Review Film Pendek Jurassic World: Battle at Big Rock 2019



Campusnesia.co.id -- Kemarin Jurassic World merilis sebuah film pendek berjudul "Battle at Big Rock". Hanya berdurasi 8 menit dan bertujuan ms jadi penghubung antara film jurassic world: fallen kingdom dengan film ke tiganya nanti.

Videonya:

Hypenya terasa, bahkan ada mid credit scenenya yang menunjukan dampak dari event di film fallen kingdom. 

Dinosaurus muncul di jalan, muncul di laut, sungai bahkan pemukiman. Kita nantikan film ke tiganya ya.

Lowongan Kerja Remote Editor di PT RMA


Campusnesia.co.id -- Lowongan Kerja Remote

Salah satu value di RMA, dan ini ialah value utama kami adalah GROWTH. Kami memaksa RMA harus bertumbuh, dan kata kunci dari pertumbuhan sebuah organisasi adalah pertumbuhan team.

Maka, tatkala RMA ingin bertumbuh, team juga musti bertumbuh, bertumbuh dari sisi kuantitas, tapi yang lebih penting lagi adalah team bertumbuh secara kualitas.

Kata kunci bagi pertumbuhan team, kami tempatkan sebagai value kedua RMA, apa itu? Continuous learning, pembelajaran berkelanjutan. Maka memang kami di RMA memaksa diri untuk terus belajar, untuk terus menempa diri, untuk terus mengasah gergaji.

Karena bagi kami, tiada pertumbuhan tanpa pembelajaran. 

Maka, di RMA, setiap pekan kami ada learning Day, hari belajar, semua team, meski remote wajib datang ke kantor untuk belajar bareng, saling sharing, nonton bareng, makan bareng, gegojekan bareng. Bahkan setahun 2 kali, kami juga jalan-jalan bareng. Asyeeeekkkk ya.

Nah dalam rangka pertumbuhan, kami membutuhkan talenta-talenta baru yang siap bertumbuh bersama, siap belajar bersama,, siap menguat bersama. 

Ada posisi apakah? Kami membutuhkan seorang editor atau copy editor. Apa pekerjaan dan tanggung jawabnya? Detail ada di link nanti di bawah ya.

Pekerjaan editor ini remote, ga perlu ngantor setiap hari. Apa itu kerja remote? Bisa cek detail di deskripsi ya teman-teman.

Detail info ada di 
bit.ly/rmakarier
bit.ly/rmakarier
bit.ly/rmakarier


Lowongan Kerja di PT Bebek Prima Nusantara 2019


Campusnesia.co.id -- Terus bertumbuh, Ketika kau memulai bisnis, kau bisa memulainya seorang diri.
Tapi ketika kau ingin membesarkannya, kau membutuhkan tim. (Anonim)

Bagi rekan-rekan area Solo raya, atau ingin bekerja di area solo raya, semoga berjodoh bergabung di Bebek Prima Nusantara ya.

Kami sedang membutuhkan talenta-talenta luar biasa, yang berorientasi pada jangka panjang, memiliki karakter yang bagus, mau bekerja keras dan mau bertumbuh bersama.

Jika ada rekan, saudara, sahabat yang ingin bergabung, silahkan kontak Pak Abdillah Achmadi ya. 

Setiap bulan nanti akan ada bimbingan juga dari kami insyaAllah. Yuk tumbuh bareng.



Deretan Easter Egg dalam Film Gundala



Campusnesia.co.id -- Seperti janji kami dalam artikel Review Film Gundala, dalam tulisan kali ini kami akan coba membahas tentang easter egg atau clue dan kode dalam film Gundala yang akan menghubungkan ke film selanjutnya. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Gundala adalah film pembuka untuk Jagad Sinema Bumi Langit yang akan menghadirkan sederet film jagoan tanah air hingga beberapa tahun ke depan.

((SPOILER ALERT)) 

Pasti akan mengandung bocoran, so buat yang belum nonton dan gak mau ke bocoran jangan lanjut baca, resiko ditanggung sendiri ha ha.

Daftar easter egg atau clue di film Gundala tentang film selanjutnya, apa aja nih? yuk kita simak satu persatu.

ads

1. Awang 
Film Gundala akan di awali dari Sancaka kecil, di trailer juga kita sudah diberi tahu, adegan sancaka belajar silat dan mengejar temannya di atas kereta, anak itu bernama Awang..dan..Awang adalah nama asli dari sosok dibalik Godam. 

2. Ki Wilawuk
Akhir film adalah awal dari kelanjutan kisah berikutnya, Ghazul menghidupkan sosok dari era kuno bernama ki Wilawuk diperankan oleh Sujiwo Tedjo. Darimana tahu kalau sosok ini dari jaman kuno? Selain dari versi komik kita bisa tahu dari bahasa yang digunakan, bahasa jawa bukan kromo alus tapi Kawi, bahasa yang sama digunakan dalam pewayangan. 

Bagi saya ini menarik, kita tahu bahwa bumi langit juga akan menghadirkan Si Buta dari Gua Hantu yang berarti jaman kuno.

Dan akan ada film dengan judul Patriot kalau versi Marvel kita kenal dengan Avenger, hidupnya ki Wilawuk akan menjadi clue bahwa Si Buta juga bisa dibawa ke masa depan. Hmm menarik ya dan bikin penasaran.

3. Sri Asih
Muncul sekelebat saat sancaka gagal mengejar mobil yang membawa virus amoral. Sosok wanita dengan pakaian ala keraton jawa atau lebih tepatnya wayang orang layaknya srikandi tiba-tiba muncuk di tengah jalan menghadang mobil yang melaju kencang.

Ia menyabetkan selendangnya dan jedar..mobil bak menabrak dindin beton, hancur jadi rempyek coyy.

Sri Asih yang diperankan oleh Pevita Pearch, juga akan punya film sendiri. Dadi sekilas kekuatanya kita bisa berharap Sri Asih bisa jadi wonder women versi Indonesia, gak sabar sih melihat dia beraama gundala dan si buta dari gua hantu di film Patriot (avengernya indonesia).

4. Kostum baru Gundala
Untuk netijen yang belum atau tidak nonton film gundala tapi protes dengan kostum yang warna merah dengan helm bogo dan google glass, sabar. Joko anwar memang menggunakan pendekatan yang lebih manusiawi. Jika sobat sudah menonton film Batman Begin versi sutradara Christopher Nolan pasti akan paham. Dan its work.

Nah setelah film selesai, jangan beranjak dari kursi bioskop dulu. Ada mid credit scene yang memperlihatkan gundala mengamati keadaan kota dari atap sebuah gedung. Gundala nampak gagah dengan kostume baru yang kekinian dan full face armor. Sekikas dalam kegelapan kostum baru ini mirip versi komiknya. 

Dalam mid credit scene juga kembali memperlihatkan Sri Asih masuk mobil setelah melihat gundala dari bawah, ia bersama Zack Lee yang belum tahu akan berperan sebagai apa. Seru ya.

Oke sobat campusnesia, itu tadi 4 easter egg yang bisa temukan selama menonton film gundala, bisa jadi lebih banyak jika kamu jeli. Punya tambahan? Jangan lupa komen di kolom komentar. Sampai jumpa.



Penulis
Nandar


Baca Juga:




Daftar Product Placement di Film Gundala



Campusnesia.co.id -- Masih tentang film Gundala, jika di artikel sebelumnya kita membahas tentang kualitas film, jala cerita dan apa yang Wow dari Gundala sebagai pembuka Jagad Sinema Bumi Langit dan Breakdown Kostum Gundala yang membumi, kali ini coba akan kita kupas tentang produk placement dlm film Gundala.

Sebagai informasi untuk sobat Campusnesia, produk placement dalam sebuah film adalah hal yang biasa, salah satu cara marketing produk dan merk yang ikut mendukung produksi film. 

ads

Jika sering nonton drama korea pasti tidak jarang mendapati ada adegan aktor menelpon dengan smart phone samsung, makan di subway atau minum di kedai minuman merk tertentu. Iya itu produk placement.

Tapi tidak jarang pula produk placement jadi bagian yang mencolok mata dan menggau sebuah keseluruhan adegan, standar yang bisa digunakan adalah relevansi sebuah merk atau produk dengan adegan. Contoh buruk produk placement misalnya wafer chololatos dalam film ainun dan habibie, jaman 1998 masak sudah ada chocolatos kan aneh ha ha.

Beda dengan konteks gojek di film Keluarga Cemara, walau aslinya sinetron ini tayang era 90an tetapi dalam remake dibuat dengan tine waktu kekinian, jadi masih bisa diterima akal.

Oke masuk ke film Gundala, ini dia pdaftar produk placementnya:

1. SCTV dan Vidio
Sobat akan menemukan adegan lebih dari sekali, ada berita dari stasiun SCTV tepatnya dalam acara Liputan 6 dan ada anak yang sedang menonton video di smartphone dari situs Vidio.com, wajar emtek grup holding dari SCTV dan Vidio.com terlibat dalam proyek film Gundala, rumah produkai Screen Play adalah rumah produksi yabg biasa membuat FTV SCTV.

2. Bakrie Grup
Saat trailer film Gundala di rilis netijen sudah meributkan scene berita kerusuhan yang ada logo TV One, iya dalam film sobat juga akan menemukan adegan orang membaca berita dari Viva News dan berita dari ANTV, terang saja Viva masuk dalam investor proyek ini.

3. Bank BRI
Sepengamatan saya tampil setidaknya 2 kali, pertama dalam halaman koran tempat sancaka bekerja sebagai sekuriti dan di dinding gedung dengan sudut pandang dari jalan raya.

4. Kereta Api Indonesia?
Saya masih belum bisa mendapat sumber resmi, tetapi sepanjang film banyak sekali adegan di stasiun, gerbong kosong dan kereta yang melaju.

Perlintasan palang pintu kereta api, setidaknya 3 kali nongol. Dan backsound klakson serta laju kereta api yang tidak kalah jarang terdengar.

Saya jadi menduga KAI juga ikut andil dalam film ini. Teori yang mindblowing, ternyata Sancaka adalah nama salah satu Kereta Api milik KAI.

Oke itu dia tadi sobat campusnesia, pembahasan tentang produk placement dalam film gundala yang rapih tapi bikin senyum-senyum saat melihatnya, sebuah strategi marketing yang bagus, jangan lupa nonton filmnya di Bioskop, ayo dukung film Indonesia. Sampai jumpa.



Penulis
Nandar


Baca Juga:


Review Gundala 2019, Film Super Hero Indonesia yang Solid



Campusnesia.co.id – Tanggal 29 Agustus yang lalu, film Gundala garapan sutradara Joko Anwar mulai tayang di seluruh bioskop tanah air. Hype sejak setahun yang lalu terjawab sudah dengan durasi hampir 2 jam. Minggu ini saya menyempatkan diri untuk menonton ke bioskop, dan berikut reviewnya.

Update: Film Gundala sudah bisa ditonton secara streaming di aplikasi Vidio dengan berlangganan, dan untuk tanggal 23-30 Maret 2020 GRSTIS! 

((SPOILER AKUT))

Iya, review saya akan mengandung spoiler akut, jadi bagi sobat campusnesia yang belum menonton dan tidak ingin kena spoiler, saya sarankan jangan lanjut membaca.

1. Jalan Cerita
Kisah dimulai dari Sancaka kecil, anak buruh pabrik dan aktivis serikat pekerja yang menentang kebijakan pabrik yang sewenang-wenang. Berkat sebuah konspirasi akhirnya terjadi bentrok antara buruh pabrik dan aparat keamanan saat demo tentang kebijakan itu. Chaos ini ternyata by design dan dalam bentrokan ayah sancaka yang diperankan ario bayu ditusuk oleh orang asing hingga meninggal. Sancaka kecil yang datang untuk memberitahu ayahnya mendapati sudah tak bernyawa, jederr..dalam kesedihan dan kemarahan sancaka kecil tersambar petir.

Setahun berlalu, sang ibu kini harus pergi meninggalkan sancaka untuk bekerja di luar kota, yang kemudian menjadi awal kisah sedih lainnya dari sosok sancaka, ibunya tak jua kembali. Ia memutuskan pergi dari rumah dan hidup di jalanan menjadi pengamen. 

Gara-gara menolong teman cewek yang pengamen, ia dikejar dan dihajar sesama pengamen kecil jalanan lainya. Muncullah Awang kecil menolong sancaka kemudian dua anak jalanan ini berteman, awang mengajari sancaka bela diri agar ia bisa menjaga diri, dua sahabat terpisah pada suatu malam.

Sancaka kecil berlari dan kemudian sudah dewasa saja yang diperankan oleh Abimana, ia berprofesi sebagai sekuriti pabrik percetakan koran The Djakarta Time. Berbeda dengan versi komik yang mana sancaka adalah ilmuan.

Sepanjang film kita akan disuguhi cerita tentang konspirasi, penjahat bernama pengkor dengan masa lalu yang kelam menyuap para anggota DPR untuk kepentingannya. Puncaknya adalah usahanya meloloskan sebuah proyek vaksin anti virus yang ternyata penyebar virusnya juga ia dan komplotanya sendiri, jadi dejavu dengan film Aruna dan lidahnya ya.

Pengkor punya ribuan anak buah di berbagi tempat, bidang dan profesi yang siap kapan saja jika dibutuhkan, inilah yang akan mengisi pertarungan-pertarungan antara Gundala dan Pengkor cs.

2. Super hero yang membumi
Dari awal hal yang membuat saya khawatir adalah, bagaimana joko anwar akan mengisahkan Gundala dengan kekuatan petirnya, serta seperti apa kostum yang akan dikenakan. Kalau sobat melihat Film Gundala Putra Petir versi 1981 yang sama dengan kisah di komik pasti akan khawatir juga. Salah satunya adalah tentang penggunaan CGI yang jujur saja, kalau mau dibandingkan dengan DC atau Marvel kalah jauh dari sisi anggaran.

Untunglah joko anwar menggunakan pendekatan ala Cristopher Nolan dengan Trilogi Batman-nya, bagi sobat yang sudah menonton Batman Begin versi Nolan akan paham betapa Batman dibuat sangat manusiawi dari asal usul, kekuatan dan yang krusial adalah kostum.

Di Film Gundala joko anwar berhasil menggunakan formula itu, sepanjang film saya jadi “memaklumi” dan bisa memahami Gundala dan kebingungannya terhadap kekuatan yang dimiliki, learning by doing, akhirnya ia bisa tahu dari mana asal kekuatannya, masuk dari dan keluar dari mana dan pendekatan teknis yang masuk akal kenapa kostumnya seperti dalam poster. Oh ya walau berprofesi sebagai sekuriti Sancaka juga mahir memperbaiki barang elektronik yang juga akan menjadi clue kostume yang ia kenakan jadi masuk akal.

3. Easter egg dan product placement
Banyak sekali easter egg atau clue untuk film selanjutnya, sebagaimana kita ketahui bahwa Gundala adalah film pembuka dari Jagat Sinema Bumi Langit seperti halnya Iron Man yang menjadi pembuka Marvel Cinematic Universe. Akan saya bahas di artikel selanjutnya apa saja easter egg itu, dan yang membuat saya tersenyum adalah cara Joko Anwar membuka kemungkinan Si Buta dari Gua Hantu yang notabene beda zaman dengan Gundala akan bisa bersama.

Produk placementnya banyak banget, kita tahu produk placement adalah salah satu cara memasukan iklan dalam film, apa saja? Akan saya bahas di artikel selanjutnya. Patut di acungi jempol rapi penempatanya.

4. Mid Credit
Setahu saya ada satu, jadi jangan beranjak dulu dari tempat duduk, mid credit ini akan memberi gambaran seperti apa film selanjutnya. Jadi sabar sebentar.

Demikian review untuk film Gundala 2019 karya joko anwar, seperti judul bagi saya filmya solid dan berhasil menjadi pondasi untuk film berikutnya. Dan justru menurut saya seperti itu saja, tak perlu terlalu hollywood sentris, karena lebih indonesia banget. Skor 8/10.



Penulis 
Nandar



Baca Juga: 



Breakdown Kostum Film Gundala yang Membumi dan Realistik



Campusnesia.co.id – Sobat setelah sebelumnya kita rilis artikel review  film gundala, ada hal menarik yang menggelitik saya untuk review juga, yaitu kostume yang sancaka kenakan. Berbeda dari versi komik yang ala The Flash, di film Gundala pertama ini kostumnya sangat membumi dan indonesia banget yang membuat bisa diterima akal.

(SPOILER AKUT)

Awas, breakdown ini akan mengandung spoiler akut, yang belum nonton dan tidak mau mendapat spoiler jangan lanjut baca.

Oke kita mulai, dalam film akan ditampilkan 2 kostum gundala, pertama hanya mengenakan celana dan sepatu sekuritinya, kaos polos dan balaclava merah.

Nah yang unik adalah kostume ke dua, ia buat sendiri, modifikasi dari jaket kulit, helm bogo, kaca mata google dan aksesori tambahan yang ternyata ada tujuannya, bukan hanya hiasan. Oke mari kita breakdown.



1. Sepatu
Sama yang ia gunakan saat bertugas sebagai sekuriti, sama seprti yang dipakai polisi dan tentara kayaknya ya.

2. Celana
Setelan sekuriti juga, tapi dibagian lutut ditambah protektor agar tidak sakit saat jatuh mengkin ya.

3. Jaket kulit
Sudah dikenakan saat awal muncul sancaka dewasa pulang kerja, artinya ini juga pakaian sehari-harinya. Made in Garut kali ya he he.

4. Tas kecil di pinggang
Entah apa isinya, tetapi ini juga sebenarnya masih dari kostume sekuritinya. Mungkin tempat menyimpan HP kayak bapak-bapak jadul atau bisa juga tempat menyimpan aneka kunci secara ia kan sekuriti.

5. Aksen warna hitam
Bagi yang belum tahu, itu adalah belt/ban yang menghubungkan mesin-mesin percetakan, ia menambahkan ban berbahan rubber/karet itu dengan tujuan agar saat teman-temanya menyentuhnya tidak tersengat listrik dari energi petir dalam dirinya, karena di beberapa adegan kejadian seperti itu.

6. Aksesori di telinga
Versi komik dan film 1981 itu adalah aksesori semacam sayap burung, dalam kostume gundala itu adalah sebuah logam penghantar listrik. Dalam film sobat akan disajikan sebuah scene sancaka mulai paham dari mana asal kekuatannya, dari mana datangnya, lewat mana dan cara mengeluarkannya.

Kita bahas, datang dari sambaran petir, lewat telinga, dan bisa dikeluarkan dari telinga juga. Ia mendapati sambaran saat berada di samping kabel penangkal petir yang menempel di telinganya, oleh karena itu ia berfikir benda logam jika dipasang di telinganya akan bisa berfungsi serupa, masalahnya benda apa yang cocok, aksesori mirip sayap berbentuk logam itu sebenarnya adalah logo alat percetakan yang ia temukan di pabrik tempat ia bekerja. Jadilah seperti kostum yang kita lihat.

7. Kostum kedodoran
Di twitter dan kaskus ada beberapa penonton yang mengkritik kostume gundala yang kedodoran, justru menurut saya harusnya seperti itu, jika mengikuti jalan cerita dan bagaimana sancaka membuat kostumenya yang bahkan tidak menjahit sendiri hanya menggunakan staples, maka wajar jika kedodoran dan kurang rapi. 

Yang perlu diingat, sancaka bukan Bruce Wyne sosok dibalik kostume Batman, walau sama-sama membuat sendiri kostumenya tetapi Bruce Wyne mendapat dukungan Fox, pemimpin perusahaan Wyne Enterprise bagian senjata militer masa depan dengan segala inovasinya, atau Tony Stark yang canggih habis. Justru kalau kostume gundala tiba-tiba bagus malah aneh.

Tapi tenang, tentang kustom ada kejutan di mid craedit. ha ha


Penulis
Nandar




Info Herbal: Mengenal Tanaman Kunyit



Campusnesia.co.id -- Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak yang bersifat tahunan yang tersebar luas di daerah tropis. Kunyit berasal dari India dan dapat hidup pada ketinggian 1300-1600 m di atas permukaan laut. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab kurkum dan Yunani karkom. Tanaman ini menyerupai jahe tetapi sedikit pahit, kelat dan pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya India, Cina Selatan, Indonesia, dan Filipina (Hapsoh dan Hasanah, 2011). 

Kunyit memiliki batang semu yang tersusun dari kelopak atau pelepah daun yang saling menutupi. Batang kunyit bersifat basah karena mampu menyimpan air dengan baik, berbentuk bulat dan berwarna hijau keunguan. Tinggi batang kunyit mencapai 0,75 – 1m (Winarto, 2004). Daun kunyit tersusun dari pelepah daun, gagang daun dan helai daun. Panjang helai daun antara 31 – 83 cm. lebar daun antara 10 – 18 cm. daun kunyit berbentuk bulat telur memanjang dengan permukaan agak kasar. Pertulangan daun rata dan ujung meruncing atau melengkung menyerupai ekor. Permukaan daun berwarna hijau muda. Satu tanaman mempunyai 6 – 10 daun (Winarto, 2004). Bunga kunyit berbentuk kerucut runcing berwarna putih atau kuning muda dengan pangkal berwarna putih. Setiap bunga mempunyai tiga lembar kelopak bunga, tiga lembar tajuk bunga dan empat helai benang sari. Salah satu dari keempat benang sari itu berfungsi sebagai alat pembiakan. Sementara itu, ketiga benang sari lainnya berubah bentuk menjadi heli mahkota bunga (Winarto, 2004).

Rimpang kunyit bercabang – cabang sehingga membentuk rimpun. Rimpang berbentuk bulat panjang dan membentuk cabang rimpang berupa batang yang berada didalam tanah. Rimpang kunyit terdiri dari rimpang induk atau umbi kunyit dan tunas atau cabang rimpang. Rimpang utama ini biasanya ditumbuhi tunas yang tumbuh kearah samping, mendatar, atau melengkung. Tunas berbuku – buku pendek, lurus atau melengkung. Jumlah tunas umunya banyak. Tinggi anakan mencapai 10,85 cm (Winarto, 2004). Warna kulit rimpang jingga kecoklatan atau berwarna terang agak kuning kehitaman. Warna daging rimpangnya jingga kekuningan dilengkapi dengan bau khas yang rasanya agak pahit dan pedas. Rimpang cabang tanaman kunyit akan berkembang secara terus menerus membentuk cabang – cabang baru dan batang semu, sehingga berbentuk sebuah rumpun. Lebar rumpun mencapai 24,10 cm. panjang rimpang bias mencapai 22,5 cm. tebal rimpang yang tua 4,06 cm dan rimpang muda 1,61 cm. rimpang kunyit yang sudah besar dan tua merupakan bagian yang dominan sebagai obat (Winarto, 2004).

Di Indonesia tanaman kunyit banyak di jumpai terutama di pasar-pasar tradisional. Tanaman kunyit ini merupakan tanaman tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan tambahan untuk makanan dan juga sebagai obat-obatan. Ada juga manfaat lain dari tanaman kunyit antara lain dapat digunakan sebagai ramuan tradisional (jamu) karena khasiatnya sangat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal-gatal dan menghilangkan kesemutan, pewarna alami bagi makanan (Nugroho, 1988). 

Kunyit dapat juga digunakan sebagai pengawet makanan karena rimpang kunyit mengandung komponen antara lain air, pati, serat kasar, abu dan minyak atsiri. Minyak atsiri merupakan komponen yang menyebabkan timbulnya aroma dan cita rasa khas. Selain minyak atsiri komponen lain yang tak kalah pentingnya adalah zat penyusun warna kuning yang disebabkan oleh adanya senyawa kurkuminoid. Senyawa kurkuminoid ini terdiri dari senyawa kurkumin yang dominan dan turunannya yang meliputi desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin (Soedibyo, 1998).

Zat dalam rimpang kunyit berkhasiat untuk menghambat atau membunuh mikroba. Kurkumin yang memberi warna kuning pada rimpang dikenal bersifat antibakteria dan anti-inflamasi. Kurkumin berkhasiat mengatasi masalah peradangan jaringan, merangsang sel hati sehingga mencegah gangguan hati dan menyembuhkan penyakit kuning. Karena itu kunyit sering ditambahkan dalam makanan sebagai pengawet, pembunuh bakteri pembusuk dan penghilang bau amis pada ikan (Soedibyo, 1998).

penulis: Sri Ayuni
editor: Nandar

Daftar Pustaka
Hapsoh, Hasanah, 2011. Budidaya tanaman obat dan rempah. Medan: USU Press
Nugroho, A. N. (1988). Manfaat dan Prospek Pengembangan Kunyit. Trubus Agriwidya. Ungaran.
Soedibyo B. R. A. M., 1998. Alam Sumber Kesehatan Manfaat dan Kegunaan. Jakarta: Balai Pustaka.
Winarto, I.W. (2004). Khasiat dan Manfaat Kunyit. Jakarta: AgroMedia Pustaka. pp 2 - 12.


Info Herbal: Mengenal Tanaman Serai




Campusnesia.co.id -- Sereh( Cymbopogon citratus) adalah tanaman rempah yang keberadaannya sangat melimpah di Indonesia. Tanaman sereh banyak dibudidayakan pada ketinggian 200 – 800 dpl. Sereh memiliki nama familiar yang berbeda-beda di setiap daerahnya seperti sereue mongthi (Aceh), sere (Gayo), sangge-sangge (Batak), serai (Batawi) (Minangkabau), sarae (Lampung), sere (Melayu), sereh (Sunda), sere (Jawa Tengah), sere (Madura), dan masih banyak nama lain untuk menyebutkan serah di daerah lain (Agusta, 2000). Serai merupakan tumbuhan yang masuk ke dalam family rumput rumputan. Tanaman ini dikenal dengan istilah Lemongrass karena memiliki bau yang kuat seperti lemon, sering ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis (Wijayakusumah, 2005). 

Tanaman serai merupakan tanaman dengan habitus terna perenial yang tergolong suku rumput-rumputan (Tora, 2013). Tanaman serai mampu tumbuh sampai 1-1,5 m. Panjang daunnya mencapai 70-80 cm dan lebarnya 2-5 cm, berwarna hijau muda, kasar dan memiliki aroma yang kuat (Wijayakusuma, 2005). Serai memiliki akar yang besar dan merupakan jenis akar serabut yang berimpang pendek (Arzani dan Riyanto, 1992). Batang serai bergerombol dan berumbi, serta lunak dan berongga. Isi batangnya merupakan pelepah umbi pada pucuk dan berwarna putih kekuningan. Namun ada juga yang berwarna putih keunguan atau kemerahan (Arifin, 2014). Daun tanaman serai berwarna hijau dan tidak bertangkai. Daunnya kesat, panjang, runcing dan memiliki bentuk seperti pita yang makin ke ujung makin runcing dan berbau citrus ketika daunnya diremas. Daunnya juga memiliki tepi yang kasar dan tajam. Tulang daun tanaman serai tersusun sejajar dan letaknya tersebar pada batang. Panjang daunnya sekitar 50-100 cm sedangkan lebarnya kira kira 2 cm. Daging daun tipis, serta pada permukaan dan bagian bawah daunnya berbulu halus (Arzani dan Riyanto, 1992). Tanaman serai jenis ini jarang sekali memiliki bunga. Jika ada, bunganya tidak memiliki mahkota dan merupakan bunga berbentuk bulir majemuk, bertangkai atau duduk, berdaun pelindung nyata dan biasanya berwarna putih. Buah dan bijinya juga jarang sekali atau bahkan tidak memiliki buah maupun biji (Arzani dan Riyanto, 1992; Sudarsono dkk., 2002).

Tanaman serai mengandung minyak esensial atau minyak atsiri. Minyak atsiri dari daun serai rata-rata 0,7% (sekitar 0,5% pada musim hujan dan dapat mencapai 1,2% pada musim kemarau). Minyak sulingan serai wangi berwarna kuning pucat. Bahan aktif utama yang dihasilkan adalah senyawa aldehid (sitronelol-C10H6O) sebesar 30-45%, senyawa alkohol (sitronelol-C10H20O dan geraniol-C10H18O) sebesar 55-65% dan senyawa-senyawa lain seperti geraniol, sitral, nerol, metal, heptonon dan dipentena (Khoirotunnisa, 2008).

Pada akar tanaman serai mengandung kira-kira 0,52% alkaloid dari 300 g bahan tanaman. Daun dan akar tanaman serai mengandung flavonoid yaitu luteolin, luteolin 7-O-glucoside (cynaroside), isoscoparin dan 2''-O-rhamnosyl isoorientin. Senyawa flavonoid lain yang diisolasi dari bagian aerial tanaman serai yaitu quercetin, kaempferol dan apigenin (Opeyemi Avoseh, 2015). 

Selama ini akar tanaman sereh dimanfaatkan untuk obat tradisonal dan batang tanaman sereh paling banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan aroma pada minuman hangat seperti serbat, bajigur, dan bandrek, sedangkan daun tanaman sereh dimanfaatkan menjadi minyak atsiri. Minyak atsiri daun sereh mengandung sitronelal 32-45%, geraniol 12-18%, sitronelol 11-15%, geranil asetat 3-8%, sitronelil asetat 2-4%, sitral, kavikol, eugenol, elemol, kadinol, kadinen, vanilin, limonen, kamfen (Sastrohamidjojo, 2004). Jika minyak atsiri daun sereh disatukan dengan minyak kelapa, minyak atsiri daun sereh dapat dipakai sebagai obat gosok untuk melawan sengatan lintah, gatal, penghalus kulit, pencegah jerawat dan pengharum alami sekaligus sebagai aroma yang sangat efektif mengusir nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah (Kartasapoetra, 1996).

Berdasarkan pada beberapa penelitian mengenai tanaman serai, ekstrak daunnya mengandung senyawa senyawa alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, fenol dan steroid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan melalui penghambatannya terhadap radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan nilai IC50 terbaik pada ekstrak etanol 70% sebesar 79,444 mg/L (Rahmah, 2014). Pada penelitian yang telah dilakukan oleh Agbafor dan Akubugwo (2008), ekstrak serai dengan dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB yang diberikan selama 7 hari memiliki efek sebagai hipokolesterolemia. Aktivitas kolesterol ditunjukkan dengan adanya senyawa flavonoid yang dapat memperbaiki profil lipid secara bermakna, hal ini terjadi karena flavonoid berperan sebagai antioksidan dan dapat menekan terbentuknya interleukin proinflamasi. Flavonoid mampu memperbaiki endotel pembuluh darah, dapat mengurangi kepekaan LDL terhadap pengaruh radikal bebas (Wayan dan Made, 2012).

penulis: Sri Ayuni

editor: Nandar

Daftar Pustaka
Agusta, A. (2000). Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung
Arifin, M. N. 2014. Pengaruh ekstrak n-heksan serai wangi Cymbopogon nardus (L.) Randle pada berbagai konsentrasi terhadap periode menghisap darah dari nyamuk Aedes aegypti.[Skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Agbafor, KN., Akubugwo, EI. 2008. Hypocholesterolaemic Effect Of Ethanolic Extract Of Fresh Leaves Of Cymbopogon Citratus (Lemongrass). African Journal Of Biotechnology, Vol. 6 (5), Pp. 596-598.
Khoirotunnisa, M. 2008. Aktivitas minyak atsiri daun sereh (Cymbopogon winterianus, jowitt) terhadap pertumbuhan Malassezia furfur secara in vitro dan identifikasinya. [Disertasi]. Semarang: Universitas Diponegoro.
Arzani, M. N dan Riyanto, R. 1992. Aktifitas antimikrobia minyak atsiri daun beluntas, daun sirih, biji pala, buah lada, rimpang bangle, rimpang serei, rimpang laos, bawang merah dan bawang putih secara in vitro. Laporan Penelitian. Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta.
Wijayakusuma, H. M. H. 2000. Tumbuhan berkhasiat obat Indonesia: rempah, rimpang, dan umbi. Milenia popular. Jakarta.
Rahmah, DA., 2014. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Serai (Cymbopogon citratus) Dan Potensinya Sebagai Pencegah Oksidasi Lipid. IPB, Bogor
Avoseh O., Oyedeji O., Rungqu P., Chungag B.N. and Oyedeji A. 2015. Cymbopogon Species; Ethnopharmacology, Phytochemistry and the Pharmacological Importance. South Africa. Journal Molecules 20: 7438-745

. Wayan, S., Made, J., 2012. Ekstrak Daun Ubi jalar Ungu Memperbaiki Profil Lipid Dan Meningkatkan Kadar Sod Darah Tikus Yang Diberi Makanan Tinggi Kolesterol. Medicina Volume 43 Nomer 2 Mei 2012.






Info Herbal: Mengenal Tanaman Lengkuas




Campusnesia.co.id -- Lengkuas ditemukan menyebar diseluruh dunia. Penyebarannya termasuk diseluruh indonesia, Asia tenggara, dibawah kaki pegunungan Himalaya sebelah timur hingga laut cina dan India barat daya diantara Chats dan Lautan Indonesia. Di Jawa tumbuh liar di hutan, semak belukar, umumnya ditanam ditempat yang terbuka sampai ditempat yang kenaungan. Tumbuh pada ketinggian tempat hingga ketiggian 1.200 meter diatas permukaan laut (Depkes RI, 1978). Lengkuas atau laos adalah jenis tanaman terna, tanaman ini tumbuh tegak dan memiliki tinggi sekitar 1-2 m. Biasanya hidup di dataran rendah dan dataran tinggi, diketinggian 1200 m diatas permukaan laut (Ernawati, 2011:2). Sebenarnya lengkuas ada dua macam, yaitu lengkuas merah dan putih. Lengkuas putih banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas merah. Pohon lengkuas putih umumnya lebih tinggi dari pada lengkuas merah. Pohon lengkuas putih dapat mencapai 3 meter, sedangkan pohon lengkuas merah hanya sampai 1-1,5 meter (Sinaga, 2009).

Lengkuas memiliki nama yang berbeda sesuai negara,  Puar (Malaysia), Langkauas, Palia (Filipina), Padagoji (Burma), Kom deng, Pras (Kamboja), Kha (Laos, Thailand), Hong dou ku (Cina), Galangal, Greater galangal, Java galangal, Siamese ginger (Inggeris), Grote galanga, Galanga de I'Inde (Belanda), Galanga (Perancis), Grosser galgant (Jerman) (Sinaga, 2009).  Adapun Lengkuas di Indonesia memiliki nama yang berbeda beda pula seperti Lengkueus (Gayo), Langkueueh (Aceh), Halawas (Simalungun), Halas (Batak Toba), Lakuwe (Nias), Lengkuas (Melayu), lengkueh (Minang), Laja (Sunda), Laos (Jawa, Madura) (Sinaga, 2009).

Lengkuas merupakan terna berbatang semu, tinggi sekitar 1 sampai 2 meter. Biasanya tumbuh dalam rumpun yang rapat. Batangnya tegak, tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu, berwarna hijau agak keputih-putihan. Batang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Daun tunggal, berwarna hijau, bertangkai pendek, tersusun berseling. Daun disebelah atas dan bawah biasanya lebih kecil dari pada yang ditengah. Bentuk daun lanset memanjang, ujung runcing, pangkal tumpul, dengan tepi daun rata. Pertulangan daun menyirip, panjang daun sekitar 20-60 cm, dan lebarnya 4-15 cm. Pelepah daun lebih kurang 15-30 cm, beralur, warnanya hijau. Pelepah daun ini saling menutup membentuk batang semu berwarna hijau. Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng, berbau harum, berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan, terdapat dalam tandan bergagang panjang dan ramping, yang terletak tegak diujung batang (Sinaga, 2009).

Buahnya berbentuk bulat dan keras. Sewaktu masih muda berwarna hijau-kekuningan, setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan, berdimeter lebih kurang 1 cm. Ada juga yang buahnya berwarna merah. Bijinya kecilkecil, berbentuk lonjong, berwarna hitam (Sinaga, 2009).

Rimpang kecil dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar agak coklat berwarna kemerahan atau kuning kehijauan pucat, mempunyai sisik-sisik berwarna putih dan kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua berserat kasar. Apabila udah dikeringkan rimpang berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Untuk mendapat rimpang yang masih berserat halus, panen harus dilakukan sebelum tanaman berumur lebih kurang 3 bulan. Rasanya tajam pedas, menggigit dan berbau harum karena kandungan minyak atsirinya (Sinaga, 2009).

Kandungan kimia dari lengkuas  yaitu 1% minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang terdiri dari metil-sinamat 48%, sineol 20-30%, eugenol, kamfer 1%, galangin, flavanoid, saponin, tanin dan lain-lain. Penelitian yang lebih intensif menemukan bahwa rimpang lengkuas mengandung zat-zat yang dapat bersifat sebagai antitumor atau antikanker, diantaranya Asetoksi Chavikol Asetat yang mampu menghambat enzim xhantin oksidase (Anonimb , 2008). Lengkuas adalah salah satu sumber alamiah terbaik dari kuersetin, suatu bioflavanoid yang secara khusus baik untuk melawan radikal bebas. Di samping kemampuan antioksidannya, kuersetin juga memiliki sifat mencegah kanker, anti jamur, antibakteri, dan anti peradangan (Klohs, 2012). Sebagai antioksidan yang mampu mencegah kerusakan oksidatif dan kematian sel, kuersetin memiliki beberapa mekanisme kerja, antara lain menangkap radikal oksigen. Sifat antioksidan yang dimiliki ini membuat kuersetin mempunyai aktivitas sitoprotektif terhadap tukak lambung yang diinduksi oleh berbagai senyawa seperti etanol, asam asetat, dan obat-obat antiinflamasi non steroid (Coskun, dkk., 2004).

Khasiat Tumbuhan Rimpang lengkuas sering digunakan untuk mengatasi gangguan lambung, misalnya kolik dan untuk mengeluarkan angin dari perut (stomachikum), menambah nafsu makan, menetralkan keracunan makanan, menghilangkan rasa sakit (analgetikum), melancarkan buang air kecil(diuretikum), mengatasi gangguan ginjal, dan mengobati penyakit herpes. Juga digunakan untuk mengobati diare, disentri, demam, kejang karena demam, sakit tenggorokan, sariawan, batuk berdahak, radang paru-paru, pembesaran limpa. Dan untuk menghilangkan bau mulut. Disamping itu rimpang lengkuas juga dianggap memiliki khasiat sebagai antitumor atau sebagai antikanker terutama dibagian mulut dan lambung (Sinaga, 2009). Antioksidan pada lengkuas merah dapat menekan efek karsinogenik dari senyawa radikal bebas penyebab kanker. Minyak atsiri yang terkandung dalam lengkuas merah dapat digunakan sebagai obat luar, untuk mengobati pegal linu, mematangkan bisul, mengatasi rambut rontok, mengobati pilek/flu, mengusir nyamuk, bakterisida dan fungisida kulit (Kurniawati, 2010).

Penelitian Yuharmen dkk. (2002) menunjukkan adanya aktifitas penghambatan pertumbuhan mikrobia oleh minyak atsiri dan fraksi metanol rimpang lengkuas pada beberapa spesies bakteri dan jamur. Penelitian Sundari dan Winarno (2000) menunjukkan bahwa infus ekstrak etanol rimpang lengkuas yang berisi minyak atsiri dapat menghambat pertumbuhan beberapa spesies jamur patogen, yaitu: Tricophyton, Mycrosporum gypseum, dan Epidermo floccasum. Namun penelitian dan penggunaan ekstrak rimpang lengkuas untuk menghambat pertumbuhan jamur filamentus agaknya belum pernah dilakukan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak rimpang lengkuasterhadap jamur filamentus Fusarium moniliforme dan Aspergillus spp. yang mampu memproduksi mikotoksin.

penulis: Sri Ayuni

editor: Nandar

Daftar Pustaka
Depkes RI. (1978). Materia Medika Indonesia. Jilid II. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 
Sinaga,E. (2009). Alpinia galanga (L.) Willd. http://free.vlsm.org/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/unas/Lengkuas.pdf
Ernawati. (2011). Pengaruh Ekstrak Rimpang Lengkuas (Languas galanga) Terhadap Pertumbuhan Bakteri (Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan JAMUR Candida albicans. Makasar: Skripsi Program Studi Biologi Universitas Islam Negeri Alauddin makasar.
Yuharmen, Y., Y. Eryanti, dan Nurbalatif. 2002. Uji Aktivitas Antimikrobia Minyak Atsiri dan Ekstrak Metanol Lengkuas (Alpinia galanga). Jurnal Nature Indonesia, 4 (2): 178-183.
Sundari, D. dan M.W. Winarno. 2000. Informasi tumbuhan obat sebagai anti jamur. Jakarta: Puslitbang-Balitbangkes Depkes RI.
Klohs, W.D., Fry, D.W., dan Kraker, A.J. (2012). Inhibitors of Tyrosine Kinase. Curr Opin Oncol. 9:562-568. 
Kurniawati, N. (2010). Sehat dan cantik Alami Berkat Khasiat Bumbu Dapur. Kanita, Bandung. Halaman 116-119.