Memperkuat Suara Warga: Mahasiswi KKN TIM I UNDIP Melakukan Sosialisasi LaporGub untuk Mengubah Wajah Partisipasi Publik

0
 



Campusnesia.co.idAplikasi LaporGub merujuk pada sebuah inovasi teknologi yang dirancang untuk memfasilitasi pelaporan masyarakat terkait berbagai permasalahan di lingkungan pelayanan publik. Aplikasi ini menyediakan platform yang memungkinkan warga untuk dengan mudah dan cepat melaporkan berbagai isu, mulai dari infrastruktur rusak hingga permasalahan sosial di masyarakat. Urgensitas penggunaan Aplikasi LaporGub dalam pelayanan publik sangatlah penting, terutama dalam konteks Desa Juwok yang dihadapkan pada kendala signifikan terkait kurangnya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan layanan berbasis teknologi.

Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik di Desa Juwok, khususnya pada penggunaan Aplikasi LaporGub, menjadi fokus dalam Program Monodisipilin Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Miralda Farah Ashila dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, pada tanggal 23 Januari 2024. Kegiatan ini berlangsung di salah satu rumah warga yang bertepatan di RT 01, Dukuh Kedungpring, Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen yang dihadiri oleh para ibu-ibu. 

Desa Juwok dipilih sebagai lokus penelitian karena terdapat kendala signifikan terkait kurangnya keaktifan masyarakat dalam menggunakan layanan publik berbasis teknologi. Kendala ini memberikan pemahaman bahwa terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan sosialisasi intensif terkait alur pelaporan masyarakat menggunakan Aplikasi LaporGub. Dalam proyek ini, kelompok sasaran khusus adalah ibu-ibu di Desa Juwok, sebagai pilar penting dalam dinamika sosial dan perekonomian di tingkat desa.

Melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, peserta diharapkan dapat memahami langkah-langkah penggunaan Aplikasi LaporGub, dari proses masuk menggunakan akun email hingga alur lengkap pelaporan. Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan warga desa dapat memanfaatkan pelayanan masyarakat untuk menunjang fasilitas umum dan mendukung pelayanan pemerintah yang tersedia. Pentingnya partisipasi masyarakat dalam membangun pelayanan pemerintah yang baik menjadi landasan dalam proyek ini. Harapan adalah agar ibu-ibu di Desa Juwok tidak hanya memahami tetapi juga tergerak untuk aktif dalam menggunakan Aplikasi LaporGub sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi.

Hasil dari kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa ibu-ibu di Desa Juwok tertarik untuk mencoba Aplikasi LaporGub. Mereka melihat aplikasi ini sebagai solusi yang mudah, murah, cepat, dan responsif dalam melaporkan berbagai permasalahan sehari-hari. “Aplikasi LaporGub menjadi solusi yang tepat untuk mempermudah proses pelaporan masyarakat, karena dengan satu sentuhan jari, informasi tentang permasalahan yang terjadi di sekitar dapat langsung disampaikan kepada pihak terkait.” ujar Bu Sumiati selaku salah satu audience. Proses sosialisasi dilakukan dengan pendekatan yang holistik, menggunakan media cetak seperti poster dan brosur yang memberikan illustrasi dan penjelasan detail. Selain itu, pemahaman lebih lanjut disampaikan secara langsung melalui demonstrasi penggunaan aplikasi, mulai dari pembuatan akun hingga pelaporan sukses.


Ketertarikan yang cukup tinggi dari peserta sosialisasi menandakan bahwa Aplikasi LaporGub memiliki potensi besar sebagai media pelaporan masyarakat. Dengan semangat yang terpupuk dalam acara sosialisasi ini, diharapkan bahwa penggunaan aplikasi LaporGub akan semakin meluas di kalangan masyarakat, sehingga bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan nyaman untuk ditinggali. Demikian, proyek ini tidak hanya menjadi upaya sosialisasi semata, tetapi juga langkah konkrit menuju perubahan positif dalam partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik berbasis teknologi.
 


Penulis: 
Miralda Farah Ashila

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Riza Susanti, S.T., M.T.

Lokasi: 
Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen

Editor:
Achmad Munandar

Viral!!! Mahasiswa Tim 1 KKN Undip 2024 melakukan Revitalisasi Wisata Pleret: Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Wisata Lokal Desa Jatingarang

0
 
      Penyerahan doorprize kepada para pemenang 
di Wisata Grojogan Pleret

Campusnesia.co.id - Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo (28/01/2024) – Desa Jatingarang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Weru. Desa ini juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunung Kidul di sebelah selatan dan Kabupaten Wonogiri di sebelah timur. Desa Jatingarang memiliki potensi wisata yang cukup menarik yaitu Grojogan Pleret. Grojogan Pleret ini berada di kawasan Wisata Pleret yang didalamnya terdapat beberapa atraksi wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Atraksi tersebut diantaranya adalah kolam renang, taman, bendungan, serta grojogan (air terjun).

Mahasiswa KKN Tim I Undip melihat adanya potensi wisata tersebut. Setelah dilakukan survey lokasi dan wawancara kepada pengelola serta pemerintah desa. Diketahui ternyata kawasan wisata tersebut telah dibuka sejak tahun 2019, namun setelah adanya Covid-19 wisatawan yang berkunjung menurun dan beberapa titik lokasi di kawasan tersebut rusak. Kemudian hal itulah yang mendasari para mahasiswa KKN Undip di Desa Jatingarang tergerak untuk memperbaiki dan merevitalisasi kawasan wisata pleret tersebut khususnya di bagian tamannya. 

“Kami berencana untuk memperbaiki kawasan wisata pleret ini, khususnya pada taman karena tim KKN Undip periode sebelumnya sudah melakukan perbaikan pada bagian kolam renang, sehingga kami akan melanjutkan pada bagian taman!”, ungkap Yasmin selaku Mahasiswa Tim 1 KKN Undip. 

Proses revitalisasi ini dilakukan hanya dalam waktu seminggu. Dimulai dengan melakukan survey dan menentukan apa saja yang akan dilakukan serta penentuan titik-titik mana saja yang akan diberikan sentuhan perbaikan. Kemudian pada hari kedua hingga keenam dilakukan perbaikan. Perbaikan yang dilakukan berupa:

1. Perbaikan pagar taman

2. Pengecatan tembok dan pagar

3. Pemberian nama-nama tumbuhan

4. Pembuatan Photoboth

5. Membersihkan dan Merapikan taman agar terlihat lebih ASRI




Penyerahan output berupa photobooth untuk Wisata Grojogan Pleret 
kepada Pak Sagiman, selaku penjaga tempat wisata

“Sebagai penjaga tempat wisata, saya ucapkan terima kasih banyak kepada adik-adik KKN Tim 1 Undip di Desa Jatingarang karena sudah meningkatkan kelestarian Wisata Grojogan Pleret sebagai destinasi utama di Desa Jatingarang” ungkap pak Sagiman, selaku penjaga tempat Wisara Grojogan Pleret. 

Kemudian puncaknya pada hari Minggu (28/01/2024), sebagai acara puncak dan untuk mengenalkan kembali kawasan wisata pleret kepada masyarakat sekitar maka diadakan kegiatan senam yang mengundang Ibu-Ibu PKK seluruh Desa Jatingarang untuk berpartisipasi. Terdapat kegiatan pembagian doorprize kepada para peserta senam. 

“Alhamdulillah, saya sebagai kordes KKN Tim 1 Undip di Desa Jatingarang merasa bahagia karena partisipasi ibu-ibu sekalian pada pagi hari ini, Semoga kegiatan senam ini dapat dilakukan secara rutin, dan dilakukan di kawasan Wisata Pleret ini. Sehingga, kawasan wisata ini dapat terus berkembang dan berkelanjutan keberadaannya. Sekali lagi terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman KKN Undip atas jerih payahnya dalam proses revitalisasi taman Pleret selama seminggu ini, serta ibu-ibu peserta senam yang telah hadir pada kegiatan senam pada pagi hari ini.” ungkap Yovi saat sambutan sebelum kegiatan senam dimulai. 

    Kegiatan Senam Bersama di Wisata Grojogan Pleret 
dengan para pengunjung 
Proker pengembangan dan revitalisasi Kawasan Wisata Pleret ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Jatingarang. Serta kegiatan ini melanjutkan proker Tim II KKN Undip 2023 sebelumnya. Serta semoga besar harapannya agar proker ini dapat dilanjutkan kembali oleh Tim II KKN Undip 2024 pada periode selanjutnya.



Editor:
Achmad Munandar

Pengenalan “Sensory Play” Kepada Balita dan Orang Tua Balita oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0
 
Pengenalan Sensory Play kepada Balita dan Orangtuanya  

Campusnesia.co.idTanjungrejo, (29/01/2024) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) 2023/2024 yang berada di Desa Tanjungrejo melakukan pengenalan mengenai Sensory Play kepada balita dan orangtuanya. Pengenalan ini bertujuan untuk mencegah gagal tubuh dan kembang anak akibat stunting. Stunting merupakan kondisi dimana anak memiliki tinggi badan yang kurang apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya yang lain. Faktor penyebab stunting diantaranya pola asuh, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), riwayat infeksi balita, riwayat penyakit semasa kehamilan dan genetik.

Kegiatan ini diawali dengan identifikasi potensi persebaran balita yang berisiko terkena stunting dengan cara pembuatan peta potensi stunting. Setelah mengetahui potensinya, kami melakukan edukasi terkait pentingnya sensorik baik dari dampak dan manfaatnya dalam tumbuh kembang balita. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan “sensory play”. Kegiatan pengenalan ini dilaksanakan di Kelompok Bermain (KB) Harapan Bunda yang berlokasi di Dukuh Jatinganten, Desa Tanjungrejo.
 
Peyerahan Sensory Board kepada Pihak KB Harapan Bunda

Sensory Play ini dapat dibuat dengan mudah menggunakan berbagai macam bahan, baik bahan yang edible hingga dapat memanfaatkan sisa hasil peternakan seperti bulu dan hasil pertanian. Salah satu contoh sensory play yang kami buat yaitu sensory board dan bermain dengan makanan. 

Sensory board ini memanfaatkan bahan-bahan yang bertekstur halus-kasar dan memainkan warna serta bentuk. Sedangkan untuk bermain dengan makanan, kami menggunakan biskuit yang diremahkan, agar-agar, serta mie yang diberi warna dengan memanfaatkan hasil pertanian. Kami juga memberikan beberapa ide permainan lainnya yang dapat dibuat di rumah dengan memanfaatkan barang dan bahan yang mudah ditemukan serta menjelaskan manfaat dari permainan sensorik ini untuk tumbuh kembang anak. 




Penulis :
1. Andri Akbar Damareksa – FEB
2. M. Cahye Mayendra – FH
3. Aisha Farah Azizah – FK
4. Annisa Maulita Tri Utami – FPP
5. Resti Wulandari - FT

Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Dr. Dra. Nurhayati, M.Si
2. Ir. Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D.
3. Asep Muhammad Samsudin, S.T., M.T


Editor:
Achmad Munandar

Pendataan UMKM Ke Dalam Website Desa Sebagai Wadah Digital Oleh Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Di Desa Jatipuro Klaten

0
 


Campusnesia.co.idDi era digital yang semakin maju ini, pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam memajukan berbagai sektor, termasuk dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Desa Jatipuro, keberadaan UMKM menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian lokal. Namun, untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan akses pasar, penting untuk menciptakan wadah digital sebagai sarana sentralisasi informasi bagi kelompok UMKM desa.

Salah satu manfaat utama dari pembuatan wadah digital adalah memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk UMKM Desa Jatipuro. Dengan adanya platform online yang menyediakan informasi tentang produk-produk lokal, baik dalam bentuk katalog online, website, atau aplikasi seluler, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan di luar wilayah geografis mereka.

 
Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro telah melakukan survey UMKM pada lingkup Desa Jatipuro pada tanggal 28 januari - 6 februari. Desa Jatipuro terdapat 8 dusun/dukuh yang dimana terdapat berbagai macam umkm seperti pengrajin kayu, bengkel motor dan mobil, usaha mebel, tempat makan, tempat pakan dan memelihara ungags, dll. Dengan adanya berbagai macam umkm tersebut, maka diperlukan pendataan umkm ke dalam website Desa Jatipuro, yang bertujuan untuk memajukan dan menggerakkan perekonomian Masyarakat Desa Jatipuro. Selain itu masyarakat akan lebih mudah dalam mencari dan menghubungi terkait umkm tersebut melalui website desa yang telah terdata umkm di Desa Jatipuro.

Kegiatan ini tentu akan memberikan dampak positif kepada perekonomian Masyarakat Desa Jatipuro dan website desa akan lebih berkembang menjadi lebih baik. Melalui pendataan umkm ini, lalu data tersebut dimasukan ke dalam website Desa Jatipuro akan lebih memudahkan Masyarakat dalam mencari kebutuhan dari umkm tersebut.

Dengan memperhatikan pentingnya pembuatan wadah digital sebagai sarana sentralisasi informasi bagi kelompok UMKM Desa Jatipuro, dapat disimpulkan bahwa langkah ini tidak hanya membantu mengembangkan UMKM secara individu, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Oleh karena itu, langkah ini patut dipertimbangkan dan didukung oleh berbagai pihak untuk mendorong kemajuan ekonomi desa secara keseluruhan.




Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Membuat Basis Data Sarana di Desa Lolong, Guna Membantu Perangkat Desa Dalam Pencarian dan Updating Data

0
 


Campusnesia.co.idLolong, Karanganyar, Pekalongan (07/02/2024) Mahasiswa KKN Tim I Undip telah melaksanakan program dengan membuat basis data jumlah sarana di Desa Lolong dengan menggunakan Software Microsoft Excel. Program tersebut adalah dengan membuat file untuk rekap data jumlah sarana di Desa Lolong dengan tujuan memudahkan perangkat desa dalam pencarian data dan updating data jumlah sarana.

Program ini diawali dengan pencarian data secara primer dengan mencari titik lokasi sarana dan dokumentasi sarana yang tersebar di seluruh wilayah administasi Desa Lolong. Survey lapangan dilakukan selama 3 hari dan dilaksanakan oleh seluruh anggota Tim KKN yang bertempat di Desa Lolong.

Hasil pencarian data primer terkait jumlah sarana berdasarkan jenisnya di Desa Lolong, kemudian direkap menggunakan Microsoft Excel guna mempermudah dalam pencarian data dan updating data. Luaran program ini berupa file Excel yang berisi tentang profil desa, jumlah penduduk, dan jumlah sarana yang berada di Desa Lolong. 
 
Pada Rabu (07/02/2024) Mahasiswa KKN menyerahkan hasil dari program pembuatan basis data sarana yaitu berupa file Excel kepada Perangkat Desa Lolong. Mahasiswa KKN juga menjelaskan dalam pengoperasian basis data dalam pencarian data dan updating data nantinya. Respon perangkat desa yang antusias dengan adanya basis data ini dikarenakan mempermudah dalam pencarian jumlah sarana, dokumentasi sarana, dan juga alamat sarana serta mempermudah dalam update data jumlah sarana untuk kedepannya. Hasil program ini diharapkan mampu dalam membantu perangkat desa untuk lebih praktis dalam rekap data kedepannya. (Rio)



Penulis: 
Rio Dewa Krisnanda 
Mahasiswa Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan  
Sekolah Vokasi – Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Mewujudkan Infografis Peta Persebaran Lokasi UMKM Guna Mendukung Pemasaran dan Mendukung UMKM di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan

0
 


Campusnesia.co.id - Lolong, Karanganyar, Pekalongan (07/02/2024) Mahasiswa KKN Tim I Undip telah melaksanakan program dengan membuat infografis peta persebaran UMKM di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau yang sering disingkat UMKM ialah salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah, begitu juga dengan negara indonesia. 

Usaha Mikro, Kecil dan menengah merupakan kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan menengah serta perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. Dengan itu dapat dikatakan bahwa UMKM adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau Badan Usaha disemua sektor ekonomi. 

Desa Lolong merupakan salah satu desa yang menjadi destinasi wisata alam di Kabupaten Pekalongan. Keindahan alam yang masih sejuk dan alami menjadikan banyak wisatawan yang tertarik dan berkunjung ke Desa Lolong hanya untuk menikmati keindahan alam dan suguhan buah durian asli dari Desa Lolong. Banyaknya wisatawan yang datang setiap minggunya mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Lolong dalam perekonomian. Banyak masyarakat yang menjual dari hasil kebun seperti buah durian dan aneka olahan makanan ringan lainnya.

Sebagai bentuk dukungan di dalam era digitalisasi, dengan adanya peta persebaran ini diharapkan mampu menarik wisatawan yang datang dan mengetahui lokasi dan nama pemilik UMKM di Desa Lolong tersebut. Kegiatan ini diawali dengan pengumpulan data dan survey dilakukan dalam waktu 3 hari dengan datang ke lokasi UMKM dan memberikan tanda lokasi dengan menggunakan aplikasi Avenza yang biasa digunakan untuk pemetaan. Data primer yang sudah didapatkan kemudian dilakukan pengolahan data dengan bantuan software ArcGis dan data sekunder berupa citra satelit guna memvalidasi titik lokasi yang sudah didapatkan dengan citra satelit.
 
Setelah peta persebaran UMKM kemudian dijadikan menjadi infografis dalam bentuk cetak, pada Rabu (7/02) Mahasiswa KKN Kemudian menyerahkan kepada Pemerintah Desa Lolong dan kemudian Pemerintah Desa Lolong akan memasang infografis tersebut di depan Balaidesa Lolong. Penyerahan itu sekaligus Mahasiswa KKn menjelaskan kepada Perangkat Desa Lolong terkait UMKM apa saja yang terdapat di Desa lolong. Tujuan adanya infografis ini diharapkan akan mempermudah bagi wisatawan dalam mencari UMKM apa saja yang tersebar disekitar lokasi wisata yang berada di Desa Lolong dan juga hasil dari program KKN ini diharapkan mampu membantu masyarakat Desa Lolong dalam promosi hasil UMKM kepada wisatawan yang berkunjung (Rio).



Penulis: 
Rio Dewa Krisnanda 
Mahasiswa Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan 
Sekolah Vokasi - Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Guna Menghemat Energi! Mahasiswa KKN UNDIP Memasang dan Memperkenalkan Teknologi Lampu Otomatis Dengan Sensor Cahaya

0
 

Campusnesia.co.idMoga, Pemalang (30/01/24) – Salah satu anggota tim 1 KKN Universitas Dipenogoro melaksanakan pemasangan dan memperkenalkan teknologi lampu otomatis menggunakan sensor cahaya pada warga di Desa Moga. Kegiatan ini termasuk salah satu pelaksanaan program monodisiplin pada tanggal 30 Januari 2024. Pada program kerja tersebut guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghemat energi.

Prinsip kerja pada lampu otomatis ini yaitu sensor cahaya akan mendeteksi cahaya pada sekitar dan apabila terdeteksi cahaya maka lampu akan otomatis mati.Begitu juga sebaliknya, apabila sensor cahaya tidak mendeteksi cahaya maka lampu akan otomatis hidup.

Perizinan untuk memasang lampu otomatis ini, diawali dengan mengunjungi kediaman ketua RT setempat untuk mendiskusikan letak pemasangan lampu pada dua rumah warga, lalu diputuskan bahwa penempatan lampu otomatis ini dipasang di depan rumah warga dikarenakan sering lupa dimatikan jika sudah siang. Lampu ini pun bisa menjadi solusi dari permasalahan lingkungan dimana dengan menghemat energi dapat sekaligus mengurangi dampak dari global warming yang akan merusak bumi.Solusi lainnya yaitu dapat mengurangi biaya listrik dikarenakan terlupa untuk mematikan lampu.
  


Adapun hasil dari luaran program monodisiplin ini yaitu berupa brosur, booklet dan produk yang mana diharapkan masyarakat di desa Moga dapat membuat lampu otomatis ini sendiri dengan mengikuti booklet yang diberikan. Pembuatan lampu otomatis ini pun membutuhkan komponen-komponen utama, yaitu LDR (sensor cahaya), transistor, resistor, dan lampu.

Pada pelaksanaan program monodisiplin ini diharapkan mempermudah warga desa Moga dengan pengadaan lampu otomatis ini. Sehingga, penggunaan listrik akan lebih efektif dan efisien sekaligus dapat menghemat biaya oprasional listrik dan mengurangi efek yang akan ditimbulkan pada penggunaan listrik berlebih.



Penulis: Helmi Maulana

Jurusan: Teknik Elektro

Fakultas: Teknik

DPL: Dr. Ana Silviana, S.H., M.Hum.

Lokasi KKN: Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang

KKN Tim I Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024.

Editor: Achmad Munandar

Hemat Energi Sayangi Bumi! Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Sosialisai Hemat Energi Listrik Guna Mengurangi Emisi Karbon yang Dikeluarkan Oleh Peralatan Elektronik

0
 




Campusnesia.co.idMoga, Pemalang (29/01/24) – Salah satu anggota tim 1 KKN Universitas Dipenogoro melaksanakan sosialisai tentang pentingnya hemat energi listrik di desa Moga. Kegiatan ini termasuk salah satu pelaksanaan program monodisiplin pada tanggal 29 Januari 2024. Pada program kerja tersebut guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga desa moga dalam menghemat energi listrik.

Program sosialisasi ini membahas mengenai bagaimana cara menghemat energi listrik, pengenalan teknologi yang dapat menunjang hemat energi listrik dan cara menghitung biaya oprasional listrik dari alat elektronik yang digunakan. Masyarakat Desa Moga memainkan peran kunci dalam kesuksesan program ini. Mereka tidak hanya mendengarkan informasi tentang hemat energi listrik, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. 

Perizinan untuk sosialisasi ini, diawali dengan mengunjungi kediaman ketua PKK setempat untuk mendiskusikan waktu dan tempat pelaksanaan program sosialisai hemat energi listrik ini, lalu diputuskan bahwa pelaksanaan dilakukan di kediaman ketua PKK desa Moga pada tanggal 29 Januari 2024 Pukul 10.00 WIB. Program sosialisai ini pun dapat menjadi solusi dari permasalahan lingkungan dimana dengan menghemat energi dapat sekaligus mengurangi dampak dari global warming yang akan merusak bumi, menhemat biaya oprasional listrik dan mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari peralatan elektronik.

Adapun hasil dari luaran program monodisiplin ini yaitu berupa brosur dan booklet yang mana diharapkan masyarakat di desa Moga dapat mengimplementasikan pemahaman tentang hemat energi listrik agar dapat menjaga kelestarian bumi.

Pada pelaksanaan program monodisiplin ini diharapkan mempermudah warga desa moga untuk menghemat energi listrik. Sehingga, penggunaan listrik akan lebih efektif dan efisien sekaligus dapat menghemat biaya oprasional listrik dan mengurangi efek yang akan ditimbulkan pada penggunaan peralatan elektronik.



Penulis: Helmi Maulana

Jurusan: Teknik Elektro

Fakultas: Teknik

DPL: Dr. Ana Silviana, S.H., M.Hum.

Lokasi KKN: Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang

KKN Tim I Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024.

Editor: Achmad Munandar

Transformasi Limbah Menjadi Berkah: Pelajari Cara Membuat Pupuk Cair dari Air Cucian Beras!

0
Edukasi dan Pelatihan Mengenai Pembuatan Pupuk Cair 
oleh Mahasiswa KKN Tim 1 Undip, Selasa (28/01/2024)
Sumber : Dok. Pribadi


Campusnesia.co.idPenyuluhan dan edukasi mengenai pembuatan pupuk organik cair merupakan salah satu program kerja monodisiplin dari Tsabita Nur Alifa, selaku mahasiswa KKN TIM 1 2023/2024 Universitas Diponegoro yang berasal dari Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Program kerja ini telah terlaksana pada Minggu (28/01/2024) yang ditujukan kepada Ibu-Ibu PKK, Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Program kerja penyuluhan yang dilakukan mengenai pembuatan pupuk organik cair dengan program yang berjudul “Edukasi dan Pelatihan Mengenai Pembuatan Pupuk Cair yang Berasal dari Air Cucian Beras”. 

Pupuk organik adalah pupuk yang utamanya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan dan telah mengalami proses rekayasa. Pupuk ini dapat berbentuk padat atau cair dan digunakan untuk memberikan tambahan bahan organik kepada tanah, sehingga dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. 

Mengubah sampah rumah tangga menjadi POC memiliki keuntungan ganda, yaitu mengatasi masalah sampah rumah tangga sambil menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi. Pupuk organik cair adalah opsi ramah lingkungan yang populer dalam pertanian modern. Diproduksi dari bahan alami seperti kompos, pupuk hewan, dan bahan tumbuhan, pupuk cair organik memberikan manfaat besar bagi tanaman dan ekosistem. Mengandung nutrisi esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, pupuk ini mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Berbeda dengan pupuk sintetis, pupuk organik cair melepaskan nutrisi secara bertahap, memberikan pasokan yang stabil dan seimbang tanaman, serta mengurangi risiko terjadinya aliran dan perkolasi nutrisi.

Di Desa Moga, Pemalang, salah satu fokus utama masyarakat adalah masalah lingkungan terutama terkait pembuangan limbah yang tidak terkontrol. Limbah rumah tangga seringkali dibuang atau dibakar secara sembarangan, yang dapat menyebabkan dampak negatif seperti pencemaran air dan penyebaran penyakit. Meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang pengelolaan limbah rumah tangga yang tepat sangat penting agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, masalah limbah air cucian beras yang belum ditangani dengan baik juga menjadi tantangan dalam manajemen limbah pangan. 

Air cucian beras mengandung pati, nutrisi, dan senyawa organik yang seringkali dibuang tanpa pengolahan lebih lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan solusi yang lebih berkelanjutan seperti mengubah air cucian beras menjadi pupuk organik cair untuk mengurangi dampak negatif dan memanfaatkan potensi bernilai dari limbah tersebut.
Pada program penyuluhan tersebut, dijelaskan bahwa air cucian beras dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman. Penyuluhan ini diadakan karena menyadari bahwa masyarakat Indonesia, khususnya di Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, mengonsumsi beras sebagai makanan pokok, sehingga meningkatkan produksi limbah air cucian beras. 

Namun, banyak dari mereka kurang mengetahui tentang pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk cair organik. Biasanya, air cucian beras hanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada Minggu, 28 Januari 2024, di pekarangan rumah warga, dengan sasaran Ibu-Ibu PKK di Desa Moga. 

Penyuluhan ini menjelaskan proses pengolahan bekas air cucian beras menjadi pupuk organik cair, yang merupakan cairan berbahan organik yang telah melalui proses fermentasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman. Selain itu, dalam program ini juga dijelaskan cara membuat fermentor atau media fermentasi sederhana, serta proses fermentasinya. Selain itu, dijelaskan juga cara pengaplikasian pupuk organik cair dan manfaat yang diperoleh dari penggunaannya.

Harapannya dengan program ini dapat membantu masyarakat untuk peduli dengan limbah-limbah organik dan mengolahnya lebih lanjut, sehingga bermanfaat dan memiliki nilai jual. Kemudian juga tanaman yang diaplikasikan dengan POC ini dapat menuai hasil yang baik.




Penulis: Tsabita Nur Alifa

Jurusan: Teknik Kimia

Fakultas: Teknik

DPL: Dr. Ana Silviana, S.H., M.Hum.

Lokasi KKN: Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang

Editor: Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Memberikan Pelatihan BIM Revit Architecture Kepada Remaja Karang Taruna Desa Tanahbaya

0
 



Campusnesia.co.idDesa tanah baya, Kec. Randununggal, Kab. Pemalang (20/01/2024) - mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari universitas Diponegoro turut serta dalam melaksanakan pelatihan BIM Revit Arsitektur kepada remaja Karang Taruna di Desa Tanahbaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan  bagaimana mendesain sebuah bangunan dan mendesain sebuah model kepada remaja desa. Pelatihan ini tidak hanya tertuju kepada remaja yang berada pada bidang arsitektur dan konstruksi, tetapi juga secara umum. 

Pelatihan BIM (Building Information Modeling) Revit Arsitektur adalah pelatihan yang dirancang untuk mengajarkan penggunaan perangkat lunak Revit dalam konteks desain arsitektur yang menggunakan metodologi BIM. BIM adalah pendekatan kolaboratif untuk merancang, membangun, dan mengelola bangunan yang menggunakan model digital untuk menyatukan informasi dan sumber daya yang berbeda. 

Pelatihan di merepet arsitektur kepada remaja dapat menjadi pengalaman yang menarik. Mahasiswa memberikan masing-masing kepada Karang Taruna sebuah buku panduan, pensil, dan buku catatan untuk belajar. Selama proses pelatihan, mahasiswa memberikan pengenalan yang menarik, bahasa yang mudah dipahami, aktivitas praktis berupa mencoba menggunakan perangkat lunak, dan memberikan umpan balik positif agar Karang Taruna tetap belajar dan eksplorasi lebih lanjut menggunakan software BIM Revit.




Penulis: 
Syahda Vania Whardhany

Jurusan/ Fakultas: 
Teknik/Teknik Arsitektur

Dosen Pembimbing:
● Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn.
● Farid Agushybana, S.KM., DEA., Ph.D.
● Ir. Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D. IPU

Editor:
Achmad Munandar