Tak Kenal Takut, Tim II KKN Undip Teriakkan Perang Melawan Perundungan dengan Program ‘Gandeng Tangan’

 


Campusnesia.co.id - Perundungan (bullying) di sekolah merupakan permasalah serius yang mempengaruhi banyak siswa, termasuk di Desa Kluwih. Perundungan adalah tindakan agresif atau penghinaan yang dilakukan dengan sengaja oleh individu atau kelompok orang yang memiliki kekuatan atau kekuasaan lebih dominan. 

Perundungan sering terjadi secara berulang dan dapat mencangkup tindakan fisik, verbal, atau sosial yang merendahkan martabat korban. Bullying memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan mental korban. 

Kecemasan sosial sering kali muncul, membuat korban merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain. Depresi juga bisa muncul karena perasaan terisolasi dna kurangnya dukungan. Rendahnya kepercayaan diri membuat mereka merasa tidak mampu dan tidak berharga. 

Pentingnya dukungan psikologis bagi korban bullying tidak bisa diremehkan. Sekolah dan orang tua perlu menyediakan akses ke konseling dan terapi untuk membantu korban mengatasi trauma yang diakibatkan. Edukasi juga menjadi hal penting, tidak hanya untuk para korban, tetapi juga untuk para saksi dan pelaku, agar semuanya dapat memahami dampak serius dari tindakan bullying.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Tria Umita, Mahasiswa Tim II KKN Undip 2022/2023 dari Fakultas Psikologi, pada hari Sabtu 22 Juli 2022 melaksanakan Program ‘Gandeng Tangan’ sebagai Upaya Preventif Perundungan di SD Negeri 01 Kluwih. Program ‘Gandeng Tangan’ telah muncul sebagai respons proaktif terhadap masalah perundungan di sekolah. 

Dokumentasi sosialisasi program Gandeng Tangan


Dokumentasi sosialisasi program Gandeng Tangan


Program ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi terkait fakta perundungan di Indonesia, definisi perundungan, jenis-jenis perundungan dan dampak psikologis bagi pelaku maupun korban, dan menonton video terkait bahaya perundungan di sekolah. Selanjutnya, metode creative art (menggambar ekspresi peran) digunakan untuk memahami perasaan masing-masing kelompok peran perundungan yaitu pelaku, korban, penonton. 

Program Gandeng Tangan ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta disajikan dengan pemberian fakta-fakta perundungan di sekolah. Selain itu, terdapat sesi menggambar bersama sehingga siswa tertarik dan mudah memahami informasi yang disampaikan. Kegiatan ini disambut baik oleh guru di SD Negeri 01 Kluwih dan siswa pun sangat antusias ketika kami melaksanakan Program ‘Gandeng Tangan’ di Sekolah tersebut. 

Poster program Gandeng Tangan

Dengan demikian, harapan dilaksanakannya Program ‘Gandeng Tangan’ yang telah dilakukan di SD Negeri 01 Kluwih dapat memberikan perubahan positif dalam interaksi antar siswa. Konflik yang terjadi menjadi lebih sedikit dan lebih banyak siswa/i merasa nyaman berbicara tentang masalah yang mereka alami. 

Selain itu, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari perundungan serta meningkatkan empati dan rasa saling peduli di antara siswa, sehingga tercipta iklim sekolah yang ramah dan mendukung seluruh jajaran di lingkungan sekolah.



Penulis: 
Tria Umita /Psikologi-FPsi

Lokasi: 
Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang


Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon