Campusnesia.co.id - KAB. SUMEDANG, 14 Oktober 2026 - Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Program Studi Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan program NUTRILOKA (Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Produk UMKM Bernilai Gizi) di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas dan nilai tambah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan melalui edukasi higiene dan sanitasi serta pendampingan penyusunan label estimasi Informasi Nilai Gizi.
Program NUTRILOKA merupakan bagian dari program kerja mahasiswa P2MB yang berfokus pada pengembangan UMKM pangan skala rumahan. Pelaksanaannya dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan keamanan pangan serta penyediaan informasi produk yang lebih informatif bagi konsumen. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pendampingan terhadap dua UMKM lokal yang memproduksi keripik tempe dan ubi Cilembu.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi awal untuk mengetahui kondisi usaha, proses produksi, serta kebutuhan pendampingan dari masing-masing UMKM. Hasil observasi tersebut menjadi dasar dalam menyesuaikan materi edukasi dengan karakteristik usaha. Kedua UMKM kemudian mendapatkan edukasi mengenai penerapan higiene dan sanitasi pangan, termasuk pentingnya menjaga kebersihan selama proses penanganan produk.
Selain edukasi keamanan pangan, mahasiswa juga memperkenalkan pentingnya informasi nilai gizi pada kemasan produk. Melalui pendampingan ini, mahasiswa menyusun label estimasi Informasi Nilai Gizi berdasarkan komposisi bahan yang digunakan dalam proses produksi serta data komposisi pangan yang tersedia. Informasi yang dicantumkan meliputi energi total, protein, lemak total, dan karbohidrat total sebagai gambaran kandungan gizi produk bagi konsumen.
Inisiatif ini juga berangkat dari pengalaman pelaku UMKM yang masih menghadapi berbagai pertimbangan dalam mengembangkan kelengkapan informasi produknya. Salah satu pelaku UMKM mengungkapkan bahwa selama ini perhatiannya masih berfokus pada pengurusan sertifikasi halal.
“Saya sih baru ngurus yang (sertifikasi) halal aja dan waktu itu prosesnya panjang, jadi saya belum kepikiran buat bikin yang kayak gitu,” ucap salah satu pelaku UMKM ketika diwawancarai saat observasi awal.
Sebagai hasil pendampingan, mahasiswa memberikan desain label estimasi Informasi Nilai Gizi dalam bentuk siap cetak yang dapat langsung ditempelkan pada kemasan produk. Selain itu, pelaku UMKM juga memperoleh file digital label sehingga dapat disimpan dan digunakan kembali sesuai kebutuhan produksi. Dengan adanya label tersebut, pelaku usaha memiliki alternatif untuk menyampaikan informasi kandungan gizi produknya secara lebih praktis kepada konsumen.
Pelaksanaan program turut mempertimbangkan karakteristik setiap UMKM yang memiliki tahapan produksi berbeda. Oleh karena itu, materi pendampingan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha agar informasi yang diberikan lebih relevan dan memungkinkan untuk diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Melalui NUTRILOKA, mahasiswa P2MB Gizi UPI berupaya memperkenalkan bahwa pengembangan produk UMKM tidak hanya berkaitan dengan proses produksi dan pemasaran, tetapi juga mencakup perhatian terhadap keamanan pangan serta kelengkapan informasi produk. Kedepannya, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Cigendel untuk mengembangkan produk pangan yang lebih berkualitas, aman, dan informatif bagi konsumen.
Penulis: Tim P2MB Gizi UPI 2026 Desa Cigendel
Fotografer: Tim PDD P2MB Gizi UPI 2026 Desa Cigendel


























