Tak Kenal Takut, Tim II KKN Undip Teriakkan Perang Melawan Perundungan dengan Program ‘Gandeng Tangan’

0
 


Campusnesia.co.id - Perundungan (bullying) di sekolah merupakan permasalah serius yang mempengaruhi banyak siswa, termasuk di Desa Kluwih. Perundungan adalah tindakan agresif atau penghinaan yang dilakukan dengan sengaja oleh individu atau kelompok orang yang memiliki kekuatan atau kekuasaan lebih dominan. 

Perundungan sering terjadi secara berulang dan dapat mencangkup tindakan fisik, verbal, atau sosial yang merendahkan martabat korban. Bullying memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan mental korban. 

Kecemasan sosial sering kali muncul, membuat korban merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain. Depresi juga bisa muncul karena perasaan terisolasi dna kurangnya dukungan. Rendahnya kepercayaan diri membuat mereka merasa tidak mampu dan tidak berharga. 

Pentingnya dukungan psikologis bagi korban bullying tidak bisa diremehkan. Sekolah dan orang tua perlu menyediakan akses ke konseling dan terapi untuk membantu korban mengatasi trauma yang diakibatkan. Edukasi juga menjadi hal penting, tidak hanya untuk para korban, tetapi juga untuk para saksi dan pelaku, agar semuanya dapat memahami dampak serius dari tindakan bullying.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Tria Umita, Mahasiswa Tim II KKN Undip 2022/2023 dari Fakultas Psikologi, pada hari Sabtu 22 Juli 2022 melaksanakan Program ‘Gandeng Tangan’ sebagai Upaya Preventif Perundungan di SD Negeri 01 Kluwih. Program ‘Gandeng Tangan’ telah muncul sebagai respons proaktif terhadap masalah perundungan di sekolah. 

Dokumentasi sosialisasi program Gandeng Tangan


Dokumentasi sosialisasi program Gandeng Tangan


Program ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi terkait fakta perundungan di Indonesia, definisi perundungan, jenis-jenis perundungan dan dampak psikologis bagi pelaku maupun korban, dan menonton video terkait bahaya perundungan di sekolah. Selanjutnya, metode creative art (menggambar ekspresi peran) digunakan untuk memahami perasaan masing-masing kelompok peran perundungan yaitu pelaku, korban, penonton. 

Program Gandeng Tangan ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta disajikan dengan pemberian fakta-fakta perundungan di sekolah. Selain itu, terdapat sesi menggambar bersama sehingga siswa tertarik dan mudah memahami informasi yang disampaikan. Kegiatan ini disambut baik oleh guru di SD Negeri 01 Kluwih dan siswa pun sangat antusias ketika kami melaksanakan Program ‘Gandeng Tangan’ di Sekolah tersebut. 

Poster program Gandeng Tangan

Dengan demikian, harapan dilaksanakannya Program ‘Gandeng Tangan’ yang telah dilakukan di SD Negeri 01 Kluwih dapat memberikan perubahan positif dalam interaksi antar siswa. Konflik yang terjadi menjadi lebih sedikit dan lebih banyak siswa/i merasa nyaman berbicara tentang masalah yang mereka alami. 

Selain itu, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari perundungan serta meningkatkan empati dan rasa saling peduli di antara siswa, sehingga tercipta iklim sekolah yang ramah dan mendukung seluruh jajaran di lingkungan sekolah.



Penulis: 
Tria Umita /Psikologi-FPsi

Lokasi: 
Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang


Inovasi Pencegahan Nyamuk: Mahasiswa KKN Undip Menginspirasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami

0
 


Campusnesia.co.id - Pemalang, 23 Juli 2023 - Dalam semangat inovasi, seorang mahasiswa dari Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro TIM II 2022/2023 telah meluncurkan sebuah program edukasi yang tak hanya informatif, tetapi juga praktis. 

Program tersebut berfokus pada pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami, dan acara ini sukses digelar pada tanggal 23 Juli 2023 di posko desa Kertosari. Hadir dalam acara ini adalah para remaja desa dan ibu lurah Kertosari.

Kondisi rumah-rumah yang rentan karena absennya penutup menjadi dasar pemikiran bagi mahasiswa KKN Undip untuk memberikan solusi nyata. Dengan tujuan memperbaiki kondisi rumah dan menghindari penyebaran penyakit, mahasiswa ini menggelar edukasi mengenai pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami. Spray ini diharapkan menjadi salah satu alat pencegahan dan perlindungan diri dari serangan nyamuk.

Melibatkan keahlian dari program studi Kimia, program edukasi ini berkolaborasi dalam membuat spray anti nyamuk menggunakan bahan-bahan alami, seperti limbah kulit jeruk yang umumnya terbuang begitu saja, serta serai. 

Dokumentasi pembuatan Spray Anti Nyamuk

Dengan bahan-bahan ini, spray anti nyamuk alami tercipta, mengandung minyak atsiri yang membuat nyamuk tidak nyaman. Keberadaan spray ini bertujuan untuk menangkal gigitan nyamuk dan memberikan perlindungan maksimal bagi warga.

Dalam esensi yang lebih dalam, program ini mengajak para remaja desa Kertosari untuk berinovasi. Menyadari ancaman kesehatan yang diakibatkan oleh nyamuk, terutama dalam hal penyakit yang dapat ditularkan, menjadi fokus utama program ini. 

Sasarannya adalah para remaja desa Kertosari, yang diharapkan tidak hanya terinspirasi, tetapi juga mampu menyebarkan pengetahuan yang didapat melalui edukasi ini.

Edukasi ini tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung. Semangat para remaja desa tampak dalam pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami yang mudah dilakukan. Mereka bahkan bersemangat untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di rumah masing-masing.

Satu elemen sentral dalam program edukasi ini adalah motivasi untuk berinovasi, dengan memanfaatkan limbah sekaligus berkontribusi dalam upaya pencegahan penyakit, terutama yang disebabkan oleh nyamuk. Spray anti nyamuk menjadi simbol langkah konkret dan efektif dalam melindungi diri dari serangan nyamuk dan mencegah penyebaran penyakit.

Poster Spray Anti Nyamuk

Melalui acara edukasi ini, para remaja desa Kertosari diharapkan dapat memperluas wawasan mereka tentang pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Di tengah semangat inovasi, mereka diingatkan untuk selalu berkontribusi dengan menciptakan solusi dari limbah. 

Inilah makna sesungguhnya dari program ini: tak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memberikan tonggak awal dalam mewujudkan perbaikan kualitas hidup dan lingkungan di Desa Kertosari.


Penulis: Hana Afifah
Lokasi: Desa Kertosari, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang
DPL:
1. Dr. Ir. Abdul Syakur., ST., MT., IPU
2. Muhammad Arief Zuliyan S.IP., LL.M
3. Ima Wijayanti, S.Pi, M.Si, Ph.D


Mahasiswa KKN TIM 2 UNDIP Memanfaatkan Gerinda Tangan Menjadi Prototpye Alat Pencacah Sampah Organik Sederhana

0


Campusnesia.co.idKab. Pekalongan (27/7) – Mahasiswa KKN Tim 2 Undip bernama Edho Rahmat Firmansyah, dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi, dan KKN Tim II Kelompok 10 Desa Karangasem, P2KKN, Universitas Diponegoro Semarang. 

Mengenalkan program KKN ini adalah  Prototype Alat Pencacah Sederhana sebagai bahan baku pembuatan kompos dalam pengolahan sampah organik, kepada Masyarakat Kelompok Tani, Dusun Sirogo, Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan pada Kamis 27 Juli 2023.

Sampah Organik merupakan permasalahan yang sering ditemukan di lahan pertanian. Jika sampah tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat berdampak pada kebersihan lingkungan maupun kesehatan. 

Pengelolaan sampah organik yang tepat adalah kunci dalam menjaga kebersihan dan keamanan ekologis sekitar kita. Umumnya warga mengelolah sampah dengan membakarnya di lahan pertanian mereka, tetapi solusi ini sangat jauh dari solusi ideal dimana dapat menimbulkan emisi rumah kaca, dan sistem mikroorganisme didalam tanah akan mati. Diperlukan adanya solusi yang inovatif dan ramah lingkungan seperti komposting.

Komposting adalah sebuah program untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk dengan memanfaatkan sampah dapur, sayur-sayuran, dan buah-buahan dengan bantuan senyawa EM4 ke dalam wadah pembuatan kompos yang disebut komposter. 

Dalam rangka meningkatkan kebersihan di area lahan pertanian karena hasil penen padi, di Dusun Sirogo, Desa Karangasem, mahasiswa KKN Tim 2 Undip 2022/2023 yang mencanangkan alat pencacah sampah organik sederhana untuk memudahkan warga dalam pengelolahan sampah secara mandiri serta dapat menghasilkan pupuk kompos.


Dokumentasi kegaiatan sosialisasi


Pada tanggal 27 Juli 2023, mahasiswa KKN Tim 2 Undip ini mensosialisasikan pentingnya dalam mengelola sampah organik dan sampah dapur serta cara pembuatan alat pencacah sampah sederhana kepada masyarakat dan kelompok tani di Dusun Sirogo, Desa Karangasem. Sosialisasi ini dihadiri oleh masyarakat dan kelompok tani yang notabenenya banyak menghasilkan sampah organik jenis jerami padi karena setelah kegiatan hasil penen padi. 

Sosialisasi tersebut menjelaskan latar belakang sampah organik di Dusun Sirogo, Desa Karangasem, tujuan dan manfaat alat, komponen alat, cara kerja alat, dan langkah-langkah cara mengoperasikan alat pencacah sampah organik. Antusias peserta sangat tinggi karena terdapat sesi tanya jawab dengan pembicara dan mendapatkan arahan dari Ketua Kelompok Tani dan Kepala Dusun Sirogo, Desa Karangasem.

Pembuatan alat pencacah sampah organik yang memerlukan alat komponen seperti Mesin gerinda tangan, tempat penampung, baut dan mur, pisau pemotong, dan mesin bor. Langkah pembuatan alat tersebut diawali dengan mendesain menggunakan aplikasi software Solidwork 3D, proses pelubangan tempat penampung untuk memasukan as mesin gerinda tangan, proses pengelasan dan memotong pisau pemotong ke mesin gerinda tangan, proses pengencangan mur khusus gerinda, dan alat pencacah sampah organik sudah siap untuk digunakan.

Poster alat pemecah sampah


Pembuatan alat pencacah sampah organik sederhana dari gerinda tangan termasuk dalam upaya dari SDGs (Sustainable Development Goals) yang ke 12. Hal ini dikarenakan pembuatan alat tersebut sebagai upaya untuk mengurangi limbah rumah tangga termasuk dalam “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab” (Tujuan SDGs yang ke 12). 

SDGs merupakan sesuatu rencana aksi global yang telah disepakati oleh para pemimpin dunia untuk mengakhiri dari kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan.



 
Penulis: 
Edho Rahmat Firmansyah 
(40040220650055)

Mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP dalam Meningkatkan Minat dan Kemampuan Motorik Anak dalam Mengkreasikan Barang Bekas

0



Campusnesia.co.id - Kab. Pekalongan (25/7) - Mahasiswa KKN Tim 2 Undip bernama Edho Rahmat Firmansyah, dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi, dan KKN Tim II Kelompok 10 Desa Karangasem, P2KKN, Universitas Diponegoro Semarang.

Mengenalkan program KKN ini adalah Peningkatan Minat dan Kemampuan Motorik Anak Dalam Mengkreasikan Barang Bekas kepada anak-anak dibangku Kelas 6 SDN 1 Karangasem, Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan pada Selasa 25 Juli 2023.

Program ini melatih dan mengajarkan kepada anak-anak dalam meningkatkan minat dan kemampuan motorik anak dalam mengkreasikan barang bekas yang berkreatif  salah satunya adalah cara pembuatan kipas angin sederhana. 

Program KKN ini dibentuk untuk mengajarkan dan melatih anak-anak tentang cara pembuatan kipas angin sederhana sesuai kemampuannya. Kegiatan ini diberikan dan diawali cara membuat, menempatkan komponen, dan merangkai kelistrikan kipas angin sederhana dengan baik, dan benar kepada anak-anak kelas 6 SDN 1 Karangasem.

Dokumentasi kegaiatan edukasi


Mahasiswa perlu diajarkan kepada anak-anak untuk mendorong kreativitas, memberikan pengalaman, meningkatkan konsentrasi, dan fokus terhadap anak-anak sesuai dengan imajinasi dan kemampuan. melalui cara membuat, dan cara merangkai kelistrikan kipas angin sederhana dari barang bekas seperti botol plastik, baterai lithium, dan dimano listrik yang bisa dimanfaatkan kembali.

Adanya program KKN ini diharapkan bisa dan mampu memanfaatkan dengan kesadaran dalam mengkreasikan, teknologi, dan inovasi dari barang bekas menjadi benda yang bermanfaat dan berkreatif melalui aktivitas kreatif dan interaktif. 


Tutorial buat kipas angin sederhana


Anak-anak dapat merangsang perkembangan motorik mereka sambil belajar dengan cara yang lebih menarik. penting bagi orang tua dan pendidik untuk mendukung dan mendorong penggunaan metode ini guna memaksimalkan potensi perkembangan motorik anak secara halus.



Penulis: 
Edho Rahmat Firmansyah 
(40040220650055)


Mahasiswa KKN Tim II Undip Melakukan Edukasi Hak Anak Berdasarkan UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Sebagai Upaya Meningkatkan Kepedulian Terhadap Pendidikan

0
Edukasi hak anak terhadap siswa-siswi SDN 02 Karangasem
 

Campusnesia.co.id - Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan (24/7/2023) - Berdasarkan UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dapat diketahui bahwa anak memiliki beberapa hak yang wajib dipenuhi diantaranya hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, hak partisipasi, hak untuk di dengar pendapatnya, serta menjadi poin yang ditekankan dalam hal ini yaitu hak atas pendidikan dan pengajaran. 

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu program nasional yang ada dalam aspek pendidikan di Indonesia adalah wajib belajar 12 tahun yang merupakan perwujudan dari kebijakan sebagaimana diatur dalam Pasal 31 UUD Negara RI Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” dan didukung pula dengan peraturan pada Pasal 1 ayat (18) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas “Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga Negara Indonesia atas tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah”.

Poster Hak Anak


Masih rendahnya tingkat pendidikan di Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan yang dominasi masyarakatnya hanya memiliki latar belakang pendidikan hingga tamat SD maupun SMP disebabkan karena anak kebanyakan tidak melanjutkan untuk sekolah melainkan bekerja. 

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap warga setempat, diketahui bahwa pekerjaan yang didominasi anak diantaranya bekerja di proyek maupun menjahit atau sering dikenal dengan konveksi. 

Atas hal tersebut maka salah satu mahasiswa KKN TIM II Undip yakni Atira Alifia Setiawan dari Fakultas Hukum melakukan edukasi mengenai hak anak yang hadir sebagai langkah awal guna mendorong semangat belajar anak sehingga memiliki keinginan dan impian untuk bisa mencapai tingkat pendidikan setinggi-tinggi nya. 

Optimalisasi program ini juga dilakukan dengan adanya penyebaran kuisioner terhadap orang tua murid mengenai rencana pendidikan anak, yang kemudian hasil atas kuisioner tersebut dipaparkan kepada guru SDN 02 Karangasem beserta dengan saran langkah kedepannya yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk bisa mendorong semangat belajar anak termasuk kolaborasi dengan orang tua. 



Penulis: Atira Alifia Setiawan (11000120120155)
Jurusan/Fakultas: Fakultas Hukum
DPL: Ocid Mursid, S.T., M.T
Lokasi KKN: Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Pekalongan
KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023

Optimalkan Perekonomian Desa! Mahasiswa Tim II KKN Undip Melakukan Pendampingan Pembuatan Draft AD ART BUMDes Berkah Jaya Karangasem Dalam Upaya Pemenuhan Syarat Badan Hukum

0
Penyerahan Draft AD ART Kepada Direktur BUMDes Berkah Jaya


Campusnesia.co.id - Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan (4/8//2023) - Perekonomian merupakan aspek vital dalam keberjalanan hidup masyarakat, dalam hal ini termasuk di Desa Karangasem. 

Desa Karangasem merupakan desa yang memiliki banyak potensi di dalamnya. Hal ini didukung pula dengan telah dibentuknya Badan Usaha Milik Desa yang dinamai BUMDes Berkah Jaya Karangasem. 

BUMDes sendiri merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang pengelolaan aset-aset dan sumber daya ekonomi desa dalam kerangka pemberdayaan masyarakat Desa. Telah terdapat beberapa aset desa yang dikelola melalui BUMDes Berkah Jaya ini, diantaranya peyewaan ruko, budidaya ikan lele, dan reseller mie instant. 

Akan tetapi, dalam keberjalanannya, BUMDes Berkah Jaya Karangasem belum dapat menjalankan perannya secara maksimal. Hal ini karena BUMDes Berkah Jaya belumlah berbadan hukum. Dimana pada dasarnya BUMDes yang telah berbadan hukum memiliki jauh lebih banyak manfaat dan kelebihan dalam operasionalnya. 

Draft AD ART BUMDes Berkah Jaya Karangasem


BUMDes yang telah berbadan hukum memiliki kesempatan untuk membuka rekening bank BUMN atas nama BUMDesnya yang mana hal tersebut dapat memperluas dan mempermudah jangkauan investor serta penggajian karyawan. 

Selain itu, BUMDes yang telah berbadan hukum juga memiliki kemudahan untuk mengurus izin usaha yang menaungi unit usahanya diantaranya untuk sertifikasi halal pada produk yang dikeluarkan, pendaftaran merek, pembuatan kemasan rumah tangga serta pelatihan dari UMKM.

Oleh karena itu upaya menjadikan BUMDes sebagai lembaga yang berbadan hukum sangatlah penting. Salah satu persyaratan BUMDes dapat dinyatakan berbadan hukum ialah memiliki AD ART. 

Atas dasar permasalahan tersebut maka salah satu mahasiswa KKN Tim II Undip dari Fakultas Hukum yakni Atira Alifia Setiawan melakukan inisiasi program berupa Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendampingan Pembuatan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD ART) Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Karangasem.




Penulis: Atira Alifia Setiawan (11000120120155)
Jurusan/Fakultas: Fakultas Hukum
DPL: Ocid Mursid, S.T., M.T
Lokasi KKN: Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Pekalongan
KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023

Membuka Jalan Baru untuk Nelayan: Pemberdayaan Kelompok Nelayan di Desa Keboromo oleh Mahasiswa KKN UNDIP dalam Mengolah Rajungan menjadi Ketam Rajungan (Frozen Food)

0


Campusnesia.co.id - Telah dilaksanakan pelatihan pengolahan rajungan menjadi produk ketam yang modern dan inovatif pada nelayan di Desa Keboromo. Dilansir dari Wikipedia, rajungan adalah nama sekelompok kepiting dari beberapa genus anggota famili Portunidae.

Desa Keboromo berlokasi di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Wilayahnya dekat dengan laut sehingga banyak penduduk desa bermata pencaharian sebagai nelayan, khususnya nelayan rajungan. Namun, hasil rajungan yang diperoleh hanya dijual ke pemasok berupa bahan mentah. 

Harga jual rajungan mentah sering kali tidak stabil dan menjadi permasalahan pokok terkait pendapatan nelayan rajungan. Hal ini menarik perhatian mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro untuk mengembangkan olahan rajungan menjadi produk dengan harga jual yang lebih tinggi.


“Rasanya enak, Mbak. Pengolahannya juga gampang, mudah dibuat,” ujar salah satu warga Desa Keboromo yang mengikuti pelatihan. Pelatihan pengolahan rajungan menjadi ketam rajungan disambut dengan antusias oleh warga dari awal acara hingga demo memasak ketam rajungan.

Pelatihan ini dilaksanakan pada Jum’at, 4 Agustus 2023, di salah satu rumah warga Desa Keboromo serta dihadiri sekitar 30 orang dari kelompok nelayan. Acara dibagi menjadi beberapa sesi, diantaranya pemaparan materi (pemasaran online atau digitalisasi marketing dan perhitungan harga jual produk) dan demonstrasi (pengolahan rajungan menjadi ketam rajungan beserta packaging dengan vacuum sealer). 


Demonstrasi pengolahan rajungan diprioritaskan kepada kelompok nelayan dari ibu-ibu, sedangkan pemasaran, perhitungan harga jual produk, hingga packaging diprioritaskan kepada kelompok nelayan dari bapak-bapak.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan ketam rajungan adalah 1 kg daging dan cangkang rajungan (direbus terlebih dahulu), 2 sdt garam, ½ sdt lada bubuk, penyedap rasa secukupnya, 1 sdt kecap asin, 1 sdt saus tiram, 3 sdm maizena, 3 butir telur, seledri secukupnya (dicincang halus), dan lemon secukupnya. 



Cara pembuatannya yaitu siapkan rajungan yang telah dikeluarkan seluruh dagingnya, sisakan cangkang rajungan, lalu beri perasan lemon agar tidak terlalu amis. Selanjutnya, masukkan semua bahan ke dalam baskom berisi daging rajungan dan aduk rata. 

Masukkan adonan ke dalam cangkang yang telah dibersihkan hingga terisi penuh. Kukus selama 20-25 menit. Setelah itu, angkat dan dinginkan di suhu ruang. Proses terakhir adalah packaging dengan vacuum sealer. Ketam rajungan pun siap untuk dipasarkan.

Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Bentuk Kader Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia

0


Campusnesia.co.id - Kesehatan gigi dan mulut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga selama keberlangsungan hidup supaya terhindar dari berbagai masalah kesehatan dan dapat meningkatkan kualitas hidup. 

Meskipun begitu, di Desa Sendangrejo, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, kesehatan gigi dan mulut masih belum menjadi perhatian masyarakat, termasuk untuk golongan lansia. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melakukan pembentukan kader kesehatan gigi dan mulut lansia.

Pembentukan kader kesehatan gigi dan mulut lansia di Desa Sendangrejo dilaksanakan pada kegiatan Posyandu lansia di rumah Kepala Dusun I Desa Sendangrejo. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2023. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para lansia yang akan melakukan pemeriksaan pada kegiatan Posyandu, Ibu Bidan, para kader Posyandu, dan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro. Tujuan dari dibentuknya kader kesehatan gigi dan mulut lansia adalah supaya kesehatan gigi dan mulut lansia terjaga dengan bantuan para kader.



Dokumentasi penyerahan poster 5M Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia dan poster Pelatihan Latihan Otot Wajah, Latihan Lidah, dan Pijat Kelenjar Air Liur kepada perwakilan kader kesehatan gigi dan mulut lansia. (05/08/2023)


Kegiatan pembentukan kader kesehatan gigi dan mulut lansia di Desa Sendangrejo diawali dengan memberikan edukasi terkait kesehatan gigi dan mulut lansia kepada kader Posyandu dan para lansia yang datang di kegiatan Posyandu. Pada kegiatan tersebut, diberikan juga demonstrasi dan pelatihan latihan otot wajah, latihan lidah, dan pijat kelenjar air liur untuk meningkatkan produksi air liur dan memperjelas pengucapan lansia. 

Setelah itu, dilakukan pembentukan kader kesehatan gigi dan mulut lansia. Respons masyarakat terhadap program ini sangat baik. Para kader Posyandu bersedia menjadi kader kesehatan gigi dan mulut lansia serta bersedia membantu para lansia untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya terutama untuk lansia yang sudah tidak mandiri. 

Setelah edukasi dan pembentukan kader, diberikan poster 5M Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia dan poster Pelatihan Latihan Otot Wajah, Latihan Lidah, dan Pijat Kelenjar Air Liur sebagai salah satu panduan bagi para kader kesehatan gigi dan mulut lansia.

Dalam pelaksanaan program pembentukan kader kesehatan gigi dan mulut lansia, Ibu Bidan menyampaikan akan turut serta menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia di Desa Sendangrejo. 

Harapan dengan adanya program ini adalah kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh masyarakat, terutama lansia, dan dengan demikian dapat meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Desa Sendangrejo.



Penulis: 
Caroline Carissa Wijaya




Guna Meningkatkan Income, Mahasiwa KKN Undip Kenalkan Facebook Marketplace pada UMKM di Desa Sendangrejo

0
 


Campusnesia.co.id - Digital marketing dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran atau promosi brand produk yang dilakukan melalui media digital. Tujuan pemasaran ini adalah menjangkau sebanyak-banyaknya pelanggan dengan cara yang efisien, relevan, dan efektif. 

Setelah melakukan observasi, ternyata terdapat UMKM di Desa Sendangrejo yang masih melakukan sistem pemasaran secara konvensional dengan menitipkan barang dagangannya ke toko-toko disekitaran desa dan Kecamatan Klego. Dengan sistem seperti ini maka penjualan dan pemasarannya masih belum maksimal sehingga pendapatan dari usaha UMKM masih kurang.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Wahyu Ilham Saputra mengusung program kerja mengenai “Pelatihan pemasaran UMKM kacang oven Oscar D King’s melalui strategi pemanfaatan Marketplace guna meningkatkan pendapatan”. 

Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari pada tanggal 24-25 Juli 2023 di rumah produksi UMKM Kacang Oven Oscar D King’s. Tujuan program kerja tersebut untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas lagi bagi UMKM Kacang Oven Oscar D King’s sehingga jangkuan pasarnya tidak hanya di Desa Sendangrejo dan sekitarnya.

Dokumentasi kegiatan Pelatihan 
cara buat akun Facebook Marketplace. (25/07/23)

Program kerja ini meliputi pemberian materi berupa pengenalan digital marketing, apa itu marketplace dan manfaat marketplace untuk pemasaran, pelatihan cara buat akun facebook marketplace, bagaimana mengoperasikan facebook marketplace, bagaimana cara menjual dan melakukan penawaran di marketplace dan memberikan tips bagaimana cara memasarkan produknya dengan baik dan benar. Setelah pelatihan dilakukan program ini diakhiri dengan pembuatan akun Facebook Marketplace UMKM Kacang Oven Oscar D King’s.

Dengan adanya program kerja ini diharapkan dapat membantu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Kacang Oven Oscar D King’s yaitu dapat memperluas pangsa pasar agar menjangkau seluruh Indonesia. Selain itu, penggunaan facebook marketplace juga dapat meningkatkan pendapatan UMKM Kacang Oven Oscar D King’s.

Mari Cegah Kekerasan Seksual! Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini pada Guru dan Murid

0


Campusnesia.co.id - Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan (25/07/2023) - Berdasarkan riset yang dilakukan KEMENPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia) sepanjang tahun 2022, terdapat 26.112 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. 

Angka tersebut cukup mengkhawatirkan mengingat edukasi pendidikan seks sejak dini di Indonesia masih terbilang tabu. Padahal, sex education usia dini penting untuk dilakukan agar anak memiliki pemahaman yang baik tentang bagian privat tubuh dan tidak meniru perilaku yang tidak pantas. 

Pemaparan Materi Kepada Para Guru SDN 02 Karangasem


Di Desa Karangasem, pemahaman mengenai pentingnya sex education sejak dini masih belum optimal, Hal ini dapat mengarah kepada kekerasan seksual secara langsung maupun digital. Oleh karena itu, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2023, Rana Badria Kusumawardani dibawah arahan dosen pembimbing lapangan bapak Ocid Mursid, S.T., M.T,  mengusung program monodisiplin “Peningkatan Pemahaman Sex Education melalui Guru dan Murid SDN 02 Karangasem” sebagai solusi dari permasalahan tersebut. 

Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi kepada para guru dan murid kelas 4, 5, dan 6 di SDN 02 Karangasem. Sosialisasi kepada para murid dilakukan pada tanggal 24 Juli dengan melakukan pemberian materi “Good Touch and Bad Touch” untuk memberikan pemahaman mengenai bagian privat tubuh dan anggota tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Sosialisasi kepada para guru dilakukan pada tanggal 25 Juli dengan melakukan pemberian materi “Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini” berisi tujuan dan dampak dari edukasi tersebut. 

Poster Edukasi 

Kegiatan berlangsung dengan lancar. Para guru dan murid terlihat antusias mendengarkan pemaparan materi yang diberikan. Melalui program ini, diharapkan para guru dapat menyampaikan edukasi pendidikan seks sejak dini dengan mudah dan para murid dapat mengimplementasikan informasi yang didapat dengan baik sehingga angka kekerasan seksual terhadap anak dapat berkurang.



Penulis: Rana Badria Kusumawardani (14040120140091)
Jurusan/Fakultas: Ilmu Komunikasi/ Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
DPL: Ocid Mursid, S.T., M.T
Lokasi KKN: Desa Karangasem, Kecamatan Talun, Pekalongan
KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023