Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri pakan. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri pakan. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Daftar Toko Ikan Hias dan Aquarium Terdekat di Tangerang Selatan 2026

0
 
Toko ikan hias tangerang


Campusnesia.co.id - Tangerang Selatan adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini terletak 30 km sebelah barat Jakarta dan 90 km sebelah tenggara kota Serang atau ibukota provinsi Banten. 

Terdapat 7 kecamatan di Kota Tangerang Selatan, yaitu Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Serpong Utara, Kecamatan Setu, Kecamatan Serpong, dan Kecamatan Pamulang.

Kota Tangsel memiliki motto “Cerdas, Modern dan Religious”, sifat-sifat mulia yang menjadi tantangan dan harapan semua pihak.

Daerah di sekitar benteng pertahanan yang dibangun oleh ketiga maulana disebut masyarakat sekitar dengan istilah daerah Benteng. Hal ini turut mendasari sebutan Kota Tangerang yang dikenal dengan sebutan Kota Benteng.


Toko Jual Ikan Hias Tangerang Selatan


1. Super Koi Nusantara
Toko ini menyediakan aneka ikan hias mulai dari Koi, Koki, Axolotl, Channa, Cupang, Oscar dan masih banyak lagi yang lainnya, sangat cocok jadi tujuan pertama untuk sobat yang lagi nyari ikan hias untuk dipelihara. 

Dengan rating 5 bintang dan 200+ ulasan Google, sudah menjadi jaminan kualitas produk dan pelayanannya.


Buat sobat yang mau ke toko Super Koi Nusantara langsung saja datang ke alamat Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, bisa juga tanya-tanya dan konsultasi dahulu lewat whatsapp di nomor 0812-8091-2708 serta bisa lihat-lihat dulu dengan klik website resminya di superkoinusantara.com.



2. Nickz Aquascape
Tempat jual aquascape dan  perlengkapannya di Jl. Raya Serpong ,no.39 Pakulonan, Kec. Serpong Utara, kota Tangerang Selatan. Telp / no. WA: 0877-8820-2881



3. Sinar Fortuna Jaya - Jual Ikan Hias & Aquarium
Lokasi usaha: Jln. Raya Serpong, Pakualam, Serpong Utara, kota Tangerang Selatan, Banten 15322. Telp / no. WA: 0811-187-348



4. Purnama Aquarium Serpong Utara
Alamat: Ruko Melati Mas Blok SR15 No 30 Serpong, Lengkong Karya, Serpong Utara, kota Tangsel. Telepon: (021) 5371409



5. Bluereef marine fish & coral - Pamulang
Tempat jual ikan hias air laut di Jl. Pamulang Indah 8 ,no.5, Pamulang Timur, kota Tangerang Selatan. . Telp / no. WA: 0811-1106-722



6. Betta Mastery - Toko ikan Cupang Multicolour
Tempatnya di Ruko Reni Jaya Jl. Flamboyan ,no.64, Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Banten 15417. Telp / no. WA: 0812-6554-141



7. Malo Koi
Jl. Pahlawan Seribu ,no.3-C, Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15310. Telepon: (021) 5388314



8. Toko ikan hias Planet Aquarium Ciputat
Jl. Komp. PU Pengairan ,no.33 Rengas, Ciputat Timur, kota Tangerang Selatan, Banten 15412. Telp / no. WA: 0816-1317-629



Suji Aquarium
Toko: Jl. Ki Hajar Dewantara ,no.92, Sawah Lama, Ciputat, kota Tangsel - Tangerang Selatan. Telp / no. WA: 0857-7774-7895



9. Java Aquarium
Toko ikan tropis di Jl. Aria Putra ,no.57 Kedaung, Ciputat, Tangerang Selatan 15415. Telp / no. WA: 0813-9819-8601



10. Larizki Ikan Hias Pamulang
Alamat: Jl. Permai Raya 2 Blok AX2 ,no.12 Pamulang Barat, kota Tangerang Selatan. Telp / no. WA: 0859-3956-7758



11. Toko Ikan Hias Pak Rahmat
Lokasinya dekat depo bangunan Mitra 10 Jl. Pondok Betung Raya ,no.37 Pd. Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten 15225



12. Aditia Akuarium .jual Ikan Hias Dll
Alamat: Jln. Bayangkara Pusdiklantas ,no.1-29 Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, kota Tangerang Selatan, Banten 15326



13. Pay predator fish dan ikan hias, acesories, pakan
Lokasi usaha berada di area Serua Indah, Ciputat, kota Tangerang Selatan, Banten 15414. Telp / no. WA: 0813-1459-6612



14. Panda Aquarium BSD
Alamat: Jl.Pusaka Kencana Blok B4 No 33A Sektor 12 Kencana Loka BSD City, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan. Telepon: (021) 7563956



15. FX Betta Ciputat
Alamat: Jl. H. Sanip ,no.8 Kedaung, Pamulang, kota Tangerang Selatan, Banten 15415. Telp / no. WA: 0878-7105-3909



16. Gallery Aquascape 165
Alamat: Jl. Benda Raya ,no.22, Pd. Benda, Pamulang, kota Tangerang Selatan, Banten 15416. Telp / no. WA: 0878-7618-2838



Daftar toko akuarium terdekat terlengkap di daerah Tangerang 

1. Pisces Aquarium Karawaci
Alamat toko: Jl. Otista ,no. 119 Pasar Baru, Gerendeng, Karawaci, Tangerang, Banten 15113. Telepon: (021) 55799135
Senin - Sabtu buka jam 08:00–20:30, Minggu buka pkl 08:00–19:20 wib


2. Jatake Aquarium
Alamat: Jl. Gatot Subroto ,no.203 Jatake, Jatiuwung, kota Tangerang, Banten 15137. Telp / no. WA: 0813-8305-2860


3. Queen Aquarium Air Laut Tangerang
Alamat: Jl. Raya Kedaung Barat ,no.98, Sepatan Timur, Tangerang, Banten 15520. Telp / no. WA: 0878-8884-0050


4. Istana Laut Akuarium
Tempat jual ikan hias air laut beserta perlengkapan pendukungnya seperti akuarium, pakan, garam sintetis, karang, pasir, filter, ciller dll. Lokasinya di Jalan Kalipasir Indah ,no.148, Sukasari, Tangerang kota 15118. Telepon: (021) 5517920


5. Galery Ikan Hias Rztmonster
Berada di Jl. Suryadarma RT.01 RW.02 Mekarsari, Neglasari, kota Tangerang 15129. Telpon WA: 0896-1914-4569


6. Aybe Aquarium cabang Pasar Ikan Hias Tangerang
Tempatnya di Jl. Dipati Unus ,no.14, Cibodas, kota Tangerang, Banten 15138. Telp / no. WA: 0898-9621-525


7. Panorama Aquarium
Alamat: Jl. KH Hasyim Ashari RT.02 RW.08 Buaran Indah, Tangerang kota. Telepon: (021) 55795643


8. Toko jual Ikan Cupang "Harmony" Bettafish Shop
Jalan Ciung Raya Blok AIE8 ,no.2, Marga Sari, Tigaraksa, Tangerang, Banten 15720. Telp / no. WA: 0852-8260-9937


9. Toko ikan hias Pikhacu Aquarium
Alamat: Jl. Sasmita ,no.2 Gerendeng, Karawaci, kota Tangerang, Banten 15113. Telp / no. WA: 0812-9007-1739


10. Ikan Cupang Hias 22 Cikupa
Toko ikan hias air tawar di Jalan Pasir Gadung Cikupa, Tangerang, Banten 15710. Nomor hp / WA: 0895-3319-33632


11. Galeri Ikan Cupang Hias Dan Aduan Bang Iduy
Terletak di Kampung Nagrak RT.03 RW.05 ,no. 37 Periuk, kota Tangerang, Banten 15131. Telp / no. WA: 0896-4773-0520


12. Persada Betta Fish
Jalan Brebes no.F6/21-22 Gembor, Periuk, kota Tangerang, Banten 15133. Telp / no. WA: 0812-1002-9290


13. Mutiara Aquarium
Toko jual kebutuhan yang hobi memelihara ikan hias di Jl. Raya Villa Tangerang Indah, Periuk, kota Tangerang. Telp / no. WA: 0856-1771-412


14. Central Ikan Hias Garuda
Peternakan ikan hias di Tangerang / tempat budidaya ikan mas koki, cupang, danio zebra, platy sunset, moly, guppy dll. Cocok sebagai sarana edukasi buat belajar beternak ikan hias
Komplek Garuda Jl. Kecapi ,no.3 Cipondoh, kota Tangerang, Banten 15148. Telp / no. WA: 0878-7104-7070


15. Farm Ikan Hias Louhan
Lokasi usaha di Kampung Pasir Awi ,no.87 Kel. Pasir Jaya, Cikupa, Tangerang, Banten. Telp: 0812-9554-1336


16. Palem Aquarium Dasana
Alamat: Jl. Dasana Indah Blok RF 6 ,no.15, Kel. Bojong Nangka, Kec. Kelapa Dua, Tangerang. Telp / no. WA: 0821-1479-3256


17. Palem Aquarium Curug
Tempat jual ikan tropis hias di Jln. Raya Binong ,no.51 Binong, Kec. Curug, Tangerang, Banten 15810. Telp / no. WA: 0821-1409-2414


18. Abil Aquarium & Alat Pancing
Alamat toko: Jl. Baru Regency II RT.01 RW.04, Kuta Jaya, Pasar Kemis, Tangerang, Banten 15560. Telp / no. WA: 0852-1383-9569


19. Apuy Ikan Hias Pasar Kemis
Tempat usaha di Kampung Cilongok Rt.05 RT.02, Sukamantri, Pasar Kemis, Tangerang. Telp / no. WA: 0895-0352-7042


20. Sinar Eka Aquarium Fish & Pet Shop
Alamat: Jl. Ruko Serpong Garden ,no.4 no 2 Cibogo, Kec. Cisauk, Tangerang, Banten 15344. Telp / no. WA: 0877-7164-6671



Sumber: https://www.alamatelpon.com/2021/05/toko-aquarium-jual-ikan-hias-tangerang.html


===
Baca juga:

Daftar Toko Ikan Hias Terdekat dan Terlengkap Di Sekitar Jakarta 2026

0
 
Daftar Toko Ikan Hias Terdekat danTerlengkap Di Sekitar Jakarta 2026



Campusnesia.co.id - Bagi sebagian warga perkotaan, hiruk-pikuk Jakarta yang padat dan dinamis sering kali menuntut adanya ruang relaksasi untuk melepas penat di rumah. Salah satu cara paling ampuh untuk menghadirkan suasana yang tenang dan menyegarkan di tengah ruang terbatas adalah dengan memelihara akuarium. 

Menjawab kebutuhan tersebut, berikut adalah daftar toko ikan hias terbaik dan terlengkap di sekitar Jakarta yang siap menyediakan berbagai jenis ikan eksotis, tanaman air, hingga perlengkapan akuarium untuk mempercantik sudut ruangan sobat ikan hias mania.


1. Super Koi Nusantara
Buat sobat yang lagi pengen memelihara aneka ikan hias mulai dari Koi, Koki, Axolotl, Channa, Cupang atau Oscar coba jangan lewatkan Toko Koi Nusantara, toko ini sangat cocok jadi tujuan pertama untuk sobat yang lagi nyari ikan hias untuk dipelihara. 

Ratingnya di Google dapat 5 bintang dengan 200+ ulasan, artinya banyak pelanggan yang puas kualitas produk dan pelayanannya.


Kalau mau ke toko Super Koi Nusantara langsung saja datang ke alamat Mahogany Grove Residence, Jl. Waru No. A1, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15310, bisa juga tanya-tanya dan konsultasi dahulu lewat whatsapp di nomor 0812-8091-2708 serta bisa lihat-lihat dulu dengan klik website resminya di superkoinusantara.com.



2. Pasar Ikan Hias Jatinegara
Alamat: 
RT.2/RW.6, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, 
Kota Jakarta Timur, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13310


3. Pasar Ikan Hias Sumenep Jakpus
Alamat: 
Jl. Sumenep No.2, RT.11/RW.4, 
Dukuh Atas, Menteng, Kec. Menteng, 
Kota Jakarta Pusat, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310


4. Pasar Ikan Hias Gunung Sahari ( Ex Kartini )
Alamat: 
Jl. Gn. Sahari 7A No.Timur, 
Gn. Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, 
Kota Jakarta Pusat, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10720



5. Pusat Promosi Ikan Hias Johar Baru
Alamat: 
Jalan Percetakan Negara II Blok H,
Johar Baru, RT.14/RW.10, RT.14/RW.10, 
Johar Baru, Kec. Johar Baru, Kota Jakarta Pusat, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10560



6.  Toko Ikan Hias Makaliwe Grogol Jakarta Barat 
Alamat: 
Jl. Dr. Makaliwe Raya No.41A, RT.5/RW.6, 
Grogol, Kec. Grogol petamburan, Jakarta, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11450



7. Pasar Ikan Hias Parung
Alamat: 
Jl. Ps. Parung No.1-20, Waru, 
Kec. Parung, Kabupaten Bogor, 
Jawa Barat 16330



8. Sentra Ikan Hias Cengkareng
Alamat: 
RT.1/RW.6, Cengkareng Timur
Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730



9. Toko Ikan Hias Hanggar Teras Pancoran
Alamat: 
Jl. Gatot Subroto Kav. 7, Mampang, 
RT.3/RW.4, Pancoran, Jakarta Selatan, 
Kota Jakarta Selatan, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12780


Sebagai penutup, memelihara ikan hias di tengah padatnya aktivitas perkotaan memang memberikan kepuasan tersendiri, namun ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar ikan tetap sehat dan air akuarium tidak cepat keruh.

Berikut adalah beberapa tips sederhana buat sobat ikan hias mania:

1. Perhatikan Kapasitas Akuarium
Jangan mengisi akuarium terlalu padat agar ikan memiliki cukup ruang gerak dan pasokan oksigen yang ideal.

2. Jaga Kualitas Air
Lakukan penggantian air secara berkala (sekitar 20–30% air akuarium setiap satu atau dua minggu sekali) dan gunakan filter yang sesuai dengan ukuran tangki.

3. Jangan Terlalu Sering Memberi Makan
Beri pakan secukupnya yang bisa habis dalam beberapa menit saja, karena sisa makanan yang menumpuk justru menjadi racun bagi ikan.


Oke sobat Campusnesia, demikian tadi postingan kita kali ini tentang Daftar Toko Ikan Hias Terdekat danTerlengkap Di Sekitar Jakarta 2026. Semoga bermanfaat sampai jumpa.


===
Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Peternak, KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro Gelar Pelatihan Budidaya Kelinci, Demonstrasi Pembuatan Pakan Komplit Pelet, dan Pengolahan Limbah Bernilai Ekonomis

0
KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro



Campusnesia.co.id - Kendal – Sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung pengembangan peternakan rakyat yang berkelanjutan, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 35 Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian program pemberdayaan peternak kelinci di Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Selama 45 hari pelaksanaan KKN, mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Anugrah Robby Pratama, S.Pt., M.Pt., drh. Siti Susanti, Ph.D., dan Prof. Yayuk Astuti, S.Si., Ph.D., menghadirkan berbagai program inovatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah usaha peternakan kelinci.

Salah satu program unggulan diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "SINAU TERWELU: Sosialisasi Pengembangan Potensi Peternakan Kelinci" yang diselenggarakan di Aula Balai Desa Pegandon pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 28 peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Kelinci Kendal Hebat.

Program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi peternak, mulai dari manajemen pemeliharaan, penyusunan ransum sesuai kebutuhan nutrisi ternak, hingga pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan pendekatan teori dan praktik, Tim KKN-T IDBU 35 berharap peternak mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D., Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, Prof. Sutaryo menjelaskan bahwa usaha ternak kelinci memiliki prospek yang sangat baik karena membutuhkan modal dan lahan yang relatif lebih kecil dibandingkan ternak ruminansia, namun memiliki tingkat reproduksi yang tinggi serta menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.

Gambar 1. Pemaparan materi oleh Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D. pada Seminar Pengembangan Potensi Peternakan Kelinci di Aula Balai Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.


Selain membahas aspek pembibitan, reproduksi, dan manajemen pemeliharaan, Prof. Sutaryo juga menekankan pentingnya penyusunan ransum yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ternak pada setiap fase pertumbuhan. "Penyusunan ransum harus mempertimbangkan kandungan nutrisi, ketersediaan bahan baku, dan aspek ekonomis agar mampu mendukung produktivitas ternak sekaligus menekan biaya produksi," jelas Prof. Sutaryo.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, Tim KKN-T IDBU 35 melaksanakan demonstrasi pembuatan pakan komplit berbentuk pelet pada Minggu (19/7/2026) di kandang mitra milik Bapak Anton. Demonstrasi dihadiri oleh peternak anggota Kelompok Kelinci Kendal Hebat yang secara langsung mempraktikkan proses formulasi, pencampuran bahan, pencetakan, pengeringan hingga pengemasan pelet.

Pakan komplit yang dikembangkan merupakan hasil formulasi dengan kandungan nutrisi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis ternak kelinci. Formula tersebut menggunakan bahan baku lokal seperti dedak padi, DDGS, molases, ampas susu kedelai, onggok, dan premix sehingga mampu menghasilkan pakan dengan kualitas yang baik namun tetap lebih ekonomis dibandingkan pakan pabrikan. Inovasi ini diharapkan dapat membantu peternak menekan biaya produksi yang selama ini didominasi oleh biaya pakan.

Tidak hanya berfokus pada pakan, Tim KKN-T IDBU 35 juga memberikan demonstrasi pemanfaatan limbah urin kelinci menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Peternak memperoleh pendampingan mulai dari proses penyaringan urin, pencampuran bahan menggunakan EM4, molase, dan air, proses fermentasi, hingga teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Gambar 2. Demonstrasi pembuatan pakan komplit pelet dan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urin kelinci oleh Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro kepada Peternak


Program ini tidak berhenti pada proses produksi semata. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, Tim KKN-T IDBU 35 juga merancang kegiatan lanjutan berupa pelatihan pemasaran digital, sehingga produk pupuk organik cair yang dihasilkan peternak nantinya dapat dipasarkan melalui media sosial maupun berbagai platform marketplace. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan kelompok peternak melalui pemanfaatan teknologi digital.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai formulasi pakan, proses fermentasi pupuk, hingga peluang pengembangan usaha peternakan kelinci ke depan.

Salah satu peserta, Bapak Muslih, mengaku sangat puas dan merasa terbantu dengan program yang dilaksanakan oleh Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai peternak. Kami tidak hanya mendapatkan ilmu mengenai pemeliharaan kelinci, tetapi juga belajar membuat pakan sendiri yang lebih hemat serta memanfaatkan limbah menjadi pupuk yang memiliki nilai ekonomi. Pendampingan seperti ini sangat kami butuhkan. Kami berharap Universitas Diponegoro dapat terus mendampingi kelompok kami, termasuk memberikan pelatihan pengolahan pangan berbasis daging kelinci sehingga produk yang dihasilkan semakin beragam dan mampu meningkatkan pendapatan peternak," ungkapnya.

Testimoni serupa juga disampaikan oleh sejumlah anggota Kelompok Kelinci Kendal Hebat yang menilai kegiatan KKN-T IDBU 35 memberikan manfaat nyata karena materi yang diberikan langsung dapat diterapkan di lapangan. Para peternak berharap sinergi antara Universitas Diponegoro dan kelompok ternak dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan, inovasi teknologi, serta penguatan pemasaran hasil peternakan.

Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, demonstrasi teknologi pakan, pemanfaatan limbah, hingga rencana pengembangan pemasaran berbasis digital, Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro berharap peternak kelinci di Desa Pegandon semakin mandiri, mampu meningkatkan efisiensi usaha, mengembangkan produk bernilai tambah, serta mewujudkan usaha peternakan kelinci yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing di era digital.


Editor:
Achmad Munandar

Praktik Pembuatan Tepung Kulit Bawang Putih

0



Campusnesia.co.idPada hari Jum’at bertempat di rumah Ibu ketua RT 02 telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Tepung Kulit Bawang Putih yang diikuti oleh ibu PKK RT 02 di RW 05 Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan limbah rumah tangga dan pertanian. Selain itu, dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan skala rumah tangga serta mendorong sistem peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai manfaat limbah kulit bawang putih serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung dengan menggiling lalu menyaring dengan saringan mess 40/60. Pengaplikasian tepung kulit bawang sebanyak 1% dari pakan yang diberikan.

Materi yang disampaikan oleh mahasiswi KKN Tematik Tim 15 Tabina Ara Bastari mengenai kulit bawang putih dipandang sebagai limbah rumah tangga dan pertanian yang menimbulkan bau tidak sedap, serta pencemaran lingkungan. Kulit bawang putih telah dilaporkan dapat sebagai pakan tambahan (feed additive) karena mengandung antioksidan berupa 35,99 mg/g polifenol, 14,60 mg/g flavonoid, dan 0,59 mg/g alisin. 

Ayam kampung memiliki karakter kanibal (suka mematuk teman sendiri hingga luka), Kanibalisme biasanya dipicu oleh stres lingkungan, defisiensi nutrisi, dan luka yang terbuka (warna merah darah memancing ayam lain). Kandungan pada kulit bawang putih memliki potensi untuk menanggulangi permasalah tersebut, karena polifenol berperan sebagai antioksidan yang mampu menekan stres oksidatif sehingga ayam menjadi lebih tenang dan tidak mudah agresif. 

Flavonoid membantu menstabilkan hormon stres, meningkatkan sistem imun, dan memperbaiki kesehatan kulit dan bulu sehingga mengurangi pemicu ayam saling mematuk. Alisin berfungsi sebagai antibakteri dan imunostimulan yang meningkatkan penyerapan nutrisi dan mempercepat penyembuhan luka sehingga dapat menekan perilaku kanibalisme pada ayam kampung. 
 

Hal ini ditambahkan oleh DPL KKN Tematik Nur Maulida Wahyuni, S.Pt., M.Pt. bahwa Kulit bawang putih merupakan limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ayam karena mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan alisin yang bersifat antioksidan dan antimikroba. 

Pemanfaatan kulit bawang putih dalam pakan dapat membantu menekan bakteri patogen di saluran pencernaan, meningkatkan kesehatan usus, serta mendukung sistem imun ayam.Dengan pengolahan yang tepat, seperti pengeringan, penghalusan, atau fermentasi, kulit bawang putih dapat diaplikasikan sebagai feed additive alami yang ramah lingkungan. Penggunaan bahan ini juga berkontribusi mengurangi limbah organik sekaligus menekan ketergantungan terhadap antibiotik sintetis dalam usaha peternakan ayam.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik dan pendampingan. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan kulit bawang putih diolah secara mandiri untuk mendukung kelestarian lingkungan dan kemandirian.

Kegiatan yang dilakukan oleh   KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahanan pangan.



Editor:
Achmad Munandar

Review Buku Novel Animal Farm, Siklus Otoritarian Yang Berulang

0
 


Campusnesia.co.id - Setelah sekian lama melihat sliweran di timeline twitter, akhirnya di moment 9.9 kemarin saya putuskan membeli buku novel populer berjudul Animal Farm.

Buku terbitan Bentang Pustaka ini merupakan versi terjemahan dari novel berjudul sama karya George Orwell diterbitkan pertama kali pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.

Memiliki tebal 400 halaman, novel ini bercerita tentang peristiwa yang terjadi di peternakan Manor milik Pak Jones. Pada suatau hari terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh para hewan ternak yang merasa selama ini dieksploitasi secara berlebihan dan diperlakukan tidak adil oleh si pemilik peternakan.

Pemberontakan dipimpin oleh sekelompok babi yang dianggap hewan paling cerdas di dalam peternakan. Diikuti oleh para hewan lain dari kuda, sapi, biri-biri, ayam, bebek hingga kucing dan burung.

Awalnya pemberontakan ini berjalan mulus, peternakan berhasil dikuasi oleh para binatang dan untuk sejenak mereka merdeka dari kekangan manusia, boleh lebih leluasa menikmati apa yang mereka hasilkan dari susu, telur hingga pakan jerami dan hasil kebun.

Atas dasar menjaga ketertiban dan keberlangsungan peternakan yang kini diganti namanya jadi Animal Farm - maknanya bukan secara harfiah peternakan hewan namun dimaksudkan berarti peternakan yang dikelola oleh dan untuk hewan - babi yang mendeklarasikan diri sebagai pemikir dan pemimpin membuat serangkain aturan dan rencana pengelolaan.

Awalnya semua berjalan baik-baik saja, hingga kehidupan di peternakan berdinamika dan bahaya laten sebuah perubahan adalah lahirnya bibit-bibit otoritarian baru.

Walau novel ini ditulis 80 tahun silam, entah mengapa drama yang dihadirkan terasa sangat dekat. 

Lewat perumpamaan revolusi (atau sebut saja rerformasi) yang terjadi di sebuah peternakan dan bagaimana kehidupan merdeka sesaat bergeser jadi tirani baru terasa sangat familiar dengan kondisi di berbagai negara belakangan ini.

Misalnya babi yang mengubah aturan demi keuntungan pribadi, keluarga dan golongannya. 

Maaf jika sedikit alur sudah ter-spoiler lewat tulisan di atas namun percayalah dengan jumlah halaman yang tak terlalu tebal (saya bisa menyelasaikannya dalam sekali duduk) masih banyak alur, kisah, drama dan intriks menarik lainnya dalam buku bovel ini.

Sangat rekomended buat yang butuh bacaan ringan di waktu senggang. 

Bagi sobat yang kebetulan lagi main ke Kabupaten Pati bisa mampir ke Pojok Baca Weron People di desa saya Tegalharjo dan bisa baca novel Animal Farm ini gratis.

Semoga bermanfaat, salam literasi dan sampai jumpa.


Penulis
Nandar.

Ini Ceritaku Memelihara Jangkrik Nostalgia Masa Anak-anak dan Peluang Usaha

0
 


Campusnesia.co.id - Masih segar diingatan saya, kala itu masih duduk di bangku kelas 4 SD waktu tren memelihara jangkrik merebak di desa saya.

Nyaris semua anak-anak memelihara jangkrik yang diletakkan dalam wadah khusus bernama Kranjen. Wadah ini terbuat dari susunan belahan bambu yang kemudian diikat dengan karet gelang pada pojok-pojoknya.

Jangkrik-jangkrik yang kami pelihara berasal dari alam, umumnya dari kebun singkong atau tebu yang di desa kami biasa disebut tegal atau tegalan.

Saat hari minggu atau sore sepulang sekolah bersama teman-teman mencari jangkrik, jika beruntung kami akan mendapatkan jangkrik dewasa yang sudah bersayap dan siap mengerik tapi kadang belum bersayapun kami bawa pulang karena dalam beberapa hari atau minggu akan tumbuj sayap.

Sebagai informasi jangkrik tumbuh layaknya ular, yaitu berganti kulit atau dalam bahasa jawa "mlungsungi".

Jenis-jenis Jangkrik

Banyak sekali jenis jangkrik di daerah kami, namun tidak semua dipelihara karena suara yang dihasilkan berbeda, diantara jenis yang populer yaitu Jaliteng dengan ciri-ciri tubuh dan sayap berwarna full hitam legam.

Berikutnya ada Jerabangan, ciri yang mudah dikenali adalah kakinya yang berwarna kemerahan.

Ada pula Gulogesem ciri yang melekat ada semacam garis kuning kecoklatan diantara kepala dan sayapnya.

Tiga jenis jangkrik di atas sangat populer karena suara kerikan yang dihasilkan nyaring dan konsisten. Sementara itu ada juga jenis Celering dengan suara mendayu-dayu namun kurang dari sisi power, jangkrik jenis ini punya ciri kepala dan sayapnya berwarna orange.

Makanan Jangkrik

Umumnya daun singkong kami berikan sebagai makanan pokok jangkrik peliharaan kami, sesekali diselingi dengan ketela atau sibgkong mentah yang diiris. Ada pula yang memberi makan rumput krokot dan yang agak ekstrim adalah cabe atau lombok konon katanya membuat jabgkrik ngerik lebih keras namun karena panas bisa membuat jangkrik cepat mati.

Budidaya Jangkrik

Masa anak-anak yang saya ceritakan di atas berlatar tahun 1998, kala itu belum banyak dan belum umum istilah ternak atau budidaya jangkrik.

Seingat saya ada satu pemuda yang sudah mencoba budidaya, konon kabar yang beredar telur jangkrik bisa dijual sebagai bahan baku konsmetik kecantikan dan anak jangkrik yang bekum bersayap yabg disebut Colontho bisa jadi pakan burung.

Sebagai anak-anak, saya dan beberapa temanpun penasaran, setelah kepo dan datang berkali-kali melihat kandang ternak jangkrik yang berupa box dari kayu dan triplek kamipun meniru dengan alat seadanya.

Dengan modal ember berisi pasir kami taruh sepasang jangkrik jantan dan betina, tak butuh waktu lama dalam hitungan hari di dalam pasir tersebut berisi telur-telur jangkrik yang bentuknya mirip beras namun jauh lebih kecil berwarna putih.

Saya lupa tepatnya berapa hari, setelah sekian lama telur-telur jangkrik berwarna putih tersebut berubah kecoklatan dan pada suatu pagi menetas jadi ratusan anak jangkrik berukuran sangat kecil, sekecil semut.

Nantinya anakan jangkrik ini akan tumbuh jadi colontho dan berevolusi jadi jangkrik lengkap dengan sayapnya.

Oh ya sebgai informasi, cara mudah membedakan jangkrik jantan dan betina bisa dilihat dari sayapnya. Jangkrik jantan bermotif dan bergelombang sedang betina polos dan halus di bagian ekornya jangkrik betina memiliki semacam jarum yang digunakan untuk bertelur sedangkang jangkrik jantan tidak punya.

Satu lagi, jabgkrik betina tidak bisa menghasilkan suara atau mengerik.

Flashbak di jaman kuno, para orangtua dan mbah-mbah saya juga sudah mengenal tren memelihara jangkrik. Berbeda dengan gerasi saya yang menggunakan Kranjen sebagai wadah, generasi Boomer menggunakan bumbung terbuat dari bambu juga namun utuh dengan lubang memanjang di samping sebagai jalan masuk udara, satu sisinya dilubangi dan disumpal atau ditutup dengan dauh singkong agar jangkrik tidak lari sekaligus stok makanan bagi si jangkrik.

Memelihara Jangkrik di era modern

Di tahun 2025 ini, sebagai nostalgia saya coba memilhara jangkrik lagi. Berawal saat nongkrong berama teman dan secara impulsif di ajak main ke ladang sibgkong di malam hari. Kami mencari sumber suara kerikan jangkrik dan voila seekor jangkrik jenis Gulo Gesem berhasil kami tangkap.

Jangkrik tersebut saya masukan ke aquarium bekas ikan cupang, dasarnya saya beri sedikit pasir malang dan dedaunan kering terutama daun pisang yang disebut klaras.

Sebagai bahan makanan saya coba berikan beberapa jenis pakan dari daun klaras, daun singkong, rumput krokot hingga kacang dan irisan singkong.

Saat artikel ini saya tulis, setidaknya sang jangkrik sudah satu bulan berada di aquarium yang lebih mirip terarium karena saya berikan juga tanaman hidup seperti paku-pakuan.

Setiao hari konsisten ngerik, hampir bisa dipastikan saat malam hari dari tengah malam hingga pagi hari mereka mengerik bergantian membuat malam yang sepi jadi ramai kembali, kalau anak jamann sekarang layaknya ASMR suara alam tapi alami bukan dari spotify atau Youtube Music.

Selain jadi hiburan saat tidur di malam hari, suara jangkrik konon juga bisa jadi pengusir alami tikus, cara ini sudah digunakan oleh nenek moyang kami sejak jaman kuno. Jangkrik-jangkrik ditaruh dalam wadah bumbung bambu dan diletakan di lumbung padi agar persediaan gabah tidak dimakan tikus.

Peluang Bisnis Ternak Jangkrik

Selain dipelihara sebagai hiburan dan persediaan pakan burung, jangkrik bisa jadi alternatif peluang bisnis.

Cara perawatannya mudah, biaya modal awalnya murah dan kebutuhan pasarnya masih besar.

Sobat bisa menjual hasil ternak jangkrik sebagai pakan burung, ikan hias predator seperti chana dan arwana.

Di masa depan jangkrik juga punya potensi sebagai bahan makanan penghasil asupan protein. Hal ini sudah bisa ditemukan di beberapa daerah yang mengolah jangkrik sebagai rempeyek dan bakso.


Oke sobat Campusnesia saya kira sampai di sini dulu tulisan saya, semiga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar

Tim Universitas Diponegoro Berikan Sosialisasi dan Pelatihan Peternakan di Sumatera Selatan

0
 


Campusnesia.co.idEmpat Lawang, 1 September 2025 – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan peternakan di Desa Kebanjati, Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi peternakan yang selama ini belum tergarap secara maksimal, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui integrasi sektor pertanian dan peternakan.


Potensi Besar, Namun Belum Tergarap

Desa Kebanjati memiliki sumber daya alam yang melimpah. Lahan perkebunan yang luas ditanami jagung, kopi, cokelat, serta buah-buahan seperti jeruk dan pepaya. Hasil panen ini sejatinya mampu menopang perekonomian masyarakat. Namun, kenyataannya produk pertanian tersebut masih dijual melalui tengkulak atau broker. Akibatnya, harga hasil pertanian sering dimonopoli dan petani tidak memperoleh keuntungan yang layak.

Sementara itu, sektor peternakan di Kecamatan Pasemah Air Keruh belum berkembang. Sebagian warga hanya memelihara ternak dalam skala rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti ayam atau kambing yang dilepas di pekarangan. Tidak ada usaha peternakan yang dikelola secara intensif dan profesional. Padahal, permintaan daging dan telur di daerah ini cukup tinggi, bahkan sebagian besar pasokan masih didatangkan dari daerah tetangga, yakni Bengkulu dan Padang.

“Potensi desa ini sebenarnya sangat besar. Lahan tersedia, bahan pakan dari limbah pertanian juga melimpah. Jika dikembangkan secara serius, sektor peternakan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ungkap Anugrah Robby P., S.Pt., M.Pt., dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip sekaligus ketua tim pengabdian.


Tujuan Pengabdian: Integrasi Pertanian dan Peternakan

Melihat kondisi tersebut, tim Undip hadir memberikan penyuluhan mengenai pentingnya mengembangkan usaha peternakan secara terpadu. Dalam penyuluhan, tim pengabdian menjelaskan konsep pertanian-peternakan berkelanjutan, yaitu sistem yang memadukan kedua sektor agar saling menguntungkan.

Dalam konsep ini, ternak dipelihara secara intensif untuk menghasilkan daging, susu, atau telur. Limbah ternak kemudian diolah menjadi pupuk organik yang bisa digunakan untuk menyuburkan lahan perkebunan jagung, kopi, maupun buah-buahan. Sebaliknya, limbah hasil pertanian seperti tongkol jagung, kulit kopi, dan dedaunan dapat diolah kembali menjadi pakan ternak. Dengan siklus ini, tidak ada limbah yang terbuang, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Selain meningkatkan pendapatan, pola integrasi ini juga ramah lingkungan. Limbah bisa diolah, ketergantungan pada pupuk kimia berkurang, dan petani bisa mendapatkan nilai tambah dari usaha ternak yang sebelumnya belum ada.


Pelatihan Teknis: Dari Sapi hingga Ayam

Selain penyuluhan, kegiatan pengabdian juga diisi dengan pelatihan teknis peternakan yang aplikatif. Materi yang diberikan meliputi:

• Pelatihan pemeliharaan sapi dan pembuatan pakan sapi.
Warga diajarkan cara pemeliharaan sapi potong secara intensif, mulai dari pemilihan bibit, manajemen kandang, hingga pemberian pakan. Selain itu, tim juga memberikan praktik pembuatan pakan sapi berbasis limbah pertanian, seperti jerami jagung dan dedaunan, agar lebih hemat biaya.

•Pelatihan beternak ayam petelur dan broiler.
Tim memberikan penjelasan tentang manajemen pemeliharaan ayam petelur untuk produksi telur dan ayam broiler untuk produksi daging. Materi meliputi tata laksana kandang, pemilihan bibit unggul, tata cara pemberian pakan, hingga pengendalian penyakit.

•Pembuatan pupuk kompos dari limbah peternakan dan pertanian.
Masyarakat diajak untuk mengolah kotoran ternak sapi, kambing, maupun ayam, serta limbah organik dari pertanian menjadi pupuk kompos padat yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

• Pembuatan pupuk cair organik dari urin sapi dan kambing.
Tim juga melatih warga memanfaatkan limbah cair ternak, khususnya urin sapi dan kambing, untuk diolah menjadi pupuk cair organik. Pupuk ini bermanfaat bagi tanaman perkebunan seperti kopi, cokelat, dan jeruk yang menjadi andalan Desa Kebanjati.


Respon Masyarakat: Harapan untuk Pendampingan

Warga Desa Kebanjati menyambut baik kegiatan ini. Banyak yang baru memahami bahwa ternak bisa dipelihara secara intensif dan dikelola dengan sistem berkelanjutan. Selama ini, masyarakat lebih fokus pada hasil perkebunan tanpa melihat potensi limbahnya untuk dijadikan pakan atau pupuk.

Masyarakat merasa senang dengan adanya penyuluhan dan pelatihan ini. Selama ini belum ada program pemberdayaan pertanian yang menyentuh langsung masyarakat, apalagi yang mengaitkan pertanian dengan peternakan. Masyarakat Desa Kebanjati berharap ada pendampingan berkelanjutan agar desa bisa berkembang


Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat

Kegiatan ini tidak hanya sekadar program pengabdian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat desa. Selama ini program pemberdayaan di Desa Kebanjati masih sangat terbatas. Melalui pengabdian ini, Tim Universitas Diponegoro ingin membawa ilmu dari kampus untuk diterapkan di masyarakat, sehingga bisa langsung dirasakan manfaatnya. Hal ini sejalan dengan semangat Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan peternakan di Pasemah Air Keruh. Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa Kebanjati berpotensi menjadi contoh desa yang berhasil menerapkan integrasi pertanian dan peternakan secara berkelanjutan, sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat.



Editor:
Achmad Munandar

KKN Undip Kenalkan Alat Monitoring Air untuk Budidaya Lele Gunungpati

0
 

Mahasiswa KKN Tim 97 Undip memperlihatkan alat monitoring air yang terdiri dari tiga sensor: pH, TDS, dan turbidity sebelum digunakan di kolam budidaya Mina Lancar, Senin (30/6). (Sumber: Audia Syafira/Citizen Journalism)


Campusnesia.co.id - Citizen Journalism - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 97 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan pengabdian bertema “Pengembangan Technopreneurship Pembudidaya Ikan Lele” di Rukun Warga (RW) 10, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah pengenalan alat monitoring kualitas air kepada pembudidaya lele di Sentra Mina Lancar Pembesaran, Senin (30/6).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan dan menyerahkan alat digital monitoring kualitas air yang terdiri atas tiga sensor utama, yakni sensor Potential of Hydrogen (pH) yang berguna untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan air, lalu sensor Total Dissolved Solids (TDS) yang berguna untuk mengukur kadar zat terlarut, dan terakhir sensor turbidity meter yang berguna untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Data hasil pengukuran ditampilkan secara langsung pada layar digital Liquid Crystal Display (LCD) dan smartphone yang menyertakan status kondisi air seperti “Bersih” atau “Kotor” berdasarkan parameter yang terbaca.

Menurut (Tumwesigye et al., 2022), air kolam yang ideal sangat penting untuk pertumbuhan lele. Berdasarkan penelitian untuk budidaya tilapia dan catfish, pH optimal berada antara 6,5–8,5, dan nilai TDS serta turbidity yang rendah membantu menjaga kesehatan ikan dan efisiensi pakan. Studi lain juga menunjukkan bahwa sistem monitoring real-time dengan sensor pH, Total Padatan Terlarut (TDS), turbidity terbukti akurat dengan tingkat presisi hingga 98% dan sangat efektif dalam mengontrol kualitas air (Sugiharto et al., 2023).


Pengujian langsung alat monitoring oleh mahasiswa KKN di kolam pembesaran Mina Lancar, Senin (30/6). (Sumber: Audia Syafira/Citizen Journalism)

Salah satu pembudidaya, Muchlisin, menyatakan ketertarikannya terhadap alat tersebut, meskipun dirinya mengaku sebelumnya pernah mencoba alat pH manual. “Udah pernah pakai alat pH, tapi karena masih manual, jadi sudah enggak pakai lagi. Sekarang kalau mau lihat pH air ya cuma lihat dari warna airnya aja,” ungkapnya.

Melalui pengenalan alat ini, tim KKN berupaya meningkatkan kesadaran peternak terhadap pentingnya pemantauan kualitas air berbasis data. Tidak hanya digunakan untuk pengecekan sekali waktu, alat ini dapat dipakai secara rutin untuk pengambilan teknis seperti penggantian air, pemberian aerasi, atau pengaturan padat tebar.

Penelitian lain juga memperlihatkan efektivitas Internet of Things (IoT)-based monitoring terhadap produktivitas budidaya. Sistem monitoring pH, suhu, dan turbidity secara real-time mendukung pengelolaan kolam yang lebih baik serta respons cepat terhadap perubahan lingkungan mengingat bahwa kualitas air dapat mempengaruhi berat dan ukuran ikan secara signifikan (Sung et al., 2023). 

Penerapan alat monitoring ini di Mina Lancar menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan teknologi dalam skala usaha kecil menengah. Dengan teknologi yang mudah digunakan dan memiliki keakuratan tinggi, proses budidaya menjadi lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga membuka peluang agar mereka lebih sadar akan technopreneurship sederhana, tetapi berdampak nyata terhadap usaha pembesaran ikan lele.



Penulis:
Angela Constantine Chandra, Tjan 
Mahasiswa S1 Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar


Referensi:
Sugiharto, W. H., Susanto, H., & Prasetijo, A. B. (2023). Real-Time Water Quality Assessment via IoT: Monitoring pH, TDS, Temperature, and Turbidity. Ingenierie Des Systemes d’Information, 28(4), 823–831. https://doi.org/10.18280/isi.280403

Sung, W. T., Isa, I. G. T., & Hsiao, S. J. (2023). An IoT-Based Aquaculture Monitoring System Using Firebase. Computers, Materials and Continua, 76(2), 2180–2200. https://doi.org/10.32604/cmc.2023.041022

Tumwesigye, Z., Tumwesigye, W., Opio, F., Kemigabo, C., & Mujuni, B. (2022). The Effect of Water Quality on Aquaculture Productivity in Ibanda District, Uganda. Aquaculture Journal, 2(1), 23–36. https://doi.org/10.3390/aquacj2010003

Pemetaan Peternakan dan Lahan Dusun Sikandri, Dasar Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

0
 


Campusnesia.co.idDusun Sikandri, Batang - Tim KKN Universitas Diponegoro Tahun 2025 telah memasang Plang Peta Penggunaan Lahan dan Sebaran Titik Peternak di Dusun Sikandri, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar. Peta yang dipasang di tempat strategis ini bertujuan memberikan informasi visual yang mudah dipahami oleh seluruh warga, termasuk perangkat dusun dan kelompok tani-peternak. 
 
Peta ini merupakan hasil dari program pemetaan penggunaan lahan dan peternakan oleh mahasiswa KKN-T tim 41 Daffa Bintang Arkannuda mahasiswa dari Program Studi Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan., yang dilakukan dengan metode survei GPS dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak GIS (ArcGIS). Peta ini juga menjadi bagian dari pendukung data peternak yang dikumpulkan oleh tim multidisiplin, termasuk kegiatan pendataan peternak, produksi dan pelatihan UMMB (Urea Molases Mineral Block). “Pemetaan ini tidak hanya sebagai dokumentasi visual wilayah, tetapi juga memberikan gambaran menyeluruh mengenai persebaran peternak dan karakteristik lahan di Dusun Sikandri. Peta ini nantinya dapat digunakan untuk perencanaan distribusi pakan, penempatan fasilitas penyimpanan UMMB, hingga bahan pertimbangan pengembangan UMKM peternakan ke depannya,” jelas Daffa.


Program ini mendukung kegiatan pendataan peternak yang dilakukan anggota tim lainnya, dan menjadi dasar dari berbagai intervensi penguatan kapasitas peternak, mulai dari pelatihan pembuatan suplemen pakan UMMB, edukasi hukum transaksi ternak, pencatatan keuangan, hingga digitalisasi branding produk. Dengan adanya pemetaan ini, warga dusun kini memiliki sarana informasi berbasis spasial yang membantu mereka mengenali wilayah sekitar, memetakan potensi dan masalah, serta menjembatani komunikasi antar peternak. Kegiatan ini juga mendukung upaya menjadikan Dusun Sikandri sebagai model integrasi peternakan rakyat dan IPTEK berbasis komunitas. “Kami berharap data ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah desa maupun lembaga pendukung untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam pengembangan ketahanan pangan lokal,” tambahnya. 

Program ini tidak berdiri sendiri. Kolaborasi antar mahasiswa lintas disiplin dari bidang akuntansi, hukum, biologi, kedokteran, hingga teknik membentuk pendekatan menyeluruh dalam menciptakan sistem peternakan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga keberlanjutan, kesehatan, legalitas, dan ekonomi rumah tangga. Melalui UMMB sebagai suplemen pakan dan perbaikan manajemen peternakan berbasis data, KKN Tim Dusun Sikandri membuktikan bahwa integrasi antar keilmuan dapat membawa perubahan nyata bagi ketahanan pangan desa.



Editor:
Achmad Munandar

Pencatatan Keuangan Sederhana: Langkah Awal Menuju Peternakan Mandiri di Dusun Sikandri

0
 


Campusnesia.co.idDusun Sikandri, Batang - Dusun Sikandri, yang terletak di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, merupakan salah satu kawasan dataran tinggi dengan kontur alam subur dan curah hujan yang tinggi. Dengan kondisi geografis seperti ini, mayoritas warganya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan. Namun, meskipun memiliki potensi agraria yang besar, pengelolaan sektor peternakan di dusun ini masih bersifat tradisional, terbatas, dan belum menyentuh pendekatan manajerial yang sistematis. Salah satu ciri khas peternakan di Sikandri adalah dominasi ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba, yang dikelola dalam skala rumah tangga. Hampir setiap kepala keluarga di dusun ini memiliki satu atau dua ekor ternak sebagai sumber pendapatan tambahan, tabungan hidup, atau cadangan darurat. 

Sayangnya, potensi ekonomi dari usaha ternak ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ketidaktahuan tentang pengelolaan usaha, minimnya pencatatan keuangan, dan ketergantungan pada metode warisan menyebabkan sebagian besar peternak di Dusun Sikandri tidak benar-benar mengetahui apakah usaha mereka memberikan keuntungan atau justru menyebabkan kerugian. Hal inilah yang melatarbelakangi Tim KKN Tematik Universitas Diponegoro 2025 memilih Dusun Sikandri sebagai lokasi implementasi program multidisiplin bertema “Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Optimalisasi Pengelolaan Ternak Ruminansia Kecil.”

Program ini merupakan kolaborasi lintas keilmuan dari mahasiswa berbagai fakultas, yang hadir untuk mengintegrasikan pendekatan teknis, edukatif, sosial, dan manajerial dalam membenahi sistem peternakan di dusun tersebut. Beberapa program di antaranya mencakup edukasi kesehatan ternak dan lingkungan, pelatihan pembuatan pakan suplemen UMMB (Urea Molases Mineral Block), pemetaan kandang dan jumlah ternak, hingga penguatan kapasitas warga dalam memahami aspek hukum dalam transaksi ternak dan perjanjian bagi hasil. Keseluruhan kegiatan ini diarahkan untuk membangun model peternakan desa yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan zaman. 

Dari keseluruhan rangkaian program tersebut, salah satu kontribusi utama datang dari Bagus Puji Prayogi, mahasiswa dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Bagus mengambil peran penting dalam memberikan edukasi dan pelatihan tentang pembukuan keuangan sederhana untuk peternak ruminansia kecil. Dalam praktiknya, Bagus turun langsung ke masyarakat, mengadakan diskusi kelompok dengan para peternak, lalu menyusun dan mendemonstrasikan format pembukuan manual yang mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan.

 
Melalui pelatihan ini, warga peternak diperkenalkan pada cara mencatat pengeluaran harian seperti pembelian pakan, obat-obatan, serta biaya perawatan kandang, disertai dengan pencatatan pemasukan hasil penjualan ternak. Format pembukuan yang dikenalkan sangat sederhana - cukup menggunakan buku tulis, kolom pemasukan, pengeluaran, dan saldo - namun mampu memberikan pandangan nyata mengenai arus keuangan mereka. Selain itu, Bagus juga mengajarkan peternak membuat laporan laba-rugi sederhana untuk menilai apakah usaha mereka benar-benar memberikan profit dalam periode tertentu. Edukasi ini disampaikan secara partisipatif, dengan simulasi kasus nyata yang diangkat dari pengalaman peternak setempat, sehingga mereka merasa relevan dan mudah memahami manfaatnya.

Tak berhenti di situ, Bagus juga memberikan wawasan dasar mengenai pentingnya legalitas usaha dan kesadaran pajak secara ringan. Menurutnya, meskipun sebagian besar peternak di Dusun Sikandri belum dalam skala UMKM formal, namun membiasakan pencatatan dan memahami peran legalitas adalah langkah strategis menuju kemandirian ekonomi desa. Dalam jangka panjang, peternak yang memiliki catatan rapi akan lebih mudah mengakses program bantuan pemerintah, kredit usaha, dan bertransformasi menjadi pelaku ekonomi produktif yang diakui secara administrasi. 
 

Dalam wawancaranya, Bagus menyatakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar mengajarkan cara mencatat angka, tetapi mengubah cara pandang peternak terhadap usahanya. "Selama ini, banyak peternak tidak tahu apakah usaha ternaknya menguntungkan atau tidak. Dengan pembukuan sederhana, mereka bisa melihat sendiri kondisi usahanya dan merencanakan langkah selanjutnya," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan mencatat secara konsisten dapat menjadi kebiasaan yang menular dan mengakar dalam budaya usaha masyarakat desa.

Melalui sinergi antara edukasi pencatatan keuangan, perbaikan nutrisi ternak, dan pendataan sistematis, kegiatan KKN Tematik Multidisiplin UNDIP di Dusun Sikandri menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan ilmu pengetahuan dapat membawa dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa. Dari pencatatan sederhana yang dikenalkan oleh Bagus Puji Prayogi, lahirlah kesadaran baru bahwa usaha ternak bisa dikelola secara profesional, meskipun dalam skala kecil. Harapannya, langkah kecil ini bisa menjadi awal dari terbentuknya peternakan rakyat yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan sebagai bagian dari ketahanan pangan lokal.



Editor:
Achmad Munandar