Angka Stunting Tinggi! Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Bentuk Posyandu Remaja

0
 


Campusnesia.co.idKendayakan (23/7) Mahasiswa KKN melakukan rangkaian kegiatan Posyandu remaja dalam rangka memberantas stunting. Stunting merupakan salah satu permasalahan utama pada Kabupaten Tegal. Menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang/kronis yang terjadi dalam 1000 HPK. 

Menurut data sebanyak 39 anak Desa Kendayakan menderita stunting. WHO menyatakan bahwa terdapat empat faktor langsung yang memengaruhi terjadinya stunting, yaitu faktor keluarga dan rumah tangga, ASI, makanan pendamping ASI (MPASI), dan infeksi. Salah satu program Gerakan Cegah Stunting dari Kementerian Kesehatan adalah Gerakan #AksiBergizi yaitu membentuk kebiasan olahraga, sarapan, dan konsumsi tablet tambah darah untuk menurunkan anemia pada remaja di sekolah. 

Dari data permasalahan stunting yang tinggi ini, maka dibentuklah Posyandu remaja. Posyandu remaja dibentuk dalam rangka pencegahan stunting sedari dini dengan tujuan sebagai implementasi program Kemenkes terkait stunting dengan sasaran remaja.

Kegiatan pada Posyandu remaja yang dilaksanakan sudah berdasarkan SOP Posyandu dari Kemenkes yakni sistem 5 langkah dengan beberapa modifikasi sesuai dengan kebutuhan, yaitu pendaftaran, penyuluhan dan pengisian kuisioner, pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan LiLA serta IMT), tekanan darah, dan pelayanan kesehatan berupa pemberian obat-obatan. 

Pendaftaran dilakukan untuk arsip jumlah data remaja Desa Kendayakan, kuisioner skrining dilakukan untuk mengetahui gejala dan tanda anemia pada remaja yakni 5L (lesu, lemah, letih, lelah, dan lunglai) dan pemeriksaan fisik konjungtiva, pengukuran antropometri digunakan untuk mengetahui status gizi remaja sehingga dapat mengurangi faktor risiko KEK pada saat hamil, kemudian dilihat apakah remaja mengalami hipotensi yang mana bisa disebabkan oleh anemia, dan pelayanan kesehatan obat-obatan yang berfokus pada TTD bagi remaja putri. Posyandu remaja yang didirikan ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga dilakukan pelatihan kepada kader Posyandu.

Kegiatan Posyandu remaja diikuti oleh mahasiswa tim II KKN Universitas Diponegoro TA 2022/2023, bidan Desa Kendayakan, kader Posyandu, dan remaja Desa Kendayakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Juli 2023 di Aula Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama. Kegiatan Posyandu remaja ini disambut dengan sangat antusias oleh warga Desa Kendayakan. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat berharap agar angka permasalahan stunting di Desa Kendayakan mengalami penurunan.



Penulis: 
Titis Yoga Safitri


Sudah Ketergantungan Gawai! Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Mengadakan Pengecekan Mata

0
 


Campusnesia.co.idKendayakan (26/7) Mahasiswa KKN melakukan rangkaian kegiatan skrining cek kesehatan mata pada anak-anak sekolah dasar. Rabun jauh atau miopi adalah kondisi mata yang menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sementara objek yang letaknya jauh terlihat kabur. Menurut Tedja dkk. (2019) rabun jauh dapat disebabkan oleh berbagai hal, yakni jarak yang terlalu dekat pada waktu membaca buku, menonton televisi, bermain video games, bermain komputer, bermain telepon seluler/ponsel, dan sebagainya; terlalu lama beraktivitas pada jarak pandang yang sama seperti bekerja di depan komputer, di depan layar monitor, di depan berkas, dan lain-lain; serta kebiasaan buruk seperti membaca sambil tidur-tiduran, membaca di tempat yang gelap, membaca di bawah matahari langsung yang silau, menatap sumber terang langsung, dan lain sebagainya. 

Survei yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN menyatakan bahwa sebagian besar anak-anak sekolah dasar memiliki kebiasaan bermain gawai. Dari permasalahan inilah, dilaksanakan program kerja yaitu skrining cek kesehatan mata berupa visus dengan sasaran anak kelas 6 SD.

Skrining cek kesehatan mata ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini anak-anak yang memiliki tajam penglihatan abnormal. Dari data primer, nantinya akan dilakukan edukasi mengenai miopi sehingga anak sekolah dasar mengetahui cara mencegah miopi agar tidak menjadi semakin parah. 

Selain itu, anak SD juga mengetahui kapan harus periksa ke dokter dan menggunakan kacamata agar aktivitas sehari-hari tidak tergangggu. Kelas 6 SD dijadikan sebagai sasaran karena merupakan siswa yang paling sering terpapar oleh layar gawai. 

Program cek kesehatan mata yang dipilih berupa skrining karena merupakan prosedur yang cepat untuk mendeteksi potensi penyakit. Program kerja ini diharapkan dapat berkelanjutan sehingga dalam pelaksanaannya dimasukkan sebagai program UKS.

Kegiatan skrining cek kesehatan mata terdiri dari 3 rangkaian utama, yaitu pemeriksaan tajam penglihatan, edukasi mengenai miopi, dan praktek pemeriksaan mata dengan snellen chart di depan pelaksana UKS sebagai upaya pelatihan untuk keberlanjutan program. 

Kegiatan ini dimulai dengan pemeriksaan mata terlebih dahulu lalu hasil yang normal diberikan pita putih dan hasil yang abnormal diberikan pita merah. Setelah itu, baru dilakukan edukasi secara spesifik sesuai dengan yang hasil yang didapat dan juga penjelasan mengenai penggunaan alat snellen chart kepada pelaksana UKS. 

Kegiatan skrining ini diikuti oleh anak-anak dan guru SDN Kendayakan 03 serta mahasiswa KKN Universitas Diponegoro tim II TA 2022/2023. Programnya sendiri dilaksanakan pada 26 Juli 2023 di SDN Kendayakan 03. Kegiatan skrining ini diikuti dengan baik dan antusias oleh siswa SDN 03 Kendayakan. Dengan adanya program cek kesehatan mata, seluruh warga SDN Kendayakan 03 berharap agar anak-anak sekolah dasar memiliki kesadaran lebih baik lagi mengenai rabun jauh.



Penulis: 
Titis Yoga Safitri

Meningkatkan UMKM Keripik Tempe Di Desa Kalangan Hanya Dengan Copywriting

0
 


Campusnesia.co.idUMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Pada saat ini sudah mulai banyak UMKM yang bermunculan di kota-kota hingga di desa. Meskipun telah banyak UMKM yang bermuculan namun masih banyak UMKM yang belum berkembang. 

Kurang berkembangnya UMKM tersebut disebabkan oleh banyak hal seperti kurangnya pengetahuan teknologi, teknik pemasaran, copywriting dan sebagainya. Kasus tersebut banyak terjadi di Indonesia khususnya pelaku UMKM yang ada di desa-desa, dimana banyak UMKM yang pemasarannya belum berkembang dan hanya sebatas di ruang lingkup desa. Contohnya seperti di Desa Kalangan, Kec. Pedan, Klaten.

UMKM di Dukuh Durenan, Desa Kalangan terbilang cukup banyak khususnya UMKM Keripik Tempe, namun di antara dari mereka kurang berkembang akibat pemasaran yang kurang luas. Untuk mengurangi permasalahan tersebut penulis memilih salah satu UMKM Keripik Tempe milik Bu Harni untuk diadakan pelatihan dan pendampingan copywriting

Pelatihan tersebut dilakukan dengan cara langsung mendatangi tempat usaha Bu Harni pada tanggal 21, 23, dan 25 Juli 2023. Pemilik UMKM diberi pengetahuan mengenai teknik pembuatan copywriting yang menarik dan menjual khususnya dalam mengoptimalisasi penggunaan digital marketing. Teknik tersebut diantaranya seperti teknik AIDA, pertanyaan yang sering digunakan, serta konsep slippery slide.
 
Dengan adanya pelatihan Copywriting pada UMKM tersebut diharapkan dapat menambah wawasan pemilik UMKM terkait. Pasalnya tidak hanya pelatihan Copywriting saja namun juga terdapar pelatihan digital marketing yang ditunjukan kepada UMKM. Pemilik UMKM yang dibantu dalam pembuatan brosur pemasaran merasa berterima kasih dan terbantu. 

Harapan dari penulis sendiri setelah dilaksanakannya program kerja tersebut adalah ingin UMKM sekitar menjadi lebih dikenal banyak warga sekitar Desa Kalangan hingga luar desa dengan menggunakan teknik copywrting dan teknologi penunjang seperti e-commerce, sosial media, dan WA yang penyebarannya mudah dan cepat.

Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Ajarkan Hitung Matematika Menggunakan Batang Napier Kepada Guru SD

0
 


Campusnesia.co.idKalangan, Pedan, Klaten (27/07/2023) – Universitas Diponegoro melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti lebih dari 6000 mahasiswa. Hal ini cukup menggemparkan karena terjadi kenaikan yang tajam pada jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN Tim II ini.

Tika Deltania Annafi’u Yanur selaku peserta KKN melakukan survei terhadap lingkungan Desa Kalangan. Setelah melakukan survei, Tika melaksanakan program kerja di salah satu Sekolah Dasar (SD) yaitu SD Negeri 3 Kalangan. 

Dimana sekolah ini terletak berdampingan dengan Balai Desa Kalangan, sehingga mudah untuk ditemukan. Tika melakukan beberapa kali kunjungan untuk membahas program kerja dengan guru –guru dan meminta perizinan kepala sekolah.

Program kerja yang dilaksanakan adalah pelatihan perkalian menggunakan alat peraga batang napier. Pelatihan tersebut bertujuan agar guru dapat mengajarkan kepada siswa cara lain untuk melakukan perhitungan operasi perkalian, serta melatih kerja otak pada siswa dalam mempelajari matematika. 

Matematika merupakan salah satu ilmu pasti yang menyangkut pola berpikir, bahasa, seni, dan alat-alat. Batang napier biasanya dikenal sebagai salah satu alat yang digunakan untuk proses pembelajaran matematika terutama operasi perkalian.

Guru – guru sangat antusias mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2023 ini. Selama kegiatan pelatihan berlangsung, komunikasi terjalin dengan baik. Tika menjelaskan cara penggunaan batang napier untuk operasi perkalian. 

Dengan adanya hal ini membuat guru memiliki semangat untuk mengajarkan kembali kepada siswa. Selain menjelaskan tentang penggunaan alat peraga batang napier, Tika juga memberikan alat peraga batang napier kepada pihak sekolah dan membantu mengajarkan pada siswa. Pihak sekolah mengapresiasi program kerja ini karena menambah inovasi baru serta alternatif dalam kegiatan pembelajaran matematika. 



Penulis: Tika Deltania Annafi'u Yanur

Jurusa : Matematika

Lokasi KKN: Kalangan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten

Dosen Pembimbing Lapangan :
1. Prof. Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto., ST., M.Eng., IPU
2. Dinalestari Purbawati., SE., M.Si., Akt
3. Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.

Mahasiswa KKN Undip Cegah Stunting Melalui “DESA BISING"

0
 


Campusnesia.co.idDesa Kalangan, Pedan, Klaten (01/08/2023) – Stunting menjadi salah satu permasalahan pada anak yang sangat mengkhawatirkan. Di Desa Kalangan sendiri kasus stunting pada anak menduduki posisi pertama yang paling tinggi Se-Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. 

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Undip Tim II Tahun Akademik 2022/2023 yang diterjunkan di Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten memiliki program kerja multidisiplin  dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program “DESA BISING” (Dengan Sayur Bilas Stunting). 

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama, sehingga mengakibatkan tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya. Penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi selama 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). 1000 Hari Pertama Kehidupan dimulai dari sejak masih di dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Oleh karena itu, asupan gizi pada balita harus diperhatikan dengan benar, karena kurangnya asupan gizi pada balita dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita serta dapat menyebabkan balita lebih rentan terkena stunting.

Program ini dipilih karena resiko stunting atau biasa dikenal dengan nama gizi buruk masih mengintai beberapa wilayah di Kecamatan Pedan. Berdasarkan informasi dari pihak Kecamatan didapatkan hasil bahwa warga Kecamatan Pedan baik itu Desa Kalangan maupun Desa lain masih terdapat kasus stunting. 

Permasalahan yang muncul yaitu banyak warga yang malu dan tidak berani untuk mengungkapkan bahwa anaknya terkena stunting. Sehingga dengan adanya fakta tersebut membuat mahasiswa KKN Undip akan melaksanakan program multidisiplin 2 untuk mengedukasi kepada para orang tua yang memiliki anak tentang pentingnya pemenuhan gizi. 

Sasaran dari program ini adalah para orangtua yang memiliki anak stunting. Program kerja Multidisiplin ini dilaksanakan pada hari Selasa, 1 Agustus 2023 yang bertempat di Balai Desa Kalangan. Kegiatan ini dihadiri oleh 60 ibu yang memiliki anak dengan stunting. 

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ibu Maya selaku Bidan Desa Kalangan yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Stunting. Kemudian, diakhiri dengan pelatihan pembuatan produk inovasi makanan bergizi berupa Gyoza Sayur dan Susu Jelly Sayur. Peserta juga diberikan tester dari kedua olahan tersebut.

 
Dengan dilaksanakannya program tersebut diharapkan mampu membantu menurunkan angka kejadian stunting khususnya di Desa Kalangan. Kami berharap juga dengan adanya produk olahan Gyoza Sayur dan Susu Jelly Sayur dapat menjadi solusi ketika anak kurang menyukai sayur. Selain itu, produk tersebut dapat dijual sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Kalangan.



Penulis: Kelompok Tim II KKN Undip Desa Kalangan, Kecamatan Pedan
1. Mohamad Rayhan / Fakultas Hukum
2. Zahra Nafisah Rizkyandini / Fakultas Ekonomika dan Bisnis
3. Nasywa Azni Nabila Zahra / Fakultas Ilmu Budaya
4. Retha Pramesti / Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
5. May Bella Faranissa Az Zahra / Fakultas Psikologi 
6. Dyfan Putra Perkasa / Fakultas Teknik 
7. Mega Dewi Auretta / Fakultas Kedokteran  
8. Tika Deltania Annafi’u Yanur / Fakultas Sains dan Matematika
9. Aina Adika Agiel Akhan / Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan
10. Tiar Oktaviana / Sekolah Vokasi


Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Prof. Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto., ST., M.Eng., IPU 

2. Dinalestari Purbawati., SE., M.Si., Akt

3. Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.


Lokasi: Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten




 

Mahasiswa KKN UNDIP Olah Sampah Plastik Menjadi Paving Block

0
 


Campusnesia.co.idDesa Kalangan, Pedan, Klaten (30/07/2023)-Plastik merupakan material yang sangat sulit terurai dimana degradasi plastik dengan cara penimbunan memakan waktu yang sangat lama hingga puluhan tahun. Di Indonesia konsumsi plastik juga meningkat dengan cepat. 

Penggunaan plastik akan terus meningkat karena adanya peningkatan populasi manusia, perkembangan aktivitas serta perubahan kondisi gaya hidup dan sosio-ekonomi masyarakat.

Desa Kalangan menjadi salah satu desa yang memiliki permasalahan dalam pengelolaan sampah. Kurangnya modal-modal di sini yaitu pada bagian operasionalnya karena Desa Kalangan tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) khususnya yang berada di Dukuh Belan. 

Program ini dipilih karena banyaknya sampah di Desa Kalangan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Kebanyakan masyarakat disini mengelola sampah hanya dibakar, yang mana itu membuat polusi udara. Salah satu alternatif untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan membuat paving block. 

Paving block merupakan sebuah komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau sebuah bahan perekat hidrolis sejenisnya, air, dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton itu. 

Terdapat sebuah inovasi dimana sampah plastik juga dijadikan tambahan bahan untuk paving block. Tentunya bahan pembuatan paving ini tidak hanya plastik saja, tetapi juga masih membutuhkan bahan lainnya sebagai pendukung untuk menghasilkan kekuatan, dan tingkat kehalusan hasil akhir.

Program multidisiplin 1 ini memiliki tujuan supaya sampah plastik yang biasanya dianggap oleh masyarakat  tidak bermanfaat kemudian oleh mahasiswa KKN diinovasikan supaya dapat menjadi suatu produk yang berdaya guna seperti paving block. 

Dalam pembuatan paving block tersebut pun juga tidak termasuk sulit apalagi ditambah masyarakat yang mayoritas pembuat batu bata akan menjadi memiliki sampingan dengan inovasi ini.

Sasaran dari program ini adalah masyarakat di Desa Kalangan, khususnya Dukuh Belan. Program kerja Multidisiplin ini dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Juli 2023 yang bertempat di Balai Perkumpulan Dukuh Belan (Bangsal). Kegiatan ini dihadiri oleh 40 warga Dukuh Belan. 

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan terlebih dahulu mengenai paving block, lalu memberikan pelatihan bagaimana cara membuat paving block dari sampah plastik. Para hadirin juga diperlihatkan bentuk asli paving block yang telah jadi.
 

Dalam proses pembuatannya dilakukan melalui pemilahan sampah plastik terlebih dahulu. diawali dengan oli dipanaskan dahulu dalam kuali, setelah mendidih, masukkan sampah plastik lalu dipanaskan sampai melebur dan berubah seperti cairan. 

Setelah mencair atau semua sampah melebur, maka langkah selanjutnya adalah memasukkan pasir dan aduk merata sampai teraduk sempurna. Terakhir adonan tersebut dituangkan dalam cetakan paving block yang tersedia, lalu ditekan sampai kondisi dingin dan menjadi bentuk paving block.

 
Dengan dilaksanakannya program tersebut, kami berharap permasalahan sampah di Desa Kalangan dapat teratasi sehingga lingkungan menjadi lebih lestari. Selain itu, Paving block ini juga dapat dijual ataupun digunakan untuk menambal jalan. Sehingga paving block ini juga memiliki nilai ekonomis untuk warga Desa Kalangan.



Penulis: Kelompok Tim II KKN Undip Desa Kalangan, Kecamatan Pedan
1. Mohamad Rayhan / Fakultas Hukum
2. Zahra Nafisah Rizkyandini / Fakultas Ekonomika dan Bisnis
3. Nasywa Azni Nabila Zahra / Fakultas Ilmu Budaya
4. Retha Pramesti / Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
5. May Bella Faranissa Az Zahra / Fakultas Psikologi
6. Dyfan Putra Perkasa / Fakultas Teknik
7. Mega Dewi Auretta / Fakultas Kedokteran 
8. Tika Deltania Annafi’u Yanur / Fakultas Sains dan Matematika
9. Aina Adika Agiel Akhan / Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan
10. Tiar Oktaviana / Sekolah Vokasi


Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Prof. Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto., ST., M.Eng., IPU 

2. Dinalestari Purbawati., SE., M.Si., Akt

3. Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.


Lokasi: Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten

Mahasiswa KKN UNDIP Berikan Penyuluhan dan Bantuan Sosial Bagi Warga Terdampak Stunting

0
 


Campusnesia.co.idStunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Desa Jatilawang merupakan desa yang terletak di Kecamatan Wonosamdoro, Kabupaten Boyolali yang memiliki total 18 kasus stunting. Kasus tersebut tersebar di 4 Dukuh di Desa Jatilawang yang terdiri dari 12 kasus di Dukuh Ngelo, 4 kasus di Dukuh Banyuripan, 1 kasus di Dukuh Kuniran dan 1 kasus di Dukuh Jatilawang.

Dengan tingginya jumlah kasus stunting di desa Jatilawang, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023 berinisiatif memberikan penyuluhan terkait pencegahan stunting. Penyuluhan tersebut dilakukan secara dua kali dengan sasaran ibu hamil dan pemuda (24/07/23). Tidak hanya itu, KKN TIM II Universitas Diponegoro tahun 2023 juga mengadakan bantuan sosial bagi anak yang terdampak stunting.

Antuasiasme ibu hamil ini dpaat membuktikan bahwa penyuluhan ini dinilai efektif untuk meningkatkan wawasan mengenai dampak stunting dan pencegahan stunting. Harapannya, kegiatan ini dapat menekan pertumbuhan angka kasus stunting di desa Jatilawang di masa yang akan mendatang.

Resah Akan Kecanduan Gadget Pada Anak, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Kampanye Anti Gadget Di SD N 1 Jatilawang

0
 


Campusnesia.co.idBoyolali (30/07/23) Kecanduan gadget marak terjadi dikalangan masyarakat. bukanhanya orang tua, melainkan juga anak-anak. Kecanduan gadget memiliki beberapa dampak negatif yang dapat memperlambat perkembangan anak, baik secara fisik maupun secara psikologis. Diantaranya adalah mata yang minus hingga emosi yang meledak-ledak.

Desa Jatilawang merupakan bagian dari Kecamatan Wonosamodro Kabupaten Boyolali yang memiliki permasalahan kasus kecanduan gadget yang cukup tinggi di kalangan anak-anak. 10 dari 17 anak di desa Jatilawang terdampak kecanduan gadget. Kecanduan gadget ini ditakutkan dapat memberi dampak berkepanjangan pada perkembangan anak.

Oleh karena itu, KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023 mengadakan kampanye anti gadget sebagai bentuk tindakan preventif kecanduan gadget berkepanjangan. Kegiatan yang dilakukan juga dinilai variatif seperti simulasi gempa bumi, permainan tebak kata, membaca bersama, membuat celengan dari kain perca, mewarnai, pengenalan tingkat sanitasi air dan ditutup dengan penyuluhan dampak kecanduan gadget baik secara fisik maupun psikologis.

Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 1 Jatilawang yang terletak di Dukuh Kuniran, Desa Jatilawang. Antusiasme anak-anak yang tinggi membuktikan bahwa anak-anak sangat membutuhkan penyuluhan mengenai apa yang akan mereka hadapi selanjutnya untuk mencegah terjadinya dampak berkepanjangan di masa depan mereka.

Harapan dari TIM KKN II Universitas Diponegoro tahun 2023 kegiatan ini dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi anak-anak di desa Jatilawang untuk mengurangi penggunaan gadget berlebihan.

Siap Menjadi Pahlawan Kesehatan di Sekolah!: Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Ajarkan Praktik Pertolongan Pertama kepada Siswa SMPN 3 Ngadirojo

0

Foto Bersama Siswa SMPN 3 Ngadirojo


Campusnesia.co.idNgadirojo, 22 Juli & 3 Agustus 2023 – Naurah Qhalisa Raniah, mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro 2022/2023 telah mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan sebuah program  Aksi PMR Siaga "Ayo Peduli Pertolongan Pertama" yang digelar pada tanggal 22 Juli dan 3 Agustus di SMP N 3 Ngadirojo. 

Kegiatan ini melibatkan anggota Palang Merah Remaja (PMR) serta siswa-siswa yang berminat untuk ikut serta. Berfokus pada pengetahuan tentang penanggulangan penyakit dan keterampilan pertolongan pertama, acara ini bertujuan untuk memberi dasar yang kuat bagi anggota PMR dalam mengamalkan Tri Bakti PMR.

Pada tanggal 22 Juli, suasana di SMPN 3 Ngadirojo begitu semarak dengan adanya pemaparan materi terkait penanggulangan penyakit-penyakit yang mungkin dijumpai di lingkungan sekolah. Materi ini bertindak sebagai landasan bagi anggota PMR dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat ketika diperlukan. Kehadiran instruktur yang berpengalaman membantu memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat dan relevan.
 
Pembawaan Materi Pertolongan Pertama oleh Naurah Qhalisa

Pada tanggal 3 Agustus, fokus kegiatan lebih mengarah pada teknis pertolongan pertama yang lebih mendalam. Materi melibatkan instruksi tentang keterampilan seperti mengangkat tandu, membantu korban, dan memberikan bantuan pertama dalam situasi darurat. Keterampilan ini tidak hanya bermanfaat bagi anggota PMR dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dapat digunakan dalam berbagai situasi sehari-hari.

Respon dari siswa-siswa sangat baik. Mereka tidak hanya antusias mengikuti kegiatan, tetapi juga menunjukkan minat yang besar untuk melibatkan diri dalam simulasi tindakan pertolongan pertama. 

Simulasi ini membantu mereka merasakan pengalaman nyata dalam memberikan pertolongan dan meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya tindakan cepat dan benar dalam situasi darurat.
 
Simulasi Pertolongan Pertama 
oleh Anggota PMR SMPN 3 Ngadirojo

Aksi PMR Siaga "Ayo Peduli Pertolongan Pertama" telah membawa dampak positif dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan anggota PMR di SMPN 3 Ngadirojo. Dengan memahami dan menerapkan konsep pertolongan pertama, mereka tidak hanya menjaga kesehatan sekolah, tetapi juga membawa manfaat kepada lingkungan sekitarnya. Melalui inisiatif seperti ini, PMR di SMPN 3 Ngadirojo berkontribusi nyata dalam menjaga kesejahteraan dan keselamatan bersama.



Penulis: 
Naurah Qhalisa Raniah 
(Mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2020, Universitas Diponegoro)

DPL: 
- Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D., IPU
- Ns. Yuni Dwi Hastuti, S.Kep., M.Kep.
- Ahmad Ainun Najib, S.H., M.H.

Tak Ada Yang Tabu! Mahasiswa KKN Tim II Undip Ajarkan Pentingnya Kesehatan Reproduksi kepada Siswa SMPN 3 Ngadirojo

0

 Foto Bersama Siswa-Siswi SMPN 3 Ngadirojo


Campusnesia.co.idKerjo Lor, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri (18/07/2023) – Memasuki usia remaja menandakan bahwa seseorang sedang berada dalam salah satu periode paling menantang dan menarik dalam fase perkembangan manusia. Ketika memasuki usia remaja, banyak sekali perubahan yang akan dialami, baik perubahan secara fisik maupun secara mental. 

Pada masa ini pun, penting sekali untuk menjaga kesehatan reproduksi yang nantinya akan memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup di masa depan. Namun, pembahasan terkait kesehatan reproduksi seringkali dianggap sebagai hal yang tabu pada beberapa kalangan karena membahas tentang hal yang sensitif pada tubuh manusia.

Hal serupa juga dirasakan oleh siswa kelas 7 di SMP Negeri 3 Ngadirojo. Mereka yang baru saja memasuki usia remaja awal tentu merasa bahwa pembahasan terkait Kesehatan reproduksi adalah hal yang sensitif dan terkesan malu-malu untuk membahas hal tersebut. 

Padahal, mengenal kesehatan reproduksi dan cara menghadapi masa remaja dengan bijak merupakan hal yang sangat penting untuk didapatkan di masa remaja. Oleh karena itu, salah satu mahasiswa Kedokteran KKN TIM II UNDIP, Naurah Qhalisa Raniah berinisiatif untuk membantu para siswa untuk lebih mengenal terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Mahasiswa KKN menjelaskan materi 
terkait kesehatan reproduksi
 
Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 3 Ngadirojo, yang berlokasikan di Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo pada 18 Juli 2023, yang bertepatan dengan hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang sedang berlangsung di sekolah tersebut. Para siswa kelas 7 yang menjadi sasaran dari program ini memberikan respon yang positif dengan keaktifan mereka dalam berinteraksi dengan pemateri. 

 
Interaksi aktif siswa dan pemateri


Tujuan dilakukannya program kerja ini ialah untuk memperkenalkan terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sedari dini agar kedepannya tidak memiliki dampak yang buruk untuk masa depan. Selain itu, para siswa kelas 7 yang tergolong masih remaja awal ini juga diperkenalkan tentang perubahan-perubahan fisik yang akan mereka hadapi nanti selama mengalami masa pubertas. 

Masa pubertas adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dengan masa remaja karena terjadi proses pematangan dan pertumbuhan ciri-ciri biologis dan psikologis yang dimilikinya. Dari program ini juga, mahasiswa berperan penting untuk mengubah mindset para remaja bahwa membahas terkait organ reproduksi dan kesehatannya itu merupakan hal yang wajar dan penting untuk diketahui.

Keberjalanan program ini merupakan salah satu langkah untuk memperkenalkan bahwa membahas tentang orgran reproduksi itu bukan hal yang tabu dan justru sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi agar tidak memberikan dampak yang negatif di masa yang akan datang.



Penulis: 
Naurah Qhalisa Raniah 
(Mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2020, Universitas Diponegoro)

DPL: 
- Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D., IPU
- Ns. Yuni Dwi Hastuti, S.Kep., M.Kep.
-Ahmad Ainun Najib, S.H., M.H.