Menarik!! Olah Lele Menjadi Produk Nugget, Mahasiswa TIM I KKN UNDIP Ciptakan Peluang Usaha Baru Bagi Masyarakat

0
Demo masak pembuatan nugget lele kepada ibu-ibu PKK Desa Karanganom


Campusnesia.co.id - Sragen (26/01), Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim KKN 1 UNDIP melaksanakan program kerja edukasi dan demonstrasi pembuatan produk olahan ikan Lele berupa Nugget di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen sebagai upaya penambahan ikan jual ikan Lele. Desa Karanganom merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Sukodono yang memiliki banyak kekayaan alam baik dari segi hayati maupun hewani. Masyarakat di Desa Karanganom tidak hanya mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama namun juga membentuk beberapa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya adalah budidaya ikan lele. 

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang memiliki beberapa kelebihan seperti mudah beradaptasi, dapat hidup dalam kepadatan yang tinggi, dan lain-lain. Oleh karena itu, budidaya ikan lele banyak dipilih oleh warga di Desa Karanganom dibandingkan jenis ikan air tawar lain. Namun, nilai jual dari ikan lele itu sendiri memiliki harga yang kecil sehingga banyak petani lele yang kesulitan untuk melanjutkan usahanya. Selain itu, kurangnya minat masyarakat dalam mengonsumsi ikan juga menjadi suatu permasalahan yang ada di Desa Karanganom. 

Nugget Lele merupakan produk olahan dari ikan lele yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro sebagai upaya untuk meningkatkan nilai jual dari ikan Lele itu sendiri. Nugget Lele merupakan olahan makanan yang terbuat dari daging ikan Lele yang dicampur dengan tepung, bawang putih, dan bahan lainnya. Selain karena banyaknya budidaya ikan Lele di Desa Karanganom, ikan ini memiliki kandungan protein yang tinggi serta mengandung omega-3 dan omega-6 yang baik untuk menjadi nutrisi bagi tumbuh kembang anak. Sosialisasi pembuatan nugget ikan lele dilakukan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan dan minimnya informasi tentang tingginya gizi pada ikan.
 
Testimoni ibu-ibu PKK Desa Karanganom terhadap produk inovasi nugget lele

Pembuatan nugget ikan ini juga bertujuan menambah minat makan ikan untuk anak-anak yang tidak menyukai ikan dalam bentuk utuh sehingga diharapkan dapat mencegah stunting di Desa Karanganom. Edukasi dan demonstrasi pembuatan nugget dari ikan Lele ini dilakukan di Balai Desa Karanganom yang dihadiri oleh Ibu-ibu di Desa Karanganom. Selain memberikan edukasi terkait pengolahan ikan lele, edukasi terkait pengemasan, pemasaran, dan penghitungan harga pokok produksi nugget Lele juga diberikan agar masyarakat nantinya dapat menjalankan usaha produk pengolahan ikan lele sendiri.



Penulis:
Tim KKN I Universitas Diponegoro

Editor: 
Hendrik A.S.

Tanamkan Sikap Tanggap Bencana Sejak Dini, Mahasiswa KKN Tim I UNDIP Lakukan Edukasi Humanitarian Logistik dan Pemasangan Jalur Evakuasi Pada Siswa SDN 1 Karanganom

0
 
Edukasi mengenai humanitarian logistik 
kepada siswa di SDN 1 Karanganom


Campusnesia.co.id Sragen (22/01), mahasiswa KKN Tim I UNDIP tahun 2024 melakukan edukasi humanitarian logistik kepada siswa melalui kegiatan simulasi tanggap bencana dan pemasangan jalur tanda evakuasi. Humanitarian logistik atau logistik kemanusiaan merupakan proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian aliran dan penyimpanan barang dan bahan yang efisien dan hemat biaya, serta informasi terkait, dari titik asal hingga titik konsumsi untuk tujuan meringankan penderitaan kelompok rentan. Tanggap bencana merupakan salah satu bagian dari logistik kemanusiaan. Tanggap bencana merupakan kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan. Pengetahuan mengenai tanggap ini harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak dikarenakan anak-anak merupakan salah satu bagian dari kelompok rentan. 

Jalur evakuasi merupakan suatu hal yang penting dan tidak bisa diabaikan dalam situasi darurat. Jalur evakuasi adalah rute yang telah ditentukan sebelumnya untuk memastikan bahwa orang-orang dapat keluar dari gedung atau daerah yang berisiko dengan cepat dan aman. Rencana evakuasi yang baik melibatkan penempatan tanda-tanda yang jelas, peta rute evakuasi, serta pelatihan reguler kepada penghuni gedung atau warga sekitar. Edukasi humanitarian logistik ini dilakukan oleh Irena Rahmawati, mahasiswa program studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Universitas Diponegoro di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Dalam kegiatan ini terdapat kegiatan edukasi berupa penyampaian materi tentang pengertian dan cara menerapkan sikap tanggap bencana bagi siswa di SDN 1 Karanganom. 
 
Edukasi mengenai pentingnya jalur evakuasi 
kepada siswa di SDN 1 Karanganom

Berdasarkan survei lokasi di SDN 1 Karanganom, belum terdapat tanda jalur evakuasi. Melihat pentingnya tanda jalur evakuasi di lingkungan sekolah, maka mahasiswa KKN Undip telah merancang dan melaksanakan pembuatan jalur evakuasi di area sekolah. Jalur evakuasi ini dipilih dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemudahan akses, daya tampung, waktu tempuh, dan lain-lain. Selain pemasangan jalur evakuasi, mahasiswa KKN Undip juga membuat poster mengenai mitigasi bencana dan tanggap bencana kebakaran dan gempa bumi. Bu Dwi Astuti, guru di SDN 1 Karanganom, mendukung penuh hal tersebut. Beliau menyatakan, “Kami sangat berterima kasih atas edukasi humanitarian logistik dan juga pemasangan tanda jalur evakuasi karena sebelumnya belum ada dan hal ini sangat bermanfaat bagi siswa di SDN 1 Karanganom”

  
Pemasangan tanda titik kumpul 
dan jalur evakuasi di SDN 1 Karanganom

Selain itu, mahasiswa KKN Undip juga mengajak siswa untuk turut berpartisipasi dalam pemasangan tanda jalur evakuasi dan titik kumpul di lokasi yang telah ditentukan sebelumnya bersama dengan guru. Hal ini dilakukan agar siswa mengerti arah evakuasi ketika terjadi suatu bencana atau keadaan darurat di lingkungan sekolah.
  

Pemasangan tanda titik kumpul 
dan jalur evakuasi bersama siswa




Penulis: 
Irena Rahmawati 
(Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro)

Editor: 
Hendrik A.S.

Ajak Warga Lebih Produktif, Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Lakukan Pendampingan Pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha) Sebagai Syarat Izin Usaha

0

Campusnesia.co.idSragen (18/01), mahasiswa KKN Tim I UNDIP tahun 2024 melakukan Pendampingan Pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha) Berbasis Risiko Bagi pelaku usaha UMKM. UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Seperti diatur dalam peraturan perundang-undangan No. 20 tahun 2008, sesuai pengertian UMKM tersebut maka kriteria UMKM dibedakan secara masing-masing meliputi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. 

Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah nomor identitas pelaku usaha sesuai dengan bidang usaha yang diatur dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2020 yang dibedakan menurut jenis aktivitas ekonomi yang menghasilkan output alias produk, baik itu dalam wujud barang maupun jasa. Akan tetapi, masih cukup banyak pelaku usaha UMKM yang belum memiliki sertifikat NIB sebagai salah satu perizinan legalitas usaha. 

Edukasi mengenai pentingnya NIB sebagai syarat izin usaha

NIB penting bagi pelaku UMKM karena menjadi titik awal untuk mengurus izin yang lain, termasuk sertifikasi halal. Pelaku UMKM yang sudah mengantongi NIB, artinya usahanya sudah formal, karena terdaftar dalam database. Kegiatan pendampingan terhadap UMKM ini dilakukan oleh Irena Rahmawati, mahasiswa program studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Universitas Diponegoro di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Dalam kegiatan ini mahasiswa memberikan edukasi terkait pentingnya legalitas atau perizinan usaha bagi pelaku usaha UMKM dan pendampingan dalam proses pendaftaran hingga terbit sertifikat NIB bagi UMKM.

Berdasarkan hasil survey terhadap potensi Desa Karanganom, terdapat cukup banyak usaha UMKM yang ada di desa tersebut meliputi UMKM Dandang Gajah Kembar, UMKM Keset Kembar Jaya, UMKM Roti Dewi Bakery, UMKM Roti Kembar Bakery dan UMKM Alat Kebersihan Suryadi Jaya. Melihat pentingnya legalitas usaha pada bisnis UMKM, maka mahasiswa KKN melakukan pendampingan dalam pendaftaran dan pengajuan sertifikat NIB bagi UMKM di Desa Karanganom. Kegiatan pendampingan ini dilakukan door to door ke setiap rumah atau lokasi usaha UMKM. Para pelaku usaha UMKM dibantu dalam pembutan akun OSS untuk membuat permohonan NIB melalui website oss.go.id milik Kementerian Investasi/BKPM. Selanjutnya, UMKM juga dibantu dalam pengisian data diri, data usaha, dan rincian produk usaha pada website tersebut. Hal ini dikarenakan masih cukup banyak dari pelaku usaha yang belum terlalu paham dalam penggunaan dan pengoperasian teknologi.
  


Penyerahan sertifikat NIB kepada UMKM

Pak Joko Supriyanto, Pemilik usaha Keset Kembar Jaya sangat mendukung kegiatan pendampingan tersebut. Beliau mengatakan, “Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan pendampingan pendaftaran NIB ini dikarenakan dari saya pribadi kurang bisa mba pakai internet seperti itu karena sudah sepuh”. Selain itu, Pak Asep, Pemilik usaha Kembar Bakery juga mendukung penuh kegiatan tersebut. Beliau mengatakan. “Alhamdulillah dengan adanya kegiatan pendampingan ini saya bisa mendapatkan sertifikat NIB sebagai legalitas usaha tanpa perlu jauh-jauh mengurus ke Kantor Kecamatan”.
 
Pencetakan sertifikat NIB bagi UMKM

Selain melakukan kegiatan edukasi dan pendampingan terhadap pendaftaran NIB bagi UMKM, mahasiswa KKN UNDIP juga membantu dalam proses pencetakan sertifikat dan menyerahkan sertifikat tersebut kepada setiap UMKM yang ada di Desa Karanganom. Dengan adanya kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UNDIP ini dapat mendukung produktivitas UMKM khususnya di Desa Karanganom.



Penulis: 
Irena Rahmawati 
(Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro)

Editor: 
Hendrik A.S.

Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro Gelar Edukasi dan Workshop Pencatatan Keuangan Sederhana untuk Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Al-Nashiriyah

0


Campusnesia.co.id Desa Moga, Pemalang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro menggelar edukasi mengenai pencatatan keuangan sederhana (single-entry) bagi Siswa dan Siswi dari Madrasah Ibtidaiyah Al-Nashiriyah Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini dilaksanakan pada ruangan siswa Kelas 4 yang diikuti oleh gabungan dari siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang diselenggarakan pada Rabu (24/01/2024).

Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro dari program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis yakni Muhammad Erland Satria Kisanggani. Tema program ini diambil berdasarkan survei lapangan yang menemukan bahwa terdapat kekurangan inisiatif anak-anak di Desa Moga untuk menabung dan melakukan perencanaan keuangan sederhana. Hal ini menyebabkan perilaku overspending pada anak-anak khususnya dalam pembelian jajanan harian dan juga pembelian secara daring. Berdasarkan wawancara terhadap beberapa siswa pada Madrasah Ibtidaiyah Al-Nashiriyah yang telah dilakukan oleh Erland, para pelajar MI tersebut cenderung untuk menghabiskan uang jajan yang diberikan oleh orang tuanya pada hari itu juga. Pembelian barang tersebut juga dilakukan tanpa pencatatan sehingga pengalokasian uang cenderung acak.

Dalam kegiatan edukasi ini, para siswa dan siswi diberikan penjelasan mengenai pencatatan single entry yang mencakup definisi yang menekankan pada metode pencatatan, keunggulan sistem single entry untuk pelajar tingkat SD/MI, dan cara kerja atau tutorial mengenai pencatatan yang disajikan dengan membahas suatu contoh soal berikut dengan kolom pencatatannya. 

Seluruh materi dipaparkan secara langsung kepada pelajar yang hadir dengan interaktif dan kolaboratif dimana pelajar juga diajak untuk membaca materi yang tertulis pada booklet yang telah diberikan di depan kelas. Untuk mendukung pemaparan, Erland membagikan booklet yang berisi semua materi yang telah dipaparkan beserta dengan kolom pencatatan kosong dimana pelajar dapat mengisi pengeluaran mereka secara mandiri selama seminggu kedepan. Hal ini dilakukan Erland agar output yang diberikan dari program ini dapat dipergunakan secara langsung oleh pelajar yang hadir pada pemaparan materi di Kelas.


Selain peningkatan pengetahuan, Erland juga memberikan ruang bagi pelajar yang hadir untuk melakukan diskusi, tanya jawab, serta pendampingan pengerjaan kolom pencatatan yang kosong untuk memastikan bahwa pelajar telah memahami materi yang telah disampaikan dengan sebaik-baiknya. Kehadiran Program ini diharapkan dapat membentuk karakter seorang anak karena mereka akan memahami bagaimana menggunakan uang dengan bijak untuk mempersiapkan masa depannya yang diawali dengan adanya pencatatan keuangan mandiri.



Penulis: 
Muhammad Erland Satria Kisanggani
Mahasiswa Jurusan S-1 Akuntansi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro


Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP Mengembangkan Kreativitas dengan Edukasi Seni Arsitektur Sederhana Pada Anak-Anak Tingkat Tk dan SD di Desa Pringsurat, Pekalongan

0
 

Campusnesia.co.idKajen, Pekalongan (6/2/2024) – Dalam rangka menumbuhkan kreativitas siswa- siswi, tim 1 Kuliah Kerja Nyata KKN periode 2023/ 2024 Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan bimbingan belajar menggambar dasar arsitektur dan lomba mewarnai bagi siswa jenjang pendidikan Taman Kanak – Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), bertempat di Tk Budhi Asih pada Rabu (17 Januari 2024), SDN 01 Pringsurat pada Sabtu (20 Januari 2024), dan SDN 02 Pringsurat pada Sabtu (3 Februari 2024).

Kegiatan ini diawali dengan penjelasan mengenai bentuk dasar arsitektur dan mengajarkan teknik dasar mewarnai pada siswa- siswi. Setelah itu, dilakukan kegiatan mewarnai bersama-sama. Pada kegiatan mewarnai ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas serta minat dan bakat dalam diri siswa.

Febri Irza TIM 1 KKN UNDIP 2023/ 2024, dapat menjadikan siswa- siswi TK dan SD antusias semangat dikarenakan mayoritas siswa- siswi menyukai kegiatan mewarnai. Menggambar dan mewarnai adalah hal yang disukai oleh anak-anak TK dan SD. Melalui kegiatan ini mereka bisa menuangkan beragam imajinasi, sehingga gambar yang dihasilkan menunjukkan tingkat kreativitas dalam diri siswa. 

Diharapkan dari adanya pemaparan ini, dapat meningkatkan minat anak dalam seni arsitektur sederhana, membuka wawasan baru mengenai seni arsitektur, dan dapat meningkatkan kemampuan motorik anak dalam membuat karya seni arsitektur sederhana yang dapat mendorong anak-anak untuk memiliki imajinasi lebih terhadap lingkungan sekitar. Tak hanya meningkatkan kemampuan motorik anak, kegiatan mewarnai juga dapat membantu anak mengenali garis, perspektif, warna dan bentuk. Kegiatan lomba mewarnai mendapatkan respon positif dari warga.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa TIM 1 KKN Undip 2023/2024 Membuat Desain Gapura Berkelanjutan di Desa Pringsurat, Pekalongan

0
 


Campusnesia.co.idKajen, Pekalongan (6/2/2024) – Desa Pringsurat, yang terletak di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Desa ini terkenal kuat dengan identitasnya Pring “Bambu” yang memiliki ukiran. Febri Irza TIM I KKN Undip 2023/2024, seorang mahasiswa arsitektur dari Universitas Diponegoro, menghasilkan desain gapura yang menjadi ikon memasuki Desa Pringsurat dengan keindahan seni tradisional yang dimiliki. Desain gapura ini menghadirkan sentuhan seni tradisional khas Jawa yaitu Wayang Gunungan.
 
Dengan melalui proses rundingan dengan pihak perangkat desa, mereka menginginkan adanya keunikan pada desain gapura ornamen bambu dan ornamen ukiran tradisional jawa berupa wayang gunungan untuk memperkaya estetika daerah setempat.

 
Program ini dilaksanakan mulai dari 11 Januari-26 Januari 2024, dimana TIM I KKN Undip melakukan survey lokasi pembangunan gapura, melakukan pengukuran jalan, dan melaksanakan pembuatan desain. Dengan adanya desain ini menjadi referensi masyarakat setempat dalam mempercepat langkah warga kontribusi pembangunan gapura yang berkelanjutan. Gapura atau penanda pintu masuk untuk penunjuk arah bagi pendatang Ketika memasuki ke Desa Pringsurat dan guna memperjelas jalur masuk utama.



Editor:
Achmad Munandar

Langkah Unggul Tim I KKN Undip: Optimalisasi UMKM Jenang Krasikan di Desa Tangkisan

0


Campusnesia.co.idSukoharjo, 2 Februari 2024 - Dalam perjalanan penuh semangat mereka di tengah gemuruh kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Tim I dari Universitas Diponegoro (Undip) tidak hanya menemukan keindahan alam dan kearifan lokal di Desa Tangkisan, tetapi juga menggali potensi bisnis yang luar biasa. Desa kecil yang terletak di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo ini ternyata menjadi tempat berkembangnya berbagai usaha mikro, khususnya dalam produksi jenang krasikan, sebuah kuliner tradisional yang khas.

Setelah menyelami kehidupan masyarakat dan memahami tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM setempat, tim KKN Undip bersama-sama dengan pihak desa dan para pelaku usaha, menggagas sebuah inisiatif besar. Mereka memutuskan untuk menjadikan pengembangan UMKM jenang krasikan sebagai salah satu fokus utama dari program kerja mereka.

Pada tanggal 2 Februari 2024, sebuah langkah monumental dilakukan. Tim KKN melakukan kunjungan door to door ke setiap pemilik usaha jenang krasikan. Tak hanya sekedar menyapa, tim juga menyampaikan bantuan berupa buku panduan yang lengkap dan komprehensif. Buku panduan ini tidak hanya sekedar petunjuk teknis, tetapi juga menyajikan berbagai strategi dan saran praktis untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran produk jenang krasikan. Mulai dari proses administrasi hingga strategi pemasaran modern, buku panduan ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang kuat bagi para pelaku UMKM menuju kesuksesan yang lebih besar.


Dalam buku panduan tersebut, tidak hanya mengulas tentang teknis pendaftaran dan legalitas usaha, tetapi juga membahas aspek-aspek penting lainnya. Termasuk analisis mengenai penggunaan mesin pengaduk olahan jenang krasikan, penanganan dan penyimpanan bahan baku yang tepat, hingga strategi manajemen keuangan yang efektif dan etika bisnis yang terpuji sesuai dengan prinsip Islam.

“Sangat membantu UMKM jenang krasikan khususnya di Desa Tangkisan, semoga dengan mempelajari program kerja yang tercantum pada buku ini, Saya berharap usaha jenang krasikan bisa lebih berkembang, contohnya saja para pelaku usaha jenang krasikan disini rata-rata kurang mengetahui pemasaran melalui sosial media, sukses selalu untuk teman-teman dari tim 1 KKN Undip!”, ucap pelaku usaha jenang krasikan Bunga Kamboja.

Respon dari para pelaku usaha terhadap buku panduan ini sungguh menggembirakan. Mereka menerima bantuan ini dengan tangan terbuka, dan terlihat antusias untuk menerapkannya dalam usaha mereka sehari-hari. Kegiatan program kerja ditutup dengan suasana hangat dan akrab, di mana tim KKN dan para pelaku usaha berkumpul untuk berfoto bersama dan bertukar cerita.

Harapannya, dengan kolaborasi yang erat antara tim KKN Undip, pihak desa, dan pelaku UMKM, Desa Tangkisan akan menjadi semakin makmur dan berkembang. Langkah kecil ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, menjadikan jenang krasikan sebagai salah satu kebanggaan kuliner yang dikenal luas di wilayah Sukoharjo, bahkan di seluruh Indonesia.



Penulis: 
Luthfia Nabila Putri 

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Membuat Web Profil UMKM untuk Memperluas Jaringan di Desa Rembun, Pekalongan

0


Campusnesia.co.idRembun, 07/02/24. Salah satu mahasiswa KKN Tematik Desa Rembun Universitas Diponegoro telah melaksanakan program kerja monodisiplin dengan mengembangkan suatu platform web untuk memperluas jaringan semua UMKM yang ada di Desa Rembun. Latar belakang dari pembuatan web profil UMKM Desa Rembun adalah kurangnya pengawasan terhadap website Desa Rembun dan juga kurangnya publikasi UMKM di Desa Rembun sehingga omset yang diterima oleh pemilik usaha tidak mengalami kenaikan alias stagnan. Maka dari itu, diharapkan hasil dari program monodisiplin yang dibawakan dapat berdampak positif kepada masyarakat di Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.


Monodisiplin ini dilaksanakan mulai pada 5 Februari 2024 dengan melakukan konsultasi kepada perangkat desa dan juga beberapa UMKM yang beroperasi di Desa Rembun. Setelah mengetahui semua permasalahan yang dihadapi oleh semua pihak, permasalahan tersebut dituangkan dalam platform website. Website ini terdiri dari beberapa menu yang terdiri dari peta persebaran UMKM aktif di Desa Rembun, profil Desa Rembun secara singkat, dan juga klusterisasi UMKM yang beroperasi. 
 

Peta persebaran UMKM dimasukkan sebagai menu pada web tersebut agar dapat dijangkau oleh masyarakat yang ingin mengetahui semua UMKM di Desa Rembun dan juga sebagai media navigasi jikalau masyarakat ingin langsung berinteraksi dengan pemilik usaha. Tidak lupa juga dengan profil singkat Desa Rembun agar masyarakat mengetahui latar belakang dan sejarah berdirinya Desa Rembun serta apa saja sumber daya yang ditawarkan oleh desa tersebut. Lalu, menu yang terakhir adalah klusterisasi UMKM dengan tujuan agar masyarakat mengetahui apa saja macam-macam UMKM yang beroperasi di Desa Rembun. Beruntungnya, semua elemen kebutuhan dasar masyarakat secara umum disediakan oleh UMKM pada daerah tersebut.

Setelah membuat web tersebut, dilakukan konsultasi kembali kepada perangkat desa dan tidak diduga, mendapat feedback yang positif karena bisa kembali menghidupkan web profil Desa Rembun yang sudah lama tidak aktif dan bisa memasukkan elemen UMKM di Desa Rembun. Banyak hal yang dapat diteruskan dalam web ini, baik secara konten maupun perluasan secara fisik seperti pembuatan barcode website dalam banner di depan Desa Rembun.
 


Penulis: 
Siloam Angga Mairi
NIM: 21110121140143
Jurusan: Teknik Geodesi
Fakultas: Teknik

DPL: 
Fajrul Falah, S.HUM. M.HUM. 
Riris Tiani, S.S., M.HUM.
Marwini, S.HI., M.A., M.SI.

Lokasi: 
Desa Rembun, Siwalan, Pekalongan

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Melakukan Edukasi Dini Pentingnya Pemilahan Sampah untuk Kesehatan Lingkungan di Desa Rembun, Pekalongan

0
 

Campusnesia.co.idRembun, 05/02/24. Pada hari Senin tanggal 5 Februari 2024 telah dilaksanakan program kerja monodisiplin dari salah satu mahasiwa KKN Tematik Desa Rembun Universitas Diponegoro yang bertemakan "Sosialisasi Pemilahan Sampah Dasar dan Konsep 3R Berbasis Visual dan Assessment" di MIS Rembun Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan monodisiplin ini mencakup pemberian sosialisasi kepada siswa siswi kelas 6 MIS Rembun terkait pentingnya pemilahan sampah dasar beserta dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan. 
 

Monodisiplin ini dilaksanakan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) aktif pada siswa kelas 6A dan 6B MIS Rembun melalui koordinasi langsung kepada guru mata pelajaran dan wali kelas yang akan mengisi KBM pada rentang jam tersebut. Pemberian sosialisasi kali ini dilakukan dengan metode visual dan assessment melalui media poster dan latihan soal.

Esensi dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan dengan adanya edukasi sejak dini dapat menanamkan kesadaran pentingnya pemilahan sampah dasar khususnya sampah yang dihasilkan sehari-hari sehingga akan berdampak positif kepada kesehatan pribadi dan lingkungan sekitar. Kegiatan sosialisasi ini dimulai dengan perkenalan dan dilanjutkan penjelasan materi yang disupport dengan poster edukasi. Setelah menyelesaikan tahap penjelasan siswa siswi diminta untuk mengerjakan soal assessment untuk menguji tingkat pemahaman dan ingatan masing-masing individu. Sebagai pelengkap setiap siswa siswi kelas 6 MIS Rembun juga mendapatkan gift berupa ATK yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. 

Terakhir, diadakan sesi games untuk membangun suasana yang aktif dan responsif serta sharing session yang membahas pengalaman masing-masing sebagai bentuk bounding dan motivasi agar siswa siswi kelas 6 MIS Rembun bisa mendapatkan proyeksi akademik untuk tingkat selanjutnya. 



Penulis: 
Dyah Ayu Sekar Arumsari
NIM: 21080121140129
Jurusan: Teknik Lingkungan
Fakultas: Teknik

DPL
Fajrul Falah, S.HUM. M.HUM. 
Riris Tiani, S.S., M.HUM.
Marwini, S.HI., M.A., M.SI.

Lokasi: 
Desa Rembun, Siwalan, Pekalongan

Editor:
Achmad Munandar

Revitasilasi Taman Desa Temuwangi Sebagai Penggerak Kelanjutan Pembangunan

0



Campusnesia.co.idKlaten (7/2) - Mahasiswa KKN di Desa Temuwangi, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) Reguler Tim 1 2023/2024 menjadikan taman desa sebagai program kerja kelompok agar menjadi penggerak untuk melanjutkan pembangunan taman desa. Pembangunan taman yang terhenti di tahun 2023 ini menjadi salah satu tanggungan desa yang belum terselesaikan. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro melakukan survey lanjutan mengenai taman desa untuk ke depannya. 

Menurut salah satu perangkat desa, “Taman ini terhenti pembangunannya karena belum ada anggaran, Mbak,” ujar salah satu perangkat desa. Hal ini mendorong mahasiswa untuk melanjutkan program taman agar dapat digunakan di masa yang akan datang. 


Kegiatan diawali dengan melakukan pembersihan taman bersama dengan pemuda desa agar taman lebih terlihat cerah dan bersih. Selanjutnya, perancangan konsep taman disesuaikan dengan keinginan dan tujuan dibangunnya taman desa tersebut. Setelah berdiskusi bersama dengan Pak Wawan selaku penanggung jawab bagian pembangunan dan perencanaan desa, mahasiswa mendesain ulang taman agar sesuai dengan hasil diskusi yang sudah dilakukan. Selain desain, mahasiswa juga membuat bussines model canvas (BMC) sebagai acuan untuk membangun bisnis di taman desa. Tak lupa juga, mahasiswa membuatkan rencana anggaran biaya (RAB) sesuai dengan desain yang sudah dibuat.

Program revitalisasi taman diharapkan dapat digunakan oleh perangkat desa dan pihak yang bersangkutan secara bijak dan juga bermanfaat nantinya. Kedepannya, taman desa ini akan menjadi taman edukasi yang nyaman, aman, dan menyenangkan diberbagai kalangan.


Penulis: 
KKN Undip Tim I 2023/2024 Desa Temuwangi

Dosen Pembimbing:
1. Prof, Dr.rer.nat. Thomas Triadi Putranto, S.T. M.Eng. IPU, ASEAN Eng.
2. Riandhita Eri Werdani, S.M.B., M.S.M.
3. Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.

Lokasi: 
Desa Temuwangi, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Editor:
Achmad Munandar