Lama Tidak Terurus, Mahasiswa KKN Undip Mengembangkan Kembali Web Desa Gendoang

0
 


Campusnesia.co.idMahasiswa KKN Undip Tim 1 2023/2024 di Desa Gendoang Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, melaksanakan program kerja pengembangan web Desa Gendoang. Kegiatan itu diselenggarakan di Dusun Karanganyar, Desa Gendoang, beberapa waktu lalu.

Pemaparan hasil prototipe dihadiri oleh Ali Usman selaku perwakilan dari perangkat Desa Gendoang yang bertugas sebagai pengurus web desa pada Jumat (3/2). Pengembangan web di Desa Gendoang ini dilatarbelakangi oleh permintaan dari perangkat desa mengenai penindaklanjutan web desa yang sudah usang dan tidak terurus. 

"Untuk saat ini memang sudah ada web desa, tetapi sudah lama tidak terurus, mumpung ada anak informatika semoga dapat mengurus dan memperbaiki webnya," ucap Untung selaku sekretaris desa, saat pemaparan program kerja, Senin (8/1).

Atas arahan tersebut, Akbar selaku Mahasiswa KKN Undip Tim 1 2023/2024 di Desa Gendoang jurusan Informatika, berinisiatif untuk mendesain dan mengembangkan web yang telah ada dan tak terurus tersebut agar dapat diakses dengan mudah oleh warga desa dan pengguna lainnya yang membukanya.

Salah satu tujuan utama proyek ini adalah meningkatkan transparansi dalam administrasi desa, memberikan akses yang lebih mudah kepada warga desa terkait informasi penting, berita terkini, galeri desa, serta mempercepat proses pengambilan keputusan di tingkat desa.
Perangkat Desa Gendoang menyambut dengan baik inisiatif ini dan memberikan dukungan penuh terhadap program kerja yang dilakukan. Mereka berharap bahwa pengembangan sistem informasi berbasis web untuk desa gendoang ini dapat membawa dampak positif dalam mengelola administrasi desa dan mempercepat proses pelayanan kepada warga untuk kedepannya.



Editor:
Achmad Munandar

Gerakan Memilah Sampah, Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah Bagi Warga Desa Ketoyan

0
 


Campusnesia.co.idPerkembangan jumlah sampah semakin meningkat setiap harinya. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan aktivitas yang tidak diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah, terutama sampah rumah tangga. Peningkatan jumlah sampah tersebut akan memicu timbulnya penumpukan sampah di sekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat, terutama jika minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah.

Dari hasil observasi yang dilakukan, diketahui bahwa sebagian besar masyarakat di Desa Ketoyan melakukan pengolahan sampah dengan cara pembakaran, tanpa melakukan pemilahan sampah terlebih dahulu. Pembakaran sampah ini biasanya dilakukan di lahan kosong sekitar rumah. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mahasiswa Tim 1 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan program kerja yang berjudul “Sosialisasi Pemilahan Sampah”.

Program sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Februari 2024 di Balai Desa Ketoyan. Kegiatan ini dihadiri oleh Perangkat Desa Ketoyan, Kader Posyandu, dan Ibu RT/RW di Desa Ketoyan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi terkait dengan pengenalan jenis-jenis sampah, bahaya tidak memilah sampah, penentuan untuk peletakan tempat sampah, hingga metode alternatif untuk penanganan sampah. Di tengah pemaparan materi, mahasiswa KKN juga membawa alat peraga langsung berupa tong sampah dan memberikan penjelasan terkait pemilahan berdasarkan jenis sampahnya.
 
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan mendapatkan antusias dari masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan pertanyaan lebih lanjut terkait dengan tungku pembakaran sampah sebagai metode alternatif dari penanganan sampah. Program ini sepenuhnya didukung oleh Kepala Desa Ketoyan, Ibu Wakidatun. Harapannya, dengan terselenggaranya program ini dapat menambah ilmu baru dan menumbuhkan kesadaran dari masyarakat Desa Ketoyan untuk melakukan pemilahan sampah.



Dosen Pembimbing Lapangan: 
Ulfah Amalia., S.Pi., M.Si., Ph.D

Lokasi: 
Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali
KKN TIM I UNDIP Tahun 2023/2024

Editor:
Achmad Munandar

Membangun Kebun Gizi untuk Desa Ketoyan: Inisiatif Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2024

0
 




Campusnesia.co.idPada tanggal 5 Februari 2024, Tim 1 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) bergerak dengan semangat dan dedikasi tinggi untuk mewujudkan program kerja yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ketoyan, Kabupaten Boyolali. Salah satu inisiatif utama tim ini adalah pendirian Kebun Gizi, sebuah proyek yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemahaman masyarakat terhadap pangan bergizi.

Desa Ketoyan, yang terletak di Kabupaten Boyolali, dikenal dengan potensi alamnya yang subur. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal ketahanan pangan dan akses terhadap gizi yang seimbang. Oleh karena itu, Tim 1 Mahasiswa KKN UNDIP tahun 2024 memilih untuk fokus pada upaya peningkatan gizi dan ketersediaan pangan yang bergizi di desa ini.

Berikut merupakan langkah-langkah yang diambil oleh Tim KKN Desa Ketoyan:

Identifikasi Lokasi dan Persiapan Awal: Tim KKN Desa Ketoyan melakukan survei lokasi untuk menentukan area yang paling cocok untuk pendirian kebun gizi dan ditemukanlah kebun sebelah kantor Desa Ketoyan. Langkah-langkah persiapan awal termasuk membersihkan lahan, mempersiapkan peralatan pertanian, serta membangun kerja sama dengan masyarakat setempat.

Pengembangan Varietas Tanaman: Tim KKN Desa Ketoyan mengidentifikasi jenis tanaman yang kaya akan gizi dan dapat tumbuh subur di lingkungan setempat. Selain sayuran dan buah-buahan, seperti cabai,tomat dan sawi.
 
Pembagian Tugas dan Pelatihan: Setelah menentukan jenis tanaman yang akan ditanam, tim membagi tugas untuk merawat kebun gizi secara berkala. Mereka juga memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik bercocok tanam yang efektif dan praktik-praktik pertanian ramah lingkungan.

Edukasi Gizi dan Pentingnya Konsumsi Sayuran: Selain fokus pada aspek pertanian, tim juga menyelenggarakan sesi edukasi tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi, terutama sayuran dan buah-buahan. Mereka memberikan informasi tentang manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari konsumsi makanan bergizi secara rutin.

Melalui upaya keras dan kolaborasi antara mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 dan masyarakat Desa Ketoyan, proyek Kebun Gizi berhasil direalisasikan. Tanaman-tanaman yang ditanam telah berkembang dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan. Selain itu, masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya gizi dan makanan sehat, terutama setelah mengikuti berbagai kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh tim.

Kebun Gizi menjadi sebuah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat membawa dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat pedesaan. Program ini juga memberikan pelajaran berharga bagi para mahasiswa KKN tentang pentingnya berkontribusi dalam pembangunan lokal serta membentuk kesadaran akan tanggung jawab sosial mereka sebagai agen perubahan yang berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan. 



Dosen Pembimbing Lapangan: 
Ulfah Amalia., S.Pi., M.Si., Ph.D

Lokasi: 
Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali
KKN TIM I UNDIP Tahun 2023/2024

Editor:
Achmad Munandar

Transformasi Sampah Menjadi Kekuatan: Edukasi Distribusi, dan Pemasaran POC Berkelanjutan!

0
 
Edukasi Pupuk Organik Cair oleh Mahasiswa KKN Tim 1 Undip 
Sumber : Dok. Pribadi

Campusnesia.co.idMahasiswa KKN TIM 1 2023/2024 Universitas Diponegoro mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah sayuran di Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang pada Minggu, 4 Februari 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di pekarangan rumah warga desa Moga dengan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari masyarakat desa Moga. Pelaksanaan program pembelajaran pembuatan pupuk organik dari limbah sayuran mendapat respon yang baik dari masyarakat dan masyarakat juga antusias untuk lebih mengetahui cara membuat pupuk organik dari limbah sayuran.

Pelaksanaan program kerja tersebut bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan (SDGs) di desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair ini kami adakan untuk memenuhi program kerja KKN kami dengan judul ‘Pengolahan Sampah Menjadi Pupuk Kompos yang Bermanfaat dan Memberikan Edukasi tentang Proses Distribusi Beserta Marketing’. Seperti yang diketahui, pupuk kimiawi atau sintesis memberikan dampak buruk ke lingkungan dan juga harganya yang relatif mahal. Dengan adanya pupuk organik cair dari limbah sayuran ini, masyarakat dapat membuat produk pupuk mereka sendiri dengan biaya yang minim namun dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan dan juga untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan pupuk organik cair ini sangat mudah dijangkau dan harganya cukup murah sehingga masyarakat tidak perlu kesusahan untuk mencarinya. Selain dibuat dan digunakan untuk penggunaan pribadi atau kelompok, pupuk organik cair dari limbah sayuran ini juga mempunyai peluang usaha yang bisa dikembangkan menjadi produk desa, sehingga Desa Moga memiliki produk lokal berupa pupuk organik cair dan dapat menjadi ladang usaha bagi masyarakat.

Di Desa Moga, Pemalang, salah satu perhatian utama masyarakat adalah masalah lingkungan, terutama terkait pengelolaan limbah yang tidak terkendali. Sering kali limbah rumah tangga dibuang atau dibakar secara sembarangan, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif yang signifikan. Hampir seluruh masyarakat di desa Moga setiap hari melakukan kegiatan seperti memasak, salah satunya yaitu memasak sayuran. 

Kebiasaaan masyarakat di desa Moga yang membuang limbah sayur baik itu dalam jumlah besar maupun kecil yang lama kelamaan akan membusuk dan memicu serangga-serangga untuk datang sehingga dapat menimbulkan penyakit. Minimnya pengetahuan dan pemanfaatan limbah sayuran yang berada di desa Moga sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara daur ulang limbah sayuran. Oleh karena itu, dilakukan edukasi mengenai perawatan tanaman dan pengaplikasian pupuk organik cair (POC) dari limbah sisa sayuran. Program kerja ini disusun untuk memenuhi tujuan pemberdayaan SDG’s no. 2 yaitu untuk mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan.

Program edukasi ini dilakukan dengan pembelajaran interaktif secara langsung, penampilan video pembuatan dan menggunakan booklet yang diberikan kepada peserta mengenai cara pembuatan, penggunaan, dan keunggulan pupuk organik cair. Selain itu, mahasiswa KKN membuatkan merk “MOGANIC” yang dapat digunakan sebagai label pemasaran. Slogan yang digunakan yaitu “Dari Bumi Hidupkan Bumi” melihat bahan-bahan yang digunakan yaitu limbah yang tidak terpakai dan dimanfaatkan kembali. Alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu ember/tong, pengaduk, pisau/blender, limbah sayuran, EM4 dan air.
 
Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan mengumpulkan limbah sayuran yang sudah tidak terpakai, kemudian memotongnya menjadi kecil-kecil untuk mempercepat proses yang berlangsung. Langkah kedua dilakukan dengan memasukkan potongan limbah sayur ke ember dengan menambahkan EM4 yang telah dicampur dengan air terlebih dahulu sedikit demi sedikit ke dalam ember, fungsi dari EM4 untuk mempercepat proses fermentasi.
Langkah ketiga yaitu pengadukan dan pendiaman selamaa 14 hari. Hasil dari pembuatan pupuk dibagikan di desa Moga, Kecamaran Moga, Kabupaten Moga dan dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih perhatian terhadap keberadaan limbah sisa sayuran agar tercipta lingkungan hidup yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai tata cara pembuatan POC secara sederhana dengan alat dan bahan yang mudah didapat serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan juga untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.




Penulis: 
Mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2023/2024 

DPL: 
Dr. Ana Silviana, S.H., M.Hum.

Lokasi KKN: 
Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang

Editor:
Achmad Munandar

Optimalisasi UMKM Di Desa Moga, Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP 2024 Melakukan Inovasi Digitalisasi

0
 



Campusnesia.co.idMahasiswa KKN Undip Tim 1 2023/2024 di Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, melaksanakan edukasi terkait optimalisasi UMKM di desa Moga dengan menggunakan platform digital (website). Kegiatan ini ditujukan kepada selaku UMKM jajanan khas di desa moga. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa menjelaskan terkait potensi dari adanya website yang dapat memberikan manfaat dalam memperluas pemasaran jajanan tersebut.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebagian besar ditopang oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang memainkan peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan roda perekonomian di tingkat lokal. Desa Moga, sebagai salah satu desa di Indonesia, memiliki potensi UMKM yang beragam dan menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Dengan memanfaatkan potensi platform digital, UMKM Desa Moga dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas produk, serta memperkuat branding mereka. Dengan demikian, optimalisasi pemasaran UMKM Desa Moga melalui platform digital tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Moga secara keseluruhan.

JajananMoga.biz.id, merupakan website online yang menyajikan kemudahan akses untuk menemukan dan menikmati berbagai produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berkualitas dari Desa Moga dan sekitarnya. Dengan komitmen untuk mendukung pengusaha lokal, kami hadir sebagai wadah digital yang mempermudah menemukan jajanan unik, kreatif, dan lezat dari para pelaku UMKM di wilayah Moga dan sekitarnya. JajananMoga.biz.id bertekad menjadi mitra terpercaya dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM Desa Moga. Dengan dibuatnya website ini, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi terkait dengan perluasan pemasaran dan meningkatkan branding dari jajanan khas Desa Moga.




Penulis: 
Hafizh Reza Saputra 
(Manajemen Dan Administrasi Logistik)

DPL: 
Dr. Ana Silviana, S.H., M.Hum

Lokasi KKN: 
Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang

Tingkatkan Kesehatan Diri dari Lingkungan Sekitar! Mahasiswa KKN TIM I UNDIP lakukan Pelatihan dan Pembinaan Rumah Tinggal Sehat

0
 
Gambar 2. Pelatihan dan Pembinaan Rumah Tinggal Sehat 
di Desa Mangli, Kamis (25/01/2024)
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Campusnesia.co.idPenting bagi kita menjaga kesehatan diri. Diluar dari kesehatan fisik, kesehatan lingkungan sekitar juga harus diperhatikan. Salah satu bentuk menjaga kesehatan lingkungan sekitar adalah dengan menerapkan konsep rumah sehat. Rumah sehat mampu menciptakan lingkungan tempat tinggal yang mendukung kesehatan fisik dan mental, serta kesejahteraan bagi penggunanya. 

Pada pelaksanaan kegiatan KKN TIM I di Desa Mangli, Kec. Randudongkal, Kab. Pemalang, Mahasiswa Universitas Diponegoro dari Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Adinda Irmalia Putri menjalankan program pelatihan dan pembinaan berjudul “Rumah Tinggal Sehat sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Diri Diawali dari Lingkungan Sekitar”, program ini memiliki sasaran Ibu-ibu Kader PKK Desa Mangli. 

Kegiatan dilakukan pada hari Kamis, 25 Januari 2024, di Balai Desa Mangli. Diawali dengan penyampaian materi melalui presentasi powerpoint yang melibatkan interaksi dua arah. Acara ditutup dengan sesi diskusi dan pemberian pamflet kepada tamu yang hadir. Setelah itu, demonstrasi berupa upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk menerapkan konsep rumah tinggal sehat pada salah satu rumah warga Desa Mangli dilaksanakan dua hari berikutnya. 
 
Gambar 2. Demonstrasi Pelatihan dan Pembinaan Rumah Tinggal Sehat 
di Desa Mangli, Sabtu (27/01/2024)
Sumber :  Dokumentasi Pribadi

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, warga Desa Mangli sadar akan pentingnya kesehatan lingkungan sekitar dan dapat mewujudkan serta mengaplikasikan ilmu yang telah disampaikan oleh salah satu mahasiswa KKN TIM I UNDIP. 



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Tingkatkan Perekonomian di Desa Mangli, Kabupaten Pemalang melalui Pelatihan Fotografi Produk Jual UMKM

0

Gambar 1. Pelatihan Fotografi Produk Jual UMKM 
di Desa Mangli, Selasa (30/01/2024)
Sumber :  Dokumentasi Pribadi

Campusnesia.co.id - Desa Mangli terkenal akan potensi desanya yang berupa kekayaan alam melimpah seperti pertanian dan kehutanan, serta UMKM seperti konveksi tas dan penjual makanan lokal yang berada disepanjang jalan Desa Mangli. Kurangnya branding dan publikasi pada UMKM membuat Mahasiswa Universitas Diponegoro, Adinda Irmalia Putri dengan jurusan Arsitektur dari Fakultas Teknik memberikan program pelatihan berupa “Fotografi Produk Jual UMKM dengan Alat Sederhana sebagai Branding UMKM pada E-Commerce” guna meningkatkan perekonomian Desa Mangli dengan sasaran pelaku UMKM, Karang Taruna, dan perangkat desa.

Kegiatan berlangsung pada hari Selasa, 30 Januari 2024, di Balai Desa Mangli. Acara dimulai dengan penyampaian materi mengenai konsep branding dan fotografi melalui presentasi powerpoint yang melibatkan interaksi dua arah dan diskusi. Acara ditutup dengan demonstrasi langsung fotografi produk jual, serta pemberian booklet kepada tamu yang hadir.
 
Gambar 2. Demonstrasi Pelatihan Fotografi Produk Jual UMKM 
di Desa Mangli, Selasa (30/01/2024)
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Program yang diberikan oleh Mahasiswa UNDIP diharapkan dapat memajukan Perekonomian Desa Mangli terutama untuk para pelaku UMKM. Dengan adanya pelatihan tersebut, pembeli produk UMKM tidak hanya berasal dari Desa Mangli melainkan dari seluruh penjuru daerah. 



Editor:
Achmad Munandar

Pendampingan dan Instalasi Drainase Biopori di Desa Klego, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali

0
 




Campusnesia.co.id - Pada tanggal 2 Febuari 2024 dibuatnya saluran drainase biopori di dekat rumah warga Dusun Klego. Pembuatan dan instalasi drainase biopori ini dilakukan oleh Christoffer Josse Susanto dari Program Studi Teknik Sipil dengan bantuan dari Ketua Kelompok Petani, bapak Juwair pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unviersitas Diponegoro Tim I Tahun 2023/2024 di Desa Klego, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali yang berlangsung selama 35 hari mulai dari tanggal 4 Januari 2024 hingga 9 Febuari 2024.

Biopori adalah lubang resapan berdiameter 10-30 cm yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah dan diisi dengan limbah organik. Fungsi dari biopori adalah sebagai makanan mahkluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan, sekaligus menjadi lubang drainase.
Pembuatan dan instalasi drainase biopori dilakukan dengan tujuan untuk menyuburkan tanah warga sekaligus memanfaatkan limbah organik di sekitar rumah warga. Dengan adanya drainase biopori ini diharapkan meningkatnya kualitas tanah sekaligus memperkuat akar tumbuhan di sekitar biopori.

Persiapan alat dan bahan untuk instalasi biopori ini sudah dilakukan dari tanggal 26 Januari 2024. Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan biopori antara lain adalah pipa PVC 4” panjang 1m beserta tutupnya, paku dan lilin, cangkul, dan linggis. Pembuatan biopori dimulai dari melubangi sisi pipa beserta tutupnya dengan menggunakan paku panas. 

Setelah dilubangi, tanah digali sedalam 1m dan ditanamkan pipa PVC yang telah dilubangi tersebut. Pipa lalu diisi dengan limbah organik seperti daun kering dan kulit buah agar dapat membusuk didalam dan menutrisi tanah. Penggalian lubang untuk biopori tersebut dibantu oleh ketua kelompok tani, dan satu buah pipa PVC yang dilubangi diberi kepada kepala ketua tani sebagai contoh kepada para petani lainnya.




Editor:
Achmad Munandar

Perencanaan Mitigasi Bencana Alam Puting Beliung dan Kebakaran

0
 


Campusnesia.co.id - Pada tanggal 24 Januari 2024, dilaksanakan acara sosialisasi dan edukasi langkah-langkah mitigasi bencana alam puting beliung dan kebakaran beserta pembagian buku mitigasi bencana puting beliung dan selebaran mitigasi bencana puting beliung dan kebakaran. 

Edukasi sekaligus pembuatan buku mitigasi dan selebaran mitigasi dilakukan oleh Christoffer Josse Susanto dari Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKM) Universitas Duponegoro Tim I Tahun 2023/2024. Kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Klego, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali ini berlangsung selama 35 hari mulai dari tanggal 4 Januari 2024 hingga 9 Febuari 2024.


Pembuatan buku mitigasi bencana puting beliung dan selebaran mitigasi bencana puting beliung dan kebakaran dilakukan sebagai upaya mengurangi jumlah korban akibat bencana puting beliung dan kebakaran yang tiap tahunnya terjadi minimal sekali. Buku mitigasi bencana puting beliung berisi tentang hal-hal informatif seperti pengertian umum angin puting beliung dan mitigasi, pengidentifikasian angin puting beliung, dan langkah-langkah mitigasi apabila angin puting beliung muncul. 

Selanjutnya, dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada perangkat desa dan perwakilan dari PKK dengan berkolaborasi dengan Tim Pemadam Kebakaran Kec. Klego setempat mengenai mitigasi bencana puting beliung dan kebakaran sekaligus pendistribusian buku dan selebaran kepada peserta acara sosialisasi.  


Acara ini dilaksanakan demi mengurangi resiko dan menyadarkan masyarakat akan bahaya serta tindakan yang harus dilakukan agar keamanan masyarakat tercapai saat terjadi bencana puting beliung dan kebakaran.





Editor:
Achmad Munandar

Bersama Melawan Bullying, Mahasiswi KKN TIM I UNDIP Memberikan Edukasi Pencegahan di SDN Juwok 2

0


Campusnesia.co.id - Bullying, atau intimidasi merujuk pada perilaku agresif yang dilakukan secara berulang-ulang dan sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap individu yang lebih lemah atau rentan. Tindakan ini dapat melibatkan ancaman, kekerasan fisik, verbal, atau perilaku yang merendahkan, dan seringkali dilakukan dengan tujuan untuk mendominasi atau merendahkan korban. Dalam konteks pendidikan, kasus bullying dapat terjadi di berbagai tingkatan, mulai dari tindakan intimidasi di antara sesama siswa hingga perilaku diskriminatif dari guru terhadap siswa. Urgensitas penanganan kasus bullying di lingkup pendidikan sangat mendesak karena memiliki dampak serius pada perkembangan individu dan iklim keseluruhan di sekolah.

Kekhawatiran akan maraknya kasus bullying dalam lingkup pendidikan menjadi fokus utama Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Miralda Farah Ashila dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, di SDN Juwok 2 pada tanggal 26 Januari 2024. Kasus-kasus ini dapat menghambat perkembangan sikap-sikap demokratis, toleran, dan kritis pada perilaku sehari-hari anak-anak. Oleh karena itu, penting untuk memahami sikap sejak dini guna membangun fondasi demokrasi yang kokoh di Indonesia.

Dalam konteks pembelajaran karakter, perhatian terhadap aksi bullying semakin terfokus, terutama setelah adanya pembelajaran online yang meluas selama pandemi. Pemahaman mengenai aksi bullying dianggap penting sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berorientasi pada pembentukan perilaku yang baik dan mencegah tumbuhnya budaya negatif di kalangan anak-anak.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian pemahaman tentang aksi bullying, termasuk definisi, jenis, dan dampak dari tindakan tersebut. Edukasi juga melibatkan penjelasan mengenai dampak positif dalam mencegah aksi bullying, memberikan pemahaman yang lebih holistik kepada siswa dan siswi SDN Juwok 2. Selain itu, untuk merangsang keaktifan siswa, diadakan quiz singkat dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai aksi bullying di sekolah. Anak-anak terkesan sangat interaktif dan responsif terhadap materi yang disampaikan. Quiz menjadi sarana yang efektif untuk mengukur pemahaman mereka mengenai aksi bullying.

Anak-anak SDN Juwok 2 menunjukkan partisipasi aktif dalam merespon materi dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. "Edukasi tentang pecegahan bullying oleh Mba Farah ini sangat seru, kita belajar mengenai saling menghormati dan menjaga teman-teman kita. Bullying itu tidak baik, dan kita harus berani berbicara jika melihat ada yang tidak benar." ujar Lia selaku salah satu audience. Adanya quiz tidak hanya meningkatkan pengetahuan mereka mengenai aksi bullying, tetapi juga menumbuhkan keinginan untuk terlibat aktif dalam pencegahan bullying di lingkungan sekolah.


Proses edukasi tidak hanya terbatas pada presentasi langsung, melainkan juga melibatkan penggunaan media modern seperti PPT dan poster. Poster-poster tersebut ditempelkan di mading sekolah sebagai pengingat yang konstan tentang cara mengatasi aksi bullying di sekolah, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi siswa dan siswi SDN Juwok 2.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi pencegahan aksi bullying di SDN Juwok 2 memiliki dampak positif terhadap kesadaran anak-anak terhadap masalah tersebut. Harapannya adalah agar proyek ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga merangsang perubahan nyata dalam perilaku dan budaya di kalangan siswa, mengarah pada masyarakat sekolah yang lebih demokratis dan peduli terhadap satu sama lain.
 



Penulis: 
Miralda Farah Ashila

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Riza Susanti, S.T., M.T.

Lokasi: 
Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen

Editor:
Achmad Munandar