Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri kampus. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri kampus. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

15 Rekomendasi yang Wajib di Coba Tempat Bukber Iftar Terdekat di Tembalang Semarang

0
 


Campusnesia.co.id  - Selama bulan ramadhan tahun ini sudah dapat undangan bukber berapa kali? memang buka bersama jadi salah satu kegiatan yang sering diadakan saat bulan puasa.

Selama sebulan bisa jadi lebih dari satu kali karena circle yang beda-beda, bukber angkatan, bukber organisasi himpunan mahasiswa, bem atau ukm. Belum lagi jika punya organisasi kedaerahan.

Tujuannya bagus, mempererat tali silaturahmi dan mumpung bulan ramadhan sekalian ajang bertemud sambil buka puasa.

Lewat postingan kali ini berikut kami hadirkan 15 Rekomendasi yang Wajib di Coba Tempat Bukber Terdekat di Tembalang Semarang. 

Apa saja? ini dia daftarnya:


1. SBC Spesial Cah Kangkung Undip
Dengan menu spesial yaitu cah kangkung sobat bisa pesan menu lainnya dari aneka olahan ayam hingga ikan. Lokasinya berada di Jl. Banjarsari No.57, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275. 




2. Waroeng Spesial Sambal "SS" Tembalang
Jika sobat suka berbuka dengan menu yang banyak pilihannya, Waroeng Spesial Sambal atau SS bisa jadi pilihan. Seperti namanya banyak varian sambal yang bisa dicoba, rekomendasi dari saya cobain sambal jamur tapi bagi yang tidak suka pedas perlu dipertimbangkan lagi. Lokasinya berada di Jl. Tirto Agung No.32, Pedalangan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50268.




3. Selaras Resto
Konsepnya bisa lesehana dan duduk seperti dua warung sebelumnya, warung selaras punya sejarah panjang di Tembalang. Lokasinya berada di Jl. Mulawarman Raya No.69, Kramas, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50278.




4. Warung Lesehan Fifty Fifty Sumurboto Banyumanik
Menghadirkan aneka hidangan seafood, ayam, dan nasi tradisional khas Indonesia disajikan di tempat yang luas dan simpel. Lokasinya Jl. Ngesrep Tim. V No.118, Sumurboto, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50269 persis pinggir jalan samping gedung arsip.



5. Warung Lombok Idjo Setiabudi
Sesuai namanya banyak menu dengan varian sambal, tempat nyaman dan luas cocok buat buka bersama. Lokasinya berada di Jl. Setia Budi No.63 A, Tinjomoyo, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50262.



6.  Warung Super Penyet
Sedia aneka olahan penyet, tempat luas dan harga terjangkau cocok buat ngajak bukber bahkan sampai satu angkatan. Lokasinya ada di Jl. Gajahmada No.87, Kembangsari, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50133.



7. Warung Lawuh Ndeso Tembalang
Mengangkat tema masakan jawa sehat tanpa msg, lokasinya berada di Jl. Tembalang Baru IV No.35, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275. 


8. Waroeng Laden 
Masih mengangkat tema serupa yaitu budaya jawa, sobat pasti suka dengan suasananya. Lokasinya ada di Jl. Raya Sendangmulyo No.21, Mangunharjo, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50272


9. Burjo Bintang Pagi Tembalang 
Konon katanya merupakan favorit rekan-rekan mahasiswa, lokasinya ada di Jl. Imam Soeparto No.112a, Bulusan, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50277.


10. Kopi Nako Semarang Tembalang 
Kafe Kekinian yang bisa juga buat bukber dengan akses jalan utama yang ramai, lokasinya di sini Jl. Ngesrep Tim. V, Sumurboto, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50269.



11. Embun Senja Coffee n Eatery 
Cocok buat acara bukber, rapat hingga gathering. Lokasinya berada di Jl. Durian Raya, Pedalangan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50264. Menu scan pake QR dan bayar dulu sebelum diantar.



12. Treetales Coffee & Eatery by Taman Teduh
Alamatnya ada di Jl. Tirto Usodo Tim. No.29, Pedalangan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50268. Parkir luas di dalamnya ada kolam ikan koi dengan gemericik air yang menenangkan.


13. The Ambaru Coffee and Eatery
Alamat ada di Jl. Mangunharjo, Sambiroto, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50276. Ada pilihan indoor dan outdoor untuk menikmati view Kota Semarang yang indah sambil bukber.


14. Waroeng Steak And Shake Tembalang
Lokasinya berada di Jl. Ngesrep Tim. V No.65, Sumurboto, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50269. Dekat dari kampus Undip persis di pinggir jalan, tempat bersih dan rapi tersedia musholla.


15. Warung Lesehan Aldan Cabang Semarang
Lokasinya ada di l. Ngesrep Tim. V No.44, Sumurboto, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50269. Rasa enak, harga terjangkau, tempat luas, pelayanan cepat, ramah. 



Demikia tadi sobat pembaca postingan kita kali ini tentang15 Rekomendasi yang Wajib di Coba Tempat Bukber Terdekat di Tembalang Semarang. Pastikan survey dan pesan tempat dulu beberapa hari sebelumnya untuk memastikan masih ada tempat dan jangan berangkat jelang buka puasa karena saat mendekati magrib tahu sendiri jalanan Tembalang di bulan ramadhan sangat padat merayap bahkan sering kali macet.

Daftar Tempat Sewa Perlengkapan Naik Gunung Camping Kemah Terdekat Sekitar Tembalang Semarang

0
 



Campusnesia.co.id - Penat dengan kegiatan kampus dan tugas kuliah yang seabrek? aktifitas outdoor seperti hiking dan camping bisa jadi solusi untuk keluar sejenak dari kejebuhan tersebut.

Namun perlu dicatat sebelum melakukan aktifitas outdoor harus melakukan persiapan yang matang dan membawa alat yang memadai agar berjalan dengan lancar.

Perlengkapan seperti tenda, sleeping bag, matras, kompor portable, gas kaleng dan alat makan minum wajib punya. Sayangnya memang tidak semua orang memiliki semua alat tersebut dan untuk kegiatan yang hanya sesekali dijalani rasanya membeli bukan jadi opsi.

Tapi tenang, saat ini sudah banyak toko yang melayani jasa sewa perlengkapan camping sehingga sobat bisa menghemat biaya healing.

Sebagai informasi, Camping yang dalam bahasa Indonesia artinya berkemah adalah aktivitas rekreasi luar ruangan dengan menginap di alam terbuka - seperti hutan, gunung, atau pantai - menggunakan tenda, campervan, atau tempat berlindung sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk menikmati alam, relaksasi, atau beristirahat dari keramaian kota.

Lewat postingan kali ini, berikut kami hadirkan informasi tentang Daftar Tempat Sewa Perlengkapan Camping Kemah Terdekat Sekitar Tembalang Semarang.


1. Ciwambha Adventure Rental Outdoor
Alamat: 
Jl. Sumurboto I No.33, Sumurboto, Kec. Tembalang
Kota Semarang, Jawa Tengah 50269

Jam Buka: pukul 07.00-22.00 WIB.
Telepon: 0896-9196-1445


2. Pandanaran Outdoor Travelling (Rental Alat Camping)
Alamat: 
Perum, Jl. Plamongan Hijau Jl. Plamongan Indah No.A 34
Pedurungan Kidul, Kec. Pedurungan, Kota Semarang
Jawa Tengah 50192

Jam Buka: 07.00–22.00 wib
Telepon: 0857-2500-5152



3. Amfibi Outdoor Rental Alat Outdoor Semarang
Alamat: 
Jl. Bukit Beringin Bar., Tambakaji, Kec. Ngaliyan
Kota Semarang, Jawa Tengah 50181

Jam Buka: 07.00-22.00 wib
Telepon: 0889-3305-191



4. WB Outdoor Sewa Alat Camping Semarang 
Alamat: 
Jl. Taman Suryokusumo IV Pasar PKL Selter 1 Blok H no.13-14
Muktiharjo Kidul, Kec. Pedurungan
Kota Semarang, Jawa Tengah 50197

Jam Buka: pukul 10.00-20.00 wib
Telepon: 0877-8910-5550



5. Rental Ooutdoor Semarang
Alamat:
Jl. Kauman, Banjardowo, Kec. Genuk
Kota Semarang, Jawa Tengah 50117

Jam Buka: 24 jam
Telepon: 0896-2103-1999



6. Gearpin - Rental Alat Outdoor dan Pendakian Semarang
Alamat: 
Jl. Tirto Usodo Baru, Tembalang, Pedalangan
Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50268

Jam buka: 09.00–22.00 wib
Telepon: 0851-8509-0238



7. Elnino Adventure - Rental Alat Outdoor Semarang
Alamat: 
Jl. Gondang Tim. III No.9, RT.2/RW.2, Bulusan
Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50277

Jam buka: 08.00–21.00 wib
Telepon: 0851-6292-9770



8. SiiKelx Adventure (Rental Alat Outdoor/Camping) di Semarang
Alamat: 
Jl. Setia Budi No.208, Srondol Wetan
Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50263

Jam buka: 09.00–21.00 wib 
Telepon: 0812-2639-0931


9. Rental Tenda tembalang
Alamat: 
Jl. Tembalang Baru I No.86, Tembalang
Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275

Jam buka: 09.00–22.00 wib
Telepon: 0811-7385-969



10. Kedai Jelajah Semarang
Alamat: 
Jl. Sipodang No.8 C, Bulusan
Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275

Jam buka: 07.00–21.00 wib
Telepon: 0857-2926-3830



Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Daftar Tempat Sewa Perlengkapan Naik Gunung Camping Kemah Terdekat Sekitar Tembalang Semarang, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar  



===
Baca juga:

SMK di Pangandaran Bangkit Hadapi Industri 4.0: Guru dan Siswa Dibekali Teknologi Robot Kolaboratif

0
 
Politeknik Manufaktur Bandung Hadirkan “Teaching Aid Cobot” untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan SMK


Campusnesia.co.id - Padaherang, Pangandaran - Di tengah pesatnya transformasi industri 4.0, SMK Negeri 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tak ingin ketinggalan bersama Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung) menggelar program pelatihan intensif pengenalan teknologi Collaborative Robot (Cobot) bagi guru dan siswanya. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru SMK dalam mengintegrasikan Cobot ke dalam pembelajaran berbasis praktik, membekali siswa SMK dengan keterampilan operasional dan pemrograman Cobot, dan membangun kolaborasi antara SMK, perguruan tinggi (Politeknik Manufaktur Bandung), dan industri untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi. Tujuan ini selaras dengan SDGs (Pendidikan Berkualitas, Pekerjaan Layak, Industri-Inovasi-Infrastruktur, Berkurangnya Kesenjangan), IKU perguruan tinggi, dan Asta Cita nasional.


Menjawab Kesenjangan Kompetensi

Revolusi Industri 4.0 menuntut transformasi di sektor pendidikan vokasi khususnya SMK untuk mencetak lulusan yang siap kerja, salah satu tantangan yang dihadapi yaitu kesenjangan kompetensi antara lulusan SMK dengan kebutuhan industri, terutama dalam penguasaan teknologi mutakhir seperti Collaborative Robot (Cobot). SMK Negeri 1 Padaherang, sebagai mitra, memiliki fasilitas dasar otomasi namun belum memiliki trainer Cobot dan kompetensi guru dalam teknologi ini masih terbatas. Hal ini berpotensi memperlebar skill gap dan menghambat transformasi industri nasional.

Program pengabdian masyarakat Polman Bandung hadir menjawab tantangan itu. Tim yang dipimpin oleh Sarosa Castrena Abadi S.Pd., M.T., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Informatika Industri Jurusan Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika, bersama anggota tim Dosen dan Mahasiswa merancang dan membangun Teaching Aid Collaborative Robot khusus untuk SMK Negeri 1 Padaherang. Alat ini bukan sekadar robot, tapi sistem pembelajaran lengkap yang terintegrasi dengan PLC dan HMI - menyerupai lingkungan kerja industri sesungguhnya.


Pelatihan Intensif, Hasil Nyata

Sebanyak 34 peserta - gabungan guru dan siswa terpilih - mengikuti pelatihan selama 3 hari penuh. Materinya padat: mulai dari dasar-dasar Cobot, pemrograman gerakan, hingga integrasi sistem otomasi industri.

Yang menarik, pelatihan ini bukan sekadar teori. Peserta langsung praktik menggunakan Teaching Aid Cobot. Mereka belajar memprogram robot untuk mengambil, memindahkan, dan menyortir objek - simulasi nyata yang biasa ditemui di pabrik modern. 

Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata peningkatan kompetensi sebesar 31% -. Beberapa peserta pun yang terdiri dari 1 Guru dan 3 Siswa mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi Bersama LSP OMI (Otomasi Mekatronika Indonesia) dan dinyatakan lulus dan menerima Sertifikat Kompetensi.


Dukungan Mahasiswa dan Kolaborasi Nyata

Program ini juga melibatkan mahasiswa Polman Bandung sebagai asisten pelatih dan teknisi lapangan. Mereka terlibat dalam perancangan, perakitan, hingga pendampingan teknis - wujud nyata dari IKU 2 Kemdikbudristek: mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus.



Menuju Pendidikan Vokasi yang Relevan dan Berkelanjutan

Kegiatan ini bukan akhir, tapi awal dari transformasi pendidikan vokasi di SMK Negeri 1 Padaherang. Teaching Aid Cobot akan menjadi aset tetap laboratorium sekolah. Rencananya, materi pelatihan akan diintegrasikan ke dalam kurikulum reguler, dan tim pemelihara internal akan dibentuk untuk menjaga keberlanjutan program.

Kolaborasi dengan dunia industri juga sedang dijajaki - untuk magang siswa, sertifikasi, bahkan donasi peralatan tambahan. Dengan begitu, SMK Negeri 1 Padaherang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tapi juga menjadi sekolah percontohan bagi SMK lain di Jawa Barat.

Program ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dapat menjadi katalisator perubahan. Di tengah keterbatasan, semangat untuk maju dan berinovasi justru tumbuh subur di pelosok Pangandaran.
Dengan dukungan teknologi dan peningkatan kompetensi, masa depan lulusan SMK Negeri 1 Padaherang - dan pendidikan vokasi Indonesia - terlihat semakin cerah. Siap menghadapi Industri 4.0, dari desa ke dunia.

Program “Pengembangan Kompetensi Guru dan Siswa SMK melalui Pengenalan Teknologi Collaborative Robot (Cobot) untuk Mendukung Transformasi Industri 4.0” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat Politeknik Manufaktur Bandung yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek tahun 2025. Mitra kegiatan: SMK Negeri 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.


Oleh: 
Tim Pengabdian Polman Bandung

Editor:
Achmad Munandar

Universitas Diponegoro Dorong Pemberdayaan UMKM Ikan Asap Suradadi Untuk Keberlanjutan Usaha Masyarakat Pesisir

0
 


Campusnesia.co.idTegal, 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan Ketua Tim, Dr. Nurul Imani Kurniawati, SE, MM, beserta anggota tim Kholidin, S.Kom., M.Kom dan Dr. Drs. Mashudi, S.E., M.M. beserta mahasiswa Ayu Wulandari dan Mifftavadinenaomiasyiffa melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolah ikan asap di Kelurahan Suradadi, Kabupaten Tegal. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui penerapan teknologi tepat guna, pelatihan manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam peningkatan daya saing UMKM lokal, perluasan akses pasar, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir Tegal.

Ketua Tim, Dr. Nurul Imani Kurniawati, SE, MM, menjelaskan bahwa masyarakat pesisir Suradadi memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, khususnya produk ikan asap. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan seperti proses produksi yang tradisional, mutu produk yang tidak konsisten, minimnya teknologi dan sanitasi, manajemen usaha yang sederhana, serta pemasaran yang terbatas pada pasar lokal. “Melalui program ini, kami ingin membantu mitra agar mampu menghasilkan produk ikan asap yang higienis, bernilai tambah, serta memiliki jangkauan pasar lebih luas, termasuk melalui platform digital,” ujarnya.

Program yang melibatkan dosen dan mahasiswa ini mencakup beberapa kegiatan utama, di antaranya: Pelatihan pengolahan ikan asap dengan standar higienitas dan keamanan pangan, pengenalan dan pendampingan penggunaan alat pengasapan modern serta peralatan pendukung produksi, Pelatihan manajemen usaha sederhana, termasuk pencatatan keuangan dan perencanaan produksi, Workshop pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce untuk memperluas akses pasar, beserta penyusunan desain kemasan dan label produk agar lebih menarik dan kompetitif. 


Mitra program, UMKM Ikan Asap Ibu Nok (PIS) yang dimiliki oleh Ibu Nor Rohmah, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan dan pendampingan dari UNDIP. Kami berharap produk ikan asap dari Suradadi bisa lebih dikenal luas dan mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa UNDIP, sesuai dengan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa terlibat langsung dalam proses observasi, asistensi pelatihan, pembuatan konten digital, hingga evaluasi kegiatan.

Program pengabdian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Selain itu, kegiatan ini mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM ikan asap Suradadi tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperluas pasar, memperkuat kemandirian usaha, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.



Editor:
Achmad Munandar

Tim Universitas Diponegoro Berikan Sosialisasi dan Pelatihan Peternakan di Sumatera Selatan

0
 


Campusnesia.co.idEmpat Lawang, 1 September 2025 – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan peternakan di Desa Kebanjati, Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi peternakan yang selama ini belum tergarap secara maksimal, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui integrasi sektor pertanian dan peternakan.


Potensi Besar, Namun Belum Tergarap

Desa Kebanjati memiliki sumber daya alam yang melimpah. Lahan perkebunan yang luas ditanami jagung, kopi, cokelat, serta buah-buahan seperti jeruk dan pepaya. Hasil panen ini sejatinya mampu menopang perekonomian masyarakat. Namun, kenyataannya produk pertanian tersebut masih dijual melalui tengkulak atau broker. Akibatnya, harga hasil pertanian sering dimonopoli dan petani tidak memperoleh keuntungan yang layak.

Sementara itu, sektor peternakan di Kecamatan Pasemah Air Keruh belum berkembang. Sebagian warga hanya memelihara ternak dalam skala rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti ayam atau kambing yang dilepas di pekarangan. Tidak ada usaha peternakan yang dikelola secara intensif dan profesional. Padahal, permintaan daging dan telur di daerah ini cukup tinggi, bahkan sebagian besar pasokan masih didatangkan dari daerah tetangga, yakni Bengkulu dan Padang.

“Potensi desa ini sebenarnya sangat besar. Lahan tersedia, bahan pakan dari limbah pertanian juga melimpah. Jika dikembangkan secara serius, sektor peternakan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ungkap Anugrah Robby P., S.Pt., M.Pt., dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip sekaligus ketua tim pengabdian.


Tujuan Pengabdian: Integrasi Pertanian dan Peternakan

Melihat kondisi tersebut, tim Undip hadir memberikan penyuluhan mengenai pentingnya mengembangkan usaha peternakan secara terpadu. Dalam penyuluhan, tim pengabdian menjelaskan konsep pertanian-peternakan berkelanjutan, yaitu sistem yang memadukan kedua sektor agar saling menguntungkan.

Dalam konsep ini, ternak dipelihara secara intensif untuk menghasilkan daging, susu, atau telur. Limbah ternak kemudian diolah menjadi pupuk organik yang bisa digunakan untuk menyuburkan lahan perkebunan jagung, kopi, maupun buah-buahan. Sebaliknya, limbah hasil pertanian seperti tongkol jagung, kulit kopi, dan dedaunan dapat diolah kembali menjadi pakan ternak. Dengan siklus ini, tidak ada limbah yang terbuang, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Selain meningkatkan pendapatan, pola integrasi ini juga ramah lingkungan. Limbah bisa diolah, ketergantungan pada pupuk kimia berkurang, dan petani bisa mendapatkan nilai tambah dari usaha ternak yang sebelumnya belum ada.


Pelatihan Teknis: Dari Sapi hingga Ayam

Selain penyuluhan, kegiatan pengabdian juga diisi dengan pelatihan teknis peternakan yang aplikatif. Materi yang diberikan meliputi:

• Pelatihan pemeliharaan sapi dan pembuatan pakan sapi.
Warga diajarkan cara pemeliharaan sapi potong secara intensif, mulai dari pemilihan bibit, manajemen kandang, hingga pemberian pakan. Selain itu, tim juga memberikan praktik pembuatan pakan sapi berbasis limbah pertanian, seperti jerami jagung dan dedaunan, agar lebih hemat biaya.

•Pelatihan beternak ayam petelur dan broiler.
Tim memberikan penjelasan tentang manajemen pemeliharaan ayam petelur untuk produksi telur dan ayam broiler untuk produksi daging. Materi meliputi tata laksana kandang, pemilihan bibit unggul, tata cara pemberian pakan, hingga pengendalian penyakit.

•Pembuatan pupuk kompos dari limbah peternakan dan pertanian.
Masyarakat diajak untuk mengolah kotoran ternak sapi, kambing, maupun ayam, serta limbah organik dari pertanian menjadi pupuk kompos padat yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

• Pembuatan pupuk cair organik dari urin sapi dan kambing.
Tim juga melatih warga memanfaatkan limbah cair ternak, khususnya urin sapi dan kambing, untuk diolah menjadi pupuk cair organik. Pupuk ini bermanfaat bagi tanaman perkebunan seperti kopi, cokelat, dan jeruk yang menjadi andalan Desa Kebanjati.


Respon Masyarakat: Harapan untuk Pendampingan

Warga Desa Kebanjati menyambut baik kegiatan ini. Banyak yang baru memahami bahwa ternak bisa dipelihara secara intensif dan dikelola dengan sistem berkelanjutan. Selama ini, masyarakat lebih fokus pada hasil perkebunan tanpa melihat potensi limbahnya untuk dijadikan pakan atau pupuk.

Masyarakat merasa senang dengan adanya penyuluhan dan pelatihan ini. Selama ini belum ada program pemberdayaan pertanian yang menyentuh langsung masyarakat, apalagi yang mengaitkan pertanian dengan peternakan. Masyarakat Desa Kebanjati berharap ada pendampingan berkelanjutan agar desa bisa berkembang


Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat

Kegiatan ini tidak hanya sekadar program pengabdian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat desa. Selama ini program pemberdayaan di Desa Kebanjati masih sangat terbatas. Melalui pengabdian ini, Tim Universitas Diponegoro ingin membawa ilmu dari kampus untuk diterapkan di masyarakat, sehingga bisa langsung dirasakan manfaatnya. Hal ini sejalan dengan semangat Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan peternakan di Pasemah Air Keruh. Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa Kebanjati berpotensi menjadi contoh desa yang berhasil menerapkan integrasi pertanian dan peternakan secara berkelanjutan, sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat.



Editor:
Achmad Munandar

Pemuda Harus Melek Digital, Refleksi Akhir Kuliah Alternatif Ke X

0
 



Campusnesia.co.idDunia sudah berkembang sejauh ini, teknologi informasi dan komunikasi semakin canggih, banyak peluang meraih pendidikan gratis, inilah saatnya untuk mencapai tujuan. Sejalan dengan hal tersebut Griya Peradaban hadir dengan menggelar Kuliah Alternatif ke 10 dan mengambil tema “youth empowerment in digital era” pada, sabtu 02/08/2025.

Dalam sambutannya, Pegiat Sri Pujiati menyampaikan rasa syukur karena telah selesainya rangkaian kuliah alternatif ke 10 ini dan mengucapkan terimakasih kepada para pengurus, peserta, pemateri dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini  sehingga berjalan dengan lancar. Puji berharap dari awal hingga akhir kegiatan ini dapat memberikan dampak positif di masa depan untuk seluruh peserta dan seluruh keluarga besar Griya Peradaban, bisa bermanfaat bagi individu terutama dalam mengembangkan diri. Kemudian, para peserta di minta untuk membuat resume atau rangkuman materi setelah selesai Kegiatan. Tidak hanya itu, akan ada challenge untuk para peserta dan akan diberikan rewardnya juga.

Alumni Kuliah Alternatif 1 sekaligus pemateri pertama Infijarun Ni’am menyampaikan, Sociopreneur adalah seorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan entrepreneurshipnya untuk melakukan perubahan sosial atau social change terutama meliputi bidang kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan. Karakteristik orang yang bersociopreneur diantaranya dapat menyelesaikan masalah kemasyarakatan, sebagai pembaharu, mempunyai gagasan yang sangat kuat untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat. Seorang sociopreneur dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif. Hal-hal kecil yang perlu ditanamkan dari sekarang yaitu berbagi kepada orang atau masyarakat, apalagi setelah menjadi pengusaha. Seorang pengusaha yang menghasilkan provide harus ikut berkontribusi kepada masyarakat dan ikut memberikan pengaruh kesejahteraan bagi lingkungan.

“Dulu saya selesai kuliah langsung ke KOPMA (Koperasi Mahasiswa), tapi bukan hidup diorganisasi melainkan menghidupkan organisasi. Kalau kegiatan itu diniatkan bersosial, kalau jiwanya kita diawal itu sudah pamrih atau menerima, kalau kata orang jawa ‘aku mangkat  oleh opo?’ ya nanti dapatnya itu tok, bukan selain yang diniatkan itu. Kalo diniatkan yowislah saya berniat ibadah mencari ilmu mendapatkan teman yang banyak insyaallah dapatnya lebih, tidak hanya materi secara keduniaan kan gitu. Ini yang perlu juga ditanamkan pada anak-anak sekarang. Jangan hanya mencari untungnya saja untuk diri sendiri. Kalau dalam masyarakat, implementasi sociopreneur yang bisa diterapkan contohnya seperti mengadakan kegiatan atau acara yang menghadirkan pemateri untuk membantu pemberdayaan masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah terutama untuk membantu dalam hal pendanaan” jelasnya.

Ni’am juga menyampaikan dibeberapa lingkungan sekitarnya seperti di Semarang dan Banyuwangi ada sebuah organisasi sosial untuk membantu anak-anak terlantar dan anak yang ditelantarkan oleh orangtuanya. Nah, kalau kita belum bisa seperti itu minimal bisa berkontribusi untuk membantu atau menyelesaikan masalah secara kreatif dan inovatif dilingkungan sekitar seperti tetangga, RT atau RW. Yang harus dilakukan oleh sociopreneur bagi para pemuda sekarang (agen of change) yaitu melaksanakan cita-cita, mengubah dan memperbaiki nilai-nilai sosial, mengenali berbagai peluang untuk melakukan perbaikan, selalu melibatkan diri dalam proses inovasi, adaptasi pembelajaran terus-menerus, bertindak tanpa menghiraukan berbagai hambatan, keterbatasan yang di hadapi, memiliki akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan hasil yang di capainya kepada masyarakat. Selain memikirkan kesejahteraan masyarakat kita juga harus bisa memikirkan kesejahteraan diri sendiri, salah satunya dengan kewirausahaan ini. Sejahtera bisa diartikan merdeka baik secara ekonomi maupun yang lainnya, dan ini harus diusahakan bukan diwariskan.

“Kalau sudah semester akhir coba sambil dipikirkan, apasih yang sudah kita lakukan, kira-kira seperti apa kondisi saya saat masuk kuliah dan saat saya mau menyelesaikan perkuliahan apakah sudah siap menghadapi dunia, kan gitu. Apakah sudah siap mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari dan apakah semuanya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai nanti malah temen-temen yang penting masuk kuliah, lulus ya lulus, mau ngapain ya terserah saya, nggak mau ngapa-ngapain juga nggak apa-apa, kan gitu. Ini kan berarti dia nggak ada keinginan untuk maju, padahal masa depan kita kan yang menentukan diri sendiri,  jangan sampai menyalahkan keadaan” pungkasnya.

Sementara itu, Khoirul Adib yang merupakan Alumni Kuliah Alternatif 4 sekaligus pemateri kedua menyampaikan, tantangan generasi muda adalah tingginya pengangguran, gaya hidup konsumtif, terbatasnya peluang kerja lokal dan kurangnya pemanfaatan teknologi secara produktif. Seseorang harus mempunyai mimpi yang besar, entah itu mau kerja dimana saja atau menjadi pengusaha sekaligus, membuat sesuatu yang berdampak mulai dari sekarang karena dunia digital tidak kenal batas, para pekerja mulai diganti dengan AI.

“Saya berasal dari UIN walisongo yang notabennya terkenal dari kampus berbacground agama, sekarang banyak pendidikan mulai dari kedokteran maupun dari saintex. Namun awal masuk saya tidak terpaku pada agama saja tapi saya punya keinginan, impian bahwa saya harus bisa lebih. Walaupun saya dari UIN tapi saya tetep bisa bersaing kok dengan jaz karung goni, dll. Karena kita punya peluang yang sama, kita sebagai mahasiswa punya kesempatan yang sama untuk bisa mendapatkan keinginan kita” ujarnya.

Internet mempunyai peluang besar di era digital, sosial media sekarang menjadi marketplace, siapapun bisa bikin konten, jualan dan bikin platform sekalipun. Contohnya aplikasi Tik Tok yang sekarang masih booming diseluruh manca negara. Nah ini menjadi kesempatan bagi Indonesia sebagai negara berkembang yang masih mencari jati diri, yang penting adalah kemauan belajar dan aksi nyata. Pemuda mempunyai modal keuatan super yaitu energi dan kreativitas tinggi, cepat adaptif terhadap teknologi, paham trend dan keberanian mengambil resiko.

“Kemarin saya sempat buka facebook dan di facebook itu banyak Gen Milenial sekarang bikin konten facebook pro, itu saya apresiasi juga. Nah, tapi perlu digarsibawahi kalau bikin konten juga harus ada valuenya, ada edukasinya, karena orang-orang Indonesia bikin konten-konten itu sangat random, kurang isi dari valuenya. Nah maka kita sebagai generasi Z coba bikin konten disitu yang ada valuenya, ada kebermanfaatannya bagi orang lain. Secara tidak langsung, kita disitu sudah bernilai amal, sudah berusaha mengajarkan orang sesuatu yang baik yang disitu akan menjadi shodaqoh jariyah juga bagi kita selain kita mendapatkan uang. Nah inilah mindset yang harus kita tanamkan, oh saya mengedukasi di youtube, mengedukasi di platform-platform media sosial sebagai ajang untuk berdakwah, untuk mengedukasi masyarakat, seperti itu” jelasnya.

Dijelaskan juga, Jenis-jenis bisnis digital sekarang ini diantaranya ada dropship/reseller/affiliate, Freelance, conten creator, digital product dan starup. Kemudian langkah mudah untuk memulainya yaitu temukan passion dan masalah disekitar, pilih model bisnis digital, bangun banding dan digital presence, konsisten dan evaluasi, kembangkan, ulangi. Contoh tool gratis yang dapat digunakan diantaranya ada canva, capcut, nation, shopee, Instagram, tik tok, dll. Ada juga platform freelance yang dapat digunakan seperti fiver, upwork, sribulancer, fastwork dan project.co.id.

“Saya punya ibarat gini, sekarang itu ibaratnya kita punya sabuk pengaman. Sejatuh-jatuhnya kita, segagal-gagalnya kita, sebangkrut-bangkrutnya kita, sehancur-hancurnya kita ketika kita berbisnis, kita belajar, kita masih ada rumah untuk pulang, yaitu orangtua maupun keluarga dirumah. Sekarang itu kita musti punya safety, yaitu pengaman dalam aktivitas kita, maka temen-temen silaka explore apa yang dipingini, jangan takut gagal karena kita masih punya keluarga, habiskan masa kegagalanmu sampai kamu bisa tumbuh. Tetapi jangan mengandalkan privilege yang kita punya, kekayaan orangtua misalnya. Mulai dari hal kecil dan lakukan secara konsisten. Jangan nunggu sempurna, mulai sekarang bangun sesuatu yang kamu cintai, nggak ada yang instan tapi semua bisa tumbuh. Dunia digital sudah buka pintu, tinggal kamu mau masuk atau nonton dari luar?” pungkasnya.



Kontributor : 
Khayatun Nufus

Solusi Penyimpanan UMMB: Upaya Mahasiswa KKN-T Tim 41 UNDIPuntuk Dukung Ketahanan Pakan Ternak di Dusun Sikandri Desa Tumbrep

0


Campusnesia.co.idTim KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik) tim 41 Universitas Diponegoro yang terdiri dari 4 tim diterjunkan di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang selama 30 hari yaitu sejak tanggal 1 Juli hingga 30 Juli. KKN Tim 41 dibawah bimbingan tiga dosen pembimbing lapangan (DPL) yang berasal dari Fakultas Peternakan dan Pertanian, yakni Migie Handayani, S. Pt., M. Si., Ir. Surono, M. P., dan Dr. Ir. Marry Christiyanto, M. P., IPM.

Diterjunkannya KKN-T di Desa Tumbrep didasari karena adanya Program Studi Diluar Kampus Utama Batang atau yang biasa dikenal PSDKU Batang. Dengan salah satu Program Studi unggulan adalah S1 Agribisnis karenanya kampus PSDKU  Batang akan dijadikan pusat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan agribisnis yang berbasis pertanian dan peternakan. 

Ketua KKN-T tim 41 yang juga selaku ketua lembaga PSDKU Batang Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono, M.S., M.Agr., IPU., mengangkat tema utama "Penerapan IPTEK Agribisnis berbasis ternak ruminansia kecil secara terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Tumbrep". 

Kelompok 1 KKN-T Undip tim 41 yang berjumlah 11 mahasiswa difokuskan berkegiatan di Dusun Sikandri. Dusun yang terletak di dataran tinggi dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai peternak dan petani. Kedua sektor tersebut sebenarnya memiliki potensi yang besar, tetapi hingga saat ini belum dioptimalkan secara terpadu dan berkelanjutan. Melihat kondisi tersebut, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam agribisnis ruminansia kecil secara terintegrasi dapat menjadi sangat relevan. Salah satu pendekatan inovatif dalam meningkatkan produktivitas ternak di Dusun Sikandri adalah dengan mengenalkan Urea Molases Mineral Block (UMMB) sebagai suplemen pakan tambahan untuk hewan ruminansia.

Melalui pengenalan UMMB, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil ternak, dengan menghasilkan ternak yang lebih sehat dan produktif. Hal tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di Dusun Sikandri, sekaligus membuka jalan menuju terbentuknya sistem peternakan yang berkelanjutan dan berbasis pada optimalisasi sumber daya lokal.

Pengenalan UMMB ini dilaksanakan 2 sesi yang berbeda, yaitu dengan dikumpulkannya kelompok ternak di posko KKN untuk dilakukannya pemaparan materi dan demonstrasi pembuatan UMMB oleh tim KKN pada tanggal 8 Juli 2025 dan dilakukannya kegiatan mandiri oleh masing-masing kelompok ternak di RT 1, 2, 3, dan 4 yang dikoordinir oleh ketua RT setempat dan didampingi oleh perwakilan tim KKN secara merata. 

Unzilla Masyaprilia salah satu anggota KKN- T tim 41 melakukan pendampingan pembuatan UMMB di masing-masing RT dan memaparkan rancangan desain tempat penyimpanan pakan dan produk UMMB sederhana yang hanya membutuhkan drum bekas. 

Untuk menjaga kualitas produk UMMB diperlukannya perlakuan khusus yaitu tidak boleh terpapar matahari secara langsung dan tidak berada di tempat yang lembab, sehingga pengenalan produk UMMB yang dilakukan oleh kelompok 1 KKN-T tim 41 tidak hanya pendampingan cara pembuatan saja tetapi juga dengan diberi pengarahan agar kualitas UUMB yang dibuat dapat bertahan lama dengan tidak menurun kulitasnya. Dengan dasar ilmu arsitektur yang diampu Unzilla dapat melengkapi dan menyempurnakan susunan kelompok 1 KKN-T tim 41, kelompok peternak di Dusun Sikandri tidak hanya dikenalkan dengan inovasi UMMB namun juga dengan cara penyimpanan yang dapat menjaga kualitas produk dalam jangka panjang.

Rangkaian kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan positif dari kelompok peternak di Dusun Sikandri. Ketika selesai dilakukannya praktik pembuatan UMMB di RT 3 & 4 yang dilaksanakan bersamaan salah satu wargamendatangi perwakilan dari kelompok kami dan menyampaikan pesan “Warga Sikandri sangat menghargai kehadiran mahasiswa apalagi dengan memberikan keterampilan praktis yang diberikan secara langsung kepada masyarakat.”

Pada tanggal 22 Juli 2025 tim 41 & 50 KKN-T UNDIP mengadakan Gelar Karya, sebuah ajang memamerkan dan mempresentasikan produk dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama 22 hari berkegiatan di Desa Tumbrep. Gelar Karya tersebut dilaksanakan dengan mendapat dukungan penuh oleh pemerintah dan masyarakat setempat. 


Muhammad Najib selaku Kepala Desa Tumbrep menyambangi stand kelompok 1 tim 41 KKN-T dan mengapresiasi luaran produk UMMB yang dibawa. Selain memperkenalkan inovasi UMMB ke kelompok ternak Dusun Sikandri, kelompok 1 tim 41 KKN-T memanfaatkan sumber daya yang sudah ada di Dusun Sikandri setempat yaitu dengan mengganti dedak halus yang biasa ada di pasaran dengan dedak hasil penggilingan keliling yang rutin memutar pagi hari di sekitar Dusun Sikandri.

Melalui dukungan masyarakat dan kerjasama yang solid, diharapkan pengenalan produk UMMB ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata yaitu dengan meningkatnya kualitas hasil ternak, sehingga dapat menghasilkan ternak yang lebih sehat dan produktif bagi kelompok peternak di Dusun Sikandri.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Lewat Pendataan Peternak di Dusun Sikandri

0
 


Campusnesia.co.idMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 41 Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan kegiatan multidisiplin di Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Salah satu program unggulannya yaitu penguatan ketahanan pangan berbasis optimalisasi pengelolaan ternak ruminansia kecil, seperti sapi dan kambing, khususnya di Dusun Sikandri.

Safira Faelasufah, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Kampus Rembang yang tergabung dalam Tim 41, melaksanakan pendataan langsung peternak di wilayah tersebut dengan metode (door to door) ke setiap rumah warga di seluruh RT Dusun Sikandri. Kegiatan ini menjadi bagian awal dari penyusunan basis data peternak sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Dengan data ini, Dusun Sikandri memiliki arsip peternak. Jika suatu saat ada program pelatihan, bantuan, atau kegiatan lain yang membutuhkan informasi peternak, sudah ada datanya,” ujar Safira Faelasufah

Pendataan ini tidak hanya mencatat nama peternak, namun juga jenis ternak yang dipelihara, jumlah hewan, serta pakan apa yang diberikan setiap harinya . Salah satu tokoh masyarakat yang turut didata adalah Pak Muji, warga RT 4, yang telah berkecimpung dalam dunia peternakan selama kurang lebih 60 tahun. Saat ini, beliau memelihara dua ekor sapi salah satunya dari jenis Brahmana dan tiga ekor domba.


Pemilihan tema besar “Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Optimalisasi Pengelolaan Ternak Ruminansia Kecil” bukan tanpa alasan. Dusun Sikandri diketahui memiliki potensi besar dalam bidang peternakan, khususnya sapi dan kambing. Namun sayangnya, sistem peternakan di wilayah ini masih dikelola secara perseorangan, belum terintegrasi, dan cenderung tradisional. Bahkan, beberapa ternak yang dipelihara oleh warga merupakan titipan dari pemilik lain, dengan sistem bagi hasil saat terjadi transaksi jual beli. Hingga saat ini, belum pernah ada pendataan terkait peternak dan jenis ternak yang dimiliki oleh masyarakat, sehingga hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk dilakukan penataan data dan sistem.

Menariknya, data yang dikumpulkan Safira tidak hanya menjadi arsip desa, tetapi juga digunakan oleh rekan KKN lainnya untuk kegiatan lanjutan seperti pembuatan Urea Molasses Mineral Block (UMMB). UMMB merupakan pakan tambahan yang bergizi dan dirancang secara praktis serta ekonomis untuk meningkatkan kualitas pakan ternak ruminansia. Program ini diharapkan bisa mendukung peternak lokal dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatan hewan ternaknya.

“Program UMMB akan lebih efektif jika diawali dengan basis data yang jelas, karena bisa menyesuaikan siapa saja yang akan diundang untuk melakukan pembuatan UMMB,” tambah Safira.

Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini menjadi contoh nyata sinergi akademisi dan desa dalam menjawab isu ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Dengan data yang tersusun rapi dan kegiatan yang terarah, Dusun Sikandri diharapkan bisa menjadi model pengelolaan peternakan ruminansia kecil yang lebih terorganisir dan berdaya saing.



Editor:
Achmad Munandar

Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Bright Scholarship 2025

0


Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat sobat yang sedang mencari beasiswa, Bright Scholarship dari Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) tahun 2025 ini pendaftarannya sudah buka, berikut informasi selengkapnya:


Apa Itu Bright Scholarship?
Bright Scholarship merupakan program beasiswa bergengsi bagi mahasiswa S1/D4 dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra. Beasiswa ini tak sekadar memberikan bantuan dana. Lebih dari itu, awardee akan dibina secara menyeluruh demi mencetak generasi unggul, berkarakter, dan kompeten. Program ini rutin dibuka setiap tahun. Saat ini, Bright Scholarship telah memasuki Batch ke-11.

Manfaat yang Didapatkan Penerima Beasiswa 
Tak hanya dukungan finansial, Bright Scholarship juga memberikan berbagai fasilitas lain yang menarik. Berikut benefit yang akan didapatkan:

1. Pelunasan UKT sepenuhnya

2. Living allowance (uang saku)

3. Fasilitas asrama gratis

4. Akses jejaring nasional dan internasional

5. Program pengembangan diri dan soft skills

6. Kesempatan pengalaman pemberdayaan masyarakat

7. Dukungan mengikuti student exchange dan kompetisi internasional

8. Dengan semua fasilitas ini, Bright Scholarship ingin memastikan setiap awardee berkembang secara akademis maupun non-akademis.


Kualifikasi Pendaftar Bright Scholarship 2025
Untuk menjadi bagian dari keluarga Bright Scholarship, ada beberapa kualifikasi yang wajib dipenuhi:

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Mahasiswa semester 1 S1/D4 dari PTN mitra

3. Berprestasi dan aktif berorganisasi

4. Mampu membaca Al-Qur’an

5. Berasal dari keluarga dengan keterbatasan finansial

6. Bersedia tinggal dan dibina di asrama

7. Kualifikasi ini disusun agar Bright Scholarship benar-benar menjaring mahasiswa yang layak dan berkomitmen.


Persyaratan Dokumen yang Harus Disiapkan
Berikut ini daftar berkas yang harus dilampirkan saat pendaftaran:

1. Personal Statement

2. Scan/foto KTM atau bukti diterima di PTN mitra

3. Scan/foto Kartu Keluarga atau surat susunan keluarga

4. Foto rumah tampak depan & ruang keluarga

5. Scan sertifikat penghargaan (jika ada)

6. Salah satu dokumen bukti finansial berikut:
a. Surat penghasilan orang tua/wali
b. Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
c. Kartu Peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
d. Surat Keterangan Tidak Mampu resmi
e. Kartu peserta bantuan sosial lain dari pemerintah

Siapkan seluruh dokumen tersebut sejak awal agar proses pendaftaran berjalan lancar.


Daftar Perguruan Tinggi Mitra Bright Scholarship 2025


Kampus untuk Peserta Putri: 

Universitas Syiah Kuala (USK)

Universitas Riau (UNRI)

Universitas Andalas (UNAND)

Universitas Sriwijaya (UNSRI)

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Universitas Padjadjaran (UNPAD)

Universitas Diponegoro (UNDIP)

Universitas Gadjah Mada (UGM)

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Universitas Hasanuddin (UNHAS)

Universitas Tadulako (UNTAD)


Kampus untuk Peserta Putra: 

Universitas Negeri Medan (UNIMED)

Universitas Jambi (UNJA)

Universitas Lampung (UNILA)

Universitas Indonesia (UI)

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Universitas Negeri Malang (UM)

Universitas Mataram (UNRAM)

Universitas Tanjungpura (UNTAN)


Alur Pendaftaran Bright Scholarship 2025 
Berikut langkah mudah mendaftar Bright Scholarship 2025:

1. Cek kembali kualifikasi dan persyaratan yang diminta.

2. Akses laman resmi berikut: https://brilianscholarship.id/bright/pendaftaran

3. Isi seluruh data diri dengan lengkap dan benar.

4. Cek email konfirmasi pendaftaran.

5. Upload semua berkas persyaratan.

6. Unduh dan buat personal statement sesuai panduan.

7. Selesai! Tunggu informasi selanjutnya.

Pastikan semua data dan dokumen sudah sesuai. Jangan sampai ada yang terlewat.


Jangan Lewatkan Kesempatan Emas Ini!

Pendaftaran Bright Scholarship Batch 11 hanya dibuka hingga Sabtu, 10 Agustus 2025. Jangan menunda lebih lama. 

Segera siapkan berkasmu dan daftarkan diri sekarang juga. Jadilah bagian dari generasi penerus bangsa yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia bersama Bright Scholarship. Ikuti terus informasi terbaru tentang beasiswa ini melalui Instagram resmi @ybmbrilian.

Manfaat Daun Beluntas untuk Hambat Virus HIV

0
 



Campusnesia.co.id - HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2019, terdapat lebih dari 50.000 kasus infeksi HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kasus HIV paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti lelaki seks lelaki (LSL) atau homoseksual, pengguna NAPZA suntik (penasun), dan pekerja seks.

Sementara itu, jumlah penderita AIDS di Indonesia cenderung meningkat. Di tahun 2019, tercatat ada lebih dari 7.000 penderita AIDS dengan angka kematian mencapai lebih dari 600 orang.

Akan tetapi, dari tahun 2005 hingga 2019, angka kematian akibat AIDS di Indonesia terus mengalami penurunan. Hal ini menandakan pengobatan di Indonesia berhasil menurunkan angka kematian akibat AIDS.

Baru-baru ini ada kabar gembira dari dunia riset, hasil riset dari kampus UI mengatakan Protein virus HIV dapat dihambat dengan daun beluntas.

Lamat berita Elshinta.com menulis bahwa periset Universitas Indonesia (UI) Ni Putu Ermi Hikmawanti yang juga mahasiswa Program Doktor Fakultas Farmasi (FF) UI menyatakan protein virus HIV dapat dihambat dengan daun Beluntas.

Ni Putu menyoroti pelarut alami berbasis bahan hayati, yakni Natural Deep Eutectic Solvent (Nades), mulai dikembangkan sebagai alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan.

Dalam disertasinya yang berjudul “Pemanfaatan Nades sebagai Pelarut Ekstraksi Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dan Pemisahan Asam Dikafeoilquinat serta Aktivitas Antioksidan dan Antiretroviralnya”.

"Saya membedah dan mengkaji efektivitas nades dalam mengekstraksi senyawa bioaktif dari tanaman lokal Indonesia," kata Ermi di Depok, Senin.

Dalam penelitiannya, ia memilih daun beluntas karena mengandung senyawa fenolik tinggi dan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

“Beluntas ini mudah dijumpai di Indonesia, bahkan sering tumbuh di pekarangan rumah. Beluntas merupakan sumber herbal potensial untuk dikembangkan,” ujar Ermi.

Melalui serangkaian uji laboratorium, ditemukan bahwa kombinasi glisin dan asam laktat dengan rasio molar 1:3 serta penambahan air sebesar 50 persen merupakan formulasi nades paling optimal.

Dari hasil ekstraksi tersebut, ia berhasil memisahkan salah satu senyawa utama, yakni 3,5-dikafeoilquinat (3,5-DCQA), yang kemudian diteliti lebih lanjut.

Ekstrak nades dan fraksi kaya 3,5-DCQA yang diteliti menunjukkan aktivitas antioksidan dan antiretroviral secara in vitro.

Studi in silico menunjukkan bahwa 3,5-DCQA berpotensi menghambat protein gp120 HIV-1, yang merupakan target penting dalam fase awal infeksi HIV.

Temuan Ermi membuka peluang pengembangan 3,5-DCQA sebagai kandidat bahan aktif dalam formulasi obat herbal antiretroviral berbasis bahan alam Indonesia.

Capaian ini turut memperkuat posisi risetnya sebagai rujukan penting dalam pemanfaatan nades, sekaligus menegaskan potensi besar sumber daya hayati Indonesia dalam pengembangan fito farmaka yang berdaya saing global.

Selain memberikan kontribusi praktis di bidang formulasi obat, penelitian Ermi juga membawa dampak signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Ia telah mempublikasikan empat artikel riset dan dua artikel ulasan di jurnal internasional dengan reputasi tinggi (Scopus Q1–Q3).

Salah satu artikelnya yang berjudul “Natural Deep Eutectic Solvents (Nades): Phytochemical Extraction Performance Enhancer for Pharmaceutical and Nutraceutical Product Development” dan terbit di jurnal Plants, telah dikutip 235 kali hingga Juli 2025.


Sumber: