Campusnesia.co.id - Pada hari Mingu 25/01/2026 bertempat di Desa Karanganyar, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang diikuti oleh peserta ibu PKK RT 01 RW 5 Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air sisa beras, buah, dan sayuran menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai manfaat pupuk organik cair serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung dengan mencampurkan bahan-bahan yang telah disiapkan dan melakukan proses fermentasi secara sederhana.
Materi yang disampaikan Latifah Suprapti mengenai pembuatan pupuk organik cair dari air limbah cucian beras. Limbah air cucian beras merupka limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari oleh masyarakat dan belum dimanfaatkan secara optimal. Air cucian beras mengandung karbohidrat sebagai sumber energi bagi mikroorganisme tanah, mengandung vitamin B kompleks yang mendukung pertumbuhan tanaman dan juga mengandung mineral seperti fosfor dan kalium. Tujuan dalam pembuatan pupuk organik cair dari air limbah cucian beras adalah untuk memanfaatkan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna, mengurangi pencemaran lingkungan, serta membantu dalam menyediakan pupuk alami dan menjadi alternatif pengganti pupuk kimia sehingga lebih aman bagi tanah dan tanaman.
Pupuk organik cair merupakan pupuk berbentuk larutan yang berasal dari bahan-bahan organik alami melalui proses fermentasi oleh mikroorganisme. Pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro, vitamin, serta mikroba bermanfaat yang berperan dalam memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Selain mudah diserap oleh tanaman, pupuk organik cair juga berfungsi meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan, dalam pembuatan pupuk organik cair ini ditambah dengan bahan seperti EM4 dan molases. EM4 berfungsi sebagai mikroorgnisme untuk fermentasi, sedangkan molases berfungsi sebagai karbon dan energi bagi mikroorganisme saat proses fermentasi.
Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa air cucian beras mengandung karbohidrat, vitamin B, mineral (fosfor, kalium, magnesium), serta mikroorganisme alami yang dapat mendukung proses fermentasi. Kandungan tersebut berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi mikroba selama pembuatan POC, sehingga mempercepat penguraian bahan organik dan meningkatkan kualitas pupuk. Pemanfaatan air cucian beras sebagai bahan POC tidak hanya membantu menyuburkan tanaman, tetapi juga mengurangi limbah rumah tangga dan mendukung pertanian yang ramah lingkungan.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan pupuk organik cair secara mandiri untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar.
Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan pertanian organik yang berkelanjutan.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar















