Memuat konten...

Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

NUTRILOKA, Inisiatif Mahasiswa P2MB Gizi UPI untuk Tingkatkan Nilai Jual Produk UMKM Desa Cigendel melalui Label Estimasi Informasi Nilai Gizi

0


Campusnesia.co.id - KAB. SUMEDANG, 14 Oktober 2026 - Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Program Studi Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan program NUTRILOKA (Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Produk UMKM Bernilai Gizi) di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas dan nilai tambah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan melalui edukasi higiene dan sanitasi serta pendampingan penyusunan label estimasi Informasi Nilai Gizi.

Program NUTRILOKA merupakan bagian dari program kerja mahasiswa P2MB yang berfokus pada pengembangan UMKM pangan skala rumahan. Pelaksanaannya dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan keamanan pangan serta penyediaan informasi produk yang lebih informatif bagi konsumen. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pendampingan terhadap dua UMKM lokal yang memproduksi keripik tempe dan ubi Cilembu.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi awal untuk mengetahui kondisi usaha, proses produksi, serta kebutuhan pendampingan dari masing-masing UMKM. Hasil observasi tersebut menjadi dasar dalam menyesuaikan materi edukasi dengan karakteristik usaha. Kedua UMKM kemudian mendapatkan edukasi mengenai penerapan higiene dan sanitasi pangan, termasuk pentingnya menjaga kebersihan selama proses penanganan produk.
  
Selain edukasi keamanan pangan, mahasiswa juga memperkenalkan pentingnya informasi nilai gizi pada kemasan produk. Melalui pendampingan ini, mahasiswa menyusun label estimasi Informasi Nilai Gizi berdasarkan komposisi bahan yang digunakan dalam proses produksi serta data komposisi pangan yang tersedia. Informasi yang dicantumkan meliputi energi total, protein, lemak total, dan karbohidrat total sebagai gambaran kandungan gizi produk bagi konsumen.

Inisiatif ini juga berangkat dari pengalaman pelaku UMKM yang masih menghadapi berbagai pertimbangan dalam mengembangkan kelengkapan informasi produknya. Salah satu pelaku UMKM mengungkapkan bahwa selama ini perhatiannya masih berfokus pada pengurusan sertifikasi halal.

“Saya sih baru ngurus yang (sertifikasi) halal aja dan waktu itu prosesnya panjang, jadi saya belum kepikiran buat bikin yang kayak gitu,” ucap salah satu pelaku UMKM ketika diwawancarai saat observasi awal.
 

Sebagai hasil pendampingan, mahasiswa memberikan desain label estimasi Informasi Nilai Gizi dalam bentuk siap cetak yang dapat langsung ditempelkan pada kemasan produk. Selain itu, pelaku UMKM juga memperoleh file digital label sehingga dapat disimpan dan digunakan kembali sesuai kebutuhan produksi. Dengan adanya label tersebut, pelaku usaha memiliki alternatif untuk menyampaikan informasi kandungan gizi produknya secara lebih praktis kepada konsumen.


Pelaksanaan program turut mempertimbangkan karakteristik setiap UMKM yang memiliki tahapan produksi berbeda. Oleh karena itu, materi pendampingan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing usaha agar informasi yang diberikan lebih relevan dan memungkinkan untuk diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.


Melalui NUTRILOKA, mahasiswa P2MB Gizi UPI berupaya memperkenalkan bahwa pengembangan produk UMKM tidak hanya berkaitan dengan proses produksi dan pemasaran, tetapi juga mencakup perhatian terhadap keamanan pangan serta kelengkapan informasi produk. Kedepannya, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Cigendel untuk mengembangkan produk pangan yang lebih berkualitas, aman, dan informatif bagi konsumen.


Penulis: Tim P2MB Gizi UPI 2026 Desa Cigendel
Fotografer: Tim PDD P2MB Gizi UPI 2026 Desa Cigendel

Cara Atasi Tidak Bisa Login Mobile JKN Karena Lebih dari 3 NIK di HP yang Sama

0
Mobile JKN Karena Lebih dari 3 NIK di HP yang Sama



Campusnesia.co.id - Pada suatu tengah malam, saya panik saat hendak login ke aplikasi Mobile JKN muncul pemberitahuan "Perangkat Anda sudah digunakan untuk login oleh lebihd ari 3 Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berbeda". Terang saja saya panik karena rencana esok hari hendak digunakan untuk berobat.

Masih di pesan pop up yang sama dicantumkan tiga nomor NIK yang dimaksud dengan instruksi lanjutan berbutuliskan, "Mohon hubungi Call Centre BPJS Kesehatan di 165 untuk info lebih lanjut". 

Karena sudah latur malam san pasti operatornya sudah tidak aktif sebab diluar jam kerja saya mencoba bersabar menunggu esok harinya sambil mengingat-ingat nomor NIK siapa saja yang pernah login dengan HP saya.

Benar saja, dalam beberapa bulan terakhir setidaknya HP saya sudah saya gunakan untuk login untuk empat orang berbeda. Hal ini karena saya dimintai tolong oleh tetangga untuk mendaftarkan akun Mobile JKN dengan penyebab HP yang tetangga ada yang lemot dan bahkan dua diantaranya sudah tidak kompatible dengan spefisikasi os android minimal agar aplikasi Mobile JKN bisa diinstall dan berjalan.

Esok harinya menjelang tengah hari saya mengubungi nomor call centre JKN Kesehatan 165 dan menanyakan bagaimana solusinya agar saya bisa login ke aplikasi Mobile JKN milik saya sendiri yang sebelumnya gagal login karena sudah digunakan untuk login oleh lebih dari 3 NIK.

Jawaban customer servicenya, solusinya adalah log out dari akun yang sekarang digunakan, login dengan salah satu akun yang bukan milik kita tadi di hp yang lain, idealnya di masing-masing hp sesuai nama pemilik BPJS, tapi karena tetangga saya HP nya kentang maka tadi saya loginkan ke HP saudaranya.

Setelah itu saya kembali mencoba login di HP saya sendiri dengan akun saya sendiri yang awal dan alhamdulillah berhasil. 

Jujur awalnya sempat panik, selain karena Mobile JKN nya hendak digunakan juga karena beberapa tetangga yang meminta tolong sebelumnya tidak memiliki HP yang kompatible dengan aplikasi mobile JKN, memang dilematis.

Satu hal yang saya simpulkan, berarti setiap kali kita login ke aplikasi Mobile JKN, sistem akan mencatat kita login dengan gadget apa lengkap dengan serinya sehingga bisa mendata bahwa gadget yang sama telah digunakan berulang kali. Saya bisa memaklumi pembatasan yang dilakukan dengan maksimal hanya 3 NIK untuk menghindari penyalahgunaan.

Tapi tetap saja bagi yang belum tahu bisa menimbulkan kepanikan. Kuncinya adalah tetap tenang, cari solusi dengan bertanya di Google atau telpon call centre 165.

Baik sobat pembaca, demikian tadi sharing kita kali ini tentang Cara Atasi Tidak Bisa Login Mobile JKN Karena Lebih dari 3 NIK di HP yang Sama, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar



====
Baca juga:

Mengenal Bunga Tabebuya yang Sedang Bermekaran di Berbagai Kota

0
Mengenal Bunga Tabebuya yang Sedang Bermekaran di Berbagai Kota



Campusnesia.co.id - Di Kabupaten Pati sedang ramai diperbincangkan bunga Tabebuya yang bermekaran di kawasan alun-alun simpang lima. Lumrahya sosial media, begitu ada sesuatu yang viral lalu banyak yang mendatanginya, berlomba-lomba membuat konten untuk diupload apalagi bagi konten kreator momen seperti ini sangat dicari.

Banyak yang menyebut, Tabebuya di Kabupaten Pati yang sedang viral dan bermekaran pada Oktober 2026, menciptakan pemandangan ala musim semi di Jepang. Sekitar 20 pohon Tabebuya dengan warna putih, oranye, dan merah muda mekar lebat di area publik ini.

Politisipun tak mau ketinggalan, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyiapkan 250 bibit Tabebuya gratis bagi warga yang berkunjung dan mengunggah konten kreatif atau momen kunjungan ke media sosial. Pemkab Pati juga telah mengajukan tambahan 1.000 bibit Tabebuya kepada PT Djarum untuk memperluas program penghijauan di wilayah Pati. Its ok, selama msih dalam konteks positif.


Tapi tahukah sobat sebenarnya apa bunga Tabebuya ini?
Yuk kita bahas lewat postingan kali ini.

Mengutip laman id.wikipedia.org, Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus), Tabebuya kuning atau Pohon terompet emas adalah sejenis tanaman yang berasal dari negara Brasil dan termasuk jenis pohon besar.

Sering kali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat. Bunga sakura memiliki genus Prunus dari famili Rosaceae, sedang bunga tabebuya dari famili Bignoniaceae. Pohon tabebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya yang tidak mudah rontok, saat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, dan akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras.

Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, ada juga yang berwarna pink, ungu, bahkan merah tua. banyak sekali varian tabebuya dari berbagai negara dalam genus handroanthus dan tabebuia dengan warna bunganya yang beraneka macam, tetapi varian yang sering dijumpai di Indonesia adalah yang bunganya berwarna kuning dan merah muda dengan panjang 3–11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol.

Setiap spesies pohon tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, merah muda, kuning, kuning jingga, magenta, plum, dan ada yang merah. Terdapat motif garis warna ungu di dalam bunganya. Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Bahkan sekarang ini musim pembungaan tanaman ini dapat diatur melalui manipulasi pola pemupukan.

Habitat asli Tabebuya di Brasil berada di daerah dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering. Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman disaat musim kemarau. Pohon ini adalah pohon hias populer yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah di daerah subtropis dan tropis. Tabebuya adalah pohon dengan pemeliharaan rendah, di mana pemangkasan dibutuhkan hanya untuk menghilangkan tangkai yang mati atau rusak. Jarang ada hama atau penyakit yang mengganggu tanaman ini.

Ada dua jenis pohon tabebuya yang populer sebagai tanaman hias pekarangan: Tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus) yang pohonnya besar mencapai tinggi 8 m, dan Tabebuya merah muda (Handroanthus impetiginosus atau Handroanthus heptaphyllus) .

Tabebuya sudah dijadikan tanaman peneduh jalan raya di Surabaya, Batu, Magelang, Malang, Purwokerto, Kediri, Karanganyar, Semarang, Sumenep dan kota-kota lainnya.


Perbedaan Tabebuya dan Sakura
Tabebuya dan Sakura sering kali disamakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal keduanya memiliki beberapa perbedaan dalam aspek tertentu. Berikut perbedaan keduanya

Asal-Usul
- Tabebuya: pohon tabebuya berasal dari Amerika Selatan dan banyak tumbuh di daerah tropis maupun subtropis seperti brazil

- Sakura: sakura berasal dari Jepang dan banyak tumbuh di daerah Asia Timur seperti Tiongkok dan Korea

Bentuk Bunga
- Tabebuya: tabebuya memiliki bentuk bunga yang menyerupai terompet, bentuk bunga inilah yang sering membuat orang menyamakannya dengan sakura

- Sakura: sakura memiliki bentuk bunga yang terdiri dari lima kelopak. Tekstur bunga ini juga lebih halus dan rapuh dibanding tabebuya.

Musim
- Tabebuya: Pohon tabebuya akan berbunga di musim kemarau, namun seringkali tumbuhan ini mekar di bulan September – Januari. Bunga ini juga lebih tahan lama mekarnya hingga akhir nya gugur.

- Sakura: Sakura mekar pada musim semi yaitu sekitar bulan maret – april di Jepang. Bunga sakura tergolong lebih cepat gugur dibanding tabebuya yaitu hanya bertahan sekitar 1-2 minggu.

Iklim
- Tabebuya: tabebuya akan subur pada daerah dengan iklim tropis maupun subtropis. Ini lah alasan mengapa bungan ini cocok ditanam di indonesia yang merupakan negara tropis.

- Sakura: sakura tumbuh subur didaerah yang beriklim sedang seperti Jepang, Korea dan Taiwan.

Karakteristik Daun
- Tabebuya: Pohon tabebuya memiliki daun meskipun saat berhubungan. Dimana daunnya cenderung akan hijau sepanjang tahun.

- Sakura: berbeda dengan sakura yang daun nya akan muncul ketika bunga nya telah berguguran. Ukuran daun pada sakura juga lebih kecil dibanding tabebuya.


Manfaat Menanam Tabebuya
Tahukan sobat selain terkenal sebagai tanaman hias, pohon tabebuya juga dapat dijadikan pengobatan tradisional di beberapa negara. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Seham S. El-Hawary, tanaman ini bermanfaat untuk mengobati malaria, sifilis, infeksi kulit, gangguan perut, kanker dan infeksi akibat bakteri atau jamur. Pengobatan ini diperoleh dari hasil ekstraksi bagian-bagian pohonnya seperti kulit pohon, akar, bunga dan daun tabebuya.

Ekstrak pohon tabebuya mengandung senyawa napthoquinones, quinines, furanonapthoquinones, asam benzoat , siklopentena dialdehida dan flavonoid yang dipercaya dapat mengobati berbagai masalah kesehatan. Berikut berbagai penelitian dari manfaat tabebuya di bidang kesehatan


Sumber foto: radarpati.jawapos.com

Unik! Singapura Bikin Program "ReadSG", Baca Buku 15 Menit Sehari Dibayar Koin Digital

0
Singapura Bikin Program "ReadSG", Baca Buku 15 Menit Sehari Dibayar Koin Digital



Campusnesia.co.id - Di era gempuran short-form content dan media sosial, kebiasaan membaca buku seringkali kalah telak dari kebiasaan scrolling lini masa tanpa ujung. Tanpa sadar, waktu puluhan menit habis begitu saja hanya untuk melihat video pendek atau membaca tajuk berita instan.   

Menariknya, pemerintah Singapura melalui National Library Board (NLB) baru saja meluncurkan sebuah gerakan inovatif bernama ReadSG. Bukan dengan melarang warganya bermain gawai, program ini justru memanfaatkan teknologi untuk mengajak masyarakat kembali melirik buku lewat cara yang seru: membaca 15 menit sehari berhadiah koin digital!   

Seperti apa cara kerja program unik ini? dan apa pelajaran penting yang bisa diambil untuk kita semua? Mari kita bedah tuntas!


Mengenal ReadSG: Gerakan Literasi Berbasis Gamifikasi

Diluncurkan secara resmi pada 6 September 2026 bertepatan dengan National Reading Month perdana di Singapura, ReadSG dirancang sebagai gerakan nasional berjangka waktu lima tahun. Target utamanya sederhana namun berdampak besar: membangun konsistensi membaca di tengah masyarakat.

Melalui platform digital milik pemerintah bernama CrowdTaskSG, masyarakat diajak mengikuti ReadSG Challenge dengan mekanisme berikut:

- Durasi Singkat: Peserta cukup meluangkan waktu minimal 15 menit sehari untuk membaca.  

- Catat Mandiri: Sesi membaca tersebut kemudian dicatat melalui platform digital yang disediakan.  

- Sistem Reward: Setiap sesi valid akan diganjar dengan 20 koin virtual (maksimal satu sesi dihitung per hari).   


Bukan Sekadar Cari Cuan, Ini Soal "Pemicu Kebiasaan"

Banyak headline media sempat menyebut bahwa Singapura "membayar warganya untuk membaca". Padahal, jika dikalkulasikan secara jeli, nilai uangnya sangat kecil. Sebanyak 1.000 koin setara dengan S$1 (sekitar satu dolar Singapura), yang berarti setiap sesi membaca 15 menit bernilai sekitar dua sen Singapura saja.   

Dari sini terlihat jelas bahwa tujuan utama ReadSG bukanlah memberikan penghasilan instan. Nominal kecil tersebut berfungsi sebagai behavioral nudge pemicu psikologis agar aktivitas membaca terasa memiliki pencapaian kecil yang menyenangkan setiap hari. Program ini juga dilengkapi fitur ala game seperti reading streak (catatan hari konsisten membaca) dan experience points (XP).   


Tantangan Literasi di Era Digital: Mengapa Program Ini Lahir?

Langkah radikal namun santai yang diambil Singapura ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan riset National Reading Habits Study yang dirilis NLB:   

1. Tingkat Literasi Umum Masih Tinggi: Sekitar 89% orang dewasa di Singapura sebenarnya membaca secara rutin lebih dari sekali seminggu, yang mencakup berita, artikel web, maupun media sosial.   

2. Minat Baca Buku Menurun: Kendati demikian, porsi khusus untuk membaca buku secara berkala hanya berada di angka 28%.   

3. Distraksi Gawai: Mayoritas responden mengaku lebih cepat bosan atau teralihkan oleh berbagai hiburan cepat saji yang ditawarkan oleh satu layar ponsel pintar.


Ponsel menyuguhkan segalanya dalam satu genggaman, mulai dari video pendek, obrolan, hingga gim. Akibatnya, kemampuan manusia untuk memberikan perhatian penuh (deep focus) pada satu bacaan panjang semakin tergerus.


Inspirasi yang Bisa Diterapkan: Memulai dari 15 Menit Pertama
Inovasi ReadSG memberikan inspirasi segar bagi dunia literasi global, termasuk di Indonesia. Seringkali, kegagalan seseorang dalam membangun kebiasaan membaca bukan karena kurangnya bahan bacaan, melainkan karena target yang dipasang terlalu tinggi (misalnya harus langsung menghabiskan satu buku dalam beberapa hari).

Singapura membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah mikro:

- Cukup 15 Menit: Alih-alih merasa terbebani, 15 menit adalah durasi fleksibel yang bisa diselipkan saat jam istirahat, dalam perjalanan menggunakan transportasi umum, atau menunggu waktu luang.   

- Teknologi Sebagai Teman, Bukan Musuh: Alih-alih mengharamkan gawai, pemerintah justru merangkul ekosistem digital untuk mendistraksi kebiasaan buruk scrolling medsos menjadi scrolling halaman buku digital.


Pada akhirnya, hadiah terbesar dari program semacam ini bukanlah koin digital yang terkumpul, melainkan pulihnya kemampuan kita untuk fokus, berpikir kritis, dan mendalami suatu informasi di tengah dunia yang bergerak serba cepat.

Bagaimana dengan sobat, sudah meluangkan waktu 15 menit hari ini untuk membaca buku favoritmu?   

Mau tahu berita seputar dunia pendidikan, tips produktivitas, dan update menarik lainnya? Terus pantau terus informasinya hanya di Campusnesia.co.id!



Sumber referensi:

- This country is paying people to read books for 15 minutes (timesofindia.indiatimes.com
)

Kenalan Dengan Food Truck Undip, Program Makan Siang Gratis untuk Mahasiswa

Kenalan Dengan Food Truck Undip, Program Makan Siang Gratis untuk Mahasiswa

0



Campusnesia.co.id - Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kesejahteraan bagi civitas akademika, tidak hanya melalui fasilitas akademik tetapi juga dari sisi kesehatan fisik dan pemenuhan gizi mahasiswanya. Salah satu langkah inovatif yang dihadirkan adalah operasional Food Truck Undip yang menyediakan fasilitas makan siang gratis.

Program yang diluncurkan sejak Oktober 2022 ini dirancang untuk membantu mahasiswa - khususnya para pejuang skripsi, kuliah pagi-sore, maupun anak kos - agar tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan cara yang mudah, praktis, dan tanpa biaya tambahan.


Menu Bergizi Seimbang untuk Dukung Aktivitas Kuliah
Sebagai mahasiswa, konsentrasi belajar kerap kali terganggu akibat jam makan yang tidak teratur atau keterbatasan budget di tengah bulan. Melalui inisiatif Food Truck ini, menu makanan yang disajikan dimasak langsung menggunakan bahan-bahan segar serta berkualitas oleh koki berpengalaman.

Dalam setiap porsinya, mahasiswa bisa menikmati sajian lengkap yang memenuhi standar gizi seimbang, mulai dari sumber karbohidrat (nasi), lauk-pauk kaya protein, sayuran segar, hingga buah-buahan dan susu. Saat ini menggunakan susu kedelai hasil kolaborasi dengan Soysu. Kehadiran asupan gizi yang optimal ini diharapkan dapat memberikan energi penuh dan meningkatkan fokus belajar.


Jadwal, Lokasi, dan Cara Mendapatkannya
Bagi Sobat Campusnesia yang ingin memanfaatkan program ini, berikut beberapa hal penting yang wajib diperhatikan:

1. Jadwal Operasional: Layanan Food Truck ini hadir secara rutin Senin-Kamis setiap pukul 10.00 WIB melalui form makanan sehat di SSO Undip.

2. Syarat Akses: Cukup tukarkan barcode yang didapat setelah war pada pukul 10.00 WIB. Layanan ini diberikan sepenuhnya secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun.


Beberapa contoh menu Food Truck Undip yang kami kutip dari akun X (Twitter) official @foodtruckundip.

Nasi Ayam rica-rica dan mix vegetable


Nasi Uduk, telur dadar, orek tempe, dan abon


Nasi sosis blackpepper dan sayur pokcoy wortel


Nasi Ebi Furai dan Salad


Nasi beef blackpepper dan mix vegetables

 

Tips Tertib War Makan Siang Gratis di Undip
Mengingat antusiasme mahasiswa yang cukup tinggi, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar pengalaman mengantre jadi lebih nyaman:

1. Datang sebelum pukul 12.20 WIB

2. Tunjukkan barcode secara full agar mudah dikenali petugas 

3. Jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya

4. Gunakan program ini dengan bijak dan bertanggung jawab.


Perlu diingat bahwa program ini merupakan fasilitas penunjang yang sifatnya dinamis, di mana ketersediaan, menu, serta titik lokasi sewaktu-waktu dapat mengalami penyesuaian. Pastikan kamu selalu memantau perkembangan informasi terbarunya melalui kanal media sosial resmi Universitas Diponegoro akun X (Twitter) official @foodtruckundip.

Yuk, manfaatkan fasilitas kampus ini dengan bijak dan tetap semangat menjalani aktivitas kuliahmu hari ini!


===
Baca juga:


Kabar Gembira, Kini Undip Punya E-Bike Pembayaran Bisa Lewat QRIS

Kabar Gembira, Kini Undip Punya E-Bike Pembayaran Bisa Lewat QRIS

0
 


Campusnesia.co.id - Semarang, 4 September 2026 – Universitas Diponegoro (UNDIP) meluncurkan Smart Transportation: E-Bike UNDIP sebagai moda transportasi ramah lingkungan untuk mendukung mobilitas mahasiswa dan civitas academica di kawasan kampus. Sebanyak 220 unit e-bike akan ditempatkan di sekitar 25 titik di lingkungan kampus UNDIP.

Peluncuran E-Bike UNDIP dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, di Pelataran Gedung Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik UNDIP.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan penyediaan e-bike merupakan bagian dari upaya UNDIP mengembangkan transportasi kampus yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung komitmen universitas terhadap keberlanjutan.

“E-Bike ini mendukung komitmen UNDIP terhadap GreenMetric dan menjadi bagian dari upaya transfer teknologi. Proses assembling-nya dilakukan 100% di Sekolah Vokasi,” ujar Prof. Suharnomo.

Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU, menjelaskan bahwa pengembangan E-Bike UNDIP bermula dari kunjungan Rektor UNDIP ke China pada tahun sebelumnya dan kerja sama dengan WanWay Technology.

Menurutnya, penyediaan e-bike menjadi bagian dari komitmen UNDIP dalam menyediakan sarana transportasi yang mendukung mobilitas civitas academica sekaligus mendorong pengurangan emisi karbon di lingkungan kampus.

“E-bike ini untuk menunjang UNDIP sebagai kampus yang berkelanjutan, terutama pada indikator transportasi dan program pengurangan karbon di lingkungan Universitas Diponegoro,” jelas Prof. Hadiyanto.

E-Bike UNDIP menggunakan sistem transportasi pintar dengan pembayaran melalui QRIS. Setelah digunakan, e-bike dikembalikan pada titik parkir yang telah ditentukan. Penggunaannya dibatasi hanya di dalam perimeter kampus UNDIP.


Kehadiran 220 unit e-bike tersebut diharapkan memberikan alternatif mobilitas yang praktis sekaligus memperkuat penerapan konsep smart transportation dan transportasi rendah karbon di lingkungan universitas.

Prof. Suharnomo juga mengingatkan bahwa pengembangan fasilitas harus diikuti dengan komitmen untuk menjaga dan merawatnya agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. “Kemampuan membangun harus berjalan beriringan dengan kemampuan merawat. Sustainability harus kita jaga agar berbagai pengembangan ini terus memberikan manfaat,” tegasnya.


Melalui E-Bike UNDIP, universitas terus memperkuat ekosistem kampus berkelanjutan dengan menyediakan pilihan transportasi yang mendukung mobilitas mahasiswa dan civitas academica sekaligus lebih ramah terhadap lingkungan. (Komunikasi Publik/UNDIP/Hng)


Sumber: undip.ac.id

Mahasiswa UGM Kembangkan Levocros untuk Eksplorasi Penghantaran Obat Tuberkulosis

0


Campusnesia.co.id - Yogyakarta - Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian. Selain pengembangan terapi, cara obat dihantarkan ke dalam tubuh juga menjadi salah satu aspek yang terus dieksplorasi dalam penelitian.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Levocros, penelitian yang mengeksplorasi sistem penghantaran levofloksasin melalui rute inhalasi. Penelitian ini dikembangkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan serta Fakultas Farmasi UGM melalui Program Kreativitas Mahasiswa–Riset Eksakta (PKM-RE).

Levocros menggunakan Nanostructured Lipid Carrier (NLC) sebagai sistem pembawa berbasis lipid. Sistem tersebut kemudian dikombinasikan dengan hyaluronic acid (HA) untuk membentuk HA-NLC-LFX, yang dikembangkan sebagai sistem penghantaran levofloksasin melalui inhalasi.

Pemilihan rute inhalasi menjadi salah satu bagian yang menarik dari penelitian ini. Melalui pendekatan tersebut, penelitian tidak hanya melihat obat dari sisi zat aktif, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana obat dapat dibawa melalui sistem yang dirancang untuk pemberian melalui saluran pernapasan.


Mengembangkan Formulasi di Laboratorium
Untuk menghasilkan sistem yang diharapkan, Levocros dikembangkan melalui metode hot emulsification-ultrasonication. Proses ini melibatkan pemanasan, pencampuran, homogenisasi, dan ultrasonikasi dalam pembuatan formulasi.

Setelah formulasi terbentuk, dilakukan berbagai pengujian untuk mengetahui karakteristiknya. Beberapa parameter yang diamati meliputi kemampuan membawa obat, ukuran dan keseragaman partikel, kestabilan, serta karakteristik formulasi lainnya.


Pengujian kemudian dilanjutkan untuk melihat pelepasan obat, performa nebulisasi atau aerosol, serta interaksi dan pengambilan sistem oleh sel secara in vitro.
Serangkaian pengujian tersebut menjadi bagian penting karena formulasi yang berhasil dibuat masih perlu dipahami karakteristik dan perilakunya sebelum dapat dikembangkan lebih lanjut.


Kolaborasi Mahasiswa Kedokteran dan Farmasi
Pengembangan Levocros menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas bidang di lingkungan UGM. Mahasiswa dari bidang kedokteran dan farmasi bekerja dengan perspektif yang berbeda dalam mengembangkan penelitian yang sama.

Aspek permasalahan kesehatan dipertemukan dengan ilmu formulasi dan teknologi penghantaran obat. Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat bahwa pengembangan inovasi kesehatan dapat membutuhkan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu.

Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, anggota Tim Levocros, menjelaskan bahwa proses penelitian menjadi bagian penting dalam memahami karakteristik sistem yang dikembangkan.

“Melalui Levocros, setiap tahapan penelitian memberikan kesempatan untuk memahami karakteristik sistem penghantaran yang dikembangkan. Hasil dari setiap pengujian kemudian menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penelitian berikutnya.”


Masih dalam Tahap Penelitian
Saat ini, Levocros masih berada dalam tahap penelitian dan pengujian. Oleh karena itu, penelitian ini belum dapat digunakan untuk menyatakan bahwa Levocros telah terbukti efektif sebagai terapi tuberkulosis ataupun siap digunakan secara klinis.

Berbagai hasil pengujian masih perlu dianalisis untuk memahami karakteristik formulasi yang dikembangkan. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan pengembangan penelitian selanjutnya.


Melalui Levocros, mahasiswa UGM mencoba mengeksplorasi bahwa inovasi dalam bidang kesehatan tidak selalu harus dimulai dengan menemukan obat baru. Pengembangan juga dapat dilakukan dengan mencari pendekatan berbeda dalam sistem penghantaran obat yang telah tersedia.

Penelitian ini masih berjalan, tetapi proses formulasi dan pengujian yang dilakukan menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengembangkan kemungkinan baru dalam teknologi penghantaran obat tuberkulosis.


Kenal lebih dekat dengan tim Levocros
Levocros merupakan penelitian PKM-RE 2026 yang dikembangkan oleh Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, Emeliana Putri Ayu Ningsih, Desrika Dwi Handayani, Fatharani Hasya Tsabita, dan Ernestus Revan Yogantara Arjuna, dengan supervisi Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. dari Fakultas Farmasi UGM.


Editor:
Achmad Munandar

Beasiswa Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation

0
 


Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat sobat yang tertarik dengan dunia coding, DBS Foundation punya beasiswa bernama Coding Camp, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Mulai Oktober 2024, DBS Foundation Coding Camp meluncurkan program pelatihan baru, yaitu Coding Camp powered by DBS Foundation | Road to Future Workforce. Program pelatihan teknologi informasi ini dirancang dengan standar tinggi untuk mempersiapkan lulusan dengan keterampilan yang siap diterapkan dalam dunia kerja.


Program ini merupakan hasil kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding yang diselenggarakan sejak tahun 2022. Bank DBS, melalui DBS Foundation, berkomitmen menciptakan dampak positif yang melampaui layanan perbankan tradisional. Salah satu kontribusinya adalah membekali keterampilan yang relevan untuk masa depan. Sementara itu, Dicoding, sebagai platform edukasi teknologi terdepan, berfokus pada peningkatan literasi digital dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat. Program ini mencerminkan kolaborasi antara kedua entitas untuk memperluas akses ke pendidikan teknologi dan meningkatkan kesiapan kerja peserta


Program ini menyediakan pelatihan di bidang Gen AI Engineer, Data Scientist, Full-Stack Web Developer, dan AI Engineer, dilengkapi dengan pengembangan soft skill dan literasi keuangan. Tujuannya adalah mempersiapkan peserta secara menyeluruh untuk memasuki dunia kerja dengan menggabungkan keterampilan teknis dan keahlian tambahan yang penting bagi kesuksesan profesional.


Link pendaftaran klik di sini.


Main ke Festival Literasi Pati dan Lanjut Book Thrifting di Toko Buku Bekas Kaborongan

0



Campusnesia.co.id - Minggu 23 Agustus 2026 mumpung libur saya menyempatkan main ke Pati Kota yang jaraknya sekitar 25 menit dari desa saya. Hari ini tujuan saya ke GOR Pesantenan Pati yang berdasar informasi dari rekan saya sedang berlangsung acara Festival Literasi Pati.

Kegiatannya sendiri berlangsung sejak tanggal 19 dan bakal selesai pada tanggal 24 Agustus 2026, jadi setidaknya sebelum usai saya bermaksud datang untuk melihat-lihat. Mengutip dari poster yang beredar penyelenggraa yaitu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati festival ini berisi bazar buku, bedah buku, bimbingan teknis (bimtek) pembuatan komik, sesi mendongeng, hingga lomba menggambar.

Saya datang sekitar jam 17.00 WIB nampak ada puluhan pengunjung tapi tidak sampai ratusan, ada banyak lapak buku berdasar kategori dari buku anak, novel, sejarah, agama hingga politik.

Beberapa judul menarik perhatian saya karena bukunya cukup populer seperti buku Ikigai karya Héctor García dan Francesc Miralles, Distilasi Alkena karya WIra Nagara, komik Terlalu Tampan hingga sebuah buku yang menggelitik berjudul Kesuksesan Tidak Butuh Kunci karya Ananta Rispo yang kita kenal sebagai Komika dan anggota grup komedi GJLS.

Stand UMKM dan peserta acara lainnya sore itu juga kebetulan tidak ada penjaganya, padahal pengen main dan mampir untuk menyapa, mungkin saya terlalu sore datangnya.

Puas melihat-lihat, jalan-jalan di hari Minggu itu saya lanjutkan dengan mampir ke toko buku bekas yang terletak di daerah Kaborongan Kota Pati, kalau dari GOR Pesantenan yang terletak di daerah Puri kita harus berkendara sekitar 5 menit. Ancer-ancernya sebelah timur SMP N 8 Pati tepat di depan Rumah Makan Omah Cabe.

Setelah asyik memilih-milih sekitar 30 menit, pilihan saya jatuh pada satu Majalah Panjebar Semangat majalah berbahasa Jawa edisi tahun 2019, dua Komik Naruto, dua Majalah Donal Bebek, satu Majalah Intisari terbitan tahun 1987, dua Novel Lupus karya Hilman tahun 2000 dan dua Novel Wiro Sableng karya Bastian Tito nostalgia banget.

Ini kali kedua saya mampir di toko buku bekas tersebut dari sisi harga cukup kompetitif dengan yang di toko online, kelebihannya jelas kita bisa memilih langsung di lokasi, bisa langsung dibawa pulang dan jika menemukan judul-judul tertentu, rasanya seperti menemukan harta karun.

Dalam hal book thrifting setiap orang memiliki referensi masing-masing, tidak melulu judul-judul populer atau terbitan baru, bagi saya justru menemukan majalah atau buku yang lawas bisa jadi pemuas karena mengingatkan pada memori masa kecil. Misalnya novel Wiro Sableng yang kali pertama tahu ada novelnya saat kelas 4 SD dan sinetronnya yang menemani masa kanak-kanak setiap hari Minggu siang dengan jurus Pukulan Mataharinya.

Majalah Intisari adalah pilihan saya setiap kali ke perpus saat SMP, dibaca untuk dapat info-info unik yang sangat fresh pada masanya. Sedangkan Novel Lupus karya Hilman adalah referensi bagaimana menjadi pelajar gaul dengan bumbu romansa juga saya baca saat SMP setelah menonton sinetronya di Indosiar yang diperankan oleh Irgi dan Mona Ratuliu.

Video vlog


Buku dan majalah hasil thrifting ini bakal menjadi pendatang baru di Perpus Campusnesia dan  Pojok Baca Weron People sebuah upaya untuk mengkampanyekan literasi di dukuh saya Weron Tegalharjo Trangkil Pati.

Membaca tidak melulu harus buku-buku yang serius dan inspiratif, majalah dengan informasi sederhana, komik dan novel fiksi juga sama pentingnya untuk memantik imajinasi, menginspirasi bagaimana menulis fiksi serta menjadi cara sejenak beralih dari doomscrolling sosial media yang bisa berdampak pada short attention span kita.

Oke sobat pembaca demikian tadi postingan kita kali ini tentang Main ke Festival Literasi Pati dan Lanjut Book Thrifting di Toko Buku Bekas Kaborongan, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Hadirkan “PUSTAKA JUARA” untuk Tingkatkan Literasi Anak Desa Juragan

0


Campusnesia.co.id - BATANG, 29 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui program PUSTAKA JUARA (Perpustakaan Unggul untuk Literasi Anak Juragan) melaksanakan kegiatan penguatan literasi bagi siswa SDN Juragan, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan anak dalam memahami cerita dan menuangkan ide melalui tulisan.

Kegiatan PUSTAKA JUARA dirancang dengan menggabungkan beberapa aktivitas literasi yang interaktif dan menyenangkan. Rangkaian kegiatan meliputi ice breaking literasi, read aloud, cerdas cermat, dan penulisan kreatif. Pendekatan tersebut digunakan agar siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi turut terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan diawali dengan ice breaking literasi untuk membangun suasana belajar yang lebih santai dan menarik. Siswa diajak mengikuti permainan dan menjawab pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan cerita rakyat Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi pengantar sebelum siswa memasuki sesi membaca dan membantu membangun antusiasme mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Selanjutnya, siswa mengikuti kegiatan read aloud dengan konsep membaca cerita secara bergantian. Mahasiswa KKN membacakan cerita rakyat Timun Mas bersama-sama, dengan setiap mahasiswa mengambil bagian dalam membacakan tokoh atau bagian cerita yang berbeda. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menyimak cerita sekaligus mengenal kegiatan membaca dengan cara yang lebih interaktif.

Setelah cerita selesai dibacakan, kegiatan dilanjutkan dengan cerdas cermat. Siswa diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan cerita yang telah mereka dengarkan dan berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Selain menjadi permainan, kegiatan tersebut juga digunakan untuk melihat sejauh mana siswa memahami isi cerita.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penulisan kreatif. Siswa diberikan kesempatan untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka melalui tulisan sederhana berdasarkan pertanyaan yang telah diberikan. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk berani menyampaikan gagasan menggunakan kata-kata mereka sendiri tanpa terlalu dibatasi oleh bentuk tulisan.

Dalam pelaksanaan PUSTAKA JUARA, Shaina Yanfa Kiswari turut berperan dalam mendampingi siswa selama rangkaian kegiatan, mulai dari memandu ice breaking, memfasilitasi kegiatan read aloud, memberikan pertanyaan dalam sesi cerdas cermat, hingga mendampingi siswa dalam kegiatan penulisan kreatif. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan siswa dan memahami karakter serta kemampuan mereka dalam mengikuti kegiatan literasi.

Hasil tulisan yang dibuat oleh siswa kemudian dikumpulkan dan menjadi bagian dari Pojok Literasi Kreatif. Pojok tersebut digunakan sebagai ruang untuk menampilkan karya siswa sehingga hasil tulisan mereka dapat diapresiasi dan dibaca oleh teman-teman lainnya.

Melalui PUSTAKA JUARA, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan gagasan melalui tulisan. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman bahwa kegiatan literasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak-anak.


Keberadaan Pojok Literasi Kreatif juga diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk terus membaca dan berkarya. Dengan adanya ruang untuk menampilkan hasil tulisan, siswa dapat melihat bahwa ide dan cerita yang mereka buat memiliki nilai untuk diapresiasi.

PUSTAKA JUARA menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mendukung penguatan budaya literasi di Desa Juragan. Melalui kegiatan membaca, bermain, berdiskusi, dan menulis, mahasiswa berupaya menciptakan pengalaman belajar yang dapat mendorong anak-anak untuk terus mengenal, menikmati, dan mengembangkan kemampuan literasi mereka.



Penulis/Reporter: Shaina Yanfa Kiswari
Fotografer: Tim II KKN Undip 2026 Desa Juragan
Editor: Achmad Munandar
 

Mahasiswa KKN UNDIP Dampingi Kegiatan Belajar Mengajar Guna Mendukung Pendidikan Anak di Desa Juragan

0



Campusnesia.co.id - BATANG, 1 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Afni Anggreani dan Shaina Yanfa Kiswari, melaksanakan pendampingan kegiatan belajar mengajar di TK Satria, Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan sosial kemasyarakatan ini dilaksanakan sebanyak dua kali, pada 21 Juli dan 1 Agustus 2026, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran dan mendukung pendidikan anak-anak di Desa Juragan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran di TK Satria. Pendampingan dilakukan dengan membantu guru selama proses belajar mengajar, seperti mendampingi anak-anak dalam mengerjakan tugas, mengikuti kegiatan bernyanyi dan bermain, serta memberikan bantuan ketika anak-anak mengalami kesulitan selama kegiatan berlangsung.

Keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dilakukan dengan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak. Mahasiswa turut memberikan pendampingan secara individual ketika terdapat anak yang membutuhkan bantuan dalam memahami atau menyelesaikan kegiatan yang diberikan. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih interaktif dan anak-anak memperoleh pendampingan selama mengikuti kegiatan di kelas. 


Selain membantu kegiatan pembelajaran, mahasiswa juga berinteraksi secara langsung dengan anak-anak melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Interaksi tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif sekaligus membantu anak-anak merasa nyaman selama mengikuti pembelajaran. Kehadiran mahasiswa juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan pendamping belajar guru yang sehari-hari mendampingi mereka.


Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme dalam mengikuti aktivitas yang diberikan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan anak-anak juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hangat. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam membantu kegiatan di kelas, tetapi juga turut membangun komunikasi dengan anak-anak melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik mereka.


Kegiatan pendampingan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dalam berinteraksi dengan anak usia dini. Melalui keterlibatan secara langsung di kelas, mahasiswa dapat belajar memahami karakter dan kebutuhan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk dapat berkontribusi secara langsung di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan ini turut mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah. Pendampingan yang dilakukan menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan guru dalam mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di TK Satria. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan selama proses pembelajaran sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses pembelajaran di TK Satria. Kegiatan pendampingan juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat Desa Juragan.

Pendampingan kegiatan pembelajaran di TK Satria menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dalam mendukung kegiatan pendidikan di Desa Juragan selama pelaksanaan KKN. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar bersama yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun anak-anak di lingkungan sekolah.


Penulis/Reporter: Tim KKN Undip Desa Juragan
Fotografer: Tim II KKN Undip 2026 Desa Juragan
Editor: Achmad Munandar

Dari Limbah Buah Jadi Manfaat, KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga Ajak Warga Pedurungan Tengah Kenali Eco Enzyme

0
 

Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama peserta kegiatan Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Sabtu (8/8/2026). 


Campusnesia.co.id - Semarang – Tumpukan kulit dan sisa buah yang selama ini berakhir sebagai limbah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui semangat “Dari Limbah Buah Jadi Manfaat”, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 106 Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah untuk mengenal dan mempraktikkan pembuatan eco enzyme. Kegiatan sosialisasi dan praktik tersebut dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026) di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dengan sasaran masyarakat RW 06, RW 08, serta Kelompok Tani Mulyo. 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Melalui pembuatan eco enzyme, limbah buah yang umumnya langsung dibuang diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan limbah secara lebih bijak dari lingkungan rumah masing-masing.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai eco enzyme. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian eco enzyme, bahan dasar yang digunakan, serta proses pembuatannya. Penyampaian materi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai potensi limbah buah dan cara mengolahnya menjadi eco enzyme.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco enzyme. Peserta mengikuti secara langsung tahapan pengolahan menggunakan limbah buah sebagai bahan dasar. Keterlibatan peserta dalam praktik diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah maupun lingkungan sekitar.


Peserta mengikuti praktik pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah buah sebagai bahan dasar. 

Antusiasme masyarakat turut terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta dari RW 06, RW 08, dan Kelompok Tani Mulyo mengikuti rangkaian sosialisasi dan praktik secara aktif. Interaksi antara mahasiswa, Pertamina Patra Niaga, dan masyarakat juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan serta pemanfaatan limbah organik di lingkungan Kelurahan Pedurungan Tengah.

Koordinator Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme, Hasna Auliannisa Wahono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan pemanfaatan limbah buah kepada masyarakat secara sederhana dan aplikatif. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan limbah sebenarnya bisa dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu eco enzyme, tetapi juga melihat dan mencoba secara langsung bagaimana limbah buah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Harapannya, kebiasaan sederhana ini dapat terus dilakukan setelah kegiatan selesai dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap limbah yang dihasilkan sehari-hari,” ujarnya.

Kolaborasi Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pemanfaatan limbah buah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.


Produk eco enzyme yang dihasilkan oleh Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga. 

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui kegiatan edukasi dan praktik kepada masyarakat, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan kembali limbah buah, serta SDG 13 (Climate Action) melalui upaya mendorong pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Melalui semangat “Dari Limbah Buah Jadi Manfaat”, Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah. Limbah buah yang sebelumnya dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang kini diperkenalkan sebagai bahan yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama menuju lingkungan masyarakat yang lebih berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Mendorong Demokrasi Desa yang Inklusif melalui Pendampingan Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Toyogo oleh Mahasiswa KKN UNDIP 2026

0
 


Campusnesia.co.id - Desa Toyogo, 24 Juli 2026 – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui program sosial kemasyarakatan, mahasiswa KKN UNDIP turut berperan aktif dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, salah satunya melalui kegiatan pendampingan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Toyogo yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2026.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap proses demokrasi di tingkat desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pemerintahan desa, termasuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, membahas peraturan desa bersama kepala desa, serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa. Oleh karena itu, proses pemilihan anggota BPD menjadi bagian penting dalam memastikan keterwakilan masyarakat dalam pembangunan desa.



Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berperan membantu proses administrasi dan pendataan perwakilan masyarakat yang mengikuti pemilihan BPD. Pendataan dilakukan terhadap unsur masyarakat yang memiliki keterlibatan dalam proses pemilihan, seperti perwakilan dari tingkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), serta unsur masyarakat lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh peserta yang hadir telah tercatat dengan baik sehingga proses pemilihan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain membantu pendataan, mahasiswa juga turut mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa dan panitia pemilihan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai mekanisme demokrasi lokal serta memahami bagaimana partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam pembangunan dan pengambilan keputusan di tingkat desa.

Kegiatan pendampingan pemilihan BPD Desa Toyogo ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi bentuk edukasi sosial mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan perwakilan yang akan membawa aspirasi warga. Keberadaan BPD yang terbentuk melalui proses pemilihan yang baik diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih partisipatif dan berkelanjutan.


Pelaksanaan kegiatan ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

1. SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Kegiatan pendampingan pemilihan BPD mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, inklusif, dan bertanggung jawab. Melalui proses pemilihan yang tertib dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kelembagaan desa serta mendorong partisipasi masyarakat dalam sistem pemerintahan.

2. SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan mendukung pemilihan BPD, mahasiswa turut berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa untuk membangun lingkungan sosial yang lebih baik.


3. SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kegiatan ini mencerminkan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKN UNDIP, pemerintah desa, panitia pemilihan, dan masyarakat Desa Toyogo dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa.


Melalui program pendampingan pemilihan BPD Desa Toyogo, mahasiswa KKN UNDIP 2026 menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan dalam kegiatan pemerintahan desa menjadi pengalaman berharga dalam memahami dinamika sosial, administrasi publik, serta pentingnya demokrasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.


Penulis: Alya Arinal Haq
Kontributor: Mahasiswa KKN UNDIP 2026
Lokasi: Desa Toyogo
Tanggal Pelaksanaan: 24 Juli 2026

Editor: Achmad Munandar