Pentingnya Air Minum Bagi Kesehatan Tubuh

 


Campusnesia.co.id - Tentu sobat tahu betul bahwa air minum menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa dipungkiri setiap harinya. Karena menjadi kebutuhan wajib, pengetahuan tentang penting dan dampak apabila kekurangan air bagi tubuh juga perlu diketahui nih. Mari simak kilas pengetahuan tentang air minum berikut.

Air minum yang baik
Penentuan kualitas air dapat dilakukan dengan melihat beberapa aspek, seperti kualitas biologi, fisik, dan kimia. Menurut ketentuan SNI, kualitas biologi air dapat dilihat dari kehadiran mikroorganisme dalam air, seperti golongan bakteri, ganggang, cacing serta plankton. Dimana kehadirannya dapat menjadi penyebab penyakit di samping pengaruh lain seperti timbulnya rasa dan bau. 

Kualitas fisik air umumnya dapat dilihat dengan pengukuran indikator air yang meliputi kekeruhan, temperatur, warna, bau dan rasa. Sedangkan kualitas kimia air dapat dianalisis dari zat-zat kimia yang terkandungan dalam air, karena permasalahan seperti senyawa-senyawa kimia yang beracun, perubahan rupa, warna dan rasa, serta reaksi-reaksi yang tidak diharapkan. 

Karena pada konsentrasi yang berlebihan kehadiran unsur-unsur tersebut di dalam air akan menimbulkan pengaruh negatif, baik dari segi kesehatan maupun dari segi pemakaian lain. Selain itu Indikator kimia, misalnya meliputi nilai pH, nilai BOD dan COD air (4).

Peranan air minum bagi tubuh
Air menjadi salah satu nutrisi paling penting dalam kehidupan. Komposisi air dalam tubuh manusia mencapai 80%, yang digunakan oleh setiap sel dalam tubuh untuk melaksanakan berbagai proses biologis yang berkaitan dengan pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh. 

Manusia kehilangan sekitar 3 liter air setiap harinya lewat pembuangan urine, keringat dan uap air. Kebutuhan air bervariasi setiap individu, tergantung pada kondisi subjek yang bersangkutan, jumlah latihan fisik, serta pada suhu lingkungan dan kelembaban (2).


Menurut Asmadi, dkk, kegunaan air bagi tubuh untuk membantu proses pencernaan, mengatur metabolisme, mengatur zat-zat makanan dalam tubuh, mengatur keseimbangan sushu tubuh, dan menjaga jangan sampai tubuh kering. 

Tubuh membutuhkan air untuk dikonsumsi sebanyak 2,5 liter atau setara dengan delapan gelas setiap harinya. Apabila jumlah air yang dikonsumsi kurang dari jumlah ideal, tubuh akan banyak kehilangan banyak cairan (dehidrasi).

Dampak kekurangan air minum
Menurut Sherwood, kekurangan cairan ekstra seluler (CES) dapat menyebabkan hipervolemih/dehidrasi, yang terjadi karena kehilangan cairan melalui kulit, ginjal gastrointestinal, pendarahan sehinggga menimbulkan syok hipovolemih. 

Mekanismenya adalah peningkatan rangsang saraf simpatis (peningkatan frekuensi jantung, kontraksi jantung dan tekanan vaskuler), rasa haus, pelepasan hormon ADH adesteron. 

Gejala lainnya yaitu mengalami pusing, lemah, letih, mual, muntah, rasa haus, gangguan mental, konstipasi, suhu meningkat, lidah kering dan kasar, mukosa mulut kering, zat pelarut lebih pekat, penurunan berat badan, mata cekung pada anak dan pada bayi penurunan jumlah air mata.

 
Kebiasaan mengkonsumsi air minum hanya ketika haus saja dapat mengakibatkan pengeluaran dan pemasukan air yang terjadi pada tubuh manusia tidak seimbang. Kejadian inilah yang nantinya mampu menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi. 

Selain dehidrasi, dampak lain dari kurangnya mengkonsumsi air minum yaitu, timbulnya berbagai macam penyakit seperti, batu ginjal, diabetes, obesitas, serta gangguan pencernaan dan fungsi jantung. 

Kekurangan cairan tersebut dapat terjadi disebabkan manusia tidak hanya mengeluarkan cairan melalui keringat. Manusia juga dapat mengeluarkan cairan melalui pernapasan dan urin. Agar cairan dalam tubuh bisa kembali normal, maka manusia diwajibkan untuk mengkonsumsi air minum secara teratur, terutama air putih.

Daftar Pustaka:
Asmadi dkk. 2011. Teknologi Pengolahan Air Minum. Gosyen Publishing. Yogyakarta.
Fauziah, M. 2011. Sehat Dengan Air Putih. Stomata. Surabaya. Hal.14.
Sherwood L. 2011. Fisiologi manusia dari sel ke sistem 6th Ed. EGC. Jakarta.
Suriawiria, U. 2008. Mikrobiologi Air. PT Alumni. Bandung. Hal.24.

Itulah beberapa poin penting terkait peran penting air minum bagi tubuh kita. Jadi sudah minum air kah hari ini? Dan apakah sudah memenuhi standar minimal?

Penulis: Ika Shintya

Iklan

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »