Fiskal)

5. Wakil Menteri PUPR: John Wempi Wetipo (Politikus PDIP)

6. Wakil Menteri LHK: Alue Dohong (Deputi Badan Restorasi Gambut)

7. Wakil Menteri Perdagangan: Jerry Sambuaga (Politikus Golkar)

8. Wakil Menteri Desa PDTT: Budi Arie Setiadi (Ketum Projo)

9. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang: Surya Tjandra (Politikus PSI)

10. Wakil Menteri BUMN: Budi Sadikin (Direktur Utama Mining Industry Indonesia)

11. Wakil Menteri BUMN: Kartika Wirjoatmojo (Direktur Utama Bank Mandiri)

12. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Angela Tanoesoedibjo (Pengusaha/Perindo, putri Hari Tanoe)

Sumber: Detik.com
Foto: Andika/Detik.com

Biografi dan 8 Fakta Nadiem Makarim, Pendiri Gojek yang kini jadi Menteri Pendidikan

10:21:00 AM



Campusnesia.co.id -- Nadiem Makarim dikenal sebagai pendiri aplikasi Ride Sharing Gojek. Aplikasi ojek online yang berkembang menjadi super app dengan berbagai layanan seperti pemesanan makanan, kirim barang, isi pulsa hingga dompet digital GO-Pay. Sebagai startup Gojek masuk kategori Decacorn dengan valuasi sekitar 147 T.

Penasaran dengan sosok Nadiem Makarim? Berikut Biografi dan beberapa fakta tentangnya. Yuk simak.

1. Lahir di Singapura
Terlahir di Singapura, 4 Juli 1984. Ia memiliki ayah bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari Minangkabau yang berprofesi sebagai pengacara dan penulis dan ibu bernama Atika Algadrie keturunan Arab yang bekerja di bidang non-profit. Ia memiliki dua saudara perempuan.

2. Keluarga
Istri Nadiem Makarim bernama Franka Franklin, mereka menikah pada tahun 2014 yang lalu. Dari pernikahannya ini, Nadiem makarim mempunyai anak bernama Solara Franklin Makarim.

3. Pendidikan
Menempuh pendidikan SD di Jakarta, kemudian ia lulus SMA di Singapura, dari Singapura ia kemudian melanjutkan pendidikannya di jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat.

Dan selama setahun, ia mengikuti program foreign exchange di London School of Economics. Ia juga melanjutkan studinya di Harvard Business School, Harvard University dan lulus dengan menyandang gelar MBA (Master Business Of Administration).

4. Pekerjaan
Ia diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan Mckinsey & Company sebuah konsultan ternama di Jakarta dan menghabiskan masa selama tiga tahun bekerja disana. Diketahui pula ia pernah bekerja sebagai Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief Innovation officer kartuku.

5. Mendirikan Gojek
Pada tahun 2011, GO-JEK sebagai perusahaan resmi didirikan oleh Nadiem Makarim yang kemudian menjabat sebagai CEO GO-JEK. Awal berdiri Gojek, Nadiem mempunyai 20 driver gojek. Dan sistem yang ditawarkan yakni via telepon call center. Dimana pelanggan menghubungi langsung call center untuk mendapatkan driver terdekat.

Pada waktu itu, jumlah karyawan gojek masih sangat terbatas dan drivernya pun juga masih sangat terbatas. Namun keyakinan dari Nadiem Makarim akan perusahaannya membuat Gojek bisa bertahan hingga melaju pesat beberapa tahun berikutnya.

6. Daftar Investor Gojek
Dari luar negeri ada Allianz Strategic Investments SARL, Anderson Investment Pte Ltd, Asean China Investment Fund (US) III LP, Gamvest Pte Ltd, Golden Signal Limited, Google Asia Pacific Pte Ltd, KKR Go Investment Pte Ltd, London Residential II SARL, Natural Plus Holdings Limited, OZ GOJ Sculptor Investments SARL dan investor asing lainnya.

Sedangkan investor dalam negeri. Ada saja PT Astra International Tbk, PT Asuransi Jiwa Sequis Life, PT Chandramahkota Prima, PT Global Digital Niaga, PT Northstar Pacific Investasi, PT Sigmantara Alfindo, PT Union Sampoerna, PT Radianx Capital LP dan lainya

7. Gojek dan Status Startup Decacorn
Setelah menjadi startup Unicorn bersama Tokopedia dan Bukalapak dengan valuasi di atas 1 T, kini gojek juga sudah menjadi startup Decacorn yaitu startup dengab valuasi lebih dari 140 T.

8. Menjadi Menteri Pendidikan
Nadiem Makarim pada Senin 21 Oktober 2019 hadir di Istana Negara memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo dengan mengenakan kemeja putih.

Dalam konferensi persnya, Nadiem mengatakan diminta membantu tugas presiden dan mengumumkan telah mundur dari posisi CEO Gojek.

Rabu, 23 Oktober 2019 dalam pengumuman susunan Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Nadiem Makarim diangkat menjadi Menteri Pendidikan Republik Indonesia masa bakti 2019-2024.

Dengan berita ini, Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan Termuda dengan usia 35 tahun.

Penulis: Nandar
Sumber: Biografiku, Kontan dan sumber lainya

Fix! Susunan Menteri Kabinet Presiden Jokowi Ma'ruf 2019-2024

8:59:00 AM


Campusnesia.co.id -- Rabu, 23 Oktober 2019 Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan kabinet indonesia kerja jilid 2. 


Berikut susunan Kabinet Indonesia Maju:


1. Mahfud MD: 
Menkopolhukam

2. Muhadjir Effendy: 
Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan

3. Luhut Panjaitan: 
Menko Kemaritiman dan Investasi

4. Nadiem Makarim: 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

5. Wishnutama Kusubandio: 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

6. Erick Thohir: 
Menteri BUMN

7. Tito Karnavian: 
Menteri Dalam Negeri

8. Airlangga Hartarto: 
Menko Perekonomian

9. Pratikno: 
Mensesneg

10. Prabowo Subianto: 
Menteri Pertahanan

11. Edhy Prabowo: 
Menteri Kelautan dan Perikanan

12. Sri Mulyani Indrawati: 
Menteri Keuangan

13. Syahrul Yasin Limpo: 
Menteri Pertanian

14. Agus Gumiwang: 
Menteri Perindustrian

15. Juliari Batubara: 
Menteri Sosial

16. Siti Nurbaya Bakar: 
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

17. Suharso Monoarfa: 
Menteri BPN dan Kepala Bappenas

18. Basuki Hadimuljono: 
Menteri PUPR

19. Ida Fauziyah: 
Menteri Tenaga Kerja

20. Fachrul Razi: 
Menteri Agama

21. Zainuddin Amali: 
Menteri Pemuda dan Olahraga

22. Bahlil Lahadalia: 
Kepala BKPM

23. Abdul Halim Iskandar: 
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

24. Yasonna Laoly: 
Menkumham

25. Budi Karya Sumadi: 
Menteri Perhubungan

26. Sofyan Djalil: 
Menteri Agraria dan Tata Ruang

27. Tjahjo Kumolo: 
Menteri PAN RB

28. Moeldoko: 
Kepala Staf Kepresidenan

29. Bambang Brodjonegoro: 
Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional

30. Johnny G Plate: 
Menkominfo

31. Agus Suparmanto: 
Menteri Perdagangan

32. Teten Masduki: 
Menteri Koperasi dan UMKM

33. Terawan Agus Putranto: 
Menteri Kesehatan

34. Retno Marsudi: 
Menteri Luar Negeri

35. Arifin Tasyrif: 
Menteri ESDM

36. I Gusti Ayu Bintang Darmawati: 
Menteri Pemberdayaan Perempuan

37. Pramono Anung: 
Sekretaris Kabinet

38. ST Burhanuddin: 
Jaksa Agung

Sumber: Kumparan



Mengenal Homeless Media di Era Sosial Media

5:46:00 PM



Campusnesia.co.id -- Setiap zaman ada masanya, agaknya adegium tersebut memang relevan dalam banyak hal. Termasuk jika kita bicara tentang perkembangan media.

Koran menjadi pelopor sebagai media pembawa berita, hingga kemunculan Radio dan televisi.

Era digital berdampak pada media koran dan radio, mengubah pola masyarakat dalam membaca berita dari kertas ke layar desktop dan pesonal gadget (baca smartphone).

Tidak berhenti di situ, era selanjutnya semakin berkembang dengan kehadiran aneka media sosial. Sebut saja Youtube, Twitter, Facebook dan Instagram.

Adakah pengaruh terhadap dunia media? Jawabanya ada.

Homeless Media

Lahirlah apa yang dinamakan Homeless media atau media tanpa rumah.

Jika media sebelumnya bertransformasi dari Koran, Radio dan TV yang memiliki versi online atau website atau totally online hanya punya website. Tidak demikian dengan Homeless media, ia tidak lahir dari semua yang telah kita sebut.

Homeless media memanfaatkan sosial media. "Istilah homeless media merujuk kepada segelintir media yang bermukim dan mengembangkan bisnisnya di tiap platform media sosial raksasa seperti Facebook, Instagram, YouTube, atau Snapchat."(Remotivi)

Contoh Homeless Media misalnya, Nowthis, The Dodo, Thrillist, dan Seeker. Keempatnya kini tergabung dalam sindikasi konten di bawah atap perusahaan Discovery Communications. 

Bagaimana media konvensional menyikapi lahirnya trend baru ini? 

Kami kutip dari Remotivi;  AJ+, misalnya, merupakan sayap Al Jazeera yang berbasis konten video di Facebook. Begitu pula Tasty dari Buzzfeed. Vice juga sudah lebih dulu memaksimalkan monetisasi dari YouTube. Pun demikian dengan Vox. The Washington Post sejak 2015 juga telah mengumumkan akan memuat 100% konten mereka lewat ”Instant Article” di Facebook agar para pembaca dapat mudah mengaksesnya. Sementara sejak pemilihan presiden 2016, CNN membentuk biro konten politik untuk menggaet market anak muda lewat fitur discover di Snapchat. Sebagian besar konten dari media terkait di atas tak akan dapat Anda temui di situswebnya masing-masing.

Di Indonesia, ada Opini dan Pijaru yang secara serius memaksimalkan sistem kerja ala homeless media, kendati memang tidak sepenuhnya. Begitu pula dengan Popular Flix, Males Banget, Brilio dan Detik lewat 20detik-nya. Zetizen, sayap konten dari Jawa Pos, MLDSpot, dan content network yang berisikan para youtuber seperti Last Day Production atau Tim2one juga bermain di ranah ini. (Remotv)

Jadi hari gini sobat Campusnesia juga bisa membuat media kamu sendiri, mulai saja dari sosial media.

Penulis: Nandar
Referensi: Remotivi

(Update) Daftar Calon Menteri Jokowi-Ma'ruf 2019-2024

10:40:00 AM



Campusnesia.co.id -- Minggu, 20 Oktober 2019 kemarin rakyat Indonesia resmi memiliki Presiden dan Wakil Presiden baru periode masa bakti 2019-2024 yaitu bapak Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin.



Senin dan Selasa 21-22 Oktober, presiden berjanji akan memperkenalkan calon-calon menteri yang akan membantu tugas presiden 5 tahun ke depan. 



Dari berbagai media televisi dan sosial media, kita dipertontonkan "parade" tokoh-tokoh berkemeja putih lalu lalang masuk dan keluar istana yang diduga akan menjadi menteri kabinet Indonesia Kerja jilid II.



Berikut daftar tokoh yang 2 hari terkahir datang dan pergi keluar masuk istana, siapa saja yuk simak daftarnya, (daftar akan terus diupdate)


A. Senin 21 Oktober 2019

1. Nadiem Makarim
Dikenal sebagai CEO unicorn Gojek. Sudah mengundurkan diri sebagai CEO dan menyatakan siap membantu Presiden.

2. Wishnutama
Komisaris Net Tv, setelah sebelumnya mencabat sebagai CEO. 

3. Erick Tohir
Pemilik Mahaka Grup, salah satunya Koran Replubika. Pemegang saham klub sepakbola Inter Milan.

4. Mahfud MD
Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi

5. Tito Karnavian
Kapolri

6. Airlangga Hartarto
Ketua umum partai golongan karya

7. Pratikno
Menteri sekretaris negara periode sebelumnya

8. Nico Harjanto

9. Fadjroel Rahman

10. Edhy Prabowo
Politisi Gerindra

11. Prabowo Subianto
Ketua umum Gerindra 

B. Selasa, 22 Oktober 2019

1. Sri Mulyani
Dari konferensi pers beliau menyatakan diminta kembali memjadi Menteri Keuangan

2. Syahrul Yasin Limpo

3. Siti Nurabaya
Menteri Kementerian dan Lingkungan Hidup Kehutanan periode sebelumnya.

4. Agus Gumiwang Kertasasmita
Sebelumnya Menteri sosial 

5.  Juliari P. Batubara
Politisi PDIP

6. Suharso Monoarfa

7. Yasonna Laoly

8. Basuki Hadimuljono

9. dr. Terawan

10. Ida Fauzia

12. Bahlil Lahadalia

13. Zainudin Amali

14. Budi Karya Sumadi

15. Abdul Halim Iskandar

16. Fachrul Razi

17. Rudiantara

Disclaimer: diolah dari tv dan sosial media. Daftar lengkap dan resmi menunggu pengumuman dari Presiden Jokowi.


6 Alternatif Cara LEGAL Nonton Film dan Drama Korea Favorit Kamu

10:05:00 AM


Campusnesia.co.id -- Menonton film dan serial bisa jadi salah satu pilihan melepas penat setelah belajar atau bekerja. Apalagi jika kamu penggemar film atau serial tv, sebut saja drama korea. 

Hanya saja kadang waktu dan anggaran tak selalu berpihak, maka akhirnya beberapa pilihan cara menikmati film dan serial favorit jadi "dilematis".

Dilema yang saya maksud adalah tentang mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat kita pada "cara legal" menikmati film dan serial favorit.

Jujur, saya pernah menjadi bagian dari golongan yang menonton dari VCD bajakan di rental atau download gratis di situs macam Ganool, Indoxxi, Bioskopkeren, Torrent atau Layarkaca21.

Nah, pertanyaanya bagaimana kita bisa menikmati film dan serial favorit secara legal dengan meminimalisir biaya? Saya akan berbagi beberapa alternatif yang pernah saya coba, semoga bisa jadi tambahan referensi.

1. Bioskop
Tidak setiap bulan saya ke bioskop, biasanya khusus film-film yang bener-bener ingin tahu dan menikmati pertana di layar lebar. Caranya adalah menyisihkan uang penghasilan untuk pergi ke bioskop agar tidak ketinggalan dan terlalu terpapar spoiler.

2. Rental CD Original
Ya, mungkin sekarang sudah susah ditemui toko rental CD atau DVD, tapi higga tahun 2014 saya masih menjumpai dan sempet beberapa kali menyewa. Memang lebih mahal tapi secara kualitas gambar tentu lebih bagus dari yang bajakan. Perbandingan harga jika waktu itu harga sewa CD bajakan Rp 2.500 CD asli bisa Rp 10.000. Pesan saya, jangan lupa kembalikan tepat waktu agar tidak kena denda he he.

3. Menunggu Tayang di TV
Selanjutnya adalah menunggu tayang di TV, betul memang harus bersabar tapi demikianlah konsekuensinya. Untuk film indonesia umumnya 6-12 bulan setelah tayang di bioskop sudah bia dinikmati di TV nasional. Tergantung seberapa populer film tersebut. 

4. Aplikasi Video On Demand
Pilihan lain adalah instal aplikasi video on demand sebut saja Hooq, iflix, Maxstream dan Viu.

Jika film bioskop bisa memakan waktu hingga 1 tahun untuk bisa dinikmati lewat TV nasional, di apliaksi video on demand umumnya dalam hitungan bulan dengan "menyewa" atau berlanggan.

Penggemar drama korea, Viu berdasar pengalaman cocok sekali sebagai pilihan. Bisa menikmati gratis (tentu ada iklanya) atau berlanggan agar bisa menonton tanpa terganggu iklan.

5. Youtube
Beberapa film, serial bahkan anime sekarang bisa dinikmati di youtube. Hanya perlu modal kuota internet atau sinyal wifi.

Sebut saja film-film dokumenter, web series yang memang dirilis untuk youtube. Atau anime seperti Gundam Build yang tayang di channel gundam info. Bahkan kamen rider yang baru Zero One juga tayang di youtube.

6. Langganan Channel
Terakhir adalah berlanggan channel dari luar negeri, ada Netflix yang sekarang semakin banyak konten originalnya, HBO, Warner Tv, atau nunggu sebentar lagi Disney+ dengan ribuan koleksinya.

Itu tadi sobat Campusnesia, 6 pilihan Legal menikmati film dan Drama Korea favorit kamu. Sampai jumpa.

Mahasiswa STIKes Karya Husada Semarang siapkan Warga Siaga dengan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Non Medis dan Evakuasi

9:00:00 AM



Campusnesia.co.id -- Kondisi kegawatdaruratan yang mengancam nyawa dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. 

Basic life support atau bantuan hidup dasar, menjadi hal penting dalam menunjang angka keselamatan dalam suatu kecelakaan ataupun kebencanaan. Hal ini terutama relevan ketika fasilitas kesehatan tersedia jauh dari masyarakat. 

Mahasiswa calon ners Stikes Karya Husada Semarang melihat pentingnya pengetahuan bantuan hidup dasar bagi masyarakat. Hal ini terutama mereka temukan ketika mengkaji wilayah RW XII Kel.Tambakaji Ngaliyan Semarang. Masyarakat mengungkapkan, kondisi perumahan yang padat dengan jalanan yang sempit, membuat warga seringkali sulit untuk mengevakuasi ketika terdapat warganya yang dalam kondisi darurat. 


Masyarakat seringkali menghadapi warganya yang usia lanjut (lansia) dalam kondiisi darurat misalnya jatuh dan harus dirujuk ke pelayanan kesehatan. Meskipun puskesmas sudah menyediakan ambulans yang siap untuk warganya, evakuasi sulit dilakukan akibat medan jalan yang sempit.

Mahasiswa STIKes bersama Puskesmas Tambakaji kemudian menggandeng badan Pertolongan dan Pencarian daerah Semarang ( SAR ) pada Sabtu, 19 Oktober 2019 lalu menyelenggarakan pelatihan bantuan hidup dasar non medis dan evakuasi di wilayah RW XII.


Masyarakat diajarkan bagaimana melakukan resusitasi jantung paru (RJP), hemlich manuver atau bantuan ketika ada korban tersedak yang mengancam nyawa, evakuasi warga, serta berbagai keadaan gawat lainnya yang memungkinkan sering dijumpai oleh warga. 

Kegiatan ini patut mendapat apresiasi dan penting untuk dapat diterapkan di daerah lainnya terutama untuk wilayah yang sulit akses terhadap fasilitas kesehatan.

Penulis: Hani
Editor: Nandar

Daftar Lencana Kehormatan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia

5:26:00 PM



Campusnesia.co.id -- Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, beredar foto Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024. Foto diunggah oleh akun twitter @arbeinrambey pada tanggal 18 oktober 2019 pukul 07:18 WIB. Foto tersebut merupakan hasil jepretan bapak Darwis Triadi seorang fotografer kenamaan.

Dari foto yang beredar, nampak banyak Pin atau Lencana pada jas pak Jokowi dan Kiyai Ma'ruf yang jadi perbincangan netijen. Banyak yang bertanya apakah maksud dari Pin tersebut dan jika itu adalah Lencana kehormatan untuk hal apa saja dan bagaimana ceritanya "ujug-ujug" presiden dan wapres yang baru hendak dilantik sudah memilikinya.

Kami mendapat sumber yang menarik dari laman Kemendikbud tepatnya artikel yang membahas tentang Koleksi Museum Kepresidenan Balai Kirti tentang Lencana Kehormatan tersebut, semoga bisa menjawab "ke-kepo-an" netijen sekalian.

Lencana Tanda Kehormatan

Salah satu koleksi Museum Kepresidenan RI balai Kirti adalah Tanda Kehormatan yang dimiliki para Presiden. Tanda kehormatan adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas dharmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara.


Presiden Republik Indonesia sebagai pemberi tanda kehormatan merupakan pemilik pertama seluruh Tanda Kehormatan Bintang. Artinya pada saat menjadi Presiden Republik Indonesia terpilih, maka Presiden secara otomatis mendapat seluruh  tanda kehormatan bintang yang terdiri atas :

1. Bintang Republik Indonesia Adipurna
2. Bintang Mahaputera Adipurna
3. Bintang Jasa Utama
4. Bintang Kemanusiaan
5. Bintang Penegak Demokrasi Utama
6. Bintang Budaya Parama Dharma
7. Bintang Bhayangkara Utama
8. Bintang Gerilya
9. Bintang Sakti
10. Bintang Dharma
11. Bintang Yudha Dharma Utama
12. Bintang Kartika Eka Pakci Utama
13. Bintang Jalasena Utama
14. Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama

Namun ada satu bintang kehormatan yang hanya dimiliki oleh Presiden Soekarno dan tidak dimiliki oleh Presiden lainnya, yaitu Bintang Perintis Kemerdekaan. Bintang ini diberikan Sukarno karen jasa Sukarno sebagai sang Proklamator yang telah berjuang untuk kemerdekaan NKRI

Sedangkan Wakil presiden Republik Indonesia mendapat tanda kehormatan bintang yang terdiri atas :

1. Bintang Republik indonesia Adipradana
2. Bintang mahaputera adipurna
4. Bintang jasa utama
5. Bintang kemanusiaan
6. Bintang penegak demokrasi utama
7. Bintang budaya parama dharma
8. Bintang bhayangkara utama


Gelar Praktik Keperawatan Komunitas, Mahasiswa Calon Ners STIKes Karya Husada Terapkan Community Based Education

3:39:00 PM


Campusnesia.co.id -- Dalam menyelesaikan program profesi untuk mendapat gelar Ners (Ns), mahasiswa melewati berbagai stase baik di rumah sakit dan masyarakat untuk memantapkan skill dan knowledge dari calon ners. Tanggal 7 oktober - 16 november 2019, mahasiswa stikes karya Husada Semarang melalui stase praktik keperawatan komunitas dan keluarga. Mahasiswa diturunkan di berbagai wilayah kerja puskesmas di Semarang. Periode ini ada 145 calon ners yang diturunkan ke Puskesmas Kedungmundu (5 RW di Kelurahan Sendangmulyo) dan Puskesmas Tambakaji Ngaliyan (RW 12 Tambakaji). 

Dalam 6 minggu tersebut, mahasiswa melakukan pengkajian masyarakat untuk menemukan masalah kesehatan dan mendiskusikan dengan masyarakat solusi yang akan dilakukan bersama. 4 prinsip dalam intervensi keperawatan komunitas yaitu pemberdayaan, kemitraan, pendidikan kesehatan, dan proses kelompok, menjadi prinsip yang dipegang perawat dalam menyelesaikan masalah kesehatan di masyarakat. 

Praktik komunitas ini sekaligus Menjadi lahan bagi dosen Stikes Karya Husada Semarang untuk mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Dosen bersama mahasiswa menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di masyarakat untuk menyelesaikan masalah kesehatan di masyarakat. 


Di puskesmas Tambakaji, mahasiswa bersama departemen keperawatan komunitas setelah melakukan pengkajian kemudian  merencanakan bersama masyarakat beberapa kegiatan antara lain pengembangan sentra keperawatan di puskesmas, pelatihan kegawatdaruratan untuk masyarakat, promosi kesehatan untuk lansia, dan pendidikan kesehatan terkait masalah-masalah yang dominan.


Kegiatan praktik akan diawali dengan penyampaian hasil pengkajian masyarakat yang dilakukan mahasiswa, kemudian merencanakan dengan masyarakat kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan tersebut.

Penulis: Hani
Editor: Nandar