Ngomongin Kasta Ayam Goreng Crispy di Tembalang Semarang, Olive Chicken Juaranya



Campusnesia.co.id Yo mamen, ketemu lagi dengan nex carlos! Dimakan keliling indonesia, ha ha bukan-bukan, ini bukan channel youtube kuliner nex carlos tapi rubrik makan dari campusnesia. Ngomongin apa kali ini? Bagaimana kalau ngobrolin ayam goreng krispy di tembalang? Yuk mulai.

Saya di tembalang kurang lebih 13 tahun, membersamai tembalang dari makan masih Rp 2.000,- per porsi hingga kini 2.000 perak hanya dapat 2 gorengan saja.

Tembalang sebagai kelurahan tempat kampus undip bisa dibilang sebagai kota pelajar, puluhan ribu pendatang baik yang mahasiswa maupun pekerja rantau mempercepat pertumbuhan baik secara fisik maupun ekonominya. Tahun 2007 kost sebulan hanya 150.000 kini 450.000 saja masih kamar mandi luar.

Oke, seperti judul, kita to the poin saja, mari ngomongin tentang kasta atau level enak-murah dari makanan sejuta umat, yaitu ayam goreng krispi ala kentucky fried chicken. Belakangan banyak sekali brand-brand baru yang muncul dalam dunia percaturan ayam goreng krispi, dari yang sudah terkenal secara nasional hingga yang tanpa merk sekalipun, dan seperti biasa seleksi alam berperan ada yang bertahan dan berkembang ada yang gurur di medan perang.

Kami sudah mencoba beberapa merk ayam goreng krispi di tembalang dan berikut rangkingnya menurut kami, disclaimer ini pendapat pribadi penulis, sobat pembaca campusnesia boleh memiliki pendpaat yang berbeda so gak usah di baperin, oke?


1. Olive Fried Chicken

Kenal pertama sekitar tahun  2013 dan menurut saya cita rasanya pas, ukuran besar dan harga terjangkau, bayangin 8.000 sudah dapat nasi, sayap dan es teh jika makan di tempat. 

Bumbu terasa apalagi di kulitnya, tapi jujur memang micinya kadang agak over, atau itu garam? Entahlah tapi kerasa bumbunya. 

Sayangnya untuk potongan yang besar seperti dada dan paha atas, bumbu kadang kurang terasa pada bagian daging dalam. Mungkin bisa dijadikan masukan.



Saat ini ada 2 cabang di tembalang, di banjarsari raya khusus untuk makan di tempat dan di gondang raya khusus take away atau ojek online. 

Olive menjadi favorit menu makan berbagai kegiatan mahasiswa, termasuk buka bersama. Cobain deh.

Olive Chicken belakangan jadi buah bibir karena oleh netijen dinobatkan sebagai salah satu oleh-oleh makanan khas jogja setelah Gudeg dan Bakpia.



2. FSC Ayam Krispi

Bagi sobat yang merasa asing dengan brand ini, dulunya SBC (Student Business Center) yang entah karena apa pisah manajemen menjadi FSC (Food Student Center). 

Dari rasa tidak terlalu strong dan ukuran lebih kecil dari Olive, tetapi rasa memang layak bertengger di nomer 2, sudah ada sejak tahun 2007 dengan kombinasi andalan mereka yaitu ca kangkung.




Harga terjangkau sesuai segmen mahasiswa, enak juga dinikmati dengan variasi saus padang atau saus asam manis, ada di jalan banjarsari raya silahkan di coba, kalau yang SBC versi baru yang jatimulyo jujur saya belum cobain.



3. Oti fried chicken

Kenapa nomer 3? Secara ukuran kadang lebih kecil dari olive, dari rasa tidak terlalu berasa jika dibanding olive. Tetapi dari sisi varian menu pilihannya lebih banyak.

Kelebihan oti lebih kering dibanding olive yang lebih juicy, harga kurang lebih sama dan tempat mengambil model rumah joglo. Yang mau nyobain bisa langsung ke Oti bulusan.



4. Sabana

Setahu saya ini merk asal jakarta, di sana cukup terkenal dan punya ratusan kedai, pertama kali mencicipi saat ada acara di jakarta tahun 2016 silam.

Begitu sampai semarang ternyata ada di tembalang, saat ini kedainya ada di samping masjid MPD tembalang. Secara harga kurang lebih sama, ukuran mirip olive sedang rasa ada di nomer 3. Masukan dari saya tepungnya kurang berasa dan kadang kurang crispy.



5. KFC

Ya kalian boleh tidak setuju dengan saya, tapi bagi saya justru KFC yang terkenal secara nasional untuk rasa nomer 5 di tembalang. Harga tentu jelas lebih mahal dan ukuran lebih kecil. Rasa ya standart lah, menang merk saja menurut saya ha ha unpopular opinion



6. AFC

Sayang sudah tutup, tetapi sempat mencoba sekali dua kali, harga memang lebih murah tetapi ukuran lebih kecil, lebih garing dan rasa biasa saja.



7. D’chicken

Pendatang baru, saya mencoba mungkin baru tahun lalu, karena kedainya ada di samping kantor campusnesia, paling laris saat hari jumat karena ada promo diskon 50%. 

Rasa biasa saja, ukuran memang hampir mirip dengan olive, harga kayake lebih mahal. Sementara tutup, tapi cabang yang di kyai mojo srondol masih buka.

Oke sobat campusnesia, itu tadi 7 merk fried chicken yang ada di tembalang beserta rangkingnya menurut saya, kalian boleh setuju atau tidak setuju. 

Tulis leveling versi kalian di kolom komentar mana yang paling enak, mana yang paling besar dan mana yang paling ramah dengan kantong terutama mahasiswa. Sampai jumpa, tetap sehat tetap semangat sampai ketemu di rubrik kuliner selanjutnya.



Penulis
Mumun


===
Baca Juga:

Artikel Terkait

Previous
Next Post »