Pemetaan Persebaran Sarana dan Prasarana Desa Beji oleh Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP

0
Penyerahan Produk Akhir
Peta Persebaran Sarana dan Prasarana Desa Beji


Campusnesia.co.id - Pemetaan persebaran sarana prasarana salah satu hal yang penting guna mengetahui sarana dan prasarana yang tersedia pada suatu wilayah dan membantu pemerintah dalam memberikan layanan publik untuk masyarakat. Ranni Novia Nugrahaningtyas, mahasiswa S1-Perencanaan Wilayah dan Kota mempunyai program SDGs yang berupa pembuatan Peta Persebaran Sarana Prasarana yang ada di Desa Beji. 

Program dari Pembuatan Pemetaan Peta Sarana dan Prasarana di Desa Beji ini sejalan dengan tujuan dari Sustainable Development Goals atau SDGs yaitu pada tujuan ke 9 (Sembilan) yang berisi membangun infrastruktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan serta membantu perkembangan inovasi. 

Sarana prasarana merupakan segala bentuk fasilitas atau infrastruktur yang dibangun dan disediakan oleh pemerintah guna mendukung berbagai aktivitas dan kegiatan masyarakat. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada dan tersedia di Desa Beji sudah cukup lengkap dan dapat menunjang kegiatan masyarakat sekitar. Dengan itu, persebaran sarana dan prasarana perlu untuk dipetakan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan dari wilayah tersebut.

Dalam pembuatan Peta Persebaran Sarana dan Prasarana, untuk mendapatkan data sarana dan prasarana dapat dilakukan dengan survei lapangan yang dapat dilakukan secara primer dan sekunder, pengambilan titik lokasi sarana dan prasarana menggunakan My Maps atau Google Earth, pembuatan peta menggunakan QGIS 3.18, finalisasi peta dan asistensi peta, serta pencetakan produk peta dalam format fisik A2. Survei lapangan secara primer dilakukan dengan pengambilan titik koordinat secara langsung di lokasi sarana dan prasarana dan identifikasi kondisi dari sarana dan prasarana yang ada. Survei lapangan tidak langsung mengandalkan data shapefile dari Bappeda Kabupaten Klaten dan data dari Desa Beji yang diperoleh dari perangkat desa.

Titik koordinat dikumpulkan berdasarkan masing-masing sarana dan prasarana Desa Beji diantaranya sarana perkantoran dan pelayanan masyarakat yaitu Kantor Desa Beji. Sarana pendidikan yang terdiri dari 1 Paud, 2 TK dan 1 SD. Sarana kesehatan yang terdiri dari Pos Kesehatan Desa (PKD) Desa Beji dan Klinik Yakkum. Sarana tempat ibadah yang terdiri dari 7 masjid dan 2 mushola. Terdapat juga sarana komersial yang terdiri dari toko, ruko, tempat makan, persewaan, pemancingan dan penggilingan padi yang menawarkan jasa. Sarana industri juga ada di Desa Beji yaitu industri tahu, industri kerupuk, industri konveksi dan industri begel. Prasarana yang ada berupa jalan, sungai, dan jembatan.
 
Peta Persebaran Sarana dan Prasarana Desa Beji

Setelah titik koordinat berhasil didapatkan, langkah selanjutnya yaitu pembuatan peta dengan menggunakan software QGIS 3.18. Setelah peta selesai dibuat, dilakukannya proses layouting peta dengan skala 1:5.000 dengan ukuran kertas A2. Dalam proses layouting dilakukan secara cermat sesuai dengan standar peta yang tertuang dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 8 tahun 2013 tentang Ketelitian Peta. Selanjutnya, peta akan dicetak dan diserahkan kepada pihak perangkat Desa Beji dengan harapan peta ini dapat menjad data dasar perencanaan dan Pembangunan Tingkat desa dan dapat digunakan sebagai gambaran informasi tentang sarana dan prasarana di Desa Beji. 



Editor:
Achmad Munandar

GEMARI!! Mahasiswa KKN Tim I Undip 2023/2024 kenalkan Bakso Ikan Lele di Desa Tambakboyo

0
 


Campusnesia.co.idKlaten (25/01/24) – GEMARI (Gemar Makan Ikan) adalah salah satu gerakan dalam upaya peningkatan gizi sejak dini yang sudah banyak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Indonesia merupakan negara maritim yang terbagi atas pulau-pulau dan sebagian wilayahnya merupakan perairan yang cukup luas. Potensi yang cukup luas terdapat di laut Indonesia berupa sumber daya alam yang melimpah, termasuk didalamnya terdapat banyak spesies ikan khususnya ikan yang dapat dikonsumsi.

Sebagai sumber pangan, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti protein sebagai sumber pertumbuhan, asam lemak omega 3 dan 6 yang bermanfaat bagi kesehatan ibu dan pembentukan otak janin, vitamin, serta berbagai mineral yang sangat bermanfaat bagi ibu dan janin. Ikan sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, disamping itu nilai biologisnya mencapai 90%, dengan jaringan pengikat sedikit sehingga lebih mudah dicerna. Hal yang paling penting adalah harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan sumber protein lainnya.

Dalam upaya peningkatan gerakan GEMARI di Desa Tambakboyo, mahasiswi KKN Tim I Universitas Diponegoro 2023/2024 melaksanakan pendampingan pembuatan bakso ikan Lele bersama Ibu-ibu PKK. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (25/01) dimana kegiatan ini di hadiri oleh Ibu-ibu PKK Melati di Dukuh Tonayan RT/01 RW/11.

Dalam kesempatan ini Mahasiswi KKN Undip memperkenalkan salah satu olahan dari ikan Lele yaitu Bakso ikan Lele yang tata cara pembuatannya simple dan bahan-bahannya mudah ditemukan. Di Desa Tambakboyo banyak masyarakat yang membudidayakan ikan Lele untuk dikonsumsi pribadi, namun belum ada yang mencoba dijadikan bakso, dimana Ibu PKK pun berkata “Belum pernah coba buat dan nyicip bakso ikan Lele mbak, biasanya ya dimasak seperti ikan pada umumnya, seperti di goreng, sambal, dll” jelas beliau.

Olahan bakso ikan Lele mendapat respon yang positif dari Ibu-ibu PKK dan anak-anak yang mencoba, dimana bakso ikan Lele ini sangat digemari oleh anak-anak “Baksonya enak dan kenyal, bahannya juga tidak banyak dan proses memasaknya cepat” jelas salah satu Ibu PKK. Dilihat dari anak-anak yang menyukai olahan bakso ini, para ibu pun meminta kepada mahasiswi untuk membagikan resep dari bakso ikan Lele tersebut.

 
Kegiatan Ibu-ibu PKK Melati ini berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro tahun 2023/2024.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2024 Mengajak Para Pemuda Ikut Serta dalam Membantu Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan

0
Pemaparan Peran Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan


Campusnesia.coi.id - Klaten (3/2/24) Penyuluhan tentang “Peran Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan” di bangsal pertemuan Dukuh Belan, Desa Kalangan. Mahasiswa KKN Tim I 2024 Universitas Diponegoro, Semarang melaksanakan kegiatan berupa edukasi untuk karang taruna sehati, Dukuh Belan, Desa Kalangan.

Kurangnya pemahaman pemuda Desa Kalangan terhadap SDGs menjadikan Mahasiswa KKN Tim I Undip 2024, Ailsa Busega Maheswari ingin mengedukasi para pemuda mengenai SDGs agar pemuda tau mengenai SDGs serta meningkatkan kesadaran pemuda dan berpartisipasi terhadap SDGs.

Tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) merupakan serangkaian tujuan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi semua orang. Ada 17 tujuan SDGs yang saling terkait dan saling mendukung untuk mengatasi berbagai tantangan global yang kita hadapi. Berikut adalah poin-poin dari ke 17 tujuan SDGs;

(1) No Poverty, (2) Zero Hunger, (3) Good Health and Well-Being, (4) Quality Education, (5) Gender Equality, (6) Clean Water and Sanitation, (7) Affordable and Clean Energy, (8) Decent Work and Economic Growth, (9) Industry, Innovation and Infrastructure, (10) Reduce Inequalities, (11) Sustainable Cities and Communities, (12) Responsible Consumption and Production), (13) Climate Action, (14) Life Below Water, (15) Life on Land, (16) Peace, Justice and Strong Institutions, (17) Partnerships for The Goals.

Pembuka pada acara ini adalah menanyakan apakah mereka sudah pernah dengar mengenai SDGs, mereka semua menjawab belum pernah mendengar mengenai SDGs. Dalam penyuluhan ini Ailsa membahas satu per satu 17 SDGs serta tujuannya kepada para pemuda agar para pemuda paham tujuan poin-poin SDGs ini di buat. Pemuda punya potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan. Sifat pemuda yang selalu ingin tahu, rasa penasaran yang tinggi, kemauan belajar yang besar, membuatnya berpotensi dalam mendukung Tujuan 4, Quality Education.

Quiz Seputar SDGs

Setelah melakukan Quiz, para pemuda menjadi lebih mengetahui mengenai SDGs, mulai dari apa itu SDGs hingga menyebutkan beberapa poin SDGs, diharapkan kedepannya penyuluhan ini menjadikan para pemuda Dukuh Belan menjadi lebih giat lagi dalam belajar sehingga menjadikannya tercapainya poin ke 4, Quality Education. Karena pendidikan yang berkualitas merupakan kunci untuk mencapai poin-poin lainnya, mulai dari keluar dari kemiskinan. Pendidikan yang baik juga  membantu mengurangi kesenjangan dan mencapai kesetaraan gender dan sangat penting untuk menumbuhkan toleransi dan masyarakat yang lebih damai.



Editor:
Achmad Munandar

Pengenalan, Pelatihan, dan Pendaftaran UMKM Melalui Marketplace

0
 
Pendampingan dan Pendaftaran Akun Penjual Shopee


Campusnesia.co.idSragen - Untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bonagung, Kabupaten Sragen, Tim I Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2023/2024 KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan menggunakan salah satu e-commerce yang populer di Indonesia yaitu Shopee. 
 
Melalui program kerja KKN ini, Tim I Undip 2023/2024 fokus untuk mengembangkan potensi UMKM di Desa Bonagung dengan memperkenalkan penggunaan platform e-commerce Shopee sebagai sarana untuk memasarkan produk lokal. Hal ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan akses pasar dan menghasilkan peningkatan ekonomi di desa tersebut.

Pada hari Minggu, 21 Januari 2024, dilakukan sosialisasi dengan sistem door to door atau mengunjungi langsung ke rumah warga pemilik UMKM di Desa Bonagung dan dilakukan sosialisasi mengenai cara pendaftaran ke akun shopee penjual. Sosialisasi tersebut dilakukan agar warga pemilik UMKM yang hendak terjun ke digital marketing benar-benar memahami cara pengoperasian aplikasi shopee tersebut. Warga sangat antusias mengikuti setiap tahapan yang diajarkan, mulai dari pembuatan akun, pengunggahan foto produk, hingga teknik promosi yang efektif.

Setelah dilakukan pelatihan, Tim I Undip 2023/2024 juga melakukan pendampingan secara individu kepada para pelaku UMKM untuk membantu pemilik UMKM dalam memasarkan produk secara digital. Dalam pendampingan ini, Tim I Undip memberikan panduan praktis serta memberikan solusi dan saran yang tepat jika terjadi kendala teknis.

Bapak Hartono, salah satu warga yang mendapatkan pelatihan dan pendaftaran ke akun shopee penjual dan pelaku UMKM yang menghasilkan produk makanan ringan berupa kerupuk dan keripik singkong, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Tim I Undip 2023/2024 atas kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan dan pendampingan ini sangat membantu dalam mengembangkan usahanya. Ia berharap program serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan agar UMKM di Desa Bonagung semakin maju dan bisa bersaing dengan produk-produk lainnya.

Pemerintah Desa Bonagung juga memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Tim I Undip 2023/2024 dalam mendukung pengembangan UMKM di desa mereka. Diharapkan adanya program kerja ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi perekonomian Desa Bonagung serta berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat setempat.

Dengan adanya pelatihan dan pendaftaran produk UMKM melalui aplikasi e-commerce Shopee ini, diharapkan Desa Bonagung dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi. 


Penulis: 
Ine Rexianita Putri

DPL: 
Dr. Seno Darmanto, S.T., M.T.

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswi KKN TIM I UNDIP 2024 Edukasi Anak SD Karangasem 02 di Kecamatan Tanon : Pentingnya Susu Bagi Pertumbuhan Anak

0
 

Campusnesia.co.id - Wayu Taruli O Sihotang, Mahasiswi KKN dari Prodi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada siswa-siswi kelas 5 di SD Karangasem 02 di Desa Karangsem, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Edukasi mengenai pentingnya konsumsi susu bagi usia anak sekolah (19/01/2024). 

Kegiatan ini diawali dengan pemberian pre-test lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Setelah itu, diberikan post-test dan ditutup dengan kuis serta pemberian susu kotak UHT. Hasil post-test diperoleh peningkatan nilai dibandingkan dengan nilai post-test pada siswa-siswi. Hal ini menandakan terjadi peningkatan pengentahuan pada siswa-siswi setelah dan sebelum penyampaian materi.   

Dilakukan survei dan penggalian informasi ke berbagai kalangan masyarakat dan didapati informasi bahwa siswa-siswi di sekolah dasar tersebut cukup jarang mengonsumsi susu yang dapat dikarenakan faktor ekonomi, kesukaan, kebudayaan (kebiasaan), atau lainnya.

“Siswa-siswi kelas 5 setahu saya ada beberapa yang tidak rutin konsumsi susu namun  tidak terlalu banyak. Ntah itu karena aspek apa saya tidak bisa jelaskan pasti. Siswa lainnya tetap rutin konsumsi susu baik itu susu cair,bubuk, atau sebagainya. Mereka cenderung yang paling aktif di sekolah ini atau masa bandel-bandelnya mbak.” Ucap Kepala Sekolah SD Karangasem 02.

Bergerak dari hal tersebut, perlu adanya edukasi kepada anak-anak usia sekolah yang dalam hal ini diberikan kepada anak kelas 5 SD. Edukasi tentang manfaat konsumsi susu menjadi sorotan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anak-anak sekolah di tengah berbagai tantangan kesehatan. Dengan pemahaman yang baik tentang manfaat susu, anak-anak dapat meningkatkan asupan gizi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan konsentrasi di lingkungan sekolah.

Nutrisi penting yang terkandung dalam susu, seperti kalsium, protein, vitamin D, dan nutrisi lainnya, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak sekolah. Asupan nutrisi ini mendukung tulang yang kuat, pertumbuhan otot yang optimal, dan fungsi otak yang baik. Selain itu, konsumsi susu secara rutin juga telah terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak-anak. Nutrisi dalam susu membantu melawan infeksi dan penyakit, mengurangi risiko absensi sekolah karena sakit, dan memungkinkan anak-anak tetap aktif dan berpartisipasi dalam proses belajar. Anak-anak usia sekolah juga cenderung memiliki aktivitas yang banyak dan sedang senang bermain sehingga asupan susu sangat penting di usia mereka.

“Saya ga minum susu mbak. Karena saya ga suka sama rasanya.” Ucap seorang anak saat penyampaian materi ketika ditanya terkait konsumsi susu dan alasan tidak mengonsumsi susu.
“Adik-adik, dari sekarang sangat penting konsumsi susu untuk menunjang pertumbuhan tulang dan gigi di usia kalian sekarang. Apabila tidak suka dengan rasanya, susu juga ada yang diberi peraa tambahan seperti coklat dan stroberi yang rasanya lebih nikmat.” jelas Wayu saat memaparkan materi kepada siswa-siswi.

Anak-anak juga tampak antusias dan memperhatikan materi yang disampaikan, “Mbak, kalau tidak minum susu kita bisa jadi pendek ya?” tanya salah satu siswi ketika sesi tanya jawab berlangsung. Beberapa anak juga menuturkan bahwa mereka sering mengonsumsi susu bubuk merk “Bendera” setiap pagi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih senang mengonsums susu dan akan berdampak baik bagi kesehatan dan pertumbuhan mereka.

Terkait dengan pendidikan, konsumsi susu memiliki hubungan dengan peningkatan konsentrasi dan kinerja kognitif. Nutrisi yang mencukupi dari susu membantu menjaga energi dan fokus di kelas, memungkinkan anak-anak belajar dengan lebih efektif dan mencapai potensi akademik yang optimal. Pentingnya edukasi tentang manfaat susu tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan sehat sepanjang hidup. Dengan memperkenalkan anak-anak pada manfaat susu sejak dini, diharapkan mereka dapat mengembangkan kebiasaan sehat yang akan mereka pertahankan hingga dewasa, memberikan fondasi yang kuat untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Bagas, yang juga sebagai rekan dalam penyampaian edukasi pada program kerja ini juga memberikan pesan kepada seluruh siswa-siswi SD kelas 5 tersebut untuk meningkatkan Gerakan Minum Susu (Germas) tujuannya agar terjadi pertumbuhan dan status kesehatan yang baik pada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Sebagai penutup, Wayu sebagai mahasiswi KKN Undip 2024 Tim 1 juga berpesan semoga materi yang sudah diberikan dapat diterapkan dan bermanfaat bagi siswa-siswi kelas 5 SD Karangasem 02 dan anak-anak usia sekolah lainnya.

(Wayu 19/01/2024)
Dosen Pembimbing Lapangan
1. Ir. Ibnu Pratikto., M.Si
2. Dr. Seno Darmanto, ST., MT
3. Tari Purwanti, S. Ant., M. A.

Editor:
Achmad Munandar

Nugget Lele : Solusi Kreatif Cegah Stunting, Mahasiswi KKN TIM I UNDIP 2024, Edukasi Ibu-Ibu Pkk Desa Karangasem, Tanon

0
 



Campusnesia.co.idWayu Taruli O Sihotang, Mahasiswi KKN dari Prodi Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Karangsem, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen tepatnya kepada ibu-ibu PKK saat pertemuan rutin Tim Penggerak PKK yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Karangasem. Sosialisasi mengenai pembuatan produk nugget lele yang bermanfaat dalam mencegah stunting sejak dini (26/01/2024). 

Kebanyakan ibu-ibu PKK ini juga berperan sebagai kader posyandu yang langsung berhubungan dengan warga desa sekitar, sehingga perlu memiliki tingkat pemahaman yang baik dalam mencegah stunting sejak dini. Setelah melakukan survei dan penggalian informasi ke berbagai kalangan masyarakat, didapati bahwa terdapat angka stunting di Kecamatan Tanon. Demikian halnya, dengan Desa Karangasem di Kecamatan Tanon yang juga memiliki angka stunting

“Saya sudah berusaha menyampaikan pesan dari Puskesmas terkait anak-anak yang dikategorikan stunting harus menerima bantuan asupan makanan yang lebih baik agar pertumbuhannya kembali normal. Namun, beberapa warga desa menolak bantuan tersebut dan tidak terima anaknya dikategorikan stunting. Mereka beranggapan jika anak mereka tidak tumbuh tinggi dengan normal dikarenakan faktor genetik orangtua. Ini cukup menjadi tantangan untuk saya sendiri.” ucap salah satu Bayan di Desa Karangasem.

Bergerak dari hal tersebut, perlu adanya edukasi kepada warga desa sekitar terkait pentingnya mencegah stunting sejak dini. Edukasi dapat dimulai dari ibu-ibu PKK Desa Karangasem sebagai kader posyandu. Stunting, sebuah masalah serius dalam pertumbuhan anak, kini menjadi fokus utama di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meskipun demikian, upaya pencegahan terus berkembang, dengan munculnya solusi kreatif seperti nugget lele sebagai alternatif nutrisi bagi anak-anak.

Nugget lele, sebuah produk olahan dari ikan lele yang kaya akan protein dan nutrisi esensial lainnya, menjadi pilihan menarik sebagai makanan anak-anak. Kandungan gizinya yang tinggi dipadukan dengan rasa yang lezat menjadikannya sebagai opsi yang menarik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak.Dengan mengonsumsi nugget lele secara teratur, anak-anak dapat memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal mereka, yang pada gilirannya membantu dalam pencegahan stunting

Kebutuhan akan nutrisi yang memadai menjadi kunci dalam memastikan pertumbuhan anak mencapai potensinya secara penuh. Tidak hanya itu, nugget lele juga memiliki keunggulan dalam hal kemudahan penyajian dan konsumsi. Dengan variasi bentuk seperti nugget biasa, burger, atau stik, nugget lele menjadi lebih menarik bagi anak-anak dan memudahkan orang tua dalam memberikan makanan bergizi kepada mereka.

Sebagai contoh nyata dalam pencegahan stunting di Indonesia, nugget lele menggabungkan sumber daya lokal dengan kebutuhan gizi anak-anak, menunjukkan bagaimana inovasi dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan generasi masa depan.

“Nugget yang mengandung daging lele memiliki sumber protein tinggi yang berperan bagi pertumbuhan tubuh guna mencegah stunting sejak dini. Nugget lele dapat diberikan kepada anak-anak usia 1 tahun keatas atau sebagai MP-ASI anak usia 6 bulan keatas.” ujar Wayu dalam penyampaiannya mengenai manfaat konsumsi nugget lele dalam mencegah stunting.

Ibu-ibu dari tim penggerak PKK juga tampak antusias dan memperhatikan materi yang disampaikan, “Nak, lantas untuk ibu-ibu seperti kami apakah juga akan memperoleh manfaat kesehatan apabila mengonsumsi nugget lele?” tanya salah satu ibu PKK yang menunjukkan ketertarikan dengan materi yang disampaikan.

“Ibu-ibu semua, nugget lele ini contoh makanan yang njenengan bisa buat dirumah. Manfaat baik buat pertumbuhan anak-anak kita. Njenengan juga bisa beritahu ibu-ibu lainnya saat posyandu nanti. Inovasi ini bisa diterapkan.” tambah Bu Lurah sebagai Ketua PKK Desa Karangasem dari penyampaian materi yang dilakukan.

Vinito, sebagai pembawa acara dalam penyampaian materi program kerja ini juga memberikan pesan kepada para ibu-ibu PKK mengenai pentingnya mengonsumsi makanan sumber protein seperti nugget lele ini dalam upaya mencegah sunting sejak dini. Perlu edukasi terkait pengertian stunting itu sendiri dan cara mencegahnya. Tujuannya agar warga desa paham dan peduli terhadap isu pertumbuhan dan perkembangan seperti stunting pada anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa kita. Sebagai penutup, Bu Lurah juga berpesan semoga apa yang sudah diberikan oleh adik-adik KKN ini boleh diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat desa.


(Wayu 26/01/2024)
Dosen Pembimbing Lapangan
1. Ir. Ibnu Pratikto., M.Si
2. Dr. Seno Darmanto, ST., MT
3. Tari Purwanti, S. Ant., M. A.

Editor:
Achmad Munandar

Anak-anak SD Jadi Agens Lingkungan: Demonstrasi Pembuatan Furniture Eco-Brick

0
 


Campusnesia.co.idPemalang, 2 Februari 2024 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Siremeng bersama siswa-siswa dari SDN 04 Siremeng meluncurkan program unik yang bertujuan untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Melalui demonstrasi pembuatan furniture berbahan dasar eco-brick, mereka tidak hanya mengajarkan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif anak-anak dalam upaya pelestarian lingkungan. 

Dengan sorakan riang, anak-anak SDN 04 Siremeng menyambut kedatangan tim KKN dengan antusias. "Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk belajar dan berkontribusi dalam menjaga lingkungan," ujar salah satu guru dengan penuh semangat. 

Demonstrasi dimulai dengan penjelasan tentang eco-brick, bahan ramah lingkungan yang terbuat dari gabungan limbah plastik dan semen. Tim KKN memberikan panduan langkah demi langkah dalam pembuatan furniture, mulai dari kursi hingga meja, menggunakan eco-brick sebagai bahan utama. 

"Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya ingin mengajarkan cara membuat furniture, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah secara bijaksana," ungkap Alif Maulana sebagai ketua tim KKN, dengan senyum di wajahnya. Tidak hanya menjadi penonton, anak-anak SDN 04 Siremeng turut serta dalam setiap tahapan pembuatan furniture. Mereka belajar untuk memilah dan membersihkan limbah plastik, mencampurkan bahan-bahan, hingga membentuk eco-brick menjadi furniture yang fungsional. 

"Kami berharap dengan melibatkan anak-anak sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan," tambah Alif Maulana sebagai Ketua Kelompok KKN, sambil memandu salah satu kelompok siswa. 

Acara berakhir dengan sukses, dan anak-anak terlihat bangga dengan hasil karya mereka sendiri. Mereka berjanji untuk menjaga lingkungan sekitar mereka dan mempraktikkan pemahaman yang telah mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program demonstrasi pembuatan furniture eco-brick yang melibatkan anak-anak SDN 04 Siremeng tidak hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga sebuah langkah nyata dalam mendidik generasi muda tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.



Lokasi : 
Desa Siremeng
Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang

Dosen Pembimbing
1. Agus Naryoso., S.Sos., M.Si 
2. Anim Kafabih., SE., ME 
3. Ocid Mursid, S.T., M.T 

Editor:
Achmad Munandar

Pengenalan E-Commerce Sebagai Media Penjualan Produk UMKM

0
 



Campusnesia.co.id - Tim 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2024 memilih untuk memperkenalkan konsep e-commerce kepada masyarakat setempat sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam era digital ini, pengetahuan tentang e-commerce menjadi semakin penting untuk memajukan usaha dan memperluas jangkauan pasar. Melihat banyak poensi yang dapat di perjual belikan secara online seperti krupuk rambak, ampyang, dan banyak jenis-jenis snack lainya yang dapat di perjualbelikan secara online.

Atas dasar itu, pada tanggal 26 Januari 2024, mahasiswa KKN Tim I Undip 2024 Desa Karangasem, Tanon, Sragen, Jawa Tengah, melakukan penyuluhan kepada Ibu-ibu PKK Desa Karangasem mengenai Pembuatan ide usaha baru Nugget Lele. Kegiatan yang menjadi program Tri Amelia, salah satu mahasiswa KKN dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prodi Ekonomi Islam tersebut berdasarkan potensi yang dimiliki Masyarakat.

Penyuluhan dilakukan di pendopo Kantor Desa Karangasem pada pukul 13.30 samapi 15.30. Mahasiswa memaparkan mengenai proses pembuatan nugget lele  kepada Ibu-ibu PKK desa Karangasem. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan produk Nugget Lele untuk di coba oleh Ibu-ibu PKK  dan poster untuk diletakkan di Desa Karangasem dengan harapan informasi tentang manfaat dari Nugget Lele dapat terus diperoleh oleh ibu-ibu PKK dan warga setempat.

Tim KKN menyelenggarakan workshop dan pelatihan tentang dasar-dasar e-commerce, penggunaan platform online, dan strategi pemasaran digital. Acara ini dihadiri oleh pelaku usaha lokal dan masyarakat yang ingin memahami potensi e-commerce, memberikan panduan tentang pemasaran digital, termasuk penggunaan media sosial, iklan online. Tim memberikan pemahaman tentang proses transaksi online, keamanan pembayaran digital, dan logistik pengiriman. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaku usaha lokal dapat memberikan pengalaman belanja online yang memuaskan.

Manfaat dan Dampak:

1. Peningkatan Penjualan: Melalui penggunaan e-commerce, pelaku usaha lokal diharapkan dapat meningkatkan penjualan mereka dengan menjangkau lebih banyak pelanggan.

2. Pemberdayaan UMKM: E-commerce memberikan peluang bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk bersaing secara lebih adil di pasar digital, meningkatkan daya saing mereka.

3. Peningkatan Keterampilan Digital: Masyarakat lokal akan mendapatkan peningkatan keterampilan digital, termasuk pengelolaan toko online, pemasaran digital, dan penanganan transaksi online.

4. Diversifikasi Ekonomi Lokal: Pengenalan e-commerce dapat membantu diversifikasi ekonomi lokal dengan membuka peluang bisnis baru dan menciptakan lapangan kerja.


Pengenalan e-commerce oleh Tim 1 KKN UNDIP 2024 diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat lokal dalam mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi. Dengan pelatihan dan dukungan yang adekuat, diharapkan bahwa para pelaku usaha lokal dapat mengoptimalkan potensi e-commerce untuk keuntungan bersama.



Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Ir. Ibnu Pratikto., M.Si
2. Dr. Seno Darmanto, ST., MT
3. Tari Purwanti, S. Ant., M. A.

Editor:
Achmad Munandar

Pembuatan Ide Usaha Nugget Lele

0
 



Campusnesia.co.id - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integral dari pendidikan tinggi untuk menghadirkan mahasiswa di tengah-tengah masyarakat dan menghadapkan mereka pada tantangan nyata. 

Lele, ikan air tawar yang populer di Indonesia, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Oleh karena itu, pengembangan ide usaha nugget lele dianggap sebagai Alangkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di desa Karangasem yang mana banyak warga yang memiliki peternakan lele dan belum ada warga yang mengelola ptensi tersebut.

Atas dasar itu, pada tanggal 26 Januari 2024, mahasiswa KKN Tim I Undip 2024 Desa Karangasem, Tanon, Sragen, Jawa Tengah, melakukan penyuluhan kepada Ibu-ibu PKK Desa Karangasem mengenai Pembuatan ide usaha baru Nugget Lele. Kegiatan yang menjadi program Tri Amelia, salah satu mahasiswa KKN dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prodi Ekonomi Islam tersebut berdasarkan potensi yang dimiliki Masyarakat.

Penyuluhan dilakukan di pendopo Kantor Desa Karangasem pada pukul 13.30 samapi 15.30. Mahasiswa memaparkan mengenai proses pembuatan nugget lele  kepada Ibu-ibu PKK desa Karangasem. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan produk Nugget Lele untuk di coba oleh Ibu-ibu PKK  dan poster untuk diletakkan di Desa Karangasem dengan harapan informasi tentang manfaat dari Nugget Lele dapat terus diperoleh oleh ibu-ibu PKK dan warga setempat.

Manfaat dan Dampak:

1. Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Melalui ide usaha nugget lele, diharapkan terjadi pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat dalam proses produksi.

2. Peningkatan Pendapatan Petani Lele: Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani lele dengan memberikan nilai tambah pada produk ikan lele mereka.

3. Peningkatan Kesadaran Konsumen: Dengan strategi pemasaran yang efektif, diharapkan konsumen dapat lebih sadar akan manfaat produk nugget lele sebagai alternatif sumber protein.

Proker monodisiplin Tim 1 KKN UNDIP 2024 di bawah kepemimpinan Tri Amelia memberikan gambaran nyata bagaimana sebuah ide usaha nugget lele dapat diimplementasikan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu. Diharapkan, proyek ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan.



Dosen Pembimbing Lapangan
1. Ir. Ibnu Pratikto., M.Si
2. Dr. Seno Darmanto, ST., MT
3. Tari Purwanti, S. Ant., M. A.

Editor:
Achmad Munandar

Pendampingan Tata Laksana Perkandangan Sapi: Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Peternak

0

Foto Bersama Kelompok Ternak Pundungsari


Campusnesia.co.idPundungrejo, Tawangsari (08/02/2024) - Dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak sapi,  perlu melakukan pendampingan terhadap tata laksana perkandangan sapi. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dan pengawasan dalam pengelolaan dan pemeliharaan kandang sapi yang baik, sehingga mampu menghasilkan produk ternak yang berkualitas dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Maka dari itu, Mahasiswa KKN UNDIP TIM I tahun 2023/2024 melakukan pendampingan kepada Kelompok Ternak Pundungsari yang berada di Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo mengenai Pendampingan Tata Laksana Perkandangan. 

Salah satu aspek yang ditekankan dalam pendampingan tata laksana perkandangan sapi adalah aspek kesejahteraan hewan. Peternak diberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya memberikan lingkungan yang nyaman dan sesuai untuk sapi, termasuk aspek kesehatan, kebersihan, dan ketersediaan pakan yang memadai. Dengan memperhatikan kesejahteraan hewan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sapi dan kualitas produk hasil ternak.

Ketua Kelompok Ternak Pundungsari, Bapak Misdi, menyampaikan bahwa perkandangan yang ada di lingkup kelompok ternak Pundungsari hanya dibangun seadanya karena keterbatasan biaya yang berasal dari masing – masing anggota. Oleh karena itu, pendampingan juga mencakup pelatihan dalam hal manajemen perkandangan yang efisien dan berkelanjutan. Peternak diberikan pengetahuan tentang tata letak perkandangan yang baik, penggunaan material yang sesuai, serta cara mengelola limbah kandang secara tepat. Dengan menerapkan praktik manajemen yang baik, peternak dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dimiliki dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. 
 
Hasil Design Evaluasi Tata Laksana Kandang Sapi

Pendampingan tata laksana perkandangan sapi juga melibatkan upaya untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam hal pemeliharaan sapi secara umum. Hal ini mencakup pemahaman tentang pola pemberian pakan yang tepat, pengendalian penyakit, serta manajemen reproduksi sapi. Tak hanya itu, pendampingan juga mencakup aspek penerapan teknologi dalam pengelolaan kandang sapi. Peternak diberikan pelatihan tentang penggunaan teknologi, seperti PLTS dengan panel surya sederhana. 

Melalui pendampingan tata laksana perkandangan sapi yang berkelanjutan dan komprehensif, diharapkan dapat tercapai peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak secara signifikan. Dengan menerapkan praktik pengelolaan kandang yang baik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sapi di Kelompok Ternak Pundungsari serta meningkatkan produktivitas. Menurut salah satu anggota Kelompok Ternak Pundungsari Bapak Mujidi berharap kedepannya apa yang disampaikan oleh Mahasiswa TIM I KKN UNDIP Desa Pundungrejo dapat direalisasikan dan sangat membantu bagi Kelompok Ternak Pundungsari. 


Penulis:
- Muhammad Fauzan Dwiananda (Arsitektur)
- Anggit Lejar Damara Santi (Teknik Geodesi)
- Salma Aulia Putri (Ekonomi Islam)
- Ardina Yuka Rachmadea (Peternakan)
- Candra Handita (Peternakan)
- Yohanes Owen Samudra Panjaitan (Teknik Elektro)
- Muhammad Zidan Ali (Teknik Mesin)

Lokasi:
Desa Pundungrejo
Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo

Editor:
Achmad Munandar