Loading...

Kisah Sukses Rafif, Alumni FEB UNDIP Owner SMOOLY Juice

 


Campusnesia.co.id - Bagi Ilmawan Rafif (24), kuliah di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (UNDIP) menjadi kebanggaan tersendiri. Gemblengan di FEB Undip menempanya menjadi wirausaha yang tak mudah patah dan mampu mengembangkan usahanya saat pandemi Covid-19 melanda.

Usaha kuliner yang dirintis bersama rekan-rekannya sejak masuk Undip tahun 2016, ternyata bisa berkembang di wabah Covid-19 melanda. Usaha yang dibangun laki-laki kelahiran Kendal September 1997 bersama teman-teman sekampusnya bukan saja survive, namun mendapat kesempatan berkembang. “Kami bersyukur, ini berkah dari Allah SWT,” ujar Rafif, saat dihubungi tim humas, Kamis (26/8/2021).

Diceritakan, sebenarnya usaha tersebut sudah dirintis sejak tahun 2016. Tapi status sebagai badan usaha secara resminya baru diperoleh tahun 2019. Semula usaha kuliner yang dibangun bersama beberapa temannya semula menjual minuman dari buah asli pilihan dengan niatan menyebarkan pesan kebaikan.

“Awalnya sempat mengalami beberapa kesulitan, namun di tengah kondisi pandemi Covid-19 usaha kami justru bertumbuh pesat,” ucap Rafif yang mengakui mencintai kewirausahaan sejak duduk di bangku SMA.

Saat ini kuliner dengan brand Smooly Juice yang berdiri pada tahun 2019 tersebut sudah memiliki 12 cabang yang tersebar di empat kota besar yaitu Semarang, Bandung, Bekasi, dan Purwokerto. Dalam pengembangan usahanya, Rafif dan rekan-rekannya memberi prioritas kepada kaum perempuan, khususnya ibu-ibu untuk menjadi mitra kerja maupun karyawan. Manajemen Smooly menganggap peran perempuan selaras dengan bisnis yang dijalankannya.

Dia mengakui, dalam mengembangkan usaha khususnya untuk pembukaan outlet pihaknya menggandeng pemodal sebagai mitra. Namun ditegaskan bahwa pemodal sifatnya pasif, karena pengelolaan usaha ada pada manajemen. “Pengelolaannya terpusat, kita memakai sistem bagi hasil yang saling menguntungkan,” dia menambahkan.

Pengembangan dengan cara kemitraan dipilih karena sesuai dengan kondisi sekarang. Manajemen berharap dengan pola kemitraan bisa berkembang pesat dan merambah semua kota besar yang ada di Indonesia sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja. “Cita-citanya jumlah outlet bisa sampai ratusan,” ujar Rafif yang sering mengikuti lomba Bridge dan lomba musik ini.

Dalam mengelola bisnis, selain ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah, pengalaman juga menjadi hal penting. Dia mengungkapkan pengalamannya saat dia menjadi freelance marketing area wilayah Semarang untuk perusahaan creative agency dari Yogyakarta. Dalam posisi itu, dia banyak bertemu orang dan belajar mengenai negosiasi serta bagaimana membangun rasa percaya diri.

Secara jujur diakui, pilihan masuk bisnis food and beverage bukan yang pertama. Sebelumnya, berbagai usaha sempat dilakukan, termasuk agribisnis. Banyak pengorbanan dilakukannya, termasuk harus mengambil cuti kuliah agar bisa fokus menjalankan bisnis yang dirintis.

Kini, dia sudah mantap dengan pilihan usahanya. Perjalanan dan proses menempanya untuk tetap kukuh. Wabah Covid-19 selain merupakan ujian yang berat yang harus dihadapi dan dilalui, juga membentuk kesadaran bahwa pemahaman akan kesehatan menjadi hal penting dalam bisnis. Wabah mendorong pelaku usaha melakukan penjagaan kesehatan internal dan eksternal dengan prosedur yang bisa dipertanggung jawabkan.

Sekarang ini konsumen mempertimbangkan bukan saja higienitas produk, tapi juga aspek keselamatan dan keamanan. Seorang wirausaha sekarang ini harus berpikir tentang bagaimana kita harus beradaptasi dengan lingkungan yang ada. “Tapi jangan menjadikan pandemi ini sebagai alasan untuk berdiam diri. Kita harus berupaya menaikkan nilai diri dengan mencari ilmu tambahan di tengah sulitnya mobilitas supaya saat pandemi selesai, kita menjadi individu yang kompetitif dan memiliki wawasan yang luas dan berguna bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” tukasnya. (tim humas)

Sumber: undip.ac.id




Anggara Soekowati, Alumni FEB UNDIP yang Sukses Bangun Bisnis Kuliner Smooly Juice

Menjadi wirausaha saat ini telah menjadi tren yang banyak dipilih para generasi muda. Tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang memilih membangun bisnis sendiri. Bahkan, merintis serta membangun usaha sejak mahasiswa.

Seperti yang dilakukan oleh Anggara Soekowati Lukmana (24), alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (UNDIP). Mahasiswa Jurusan Manajemen  FEB angkatan 2016 tersebut saat ini mampu mengembangkan usaha kulinernya yang diberi nama “Smooly Juice”. Saat ini “Smooly Juice” sudah memiliki 11 cabang atau outlet yang tersebar di tiga kota besar Indonesia yaitu Semarang, Bandung, dan Bekasi.

“Memang waktu kuliah saya tidak aktif mengikuti organisasi kampus, saya memilih aktif belajar berbisnis dari semester satu meskipun tidak semuanya berhasil. Alhamdulllah saat ini bisnis yang saya kembangkan sudah ada 11 outlet yang tersebar di Kota Semarang, Bandung dan Bekasi,” kata Anggara panggilan akrabnya saat diwawancara, Senin (19/7/2021).
Laki-laki kelahiran Bandung 30 Desember 1997 ini menceritakan, awal memulai membangun bisnisnya bersama rekannya yang diberi nama Smooly Juice ini pada Maret 2019 dengan outlet pertamanya di Tembalang, Semarang.

Smooly Juice sendiri merupakan minuman segar yang tak hanya menggunakan buah tetapi juga mengombinasikan antara buah dan sayur. Dengan varian topping yang bervariasi seperti ice cream, choco chip, yoghurt dan masih banyak lagi varian yang disediakan, ternyata kuliner ini banyak digandrungi anak muda.

Ia mengaku, kesuksesan ini tidak lepas dari dirinya kuliah di FEB Undip dengan milieu yang suportif, sehingga mendorong Anggara kembali bangkit saat terjatuh, sampai akhirnya Soomly Juice yang dibangunnya bisa berdiri tegak dan berkembang di tahun 2019. “Waktu ini masih duduk di semester 6, dan inilah yang mengubah kehidupan saya beberapa tahun ke depannya,” ujar Angga yang saat ini memiliki kurang lebih 100 karyawan.
Memilih sebagai wirausaha, dan kuliah di FEB Undip memang keputusan pribadinya. Dia memilih masuk FEB Undip karena kebetulan memiliki minat yang tinggi pada dunia kewirausahaan. Dipilihnya Undip, juga atas pertimbangan bahwa Kampus Diponegoro adalah salah satu kampus terbaik untuk menimba ilmu ekonomi.

Keberhasilannya membangun 11 outlet tidak membuatnya berpuas diri. Saat wabah Covid-19, dia masih mampu mengembangkan outletnya. “Pada kondisi pandemi Covid-19 ternyata bisnis saya malah bertumbuh pesat karena dapat melihat banyak peluang di kondisi yang tidak ideal hingga maju hingga sekarang ini,” lanjutnya.

Bagi dirinya, menjadi entrepreneur di saat usia muda merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Bukan hanya mengharumkan nama pribadi dan rekan-rekan, namun juga mengharumkan nama FEB Undip yang telah memberikan dirinya relasi yang suportif dan ilmu dasar mengenai bisnis yang diterapkan pada perusahaan yang dimiliki saat ini.

“Tidak lelah saya katakan kepada para Diponegoro Muda untuk terus berinovasi dan tidak takut untuk memulai bisnis. Dengan menjadi entrepreneur kita bukan hanya menambah value positif terhadap diri sendiri akan tetapi dapat menambah value positif terhadap orang lain dengan memberdayakan SDM yang ada,” tegas Angga.
Bagi mahasiswa khususnya FEB Undip, dia menyarankan agar pandemi Covid-19 disikapi secara positif meskipun merupakan ujian yang berat bagi berbagai pihak baik itu pekerja maupun pelajar semua merasakan dampak negatif. Dia mengajak untuk tidak boleh berhenti di situ saja. Selain harus menjaga kesehatan, kita juga harus berpikir tentang bagaimana harus beradaptasi dengan lingkungan yang ada.

“Jangan jadikan pandemi ini sebagai alasan untuk tidak mencari relasi dan aktif dalam organisasi, kepanitiaan, seminar, dan kursus online. Naikkan value diri anda dengan mencari ilmu tambahan di tengah susahnya mobilitas. Gunakan waktu luang dengan menyibukkan diri untuk hal-hal yang positif agar ketika pandemi selesai kita memiliki pemahaman dan kompetensi yang lebih baik. Jadilah individu yang kompetitif dan memiliki wawasan yang luas dan berguna bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” kata Angga yang saat ini juga merencanakan membangun outlet di kota-kota besar lainnya. (tim humas)

Sumber: Undip.ac.id


Manfaat Minum Jus Sehat bagi Tubuh
Pengolahan jus sehat biasanya menghilangkan sebagian besar materi padat, termasuk biji dan daging buah, baik dari buah atau sayuran. Meski begitu, cairan yang dihasilkan dari pengolahan buah atau sayur ini masih mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan.

Berkat kandungan nutrisinya, ada beberapa manfaat jus sehat yang bisa sobat peroleh, di antaranya:

1. Melancarkan sistem pencernaan
Mengonsumsi jus sehat dipercaya dapat melancarkan sistem pencernaan, karena nutrisi yang terkandung di jus mudah diserap oleh tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi jus secara rutin dapat menyehatkan bakteri baik di dalam usus.

Meski begitu, sobat sebaiknya tetap mengonsumsi buah dan sayuran utuh guna mendapatkan serat yang lebih banyak.

2. Membantu menurunkan berat badan
Jus sehat yang terbuat dari buah dan sayuran sering kali dijadikan sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Namun perlu diingat, jus sehat bukanlah asupan makanan utama karena tidak mengandung kalori yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.

Jus sehat memang menjanjikan penurunan berat badan yang cepat, tetapi ini hanya berlaku untuk jangka pendek. Defisit kalori yang parah dan kekurangan protein hewani justru akan mengganggu metabolisme dan membuat sobat kehilangan massa otot.

Jadi, pastikan sobat mengonsumsi jus sehat dengan makanan bergizi seimbang lainnya, jika ingin menurunkan berat badan secara optimal. Selain itu, konsumsi jus buah yang kaya antosianin juga dapat mengurangi lemak tubuh secara signifikan.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Jus buah dan sayur merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin dan mineral, sehingga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan virus penyebab penyakit. Kombinasi wortel, apel, dan jeruk merupakan salah satu jus sehat yang unggul untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4. Meredakan peradangan
Tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, jus sehat juga dapat meredakan peradangan pada penderita rheumatoid arthritis, penyakit kardiovaskular, dan penyakit radang usus.

Hal ini karena jus buah dan sayur mengandung antioksidan yang tinggi, sehingga mampu membantu tubuh dalam meredakan peradangan. Salah satu buah yang mengandung antioksidan tinggi dan sering dijadikan jus sehat adalah buah delima.

Waktu yang tepat untuk minum jus buah. Hindari meminum jus sesudah makan, minum jus ketika atau sesudah makan dapat mengganggu proses pencernaan. Waktu terbaik minum jus adalah 1-2 jam sebelum makan atau ketika perut kosong.

Bolehkah minum jus saat perut kosong?
Anda tidak disarankan untuk meminum segelas jus buah atau es jeruk saat perut kosong. Jus buah akan memforsir kerja pankreas yang masih beradaptasi dari kondisi saat tidur atau saat perut kosong. Kandungan gula pada makanan dan minuman manis juga akan membebani kerja hati.

Jus yang paling baik untuk kesehatan diantaranya Jus apel, wortel, dan jeruk. Untuk penyuka rasa segar, jus peningkat imun ini bisa kamu konsumsi rutin. Gabungan nutrisi apel, wortel, dan jeruk bagus untuk melindungi kesehatan tubuh dan melawan infeksi. Vitamin C terdapat pada apel dan jeruk, sementara vitamin A ada pada wortel dalam bentuk antioksidan betakaroten.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Silahkan Komen Guys