Campusnesia.co.id - Grobogan – Mahasiswa GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) melalui kegiatan Kelas Balita di Aula Balai Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES bersama mahasiswa GIAT 16 Kesehatan FK UNNES bekerja sama dengan Pemerintah Desa Teguhan, bidan desa, dan kader Posyandu. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gizi balita sebagai upaya pencegahan stunting sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Program ini diikuti oleh 18 ibu balita dan perwakilan kader Posyandu Desa Teguhan. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai gizi balita. Selanjutnya, mahasiswa GIAT 16 Kesehatan FK UNNES memberikan edukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini, konsep gizi seimbang, serta penerapan Isi Piringku sesuai dengan kelompok usia balita.
Sebagai media pendukung edukasi, mahasiswa membagikan leaflet berjudul "Balitaku Sehat & Aktif dengan Makanan Bergizi" kepada seluruh peserta. Leaflet tersebut berisi informasi mengenai kebutuhan gizi balita, frekuensi makan yang dianjurkan, pilihan makanan bergizi, makanan yang perlu dibatasi, serta tanda-tanda balita yang memerlukan perhatian khusus. Melalui leaflet ini, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola makan sehat dan bergizi bagi balita secara konsisten di lingkungan keluarga.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengadakan demonstrasi memasak omelet sayur sebagai contoh menu bergizi yang mudah dibuat dirumah menggunakan bahan sederhana, seperti telur, bayam, dan wortel. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh resep, tetapi juga memahami kandungan gizi setiap bahan dan cara mengolahnya menjadi menu sehat yang disukai anak.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan permainan edukatif menggunakan kartu bergambar berbagai jenis makanan. Peserta diminta mengelompokkan makanan berdasarkan jenis zat gizi sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara mengatasi anak yang sulit makan sayur maupun memilih makanan bergizi dengan biaya yang terjangkau.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengerjakan post-test untuk mengukur pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui program DASHAT, mahasiswa GIAT 16 Kesehatan FK UNNES berharap para orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu langkah pencegahan stunting.
Melalui program DASHAT, mahasiswa GIAT 16 Kesehatan FK UNNES tidak hanya memberikan edukasi mengenai gizi, tetapi juga mengajak masyarakat melihat bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga. Penyusunan menu bergizi tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal, melainkan dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah diperoleh di sekitar rumah selama kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Dengan semangat "Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa," mahasiswa berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mendukung terwujudnya generasi yang sehat, aktif, dan berkualitas di Desa Teguhan.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar


