5 Tips Kelola Gaji TKI dan TKW Hong Kong, Malaysia, Singapura, Taiwan, Korea Selatan dan Jepang

 



Campusnesia.co.id - Menjadi Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri masih menjadi primadona pilihan sebagian masyarakat indonesia. Jumlah tenaga kerja wanita justru lebih banyak dari laki-laki.

Jika ditanya apa sebabnya, mayoritas menjawab karena gaji sebagai TKI di luar negeri lebih besar dibanding bekerja di dalam negeri, selain karena perbedaan kurs mata uang rupiah dengan negara tujuan, juga disebabkan upah negara-negara tujuan memang lebih besar.

Negara tujuan favorit rekan-rekan TKI umumnya Malaysia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Qatar, Saudi Arabi, jepang hingga korea selatan.

Upah yang didapat bisa mencapai puluhan juta setiap bulannya jika dikirim dalam bentuk mata rupah.

Akan tetapi besarnya potensi gaji yang bisa diterima tadi akan percuma jika tidak dibarengi kemampuan mengatur keuangan, alih-alih terkumpul dan membuat sejahtera yang ada justru capeknya saja.

Oleh karena itu mengelola keuangan jadi hal penting, kali ini kami ingin berbagi beberapa tips cara kelola keuangan gaji untuk rekan-rekan TKI, semoga bermanfaat.


1. Segera Bayar Hutang dan Tanggungan
Sudah menjadi rahasia umum, pergi bekerja sebagai TKI juga butuh biaya modal setidaknya untuk ongkos perjalanan ke negara tujuan, mengurus administrasi, ikut pembekalan dan bimbingan hingga jika perlu bayar agen penyalur kerja.

Kadang tidak semua uang tersebut bisa disediakan oleh pekerja, bisa berasal dari pinjaman atau jual sesuatu, tips pertama saat terima gaji setelah ambil secukupnya untuk kebutuhan pokok dan keluarga segerakan lunasi hutang dan tanggungan yang ada agar lebih tenang kedepannya.


2. Tunasikan Zakat dan Jangan Lupa Sedekah
Bagi rekan-rekan TKI yang pastikan menyegerakan sedekah, jika sudah memenuhi nisab juga harus bayar zakat penghasilan.

Nisab dari zakat profesi berdasarkan ketetapan MUI dalam fatwa No. 7 tahun 2003 yang disebutkan, “Semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram.”

Jadi, apabila dalam satu tahun penghasilan telah mencapai nisab, maka wajib membayar zakat profesi. Namun apabila belum mencapai satu tahun, harta sudah mencapai nisab, zakat profesi dapat dilakukan.


3. Pastikan Menabung
Memang banyak yang bilang, menabung tak memberi untung karena bunga kecil atau seiring bertambahnya waktu nilai mata uang akan semakin menyusut akibat inflasi ekonomi.

Apalagi jika dilihat keyakinan bahwa bungan bank adalah riba, akan tetapi tidak semua orang mampu mengelola uang dalam jumlah banyak, biasanya terjadi faktor culture shock dan gagap keuangan biasanya pegang uang sedikit tiba-tiba pegang uang banyak, kalau tidak pandai memanaj akan habis untuk keperluan konsumtif.

Menabung di bank masih terbukti aman, dibanding menyimpan uang di rumah, catatan juga pastikan benar-benar di bank kredibel isalnya bank BUMN jangan koperasi simpang pinjam yang menawarkan bunga tak wajar namun beberapa tahun bubar karena modal dibawa kabur pemiliknya, hati-hati ya rekan-rekan TKI.

Emas bisa jadi pilihan sarana menabung, memang kalau dibelikan perhiasan di toko emas saat menjual akan dikurangi 10% dari harga pembelian, tapi setidaknya uang aman dalam bentuk perhiasan dan saat butuh bisa segera dicairkan sesuai kebutuhan.

4. Investasi
Investasi tak harus muluk-muluk berupa reksadana atau saham, alih-alih dapat untung besar bagi yang tidak paham malah nagis karena uang hilang.

Investasi yang aman bisa dibelikan tanah, membantu modal keluarga, teman atau tetangga misalnya, yang real-real saja, jangan tergoda keuntungan besar kalau tidak paham justru malah uangnya melayang.

Membeli kendaraan niaga, bisa untuk travel atau angkutan seperti truk dan pickup, selama di perantauan bisa jadi investasi, kendaraan dijalankan orang di rumah, saat pulang bisa jadi alternatif pekerjaan.


5. Usaha Real
Harus sudah dipikirkan sejak awal keberangkatan, niat ke luar negeri menjadi TKI adalah mencari modal bukan selama jadi pekerja migran.

Selain usia yang bertambah akan berpengaruh pada produktifitas kerja, sangat penting dipikirkan sapai kapan mau jadi perantauan.

Gaji yang didapat bisa digunakan sebagai modal usaha di kapung halaman, buka toko kelontong, konter, toko listrik, ternak lele, ternak ikan lele, ternak ayam, laundry, warung makan, peternakan kambing dan sapi dll.

Saat pulang sudah bisa menjutkan hidup dengan pemasukan dari usaha yang didirikan.


Itu tadi sobat migran, 5 Tips Kelola Gaji TKI dan TKW Hong Kong, Malaysia, Singapura, Taiwan, Korea Selatan dan Jepang.

Kalau ada kisah sukses lainnya, jangan sungkan tinggalkan jejak di kolo komentar, semoga bermanfat sampai jumpa.



Penulis: Nandar

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »