Tim KKN Tematik UNDIP Wujudkan Desa Manggihan yang Berkelanjutan Melalui Pembangunan Digester Biogas dan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Biogas





Campusnesia.co.id - Kabupaten Semarang - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 43 Universitas Diponegoro melaksanakan program multidisplin berupa pembangunan digester biogas dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari slurry biogas di Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Program ini merupakan upaya nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi sumber energi terbarukan sekaligus pupuk organik yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) : Energi Bersih dan Terjangkau serta SDGs : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang menjadi salah satu fokus program KKN Tematik Universitas Diponegoro.


Mayoritas masyarakat Desa Manggihan menggantungkan mata pencaharian pada sector peternakan sapi. Kondisi tersebut menghasilkan limbah kotoran ternak dalam jumlah yang melimpah. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan aroma yang mengganggu. Melihat potensi tersebut, Tim KKN Tematik IDBU 43 Universitas Diponegoro bersama dosen pembimbing, yaitu Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D., Anugrah Robby P., S.Pt., M.Pt., dan Bimo Suryo W., S.M, M.M., serta perangkat desa, dan masyarakat berinisiatif mengoptimalkan limbah peternakan melalui pembangunan digester biogas yang mampu mengubah kotoran ternak menjadi energi alternatif ramah lingkungan. 


Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lapangan dan diskusi bersama masyarakat untuk menentukan lokasi pembangunan digester. Tahapan berikutnya meliputi penggalian tanah, pembuatan konstruksi digester, pemasangan instalasi, hingga proses penyempurnaan sistem agar siap digunakan. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga setempat sehingga selain menghasilkan sarana baru, kegiatan ini juga menjadi media transfer pengetahuan mengenai teknologi biogas yang sederhana dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.


Biogas yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak, sehingga mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap gas LPG sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga. Selain menghasilkan energi, proses pengolahan di dalam digester juga menghasilkan slurry, yaitu limbah cair hasil fermentasi yang masih kaya akan unsur hara dan sangat potensial dimanfaatkan sebagai pupuk organik.


Sebagai bentuk pemanfaatan hasil samping tersebut, Tim KKN Tematik IDBU 43 UNDIP melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar slurry biogas. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat slurry, tahapan fermentasi, proses pembuatan POC, hingga cara aplikasi pada tanaman. Pelatihan dilakukan secara interaktif melalui demonstrasi langsung sehingga masyarakat dapat memahami setiap tahapan dan mampu mempraktikkannya secara mandiri setelah program KKN berakhir.


POC yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta membantu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas lahan pertanian. Dengan demikian, limbah peternakan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mendukung konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama, penyerahan hasil program kepada masyarakat, serta sesi dokumentasi bersama perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, dan warga Desa Manggihan. Antusiasme masyarakat selama pelaksanaan kegiatan menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pengelolaan limbah peternakan yang lebih berkelanjutan.


Melalui program pembangunan digester biogas dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair ini, Tim KKN Tematik IDBU 43 Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Manggihan dapat terus mengembangkan inovasi yang telah diperkenalkan sehingga tercipta desa yang lebih mandiri energi, produktif, serta mampu mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.


Editor:
Achmad Munandar

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon