Mengenal Gunung Semeru, Sang Pemilik Puncak Mahameru Gunung Tertinggi di Pulau Jawa

 


Campusnesia.co.id - Sabtu 4 Desember sekitar pukul 15.00 wib Gunung Semeru Erupsi, gunung yang terletak di kabupaten Lumajang Jawa Timur tersebut mengeluarkan asap pekat berwarna abu-abu berukuran besar, turun mengarah ke Curah Kobokan, Lumajang.

2 Kecamatan yang terdiri dari 8 Desa terdampak akibat keajdian ini. Saat ini Masyarakat yang terdampak telah mengungsi ke beberapa titik pengungsian. 

Doa terbaik untuk saudara-saudara kita yang terdampak semoga diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.

Lewat artikel kali ini kami ingin mengajak pembaca Campusnesia mengenal lebih dekat dengan Gunung Semeru, kami kutip dari berbagai sumber berikut profil gunung Semeru.

Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). 

Gunung ini terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia kebawah Lempeng Eurasia. Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06' LS dan 112°55' BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Di sebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.


Iklim di sekitar Gunung Semeru
Secara umum iklim di wilayah Gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm - 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan November - April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 - 4 derajat celsius.

Suhu rata-rata berkisar antara 3 °C - 8 °C pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15 °C - 21 °C. 

Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. 

Suhu yang dingin di sepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam, namun juga didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.


Taman nasional Gunung Semeru
Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 hektar. 

Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gunung Tengger antara lain: Gunung Bromo (2.392 m); Gunung Batok (2.470 m); Gunung Kursi (2.581 m); Gunung Watangan (2.662 m); dan Gunung Widodaren (2.650m). 

Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan.

Flora yang berada di wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. 

Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan edelwiss putih. Edelwis juga banyak ditemukan di lereng-lereng menuju puncak Semeru. 

Terdapat pula beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Gunung Semeru bagian selatan.

Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain: macan kumbang, budeng, luwak, kijang, kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat belibis yang masih hidup liar.


Sejarah Gunung Semeru

Pendaki pertama Gunung Semeru
Orang Eropa pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet dan Winny Brigita (1838), seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda. 

Mereka menempuh jalur dari sebelah barat daya melalui Widodaren. Selanjutnya Junghuhn (1945), seorang ahli botani berkebangsaan Belanda, mendaki dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. 

Pada tahun 1911, Van Gogh dan Heim melalui lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranu Pani dan Ranu Kumbolo hingga saat ini.


Legenda Gunung Semeru
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, pada dahulu kala Pulau Jawa mengambang di lautan luas, terombang-ambing dan senantiasa berguncang. 

Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.

Dewa-dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. 

Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke timur, serpihan gunung Meru yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari barat ke timur. 

Akan tetapi ketika puncak Meru dipindahkan ke timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para dewa memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. 

Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Penanggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau Jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.

Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah tempat bersemayam dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung di antara bumi (manusia) dan Kayangan. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman Dewata, Hyang, dan makhluk halus.

Menurut orang Bali, Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. 

Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.

Gas beracun di Gunung Semeru
Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. 




Gas beracun ini dikenal dengan sebutan Wedhus Gembel (Bahasa Jawa yang berarti "kambing gimbal", yakni kambing yang berbulu seperti rambut gimbal) oleh penduduk setempat. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajat Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. 

sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai.

Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada November 1997, Gunung Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.

Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Material yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gunung Semeru dan telah memakan beberapa korban jiwa, walaupun pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Erupsi pada awal Januari 2021 mengakibatkan penduduk 5 kecamatan di lereng Semeru; Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasrujambe, Kecamatan Senduro, Kecamatan Gucialit, dan Kecamatan Pasirian. 

Pihak PVMBG mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah puncak G. Semeru dan jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. 

Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Soe Hok Gie, salah seorang tokoh aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, meninggal di Gunung Semeru pada tahun 1969 akibat menghirup asap beracun di Gunung Semeru. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.


Aktivitas letusan Gunung Semeru

1800-an
Catatan letusan pertama yang terekam diperkirakan pada 8 November 1818.[3] Pada rentang 1829-1878 juga terjadi beberapa kali letusan hingga tahun 1913 tetapi tidak banyak informasi yang terdokumentasikan.

Letusan pada abad ke-19 Masehi itu terjadi pada tahun 1829, 1830, 1832, 1836, 1838, 1842, 1844, 1845, 1848, 1851, 1856, 1857, 1860, 1864, 1867, 1872, 1877, dan 1878. Bahkan gunung ini kembali meletus tahun 1884 hingga 1899.[5]

1900-an
Pada 1941-1942, terekam aktivitas vulkanik dengan durasi panjang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan leleran lava terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942. Saat itu, letusan sampai di lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter. Material vulkanik hingga menimbun pos pengairan Bantengan.

Beberapa aktivitas vulkanik juga tercatat beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950. Kembali meletus lagi secara berurutan dari tahun 1951 hingga 1961 dan tahun 1963. Letusan beruntun kembali terjadi dari dari tahun 1967 hingga tahun 1969 dan tahun 1972 hingga 1990. Letusan berikutnya disusul pada tahun 1992 dan 1994. Letusan pada tahun 1994 terbilang mengerikan karena memakan korban jiwa sebanyak 7 orang serta orang hanyut terbawa oleh lahar.

Pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 km di Besuk Kembar. Volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta meter kubik. Awan panas juga mengarah ke wilayah Besuk Kobokan. Saat itu, sawah, jembatan dan rumah warga rusak. Aktivitas vulkanik berlanjut dan tercatat pada 1978–1989.

Pada 2 Februari 1994, tercatat ada 9 kali letusan Gunung Semeru. Letusan ini mengakibatkan munculnya asap putih tebal dengan ketinggian mencapai 500 meter. Selain asap putih, terjadi 34 kali guguran lava ke arah Besuk Kembar sejauh 1 km. Erupsi Gunung Semeru menelan korban jiwa sebanyak 7 orang yang hanyut terbawa lahar.

2000-an
PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik gunung ini pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008. Pada 2008, tercatat beberapa kali erupsi, yaitu pada rentang 15-22 Mei 2008. Teramati pada 22 Mei 2008, empat kali guguran awan panas yang mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.

Pada 12 Juni 2006, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, mencatat gempa vulkanik dengan kekuatan 1,8 Skala Richter (SR) akibat aktivitas Gunung Semeru (3.676 mdpl).

Pada 1 Desember 2020, Gunung Semeru mengalami letusan yang diikuti guguran awan panas dari puncak. Adapun jarak luncur guguran awan panas ini mencapai 2-11 kilometer.

2021
Hingga 4 Desember 2021 pukul 15.10 WIB, Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo menjadikan letusan terakhir dan terbaru di sejumlah BNPB.

Guguran lava melaju dengan jarak luncur 500-800 meter, dengan pusat guguran 500 meter di bawah kawah. Sedangkan, gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran dan hembusan asap kawah telah terjadi sebanyak 54 kali gempa letusan atau erupsi, 4 kali gempa guguran, dan 18 kali gempa hembusan.


sumber: 
wikipedia.org



Belajar Membuat dan Bisnis Tempe dari Pak Suhadi Trangkil Pati

 



Campusnesia.co.id - Sobat Campusnesia,  tempe bukanlah makanan yang asing di masyarakat Indonesia. Hampir setiap hari kita menjumpai olahan kacang kedelai ini dalam berbagai hidangan. 

Sebut saja yang paling sederhana tempe goreng, mendoan, orek, sayur hingga menjadi cemilan keripik.

Selain murah, tempe juga gampang didapatkan tak perlu ke pasar, hampir setiap tukang sayur keliling atau warung kelontong menyediakannya. 

Tempe mengandung protein dan serat yang tinggi. Karena lebih padat, tempe menjadi sumber protein nabati paling tinggi dibanding sumber protein nabati lainnya.

Selain itu, tempe juga mengandung beberapa vitamin dan mineral. Untuk pembaca yang ingin diet dan mengurangi karbohidrat, tempe bisa dijadikan alternatif karena rendah karbohidrat dan sodium.

Kami kutip dari Fimela.com, dalam 85 gr tempe mengandung setidaknya Kalori sebanyak 162, Protein 15 gr, Karbohidrat 9 gr, Lemak 9 gr, Zat besi 12% dari total kebutuhan harian, Kalsium 9% dari total kebutuhan harian, Riboflavin 18% dari total kebutuhan harian, Niacin 12% dari total kebutuhan harian, Magnesium 18% dari total kebutuhan harian dan Fosfor 21% dari total kebutuhan harian Mangan 54% dari total kebutuhan harian.

Karena diproses dengan cara fermentasi, tempe mengandung prebiotik yang tinggi sehingga sangat baik menjaga kesehatan pencernaan, menjaga bakteri baik di dalam usus dan memperbaiki penyerapan sari makanan.

Tapi tahukah pembaca bagaimana kacang kedelai diproses hingga menjadi tempe yang siap olah? Kali ini saya mengunjungi home industri di dukuh Weron Trangkil tempat pembuatan tempe yang dimiliki oleh pak Suhadi, beliau dibantu istri dan putrinya Reni sudah membuat tempe sejak tahun 2019.

Reni menjelaskan untuk sekali produksi, bahan yang diperlukan yaitu kacang kedelai 10-12 kg dan Ragi Tempe secukupnya. Untuk Proses Pembuatannya berikut urutanya;

1. Pertama, kedelai dicuci dengan air mengalir hingga bersih, dikosek atau dibersihkan kulit arinya kemudian direndam semalaman.

2. Setelah selesai direndam, lalu cuci kembali rendaman kedelai sampai bersih.

3. Selanjutnya, kedelai direbus

4. Kedelai kemudian dangkat dan dinginkan sejenak lalu taburi ragi tempe dan diaduk hingga rata.

6. Tahap berikutnya kedelai dibungkus menggunakan daun pisang maupun plastik, sesuai pesanan.

7. Proses fermentasi membutuhkan waktu 1 hari dengan suhu ruangan normal.

Jika kacang kedelai sudah tertutup oleh jamur secara merata, maka tempe sudah matang dan siap diolah menjadi berbagai hidangan.

“Sekali produksi 10-12 kg bisa menjadi kurang lebih 200 pcs tempe ukuran kecil dan besar, hingga saat ini pemasaran masih di sekitar Weron Tegalharjo dan desa tetangga,” ujar Reni menjelaskan.

Nah mudahkan proses pembuatanya? bagi pembaca yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah juga bisa. Atau jika enggan repot beli saja tempe yang sudah jadi, misal di rumah pak Suhadi dukuh Weron Desa Tegalharjo Trangkil cukup dengan harga 500 rupiah untuk ukuran kecil dan 1.000 rupiah untuk yang ukuran agak besar bisa juga melalui telpon di nomer 082185565117.

Tidak perlu yang mahal-mahal untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi dan protein keluarga anda, tempe yang murah meriah saja sudah cukup. Semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis:
Achmad Munandar


*artikel ini telah tayang di media online Patinews.com

Solopeduli Terjunkan Tim SIGAB, Erupsi Gunung Semeru 2021

 


Campusnesia.co.id - Lumajang, Tim Siaga Bencana (SIGAB) Solopeduli merespon terjadinya Erupsi Gunung Semeru dengan terjun langsung dilokasi kejadian pada Sabtu malam pukul 23.00 (4/12).

Tepatnya di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Diawali "Apel Pagi" bersama seluruh relawan kemanusiaan berbagai unsur, mendapatkan arahan langsung dari Bupati Lumajang  Thoriqul Haq.
 
Direktur Pendayagunaan Solopeduli Luthfi Hidayat bersama Tim SIGAB Solopeduli yang terjun langsung dilokasi menginformasikan giat aksi Solopeduli dalam pendistribusian Abon Djoss, sembako, masker, air mineral dan vitamin untuk warga yang terdampak, terlebih disekitaran Balai Desa Sumberwuluh. 

Terkonfirmasi melalui BNPB, ada 13 warga yang dinyatakan meninggal, 41 mengalami luka bakar dengan rentang usia yang beragam. Namun, belum bisa dipastikan untuk jumlah yang belum terkonfirmasi ditemukan. Terutama digalian tambang Bondeli Selatan.

TIM Sigab Solopeduli pun turut serta dalam evakuasi pembersihan pohon tumbang disepanjang jalan Desa Grajak Kunir.



Ayo Donasi, Solidaritas Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru Lazis Jateng 2021

 



Campusnesia.co.id - Kabar duka kembali datang dari Jawa Timur (Jatim). Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Sabtu (4/12). 

Gunung api itu mengeluarkan asap pekat berwarna abu-abu berukuran besar. Akibat aktivitas tersebut, masyarakat di sekitara gunung berlarian menjauh.

Untuk saat ini, Tim Java Rescue Lazis Jateng tengah berkoordinasi dengan Tim Siaga Kebencanaan setempat, dan Besok pagi akan merapat ke lokasi guna membantu penanganan evakuasi dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. 

Orang baik, di akhir tahun ini solidaritas kita kembali diuji. Kini saudara kita yang berada di daerah Semeru membutuhkan bantuan yang sangat terdesak.

Mari ulurkan tangan kalian untuk bantu sesama dengan cara:
Link Donasi Online: https://s.id/daruraterupsisemeru

Rekening Donasi:

BSI 
7077755661 
an Lazis Jateng Pusat 

Mandiri 
1360013144040 
an Yayasan Al Ihsan Jawa Tengah 

Informasi & Konfirmasi: 


Muchamad Sururi

Gerakan Donasi Peduli Korban Erupsi Gunung Semeru DMC Dompet Dhuafa

 



Campusnesia.co.id - Sobat Campusnesia, Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (04/12) sekitar pukul 15.00. 

Gunung tersebut mengeluarkan asap pekat berwarna abu-abu berukuran besar, turun mengarah ke Curah Kobokan, Lumajang.

2 Kecamatan yang terdiri dari 8 Desa terdampak akibat keajdian ini. Saat ini Masyarakat yang terdampak telah mengungsi ke beberapa titik pengungsian. 

Saat ini Masyarakat terdampak membutuhkan kebutuhan darurat seperti Makanan Siap Saji, Sembako, Air Mineral, Pakaian Bayi, Terpal, Obat-obatan, Masker, Popok serta pembalut.

Sobat Campusnesia, bisa turut serta membantu saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Merapi dengan berdonasi melallui DMC Dompet Dhuafa: 

Bank BCA 
237.304.7171

Bank BSI (BNIs) 
340.350.666.5

Bank MANDIRI 
101.000.647.5733

Atas Nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika

tambahkan kode unik 50 diakhir nominal donasi anda.

Atau kamu bisa scan barcode yang tertera ya.






#prayforsemeru #erupsi #erupsisemeru #respondaruratbencana #bencana #bencanaalam #donasi #bantusesama #IndonesiaSiapSiaga #dmc #dmcdompetdhuafa

Kisah Sukses Para Penjual Sayur dan Ikan Keliling, Hasilnya Bikin Kepingin




Campusnesia.co.id - Prinsip dasar paling efektif dalam berjualan sebenarnya sangat sederhana, sediakan apa yang dibutuhkan customer tambah dengan produk turunan yang terkait, jalani, tekuni dan nikmati hasilnya. 

Ini pula dasar usaha yang dilakoni oleh para penjual sayur mayur, bumbu dan ikan keliling yang sekarang semakin marak bahkan pekerjaan yang biasanya identik dijalankan oleh ibu-ibu kini banyak para lali-laki yang masih muda turut serta. 

Sebut saja ibu Sri dan Ibu Sis warga dukuh Weron Desa Tegalharjo yang berjualan sayur, bumbu dapur dan lauk pauk, warga di sini menyebutnya "Bakul Tereng" berasal dari kata "Nerang-nereng" artinya dijajakan beliau berdua kulakan dari pasar induk kecamatan Trangkil dan menjajakannya secara keliling desa. 


Berangkat dini hari untuk belanja di pasar dan standby di pos masing-masing selepas subuh, tak perlu promosi dengan pengeras suara atau sosial media pelanggan yang mayoritas kaum hawa akan datang dengan sendirinya. 

Menjelang pukul 6 pagi biasanya sudah mulai habis dagangannya, so jangan kesiangan ya kalau mau belanja, sementara pelanggan lain akan menunggu di rumah baik yang sudah pesan atau saat pedagang lewat. 

Lain lagi yang dilakoni kang Mad, bapak dua anak ini memilih menjajakan ikan dan lauk pauk ke daerah "gunung" istilah untuk menyebut desa di daerah kecamatan Tlogowungu di lereng gunung muria, masyarakat di daerah berbukit ini lebih suka membeli ikan dari para pedagang keliling karena cukup jauh jika harus ke pasar terdekat. 

Satu lagi warga Weron yang berprofesi sebagai penjual ikan segar keliling, kang Susilo namanya, berbeda dari tiga penjual di atas, ia memilih kulakan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pasar ikan langsung kemudian menjajakan secara keliling mulai siang hingga sore hari mengambil ceruk pasar yang belum terjangkau penjual sayur dan ikan pagi tadi. 


Umumnya pembelinya adalah mereka yang bekerja di pagi hari, atau yang memang ingin membeli lauk pauk untuk makan malam bersama keluarga. 

Untuk menambah penghasilan, kang Sus juga menerima pesanan sembari menyimpan ikan di freezer untuk customer yang datang ke rumah. 

Jika dahulu profesi penjual sayur, bumbu dapur dan ikan identik dijalankan oleh para ibu, kini dengan peluang dan perkembangan jaman tidak sedikit para lelaki dan pemuda yang turut menggelutinya. 

Soal cuan jangan ditanya, mungkin marjinnya memang tidak banyak tapi jika produk yang terjual jumlahnya banyak niscaya hasil akhirnya juga melimpah, kuncinya telaten ya guys. 

Itu tadi sobat Campusnesia, Kisah Para Penjual Sayur dan Ikan Keliling, Hasilnya Bikin Kepingin so..buang rasa gengsimu mari jualan ikan dan sayur bersamaku, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis: Nandar

Waspada Penipuan Modus Beli Pulsa dengan Memalsukan Nama dan Profil WA Orang yang Kenal Kita

 




Campusnesia.co.id - Sore itu wajah Mumun -bukan nama sebenarnya- berseri, ia baru saja mendapatkan pesan dari whatsapp dengan foto dan nama profil tetangganya yang selama ini berprofesi sebagai guru TK dan dihargai di desanya. 

Isi pesannya hendak membeli pulsa, seketika Mumun teringat sehari sebelumnya sang tetangga mengomentari statusnya tentang konter yang baru Mumun buka di Facebook.

Tanpa pikir panjang Mumun segera mengirim pulsa sesuai nominal yang diminta 75.000 kemudian tetangga tadi membeli lagi untuk teman-teman gurunya di grup wa hingga puluhan kali dengan nominal berbeda dari 50.000 hingga 100.000.


Dalam waktu bersamaan sebuah pesan lewat whatsapp masuk kembali dengan nomer baru namun foto profil dan namanya adalah tetangga Mumun kali ini seorang tokoh pemuda yang disegani, isinya beli pulsa untuk modem sebesar 500.000 dan 100.000.

Total pulsa yang sudah Mumun keluarkan sore ini sebesar 3.096.000, ia nampak mulai curiga ketika tiap kali berusaha menelpon pelaku tidak diangkat dan saat video call tak mau menampakkan wajahnya.

Masih berpikir positif Mumun datang ke rumah dua orang yang dimaksud karena hanya beda RT saja, syok ketika mendapat konfirmasi bahwa orang asli tidak melakukan pembelian pulsa yang artinya Mumun baru saja menjadi korban penipuan lewat aplikasi WA.

Sedih dan lemes, bagaimana tidak ia baru dua minggu buka konter pulsa dengan uang tabungan selama PSSB dilakukan dalam waktu yang tak lama modalnya dikuras penipu laknat.


Penuh harap ia menemui tetangga yang seorang aparat kepolisian, tapi saran yang diberikan membuat ia pasrah karena menyuruh mengikhlaskan, sindikat penipuan pulsa sulit dicari dan umumnya pelaku berada di luar daerah.

Peristiwa di atas terjadi pada bulan 17 Juli tahun 2020, para penipu mencari korban lewat aplikasi facebook misalnya orang yang update status jualan pulsa yang diidentifikasi sebagai penjual baru.

Mereka melakukan profiling dari percakapan calon korban di facebook, gaya komunikasi hingga sapaan yang digunakan, mengambil foto dari galeri facebook termasuk berpura-pura dalam hal pekerjaan, bisa dibilang cukup canggih aktingnya.

Modus lain adalah tidak memberi kesempatan korban untuk berfikir, mereka akan meminta segera melakukan miscall agar korban tidak fokus dan melakukan bersamaan dengan nomer lain secara bersamaan.

Setelah korban berhasil sekali ditipu, sesaat kemudian nomer-nomer baru akan bermunculan dengan nama dan profil foto orang yang kita kenal, biasanya yang baru saja berinteraksi di facebook seperti komen atau like postingan.

Berselang setahun kemudian, Mumun yang tidak tumbang usahanya setelah ditipu jutaan rupiah kembali memposting dagangannya yang kini menambah produk baru yaitu alat tulis kantor. Artinya bukannya bangkrut Mumun justru  bertumbuh.

Tak butuh waktu lama setelah ia update status di facebook, sebuah nomer baru dengan profil dan foto WA teman kuliahnya menghubungi, memanggil dengan sapaan yang khas mereka lakukan berdua tujuannya sudah bisa ditebak minta pulsa.

Berbeda dengan pengalaman setahun sebelumnya, kini mumun sudah tak lugu lagi, ia cek nomer pelaku di aplikasi Getcontact dan bisa diduga hasil penandanya berisi "Penipu Pulsa" dll.


Mumun orang yang baik, ia tetap melayani chat penipu itu seolah ia sudah mengirim pulsa, sambil memberi tahu teman kuliahnya yang nama dan fotonya digunakan untuk menyamar agar update status dengan tujuan agar tidak ada korban lain.

Hari itu ada penipu yang beraksi, dua mengaku teman kuliah satu lagi sebagai tetangga yang bahkan menurut Mumun tidak pernah berli pulsa sekalipun di konternya.

Agar bisa dijadikan sebagai kewaspdaan bersama, berikut kami kumpulkan nomer-nomer yang digunakan oleh para penipu minta pulsa:

Nomer handphone pelaku utama kejadian tahun 2020:
083193965848

087703398188

085732709574

Daftar Penerima Pulsa (diduga satu kelompok) kejadian tahun 2020:
08385628842

083856285562

083193962440

083193963886

083856283832

087863533491

083192782460

083830561330

083192781325

081936370124

087703397125

081233820750

082142990520

082261038433

085732709574

Nomer whatsapp pelaku penipuan beli pulsa kejadian tanggal 4 Desember tahun 2021:
081334749299

083848851043

081235405911



Untuk sobat pembaca campusnesia, semoga postingan kisah Mumun ini jadi pelajaran untuk kita semua agar selalu waspada jika ada pesan masuk minta pulsa.

Saran kami diamkan sejenak, ambil wkatu untuk berfikir dan memastikan pesan yang masuk benar dari orang yang anda kenal.

Lakukan konfirmasi kepada orang yang bersangkutan atau teman dan kerabat terdekat agar tidak salah orang.

Jika perlu instal aplikasi pendeteksi kontak seperti Getcontact atau Truecaller untuk memastikan nomer baru yang menghubungi baik lewat telpon maunpun pesan whatsapp.


Untuk para penipu, pesan penulis mau hidup seperti itu sampai kapan? memberi makan anak dan istri dari hasil menipu orang, bisa jadi para korban kelakuan biadab kalian adalah orang yang sangat membutuhkan, sedang merintis usaha dengan modal pas-pasan, jika anda tidak percaya pengadilan di akhirat ingatlah karma itu nyata, tunggu saja pembalasan dari Tuhan Yang Maha Esa di dunia.

Buat para aparat, bapak polisi yang terhormat sebaiknya lebih pro-aktif mendeteksi para pelaku penipuan tanpa harus menunggu laporan korban.

Jika memang pelaku berda di luar daerah, ada baiknya bekerjasama dengan aparat di daerah tersebut agar apara pelaku bisa ditangkap.

Semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis: Nandar

 

Menelisik Fenomena Manusia Silver Lampu Merah dan Bisnis Eksploitasi di Belakangnya




Campusnesia.co.id - Belum genap tiga bulan beroperasi lampu merah di persimpangan Sirojudin Tembalang Semarang sudah nampak kehadiran badut dan manusia silver. 

Silih berganti mereka menunggu pengendara yang berhenti saat lampu merah menyala dan mendekati pengguna jalan berharap uang recehan. 

Ketika belum ada lampu merah, para pengatur laju kendaraan yang sering disebut pak Ogah jadi pemandangan harian, pasca beroperasinya traffic light dengan sendirinya mereka pergi dan kini berganti badut dan manusia silver. 

Awalnya, manusia silver adalah ekspresi seni layaknya pantomim, ditampilkan dalam gelaran seni pertunjukkan atau festival. 


Manusia silver juga bagian dari cosplay (hobi memerankan suatu karakter) umumnya menyerupai patung tokoh atau tentara dari referensi sejarah hingga mainan figur. 

Jadi bisa dibilang kemunculan awal manusia silver bukanlah untuk "mengamen" kalaupun meminta apresiasi dari khalayak biasanya mereka berada di suatu keramaian seperti festival, pemeran manusia silver khusuk berdiri bak patung beneran, pengunjung bisa berfoto dan memberi apresiasi di tempat uang yang disediakan. 

Jelas berbeda dengan konsep manusia silver di lampu merah yang belakangan marak dan muncul nyaris di seluruh daerah di indonesia. 


Bisnis manusia silver
Naluri polos nan naif saya awalnya mengira, banyaknya manusia silver di lampu merah adalah inisiatif individu perorangan hingga suatu hari saya menemukan sebuah poster di warung makan dengan judul Lowongan Kerja PT. Silver Human. 



Lowongan ini menyebutkan membuka lowongan kerja untuk posisi manusia silver, iya kamu tidak salah baca. 

Syarat:
- Cewek / cowok
- Maximal 45 tahun
- Minimal Ijazah SMP

Syarat Khusus:
- Siap di tempatkan di titik lampu merah sesuai domisili  
- Satu titik max 5 orang


Sayangnya, saya gagal menghubungi nomer yang tertera di pamflet yang tadinya ingin menanyakan beberapa hal. Misalnya apakah lowongan apakah masih tersedia? , penempatannya di mana,  dan yang paling penting berapa Gajinya.

Cat yang digunakan manusia silver
Sebagaimana namanya, orang yang disebut manusia silver memang secara harfiah tubuhnya berwarna silver, untuk yang belum tahu ternyata mereka melumuri tubuh dengan cat.

Mengutip Bantennews.co.id, cat yang digunakan manusia silver terdiri dari cat sablon, minyak tanah atau minyak goreng, dan sabun cuci piring. 

Untuk membersihkan para manusia silver menggunakan sabun cuci piring dan deterjen kemudian mandi dengan sabun biasa. 


Bahaya mengecat tubuh
Cat sablon yang dipakai manusia silver termasuk bahan kimia ini bisa sangat berbahaya ketika berinteraksi dengan tubuh manusia. Melansir situs Departemen Kesehatan Inggris, hse.gov.uk. 

"Pelarut dan tinta sablon dapat mengiritasi kulit yang menyebabkan dermatitis" dialihbahasakan dari hse.gov.uk. 

Bahkan cat sablon yang terkena paparan dengan UV sinar matahari dapat menyebabkan kanker kulit dan membahayakan janin. 

Dalam wawancara dengan situs Suara.com, dokter ahli kulit dan kelamin dr Fitria Amalia Umar, SpKK, M Kes mengatakan bahwa segala bahan yang tidak untuk kulit sebetulnya berbahaya. Efeknya mungkin tidak terasa dalam waktu yang singkat, namun akan terjadi dalam jangka panjang.  

Menurut dr Fitria, penggunaan cat sablon pada kulit sebaiknya jangan dilanjutkan untuk menjaga kesehatan. 

Jika masih harus beraksi, dr Fitria menyarankan supaya mengganti bahan pewarna menjadi yang lebih ramah kesehatan kulit.


Sangksi memberi uang ke manusia silver 
Kehadiran manusia silver di lampu merah tak ubahnya seperti para pengamen dan pengemis. 

Dalam konteks sosial memberi uang pada merela bisa dibilang tidak mendidk dari sisi mengajarkan kemandirian dan dorongan agar orang bekerja yang layak atau membuka usaha. 

Tidak dipungkiri banyak yang memilih menjadikan ngemis dan ngamen sebagai profesi bukan karena terdesak kondiai ekonomi oleh karena itu sudah tepat jika pemerintah lewat pemda mengatur tentag keberadaan pengemis dan pengamen termasuk di dalamnya manusia silver lampu merah. 

Peraturan untuk tidak memberi uang ke pengemis tertuang di Pasal 40 Perda No. 8 tahun 2007 yang mengatur: 
Setiap orang atau badan dilarang: 
• menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil; 

• menyuruh orang lain untuk menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil; 

• membeli kepada pedagang asongan atau memberikan sejumlah uang atau barang kepada pengemis, pengamen, dan pengelap mobil.


Penutup
Secara pribadi penulis tidak masalah dengan kehadiran para manusia silver dengan catatan muncul di waktu dan tempat yang tepat, sebagai ekspresi seni dan tidak mengganggu ketertiban umum. 

Bagaimanapun pandemi sangat berdampak pada masyarakat lapisan bawah menjadi manusia silver untuk mereka yang tidak punya pilihan lain mencari nafkah bisa dimaklumi dari pada meminta-minta. 


Hanya saja sebaiknya tampil di tempat wisata, fasilitas umum seperti CFD atau taman, jangan berkeliling cukup cosplay jadi patung, biarkan masyarakat yang datang untuk memberi apresiasi. 

Atau tawarkan diri layaknya badut sulap ulang tahun, manusia silver bisa jadi daya tarik misal untuk acara bazar, festival atau seminar, peyelengara yang akan membayar biayanya. 

Bagi pemangku kebijakan dan aparat satpol PP yang biasa menertibkan sebaiknya juga menelusuri orang-orang di balik bisnis manusia silver. 

Bisa katakan merekalah yang mengeksploitasi para manusia silver mendapatkan keuntungan dari jerih payah panas perih terik mantahari orang-orang susah di balik lumuran cat silver yang berbahaya bagi tubuh. 



Penulis: Nandar

Detail, Sinopsis, dan Review Drama Korea Hellbound Original Netflix 2021


Campusnesia.co.id -- Netflix kembali merilis drama pada 19 November 2021, Hellbound yang merupakan adaptasi dari webkomik yang ditulis oleh Yeon Sang Ho, beliau merupakan sutradara sekaligus penulis naskah drama Hellbound ini. 

Sebelumnya Yeon Sang Ho telah menggarap film Train to Busan, Peninsula, Psychokinesis. Sedangkan Choi Kyu Seok merupakan ilustrator dari webkomik dan penulis naskah drama Hellbound.

Orang-orang mendengar ramalan kapan mereka akan mati. Ketika saatnya tiba, malaikat maut muncul di depan mereka dan membunuh mereka. Drama ini menampilkan karakter utamanya, Jung Jin Soo  yang merupakan ketua agama baru Saejinrihwe. 

Dia berbicara tentang fenomena ketika malaikat maut dari Neraka datang dan menyatakan itu adalah wahyu dari Tuhan. Jung Jin-Soo memiliki karisma yang kuat dan aspek misterius.

Bae Young Jae adalah PD untuk stasiun penyiaran yang mencoba menggali kebenaran tentang kelompok agama Saejinrihwe. Min Hey Jin, seorang pengacara yang melawan kelompok "Hwasalchok", yang terdiri dari orang-orang yang secara membabi buta mengikuti Saejinrihwe. 

Song So Hyun merupakan istri Bae Young-Jae. Dia ambruk dalam rasa sakit emosional, yang tidak bisa dia atasi. Dan Jin Kyung Hoon, seorang detektif dan menyelidiki kasus yang melibatkan kemunculan malaikat maut.


Pemain Drama Korea Hellbound

Yoo Ah In sebagai Jung Ji Soo

Park Jung Min sebagai PD Bae Young Jae

Kim Hyun Joo sebagai Min Hey Jin

Won Jin A sebagai Song So Hyun

Yang Ik June sebagai Jin Kyung Hoon


Poster Drama Korea Hellbound



Teaser Drama Korea Hellbound




Review Drama Korea Hellbound
Coming soon...




Penulis: Ika Shintya

8 Skill yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Tingkat Akhir

 


Campusnesia.co.id - Untuk sobat mahasiswa yang sudah menuntaskan kewajiban mata kuliah, magang dan KKN tiba saatnya fokus pada penelitian dan tugas akhir, tiap kampus bisa jadi berbeda tapi secara umum bisa disebut mahasiswa tingkat akhir.

Selain menyiapkan segala sesuatu untuk tugas akhir syarat kelulusan beberapa skill dan wawasan juga perlu diasah untuk bekal dunia pasca kampus.

Lewat artikel kali ini kami akan berbagi tentang 8 Skill yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Tingkat Akhir, terinspirasi dari utas akun twitter kak Latifa @latifaskaaapa, apa saja? ini daftarnya.


1. Mencari referensi yang kredibel untuk Skripsi
Ketika mau mencari referensi seperti di website cari tahu juga bagaimana kredibilitasnya. Misal, siapa penulisnya atau profil websitenya. 

Tapi biar lebih aman gunakan saja referensi dari buku atau artikel ilmiah. Kemampuan ini akan sangat membantu dalam penulisan skripsi dan tugas akhir.



2. Menggunakan Mendeley untuk membuat Daftar Pustaka
Aplikasi ini memang membantu para mahasiswa untuk melakukan sitasi dan membuat daftar pustaka secara otomatis sehingga tidak mengedit secara manual. Untuk sobat mahasiswa akhir direkomendasikan pakai Mendeley.



3. Melakukan parafrase
Ketika mengutip kalimat jangan asal copas tapi parafrase dulu biar agar terhindar dari plagiat. Ingat, sertakan juga sitasinya. Sobat bisa latihan parafase saat membuat kalimat di makalah.

Baca: 



4. Membaca cepat atau skimming
Membaca cepat digunakan saat membaca referensi terutama artikel ilmiah. Baca abstraknya kemudian baca secara skimming dan temukan hal penting pada artikel atau referensi lain.



5. Berbicara secara sistematis
Bicaranya teratur dan gak belibet. Saat sempro ataupun ujian skripsi kamu diharuskan untuk presentasi dan menjawab pertanyaan penguji.

Nah, disinilah skill ini diperlukan, resentasikan penelitian secara runtut dan jawab pertanyaan dengan tepat.

Baca: 


6. Komunikasi 
Tak kalah penting juga yaitu komunikasi, entah lisan ataupun tertulis. Skill ini digunakan ketika kamu menghubungi dosen pembimbing atau saat menjawab pertanyaan beliau setelah sidang.

Baca:



7. Manajemen Keuangan
Walau sudah mahasiswa tingkat akhir, keuangan juga tetap harus diatur agar tidak kebobolan. Uang saku dari orang tua atau hasil kerja paruh waktu harus gunakan dengan bijak.



8. Mengatur Waktu
Kunci keberhasilan menyelesaikan tugas akhir tepat waktu adalah manajemen waktu yang baik, kapan waktunya cari bahan, menyusun skripsi, bertemu dosen pembimbing dan sidang.

Tanpa disiplin dalam memanaj waktu maka bisa keteran dan menjadi penyebab stress. 

Baca:



Itu tadi sobat Campusnesia, artikel kita kali ini tentang 8 Skill yang Perlu Dimiliki Mahasiswa Tingkat Akhir, semoga bermanfaat sampai jumpa.