Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri review film. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri review film. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Biografi Ma Dong Seok dan Daftar Film serta Drama yang Dibintanginya

0
 



Campusnesia.co.id - Jika Hongkong punya Donnie Yen, Indonesia ada Iko Uwais dan Thailand memiliki Tony Jaa, maka Korea Selatan punya Ma Dong-Seok yang juga dikenal dengan nama panggilan Don Lee.

Sebagai aktor dengan spesialisasi genre action, Ma Dong-Seok punya ciri khas yang membuatnya beda dengan aktor lain. Badannya gempal cenderung gemuk mengingatkan kita pada aktor laga kawakan Sammo Hung namun punya skill bertarung yang mengesankan. Alih-alih menggunakan Kungfu, Karate atau Silat Ma Dong-Seok terkenal dengan gaya berantem menggunakan bogem atau tinju yang terbayang kekuatannya sekali pukul lawan langsung ambruk dibuatnya.


Biografi Ma Dong Seok aka Don Lee

Ma Dong-seok memiliki nama lahir Lee Dong-seok lahir pada tanggal 1 Maret tahun 1971, yang juga dikenal sebagai Don Lee adalah seorang aktor Korea Selatan - Amerika. Ia dikenal karena memainkan peran pendukung dalam film The Neighbor, Nameless Gangster: Rules of the Time, dan The Unjust. Ia juga memainkan peran utama dalam Norigae, Murderer dan One on One.

Di bawah nama aslinya yang di-Westernisasi-kan Don Lee dan sebelum ia berakting, ia sempat menjadi pelatih pribadi artis seni bela diri campuran Mark Coleman dan Kevin Randleman Dia menggunakan nama Don Lee karna orang-orang Amerika susah jika memanggilnya dengan sebutan Ma Dong-Seok dan pada saat dia tinggal disana.

Ma Dong Seok punya tinggi 180cm, mengurip laman asianwiki sang istri bernama Ye Jung-Hwa, dalam karirnya Don Lee banyak mendapatkan penghargaan, misalnya Best Supporting Actor dalam film The Neighbors dalam ajang penghargaan BaekSang Arts Awards ke 49 tahun yang digelar pada tanggal 9 Mei tahun 2013.



Daftar series yang pernah dibintangi Ma Dong Seok aka Don Lee

1. Team Bulldog: Off-duty Investigation tayang di OCN tahun 2020) sebagai  Jin Woo-Taek

2. Squad 38 tayang di OCN tahun  2016 sebagai Baek Sung-Il

3. Bad Guys tayang di OCN tahun  2014 sebagai Park Woong-Cheol

4. Shut Up Flower Boy Band tayang di tvN tahun 2012) sebagai Guru

5. Me Too, Flower! tayang di MBC tahun  2011) sebagai detektif

6. Dr. Champ tayang di SBS tahun 2010) sebagai Oh Jung-Dae

7. Swallow the Sun tayang di SBS tahun 2009) sebagai Lee Kang-rae

8. Formidable Rivals tayang di KBS2 tahun 2008 sebagai Pyo Cheol-Ho

9. H.I.T tayang di MBC tahun 2007 sebagai Nam Seong-Sik



Daftar film yang pernah dibintangi Ma Dong Seok aka Don Lee

1. Norigae 2013 (Lee-jang hoo)

2. Marriage Blue 2013 (Geon-Ho)

3. The Cronicles of Evil 2015 (Detektif OH)

4. The Murderer 2014 (Joo-hyeop)

5. Train To Busan 2016 (Sang-Hwa)

6. Deep Trap 2015 (Park Seong-cheol)

7. Drailed 2016 (Hyung-suk)

8. The Bros 2017 (Lee Suk-Bong)

9. The Seol-Mate 2018 (Jang-su)

10. Unstoppable 2018 (Kang Dong-cheol)
     Baca di sini: Review Film Aksi Korea Unstoppable

11. The Villager 2018(Yeok Gi-cheol)
      Baca di sini: Review Film Korea The Villagers 

12. Champion 2018 (Baek Seung-min)

13. The Bad Guy : Reign of Chaos 2019 (Park Woong-cheol)
     Baca di sini: Review Film The Bad Guys

14. Start Up 2019 (Geo-seok)
      Baca di sini: Review Film Korea Start UP

15. The Gangster, The Cop, The Devil 2019 (Jang Dong-soo)

16. The Outlaws 2017 (Ma Suk-Do)
      Baca di sini: Review Film Aksi Korea The Outlaws

18. Ashfall (2020)
     Baca di sini: Review Film Ashfall

17. The Ethernals 2021 (Gilgamesh)
       Baca si sini: Review Film MCU The Eternals

17.The Roundup 2022 (Ma Suk-Do)

18. The Roundup: Punishment (2024) sebagai Ma Suk-Do

19. Badland Hunters (2024)

20. Nonstop (TBA)


Daftar penghargaan yang diraih Ma Dong Seok aka Don Lee

TahunPenghargaanKategoriKarya yang dinominasikanHasilRef.
201233rd Blue Dragon Film AwardsBest Supporting ActorThe NeighborNominasi
201349th Baeksang Arts AwardsMenang
22nd Buil Film AwardsNominasi
17th Puchon International Fantastic Film FestivalIt AwardN/AMenang
20165th APAN Star AwardsBest Supporting ActorSquad 38Nominasi
25th Buil Film AwardsFamilyhoodNominasi
37th Blue Dragon Film AwardsTrain to BusanNominasi
20178th KOFRA Film AwardsMenang
11th Asian Film AwardsNominasi
53rd Baeksang Arts AwardsNominasi
22nd Chunsa Film Art AwardsNominasi
2018Golden Egg AwardsBest ActorThe OutlawsMenang
54th Baeksang Arts AwardsBest Actor (Film)Nominasi
23rd Chunsa Film Art AwardsBest ActorNominasi
2nd Korea China International Film FestivalBest ActorMenang


Demikian tadi sobat Campusnesia postingan kita kali ini tentang Biografi Ma Dong Seok dan Daftar Film serta Drama yang Dibintanginya, semoga bermanfaat sampai jumpa.

Sumber:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Ma_Dong-seok
- https://asianwiki.com/Ma_Dong-Seok



Review Film The Furious, Aksi Xie Miao dan Joe Taslim Melawan Yayan Ruhian serta Joey Iwanaga

0


Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat penikmat film laga asal Indonesia, film The Furious bakal tayang di bioskop tanah air nanti taggal 29 Mei 2026. Banyak alasan kenapa film satu ini layak dinanti, sang sutradara yaitu Kenji Tanigaki, adalah otak di balik koreografi keren Rurouni Kenshin, film ini bakal menyuguhkan aksi pertarungan yang intens, brutal, dan berstandar dunia.

Xie Miao baru saja tampil memukau lewat film Fight Against Evil 3, dua nama lainnya yaitu Joe Taslim dan kang Yayan Ruhian sudah tidak perlu dijelaskan lagi, The Furious bakal jadi reuni keduanya setelah bertarung penug "greget" dalam film The Raid 1 dan Hit & Run.


Sinopsis film The Furious
Cerita film The Furious akan fokus pada perjuangan seorang ayah bernama Wang Wei (diperankan Xie Miao) yang mati-matian mencari putrinya setelah diculik komplotan kriminal. Di tengah misi berbahaya itu, ia bertemu dengan seorang jurnalis investigasi yang diperankan oleh Joe Taslim. Kabarnya film ini bakal pamer aksi bela diri yang kreatif, bahkan memanfaatkan benda-benda di sekitar sebagai senjata.


Daftar pemeran film The Furious:
- Miao Xie sebagai Wang Wei

- Joe Taslim sebagai Navin

- Yayan Ruhian sebagai Tak the Arrow Man

- JeeJa Yanin sebagai Matia istri Navin

- Enyou Yang sebagai Rainy

- Sahajak Boonthanakit sebagai Mr. Song

- Joey Iwanaga sebagai Paklung

- Guo Junqing sebagai Marky

- Brian Le sebagai Ho

- Manatsanun Phanlerdwongsakul sebagai Yadong

- Kittiphoom Wongpentak sebagai Sacha

- Winai Wiangyangkung sebagai Donkey Head

- Sahatchai Chumrum sebagai Kun Tai Luo


Poster film The Furious


Trailer film The Furious





Review film The Furious
Hari ini saya menonton film The Furious setelah sekian bulan menahan diri dengan rasa penasaran akhirnya ekpektasi itu terbayarkan. Sambil menunggu tayang saya coba nonton dulu film Xie Miao berjudul Fight Against Evil 3 yang juga menawarkan aksi pertarungan yang keren.

Kembali ke film The Furious, sejak menit pertama sudah disajikan pertarungan seru antara karakter Matia yang diperankan oleh JeeJa Yanin seorang jurnalis yang sedang menyelidiki sindikat penculikan anak. Sebagai pertarungan pembuka, aksi Jeeja Yanin sangat memukau dan nostalgia mengingat penampilannya dalam film lawasnya berjudul Chocolate (2008).

Dari sisi cerita sebenarnya The Furious sangat sederhana, seorang tukang ledeng tunawicara bernama Wang Wei yang diperankan oleh Xie Miao berjuang mencari anaknya yang diculik. Dalam perjuaangannya tersebut ia bertemu dengan karakter Navin yang diperankan oleh Joe Taslim yang juga sedang mencari sang istri yang hilang saat menelusuri sindikat penculikan anak.

Dari separuh film hingga akhir, aksi perkelahian tangan kosong dan aneka senjata disajikan tanpa henti dan selalu asyik diikuti koreografinya. Bahkan pertarungan menjelang babak akhir menampilkan 2 lawan 2 plus 1 yang semuanya saling baku hantam tanpa ada jeda kelihatan saling menunggu untuk memukul.

Kalau dibilang bahwa The Furious adalah film laga dengan pertarungan ikonik sejak The Raid nampaknya sebutan tersebut tidak sepnuhnya salah. Koreo yang dihadirkan benar-benar clear dengan kamera work yang bagus tanpa membuat kepala pusing.

Jika sobat pernah menonton franchise live action Rurouni Kenshin dan familiar dengan gaya bertarunganya yang dominan movement di lantai dan banyak menggunakan pergulatan jarak dekat serta kaki maka perasaan itu tidak salah, sutradara film The Furious adalah Kenji Tanigaki orang yang menjadi action Director di film Rurouni Kenshin.

Sebagai penonton The Raid pertama yang sedih karena Joe Taslim tumbang di tangan Mad Dog yang diperankan Yayan Ruhiyan, dalam film The Furious Kenji Tanigaki memberi kesempatan keduanya untuk reuni dan beradu fisik lagi dengan berdarah-darah, spoiler sedikit kali ini Joe Taslim berhasil membalas kekalahannya di The Raid.

Secara keseluruhan film The Furious sangat memanjakan dan menyenangkan bagi penggemar film action apalagi buat sobat yang sudah mengikuti perjalanan aktor-aktornya dari Jejaa Yanin, Xie Miao, Joes Taslim hingga Yayan Ruhiyan.

Screen Stealer pada film The Furious ada dua yaitu Brian Le yang berperan sebagai Ho, posturnya yang gempal namun lincah mengingatkan pada Sammo Hung dan Joey Iwanaga aktor muda asal Jepang dengan gaya pertarungannya yang khas. Saya yakin setelah ini keduanya pasti bakal sering muncul di berbagai film laga.

Demikian review kita kali  ini tentang film The Furious, selamat menonton.


Penulis
Nandar



====
Baca juga:


Alur Cerita dan Review Film Korea The Admiral Roaring Currents, Pertarungan di Laut Melawan Jepang Era Kerajaan Joseon

0



Campusnesia.co.id - Untuk sobat Campusnesia yang suka film korea tema era kerajaan kali ini kami punya rekomendasi film tema era kerajaan Joseon.

Sebelumnya kami pernah membuat review tentang tema peperangan dengan panah dalam film War of The Arrows kali ini tema pertarungan di lautan, film yang kami maksud berjudul The Admiral Roaring Currents rilis tahun 2014.

The Admiral: Roaring Currents (Hangul: 명량; Hanja: 鳴梁; RR: Myeongryang) adalah film Korea Selatan tahun 2014 yang disutradarai dan juga ikut ditulis oleh Kim Han-min dan dibintangi oleh Choi Min-sik. 

Film ini menjadi film terbesar sepanjang masa pada penjualan tiket film di Korea Selatan, dengan lebih dari 17 juta tiket terjual dan film lokal pertama yang memiliki pendapatan kotor lebih dari US$100 juta.

Tanggal rilis 30 Juli 2014 dengan durasi 127 menit rilis dalam dua bahasa yaitu Bahasa Korea dan Jepang.


Pemeran Film Korea The Admiral Roaring Currents
Choi Min-sik sebagai Yi Sun-sin
Ryu Seung-ryong sebagai Kurushima Michifusa
Cho Jin-woong sebagai Wakisaka Yasuharu
Kim Myung-gon sebagai Tōdō Takatora
Jin Goo
Lee Jung-hyun
Kwon Yul
No Min-woo
Kim Tae-hoon
Lee Seung-joon
Ryohei Otani
Park Bo-gum
Kim Won-hae
Kim Kang-il
Lee Hae-yeong
Jang Jun-nyeong
Moon Yeong-dong
Yoo Soon-woong
Kim Gil-dong
Choi Deok-moon
Park No-sik
Kim Hyeon-tae
Kang Tae-young
Kim Gu-taek
Joo Seok-tae
Jo Bok-rae
Go Kyung-pyo
Nam Kyung-eup

Poster Film Korea The Admiral Roaring Currents



Trailer Film Korea The Admiral Roaring Currents




Review Film Korea The Admiral Roaring Currents
Film ini diangkat dari kisah pertempuran Myeongryang yang terjadi pada 26 Oktober 1597. Dalam perang itu, Yi Sun Shin hanya memiliki 12 kapal perang. Sementara itu, lawannya dari Jepang memiliki lebih dari seratus kapal.

Bahkan banyak pengikut Yi Sun Shin yang tak percaya pertempuran ini akan terjadi. Tak heran ada di antara mereka yang memilih kabur.

Namun Yi Sun Shin tak tinggal diam. Ia menindak tegas tentaranya yang berusaha kabur.

Hal itu dilakukan agar yang lain tidak mencoba untuk kabur dari pertempuran yang sudah di depan mata.

Ketika pertempuran terjadi, pasukan Yi Sun Shin memiliki keuntungan karena sudah menguasai medan pertempuran. Dalam film ini dikisahkan betapa kuatnya tekad patriotisme Yi Sun Shin.

Sejak awal vibe film ini berisi pesifisme, bagaimana laksamana Yi Sun Shin dengan 12 armada kapalnya yang tersisa harus mempertahankan pantai kerajaan Joseon melawan armada jepang dengan 200 kapal dan seorang laksamana baru yang terkenal ganas dengan latar belakang bajak laut.

Misi yang nyaris mustahil dan nampak seperti bunuh diri, tak heran internal pasukan jadi depresi dan hendak melarikan diri bahkan saat pertempuran terakhir dari 12 kapal tersisa 1 armada utama yang dipimpin oleh sang admiral Yu Sun Shin.

Bagaimana strategi perang dan pertarungan ditampilkan dengan epik, alur cerita tidak berbelit dan penuh plot twist seperti kebanyakan film korea lainnya.

Bahkan tak terasa tiba-tiba sudah menjelang akhir film, pertarungannya tak perlu berjilid-jilid satu pertempuran hidup mati hingga menutup durasi.


Film Korea The Admiral Roaring Currents meraih banyak Penghargaan diantaranya pada tahun  2014 dalam ajang 23rd Buil Film Awards berhasil meraih Best Film, Best Cinematography, Best Art Direction.

Pada 34th Korean Association of Film Critics Awards meraih Best Actor, Best Art Direction dan Critics' Top 10

Selang setahun di tahun 2015 dalam ajang 10th Max Movie Awards meraih Best Film dan Best Actor.

Untuk sobat Campusnesia yang mau nonton Film Korea The Admiral Roaring Currents, Pertarungan di Laut Melawan Jepang Era Kerajaan Joseon streaming online gratis subs indo bisa via iQiyi klik di sini.



Penulis:
Nandar

===
Baca Juga:


Ngomongin Film Jepang Godzilla Minus One yang Dapat Piala Oscar

0
 


Campusnesia.co.id - Hari ini tanggal 1 Juni 2024, film Godzilla Minus One sudah bisa ditonton di Netflix. Minus One adalah film terbaru yang kembali mengangkat tema monster raksasa asal jepang yang sangat populer hingga diremake oleh Hollywood.

Film Godzilla Minus One karya sutradara Jepang Takashi Yamazaki memenangkan Piala Oscar untuk kategori Best Visual Effects dalam Academy Awards ke-96 pada 10 Maret 2024. 

Kemenangan ini membuat Godzilla Minus One menjadi film pertama dalam waralaba Godzilla yang memenangkan Oscar dalam nominasi pertamanya dalam 70 tahun sejarah franchise. Selain itu, Godzilla Minus One juga menjadi film berbahasa non-Inggris pertama yang meraih Academy Award untuk Efek Visual Terbaik.

Minus One merujuk pada istilah yang kalau dialih bahasakan dalam Indonesia kurang lebih seperti peribahasa "Sudah jatuh tertimpa tangga". Sangat menggambarkan latar belakang film dimana Jepang baru saja luluh lantah akibat di bom oleh Amerika.

Saat sedang berusaha bangkit dari keterpurukan akibat kalah perang itu, Jepang harus berhadapan dengan Monster dari dasar laut yang bisa menghancurkan seluruh kota dengan semburan lasernya.

Dari sisi drama Godzilla Minus One berhasil mengajak penontonnya merasakan mencekamnya teror monster rasaksasa dan ikut serta berjuang dengan para karakter dalam filmnya.

Visual effectnya yang berbudget tak sebesar film-film Hollywood nyatanya berhasil ditempatkan dengan tepat, Godzilla di dalam film ini terlihat garang dan realistis dibanding dalam film-film sebelumnya.

Godzilla raksasa yang menyeramkan dan sangat menghancurkan tersebut itu harus dilawan dengan kekuatan seadanya oleh gabungan masyarakat sipil karena Jepang masih dalam suasan pasca perang, dimana kalau mengerahkan kekuatan dengan persenjataan lengkap bisa memicu perang dengan Amerika lagi. Cara yang digunakan cukup scientific dan masuk akal secara logika untuk ukuran era tahun 1946.

Gongnya tentu saja plot twist di akhir, untuk sebuah film Jepang sangat bagus sekali. Konflik dan dramanya berlapis ala film-film Korea Selatan. Rekomended ditonton di akhir pekan yang panjang ini, selamat menikmati.


Informasi tentang film Godzilla Minus One

Pemeran film Godzilla Minus One

Ryunosuke Kamiki sebagai Kōichi Shikishima, mantan pilot kamikaze

Minami Hamabe sebagai Noriko Ōishi, pacar Shikishima

Yuki Yamada sebagai Shirō Mizushima, kru muda diatas kapal Shinsei Maru

Munetaka Aoki sebagai Sōsaku Tachibana, mantan teknisi Penerbangan Angkatan Laut

Hidetaka Yoshioka sebagai Kenji Noda, mantan teknisi senjata angkatan laut

Sakura Ando sebagai Sumiko Ōta, tetangga Shikishima

Kuranosuke Sasaki sebagai Yōji Akitsu, kapten kapal Shinsei Maru

Sae Nagatani sebagai Akiko, anak adopsi Ōishi dan Shikishima

Mio Tanaka sebagai Tatsuo Hotta, kapten dari kapal perusak Yukikaze

Yuya Endo sebagai Tadamasa Saitō


Sinopsis Film Godzilla Minus One

Godzilla Minus One  dalam bahasa Jepang: ゴジラ-1.0マイナスワン, Hepburn: Gojira Mainasu Wan, adalah sebuah film epik kaiju Jepang 2023 kaiju film directed, written, and with visual effects by Takashi Yamazaki. Diproduksi oleh Toho Studios dan Robot Communications serta didistribusikan oleh Toho, merupakan film ke-37 dalam waralaba Godzilla, film Godzilla Toho ke-33, dan film kelima dalam waralaba era Reiwa. 

Film ini dibintangi Ryunosuke Kamiki, Minami Hamabe, Yuki Yamada, Munetaka Aoki, Hidetaka Yoshioka, Sakura Ando dan Kuranosuke Sasaki. Pada film ini, Jepang pasca-perang harus berhadapan dengan kebangkitan Godzilla.

Setelah menyelesaikan film The Great War of Archimedes (2019), Yamazaki ditunjuk untuk membuat film Godzilla. Dia menghabiskan waktu tiga tahun menulis naskah cerita, mengambil pengaruh dari Godzilla (1954), Godzilla, Mothra and King Ghidorah: Giant Monsters All-Out 

Attack (2001), Shin Godzilla (2016), dan film dari Steven Spielberg serta Hayao Miyazaki. Yamazaki sebelumnya menggambarkan Godzilla pada Always: Sunset on Third Street 2 (2007) dan wahana taman tema di Seibu-en di 2021. Pada Februari 2022, Robot mempublikasikan bahwa Yamazaki akan segera menyutradrai film kaiju. Syuting digelar di Kantō dan Chūbu dari Maret hingga Juni 2022. Efek visual dibuat oleh Shirogumi Chōfu studio selama delapan bulan.

Godzilla Minus One tayang perdana di Shinjuku Toho Building pada 18 Oktober 2023, dan dirilis di Jepang pada 3 November, untuk merayakan ulang tahun ke-70 waralaba ini. Toho International kemudian merilis film ini di Amerika Utara pada 1 Desember. Film ini telah mendapatkan penghasilan kotor lebih dari US$107 juta secara global dengan bujet US$10–12 juta, menjadi film Jepang dengan pendapatan terbesar kelima tahun 2023 dan melewati Shin Godzilla sebagai film Godzilla Jepang paling sukses. 

Film ini menerima ulasan bagus untuk efek visual, penyutradaraan, jalan cerita, karakter, skor musik dan komentar sosial, dan dielukan sebagai salah satu film terbaik tahun 2023 dan film terbaik pada waralaba Godzilla. Film juga mendapatkan banyak penghargaan, termasuk 12 nominasi pada 47th Japan Academy Film Prize (memenangkan delapan), tiga nominasi pada 17th Asian Film Awards (memenangkan dua), dan memenangkan Efek visual terbaik pada Academy Awards ke-96.



===
Baca juga:



Review Film Wuxia Blades of the Guardians, Ketika Wu Jing Kembali Bertarung Melawan Nicholas Tse

0
Film Wuxia Blades of the Guardians



Campusnesia.co.id - Setelah menanti sekian lama akhirnya film wuxia Blades of the Guardians yang ditunggu-tunggu bisa disaksikan secara online dengan legal di platform streaming.

Bukan tanpa alasan, film Blades of the Guardians sangat dinanti pecinta film aksi mandarin karena bertabur bintang dengan track record sebagai aktor-aktor yang selama ini menjadi bintang dalam banyak film action. Sebut saja Jet Li, Wu Jing, Nicholas Tse dan Max Zhang. Sang sutradara yaitu Yuen Woo-ping juga dikenal sudah malang melintang dan menghasilan banyak karya film aksi yang memukau.


Sinopsis film Wuxia Blades of the Guardians
Dao Ma, seorang mantan prajurit yang kini hidup sebagai pemburu buronan di padang pasir, menjalani kehidupan sederhana demi melindungi Xiao Qi, anak yang berada di bawah tanggung jawabnya. Suatu hari, ia menerima misi rahasia dari pemimpin suku Lao Mo.

Ia ditugaskan mengawal seorang pria bertopeng bernama Zhi Shi Lang menuju ibu kota Chang'an. Misi ini menjadi sangat rumit dan penuh pertumpahan darah ketika Dao Ma menyadari bahwa Zhi Shi Lang adalah buronan paling dicari kekaisaran yang menyimpan rahasia besar. Mereka juga ditemani oleh Ayuya, seorang pemanah ulung yang merupakan putri dari Lao Mo.

Dalam perjalanan panjang tersebut, mereka harus menghadapi kejaran panglima perang, pemberontak, hingga pejabat Dinasti Sui yang kejam. Sepanjang perjalanan ini, Dao Ma harus mengerahkan seluruh kemampuan bela dirinya melawan musuh-musuh yang menginginkan nyawa mereka.


Daftar Pemeran film Wuxia Blades of the Guardians

- Wu Jing sebagai Dao Ma

- Nicholas Tse sebagai Diting

- Yu Shi sebagai Shu

- Chen Lijun sebagai Ayuya

- Sun Yizhou sebagai Zhi Shilang

- Ci Sha sebagai He Yixuan

- Li Yunxiao sebagai Yan Ziniang

- Tony Leung Ka-fai sebagai Lao Mo

- Zhang Jin sebagai ular kepala dua

- Kara Wai sebagai Madam Yuchi

- Zhang Yi sebagai Pei Shiju

- Jet Li sebagai Chang

- Wen Junhui sebagai Yuji Niuluo

- Liu Yaowen sebagai Pei Xingyan

- Dong Sicheng sebagai Da Lai

poster Film Wuxia Blades of the Guardians


Review film Wuxia Blades of the Guardians
Sebagai penikmat film wuxia apalagi dengan deretan bintang di atas tentu saja saya sangat menikmati film Blades of the Guardians. Pertama mengenal Wu Jing dalam film SPL I (2005) yang bertarung di gang dengan Donnie Yen sejak saat itu selalu mengikuti film-film yang dibintanginnya.

Film Blades of the Guardians juga jadi reuni pertarungan antara Wu Jin dan Nicholas Tse yang sebelumnya pernah bertarung dalam film Invisible Target (2007) dan juga reuni antara Wu Jing vs Zhang Jin (Max Zhang) yang pernah bertarung dalam film SPL II: Kill Zone (2015).

Penampilan Jet Li sebagai cameo juga sangat memukau, di usia beliau yang tak lagi muda gerakan-gerakannya yang khas berhasil ditampilkan sehingga sangat menyenangkan bagi penggemar beliau.

Dari sisi alur cerita sebenarnya mudah dipahami, seorang mantan pasukan khusus istana jadi pemburu bayaran dan harus mengawal seorang pimpinan revolusi yang digadang-gadang bakal merubah tatanan dunia dan politik saat itu.

Mereka harus berhadapan dengan pasukan dari kekaisaran dan para pembunuh bayaran karena nyawa keduanya dihargai mahal oleh kekaisaran.

Jika ada kekurangan, sosok Zhi Shilang yang katanya tokoh revolusi dengan ide besar membawa umat manusia pada kemakmuran tanpa penindasan tidak berhasil ditampilkan dengan baik.

Sebaliknya justru kesan yang ditangkap oleh penonton sosok Zhi Shilang adalah beban sejak awal hingga akhir film. Bahkan dengan karakterisasinya yang katanya sosok dengan pemikiran maju dan revolusioner tak sebait kata atau gagasan berhasil ditampilkan yang bisa menunjukkan kehebatannya tersebut.

Secara keseluruhan film Blades of the Guardians sangat menghibur terlebih buat sobat penikmat film-film wuxia. Rekomended, selamat menonton.


Penulis
Achmad Munandar


====
Baca juga:

Sinopsis Film The Furious, Ketika Xie Miao dan Joe Taslim Melawan Yayan Ruhian

0




Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat penikmat film laga asal Indonesia, film The Furious bakal tayang di bioskop tanah air nanti taggal 29 Mei 2026. Banyak alasan kenapa film satu ini layak dinanti, sang sutradara yaitu Kenji Tanigaki, adalah otak di balik koreografi keren Rurouni Kenshin, film ini bakal menyuguhkan aksi pertarungan yang intens, brutal, dan berstandar dunia.

Xie Miao baru saja tampil memukau lewat film Fight Against Evil 3, dua nama lainnya yaitu Joe Taslim dan kang Yayan Ruhian sudah tidak perlu dijelaskan lagi, The Furious bakal jadi reuni keduanya setelah bertarung penug "greget" dalam film The Raid 1 dan Hit & Run.


Sinopsis film The Furious
Cerita film The Furious akan fokus pada perjuangan seorang ayah bernama Wang Wei (diperankan Xie Miao) yang mati-matian mencari putrinya setelah diculik komplotan kriminal. Di tengah misi berbahaya itu, ia bertemu dengan seorang jurnalis investigasi yang diperankan oleh Joe Taslim. Kabarnya film ini bakal pamer aksi bela diri yang kreatif, bahkan memanfaatkan benda-benda di sekitar sebagai senjata.


Daftar pemeran film The Furious:
Miao Xie sebagai Wang Wei

Joe Taslim sebagai Navin

Yayan Ruhian sebagai Tak the Arrow Man

JeeJa Yanin sebagai Matia istri Navin

- Enyou Yang sebagai Rainy

- Sahajak Boonthanakit sebagai Mr. Song

- Joey Iwanaga sebagai Paklung

- Guo Junqing sebagai Marky

- Brian Le sebagai Ho

- Manatsanun Phanlerdwongsakul sebagai Yadong

- Kittiphoom Wongpentak sebagai Sacha

- Winai Wiangyangkung sebagai Donkey Head

- Sahatchai Chumrum sebagai Kun Tai Luo


Poster film The Furious


Trailer film The Furious





Review film The Furious


Penulis
Nandar



====
Baca juga:


Review Film Wings of Dread, Ketika Ashton Chen Melawan Iko Uwais di Atas Pesawat

0



Campusnesia.co.id - Jika sobat adalah generasi 90an yang tumbuh besar dengan film-film komedi Boboho seperti Shaolin Popey, pasti tidak asing dengan sahabatnya yang jago kungfu. Yak namanya Ashton Chen dikenal karena peran-perannya bersama Steven Hao (Boboho) wajahnya imut, lugu tapi jago kungfu.

Setelah dewasa kita jarang melihatnya, padahal banyak juga series dan film yang dibintanginya, misalnya ia berperan dalam film Ip Man 2 sebagai Tsui Sai Cheung yang tayang pada tahun 2010.

Kabar gembira untuk karena akhir-akhir ini ia kembali sering bermain dalam film layar lebar, tahun 2022 ia bermain dalam film Tao Xue Shen tan dan Detective Chen, pada tahun 2026 ini setidaknya ada dua film yang ia bintangi yaitu Detective Chen 2 dan Wings of Dread.

Nah dalam postingan ini, kami akan hadirkan review filmnya Ashton Chen yang berjudul Wings of Dread. Kenapa film ini menarik? karena ada Iko Uwais yang berperan sebagai musuhnya dan terlibat baku pukul di pesawat menggunakan teknik bela diri pencak silat vs kungfu.

Duduk di bangku sutradaanya ada Ashton Chen sendiri bekerjasama dengan Qin Pengfei yang sudah terkenal melahirkan film-film laga kondang seperti Fight against Evil, Painted Skin dan Reign of Assassins.


Sinopsis film Wings of Dread
Seorang polisi udara bernama Gu Zhaoyang mengalami krisis pembajakan pesawat dalam penerbangan pulang dari luar negeri. Dengan mengandalkan profesionalisme yang sangat tinggi, ia berusaha menghalangi para pembajak dengan mempertaruhkan nyawa, dan pertarungan hidup dan mati di ketinggian sepuluh ribu meter pun dimulai.



Pemeran film Wings of Dread

- Ashton Chen sebagai Gu Chaoyang

- Iko Uwais sebagai pemimpin komplotan pembajak pesawat

Nita Lei sebagai Xia Ruoyan

- Fengchao Liu sebagai Chang Jianrong



Poster film Wings of Dread


Review film Wings of Dread
Ceritanya cukup sederhana, seorang polisi udara punya masalah dengan sang kekasih yang hendak dilamar. Ia sering melewatkan janji karena tak bisa berdiam diri saat melihat kejahatan bahkan saat dalam perjalanan menuju tempat janjian pacaran.

Suatu hari ia menyusul sang kekasih yang bekerja sebagai pramugari, betepatan dengan pesawat yang sama yang akan digunakan membawa tahanan Internasional untuk dideportasi ke China.

Seperti cerita film pada umumnya, komplotan penjahat mencoba membajak pesawat tersebut untuk menyelamatkan sang penjahat, Ashton Chen yang berada di pesawat yang sama tidak bisa tinggal diam sebagai polisi udara ia harus menyelamatkan nyawa penumpang dan sang kekasih.

Daya tarik film ini jelas, menantikan pertarungan antara Ashton Chen dan Iko Uwais yang dikenal dengan ciri khas masing-masing. Ashton Chen mantan aktor cilik jago kungfu dan Iko Uwais dengan bela diri pencak silatnya.

Tidak mengecewakan, nyaris sejak separuh film hingga akhir kita disajikan pertarungan yang tanpa basa-basi. Tidak hanya sekali mereka berduel setidaknya dua kali sebelum akhirnya berhasil dikalahkan.

Pencuri perhatian lain yang tidak boleh dilewatkan adalah side kick pertarungan polisi wanita yang diperankan dan musuh wanita sangat brutal. Pengambilan lokasi di toilet pesawat yang sempit mengingatkan saya pada pertarungan antara Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan di lift dalam film Merantau (2009).

Ngomongin jadi penjahat, Iko Uwais bukan kali pertama ini memerankannya, sebelumnya ia juga jadi antagonis di film Expend4bles ia berperan sebagai Suarto Rahmat, Stuber sebagai Oka Tedjo dan The Night Comes For Us sebagai Arian.

Secara keseluruhan film Wings of Dread sangat rekomended untuk ditonton, apalagi bagi sobat yang suka dengan aktor Ashton Chen dan Iko Uwais. Tentu saja di akhir kita akan melihat bagaimana prpopaganda kehebatan polisi udara China, tapi ya gak apa-apa. Nontonya di aplikasi iQiyi.

Kabar gembira untuk penonton Indonesia karena film Wings of dread bakal tayang di bioskop dulu sebelum masuk iQIYI regional Indonesia.


Penulis
Nandar


====
Baca juga:


Review Film First Man Kisah Astronot Neil Armstrong ke Bulan




Campusnesia.co.id -- Sampai juga di akhir pekan lagi ya sobat campusnesia, seperti biasa kita posting yang ringan-ringan akhir pekan ini. Setelah sebelumnya kita review film berjudul My Annoying Brother, dikesempatan kali ini akan kami hadirkan review film yang juga bertema keluarga, sebuah film biopic tentang manusia yang pertama menginjakan kakinya di bulan yaitu First Man, berkisah tentang Neil Armstrong.


1. Judul
Sudah saya sebutkan di atas, judulnya adalah First Man, akan bertutur tentang perjuangan membawa manusia pertama ke bulan. Yang menarik bagi penulis, karena ini kisah nyata adalah, setting waktunya yaitu sekitar 1960, jika hari ini orang-orang bermimpi ke bulan dengan teknologi sekarang bukan hal yang mustahil, tapi bayangkan jika itu tahun 1960an. 


2. Aktor
Neil Armstrong diperankan oleh Ryan Gosling yang sukses dengan La La Land, Claire Foy sebagai Janet Shearon, istri pertama Armstrong dan deretan bintang lain yang membuat film ini layak ditonton seperti Kyle Chandler, Pablo Schreiber, Christopher Abbott, dan Corey Stoll. 



Dikursi sutradara ada Damien Chazelle yang sebelumnya juga mensutradari La La Land, dan diproduseri oleh Wyck Godfrey, Marty Bowen, Isaac Klausner dan Damien Chazelle. Naskah film ini ditulis oleh Josh Singer berdasarkan buku First Man: The Life of Neil A. Armstrong karya James R. Hansen.



3. Jalan Cerita
Jika sebelumnya kamu sudah menonton film-film bertema luar angkasa sperti Armageddon, interstellar, The Martian atau Gravity, jangan berharap akan menemukan pengalaman yang sama. Sekali lagi karena film ini adalah biopic yang berdasar kisah nyata.

Kabar baiknya, justru yang menarik menurut penulis adalah realistisnya penggambaran peristiwa bersejarah itu. Jauh sebelum akhirnya Neil Armstrong dan 2 rekanya berhasil menapakan kakinya di bulan, proses uji coba dan penelitian tentang ambisi ke luar angkasa sudah dilukan pemerintah amerika serikat dengan angkatan udara dan NASA nya berkali-kali.


Percobaan yang tak selalu berhasil itu digambarkan di film ini, bahkan sepanjang film setidaknya 9 orang rekan neil armstrong dikisahkan meninggal dalam percobaan-percobaan itu.

Belum lagi bumbu masalah pribadi dan keluarga Neil Amstrong stelah kematian anak perempuanya Karen akibat tumor yang selalu mengjhantuinya. Dilema istri dan anak-anaknya karena khawtair ayahnya tak akan kembali ke bumi lagi.

Efek visual dan soundnya tidak berlebihan, kadang sunyi dan dibarengi derit pesawat yang membuat penonton bisa merasakan dan membayangkan mendebarkannya misi ke bulan. Visual yang tidak berlebihan membuat film ini jadi semakin mudah dipahami,


4. Kesimpulan
Menurut penulis, film ini layak dinikmati di akhir pekan, walau kadang agak membosankan karena minimnya dialog tetapi tenang saja dibanding Gravity film First Man tak sesunyi itu. Selamat menonton.

Penulis: 
Nandar

Alur Cerita dan Review Film Ambulance, Kejar-kejaran Mobil ala Michael Bay Penuh Adrenalin

0
 


Campusnesia.co.id - Baru-baru ini saya menonton sebuah film hasil garapan sutradara Michael Bay yang kita kenal lewat film The Rock, Bad Boys dan Transformer berjudul Ambulance.

Film ini banyak mendapat pujian karena selain sutradaranya yang sudah lama tidak merilis film juga cara penyajiannya yang epik penuh adrenalis sepanjang durasi.

Ambulance adalah film thriller aksi Amerika 2022 yang disutradarai dan diproduksi oleh Michael Bay. Sebuah produksi bersama antara New Republic Pictures, Project X Entertainment, dan Bay Films, film ini didasarkan pada film Denmark tahun 2005 dengan nama yang sama karya Laurits Munch-Petersen dan Lars Andreas Pedersen. 

Film ini dibintangi oleh Jake Gyllenhaal, Yahya Abdul-Mateen II, dan Eiza González dan mengikuti dua saudara angkat yang berubah menjadi perampok bank yang membajak ambulans dan menyandera dua responden pertama.

Ambulans, pertama kali diumumkan pada tahun 2015, mengalami beberapa perubahan kru bertahun-tahun sebelum memasuki produksi. Pada tahun 2020, dampak pandemi COVID-19 pada karier Bay membuatnya menjadi sutradara. 

Syuting berlangsung di tengah pandemi di Los Angeles dengan sinematografer Roberto De Angelis. Selama pasca produksi, pengeditan diselesaikan oleh Pietro Scalia dan skor musiknya disusun oleh Lorne Balfe. 

Film ini ditayangkan perdana di Paris, Prancis, pada 20 Maret 2022, dan dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat oleh Universal Pictures pada 8 April. Film ini menerima tinjauan beragam dari para kritikus yang mengkritik cerita tersebut tetapi melihatnya sebagai kembalinya ke bentuk Bay. Ini berkinerja buruk di box office, meraup lebih dari $46 juta di seluruh dunia dengan anggaran $40 juta.


Pemeran dan Alur Cerita Film Ambulance
Jake Gyllenhaal sebagai Danny Sharp

Yahya Abdul-Mateen II sebagai Will Sharp

Eiza González sebagai EMT Cam Thompson

Garret Dillahunt sebagai Kapten Monroe

Keir O'Donnell sebagai Agen FBI Anson Clark

Jackson White sebagai Petugas Zach

Olivia Stambouliah sebagai Letnan Dhazghig

Moses Ingram sebagai Amy Sharp

Colin Woodell sebagai EMT Scott

Cedric Sanders sebagai Petugas Mark

A Martinez sebagai Papi

Jesse Garcia sebagai Roberto

Jose Pablo Cantillo sebagai Yesus

Wale Folarin sebagai Castro

Devan Chandler Long sebagai Mel Gibson

Randazzo Marc sebagai Randazzo

Victor Gojcaj sebagai Victor

Briella Guiza sebagai Lindsey

Brendan Miller sebagai Trento


Poster Film Ambulance




Trailer Film Ambulance



Sinopsis dan Alur Cerita Film Ambulance
Veteran perang Will Sharp, sangat membutuhkan $231.000 untuk operasi istrinya Amy, menjangkau Danny, saudara angkatnya dan seorang penjahat seumur hidup, yang membujuknya untuk mengambil bagian dalam perampokan bank senilai $32 juta. Meskipun awalnya ragu-ragu, Will setuju setelah Danny menegaskan kembali bahwa dia melakukan ini untuk Amy. 

Rencananya hampir berhasil sampai Petugas Zach, yang pergi ke bank untuk meminta teller bank, mengetahui situasinya dan disandera oleh Danny. Baku tembak kemudian terjadi antara salah satu anggota pencurian dan rekan Zach, Petugas Mark. Bagian Investigasi Khusus (SIS) dari LAPD tiba dan menembak jatuh seluruh kru kecuali Will dan Danny, yang mundur menuju garasi. 

Zach mencoba melarikan diri dan selama perkelahian antara dia dan Danny, dia secara tidak sengaja ditembak oleh Will. Meninggalkan Zach untuk mati, saudara-saudara berusaha untuk keluar melalui bagian belakang gedung tetapi menemukannya dikelilingi oleh polisi. Mereka kemudian membajak ambulans dengan EMT Cam Thompson di dalamnya, yang merawat Zach yang terluka. 

Setelah pengejaran yang membawa mereka ke sebuah gang, Cam berusaha mati-matian untuk melarikan diri menggunakan alat pemadam api tetapi memutuskan untuk tetap tinggal saat Zach mulai datar.

Kapten SIS Monroe tiba di tempat kejadian dan mengerahkan helikopter untuk mengejar ambulans. Cam meminta Danny untuk membantunya menggunakan defibrilator dan Will mentransfer sebagian darahnya ke Zach, yang membuatnya bingung dan frustrasi. 

Danny kemudian menelepon Papi, salah satu teman kriminal ayahnya, untuk membantu kehilangan polisi dengan imbalan $8 juta. Saat Cam menghentikan Danny dari menembak Mark, yang mengejar mereka, Danny mengancam akan membuangnya dari ambulans. 

Polisi terpaksa mundur ketika diketahui bahwa anjing Monroe berada di dalam kendaraan polisi Mark. Agen FBI Anson Clark, teman lama Danny, dimasukkan ke dalam kasus ini. 

Zach mulai kehabisan darah; Cam, dengan bantuan Will, mulai melakukan operasi pada Zach. Meskipun dia tidak berpengalaman dan limpanya pecah, Cam berhasil melakukan operasi. 

Cam mencoba meyakinkan Will untuk menghentikan Danny tetapi tidak berhasil. Monroe, tidak menyadari keberhasilan operasi, bergerak maju dengan operasi dan bersiap untuk menembak Will dan Danny tanpa menegosiasikan nyawa Cam. 

Clark memanggil Cam dan menyuruhnya turun. Cam, yang ingin menyelamatkan hidup Zach, memberi tahu Will dan Danny tentang penembak jitu. 

Danny, yang sudah muak dengan Cam, memutuskan untuk menembaknya tetapi Will campur tangan, menyebabkan saudara-saudara bertengkar tentang kesulitan mereka. Mereka kemudian berdamai dan mendengarkan musik bersama untuk meredakan ketegangan.

Di Sungai Los Angeles, helikopter mengejar ambulans saat Danny menembaki mereka. Will dan Danny kemudian berkendara di jalur yang berlawanan dari jalan tol, menciptakan banyak kecelakaan. 

Atas perintah Papi, putranya, Roberto, mengendarai ambulans kosong ke arah polisi setelah mengisinya dengan bahan peledak C-4 dan menggunakan senapan mesin di mobil terpisah untuk menyebabkan kerusakan tambahan, yang akhirnya membunuh Monroe dalam baku tembak. 

Mark mengejar Roberto dan membunuhnya setelah perkelahian, membuat Papi marah dan putus asa. Will dan Danny melarikan diri ke tempat persembunyian Papi. Papi menuntut saudara-saudara untuk meninggalkan Zach dan Cam untuk mereka tangani; Will menolak untuk bekerja sama dan bekerja sama dengan Danny untuk membunuh Papi dan krunya. 

Dalam kekacauan, Cam secara tidak sengaja menembak Will menggunakan pistol Zach. Danny membawa ambulans ke rumah sakit dan menemukan pistol Zach. Dia marah ketika Cam mengungkapkan bahwa dialah yang menembak Will. 

Danny bersumpah untuk membunuh Cam bersama dirinya sendiri di siaran langsung televisi, sebelum menghadapi polisi. Will, yang tidak punya pilihan lain, menembak Danny dari belakang. 

Danny meminta maaf kepada Will sebelum dia meninggal karena luka-lukanya. Polisi menangkap Will yang terluka parah dan membawanya ke dalam untuk dioperasi, Cam diam-diam memberikan sebagian uang perampokan kepada Amy untuk operasinya, dan Zach, ketika ditanyai oleh polisi tentang luka-lukanya, memberi tahu mereka bahwa Will menyelamatkan hidupnya.


Review Film Ambulance
Review saya pada film Ambulance karya Michael Bay ada tiga hal, pertama ceritanya simpel dan to the point di awal kita disajikan alasan para pemeran melakukan perampokan, rencana tidak berjalan mulus dan dar-der-dor kejar-kejaran sesederhana itu dan jangan berharap drama penuh plot twist, jangan. Nikmati saja.

Kedua, kejar-kejaran penuh adrenalin yang tidak ada habisnya, sejak pertengah hingga akhir film kita disajikan bagaimana Danny dan Will berusaha lolos dari kejaran para polisi dengan segala cara. Penonton seakan tidak diberi jeda untuk istirahat sehingga ketegangan terjaga hingga akhir.

Ketiga, sinematografi khas Michael Bay dengan pengambilan gambar, scorring ala film The Rock, Bad Boys dan Transformer. Ciri khas michael bay sangat kentara dan jadi nostalgia, bagi sobat pembaca yang suka dengan film garapan bay akan berkata dalam hati, nah ini nih bay banget. Kejar-kejaran, tembak-menembak dan ledakan di mana-mana.

Teknik dalam pengambilan gambar juga jadi poin plus lainnya, di film Ambulance, Michael Bay memperkenalkan gaya pengambilan gambar dengan menggunakan kamera yang terpasang di Drone dan dikemudikan oleh pilot drone juara dunia, menghasilkan shoot yang tak mungkin dilakukan oleh kamera konvensional dari sisi angle dan manuver poin of view.

Secara keseluruhan, Ambulance sangat menghibur dan rekomended untuk ditonton saat melepas penat. Nikmati aja.


Demikian tadi sobat Campusnesia, postingan kita kali ini tentang Alur Cerita dan Review Film Ambulance, Kejar-kejaran Mobil ala Michael Bay Penuh Adrenalin. Semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Nandar


===
Baca Juga: