Cegah Stunting dan Edukasi Pernikahan Dini: Upaya Mahasiswa KKN UNDIP 2023 dalam Membangun Generasi Sehat di Posyandu Integrasi

0
 


Campusnesia.co.idSebuah langkah proaktif dalam upaya melawan stunting dan mencegah pernikahan dini telah diambil oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui program Posyandu Integrasi 5 Siklus. Kegiatan yang berfokus pada penyuluhan, edukasi gizi, dan pencegahan pernikahan dini ini telah dilaksanakan dengan sukses di Desa Petanjungan.

Kegiatan ini melibatkan balita, para remaja, dan ibu-ibu hamil yang ada di Desa Petanjungan. Pada Kamis, 10 Agustus 2023, kegiatan ini berlangsung di rumah Bu Carik Dusun 1 Desa Petanjungan. 

Dalam pos balita dan pos ibu hamil, mahasiswa memberikan sosialisasi dengan penjelasan metode "Isi Piringku," yang merupakan pendekatan simpel namun efektif dalam mengenalkan konsep gizi seimbang. Metode ini melibatkan pembagian makanan 4 sehat 5 sempurna, yaitu karbohidrat, protein, sayur, dan buah-buahan. Dalam upaya untuk memastikan implementasi metode ini, mahasiswa juga mendistribusikan bahan makanan sesuai prinsip "Isi Piringku," termasuk beras sebagai sumber karbohidrat, tempe sebagai sumber protein, wortel dan kacang panjang sebagai sumber sayur, serta pisang sebagai buah.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting di Desa Petanjungan serta mencegah terjadinya pernikahan dini pada remaja-remaja di wilayah tersebut. Dengan memberikan edukasi yang tepat dan menyentuh, mahasiswa KKN UNDIP berharap bahwa para remaja dan keluarga di Desa Petanjungan dapat memahami dampak negatif dari pernikahan dini dan pentingnya memberikan gizi yang seimbang untuk perkembangan anak-anak.

Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan mengenai stunting dan pernikahan dini, serta memberikan bahan makanan 4 sehat 5 sempurna secara praktis. Selain itu, para mahasiswa juga menyediakan leaflet yang berisi informasi lebih lanjut tentang bahaya pernikahan dini dan panduan gizi yang seimbang. Diharapkan bahwa upaya yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNDIP 2023 ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan dan perkembangan masyarakat Desa Petanjungan.

Melalui kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat lokal, langkah-langkah preventif seperti ini memberikan harapan akan masa depan yang lebih baik, bebas dari stunting dan pernikahan dini, bagi generasi yang akan datang.


Oleh: Tim KKN II Universitas Diponegoro Desa Petanjungan
DPL: Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum.
Lokasi: Desa Petanjungan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah,

Mahasiswa KKN Undip Ajak Remaja Desa Petanjungan Kelola Sampah Dengan Prinsip 3R

0
 


Campusnesia.co.idPemalang (14/08/2023) Sampah merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi di lingkungan hidup yang hingga kini masih belum teratasi dengan baik. pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusia di Indonesia untuk mengelola sampah tidak sebanding dengan produksi sampah, sehingga membuat adanya penumpukan sampah. Berbagai macam gangguan lingkungan akan dapat timbul akibat dari terus meningkatnya penumpukan sampah tersebut. 

Kondisi saat ini untuk Masyarakat Desa Petanjungan belum menyadari seberapa pentingnya mengelola sampah. Konsep pengelolaan sampah dengan prinsip 3R untuk saat ini sangat relevan di terapkan bagi masyrakat desa petanjungan. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi ke semua lapisan Masyarakat termasuk edukasi kepada remaja Desa Petanjungan. 


Edukasi Pengelolaan sampah dengan prinsip 3R dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2023, bertempat di Balai desa dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode Edukasi dilakukan dengan pemaparan materi melalui powerpoint, pemberian games tentang pemilihan sampah dan melakukan tanya jawab agar remaja Desa petanjungan interaktif.  

Dengan adanya program ini, diharapkan Masyarakat desa petanjungan bertambah pengetahuan dan pemahamannya tentang memilah ataupun memanfaatkan sampah tersebut serta diaplikasikan pada kehidupan di lingkungan desa sehingga mengurangi penumpukan sampah


Penulis: Putra Yonatan Halomoan Sinaga (Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik)
DPL: Fajrul Falah, S.Hum., M.HUM
Lokasi KKN: Desa Petanjungan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 
KKN TIM 2 2022/2023 Universitas Diponegoro

Mahasiswa KKN Undip Bantu Edukasi Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Keselamatan Kerja Bagi Para Pekerja Pengelasan

0
 


Campusnesia.co.id - Pemalang (14/08/2023) Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 adalah segala kegiatan menjamin dan melindungi  keselamatan  dan  kesehatan  tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. 

Pengelasan merupakan pekerjaan menyambungkan logam dengan tenaga listrik. Pekerjaan pengelasan merupakaan pekerjaan yang memiliki risiko yang tinggi karena selama prose pengelasan akan timbul radiasi dari sinar ultraviolet yang mengakibatkan kelelahan pada mata, penglihatan kabur, katarak dan mata terasa sakit. Dikarenakan risiko tersebut menyulut perhatian mahasiswa KKN Undip untuk mengobservasi pelaksanaan K3 dalam pengelasan di desa petanjungan.

Setelah mahasiswa undip melakukan observasi dan wawancara kepada setiap bengkel di desa petanjungan ternyata alasan utama mereka tidak menggunakan alat keselamatan kerja adalah karena tidak terbiasa. Mereka merasa, Alat keselamatan tidak nyaman dalam melakukan pekerjaan padahal Pemilik Usaha bengkel tersebut sudah menyediakan alat keselamatan tersebut. 

Selesai melakukan sesi wawancara tersebut mahasiswa Undip langsung memiliki Solusi untuk mengedukasi para pekerja pengelasan tentang pentingnya k3 dalan pekerjaan tersebut. Edukasi dan Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 juli 2023. Selain melakukan edukasi dan sosialisasi, mahasiswa undip juga memberikan beberapa alat k3 pengelasan seperti: helm las dan sarung tangan kepada pekerja pengelasan guna menghindari kecelakaan kerja ataupun mengurangi cidera.


Penulis: Putra Yonatan Halomoan Sinaga (Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik)
DPL: Fajrul Falah, S.Hum., M.HUM
Lokasi KKN: Desa Petanjungan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 
KKN TIM 2 2022/2023 Universitas Diponegoro 


Optimalisasi Kesehatan Ternak Bebek Melalui Program Sosialisasi Multivitamin oleh Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip

0
 



Campusnesia.co.id - Desa Petanjungan (14/08/2023)- Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian, Program Studi Peternakan, Universitas Diponegoro,  telah meluncurkan program kerja monodisiplin yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemberian multivitamin pada ternak bebek. Dalam sebuah upaya untuk memberikan informasi yang bermanfaat dan praktis bagi warga desa, Warih Ana Kurniasih, mahasiswa Program Studi Peternakan Undip, memimpin program sosialisasi pemberian multivitamin pada ternak bebek. 

Desa Petanjungan, yang dikenal dengan tradisi peternakan bebek yang khas, menjadi fokus program ini mengingat masih banyak warga yang belum sepenuhnya memahami dan mengamalkan praktik pemberian multivitamin yang tepat.
Program ini diinisiasi setelah dilakukan survei awal yang mengungkapkan kurangnya kesadaran tentang pentingnya pemberian multivitamin pada ternak bebek. Banyak peternak bebek di desa ini belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai manfaat multivitamin dan cara penggunaannya. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas ternak.

Program ini dilaksanakan secara door to door dengan menjelaskan tentang peran penting multivitamin dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan ternak bebek. Dijelaskan pula contoh kasus nyata di mana pemberian multivitamin dapat memberikan dampak positif pada produktivitas ternak.

Salah satu momen puncak dalam program ini adalah pemberian produk multivitamin dengan merk "Supervit". Langkah ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada para peternak tentang cara yang tepat dalam memberikan multivitamin kepada ternak bebek mereka. Semua tindakan dilakukan dengan mematuhi pedoman kesehatan hewan dan pertanian yang berlaku.

Warih Ana Kurniasih menjelaskan, "Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemberian multivitamin pada ternak bebek. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kami berharap para peternak dapat memastikan kesehatan dan produktivitas ternak mereka, serta meningkatkan kualitas produk peternakan."

Kepala Desa Petanjungan Bapak Abdul Rohman, turut memberikan dukungan penuh terhadap program ini. "Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa Undip dalam memberikan penyuluhan yang berharga kepada warga desa kami. Ini adalah langkah positif untuk memajukan sektor peternakan di desa kita."

Program ini berhasil mencapai tujuan awalnya, yakni memberikan pemahaman dan penyuluhan yang lebih baik kepada warga desa tentang pentingnya pemberian multivitamin pada ternak bebek. Dengan harapan program ini akan membawa dampak jangka panjang yang positif pada kesehatan dan produktivitas ternak bebek di Desa Petanjungan.


Oleh: Warih Ana Kurniasih

Kreatif! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Mengadakan Penyuluhan Pembuatan Kemasan Telur Bebek yang dapat Menambah Nilai Jual

0
 


Campusnesia.co.idPemalang (14/08/2023) – Desa Petanjungan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Secara geografis desa ini terletak di wilayah pesisir yang merupakan daerah dataran rendah dengan temperatur udara rata-rata yang cukup tinggi. Desa Petanjungan terbagi ke dalam 3 dusun, 3 RW, dan 48 RT (AdminDesa, 2018), dengan total jumlah penduduk 6618 orang. 

Pada umumnya penduduk Desa Petanjungan bekerja di sektor pertanian terutama pertanian tanaman pangan dan hortikulturan dengan komoditas utama padi sawah, jagung. Selain bertani, untuk menambah penghasilan masyarakat juga memelihara ternak seperti seperti sapi, kambing, domba, bebek, dan ayam buras. Sebagian besar komoditas peternakan di Desa Petanjungan didominasi oleh ayam buras dan bebek. Bebek yang dipelihara maasyarakat Desa Petanjungan kebanyakan menghasilkan telur dibandingkan daging.

Telur bebek adalah salah satu bahan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi dan digemari oleh banyak orang. Permintaan akan telur bebek terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan yang dihadirkannya. Namun, untuk memastikan telur bebek mencapai konsumen dalam kondisi baik dan tetap segar, packaging yang efektif sangatlah penting. Inovasi terbaru dalam packaging telur bebek bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan produk

Penyuluhan ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Petanjungan  melalui pelatihan pembuatan kemasan telur bebek yang dapat meningkatkan nilai jual. Penyuluhan pembuatan kemasan telur bebek ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Juli 2023. Sasaran dari program ini adalah para peternak bebek Desa Petanjungan. Pada pelaksanaan program tersebut, dilakukan kegiatan seperti cara pembuatan kemasan telur dengan teknologi seperti anti-guncangan dan pemberian label, cara pengemasan produk, dan sistem penjualan serta promosi produk.

Program ini mendapatkan dukungan dan sambutan yang baik dari stakeholder setempat serta khususnya para peternak bebek Desa Petanjungan. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta saat mengikuti penyuluhan, serta sesi tanya jawab saat edukasi. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan produk, serta memberikan informasi yang lebih baik kepada konsumen.

Teknologi seperti anti-guncangan, barier antimikroba, dan label adalah beberapa contoh inovasi yang telah diperkenalkan untuk mengatasi tantangan dalam distribusi dan penyimpanan telur bebek. Dengan adanya upaya terus-menerus dalam pengembangan packaging, diharapkan telur bebek dapat tetap segar dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.



Editor: Warih Ana Kurniasih
Dosen Pembimbing Lapangan: Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum
Lokasi KKN: Desa Petanjungan, Kecamatan Petarukan

Tingkatkan Ketertarikan Terhadap Sejarah, TIM II KKN UNDIP Lakukan Sosialisasi Pengenalan Tokoh-tokoh yang Terlibat dalam Proklamasi Di SD Negeri Kertasari 04

0
 



Campusnesia.co.id - Tegal - Sabtu, 29 Juli 2023. Sejarah memiliki aspek penting dalam kehidupan di masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang. Sama halnya, seperti Bangsa Indonesia, adanya kemerdekaan saat ini tidak terlepas dari Sejarah di masa lampau.

Bangsa Indonesia menjadi sebuah negara yang sengara dan menderita karena adanya penjajah. Adanya perjuangan para tokoh pahlawan membuat Bangsa Indonesia mampu terlepas dari penjajah. Akan tetapi, banyak generasi Bangsa Indonesia saat ini yang kurang peduli terhadap sejarah bangsanya. 

Setelah penerjunan ke lapangan, tepatnya di Desa Kertasari, TIM II KKN UNDIP melakukan diskusi dengan Perangkat Desa Kertasari (06/07/2023) untuk membahas permasalahan yang ada di desa tersebut. Menurut Pak Agus (41 tahun) yang merupakan wakil kepala Desa Kertasari menyebutkan bahwa memang di Desa Kertasari sendiri ketertarikan terhadap sejarah cenderung rendah.

Sosialisasi diharapkan menjadi sebuah jawaban dari permasalahan yang ada tersebut. Untuk meningkatkan wawasan dan ketertarikan terhadap sejarah Bangsa Indonesia, Niken Khusuma Wardhani yang merupakan salah satu mahasiswa KKN Tim II Undip di Desa Kertasari melakukan kegiatan sosialisasi “Pengenalan Tokoh dan Perannya dalam Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan” di SD Negeri Kertasari 04 pada hari Sabtu, 29 Juli 2023. kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam (09.00-10.00 WIB) tersebut berlangsung lancar.

Setelah diawali perkenalan dengan peserta didik, yang selanjutnya dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah penayangan video Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Penayangan video disambut antusias para peserta didik, ditambah dengan pembagian poster para tokoh proklamasi membuat peserta didik tertarik untuk memadukan para tokoh yang ada di poster dengan perannya yang ada ditayangan video.  Setelah penayangan video, Niken melakukan storytelling kembali peristiwa detik proklamasi dan melakukan sesi tanya jawab di sela-sela dirinya bercerita. 

Kegiatan tersebut berjalan dengan baik, banyak peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan dari Niken. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan figura yang berisi poster para tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi oleh Tim II KKN Undip kepada pihak sekolah. Nyatanya, dengan adanya sosialisasi ini dapat membantu meningkatkan ingatan peserta didik terhadap salah satu peristiwa sejarah yaitu peristiwa detik proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dengan adanya sosialisasi yang diberikan ini diharapkan dapat menambah keingintahuan dan ketertarikan peseta didik sebagai generasi Bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan pengetahuan dan wawasannya terhadap sejarah.



Penulis: Niken Khusuma Wardhani
Dosen Pembimbing Lapangan: Slamet Suharto., S.Pi., M.Si
Lokasi: Desa Kertasari, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal
TIM II KKN UNDIP 2022/2023

Mahasiswa KKN Ajarkan Perang? "Tabukan Terbalik: Remaja Desa Sumbarang Memimpin Perang Melawan Narkoba, Rokok, Dan Pergaulan Bebas"

0
 


Campusnesia.co.idDesa Sumbarang (19/07/2023)-apa yang diajarkan mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2023 untuk memerangi dunia yang sedang marak dengan masalah remaja?. Dalam menghadapi tantangan serius terkait penyalahgunaan narkoba, merokok aktif, dan pergaulan bebas di kalangan remaja, sebuah program inovatif telah diinisiasi di Desa Sumbarang. 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang risiko yang dihadapi oleh mereka serta memperkuat tanggung jawab pribadi dalam menjaga kesehatan dan masa depan mereka. Diberi nama "Muda, Bebas, Bertanggung Jawab," program ini juga bertujuan untuk membangun generasi muda yang berkualitas, berkomitmen pada kesehatan, dan mampu menghindari perilaku berisiko.

Menurut data dari Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Petrus Reinhard Golose, jumlah penduduk di rentang usia 15-64 tahun yang pernah menggunakan narkoba mencapai 4,8 juta selama tahun 2022-2023. Selain itu, angka perokok aktif di kalangan remaja mencapai 69% di Indonesia, dengan 89 juta anak terpapar asap rokok yang mengancam kesehatan mereka. Tidak hanya itu, pergaulan bebas juga semakin mengemuka, khususnya di kota-kota besar.
Selain itu program ini juga dapat digunakan untuk memitigasi potensi bahaya dari narkoba, rokok, dan pergaulan bebas di kalangan remaja Desa Sumbarang. 

Dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) ketiga, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera, program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mendalam dan fokus kepada remaja tentang dampak negatif penggunaan narkoba, merokok, dan perilaku pergaulan bebas.

Program ini akan dilakukan melalui wadah posyandu remaja yang merupakan ruang yang cocok untuk menyebarkan informasi tersebut. Materi akan disajikan dalam bentuk brosur yang informatif dan mudah dipahami oleh remaja. Selain itu, untuk mempertahankan minat dan partisipasi remaja, program ini akan memanfaatkan metode pembelajaran interaktif seperti permainan kuis pengetahuan tentang narkoba, rokok, dan pergaulan bebas.

Program ini ditujukan kepada remaja berusia 12-24 tahun yang berdomisili di Desa Sumbarang. Dengan berfokus pada kelompok usia ini, program ini berupaya mencapai remaja di fase penting perkembangan mereka dan memberikan informasi serta alat yang diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan masa depan mereka.

Program "Muda, Bebas, Bertanggung Jawab" menandai langkah penting dalam mengatasi tantangan kesehatan dan perilaku yang dihadapi oleh remaja di Desa Sumbarang. Melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan informatif, program ini diharapkan dapat membantu menciptakan generasi muda yang sadar akan risiko yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan bertanggung jawab demi kesehatan dan masa depan yang lebih baik.

Pisang Bisa Berevolusi? "Revolusi Donat Pisang: UMKM Merambah Pasar Baru Melalui Digital Marketing Di Facebook Dan Whatsapp"

0
 


Campusnesia.co.idDesa Sumbarang(30/07/2023)-pisang bisa berubah jadi apa selain jadi buah?. Desa Sumbarang telah mengukuhkan diri sebagai pusat produksi pisang yang melimpah. Namun, kesempatan untuk memaksimalkan pemasaran produk kebun ini belum sepenuhnya dieksplorasi. 

Menangkap semangat zaman, Desa Sumbarang mengambil langkah berani dengan merintis UMKM Donat Pisang berbasis digital marketing melalui media sosial Facebook dan WhatsApp. Program inovatif ini diprakarsai dengan tujuan untuk mengangkat ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat melalui pemasaran yang lebih luas dan modern.

Pisang, sebagai salah satu hasil kebun utama di Desa Sumbarang, biasanya hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar. Namun, dalam era digital, cara pemasaran bisa lebih kreatif dan beragam, salah satunya dengan membentuk UMKM yang menghasilkan produk olahan pisang yang unik dan menarik. Dengan memanfaatkan potensi pisang sebagai bahan dasar, program ini bertujuan untuk menciptakan produk baru yang memiliki daya tarik tersendiri serta memperluas pasar pemasaran.

Program "Perintisan UMKM Donat Pisang Berbasis Digital Marketing Via Media Sosial Facebook dan WhatsApp" bertujuan untuk merintis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sumbarang dengan fokus pada produksi donat pisang. Diharapkan, dengan memadukan inovasi dalam produk dan metode pemasaran, program ini akan mampu mendongkrak ekonomi desa secara signifikan.

Dalam program ini, langkah-langkah pelaksanaan yang terstruktur akan memandu pembentukan UMKM Donat Pisang. Dari pembuatan donat, desain kemasan, hingga branding merek, semuanya akan ditangani secara cermat. Namun, yang menjadi daya tarik utama adalah metode pemasaran berbasis digital, dengan memanfaatkan WhatsApp dan Facebook sebagai media utama. Ini dianggap sebagai pendekatan yang paling efektif karena keduanya telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat.

Program ini ditujukan kepada para Ibu-Ibu PKK yang aktif dan memiliki minat untuk belajar merintis UMKM. Dengan fokus pada kelompok ini, program ini bertujuan untuk memberdayakan kaum perempuan dalam aspek ekonomi dan kewirausahaan.

“ ternyata pisang bisa dibikin donat ya, rasanya enak dan saya baru kali ini doyan makan donat” testimoni salah satu warga yang telah mencoba hasil produk kami.

Melalui perpaduan antara kreasi produk dan pemasaran digital, program "Perintisan UMKM Donat Pisang Berbasis Digital Marketing Via Media Sosial Facebook dan WhatsApp" menciptakan peluang baru bagi masyarakat Desa Sumbarang untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka.

“setelah kegiatan tersebut saya dapat membuat donat pisang sendiri, dan saya jual di warung” warga yang sudah mencoba memasarkan dan memulai UMKM donat pisang.

Dengan inovasi yang cerdas dan pendekatan yang tepat, program ini berpotensi mengubah wajah perekonomian lokal dan mengilhami komunitas yang lebih kuat dan sejahtera.

Stunting Masih Menjadi Masalah: Sosialisasi Bahaya Stunting Tim KKN Desa Lembasari, Kec, Jatinegara, Kab. Tegal

0

 Tim KKN Desa Lembasari sedang mengadakan sosialisasi 
bahaya Stunting dan pencegahanya (10/8)


Campusnesia.co.idLembasari - Dalam kemajuan suatu peradaban, letak kualitas kehiduap dari sumber daya manusia yang menghuni peradaban itu adalah sebagi titik sentral. Artinya, dalam kualitas sumber daya manusia yang tinggi terdapat pembangunan yang maju pula. Dari sudut pandang berpikir ini, jelas, bahwa segala arah kepada pembangunan sumber daya manusia sejatinya berbanding lurus dengan pembangunan dari lingkungan sekitar. 

Maka segala sesuatu yang mengarah pada pelehaman sumber daya manusia perlu dihindarkan. Terutama masalah kesehatan. Di desa Lembasari, sayangnya, masih terdapat beberapa individu yang terkena diagnosa stunting. Per-tahun lalu, beradasarkan wawancara bersama bidan desa, ditemukan bahwa masih terdapat hingga 28 anak yang didiagnosa terkena stunting. 

Dari 28 anak itu, terdapat sekitar 15 anak yang tergolong stunting parah. Tingkat ini memang termasuk rendah dalam rasio, tetapi jumlah 28 anak termasuk angka yang tinggi dalam suatu daerah. Hal ini tentu perlu dihilangkan. Sebab, selain pertumbuhan fisik, stunting mengancam seorang individu tidak dapat memenuhi potensi pertumbuhan intelegensia dan mental yang sempurna juga. Posyandu Lembasari selama ini sudah coba menghilangkan ancaman stunting dengan pembagian makanan tambahan. Langkah ini dinilai tepat sebab sumber utama stunting adalah kurangnya gizi. Penambahan gizi diharapkan dapat mengurangi angka diagnosa stunting.

Selain eradikasi, langkah penting yang perlu ditekankan adalah pencegahan.
Tim KKN desa Lembasari, pada Kamis 10 Agustus 2023 mengadakan sosialisasi mengenai bahaya Stunting kepada peserta posyandu beserta kader posyandu Desa Lemhasari. Tim KKN mencoba untuk mencerdaskan warga, khususnya ibu-ibu, yang memiliki anak balita, juga yang akan hendak melahrikan untuk memahai bahaya juga potensi serta sebab dari stunting. Harapanya, lewat sosialisasi ini, kesadaran ibu-ibu dari desa Lmebasari dapat meningkat dan dengan itu mengurangi bahkan menghilangkan potensi stunting.

Sosialisasi ini sekaligus merupakan program kerja dari Tim KKN Universitas Diponegoro di Desa Lembasari. Sosialisasi diawali dengan perkenalan Mahasiswa KKN UNDIP yang dilanjutkan pemaparan materi melalui PPT mengenai bahaya stunting serta bagaimana cara mencegahnya. Sebelum sosialisasi, terlebih dahulu diadakan pelayanan posyandu masal di desa Lembasari. Saat diwawancara, alasan tim KKN mengadakan sosialisasi bersamaan dengan posyandu adalah karena momen yang tepat dimana warga yang hadir posyandu juga sedang mengakses layanan kesehatan bagi balitanya, sehingga dirasa tepat.

Program kerja sosalisasi bahaya stunting ini mendapatkan respon yang positif dari Ibu-ibu kader posyandu juga dari warga yang menjadi sasaran peserta dalam program kerja ini.


Penulis: Tim KKN Desa Lembasari

 
 

Minyak Jelantah Berbahaya, Solusi Cerdas Diperlukan: Edukasi Pembuatan Lilin Arometerapi dari KKN Desa Lembasari, Jatinegara, Kab. Tegal

0
 Mahasiswa KKN sedang memeragakan 
cara pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah


Campusnesia.co.idLembasari- Bagaimana tanggapan pembaca, bila ditemukan bahwa dari hari ke hari makanan di meja makan pembaca jusru adalah penyebab utama penyakit?
Begitulah kenyataan yang ditemukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro di desa Lembasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Maraknya penggunaan minyak jelantah menjadi permasalahan yang mengakar, tetapi sayangnya kurang diperhatikan. 

Padahal minyak Jelantah menjadi permasalahan yang mengakar dan besar. Minyak jelantah diketahui mengandung senyawa karsiogenik yang dalam pemakaian berkelanjutnaya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan. Minyak jelantah yang berasal dari penggorengan yang berulangkali menyebabkan adanya senyawa peroksida yang dapat menimbulkan kanker. 

Kurangnya edukasi mengenai penggunaan minyak jelantah yang menyebabkan penyakit menjadi salah satu alasan warga Desa Lembasari masih menggunakan minyak bekas penggorengan yang digunakan terus menerus. Pengelohan limbah yang kurang terlaksana di Desa Lembasari, baik pengolahan organik maupun non organik menyebabkan limbah minyak tidak diperhatikan dalam penanggulangannya.

Berangkat dari hal itu Mahasiswa KKN UNDIP (Lembasari, Jatinegara, Tegal) melaksanakan program Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah dengan mensosialisasikan bahaya kanker karena penggunaan minyak jelantah dan solusi dalam pengolahan limbah minyak, serta praktik pembuatan lilin yang dilakukan di Balai Desa Lembasari. 

Tujuan dari program tersebut adalah untuk menyadarkan warga desa agar tidak memakai minyak jelantah dalam proses memasak karena bahaya untuk kesehatan serta solusi dari penanggulangan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis sebagai ladang usaha baru bagi warga Desa Lembasari. Program tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2023, dimulai pada pukul 15.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Pelaksanaan program kerja tersebut bertempat di Balai Desa Lembasari dengan Ibu-ibu PKK menjadi sasaran dalam program ini.

Program kerja Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah diawali dengan perkenalan Mahasiswa KKN UNDIP yang dilanjutkan pemaparan materi melalui PPT mengenai bahaya penggunaan minyak bekas yang digunakan terus menerus. Setelah itu, Mahasiswa dengan 2 orang perwakilan dari Ibu-ibu PKK mempraktikan pembuatan lilin aromaterapi dengan bahan minyak jelantah. Pelaksanaan praktik tersebut berguna agar materi dapat lebih dipahami. Kegiatan ini diakhiri dengan melangsungkan sesi tanya jawab.

Program kerja Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah ini mendapatkan respon yang positif dari Ibu-ibu PKK yang menjadi sasaran peserta dalam program kerja ini. 
Setelah dilakukannya kegiatan tersebut. Warga Desa Lembasari berharap semakin banyak warga yang sadar akan bahaya penggunaan minyak jelantah. Selain itu, pembuatan lilin aromaterapi diharapkan dapat membuka ladang usaha bagi warga Desa Lembasari.



Penulis: Tim KKN Desa Lembasari