Peningkatan Kesadaran Masyarakat Desa Tlogorejo Tentang Stunting Melalui Edukasi Demo Pembuatan Ikan Menjadi Nugget Ikan Lele

0
 


Campusnesia.co.idDesa Tlogorejo (25/07/23) – Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2023/2024 membuat salah satu program “Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Lele, sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan bernilai gizi khususnya untuk pencegahan stunting. 

Mengonsumsi ikan dapat menjadi solusi dalam mengatasi stunting pada anak, apabila anak kekurangan protein, maka fisik anak tersebut akan terhambat. Hal tersebut dikarenakan pada usia pertumbuhan anak, terutama pertambahan tinggi badan akan terjadi sangat pesat sehingga anak membutuhkan protein. Anak yang kekurangan protein memiliki daya tahan tubuh yang kurang, karena protein sangat dibutuhkan untuk kekebalan tubuh terhadap penyakit. 

Banyak masyarakat yang belum mengetahui pengolahan ikan bagaimana saja sehingga cukup hanya digoreng atau membeli produk ikan yang ada dipasar. Nugget ikan lele adalah olahan daging ikan yang berasal dari bahan baku ikan lele yang mempunyai gizi dan protein yang cukup tinggi. Manfaat konsumsi ikan dapat dilihat kandungan ikan yang meliputi protein, omega 3, vitamin (A, D, B6, dan B12), mineral (zat besi). 

Nugget ikan lele juga cocok dijadikan sebagai ide usaha yang dapat membantu perekonomian masyarakat desa khususnya, karena dalam pembuatan nugget ikan lele ini sendiri tidak memerlukan biaya yang mahal, alat yang digunakan juga sederhana dan bahan baku ikan lele juga mudah ditemukan disekitar masyarakat. Manfaat dari mengkonsumsi nugget ikan lele yaitu dapat merangsang pertumbuhan dan kecerdasan otak pada anak-anak, dan bagi orang dewasa juga bermanfaat sebagai penurunan tekanan darah, karena didalam ikan lele terdapat kandungan protein, omega 3, vitamin (A, D, B6, dan B12), mineral (zat besi). 

Dalam kasus tersebut, Mahasiswa KKN TIM II dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prodi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Diponegoro 2023/2024 melaksanakan program  kerja monodisiplin mengenai “Demonstrasi Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Lele” dilaksanakan bersama dengan ibu-ibu PKK Desa Tlogorejo yang bertempat di Balai desa pada hari Sabtu (25/07/23). 

Selanjutnya dilakukan pembuatan nugget ikan lele bersama ibu-ibu PKK Desa Tlogorejo. Langkah pertama fillet atau kukus daging ikan lele selama 20 menit, kemudian haluskan daging ikan yang sudah dikukus dengan menggunakan blender, lalu campurkan daging ikan yang sudah dilumatkan dengan lada, garam secukupnya, 1 sdt gula pasir, penyedap rasa, 6 siung bawang putih, 4 siung bawang merah, daun seledri, daun bawang, 1 butir telur dan wortel yang sudah dilumatkan. 

Selanjutnya masukkan adonan kedalam wadah, lalu tambahkan 3 sdm tepung tapioka, 4 sdm tepung terigu lalu aduk sampai merata. Selanjutnya olesi minyak kedalam cetakan agar adonan tidak lengket. Kemudian masukkan adonan kedalam cetakan yang telah diolesi minyak dan kukus adonan selama 30 menit dan dipotong susuai dengan selera. Setelah dingin adonan nugget dikeluarkan dari loyang, lalu baluri nugget dengan tepung terigu, telur, dan tepung panir sebagai perekat, kemudian digoreng dengan api sedang dan tiriskan.

Respon dari ibu-ibu PKK Desa Tlogorejo sangat antusias terutama pada saat melakukan demo pembuatan nugget ikan lele. Selain itu juga menanyakan terkait jenis ikan yang dapat digunakan untuk produk nugget ikan dan jenis pengolahan lain dalam artian ikan dapat diolah menjadi produk apa saja. 

Ibu-ibu PKK juga sangat berterimakasih atas ilmu yang telah disampaikan oleh mahasiswa KKN Undip yang telah memberikan informasi kandungan gizi ikan yang baik untuk tubuh terutama bagi ibu hamil dan tumbuh kembang anak, serta memberikan ide inovasi untuk dijadikan sebagai usaha bagi warga Desa Tlogorejo.



Oleh: Rotua Indah Sari Sibarani (Teknologi Hasil Perikanan/2019)
DPL: Dr. Heni Rizqiati, S.Pt., M.Si.
KKN Tim II Universitas Diponegoro 2023/2024

Menjawab Tantangan Fluktuasi Harga Nangka, Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Inovasi Produk Kreatif

0
 


Campusnesia.co.idFluktuasi harga buah nangka yang merugikan masyarakat serta petani Desa Lebakwangi pada musim panen memicu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro untuk melakukan inovasi. Mereka mengambil inisiatif untuk mengolah buah nangka menjadi stik nangka, tidak hanya sebagai alternatif pengolahan, tetapi juga sebagai cara mengatasi tantangan harga musiman. 

Stik nangka merupakan makanan ringan yang praktis dan lezat serta memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan dan menggerakkan roda perekonomian di tingkat lokal Desa Lebakwangi. Selain itu, produk olahan stik nangka juga belum banyak dikembangkan di daerah lain sehingga dapat menjadi salah satu ciri khas olahan dari Desa Lebakwangi.

Program kerja dilaksanakan pada forum pertemuan ibu-ibu PKK Desa Lebakwangi pada Hari Selasa, Tanggal 1 Agustus 2023. Forum dihadiri oleh 45 anggota PKK dan 8 perangkat desa. Kegiatan berjalan selama 45 menit di aula Balai Desa Lebakwangi. Kegiatan dimulai pada pukul 11.00 WIB dengan pelatihan pembuatan stik nangka yang disambut antusias oleh para peserta. Hal tersebut tercermin dari peserta yang secara sukarela membantu demo masak serta secara aktif mengajukan pertanyaan.
 
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan product branding. Pada pelatihan ini, ibu-ibu PKK diberi pemahaman mengenai deskripsi umum dan peran penting product branding bagi suatu produk serta pemahaman mengenai langkah-langkah pembuatan tagline produk, identifikasi produk dan strategi promosi. 

Untuk lebih meningkatkan pemahaman peserta mengenai product branding, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro telah menyiapkan contoh product branding untuk produk stik nangka yaitu Terale Jackfruit Chips dengan tagline “your go-to-foodies yang selalu bikin ketagihan”. Filosofi nama Terale diambil dari kata Tegal, Jatinegara, Lebakwangi yang merupakan daerah asal produk stik nangka.
 
Dalam forum juga dilakukan sosialisasi mengenai strategi pemasaran produk. Sosialisasi berisi tata cara pemasaran produk yang efektif dilakukan di daerah Desa Lebakwangi. Tujuannya agar produk stik nangka yang nantinya diproduksi oleh masyarakat dapat dipasarkan dengan baik dan dapat berkembang menjadi salah satu UMKM desa.

Serangkaian kegiatan pelatihan diakhiri dengan pembagian produk stik nangka kepada semua peserta. Produk yang dibagikan telah dikemas dalam standing pouch berlogo Terale Jackfruit Chips. Ibu-ibu PKK peserta pelatihan menyambut baik inovasi produk stik nangka ini dan beberapa ibu tertarik untuk membuat sendiri. Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Lebakwangi dapat mencapai kemandirian ekonomi dan mampu mengoptimalkan potensi yang ada di desa.

Optimalkan Potensi Desa, Mahasiswa UNDIP Sulap Lele menjadi PMT untuk Dukung Gerakan Rames Saceting

0
 Demo Masak Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Lebakwangi


Campusnesia.co.idDalam upaya mengatasi masalah stunting yang menjadi perhatian serius di masyarakat dan membantu mensukseskan program Rames Saceting (Rame-Rame ASN Sakabehane Cegah Stunting) atau program pencegahan stunting yang sumber dananya dari pemotongan gaji ASN di Kabupaten Tegal, sekelompok mahasiswa dari Universitas Diponegoro turut berperan aktif dengan melaksanakan program pemberian makanan tambahan berupa nugget lele kepada balita di Desa Lebakwangi, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. 

Nugget lele dipilih sebagai makanan tambahan dalam program ini karena adanya kandungan protein cukup tinggi dalam dagingnya serta mudah didapatkan di desa ini. Program ini merupakan bagian dari aksi nyata dalam meminimalisir adanya kasus stunting di wilayah tersebut

Para mahasiswa ini bekerja sama dengan perangkat desa untuk merancang rencana pemberian makanan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak serta mengadakan sesi edukasi kepada para ibu-ibu tentang pentingnya nutrisi dalam mencegah stunting.

Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 1 Agustus 2023 di Balai Desa Lebakwangi dengan melakukan sosialisasi terkait stunting dan demo masak nugget lele kepada para ibu-ibu PKK setempat. Antusiasme dari ibu-ibu sangat terlihat dalam kegiatan ini yang mana mereka juga ikut dalam membantu demo masak yang dilakukan serta acara berjalan dengan lancar. 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pembuatan makanan tambahan yang mudah dan murah sebagai upaya untuk mengurangi risiko stunting pada anak-anak melalui pemberian makanan tambahan yang kaya akan nutrisi, terutama protein dan asam lemak omega-3 yang penting untuk pertumbuhan seperti yang terdapat pada lele.

Program ini mendapatkan respon positif dari para ibu PKK dan masyarakat serta diharapkan adanya hasil dari program ini yaitu terdapat peningkatan berat badan dan pertumbuhan yang lebih baik pada anak-anak yang menerima makanan tambahan nugget lele secara rutin. 

Selain itu, produk nugget lele ini dapat menjadi alternatif pilihan frozen food yang dapat dijadikan sebagai usaha yang mempunyai daya jual tinggi karena produknya yg murah dan disukai oleh semua kalangan masyarakat. Inisiatif program ini memberikan contoh nyata bagaimana peran mahasiswa dapat membantu dalam upaya pencegahan stunting melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif.

Cara Unik Mahasiswa KKN Undip Mengedukasi Siswa: Sastra Sadarkan Kita untuk Bereskan Sampah di Desa

0

Dokumentasi bersama siswa kelas 4 SDN 1 Tlogowungu


Campusnesia.co.idPati (21/7/2023) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) laksanakan program kerja “Edukasi Pengolahan Sampah Melalui Sastra” kepada siswa-siswi SDN 1 Tlogowungu di Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. 

Sampah menjadi permasalahan yang cukup darurat di Desa Tlogorejo. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah tanpa memilahnya terlebih dahulu. Padahal pemilahan sampah penting dilakukan karena ada beberapa sampah yang masih bermanfaat seperti dijadikan pupuk kompos maupun dijual ke bank sampah. 

Hal tersebut menjadikan generasi muda Desa Tlogorejo perlu memahami betapa pentingnya mengelola sampah. Pemahaman mengenai pengelolaan sampah dapat ditanamkan sejak dini dengan cara-cara yang menarik, seperti melalui karya sastra Indonesia. 

Kegiatan melibatkan seluruh siswa-siswi SDN 1 Tlogowungu. Dimulai dengan pemaparan materi mengenai definisi, jenis, dan cara pengolahan sampah. Penjelasan berdasarkan pada materi yang disusun dalam power point, buku cerita mengenai pengolahan sampah, serta kerajinan tangan dari botol bekas guna menarik atensi para siswa.

Setelah itu, siswa kelas 1-3 diajak untuk membaca buku cerpen seri Jika Sampah Bisa Bicara sebelum keluar kelas dan praktik membuang sampah sesuai jenisnya. Sementara siswa kelas 4-6 membuat karya sastra berupa puisi.

Kumpulan puisi tersebut kemudian dibukukan menjadi antologi puisi berjudul Perihal Sampah yang diberikan kepada pihak SDN 1 Tlogowungu sebagai tambahan koleksi di perpustakaan sekolah.

“Ternyata tulisan (puisi) anak-anak sudah bagus-bagus, apalagi jika dibukukan seperti ini jadi bisa dikenang. Terima kasih sudah mau mengajari anak-anak di sini, sekarang sampah yang berserakan mulai berkurang. Terima kasih juga sudah membukukan karya mereka. Semoga semua kegiatan KKN-nya lancar,” ucap Tri Harmono selaku kepala sekolah SDN 1 Tlogowungu.

Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Sastra Anak: Mari Budayakan Membaca Buku Sejak Dini!

0

 Pemaparan materi sastra anak



Campusnesia.co.idPati (2/8/2023) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) laksanakan program kerja “Pengenalan Sastra Anak untuk Meningkatkan Perkembangan Otak Anak” kepada ibu dan anak balita di posyandu Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Berkaitan dengan permasalahan stunting yang berdampak pada terhambatnya perkembangan kognitif dan motorik anak, sastra anak dapat membantu mencerdaskan otak selain dengan makanan bergizi. Namun, masih banyak orang yang memandang sebelah mata mengenai sastra, bahkan belum mengenal apa itu sastra anak.

Kegiatan melibatkan ibu-ibu muda dan anak balita. Pengenalan sastra anak dimulai dengan pemaparan definisi, jenis, muatan sastra anak terkait nilai personal dan nilai pendidikan, serta manfaatnya untuk kecerdasan anak. Penjelasan materi menggunakan buku cerita anak tentang buah dan sayur sebagai contoh untuk menarik atensi ibu dan anak.

Buku cerita tersebut kemudian dibagikan kepada peserta agar bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan nama-nama buah dan sayur, kandungan vitamin, serta manfaatnya bagi kesehatan serta perkembangan otak.

Mahasiswa KKN Tim II Undip pun menaruh harapan besar terhadap program kerja ini. “Dengan adanya pengenalan sastra anak kepada ibu dan anak, diharapkan kepekaan literasi dan kecintaan generasi muda terhadap buku cerita bisa dibiasakan sejak dini. Semoga para orang tua lebih memilih memberikan buku bacaan pada anaknya daripada ponsel sehingga perkembangan kognitif dan motorik anak dapat meningkat dan berdampak baik terhadap kecerdasan otak,” ucapnya.


Bantu Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik! Mahasiswa KKN Undip Membuatkan Kotak Aspirasi Publik

0
 


Campusnesia.co.id Desa Kalangan, Pedan, Klaten (02/08/2023) - Untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik (Good Governance), maka perlu adanya hubungan yang baik antara masyarakat dengan para perangkat daerah. 

Oleh karena itu, Retha Pramesti selaku salah satu mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2023 yang berasal dari program studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik membuat program kerja dengan judul “Pembuatan Kotak Aspirasi Publik Untuk Desa Kalangan”.

Program kerja monodisiplin yaitu Pembuatan Kotak Aspirasi Publik Untuk Desa Kalangan dibuat dengan tujuan supaya kotak aspirasi publik dapat menampung seluruh aspirasi baik itu kritik, saran, keluhan, dan pesan terkait fakta-fakta yang disampaikan oleh masyarakat Desa Kalangan, Kecamatan Pedan. 

Program kerja monodisiplin ini sangat dibutuhkan untuk Desa Kalangan karena di Kantor Desa Kalangan memang masih belum difasilitasi dengan kotak aspirasi publik. Sehingga Kepala Desa Kalangan yaitu Bapak Ratno Widodo telah mendukung dan menyetujui program kerja keilmuan (monodisiplin) yang akan dilaksanakan ini. Setelah kotak aspirasi publik selesai dibuat maka selanjutnya kotak ini diserahkan kepada Kepala Desa Kalangan suapaya dapat ditempatkan di Kantor Balai Desa. 

Selain kotak aspirasi, dibuat juga poster mengenai tata cara pelaksanaan dan penyampaian aspirasi publik yang baik dan benar. Maka masyarakat dapat menyampaikan aspirasi mereka sesuai dengan tata cara penyampaian aspirasi. 

Setelah aspirasi sudah dituliskan oleh masyarakat, maka aspirasi ini akan disampaikan kepada pemerintah daerah Desa Kalangan. 
Aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dapat dijadikan sebagai bahan representasi pemerintah daerah Desa Kalangan dalam bertindak dan bersikap. 

Sehingga dengan kedatangan mahasiswa KKN Undip, beliau mengharapkan adanya suatu perubahan atau inovasi yang baru bagi Desa Kalangan. Inovasi baru yang dibuat yaitu ‘kotak aspirasi publik’ diharapkan dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan keinginan masyarakat Desa Kalangan.


Penulis : 
Retha Pramesti 
Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan :
1. Prof. Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto., ST., M.Eng., IPU
2. Dinalestari Purbawati., SE., M.Si., Akt
3. Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.

Lokasi KKN : 
Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten

Cegah Stunting dan Tingkatkan IQ pada Balita! Mahasiswa KKN Ajak Gemar Makan Ikan

0



Campusnesia.co.id - Stunting adalah kondisi dimana anak memiliki tinggi dan ukuran badan dibawah rata-rata anak seusianya. Hal ini dapat disebabkan akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting yaitu menyebabkan gagal tumbuh pada anak serta menghambat pertumbuhan kognitif dan motorik.

Sebagai upaya menekan angka stunting anak di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan membentuk program nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) pada tahun 2024, dengan tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya makan ikan terutama untuk pencegahan stunting dan meningkatkan kecerdasan otak.

Ikan merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi. Tak hanya itu, ikan sebagai sumber protein tinggi ini mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan daging. Seekor ikan banyak sekali mengandung zat gizi seperti vitamin, lemak dan mineral. Oleh karenanya sangat dianjurkan untuk mengonsumsi ikan sejak dini. 

Melalui sosialiasi GEMARIKAN yang dilaksanakan oleh salah satu mahasiswi Tim II KKN Universitas Diponegoro (Dehannisa Yunia Rahmasari, Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan) pada Senin, 31 Juli 2023 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pada Ibu Balita tentang pentingnya pemberian protein ikan untuk anak sekaligus memperkenalkan menu hidangan berbahan dasar ikan yang lebih menarik seperti nugget, kaki naga, lumpia ikan, bakso ikan, dan abon ikan.

 


Sosialisasi dilakukan di Kelas Ibu Balita dengan memberikan poster berisi informasi yang meliputi pentingnya menjaga pola makan pada anak, kandungan gizi pada ikan, manfaat mengonsumsi ikan bagi ibu menyusui, meningkatkan IQ anak dengan mengonsumsi ikan, dan penjelasan piramida gizi seimbang.


Penulis: Dehannisa Yunia Rahmasari
DPL: Muhammad Iqbal Fauzan S.P., M.Si.
Lokasi : Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan


Budidaya Ikan Lele yang Murah Meriah dan Efisien dengan BUDIKDAMBER

0
 


Campusnesia.co.idPekalongan (28/07/2023) - Ikan lele merupakan salah satu ikan yang paling banyak dibudidayakan karena cara pembudidayaannya yang sangat mudah. Hal ini dikarenakan ikan lele memiliki tingkat toleransi kualitas perairan yang tinggi dan memiliki durasi pertumbuhan yang cepat sehinggga cepat panen. 

Sebagian besar masyarakat membudidayakan ikan lele dengan menggunakan kolam. Pembuatan kolam membutuhkan lebih banyak lahan dan biaya, sehingga muncul inovasi metode budidaya ikan di dalam ember atau biasa dikenal sebagai BUDIKDAMBER sebagai solusi yang tepat karena tidak membutuhkan banyak lahan dan lebih hemat air serta biaya. BUDIKDAMBER ini juga direkomendasikan untuk pembudidaya pemula agar lebih menekan kerugian jika terjadi gagal panen.

Oleh sebab itu, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2022/2023, Dehannisa Yunia Rahmasari dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan melakukan sosialisasi BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan di Dalam Ember) bersama anggota Karang Taruna di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.

Dalam pelaksanaannya, anggota Karang Taruna Desa Banjarsari diperkenalkan dengan cara pembudidayaan dengan menggunakan metode BUDIKDAMBER dan apa saja manfaat dari metode tersebut.
 

BUDIKDAMBER ini dapat dijadian peluang bagi perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai konsumsi pribadi atau dijual untuk meningkatkan perekonomian warga desa, mengingat Desa Banjarsari belum memiliki banyak pembudidaya ikan. 

“Melalui sosialisasi BUDIKDAMBER ini diharapkan para warga dapat mulai menekuni metode ini karena metode ini terlihat mudah dan murah, sehingga patut dicoba untuk pemula. Selain itu, diharapkan ikan lele hasil BUDIKDAMBER ini dapat menjadi potensi desa yang baru” ucap bapak Amat Urip selaku ketua Karang Taruna Desa Banjarsari.

Mahasiswa Agribisnis Bantu Pemberdayaan UMKM Pertanian di Desa Gondanglegi, Boyolali

0
 


Campusnesia.co.idBoyolali, 30 Juli 2023 - Sebuah program inovatif dalam bidang agribisnis telah dilaksanakan oleh mahasiswa Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro dengan tujuan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pertanian. Program ini diberi judul "Pendampingan Pelaku UMKM Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan (HPP) melalui Karang Taruna." Acara berlangsung dengan sukses pada tanggal 30 Juli 2023, dihadiri oleh 12 pemuda dari Karang Taruna.

Wilayah yang menjadi pusat program ini adalah Desa Gondanglegi, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Desa ini dikenal memiliki potensi pertanian dalam produksi kripik pisang. UMKM kripik pisang yang diberdayakan dalam program ini adalah milik Ibu Saliyem, seorang pelaku usaha lokal yang telah lama berkecimpung dalam industri ini.

Program pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pelaku UMKM mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan (HPP). Untuk me njaga keberlanjutan, program ini berfokus pada karang taruna dan bukan pemilik UMKM. Nantinya Karang taruna akan menjadi kader dan melanjutkan edukasi ini pada UMKM lain di Desa Gondanglegi. 

Dalam acara tersebut, Sekar Ayu sebagai pemateri memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada pelaku UMKM. Materi yang disampaikan meliputi jenis biaya, konsep dasar perhitungan HPP, serta penerapan dalam praktik bisnis kripik pisang. Para peserta didorong untuk memahami komponen biaya yang terlibat dalam produksi, termasuk bahan baku, tenaga kerja, biaya operasional, dan lain-lain.

Program "Pendampingan Pelaku UMKM Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan (HPP) Melalui Karang Taruna" ini telah menunjukkan kontribusi yang berarti dalam pemberdayaan UMKM di wilayah Desa Gondanglegi. Diharapkan program ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi upaya pengembangan UMKM di sektor pertanian di berbagai daerah.

Berantas Stunting melalui Pelatihan Olahan Daun Kelor

0
  



Campusnesia.co.id - Boyolali, - Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) telah meluncurkan program inovatif yang bertujuan untuk mencegah masalah stunting di wilayah Desa Gondanglegi, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Program yang diberi judul "Pelatihan Kreasi dan Inovasi Produk Pangan Pertanian Lokal kepada Masyarakat Berisiko Stunting dan Kader Posyandu" ini dijalankan oleh Sekar Ayu, mahasiswa Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro untuk meningkatkan konsumsi daun kelor di kalangan masyarakat.

Stunting, masalah pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang buruk pada anak akibat kekurangan gizi, telah menjadi perhatian serius dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Banyaknya pasangan usia subur, ibu hamil, dan anak balita di desa tersebut membuat stunting menjadi salah satu permasalahan yang urgen untuk ditangani. Dalam menjawab tantangan ini, Tim II KKN Undip 2023 dengan antusias mengimplementasikan program yang fokus pada peningkatan konsumsi daun kelor, sumber gizi alami yang kaya akan nutrisi.

Program ini telah resmi diluncurkan pada tanggal 18 Juli 2023 dengan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk 9 kader posyandu, 7 ibu hamil, dan 18 ibu serta anak balitanya. Pelatihan diawali dengan sosialisasi mengenai bahaya stunting, pentingnya gizi seimbang dalam mengatasi stunting, diikuti dengan sesi edukasi tentang manfaat dan potensi olahan daun kelor dalam pangan sehari-hari.

"Saya berharap untuk dapat mengubah persepsi masyarakat tentang daun kelor yang terkesan ‘keramat’ di daerah ini menjadi superfood yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pangan penuh nutrisi pencegah stunting. Dengan mudahnya tanaman ini untuk dibudidayakan, kami berharap melalui pelatihan ini masyarakat dapat mengenali nilai gizi yang terkandung dalam daun kelor serta cara mengolahnya menjadi produk pangan yang lezat dan bermanfaat," ujar Sekar Ayu sebagai pemateri pada pelatihan ini

Selain edukasi, diakhir program Tim II KKN Undip 2023 juga membagikan bibit daun kelor agar masyarakat dapat membudidayakan daun kelor di rumah masing-masing. Hal ini diharapkan dapat merangsang minat masyarakat dalam mengonsumsi daun kelor secara kreatif, serta memberikan solusi konkret dalam mengatasi masalah gizi di tingkat rumah tangga.

Partisipan dari kalangan ibu hamil dan ibu dengan balita menyambut hangat program ini, menyatakan rasa terima kasih mereka atas upaya yang dilakukan oleh Tim II KKN Undip 2023. Mereka mengaku merasa lebih terinformasi dan termotivasi untuk mengubah pola konsumsi pangan di rumah masing-masing. Kami berharap bahwa program ini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Melalui edukasi yang kami berikan, kami optimis bahwa masyarakat akan lebih mampu mengelola sumber daya pertanian lokal mereka secara berkelanjutan.

Program "Pelatihan Kreasi dan Inovasi Produk Pangan Pertanian Lokal kepada Masyarakat Berisiko Stunting dan Kader Posyandu" ini diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Desa Gondanglegi. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan stakeholder terkait, perubahan positif dalam pola konsumsi pangan dan pencegahan stunting dapat tercapai, menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus.