Mahasiswa KKN Menggelar Sosialisasi Peningkatan Minat Baca Anak Dengan Menggunakan Manga

0
 



Campusnesia.co.idDalam upaya mendorong minat baca anak-anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro memperkenalkan inovasi menarik berupa sosialisasi demi meningkatan tingkat baca menggunakan manga atau komik asli Jepang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan rendahnya minat baca di kalangan anak-anak pada SD Negeri 2 Kebon, yang kemudian diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di Desa Kebon.

Mengapa Manga?
Manga, komik khas Jepang, dipilih sebagai media utama untuk sosialisasi ini karena keunggulan visual dan daya tarik naratifnya. Dengan gambar-gambar yang ekspresif dan alur cerita yang menarik, manga dianggap sebagai sarana yang efektif untuk menarik perhatian anak-anak dan merangsang minat mereka terhadap membaca. Jenis manga pun beragam seperti shoujou manga dan shounen manga.

Shoujou manga merupakan manga yang sebagian alur ceirta tersebut adalah romance diantara karakter manga tersebut sehingga manga tersebut lebih menarik perhatian anak perempuan.

Berbanding terbalik dengan shoujou manga yang menarik perhatian anak perempuan, target shounen manga adalah anak laki-laki. Manga tersebut menghadirkan kisah petualangan serta pertarungan yang sekiranya anak-anak sukai. 

Seiring dengan berkembangnya teknologi tidak hanya membaca dalam bentuk buku fisik, saat ini sudah banyak juga aplikasi maupun web yang dapat digunakan untuk membaca manga. Pada sosialisasi ini diperkenalkan juga beberapa aplikasi yang dapat digunakan oleh siswa siswi SD untuk membaca manga tersebut saat waktu luang serta memberikan beberapa rekomendasi judul manga yang sesusai dengan usia siswa. Beberapanya adalah Cells  At Work, Yumeiro Pattisiere, Hai Mikko, Demon Slayer, serta Attack on Titan.  

Harapan dan Masa Depan
Diharapkan bahwa melalui program ini, tingkat minat baca anak-anak di Desa Kebon dapat mengalami peningkatan signifikan. Program sosialisasi ini juga diharapkan menjadi contoh sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam meningkatkan minat baca anak-anak. Dengan langkah-langkah kreatif dan kolaboratif, diharapkan masa depan pendidikan Indonesia akan semakin cerah.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Membawa Budaya Jepang: Pengenalan Budaya Jepang Boneka Teru Teru Bouzu SD Negeri 2 Kebon

0
 



Campusnesia.co.id - Kebon - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro di Indonesia, yang bertugas di Desa Kebon, Kecamata Bayat, Kabupaten klaten, menghadirkan nuansa baru di SD Negeri 2 Kebon. Dengan penuh semangat, mereka membawa kepingan budaya Jepang ke sekolah tersebut melalui sosialisasi penggunaan Boneka Teru Teru Bouzu.

Boneka Teru Teru Bouzu, adalah ikon budaya Jepang yang digunakan untuk mengundang cuaca cerah. Mahasiswa KKN merasa bahwa membawa tradisi ini ke sekolah adalah cara yang unik untuk memperkenalkan anak-anak pada keberagaman budaya dunia.

Merayakan Kesenian dan Pendidikan
Program sosialisasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan budaya Jepang, tetapi juga sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai positif kepada anak-anak. Melalui kegiatan bersama membuat dan menghias Boneka Teru Teru Bouzu, mahasiswa KKN mendorong kolaborasi, kreativitas, dan rasa tanggung jawab di antara siswa-siswi SD Negeri 2 Kebon.

Suasana Ceria di SD Negeri 2 Kebon
Kehadiran mahasiswa KKN dan Boneka Teru Teru Bouzu membawa keceriaan yang luar biasa di sekolah. Para siswa dengan antusias membuat boneka-boneka tersebut, sambil belajar tentang makna dan tradisi di balik budaya Jepang.

Respons Positif dari Guru 
Guru-guru di SD Negeri 2 Kebon menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN dan menyatakan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tetapi juga membuka pandangan mereka tentang dunia luar.

Membawa Harapan dan Keberkahan
Mahasiswa KKN berharap bahwa melalui program ini, anak-anak tidak hanya dapat mengetahui budaya Jepang tetapi juga merasakan keceriaan dan harapan yang terkandung dalam Boneka Teru Teru Bouzu. Dengan membawa elemen budaya ini ke sekolah, mereka berharap dapat memberikan pengalaman yang berkesan dan mendalam bagi anak-anak di SD Negeri 2 Kebon.



Editor:
Achmad Munandar

Inovasi Hijau Mahasiswa KKN Undip: Pelatihan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah untuk Ibu-Ibu PKK Desa Pepedan

0

Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah 
di Desa Pepedan, Kec. Moga, Kab. Pemalang, Selasa (6/2). 
(Sumber: Dok. Pribadi)


Campusnesia.co.idDesa Pepedan, 06 Februari 2024–Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan juga kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip), Shofi Azkiya Ghassani, menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah bagi ibu-ibu PKK RT 02 di Desa Pepedan, Kabupaten Pemalang.

Desa Pepedan, sebuah kawasan yang subur di Kabupaten Pemalang, memiliki potensi besar dalam pengelolaan limbah organik, termasuk minyak jelantah. Namun, kesadaran akan manfaat dan potensi ekonomi dari limbah ini masih rendah di kalangan masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa KKN Undip melihat peluang untuk memberikan edukasi sekaligus memperkenalkan alternatif pengolahan limbah yang berkelanjutan dan menghasilkan nilai tambah.

Kegiatan yang berlangsung di pertemuan rutin pada hari Selasa (06/02) ini dihadiri oleh belasan ibu-ibu PKK yang antusias untuk belajar tentang cara membuat lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kesehatan.

Selama pelatihan, para peserta diajarkan tentang proses pengolahan minyak jelantah menjadi bahan baku lilin, penambahan aroma alami dari minyak esensial, serta proses pembentukan lilin yang baik dan aman digunakan. Mahasiswa KKN Undip turut memberikan penjelasan mengenai manfaat lilin aromaterapi bagi kesehatan dan kesejahteraan fisik serta mental.

Diharapkan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbasis minyak jelantah ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pengembangan kesadaran akan lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat, sekaligus mengurangi dampak negatif limbah minyak jelantah di Desa Pepedan. 



Penulis: 
Shofi Azkiya Ghassani 
(Mahasiswa S-1 Teknik Kimia Universitas Diponegoro)

Gemar Menabung! Mahasiswa KKN UNDIP melakukan Gerakan Mari Menabung kepada Siswa SDN 03 Mandiraja

0
 




Campusnesia.co.id - Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 2023/2024 telah melaksanakan program Gerakan Mari Menabung, yaitu Gemar Menabung di SDN 03 Mandiraja yang terletak pada Desa Mandiraja, Kecamatan Moga.

Menabung yaitu menyisihkan sebagian uang yang disimpan dan dikelola untuk mencapai suatu keinginan dalam membeli sesuatu. Dengan adanya sosialisasi dari gerakan menabung ini diharapkan dapat para siswa dapat menerapkan hidup hemat dan mengelola keuangan sejak dini.
 
Program ini hanya ditujukan kepada siswa/i kelas 5 SDN 03 Mandiraja yang berjumlah sebanyak 24 siswa. Saat pemaparan berlangsung, para siswa terlihat kurang interaktif dan hanya sedikit yang sudah menabung. Oleh karena itu, saya Alvido Ivan Kumara dari Tim 1 KKN UNDIP membuat buku kecil Gemar Menabung yang berisikan edukasi pentingnya menabung, dan tata cara pengisian buku dengan metode yang menyenangkan agar para siswa termotivasi untuk menabung. Selain dilakukannya pemaparan materi dan pembagian buku, juga diadakan sesi kuis berhadiah celengan kecil guna membangkitkan semangat para siswa dalam sesi tersebut.

Melalui program ini diharapkan para siswa/i SDN 03 Mandiraja dapat memanfaatkan buku tersebut sebagai motivasi untuk giat menabung sejak dini agar dapat mengelola keuangan dengan baik.



Editor:
Achmad Munandar

TIM-I KKN Undip Membuat Peta Potensial Desa Sinangohprendeng

0

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Campusnesia.co.id - Di era modern ini, pembangunan sebuah daerah tidak bisa dilepaskan dari pemahaman yang mendalam mengenai potensi yang dimiliki. Terutama dalam konteks pembangunan pedesaan, pemetaan potensi menjadi langkah awal yang penting untuk merencanakan strategi pembangunan yang tepat. Inilah yang menjadi program kegiatan yang dilakukan oleh Tim Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Diponegoro di Desa Sinangohprendeng. Melalui pembuatan peta potensial, mereka telah berhasil menggali sumber daya dan peluang yang dimiliki oleh desa tersebut.

Desa Sinangohprendeng, yang terletak di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, selama ini dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, budaya, dan manusia. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu, tim KKN Universitas Diponegoro yang terdiri dari sejumlah mahasiswa lintas jurusan ini memutuskan untuk melakukan sebuah proyek pemetaan potensi desa dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan lokal.

Pembuatan peta potensial dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif, melibatkan berbagai aspek mulai dari sumber daya alam, potensi ekonomi, budaya, sosial, hingga infrastruktur. Tim KKN melakukan survei lapangan yang intensif, berinteraksi dengan masyarakat setempat, serta mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan untuk membangun peta potensial tersebut.

Salah satu aspek yang ditekankan dalam pembuatan peta potensial adalah pemanfaatan sumber daya alam. Desa Sinangohprendeng dikenal memiliki lahan pertanian yang subur, hutan yang melimpah, dan juga potensi pariwisata alam yang menarik. Melalui pemetaan ini, potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, potensi ekonomi lainnya seperti kerajinan lokal dan produk unggulan desa juga turut dimasukkan dalam peta potensial. Dengan mengetahui potensi ekonomi yang dimiliki, diharapkan dapat dibangun strategi pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan inklusif.

Hasil akhir dari pembuatan peta potensial ini adalah sebuah dokumen yang komprehensif dan informatif mengenai potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Sinangohprendeng. Dokumen ini tidak hanya menjadi panduan bagi pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan pembangunan, tetapi juga menjadi acuan bagi berbagai pihak yang tertarik untuk berinvestasi atau berkontribusi dalam pembangunan desa tersebut. Langkah awal ini menjadi landasan yang kuat untuk membangun strategi pembangunan yang berbasis pada potensi lokal, partisipatif, dan berkelanjutan.



Penulis: 
TIM-I KKN Undip Desa Sinangohprendeng

Editor:
Achmad Munandar

Tim-I KKN Undip 2024 Mengubah Lahan Kosong Menjadi Taman Publik di Desa Sinangohprendeng

0
 
Rancangan Taman Publik Oleh Mahasiswa KKN Undip
Sumber: Dokumen TIM-I KKN Undip 2024

Campusnesia.co.idKegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Sinangohprendeng merupakan bagian dari upaya nyata untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat setempat. Desa ini memiliki potensi lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pemerintah desa, sebuah proyek untuk mengubah lahan tersebut menjadi taman publik mulai digagas.

Lahan kosong yang ada di RW 06 Desa Sinangohprendeng dijadikan sebagai titik fokus untuk dibangun taman publik. Melalui survei dan analisis terhadap kondisi lahan serta kebutuhan masyarakat, mahasiswa KKN melakukan perancangan taman yang dapat memenuhi berbagai kepentingan, mulai dari tempat rekreasi hingga pusat kegiatan sosial.
Pembangunan taman publik di Desa Sinangohprendeng tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga lingkungan sekitar. Selain sebagai ruang terbuka hijau, taman ini juga menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi warga desa, memperkuat jaringan sosial dan solidaritas di antara mereka. Selain itu, penanaman pepohonan dan tanaman hias di taman ini juga berkontribusi pada peningkatan kualitas udara dan estetika lingkungan.

 
Penyerahan Hasil Rancangan Taman Publik
Sumber: Dokumentasi TIM-I KKN Undip 2024

Rancangan taman Publik oleh KKN Undip di Desa Sinangohprendeng tidak hanya sekadar lahan kosong yang diubah menjadi taman. Lebih dari itu, taman ini telah menjadi ikon baru bagi Desa Sinangohprendeng, menandai perubahan positif yang diusung oleh mahasiswa Universitas Diponegoro. Dengan desain yang menarik dan fasilitas yang memadai, taman ini tidak hanya menjadi daya tarik perhatian penduduk lokal, tetapi juga pengunjung dari luar desa. Keberadaannya menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat menghasilkan transformasi yang signifikan dalam pembangunan lokal. Sebagai ikon, taman ini menjadi sumber kebanggaan bagi warga Desa Sinangohprendeng karena tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.



Penulis: 
Mahasiswa KKN TIM-I Undip 2024


Editor:
Achmad Munandar

Harga Sayur Meroket, Mahasiswa Undip Berikan Pendampingan Penanaman Hidroponik

0

Gambar 1. Pelatihan Pembuatan Hidroponik 
Sistem DFT di Dukuh Titang

Campusnesia.co.idDesa Tawang, Kecamatan Weru (24/01/2024) - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan menjadi bagian pemberdayaan dan pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengetahui realita sosial masyarakat yang sebenarnya. Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan secara langsung ilmu-ilmu yang telah didapatkan di perguruan tinggi. Selain itu, melalui pelaksanaan KKN diharapkan juga mampu membantu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Desa Tawang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo yang menjadi tempat bagi Kelompok II Mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP untuk melakukan pengabdian masyarakat. Desa Tawang mayoritas dikelilingi dan ditanami oleh lahan sawah dengan luas sebesar 167.367 Ha sehingga sebagian besar penduduknya rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Kemudian, diketahui bahwa komoditas utama pertanian yang ada di Desa Tawang adalah tanaman padi. 

Kondisi perubahan iklim yang ekstrem dan kekeringan yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini menjadi tantangan utama dalam sektor pertanian. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penurunan produksi pertanian secara signifikan bahkan dapat menyebabkan tanaman mengalami gagal panen sehingga hal ini dapat berdampak terhadap perekonomian keluarga. Oleh karena itu, Mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP berinisiatif untuk membuat sebuah program multidisplin yang dapat membantu perekonomian keluarga apabila sedang terjadi musim kekeringan, yaitu "Pengembangan Ekonomi Keluarga Melalui Pembuatan Hidroponik". 

Program multidisiplin ini dilaksanakan pada Rabu, 24 Januari 2024 pukul 20.00-21.00 dengan sasaran ibu-ibu KWT (Kelompok Wanita Tani) yang bertempat di KWT Dukuh Titang. Pada program ini, Mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP memberikan pelatihan pembuatan hidroponik secara langsung dan memberikan beberapa penjelasan terkait hidroponik sistem DFT (Deep Flow Technique), kelebihan hidroponik sistem DFT, jenis tanaman yang cocok untuk ditanam secara hidroponik, serta total biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan hidroponik.

Selama program pelatihan hidroponik terlihat bahwa ibu-ibu KWT sangat antusias dalam mengikuti pelatihan hidroponik dari awal hingga akhir kegiatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh ibu-ibu ketika sedang dilaksanakan pelatihan hidroponik. 
 
Gambar 2. Penyerahan Bibit Tanaman Hidroponik 
Secara Simbolis kepada Ketua KWT Dukuh Titang

Pada akhir kegiatan program ini, Mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP melakukan penyerahan bibit tanaman secara simbolis kepada Ketua KWT sebagai bentuk perwujudan dalam rangka mengembangkan perekonomian keluarga melalui pembuatan hidroponik.

Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan walaupun kegiatan KKN UNDIP telah selesai.




Editor:
Achmad Munandar

Dukung Pembangunan Desa, Mahasiswa KKN Undip Membuat Penunjuk Arah dan Infografis Potensi Desa Tawang

0
 
Gambar 1. Pemasangan Signage dan Infografis 
di Taman Mini Tawang


Campusnesia.co.id - Desa Tawang merupakan desa yang berada di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Desa Tawang terdiri atas 4 dusun, 17 dukuh, dan 31 RT. Secara geografis, Desa Tawang pada bagian utara berbatasan dengan Desa Watubonang, bagian selatan berbatasan dengan Desa Weru, bagian timur berbatasan dengan Desa Ngreco, serta bagian barat berbatasan dengan Desa Balak, Desa Japanan, dan Desa Tlingsing. 

Setelah melakukan survei lapangan, dapat diketahui bahwa beberapa desa yang ada di Kecamatan Weru sudah memiliki penanda batas, seperti penanda jalan atau gapura. Namun, belum terdapat penanda jalan yang menunjukkan arah menuju ke Desa Tawang. Oleh karena itu, mahasiswa Tim 1 KKN Undip berinisiatif untuk membuat sebuah program multidisiplin, yaitu "Pembuatan Infografis dan Penunjuk Jalan di Desa Tawang". 

Program multidisiplin Pembuatan Infografis dan Penunjuk Jalan di Desa Tawang dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2024 yang dilakukan di Taman Mini Tawang. Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa Tim 1 KKN Undip melakukan pemasangan penanda arah Desa Tawang, pemasangan lampu panel surya sebagai penerang signage dan penerang jalan serta pengadaan infografis yang berisikan Peta Administrasi Desa Tawang, sejarah, UMKM Unggulan serta potensi yang dimiliki oleh Desa Tawang.
 
Gambar 2. Foto Signage dan Infografis disertai Lampu Panel Surya

Dengan adanya pembuatan infografis dan penunjuk jalan di Desa Tawang diharapkan dapat memberikan informasi terkait Desa Tawang dengan lebih singkat dan mudah dipahami. Selain itu, melalui pembuatan infografis dan penunjuk jalan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat setempat maupun pendatang dapat mengetahui informasi terkait lokasi atau wilayah Desa Tawang.




Editor:
Achmad Munandar

Peta Persebaran Produk Potensi UMKM Desa Majenang Berbasis Geographic Information System (GIS) sebagai Media Informasi Masyarakat dan Perangkat Desa

0
 
Peta Persebaran Produk Potensi UMKM Desa Majenang

Campusnesia.co.idDesa Majenang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen (25/01/2023) – Potensi sumber daya lokal seperti potensi pertanian dan kekayaan alam lain yang dimiliki oleh Desa Majenang dapat dikembangkan menjadi dasar pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Majenang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan dinamika dan dan kebutuhan masyarakat lokal. Adanya UMKM juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi tingkat pengangguran karena masyarakat dapat menciptakan peluang pekerjaan sendiri. Selain aspek ekonomi, keberadaan UMKM juga dapat merangsang perkembangan kreativitas dan inovasi. 

Pengembangan produk lokal dan pemasaran yang khas bisa membantu mendukung identitas budaya desa dan membuka peluang untuk memasarkan produk secara lebih luas. Oleh karena itu, pembuatan Peta Persebaran Produk Potensi UMKM di Desa Majenang yang berbasis Geographic Information System (GIS) diperlukan untuk mengetahui keberadaan produk unggulan UMKM di Desa Majenang dan pengembangan produk ekonomi lokal di Desa Majenang baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
 
Berdasarkan penjelasan tersebut, Gavra Aras Padantya selaku mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro Tahun Ajaran 2023/2024 yang berasal dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota dengan dosen pembimbing Ibu Riza Susanti, S.T., M.T. berinisiatif untuk membuat Peta Persebaran Produk Potensi UMKM Desa Majenang, Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen sebagai program monodisiplinnya. Peta ini dibuat sebagai media informasi kepada masyarakat terkait letak potensi produk UMKM yang ada di Desa Majenang. Selain itu, dengan adanya peta ini juga dapat menjadi media dalam pengembangan potensi produk UMKM di Desa Majenang. 

Pembuatan Peta Persebaran Produk Potensi UMKM Desa Majenang dilakukan melalui survey lapangan selama 10 hari sejak tanggal 10-20 Januari 2024. Berdasarkan hasil observasi, survey, dan wawancara di lapangan diketahui potensi produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Majenang yang kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) dilakukan sejak tanggal 20-24 Januari 2024. Kemudian, pada tanggal 25 Januari 2024 dilakukan presentasi kepada perangkat desa terkait dengan output Peta Sarana dan Prasarana yang telah dibuat. Survey lapangan dilakukan dengan cara menitikkan koordinat dari masing-masing fasilitas menggunakan aplikasi GIS kemudian titik-titik tersebut dieksport menjadi shapefile yang kemudian diolah menggunakan software Quantum GIS. Hasil dari Quantum GIS tersebut kemudian dieksport menjadi pdf file dan diprint out dengan ukuran kertas A3.

Dengan dibuatnya Peta Persebaran Produk Potensi UMKM Desa Majenang dapat menjadi dasar untuk memahami potensi ekonomi lokal. Dengan mengetahui produk-produk unggulan UMKM, diharapkan pemerintah dan masyarakat bisa merancang strategi pengembangan ekonomi lokal yang sesuai dengan potensi yang ada di Desa Majenang. Selain itu, Peta Persebaran Potensi Produk UMKM memberikan informasi kepada masyarakat tentang produk-produk lokal yang mungkin belum mereka ketahui. Hal ini memberikan pilihan alternatif dan mendukung konsep belanja produk dalam desa untuk mendukung para pelaku usaha di Desa Majenang.

Melalui pemetaan potensi produk UMKM, masyarakat berharap bahwa Desa Majenang akan menjadi Desa dengan pengembangan UMKM sebagai tumpuan pergerakan ekonomi lokal dan diharapkan nantinya akan menjadi pusat ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi fondasi untuk pembangunan yang berkelanjutan terkait pengembangan ekonomi lokal. Pemetaan potensi produk UMKM dapat dilanjutkan dengan perumusan strategi yang tepat dan berkelanjutan untuk mendukung ekonomi lokal Desa Majenang.




Editor:
Achmad Munandar

Peta Persebaran Fasilitas Desa Majenang Berbasis Geographic Information System (GIS) sebagai Media Informasi dan Basis dalam Penentuan Perencanaan Desa

0
 
Peta Persebaran Fasilitas Desa Majenang

Campusnesia.co.id - Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen (25/01/2023) – Seiring pertambahan penduduk suatu wilayah, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat pun semakin banyak. Ketersediaan fasilitas di suatu wilayah juga dipengaruhi oleh Tingkat pelayanan suatu wilayah tersebut. Desa Majenang merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen, dengan jumlah penduduk 4.792 jiwa membuat desa ini memiliki tingkat kepadatan ketiga tertinggi di Kecamatan Sukodono yakni 916,18 jiwa/km2. 

Dengan jumlah penduduk yang besar membuat Desa Majenang memerlukan fasilitas yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Desa Tersebut. Pemenuhan fasilitas untuk kebutuhan dasar masyarakat ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) sesuai dengan jumlah penduduk yang harus mendapatkan pelayanan. Selain itu, jangkauan pelayanan dari masing-masing fasilitas yang ada ditentukan berdasarkan penempatan lokasi dari fasilitas tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya pembuatan Peta Fasilitas yang ada di Desa Majenang yang berbasis Geographic Information System (GIS) untuk mengetahui ketersediaan dan lokasi dari fasilitas yang ada di Desa Majenang.
 

Berdasarkan penjelasan tersebut, Gavra Aras Padantya selaku mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro Tahun Ajaran 2023/2024 yang berasal dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota dengan dosen pembimbing Ibu Riza Susanti, S.T., M.T. berinisiatif untuk membuat Peta Persebaran Fasilitas Desa Majenang, Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen sebagai program monodisiplinnya. Peta Persebaran Fasilitas dibuat sebagai media informasi kepada masyarakat terkait letak fasilitas yang ada di Desa Majenang. Selain itu, dengan adanya peta ini juga dapat menjadi media evaluasi terkait letak fasilitas dan jumlah fasilitas yang ada apakah sudah menjangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pembuatan Peta Persebaran Fasilitas Desa Majenang dilakukan melalui survey lapangan selama 10 hari sejak tanggal 10-20 Januari 2024, pengolahan data menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) dilakukan sejak tanggal 20-24 Januari 2024. Kemudian, pada tanggal 25 Januari 2024 dilakukan presentasi kepada perangkat desa terkait dengan output Peta Persebaran Fasilitas yang telah dibuat. Survey lapangan dilakukan dengan cara menitikkan koordinat dari masing-masing fasilitas menggunakan aplikasi GIS kemudian titik-titik tersebut dieksport menjadi shapefile yang kemudian diolah menggunakan software Quantum GIS. Hasil dari Quantum GIS tersebut kemudian dieksport menjadi pdf file dan diprint out dengan ukuran kertas A3.

Pembuatan Peta Persebaran Fasilitas ini sangat bermanfaat untuk Desa Majenang dimana saat ini pemerintah memiliki panduan untuk merencanakan pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan jangkauan layanan masing-masing fasilitas. Selain itu, Peta Persebaran Fasilitas Desa Majenang menjadi media untuk masyarakat mengetahui keberadaan dari masing-masing fasilitas yang ada di Desa Majenang.

Dengan adanya program kerja Pemetaan Persebaran Fasilitas di Desa Majenang Perangkat Desa Majenang mengaku sangat mengapresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa KKN dalam pembuatan Peta Persebaran Fasilitas ini. Perangkat desa dengan tegas menyatakan bahwa Peta Persebaran Fasilitas menjadi alat panduan yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan. Mereka mengakui bahwa data visual ini akan mempermudah mereka untuk mengidentifikasi prioritas dan mengarahkan pengembangan fasilitas yang ada.



Editor:
Achmad Munandar