KKN Tim II Undip Hidupkan Kembali Web Desa!

0
 


Campusnesia.co.idPemalang (9/8) - Desa Longkeyang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pada segi kualitas penduduk di Desa Longkeyang tidak semua memiliki kualitas hidup yang baik dari segi pemahaman kesehatan maupun perekonomian dan berkaitan dengan media informasi. 

Ditemukan beberapa Ibu hamil, ibu dengan anak batita serta balita di Desa Longkeyang yang belum memiliki kesadaran pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan maupun memenuhi kebutuhan imunisasi anak di posyandu dan masih kurangnya peran posyandu untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap masalah tersebut baik secara umum maupun hukum. Selain itu, publikasi terkait UMKM dan Infografis data posyandu dinilai masih kurang.

Pemahaman kesehatan yang tidak terpenuhi secara menyeluruh dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak, kesehatan keluarga, maupun kesehatan Masyarakat. Peningkatan pemahaman kesehatan dapat dilakukan dengan pemberian sosialisasi Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Kesehatan di Posyandu. 

Selain meningkatkan pemahaman, hal ini juga dapat meningkatkan peran posyandu serta pemenuhan infografis data posyandu di Desa Longkeyang. Bertambahnya pemahaman terkait kesehatan dapat berdampak positif serta memberi kontribusi pada peningkatan status kesehatan di Desa Longkeyang.

Begitu pula dengan kondisi ekonomi di Desa Longkeyang. Di Desa Longkeyang terdapat beberapa UMKM khususnya di sektor makanan ringan. Namun, jangkauan UMKM masi hanya sebatas di Desa Longkeyang. 

Hal tersebut salah satunya karena kurangnya publikasi UMKM. Pentingnya publikasi UMKM salah satunya yaitu meningkatkan awareness masyarakat mengenai keberadaan UMKM sehingga UMKM dapat lebih dikenal masyarakat luas. 

Pentingnya peningkatan pemahaman terkait kesehatan dan ekonomi yang berkaitan dengan media informasi sebagai peningkatan kesejahteraan Desa Longkeyang mendorong Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024, TIM KKN Desa Longkeyang untuk menginisiasi pelaksanaan Optimalisasi Web Desa Longkeyang sebagai Media Informasi dan Edukasi Kesehatan dan Ekonomi Desa Longkeyang. 

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan wadah kepada Masyarakat Desa Longkeyang sebagai peningkatan pemahaman serta pentingnya pemahaman kesehatan maupun perekonomian yang berkaitan dengan Media Informasi.

Link website : https://longkeyang.desa.id/infografis-posyandu/ 


Program Optimalisasi Web Desa Longkeyang sebagai Media Informasi dan Edukasi Kesehatan dan Ekonomi Desa Longkeyang dilaksanakan hari Rabu, 9 Agustus 2023 Sasaran dari program ini adalah Ibu hamil, Ibu dengan anak batita serta balita, dan pelaku bisnis UMKM. 

Pada pelaksanaan program ini, dilakukan berbagai kegiatan seperti penjelasan pentingnya memeriksa kesehatan di posyandu, pembuatan infografis, serta  penginputan hasil infografis posyandu ke web Desa Longkeyang. Hal ini terlihat dari antusias masyarakat yang menanyakan beberapa pertanyaan. 

Selain itu, melalui program ini diharapkan dapat membantu pemerintah Desa Longkeyang dalam upaya mengoptimalisasikan website desa. Untuk melihat hasil dari pengoptimalan web tersebut dapat diakses pada https://longkeyang.desa.id/

Link website : https://longkeyang.desa.id/peta-umkm/ 


Selain itu, untuk sektor ekonomi dilakukan pendataan UMKM di Desa Longkeyang. kemudian, dari data yang diinput tersebut diolah menjadi bentuk peta persebaran UMKM di Desa Longkeyang. 

Dengan adanya peta tersebut diharapkan mampu meningkatkan awareness mengenai UMKM yang berada di Desa Longkeyang dan UMKM Desa Longkeyang dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas serta sebagai bentuk upaya optimalisasi website desa.

Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Ajak Masyarakat Desa Longkeyang Hidup Bersih dan Sehat!

0



Campusnesia.co.idPemalang (5/8/2023) – Desa Longkeyang merupakan sebuah desa dengan keanekaragaman potensi lingkungan yang majemuk. Dengan hal ini sebenarnya banyak potensi sumber daya lingkungan yang dapat digunakan sebagai penujang ekonomi maupun digunakan langsung sebagai pemenuhan kebutuhan konsumsi. 

Namun seiring berjalannya waktu, keadaan lingkungan di desa Longkeyang semakin memburuk yang mana ditemukannya pembuangan sampah sembarangan dan juga untuk TPS sendiri di desa Longkeyang belum ditemukan. 

Hal ini mengakibatkan tingkat kebersihan di desa Longkeyang yang masih kurang. Dengan tingkat kebersihan yang masih kurang hal tersebut juga berimbas kepada tingkat kesehatan masyarakat desa Longkeyang mulai dari ibu hamil, batita dan balita.

Kehidupan sehat dan bersih terkhusus mengenai manajemen dan pengelolaan sampah di Desa Longkeyang dinilai masih kurang. Untuk itu, mahasiswa KKN Tim II Undip 2023 berupaya dalam melakukan perencanaan bank sampah, peletakan lokasi sampah ke lima dusun yang berada di Desa longkeyang, melakukan kerja bakti bersama warga desa untuk membersihkan sungai sebagai imbas pembuangan sampah sembarangan, serta melakukan pemanfaatan dan pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan masyarakat Desa Longkeyang.



Perencanaan bank sampah dilakukan dengan pembuatan desain bank sampah, perencanaan anggaran bank sampah, pembukuan bank sampah, serta panduan pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang dituangkan ke dalam modul yang kemudian diserahkan ke perangkat desa sebagai pedoman perealisasian bank sampah yang akan dilakukan oleh perangkat desa nantinya. Dan hasil perencanaan bank sampah dipublikasikan ke dalam web Desa Longkeyang.


Untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat, pada hari Sabtu, 5 Agustus 2023 mahasiswa KKN Tim II Undip bersama sejumlah warga desa melakukan kerja bakti di dua sungai yang berada di Desa Longkeyang yaitu Sungai Keang dan Sungai Seduda. 

Kemudian dilanjutkan dengan peletakan tong sampah dengan dibantu oleh karang taruna ke sepuluh titik krusial yang berada di Desa Longkeyang sebagai salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih.


Selain berupaya dalam membantu menciptakan lingkungan yang bersih, sesuai dengan poin 3 yang berisi menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejateraan bagi orang di segala usia, mahasiswa KKN Tim II Undip juga berupaya dalam mendorong kesejateraan bagi orang di segala usia dengan penanganan gizi buruk dan stunting yang masih di temukan di Desa Longkeyang. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Rabu, 26 Juli 2023. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 25 balita yang berada di Desa Longkeyang. Kegiatan tersebut diikuti dengan pemberian makanan sehat kepada balita. 

Inisiatif Mahasiswa KKN UNDIP untuk Meningkatkan Semangat Pemuda dan Revitalisasi Karang Taruna Melalui Program "Semarak Muda Karangasem"

0
Berfoto bersama Pemuda dan Anggota Karang Taruna
 


Campusnesia.co.id - Karangasem, Pekalongan (04/08/2023) — Generasi muda adalah orang - orang berusia produktif yang perlu melakukan berbagai kegiatan sebagai sarana pengembangan diri, tak terkecuali menjadi pengurus Karang Taruna. 

Selain untuk mengembangkan diri, mengikuti Karang Taruna juga menjadi wadah bagi pemuda agar dapat berperan dalam pembangunan desa. Hal ini menjadi sesuatu yang penting karena pemuda akan menjadi generasi penerus dan perangkat desa di masa depan.

Berdasarkan hasil survey dengan perangkat desa dan ketua Karang Taruna Desa Karangasem, pemuda masih memiliki kemauan rendah untuk aktif menghidupkan kegiatan Karang Taruna. Maka dari itu, mahasiswa dari Tim II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro TA 2022/2023 melakukan program "Semangat Muda Karangasem" untuk menginisiasi keaktifan pemuda dalam mengurus Karang Taruna sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Sosialisasi materi tentang Karang Taruna dan Organisasi


Sosialisasi materi tentang Branding Desa


Rangkaian program ini meliputi sosialisasi mengenai Karang Taruna, cara berorganisasi, dan branding desa. Sosialisasi dilaksanakan pada hari Jumat, 4 Agustus 2023 di Balai Desa Karangasem. Selain sosialisasi, program lainnya adalah pendampingan proker yang dilakukan dengan mengikuti rapat panitia 17-an.

Sosialisasi dilakukan di Balai Desa dan mengundang beberapa perwakilan pemuda dari setiap dukuh, sedangkan rapat panitia dilakukan setiap hari Minggu. Pemuda mengikuti setiap kegiatan dengan antusias dan memberi tanggapan yang memunculkan diskusi interaktif. 

Penyerahan Output berupa Poster kepada Karang Taruna

Sesi tanya jawab menjadi ajang bagi pemuda untuk bertukar pikiran dengan mahasiswa KKN. Melalui program ini, pemuda diharapkan bisa melanjutkan keberjalanan program - program Karang Taruna dan turut berkontribusi untuk kemajuan desa.




Penulis: 
KKN UNDIP Tim  II 2022/2023 
Desa Karangasem

Dosen Pendamping Lapangan: 
Ocid Mursid, S.T., M.T.



Ciptakan Lingkungan Belajar Ideal untuk Murid! Mahasiwa KKN UNDIP Turut Sukseskan Program “Sekolah Ramah Anak”

0
 
Penyerahan standing banner 
“Sekolah Ramah Anak” di SDN 02 Karangasem


Campusnesia.co.id - Karangasem, Pekalongan (25/07/2023) - Sekolah Ramah Anak diartikan sebagai satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan. Setiap sekolah semestinya menerapkan prinsip “Sekolah Ramah Anak” untuk memenuhi hak-hak murid.

Berdasarkan hasil survey Tim KKN yang telah dilakukan ke sekolah-sekolah di Desa Karangasem, SDN 02 Karangasem sudah menjalankan program Sekolah Ramah Anak. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, prinsip Sekolah Ramah Anak belum diterapkan secara optimal. Masih terdapat beberapa aspek Sekolah Ramah Anak yang belum terpenuhi. 

Oleh karena itu, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dan mahasiswi dari Tim II KKN Universitas Diponegoro TA 2022/2023memberikan edukasi melalui program “Optimalisasi program Sekolah Ramah Anak di SDN 02 Karangasem”. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mengoptimalkan pelaksanaan Sekolah Ramah Anak di SDN 02 Karangasem.

Dokumentasi Rangkaian Kegiatan Program Kerja 
Optimalisasi Sekolah Ramah Anak di SDN 02 Karangasem


Pelaksanaan program terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan dengan rangkaian pertama yaitu lomba kebersihan sekolah bersama murid-murid SDN 02 Karangasem yang dilakukan pada 22 Juli 2023. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merealisasikan aspek lingkungan hidup dari komponen Sekolah Ramah Anak. 

Murid-murid kelas 1 hingga kelas 6 berlomba mengumpulkan dan memilah sampah organik dan anorganik di lingkungan sekolah. Kegiatan diakhiri dengan pemberian hadiah untuk para pemenang. Rangkaian kedua yaitu sosialisasi anti-bullying kepada murid kelas 4, 5, dan 6 pada 24 Juli 2023. Rangkaian terakhir yaitu sosialisasi mengenai komponen Sekolah Ramah Anak kepada para guru pada 25 Juli 2023. 

Pelaksanaan Rangkaian Kegiatan Ketiga yaitu Sosialisai Komponen Sekolah Ramah Anak 
Kepada Guru-Guru di  SDN 02 Karangasem pada tanggal 24 Juli 2023 
di Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan


Harapannya, program ini dapat membantu para guru dan murid di SDN 02 Karangasem untuk mengimplementasikan Sekolah Ramah Anak secara maksimal dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan murid dalam proses pembelajaran. 



Penulis: 
Tim II KKN UNDIP 2023 
Desa Karangasem

DPL: 
Ocid Mursid, S.T., M.T

Mengurangi Pembakaran Sampah, TIM KKN Universitas Diponegoro Menginisiasi Pembentukan Bank Sampah di Desa Sendangrejo

0
 


Campusnesia.co.id - Indonesia salah satu Negara Pemroduksi Sampah Terbanyak Nomor 2 di Dunia. Namun, Di Indonesia masih belum mengelola sampah dengan baik dan maksimal. Sehingga masih sering dilakukannya  pembakaran sampah oleh sebagian orang, baik di perkotaan maupun dipedesaan. 

Mereka menganggap bahwa hal tersebut efektif untuk menghilangkan sampah yang menumpuk. Padahal, asap yang dihasilkan dari kegiatan pembakaran ini memiliki dampak yang berkepanjangan bagi lingkungan dan juga kesehatan manusia. 

Adanya permasalahan ini membuat mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro membentuk bank sampah sebagai solusi dari problematika yang dihadapi di Desa Sendangrejo, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Sabtu (29/07). Pembentukan ini diawali dengan diadakannya sosialisasi kepada warga Dukuh Kartoharjo RT 08 dan 19. 

Dalam sosialisasinya, mahasiswa Tim II KKN menjelaskan bahwa bank sampah merupakan wadah atau tempat pemilahan dan pengumpulan sampah untuk nantinya mendapat nilai ekonomis. Warga juga diedukasi terkait jenis-jenis sampah dan bagaimana cara mengelolanya tanpa melakukan pembakaran sampah. 


Proses pembentukan bank sampah ini dimulai dari penjelasan mekanisme bank sampah, pembentukan kader masing-masing RT, dan sistem pembagian dana yang akan diterapkan nantinya. Di akhir, mahasiswa Tim II KKN menambahkan bahwa harapannya dengan adanya pembentukan bank sampah ini, warga menjadi semangat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Dengan adanya pembentukan bank sampah diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai sampah, dan dari sampah tersebut bisa mendapatkan manfaat ekonomi untuk masyarakat itu sendiri.


Penulis: 
TIM II KKN 
Universitas Diponegoro 
di Sendangrejo

Kreatif! Mahasiswa KKN UNDIP Berikan Pelatihan Cara Berpikir Komputasional Guna Membangun Masa Depan Cerah Melalui Media Permainan di SD Sendangrejo

0
 


Campusnesia.co.idBerpikir dengan logika komputasional merupakan salah satu skill yang perlu dimiliki oleh seseorang dalam era digital sekarang ini. Berpikir dengan logika komputasional mampu memberikan kemampuan dalam memecahkan masalah, meningkatkan kreativitas, membantu pengembangan logika dan penalaran, kemudahan dalam memahami prinsip-prinsip dasar teknologi, dan siap dalam menghadapi era digital yang terus berkembang. Oleh karena itu, pola berpikir dengan logika komputasional perlu dipupuk semenjak kecil untuk membantu dalam perkembangan diri dan persiapan kehidupan di masa depan. 

Mahasiswa Tim II KKN UNDIP berkesempatan untuk memberikan pelatihan kepada guru dan siswa sekolah dasar  yang ada di Desa Sendangrejo, Kecamatan Klego, Boyolali. Terdapat tiga sekolah dalam pelaksanaannya, diantaranya MII Badutmati untuk kelas 5 (22/07) dan dua lainnya ada di SDN 01 Sendangrejo (26/07) dan SDN 02 Sendangrejo  (24/07) untuk kelas 4, 5, dan 6.  

Dalam pelatihan tersebut dilakukan dengan mekanisme joyfull learning yang menekankan kegembiraan, antusiasme, dan keaktifan siswa dalam proses belajar dengan cara menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan, di mana siswa merasa terlibat, termotivasi, dan senang saat belajar. Dalam pelatihan tersebut, para siswa diajak belajar sambil bermain bersama untuk memecahkan masalah yang telah ditentukan dan bagi yang berhasil akan diberikan sebuah hadiah sebagai penghargaan yang mana dapat memacu motivasi siswa lain untuk turut serta aktif selama proses pelatihan berlangsung. 

Dalam pelaksanaannya, para murid akan diberikan beberapa pertanyaan terlebih dahulu untuk memancing keaktifan dan kesiapan sebelum memulai pelatihan. Dalam tahap awal, akan diberikan tantangan untuk menggambar objek yang telah ditentukan dengan sekali garis tanpa diperbolehkan untuk melewati garis yang sudah ada sebelumnya. Di tahap ini, diberikan kesempatan sekali untuk setiap orang dan dibatasi maksimal lima orang untuk maju mencoba. 

Setelah itu, sebelum lanjut ke tahap kedua para murid akan dibagi menjadi dua kelompok secara acak supaya adil yang akan digunakan sampai permainan tahap keempat. Pada tahap kedua, kedua kelompok akan memainkan permainan menara hanoi dengan tiga buah lempeng. Permainan menara hanoi ini secara lebih detailnya adalah memindahkan ketiga lempeng tersebut dari area A ke area C dengan dibantu oleh area B untuk tempat transisi sementara dan harus lempeng yang ukurannya lebih kecil berada di atas lempeng yang lebih besar. Bagi kelompok yang bisa menyelesaikan permainan menara hanoi tercepat dengan tujuh langkah saja yang akan menang.
 
Pada permainan tahap ketiga, para murid diberikan tantangan untuk mengubah bangun segienam yang terbuat dari dua belas stik es krim menjadi lima segitiga sama sisi lalu diubah menjadi empat lalu menjadi tiga dan yang terakhir menjadi dua segitiga sama sisi. Pada permainan ini, hanya diperbolehkan memindahkan dua stik es krim saja untuk mengubah ke bentuk selanjutnya. 



Pada permainan terakhir, kedua kelompok diberikan papan permainan yang terdapat 3x3 kotak yang mana kotak tengah tidak dipakai dalam permainan ini. Cara permainan ini adalah setiap kotak diberikan tiga koin sehingga terdapat total 24 koin dan jika dihitung setiap baris terdapat sembilan koin. Para murid nantinya akan diberikan dua koin tambahan untuk diletakkan disembarang tempat dan dibolehkan untuk memindahkan koin lainnya untuk membuat setiap baris tetap berjumlah sembilan koin. 

Dari program tersebut, para murid terlihat antusias dalam mengikuti keseluruhan acara. Setiap murid dan guru terlihat berpikir dan mencoba untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan. Mereka aktif mencoba dan saling bekerja sama satu sama lain sehingga program dapat berjalan dengan lancar dengan respon yang baik.



Penulis
Dimas Wahyu Ardiyanto

Rahasia Sukses Keuangan yang Mengguncang Dunia: Mengapa Menabung Sejak Dini Adalah Kunci Masa Depan yang Kilat

0
Foto bersama adik – adik SDN Klimas Desa Sendang, 
Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali (Kelas 4 SD) 
usai pemaparan program mengenai 
“Pentingnya Menabung Sejak Dini” dan pembagian celengan
 

Campusnesia.co.id - Boyolali, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro berkomitmen membantu pertumbuhan anak dalam rangka sumber daya manusia yang lebih baik. Melalu program pencerdasan menabung sejak dini, mahasiswa mengajarkan bagaimana cara menabung dengan baik untuk persiapan masa depan. 

Pada minggu keempat tepatnya Hari Jum’at, 23 Juli 2023 para mahasiswa Universitas Diponegoro yang sedang mengabdi di Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali menjalankan program di SDN Klimas Desa Sendang. 

“Kami mengajar adik-adik kelas empat SD, di SDN Klimas mengenai pentingnya menabung sejak dini” ucap salah satu perwakilan KKN Tim II Undip. 

Program ini bertujuan untuk mengajari dan memberi penjelasan bahwa uang bisa disimpan untuk keperluan-keperluan mendatang. Tidak jarang sekarang banyak orang yang sering menghamburkan uangnya tanpa berfikir panjang. Kebiasaan perilaku konsumtif inilah yang harus bisa diubah sejak dini dengan mengenalkan anak-anak tentang pentingnya menabung. 

Setelah dilakukannya program pengenalan menabung kepada anak-anak kelas empat SD, ternyata tidak sedikit anak-anak yang sudah memulai menabung menggunakan celengan di rumah. Namun, tetap ada beberapa murid yang memang belum mengetahui menabung itu apa. Maka dari itu, diakhir sesi kami memberikan celengan kepada tiap anak kelas. Hal ini dengan tujuan anak-anak semakin semangat untuk menabung. 

Pembagian celengan kepada adik-adik SDN Klimas Desa Sendang, 
Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali (Kelas 4 SD) 
sesuai dengan barisan yang paling tertib setelah pemaparan materi


Harapannya setelah pencerasan program mengenai pentingnya menabung sejak dini bisa membuat anak-anak bangsa bisa menggunakan uangnya dengan bijak. Karena, sikap konsumtif yang berlebih bisa merugikan diri kita sendiri. 

“Adik-adik sangat antusias dan bersemangat, apa lagi diakhir adik – adik mendapatkan celengan baru” ucap salah satu anggota KKN Tim II sebelum akhirnya menutup program pada hari itu. 

Bombastis! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Berdayakan Masyarakat untuk Menanam TOGA di Pekarangan Rumah Sebagai Kunci Menuju Gaya Hidup Sehat

0
Dokumentasi bersama ibu-ibu RT 04 Desa Dawung 
pada saat pemaparan edukasi dan pelatihan menanam TOGA


Campusnesia.co.id - Desa Dawung (28/7/2023) – Kesehatan merupakan salah satu aset terpenting yang dimiliki oleh setiap individu. Sebagaimana ungkapan "Sehat adalah harta," kesehatan berperan sebagai fondasi untuk melakukan segala hal dalam hidup. Ketika seseorang memiliki kesehatan yang baik, mereka memiliki kekuatan untuk mengejar impian, meraih prestasi, dan berkontribusi bagi diri mereka sendiri, keluarga, dan masyarakat. 

Oleh karena itu, dalam upaya mendukung kesehatan pada masyarakat sekaligus melestarikan obat-obatan alami disekitar lingkungan salah satu Mahasiswa Universitas Diponegoro Ditya Sri Widianti mengambil langkah dengan berinisiatif dalam menggerakan warga sekitar RT. 04 Desa Dawung untuk belajar membudidayakan tanaman herbal yang dapat dijadikan pengobatan alternatif sebagai upaya untuk mencegah gizi buruk dan berbagai macam penyakit lainnya. 

Program kerja ini bertempatkan di wilayah Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, tepatnya dirumah Ketua RT.04. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu RT.04 sebagai langkah konkret untuk mendekatkan manfaat tanaman obat tradisional kepada warga desa dan menginspirasi mereka untuk menggunakan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan terutama bagi masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari pusat pelayanan kesehatan. 

Dokumentasi pada saat pemberian benih dan bibit tanaman obat 
serta demonstrasi praktik penanaman Toga


TOGA merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan pada pekarangan rumah dan berkhasiat sebagai obat untuk memenuhi kebutuhan akan obat-obatan herbal. Pemahaman terkait pentingnya menanam Toga pada pekarangan rumah perlu dilakukan sejak dini. Adapun jenis Toga yang ditanam pada proker ini meliputi jahe, kunyit, kencur, benih telang, benih kelor, serai, lidah buaya dan bibit temulawak. 

Kegitan ini diawali dengan edukasi materi melalui leaflet & poster lalu, ditambahkan dengan pemberian booklet yang berisi tata cara menanam serta merawat Toga. Kemudian setelah pemberian edukasi selesai, dilakukan praktik secara langsung terkait bagaimana pemilihan jenis tanaman obat yang cocok untuk ditanam di pekarangan rumah, teknik penanaman yang benar, perawatan tanaman secara berkelanjutan, serta pengolahan tanaman obat dalam berbagai masalah kesehatan ringan.

Ibu ketua RT. 04 memberikan respon positif sepanjang kegiatan proker ini berlangsung “saya merasa sangat bangga dan bahagia melihat antusiasme warga dalam menanam tanaman obat di pekarangan rumah mereka. Inisiatif ini adalah langkah yang luar biasa dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di lingkungan kita”. 

Diharapkan dengan adanya program ini dapat membawa perubahan yang baik kepada masyarakat khususnya di Desa Dawung untuk membangun kesadaran tentang pentingnya melestarikan tanaman obat tradisional sebagai cara alternatif dalam mengurangi obat-obatan kimia serta bagian dari kekayaan budaya dan warisan lokal.




Penulis:
Ditya Sri Widianti 
(NIM 24020120140155)
Mahasiswi S1 Biologi, Fakultas Sains dan Matematika

Dosen Pembimbing Lapangan:
Renata Jati Nirmala, S.IAN., M.PA 
Hendrik Anggi Setyawan, S.Pi., M.Si.

Link Output:


Keren! Mahasiswa KKN UNDIP Memperkenalkan Arti Simbol Kemasan Bahan Plastik Pada Warga

0
Kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Simbol Daur Ulang 
pada Kemasan Berbahan Plastik di TPQ Al-I'anah Bandar


Campusnesia.co.id - Batang (27/7/2023)- Plastik merupakan bahan yang selalu kita temui dalam kehidupan dan dimanfaatkan untuk bahan baku suatu benda, misalnya tempat makan, sendok plastik, ember, gayung, maupun kemasan untuk berbagai macam produk. 

Ada berbagai jenis plastik yang sering digunakan dalam kehidupan manusia, mulai dari plastik yang aman untuk kemasan makanan dan minuman, hingga plastik yang sebaiknya tidak digunakan untuk kemasan makanan maupun minuman atau lebih tepat untuk kemasan bahan bangunan. Ada pula bahan plastik yang aman dan dapat digunakan berulang kali untuk makanan.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Undip 2022/2023 yang dilaksanakan di Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang dengan periode penerjunan yang dimulai pada tanggal 6 Juli 2023 hingga 18 Agustus 2023. 

Salah satu mahasiswa KKN Undip di Desa Bandar, Salwa Adfriza Rihha Datul’ais dari Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Matematika angkatan 2020, telah melaksanakan pengabdian yang berfokus untuk melakukan sosialisasi terkait simbol plastik utamanya kepada warga di Desa Bandar. Program tersebut adalah Edukasi dan Sosialisasi Simbol Daur Ulang (recycling symbol) pada Kemasan Berbahan Plastik.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan sasaran anak-anak karena sering membeli jajanan dengan kemasan berbahan plastik atau styrofoam serta membawa bekal dengan tempat makan dan minum yang juga berbahan dasar plastik. Selain itu, sasaran lainnya dengan melibatkan ibu-ibu yang sering menggunakan bahan – bahan plastik di dalam rumah tangga. 

Pengadaan program ini dilatarbelakangi karena Desa Bandar merupakan pusat di Kecamatan Bandar dimana banyak sekali aktivitas jual beli yang menuntut penjualnya menggunakan plastik. Selain itu, ibu-ibu sering menggunakan benda berbahan plastik tidak tepat sasaran sehingga dapat mempengaruhi masalah kesehatan dan berdampak pada lingkungan sekitar apabila hal tersebut terus berlanjut. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar warga dapat meningkatkan wawasan terkait simbol yang ada pada bahan-bahan plastik.

Program ini dilaksanakan pada dua lokasi, yaitu kegiatan pengajian rutin berzanji yang dihadiri oleh ibu-ibu dan anak-anak muda pada tanggal 22 Juli 2023. Kegiatan sosialisasi ini diwali dengan yang mengikuti pengajian berzanji. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan menampilkan poster dan pembagian brosur terkait materi sosialisasi untuk setiap audiens. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi, sosialisasi dan edukasi terkait simbol daur ulang berbahan plastik. Kemudian, memberi kesempatan bertanya dan diakhiri dengan mengadakan kuis berhadiah. 

Program yang sama dilaksanakan pada lokasi kedua, yaitu TPQ Al – I’anah Bandar selama dua hari berturut - turut pada tanggal 26 – 27 Juli 2023. Alur kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan hampir sama dengan lokasi sebelumnya, akan tetapi karena sasaran kali ini a


Kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Simbol Daur Ulang
 pada Kemasan Berbahan Plastik di kegiatan rutin Al-Berzanji


dalah anak – anak, maka kegiatan dibuat dengan lebih menyenangkan sehingga anak – anak dapat memahami dengan baik informasi yang disampaikan.

Dengan program yang telah disosialisasikan ini, diharapkan agar warga semakin memahami berbagai arti simbol pada kemasan berbahan plastik, serta penggunaan plastik yang 
lebih tepat sasaran sehingga berdampak baik untuk kesehatan dan lingkungan.





Penulis: 
Salwa Adfriza Rihha Datul’ais 
(24040120120027)

DPL:
Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si
Dr. Adi Nugroho M.Si
Clara Yully Diana Ekaristi, S.E., M.Acc

Lokasi KKN: 
Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah

Untung Banyak, Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Memanfaatkan Limbah Oganik Pertanian yang Jarang Diketahui Kegunaannya

0
 


Campusnesia.co.id - Desa Bojongnangka, Kabupaten Pemalang – Mahasiswa KKN Tematik Undip melakukan optimalisasi sampah untuk membantu masyarakat sekitar dalam menciptakan lingkungan yang sehat di desa Bojongnangka. 

Desa Bojongnangka memiliki suatu permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan publik mengenai pengolahan sampah organik maupun anorganik yang baik dan benar. Padahal sampah organik merupakan sampah yang banyak dihasilkan dari rumah tangga sebagian besar dari hasil limbah dapur yang jika di akumulasi akan terjadi penumpukan sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan.

Kepala Desa Bojongnangka, Bapak Wahmu, S.E mengatakan bahwa “kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah menjadi suatu urgensi, masih banyak masyarakat yang masih sering membuang sampah  sembarangan, berbagai alasan yang dilontarkan oleh masyarakat, seperti tidak adanya tempat khusus yang disediakan oleh pihak yang berwenang, dan bahkan ketidakpedulian masyarakat terhadap rasa malas untuk memilah sampah”. Tanpa disadari pemilahan sampah yang baik dapat memudahkan petugas dalam memilah sampah mana yang didaur ulang dan dimanfaatkan, sehingga sampah dapat bernilai ekonomi.

Pada kegiatan KKN ini Didampingi oleh Dosen pembimbing lapangan dr.Siti Fatimah, M.Kes dan Dr. Fahmi Arifan S.T., M.Eng. mendorong Carissa Rafifah (20) mahasiswa Teknologi Rekayasa Kimia Industri anggota KKN Tematik UNDIP berinisiatif untuk mengadakan program kerja “Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket Sebagai Pengganti Bahan Bakar Kayu”.

Salah satu cara pengolahan limbah adalah dengan membuat biobriket yang mana biomassa diproduksi dengan memampatkan bahan limbah organik menjadi bentuk padat, yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar. 

Proses pembuatan briket ini relatif sederhana dan hemat biaya, menjadikannya pilihan yang menarik. Selain itu, briket biomassa memiliki kandungan energi yang tinggi dan pembakaran lebih efisien daripada bahan bakar tradisional, mengurangi jumlah emisi berbahaya yang dilepaskan ke atmosfer. 

Produk Biobriket bonggol jagung kepada warga desa


Di desa Bojongnangka sendiri memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah namun dibalik itu terdapat limbah pertanian yang menumpuk seperti limbah bonggol jagung, sekam padi, tempurung kelapa, dan jerami. 

Selama ini limbah tersebut hanya dibiarkan di lahan pertanian atau di bakar. Banyak warga yang belum menyadari adanya cara yang tepat agar dapat mengurangi jumlah sampah serta menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi bagi masyarakat.

Edukasi dan penyuluhan dilakukan kepada kader petani dan pemilik kebun dan juga kepada masyarakat sekitar yang mana tujuannya agar maksimal dalam memproduksi bahan alternatif baru dan terbarukan dengan memafaatkan produk yang ramah lingkungan. 

Antusias warga sangat lah tinggi saat setelah mendapatkan penjelasan mengenai biobriket salah satu warga (Pak Udin) beliau mengatakan “Sampah organik untuk pembuatan biobriket sangatlah mudah dan banyak di desa kami, jadi saya menemukan emas dalam hal ini. Daya tarik bahan bakar alternatif ini sangat tinggi karena ramah lingkungan”.

Penyuluhan Biobriket bonggol jagung kepada warga desa

Produk hasil pembuatan biobriket dibagikan kepada penjual ayam bakar dan sate yang ada di sekitar Desa Bojongnangka untuk memperkenalkan bahan alternatif pengganti kayu bakar. Respon penjual penjual tersebut setelah mencoba memasak menggunakan biobriket sangat positif (Mas Edi) “Sebetulnya mbak selama saya berjualan Asap dari kayu bakar atau batok kelapa biasanya memengaruhi mata saya, menyebabkan air mata keluar," katanya kepada Carissa, "dan pada titik-titik tertentu juga terasa gatal, ditambah dengan hidung meler".

Biobriket tidak hanya tidak mengandung bahan kimia berbahaya, arangnya hampir tidak berasap, yang berarti risiko menghirup asap berbahaya berkurang begitu pula bau tidak sedap yang dapat menggantung di udara dan menempel di pakaian, kulit, dan rambut. “jika saya membandingkan dari arang biasa dan dari biobriket, panas dari briket bertahan lebih lama, jadi hemat karena lebih sedikit dibandingkan dengan yang biasa digunakan sebelumnya,” tambahnya mas Edi penjual ayam bakar.

Dari program ini (D. dr.Siti Fatimah, M.Kes) selaku dosen pembimbing lapangan menjelaskan bahwa  “dengan ada penyuluhan biobriket sebagai bahan bakar dapat membantu meringankan permasalahan desa. Penting untuk dicatat bahwa peralihan total ke briket dalam waktu dekat mungkin bukan tujuan yang layak, karena belum banyak kesadaran dan kemampuan warga desa untuk memproduksi secara besar besaran. Namun produksi ini untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan lingkungan karena kedepannya penggunaan energi biomassa ini tidak akan turun tapi akan meningkat." 

"Harapannya juga ke depannya dapat merekrut masyarakat untuk menekuni usaha pembuatan biobriket atau bisa dilanjutkan oleh BUMDes program kerja dari adik adik KKN Tematik 2023 untuk mengurangi limbah organik di Desa Bojongnangka." Ujar Dr. Fahmi Arifan S.T., M.Eng.

Edukasi dan penyuluhan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Bojongnangka yang memiliki masalah penumpukan limbah organik dan tentunya mengurangi polusi udara yang dapat menyebabkan efek kesehatan yang merugikan pada kulit maupun saluran pernapasan. Dengan demikian, program ini pun dapat meningkatkan upaya utilisasi sampah berkelanjutan di Desa Bojongnangka.