INOVASI BARU! Mahasiswa KKN Tim I Undip Menghadirkan Pendampingan Pembuatan Limbah Minyak Jelantah menjadi Pupuk Organik Cair (POC)

0
 

Campusnesia.co.id - Mengetahui bahaya dari pemakaian minyak jelantah, maka perlu dilakukan cara agar minyak jelantah dapat dimanfaatkan dan tidak menjadi bahaya bagi lingkungan. Dengan tekad dan semangat untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan menciptakan peluang ekonomis, salah satu mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro tahun 2024 Khana Nadira Sastradjaja dari jurusan oseanografi telah berhasil mengembangkan metode inovatif dalam pemanfaatan penggunaan bekas limbah minyak jelantah. Demonstrasi dan Pendampingan Pembuatan Limbah Minyak Jelantah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2024 bersama Ibu-Ibu PKK  Desa  Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Kegiatan pendampingan dan demonstrasi dimulai dengan melakukan pemberian materi terkait bahaya minyak jelantah dan penjelasan umum mengenai pengolahan limbah minyak jelantah rumah tangga. Serta pembagian leaflet / brochure mengenai pengolahan limbah minyak jelantah secara umum. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bendo dan ditutup dengan melakukan tanya jawab serta dokumentasi kegiatan.
               

 Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair Bersama Ibu-Ibu PKK

Proses pembuatan pupuk organik cair dibuat dengan alat dan bahan-bahan yang sangat mudah dan praktis. Alat dan bahan-bahan yang digunakan yaitu berupa bekas botol air mineral 1500 ml dan 600 ml, gunting, sendok, selang,  wadah, minyak jelantah, air, EM4 , nasi, dan gula jawa. Proses pembuatan dimulai dengan mencampurkan semua bahan-bahan ke dalam wadah kemudian diaduk sampai larut. Apabila semua bahan-bahan sudah larut masukkan ke dalam bekas botol air mineral 1500 ml dan isi bekas botol air mineral 600 ml dengan air. Lubangi tutup botol dengan menggunakan gunting, kemudian selang dimasukkan pada tutup botol yang sudah dilubangi dan tutup botol dengan rapat sehingga tidak ada udara yang masuk.  Fungsi selang adalah untuk menstabilkan suhu campuran. Selanjutnya dilakukan proses fermentasi selama 7 -30 hari, pupuk organik cair pun siap digunakan.
Produk Pupuk Organik Cair (POC) hasil pengolahan limbah minyak jelantah ini dapat digunakan pada tanaman dengam cara semprotkan sedikit pada tanaman kurang lebih 15 ml per 1 liter air.  Selain itu, jangan menggunakan pupuk organik cair ini terlalu sering karena timbunan minyak dapat menutupi stomata pada permukaan daun.

Selain membantu mengurangi dampak negatif lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah yang tidak terkelola dengan baik, inovasi ini juga memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomis. Pupuk Organik Cair (POC) yang dihasilkan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk komersial lainnya, sehingga dapat dijual sebagai produk yang diminati oleh masyarakat. Hal ini memberikan dampak positif tidak hanya dalam hal lingkungan, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian terutama di Desa Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. 

Melalui kegiatan ini, terbukti bahwa inovasi dapat lahir dari kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kreativitas dalam menghadapi tantangan global. Keberlanjutan produk ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat menjadi solusi nyata untuk permasalahan sehari-hari. Semangat kolaborasi antar-generasi di Desa Bendo membuka peluang untuk lebih banyak lagi proyek-proyek inovatif di masa depan.


Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswi KKN Tim I Undip Mengolah Ikan Nila Kecil Menjadi Snack Crispy, sebagai Pengembangan Potensi Ekonomi serta Menggerakkan UMKM

0
 

Campusnesia.co.id - Desa Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten (26/01/2024), Mahasiswi KKN TIM I UNDIP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurusan Oseanografi, Khana Nadira Sastradjaja  memberikan inovasi pengolahan bahan makanan ikan nila menjadi snack crispy sebagai  upaya pengembangan potensi ekonomi serta menggerakkan UMKM di Desa Bendo.

Sumber daya manusia seperti halnya di Desa Bendo perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Pengetahuan mengenai dunia inovasi pangan diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengatur pengeluaran kebutuhan pangan sehari-hari dan menambah gemar makan ikan pada anak, serta dapat digunakan sebagai peluang usaha untuk menambah penghasilan  rumah tangga. Peluang usaha ini dapat dilakukan oleh Ibu-Ibu PKK atau Ibu-Ibu rumah tangga.  Snack crispy ikan nila merupakan produk olahan yang masih tergolong jarang ditemui disekitar masyarakat, oleh karena itu, dapat dimanfaatkan Ibu-Ibu PKK atau Ibu-Ibu rumah tangga untuk memperoleh pendapatan tambahan.

Snack crispy ikan nila sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak. Selain itu, manfaat kesehatan lainnya dari ikan nila di antaranya; menjaga kolesterol, baik untuk pencernaan, tulang lebih sehat, mencegah penuaan dini, kesehatan otak terjaga, dan membantu mencegah kanker. Ikan nila kaya akan protein, mineral, dan lemak sehat. Ikan nila  mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin K yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Pelaksanaan inovasi diawali dengan kegiatan penyuluhan yang besifat “persuatif-edukatif” untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam membuat produk olahan ikan nila. Serta pembagian leaflet / brochure mengenai pengolahan ikan nila kecil menjadi snack crispy. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan demonstrasi pembuatan snack crispy ikan nila bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bendo dan ditutup dengan melakukan tanya jawab serta dokumentasi kegiatan.
     

Kegiatan Demonstrasi Pembuatan Snack Crispy Ikan Nila Bersama Ibu-Ibu PKK

Untuk membuat snack crispy ikan nila ini tidaklah sulit karena bahan-bahan yang dibutuhkan dapat dengan mudah ditemui di pasaran. Adapun bahan-bahan yang digunakan dibedakan 2 macam, yaitu adonan basah dan adonan kering. Untuk adonan basah diperlukan ikan anak nila 200 gr, bawang putih 2  siung, 1/2 sdt lada halus, penyedap rasa, 1/2 sdt garam , kunyit  halus,  air  70 ml, telur ayam  1 butir, dan terigu protein rendah  50 gr. Untuk adonan kering diperlukan tepung cakra 100 gr, tepung beras  20 gr, royco  1/2 sdt, bon cabe, 1/2 sdt garam, dan soda kue 1/2 sdt. Serta diperlukan minyak goreng 1 liter. Selain itu, peralatan yang digunakan untuk membuat snack crispy ikan nila yakni wajan, saringan, piring, dan spatula.
Proses pembuatan dimulai dengan melakukan marinasi ikan selama 4 jam dengan mencampurkan bawang putih yang sudah dihaluskan, lada halus, royco, kunyit halus, dan garam kedalam ikan nila sehingga bumbu lebih meresap. Kemudian buat bahan tepung keringnya dengan mencampur semua adonan kering dan diaduk sampai rata dan buat adonan tepung basah dengan campurkan tepung terigu 50 gr, air secukupnya, dan telur 1 butir hingga agak kental. Masukkan anakan ikan nila ke adonan tepung basah dan diaduk. Setelah itu, masukkan ke adonan tepung kering dan aduk-aduk sampai tercampur rata.  Langkah terakhir goreng ikan dengan melakukan pengulangan 2 kali hingga menjadi crispy. Snack crispy ikan nila siap disantap.

Pelatihan pembuatan snack crispy ikan nila yang dilakukan oleh mahasiswi  KKN Tim I  UNDIP 2024 ini sangat membantu Ibu-Ibu PKK atau Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam mengembangkan UMKM Desa Bendo. Kegiatan pelatihan ini mendapatkan perhatian yang besar dan antusiasme dari Ibu-Ibu PKK atau Ibu-Ibu Rumah Tangga untuk setiap tahapan pembuatannya dan mendengarkan penjelasan dari mahasiswi KKN Undip tentang langkah-langkah pembuatan snack crispy ikan nila. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi serta menunjukkan minat tinggi terhadap produk yang dihasilkan oleh mahasiswi KKN Undip. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi ide kreatif usaha masyarakat dan juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Bendo.




Editor:
Achmad Munandar

Melintasi Batas: Mahasiswa KKN TIM I UNDIP dan Desa Bersatu untuk Mewujudkan Peta Administrasi Desa yang Inovatif Desa Burikan, Klaten

0
  
Penyerahan Produk Akhir 
Peta Batas Administrasi Desa Burikan
Sumber: Dokumentasi Pribadi


Campusnesia.co.idKlaten (29/01/24) Pembuatan peta administrasi desa merupakan hal yang sangat penting dalam memberikan visualisasi batas wilayah dan mengelola wilayah secara terpadu. Pentingnya peta administrasi yakni dalam memberikan kemudahan untuk pengambilan keputusan, perencanaan serta pengembangan berbagai sektor desa. 

Desa Burikan memiliki potensi yang perlu dikembangkan, dan adanya peta administrasi ini akan menjadi dasar untuk pengelolaan sumber daya dan pembangunan di wilayah ini. Banyaknya kegunaan sebuah peta untuk desa diantaranya sebagai alat informasi yang dapat diketahui melalui simbol yang terdapat pada peta. Adanya visualisasi berupa peta administrasi Desa Burikan maka diharapkan dapat mempermudah dalam pengembangan dan pembangunan desa.

Desa Burikan, dengan 20 Rukun Tetangga (RT) dan 8 Rukun Warga (RW), kini memiliki sumber daya baru yang akan memberikan manfaat besar bagi warganya. Proyek ini terlahir dari kesadaran bahwa di kantor desa belum tersedia peta desa yang mendetail, menyebabkan beberapa warga dan perangkat desa mengalami keterbatasan dalam mengetahui batas-batas RT dan RW di dalam wilayah Desa Burikan. 

Hal ini mendorong salah satu mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro, Jesica Pinri Annova Simanjuntak untuk melakukan pemetaan batas administrasi desa berupa visualisasi data spasial. Keberadaan peta administrasi di Kantor Desa merupakan penempatan strategis karena dapat dilihat oleh perangkat desa dan menjadi panduan dalam mengatur sebuah desa. 

Program pemetaan ini bekerjasama secara erat dengan pihak desa dalam mengumpulkan data dan informasi terkait batas administrasi desa. Bapak Surata, Kepala Desa Burikan, menyambut dengan baik langkah yang diambil oleh tim mahasiswa KKN Undip. Harapannya adalah bahwa peta administrasi yang dibuat akan berfungsi sebagai panduan yang bermanfaat untuk pembangunan dan pengembangan Desa Burikan ke depan.

Hasil pemetaan administrasi yang dihasilkan akan menjadi sumber referensi berharga bagi masyarakat dan pihak desa untuk berorientasi di Desa Burikan. Diharapkan, peta tersebut dapat meningkatkan pemahaman tentang struktur administrasi desa, yang pada akhirnya akan mendukung penguatan ikatan sosial dan keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan desa.

Proyek ini menjadi contoh konkret tentang bagaimana kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat lokal bisa menghasilkan dampak positif. Selain memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan potensi lokal, juga memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam situasi nyata. Semoga langkah positif ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Burikan dan menjadi teladan bagi upaya serupa di wilayah lain.


Dosen Pembimbing KKN:
1. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc.,Ph.D.,IPU
2. Ir.Hermin Werdiningsih, M.T.
3. Dr. Sunarno, S.Si, M.Si


Editor:
Achmad Munandar

Ternyata Ada Seorang Mahasiswa KKN UNDIP Yang Melakukan Sosialisasi Website Pemerintah Desa Banaran

0
 


Campusnesia.co.idMagelang (04/02/2024) - Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Adli Ra’i Rafif, mahasiswa dari KKN Tim I Universitas Diponegoro (UNDIP), menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di Balai Desa Banaran. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan Website Pemerintah Desa Banaran dengan pesertanya para Perangkat Desa banaran.

Di tengah zaman internet ini, website bisa digunakan sebagai media promosi dan branding sebuah perusahaan/organisasi. Tidak terkecuali dengan Pemerintah Desa banaran, website desa juga digunakan sebagai media branding dan promosi sebuah desa supaya Desa Banaran bisa lebih mudah dilihat oleh masyarakat luar Desa Banaran.

Website desa juga bisa digunakan sebagai media komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat desa. Website Pemerintah Desa Banaran menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan Desa Banaran seperti daftar perangkat desa, struktur organisasi dan visi misi Pemerintah Desa banaran. Tidak hanya itu, Website ini menyediakan informasi berita yang berkaitan dengan Desa banaran. Website ini juga menyediakan informasi pengumuman dan agenda kegiatan dengan tujuan supaya masyarakat Desa Banaran mendapat informasi terbaru secara cepat.

Dengan adanya sosialisasi ini, para Perangkat Desa banaran sudah tahu seluk beluk dari Website Pemerintah Desa banaran dan mengetahui manfaat dan kegunaan dari Website Pemerintah Desa Banaran.




Editor:
Achmad Munandar

Tantangan Terjawab: Mahasiswa KKN Pimpin Perubahan Peternakan di Desa Banaran dengan Edukasi Inovatif Mesin Pencacah Rumput Gajah

0
Mahasiswa Universitas Diponegoro 
Membangkitkan Rasa Inovatif di Desa Banaran


Campusnesia.co.idBanaran (02/04/2024) Desa Banaran merupakan salah satu desa yang memiliki potensial usaha peternakan dan pertanian yang tinggi. Salah satu pakan yang sering digunakan di Desa Banaran sebagai pakan ternak adalah rumput gajah. Rumput gajah adalah makanan utama untuk hewan ternak. Sebelum diberikan kepada ternak, rumput harus dicacah dengan baik agar bisa dicerna dengan baik. 

Namun, mahasiswa teknik mesin dari Universitas Diponegoro menemukan bahwa di Desa Banaran sendiri, masih menggunakan cara manual. Cara manual ini seringkali memakan waktu, tenaga, dan dapat merusak rumput karena pemotongan yang tidak merata. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar makanan tidak dapat dikunyah seluruhnya terutama pada bagian batangnya, dari salah satu pengamatan langsung menunjukkan ternak sapi tidak menyukai bahan makanan (rumput gajah) yang panjang-panjang khususnya pada bagian batang yang cenderung berserat banyak, dan justru pada bagian batang inilah sumber protein dan nutrisi itu berada yakni sekitar 80% dari total protein rumput gajah (Pennisetum pupureum) serta 52% TDN (Total digestible nutrients) ada di bagian batang rumput gajah. 

Mahasiswa teknik mesin, Aditya Shelgi Wibowo melihat gap bahwa pencacahan yang dilakukan peternak di sini belum mencacah rumput pakan ternaknya dengan menggunakan mesin. Kontribusi yang ingin dilakukan oleh mahasiswa adalah bagaimana memenuhi celah yang ada dengan menciptakan suatu inisiatif, yaitu mengedukasi bagaimana cara membuat mesin pencacah rumput gajah dari awal sampai selesai kepada para pemangku kepentingan di Desa Banaran yang harapannya mesin ini dapat dimanfaatkan dan membantu sektor peternakan dan pertanian di desa ini. 

Aditya sendiri membuat desain, analisis, dan tata cara perancangan mesin pencacah rumput gajah. Perancangan ini mulai dari komponen apa saja yang ada di mesin pencacah rumput gajah, terbuat dari material apa setiap komponennya, kapasitas dan spesifikasi dari mesin tersebut, faktor keamanan, analisis perhitungan torsi, daya, dan lain-lain, serta pemilihan rancangan sedemikian rupa sehingga tercipta mesin tersebut, tidak lupa bagaimana langkah-langkah perakitan mesin pencacah rumput gajah dari awal hingga selesai.

Proyek ini berhasil dilakukan pada tanggal 2 Februari 2024, dan terutama berfokus pada bagaimana membuat Desa Banaran memiliki upperhand dalam membuat mesin pencacah rumput gajah secara mandiri. Edukasi yang diberikan kepada perangkat berupa sosialisasi dengan membagikan buku panduan perancangan mesin pencacah rumput gajah. Buku tersebut juga dilengkapi dengan gambar teknik secara rinci yang dapat dijadikan acuan ketika ingin memesan komponen kepada workshop atau bengkel yang ada. Selain itu, audiens juga diberikan soft file sebagai arsip. Hal ini bertujuan dengan harapan, ketika mahasiswa sudah meninggalkan lapangan, proyek ini akan tetap berjalan dengan baik.

Dengan keberhasilan program ini, Mahasiswa KKN menunjukkan kontribusinya dalam membuat perubahan pada sektor peternakan dan membuka pandangan bahwa membuat mesin pencacah rumput juga bisa dilakukan jika mengikuti panduan dengan baik. Program kerja ini mencerminkan semangat kolaborasi antar mahasiswa dan pihak desa, menjawab tantangan dan menciptakan Desa Banaran menjadi inovatif dan lebih maju.



Penulis: 
Aditya Shelgi Wibowo 
(S-1 Teknik Mesin – Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Dr. Aminah, S.H., M.Si.
Dra. Sri Puji Astuti, M.Pd.
Dr. Eng. Samuel, S.T., M.T.

Lokasi KKN: 
Desa Banaran
Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

KKN Reguler Tim 1 2024 Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Link Live Streaming Debat Terakhir Capres Pilpres 2024

0



Campusnesia.co.id - Hari ini tanggal 4 Februari 2024 jam 19.00 WIB akan digelar Debat Terakhir Capres Pilpres 2024. Berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC) Senanyan Jakarta Pusat.

Debat terakhir Capres ini akan disiarkan oleh stasiun televisi TV One, ANTV dan Net TV. Selain itu sebagai alternatif sobat juga bisa live streaming lewat channel youtube KPU RI.

Tema debat pamungkas akan mengupas visi misi capres tentang 

Debatakan dipandu oleh dua moderator yaitu wartawan TV One, Andromeda Mercury dan Dwi Anggia.

Tema debat capres terakhir ini adalah Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.

Klik tombol play


Atau klik link streaming channel youtube KPU RI:

Daftar Info Webinar Gratis Bulan Februari Tahun 2024 Tentang Kesehatan, Beasiswa, Pendidikan, Investasi dan Content Creator

0
 

Campusnesia.co.id - Untuk campusnesia, lewat postingan kali ini berikut kami hadirkan Daftar Info Webinar Gratis Bulan Februari Tahun 2024. Ada tema tentang kesehatan, pendidikan, tekbologi dan ekonomi.

Langsung saja ini dia, Daftar Info Webinar Gratis Bulan Februari Tahun 2024.









Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Daftar Info Webinar Gratis Bulan Februari Tahun 2024 Tentang Kesehatan, Beasiswa, Pendidikan, Investasi dan Content Creator, semoga bermanfaat sampai jumpa.

Jangglengan Updating : Mahasiswa KKN TIM I UNDIP melakukan Pembaruan Peta Administrasi Desa Jangglengan

0
 
Penyerahan Peta Administrasi Desa Janglengan 
kepada Perangkat Desa


Campusnesia.co.idKeperluan akan peta administrasi terbaru menjadi sangat penting terutama untuk updating Peta denagan skala untuk Kawasan Desa, Desa Jangglengan, sebuah desa di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dulunya merupakan hutan jati dengan luas daerah 280,3620 Ha. Bagian utara Desa Jangglengan berbatasan langsung dengan Desa Serut dan Desa Celep, bagian barat berbatasan langsung dengan Desa Pengkol, bagian timur berbatasan langsung dengan Desa Tanjung Rejo dan untuk bagian selatan berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri.

Desa Jangglengan merupakan desa yang terletak tepian sungai yang berbatasan langsung dengan Sungai Bengawan Solo.. Dikarenakan desa yang terletak di tepian sungai menjadikan wilayah ini strategis untuk dijadikan desa wisata. Selain itu, potensi lain dari desa ini yaitu tanah yang subur dan cuaca yang stabil sehingga cocok untuk bercocok tanam dan beternak Masyarakat Desa Jangglengan menggunakan komoditi pertanian sebagai mata pencaharian utama, selain itu peternakan juga menjadi salah satu mata pencaharian di Desa Jangglengan. Maka Diperlukannya Peta Administrasi Desa agar dapat mengetahui atas wilayah yang ada.

Kendati untuk sekarang ini pihak perangkat desa belum mempunyai Peta ataupun Shp (shapefile) administrasi desa yang berfungsi untuk mempermudah pelaksanaan kebijakan desa dan supaya Masyarakat desa mengetahui titik batas wilayah RW nya sendiri. 

Akibat permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) TIM 1 Universitas Diponegoro Semarang ikut membantu perangkat Desa untuk membuat Peta Administrasi  desa yang berisikan dan menampilkan informasi mengenai,batas RW (Ruku Warga), fasilitas umum, jalan lokal dan jalan lainnya pada Desa Jangglengan.
 
Peta administrasi Desa Jangglengan 
dari Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Tahun 2023/2024

Proses pembuatan Peta Administrasi Desa Jangglengan dimulai dari proses pengumpulan data seperti citra satelit, Shapefile data, melakukan pentitikan di aplikasi Google Earth untuk fasilitas sosial dan fasilitas umumnya dalam format data kml. Dilanjutkan pada software ArcGIS yang nantinya akan di proses menjadi shp sampai ke tahap simbolisasi. Tahap terakhir adalah proses layouting peta untuk menyunting elemen-elemen kartografi pada peta. Hasil dari peta tersebut di print out dengan ukuran kertas A0 ( 118,9 cm x 84,1 cm).

Peta Administrasi Desa ini memuat berbagai informasi yang tentunya sangat bermanfaat, antara lain: Batas Kecamatan, Batas Desa, Batas RW (Rukun Warga), Jaringan Jalan, Perairan dan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Proses pernyerahan secara simbolis Peta Administrasi diserahkan oleh Hilda Agustina selaku Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro tahun 2023/2024 kepada pak Suhari sebagai Carik Desa Jangglengan pada tanggal 2 Februari 2024 sebelum pelaksanaan sholat jumat,  bertempat pada Balai Desa Jangglengan




Penulis :
Hilda Agustina
Mahasiswi Teknik Geodesi
Universitas Diponegoro

Lokasi KKN:
Kelurahan Jangglengan
Kecamatan Nguter, Kota Semarang

Dosen Pembimbing:
Dr. Dra. Nurhayati, M,Si

Editor:
Achmad Munandar

Hipertensi: The Silent Killer, Mahasiswa KKN Undip Mengajak Masyarakat untuk Melakukan Pemeriksaan Tekanan Darah Gratis dan Sosialisasi Pentingnya Mencegah Hipertensi di Desa Bendo, Kabupaten Klaten

0


Campusnesia.co.idDalam rangka meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melakukan kegiatan pemeriksaan tekanan darah gratis dan sosialisasi mengenai pencegahan hipertensi kepada masyarakat Desa Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering diabaikan, padahal jika hipertensi menjadi tidak terkontrol dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung, stroke, gangguan fungsi ginjal, dan lainnya. Untuk mengatasi hal ini, timbul sebuah inisiatif untuk memberikan informasi kepada masyarakat desa tentang pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala dan langkah-langkah pencegahan hipertensi.

Tim mahasiswa KKN, yang bekerja sama dengan pihak kader posyandu Dukuh Bendo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di lokasi posyandu dengan melibatkan masyarakat terutama kelompok usia lanjut (lansia) sebagai sasaran kegiatan.

Pada dasarnya kegiatan ini tidak hanya mengukur tekanan darah, melainkan terdapat juga pengukuran tinggi badan serta berat badan, namun pada kegiatan ini tekanan darah yang menjadi fokus utama. 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pendaftaran dan dilanjutkan dengan pengukuran berat serta tinggi badan. Kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan darah serta sosialisasi terkait pencegahan hipertensi. Tim mahasiswa KKN bekerja sama dengan kader posyandu untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah gratis bagi warga desa Bendo.

Mahasiswa KKN kemudian memberikan penyuluhan mengenai faktor risiko hipertensi, gaya hidup sehat, dan pola makan yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi. Mereka juga memberikan pamflet informatif yang dapat terus dibaca masyarakat dikemudian hari.


Setelah kegiatan berlangsung, sejumlah warga desa menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan memahami cara mencegah hipertensi. Beberapa warga yang ditemukan memiliki tekanan darah tinggi mendapatkan arahan lebih lanjut untuk konsultasi medis lanjutan.

Tim mahasiswa KKN berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di Desa Bendo. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan masyarakat desa dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, sehingga angka kasus hipertensi dapat diminimalkan, dan kualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih baik.



Editor:
Achmad Munandar

Keren! Mahasiswa KKN Undip Berhasil Membuat Booklet Profil Desa Bendo untuk Penunjang Inventarisasi

0
Penyerahan Booklet Profil Desa Bendo


Campusnesia.co.id - Data desa adalah kumpulan informasi atau fakta yang mencakup berbagai aspek tentang suatu desa atau kawasan pedesaan. Data ini mencakup berbagai hal seperti demografi penduduk, kegiatan ekonomi, infrastruktur, kondisi sosial, lingkungan, potensi sumber daya dan banyak lagi. Data desa adalah salah satu pondasi yang dibutuhkan oleh pemerintahan dalam pengambilan keputusan, pembangunan yang berkelanjutan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. 

Data desa yang terkumpul dan tersusun dengan baik dapat diakses melalui buku profil desa yang menjadi sumber informasi bagi seluruh elemen, termasuk pemerintahan dan masyarakat. Buku profil desa ini memberikan informasi komprehensif tentang berbagai aspek desa, sehingga membantu pemangku kepentingan untuk memahami secara mendalam situasi dan kondisi desa. 

Selain itu, buku profil desa juga menjadi sumber data yang kaya bagi penelitian dan studi akademis tentang perkembangan sosial ekonomi, dan lingkungan tingkat desa. Lebih dari itu, buku profil desa juga berperan sebagai media yang dapat menginformasikan pihak eksternal, seperti organisasi non-pemerintahan atau pihak swasta yang tertarik untuk kolaborasi dengan desa dalam program pembangunan atau program yang lain.

Dengan mempertimbangkan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari buku profil desa, salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang berlokasi di Desa Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten berhasil membuat buku "Profil Desa Bendo". 

Program tersebut merupakan salah satu program kerja keilmuan yang dilakukan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pengembangan desa. Buku Profil Desa ini memuat data-data dan informasi seputar desa seperti sejarah desa, geografi, pemerintahan desa, data kependudukan, sarana dan prasarana meliputi pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, data transportasi dan komunikasi, serta potensi yang ada di Desa Bendo. 

Dalam penyusunan profil desa tersebut mahasiswa KKN UNDIP melakukan pengumpulan data melalui beberapa arsip desa yang terdapat di balai desa. Serta melakukan wawancara.
  
Wawancara dan Mencari Data di Kantor Desa Bendo

Buku "Profil Desa Bendo" ini diserahkan pada hari Senin, 29 Januari 2024 kepada Bapak Narsanto dan Beberapa Perangkat Desa. Penyerahan buku ini diterima dengan baik oleh pihak desa. Pembuatan buku "Profil Desa Bendo" ini diharapkan akan tetap berlanjut di waktu yang akan mendatang. Dengan demikian, buku profil desa ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. 
 


Editor:
Achmad Munandar