Sebuah Opini, Buat Mereka yang Nyinyir sama Pasangan Muda Jualan Online setelah Nikah

 



Campusnesia.co.id - Beberapa hari ini saya menemukan postingan di twitter yang ramai perdebatannya tentang fenomena banyaknya pasangan muda yang tiba-tiba jualan pasca menikah. 

Pembahasanya jadi melebar ke isu seakan nikah muda tanpa persiapan finansial jadi sebabnya. Apakah benar demikian? melalui artikel ini saya akan coba beropini.

Sebelumnya disclaimer, saya masih jomblo tapi dari sisi pengalaman mengelola usaha setidaknya sudah pratekin 10 tahun di bidang percetakan merchandise, kuliner, kuota dan media online.

Pertama, saya ingin menyampaikan kepada orang-orang yang nyinyir terhadap pasangan muda yang jualan online pasca nikah, biasanya dilakukan lewat story whatsapp, instagram atau facebook, kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi ekonomi orang lain jadi gak usah sok menghakimi. 

Jangan menggunakan standar pribadi untuk mengukur orang lain, bagi anda yang setiap bulan gajian dua digit, jualan di story WA dan FB mungkin terkesan receh dan membuat risih, tapi bagi mereka yang membutuhkan bisa jadi itu sangat membantu kebutuhan ekonomi, dari pada nyinyir kalau ada uang lebih baik beli kalau gak ada ya udah abaikan saja apa susahnya.

Kedua, Jualan online pasca nikah bukan indikator pasti ekonomi mereka sedang sulit, justru menurut saya itu kabar baik, artinya mereka menemukan sebuah peluang dan berusaha menjemput peluang tersebut. 

Kemampuan melihat peluang, mengambilnya dengan sebuah aksi nyata bukan perkara yang mudah, saya selalu angkat jempol untuk orang-orang seperti ini, tidak hanya sekedar wacana tapi segera mempraktekkannya.

Ketiga, paradigma buka usaha, dulu ketika masih muda seperti kebanyakan orang saya juga idealis, ketika membuat ide bisnis selalu berfikir harus kekinian, edgy, prestisius dan ndakik-ndakik, yang seperti ini tidak jarang hanya berakhir jadi wacana saja, atau hasilnya tidak seberapa.

Seiring berjalannya waktu, saya lebih setuju fokus pada hasil, dengan demikian kita jadi terbuka dengan banyak kemungkinan, bisnis sederhana dengan modal seadanya bisa menghasilkan laba yang sama bahkan lebih besar dari yang ndakik-ndakik tadi, termasuk di dalamnya model bisnis makanan, fashion, buku dll di story wa, instagram atau status facebook.

Tahun 2008 ketika krisis melanda amerika, menurut data salah satu faktor ketangguhan ekonomi indonesia karena ditopang oleh UMKM nya, kelebihan fleksibelitasnya dalam perubahan arah bisnis membuat UMKM bisa cepat beradaptasi dengan keadaan.

"sudah jungkir balik hasilnya segitu-gitu aja, kapan beli mobil dan beli rumah" buat yang suka nyinyir kayak gini sama mereka yang jualan di story wa, hai ferguso kebutuhan dan target orang beda-beda, kalaupun hasil jualan mereka habis untuk memenuhi kebutuhan ya biarin aja, setidaknya tidak merepotkan anda.

Buat yang jualan dan selalu habis untuk memenuhi kebutuhan ya gak apa-apa, anda jualan dengan hasil sekarang saja bisa habis buat kebutuhan, bayangin kalau sama sekali tidak ada pemasukan, tapi harus tetap ada pengeluaran, jadi kuncinya syukuri saja yang penting sehat dan bahagia.

Keempat, saya punya banyak teman, senior dan adik kelas yang pasca nikah jualan online atau buka usaha kecil-kecilan, kebanyakan dari mereka bukan keluarga yang kekurangan, tapi mengapa tetap jualan? bisa jadi dengan jualan bisa nambah pemasukan untuk kebutuhan yang lain, membuka lapangan pekerjaan atau bisa saja sekedar hobi.

Tapi, saya juga berpesan untuk rekan-rekan yang jualan online, agar customer secara umum dan mungkin teman atau sahabat tetap nyaman, tetap jalankan dengan cara elegan, promosi dengan sopan, pastikan produk berkualitas dan pelayanan maksimal.

Sebagai penutup, instagram, facebook dan whatsapp ada fitur ulfollow, mute, block dll kalau gak nyaman dengan status dan story jualan tinggal manfaatkan fitur-ritur di atas daripada nyinyir, semoga ada manfaatnya, sampai jumpa :)

Sobat campusnesia punya jualan apa? silahkan promosi di kolom komentar.


Penulis: Nandar


===
Baca Juga:

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »