Mengukir Kemajuan Peternakan: Aplikasi Kalkulator Pendugaan Bobot Ternak Mahasiswa KKN Undip di Desa Troketon

0
 


Campusnesia.co.idTroketon, Klaten (12/08/2023) - Dalam upaya mendukung pengembangan sektor peternakan di Desa Troketon, Liem, Roy Marcelino, salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam KKN Tim II Undip 2022/2023 Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, yang dibimbing oleh Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto, S.T., M. Eng., IPU., Dina Lestari Purbawati, S.E., M.Si., Akt., dan Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc., mengembangkan aplikasi kalkulator khusus peternak yang dapat membantu mengestimasi bobot ternak sapi dan kambing tanpa timbangan ternak. 

Aplikasi ini dibuat karena peternak Desa Troketon belum memiliki timbangan ternak sendiri, sehingga peternak mengalami kesulitan dalam melakukan estimasi bobot ternak guna menentukan harga jual serta memantau perkembangan bobot ternak dengan akurat.

Kalkulator pendugaan bobot ternak ini merupakan sebuah aplikasi Android yang telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan peternak di Desa Troketon. Aplikasi ini berisikan kalkulator bobot ternak dengan berbagai macam rumus seperti Schoorl, Winter, dan Denmark untuk sapi, serta Scheiffer-Lambourne dan Ardodarmoko untuk kambing. 

Salah satu fitur unggulan dalam kalkulator ini adalah kemampuannya untuk menyediakan data harga harian dari website pemerintah: simponiternak.go.id. Data harga ternak yang terintegrasi dalam aplikasi memungkinkan peternak untuk melakukan perhitungan bobot ternak dengan memperhitungkan juga nilai ekonomisnya.
  
Setelah aplikasi kalkulator dikembangkan, pada tanggal 30 Juli 2023, mahasiswa KKN menjalankan pelatihan cara mengunduh dan menggunakan aplikasi kalkulator tersebut. Mahasiswa KKN menjalankan pelatihan dengan berkeliling ke lokasi peternakan secara langsung yang tersebar di lingkungan sekitar desa. 

Pelatihan dimulai dengan sesi pelatihan pendugaan bobot ternak secara manual oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan dengan memberikan panduan tentang teknik pengukuran lingkar dada dan panjang badan sapi serta kambing yang benar kepada para peternak. Hasil pengukuran lingkar dada dan panjang badan ternak dimasukkan ke dalam kalkulator untuk menghasilkan bobot dari ternak tersebut beserta estimasi harga ternak di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Klaten saat ini.
 
Dengan pengembangan aplikasi kalkulator pendugaan bobot ternak ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan kontribusi berarti dalam mendukung sektor peternakan di Desa Troketon. Melalui pelatihan dan penggunaan aplikasi ini, para peternak dapat lebih mudah dan akurat dalam mengestimasi bobot ternak mereka, yang pada akhirnya berdampak positif pada pengembangan usaha peternakan serta peningkatan ekonomi di wilayah tersebut. 

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan yang dihadapi oleh peternak lokal, dan diharapkan dapat membawa manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Aplikasi kalkulator pendugaan bobot ternak dapat diunduh melalui link berikut: bit.ly/KalkulatorTernak-KKN_Undip

Merangkul Kehidupan Hijau: Mahasiswa KKN Undip Galang Ibu-Ibu PKK Desa Kaligawe Dalam Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

0
 
Ibu-Ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Dukuh Lemahireng Desa Kaligawe berkumpul untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang cara yang benar dalam memilah dan mengolah limbah rumah tangga.


Campusnesia.co.idPada hari Sabtu, 5 Agustus 2023, Silvia Helvi Hera yang merupakan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata melakukan program Edukasi terkait Household Waste Management atau Pengelolaan Sampah Rumah Tangga kepada warga desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab guna menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan antusiasme tinggi, Ibu-Ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Dukuh Lemahireng Desa Kaligawe berkumpul untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang cara yang benar dalam memilah dan mengolah limbah rumah tangga.

Latar belakang dari terbentuknya program kerja ini adalah hampir tidak ditemukannya tempat pembuangan sampah yang dimiliki oleh Desa Kaligawe terutama di dukuh Lemahireng. Banyak sampah masih dibuang atau dibakar secara mandiri oleh masing-masing rumah tangga. 

Oleh karena itu, pencemaran lingkungan menjadi salah satu permasalahan yang menjadi fokus utama dalam melaksanakan program Edukasi terkait Household Waste Management atau Pengelolaan Sampah Rumah Tangga sampah yang bersumber dari sampah akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah agar pengolahan dapat dimanfaatkan menjadi barang yang lebih bermanfaat.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari sekretaris Ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) dan koordinator desa kaligawe Dari jenis-jenis sampah hingga tips praktis dalam mengelola sampah sehari-hari, semua disampaikan melalui leaflet informatif. 

Ia memastikan bahwa setiap peserta memahami pentingnya peran individu dalam menjaga kebersihan lingkungan dan cara-cara konkret untuk melakukannya. Berbagai strategi praktis untuk mengurangi, memilah, dan mendaur ulang sampah agar rumah tangga dan lingkungan sekitarnya tetap bersih dan sehat.

Foto Bersama Ibu-Ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Dukuh Lemahireng Desa Kaligawe usai Penyampaian Materi dan Diskusi Bersama

Berbagai materi sosialisasi disampaikan mahasiswa yang secara rinci menjelaskan tentang pengertian sampah, jenis-jenis sampah, perbedaan antara sampah organik dan anorganik, cara memilahnya dengan benar, dan manfaat dari daur ulang. Penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk mengelola sampah juga dijelaskan sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.

Selama acara, Acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para Ibu-Ibu PKK untuk berpartisipasi secara aktif. Sesi tanya jawab diadakan setelah penyampaian materi, di mana para peserta dengan antusias bertanya tentang berbagai aspek pengelolaan sampah. Diskusi berlangsung dengan semarak, menciptakan suasana kolaboratif yang memungkinkan pertukaran gagasan dan solusi.

Salah satu momen puncak acara adalah pengenalan penggunaan goodiebag sebagai alternatif tas belanja ramah lingkungan. Mahasiswa tersebut juga memaparkan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memberikan contoh bagaimana goodiebag dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ibu-Ibu PKK merespons dengan antusiasme, menunjukkan komitmen mereka terhadap perubahan positif dalam pengelolaan sampah.

Siap Menjadi Penyelamat Untuk Lingkungan Laut, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Kampanyekan Gerakan Pengurangan Sampah Plastik Sekali Pakai Kepada Siswa SD N 01 Talun

0
 


Campusnesia.co.idPekalongan, 25 Juli 2023 - Sebagai upaya untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai, seorang mahasiswa dari Program Studi Oseanografi melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan program kerja berjudul "Edukasi Gerakan Pengurangan Sampah Plastik Sekali Pakai untuk Menjaga Lingkungan Laut". 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa kelas 5 SDN 01 Talun tentang dampak negatif dari penggunaan plastik sekali pakai terhadap ekosistem laut.
Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 01 Talun, Desa Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan pada Selasa, 25 Juli 2023. 

Mahasiswa tersebut memulai kegiatan dengan memberikan paparan tentang bahaya sampah plastik sekali pakai bagi laut dan lingkungan. Dalam paparannya, ia menggunakan berbagai data, gambar, dan video animasi yang memperlihatkan dampak buruk plastik terhadap biota laut dan ekosistemnya. Melalui presentasi yang menarik, siswa-siswa diajak untuk memahami mengapa penting untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mahasiswa ini juga mengadakan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana siswa-siswa dapat bertanya langsung tentang topik yang disampaikan. Tujuan dari sesi ini adalah untuk memastikan siswa benar-benar memahami informasi yang telah diberikan dan mendorong mereka untuk berpikir kritis tentang dampak kecil yang dapat mereka lakukan untuk membantu menjaga lingkungan laut.

Setelah sesi pemaparan selesai para siswa SDN 01 Talun Bersama-sama memasang poster didalam lingkungan sekolah. Poster tersebut berisi seruan aksi untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. Pada akhir kegiatan mahasiswa memberikan hadiah berupa botol minum tumbler kepada seluruh siswa tersebut. Tujuan pemberian botol minum tersebut adalah agar mengajarkan para siswa untuk melakukan aksi nyata Gerakan pengurangan sampah plastik sekali pakai.

Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan laut melalui pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Para siswa juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara mereka dapat berkontribusi secara aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan edukasi ini memberikan bukti bahwa melalui pendekatan komunikasi yang tepat, masyarakat dapat lebih sadar dan berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam hal mengurangi sampah plastik sekali pakai yang merusak lingkungan laut.

Sedih Melihat Anak Sekolah Tidak Tahu Presiden Ke-7 Indonesia, Mahasiswa KKN Undip Gelar Lomba Rangking 1 Untuk Siswa SD!

0

(siswa peserta rangking 1 yang masuk dalam 3 besar dalam acara rangking 1)


Campusnesia.co.id[Mokaha,03/08/2023] - Dalam upaya mengatasi kurangnya wawasan pengetahuan umum di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD), mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro mengambil langkah proaktif dengan menggelar Lomba Rangking 1. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong minat belajar dan membangun pemahaman yang lebih baik tentang pengetahuan umum di tengah generasi muda.

Lomba bertajuk "Rangking 1: Menantang Pengetahuan Umum Kamu" diadakan di balai desa mokaha pada tanggal 03 Agustus 2023. Peserta lomba ini berasal dari siswa kelas 5 dan 6 SD 1 Mokaha dan SD 2 Mokaha dengan semangat yang luar biasa. Tujuan utama dari lomba ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan lintas disiplin dan memperluas cakrawala mereka.

Pak Ahmad selaku kepala Desa Mokaha turut mengapresiasi acara ini. "Jadikan perlombaan rangking 1 ini sebagai acuan bagi kalian untuk menambah wawasan tentang pengetahuan umum, supaya menjadi anak yang pintar dan berwawasan luas." Ujar pak Ahmad kepada para siswa dalam sesi sambutan kepala desa.
 
(foto perlombaan dan foto juara lomba rangking 1)

Peserta lomba diuji dalam dua babak yaitu babak penyisihan dengan dengan sistem soal benar atau salah dan babak final dengan system soal pilihan ganda. Namun, sangat di sayangkan pada soal pertama babak penyisihan sudah terdapat beberapa siswa yang gugur dengan pertanyaan “Presiden ke-7 Indonesia ialah Bapak Jokowi”, peserta yang gugur tersebut nampak menjawab dengan jawaban “salah”. 

Setelah selesai babak penyisihan dan babak final, maka didapatkan 3 besar yang akan menjadi juara satu, dua dan tiga. Hasil akhirnya didapatkan Farhan dari SD 1 Mokaha keluar sebagai juara satu dalam perlombaan rangking 1 tersebut dan juara dua dan tiga diraih oleh siswa dari SD 2 Mokaha. 

Dengan Lomba Rangking 1 ini, mahasiswa KKN Undip telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan wawasan pengetahuan umum di kalangan siswa SD. Melalui semangat kolaborasi dan dedikasi untuk pendidikan, mereka berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus belajar, berpikir kritis, dan mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia di sekitar mereka.



Penulis: Muhamad Rizki Apriana

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Anang Wahyu Sejati, S.T., M.T

Jagung si Pahlawan Stunting! Inovasi MPASi dari Potensi Jagung Lokal Karya Mahasiswa KKN Undip

0

 (Mahasiswa Tim II KKN Undip bersama ibu-ibu 
dalam kegiatan sosialisasi stunting)


Campusnesia.co.id[Mokaha, 22/07/2023] - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tim II dari Universitas Diponegoro telah menciptakan inovasi yang menarik dalam upaya melawan masalah stunting di wilayah desa mokaha, Kabupaten Tegal. Melalui karya kolaboratif yang menggabungkan potensi jagung lokal dengan kebutuhan gizi anak-anak, mereka berhasil menciptakan Makanan Pendamping ASI (MPASi) yang lezat dan bergizi tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, stunting telah menjadi perhatian serius di Indonesia khususnya di Kabupaten Tegal, dengan prevalensi yang masih tinggi terutama di daerah pedesaan. Stunting dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, serta dapat mempengaruhi kualitas hidup dan masa depan mereka. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting itu penting.

Inovasi yang dihasilkan oleh tim KKN Undip ini berfokus pada pengembangan makanan pendamping ASI yang berbasis jagung, komoditas lokal yang melimpah di daerah desa mokaha. Dalam proses pengembangannya, tim KKN undip mencari jagung yang berkualitas, jagung diolah menjadi MPASi yang mengandung nutrisi penting seperti protein, serat, dan vitamin.

"Kami ingin memanfaatkan potensi jagung lokal sebagai bahan utama dalam MPASi ini. Jagung kaya akan nutrisi dan dapat diolah menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi bagi anak-anak khusunya balita," ungkap Rizki, salah satu anggota tim KKN.

Inovasi ini disosialiasikan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dalam acara posyandu di daerah Duku Wadas Malang, Desa Mokaha pada tanggal 22 Juli 2023 di salah satu rumah warga. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh banyak ibu-ibu hamil dan ibu-ibu yang memiliki balita, mereka nampak antusias dan tertarik dengan inovasi yang dibuat oleh mahasiswa KKN Undip. 

Dalam acara sosialisasi tersebut, dijelaskan mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, salah satunya dengan pemberian nutrisi yang cukup bagi si buah hati. Selain itu, para ibu-ibu peserta sosialisasi juga diberi tahu resep pembuatan MPASi melalui media video tutorial dan diakhir kegiatan sosialisasi, para mahasiswa KKN undip juga membagikan MPASi gratis bagi para peseta sosialisasi. 

(Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting 
dengan pemberian MPASi oleh mahasiswa KKN Undip)
 

Keberhasilan inovasi MPASi jagung ini diharapkan bahwa inovasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah stunting dan memanfaatkan potensi bahan pangan lokal. Mahasiswa KKN Undip telah membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi, petani, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi nyata yang bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak Indonesia.

Dengan langkah-langkah inovatif seperti ini, kita dapat bergerak menuju generasi yang lebih sehat dan berkembang, serta mengubah potensi lokal menjadi solusi nyata dalam permasalahan kesehatan dan gizi anak-anak. Jagung bukan hanya menjadi pahlawan dalam pertanian, tetapi juga pahlawan dalam melawan stunting dan mendukung pertumbuhan generasi masa depan.



Penulis: Muhamad Rizki Apriana

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Anang Wahyu Sejati, S.T., M.T

Sulap Hasil Kebun Jadi Uang! Anak-Anak SD Eksplor Potensi Pertanian dalam Market Day KKN Undip

0

 (Para siswa SD kelas 6 yang sedang berjualan dalam acara market day)



Campusnesia.co.id[Mokaha, 03/08/2023] - Dalam sebuah acara Market Day yang diadakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, anak-anak Sekolah Dasar setempat menunjukkan kemampuan mereka dalam mengubah hasil pertanian lokal menjadi sumber uang. Acara tersebut diadakan di SD 1 Mokaha pada 03 Agustus 2023, dan berhasil menarik perhatian banyak orang.

Dalam acara Market Day tersebut, terdapat beberapa stand yang dipenuhi oleh hasil produk makanan yang berasal dari potensi pertanian lokal di desa mokaha yaitu singkong, pisang dan jagung. Hasil pertanian tersebut kemudia diolah menjadi jajanan yang menarik dan tentunya lezat seperti pisang bakar keju, singkong nugget, es jagung, singkong crispy dan jasuke.

Salah satu peserta Market Day yaitu Wildan dengan bangga memamerkan hasil produknya "Kelompok saya membuat olahan dari pisang yaitu pisang bakar keju, rasanya enak dan harganya juga murah," tuturnya dengan semangat.
 
(foto kegiatan Market Day siswa SD 1 Mokaha dan mahasiswa KKN Undip)

Keterlibatan anak-anak SD dalam acara Market Day ini tidak hanya bermanfaat dari segi ekonomi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam pengembangan keterampilan sosial mereka. Mereka belajar berkomunikasi dengan pembeli, bernegosiasi, dan bekerja sama dalam tim.

Tidak hanya siswa dan pengajar dari SD yang terlibat, tetapi juga mahasiswa KKN Undip yaitu Muhamad Rizki Apriana selaku mahasiswa yang mengusungkan program market day tersebut yang telat berperan sebagai fasilitator dalam membantu anak-anak SD mempersiapkan stand, memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan, dan mengarahkan jalannya acara.

Acara Market Day ini berhasil menciptakan lingkungan yang penuh semangat dan kreativitas, di mana anak-anak SD bisa belajar sambil menghasilkan pendapatan dari hasil dagang mereka sendiri. Melalui kegiatan ini, mereka telah mengubah potensi pertanian menjadi peluang bisnis yang nyata, memberikan pembelajaran berharga yang akan terus membekas dalam perjalanan mereka ke masa depan.

Dengan semangat dan dedikasi seperti ini, generasi muda diharapkan mampu menggali potensi sumber daya alam dan mengubahnya menjadi peluang nyata bagi kemajuan ekonomi masyarakat. Market Day KKN Undip tahun ini telah membuktikan bisnis dapat dimulai sejak dini, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap potensi pertanian lokal.



Penulis: Muhamad Rizki Apriana

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Anang Wahyu Sejati, S.T., M.T

Membuat Pewarna Makanan Alami Modal 0 Rupiah dari Ekstrak Buah Senduduk Karya Mahasiswa KKN UNDIP

0

 (Mahasiswa KKN Undip melakukan kegiatan 
pelatihan pembuatan pewarna makanan dari buah senduduk)


Campusnesia.co.id(Mokaha,01/08/2023) - Mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro di Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal membuat sebuah trobosan pemanfaatan buah Senduduk menjadi pewarna makanan alami yang bisa dibuat di rumah. Inovasi ini dicetuskan oleh Muhamad Rizki Apriana, mahasiswa jurusan administrasi bisnis.

Awal mula ide pembuatan pewarna makanan dari senduduk ini ialah ketika para mahasiswa KKN Undip di Desa Mokaha sedang mengunjungi area hutan pinus yang berada di Dukuh Tlagajaya. Di tempat tersebut terdapat banyak sekali tanaman senduduk di area sekitar pohon pinus. 

Setelah dicari informasi lebih dalam, menurut salah satu pengakuan warga di desa mokaha, mereka tidak pernah mengelola tanaman tersebut, bahkan keberadaanya hanya dianggap sebagai tanaman liar yang tidak diketahui manfaatnya. Padahal, tanaman senduduk memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari hari.

Senduduk (Melastoma candidum) merupakan buah tropis yang banyak ditemui di daerah Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat mulai dari akar, daun, bunga hingga buahnya. Salah satu bagian senduduk yang dapat diolah ialah buahnya. Buah senduduk memiliki zat antosianin yang dapat memberikan pigmen warna ungu. Pewarna alami dari buah senduduk dapat digunakan untuk memberikan warna pada makanan seperti kue, minuman, atau saus. 

Berdasarkan hal tersebut, Rizki selaku pencetus inovasi ini memutuskan untuk membuat sebuah pelatihan pembuatan pewarna makanan dari buah senduduk melalui kelompok ibu PKK desa mokaha. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2023 di balai desa mokaha yang dihadiri oleh seluruh anggota ibu PKK.
 
(Gambar foto produk dan kegiatan pelatihan Bersama ibu PKK)

Dalam pelatihan tersebut, Rizki memberikan langkah - langkah untuk membuat pewarna makanannya, mulai dari membersihkan buahnya hingga ke proses akhirnya. Menurut ibu azizah salah satu anggota ibu ibu pkk mengatakan “inovasi ini sangat bermanfaat untuk desa kami, saya harap dengan adanya inovasi ini dapat mendorong ekonomi warga melalui ibu-ibu PKK”.

Harapan dari pelatihan ini ialah warga dapat mengelola buah senduduk ini menjadi sesuatu hal yang lebih ekonomis, mengingat keberadaan buah ini yang sangat banyak sehingga tidak dibutuhkan modal dalam pembuatannya. Menurut Rizki, “harapan saya dengan adanya pelatihan ini dapat mengubah padangan masyarakat mengenai buah senduduk yang dulunya dianggap sebelah mata, sekarang menjadi sesuatu yang berharga”.



Penulis: Muhamad Rizki Apriana

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Anang Wahyu Sejati, S.T., M.T

Mahasiswi UNDIP Terapkan Pelatihan Pendugaan Bobot Badan Ternak Tanpa Timbangan Kepada Peternak di Desa Troketon

0




Campusnesia.co.idKlaten (30/07/2023), Sapi dan kambing merupakan ternak golongan ruminansia yang cukup popular dipelihara di peternakan rakyat khususnya di pedesaan. Hal ini dikarenakan pertambahan bobot badan harian (PBBH) yang cukup pesat sehingga harga jual bobot hidup relative tinggi dipasaran.

Bobot badan merupakan indikator utama untuk mengetahui peningkatan PBBH sehingga peternak penting untuk mengetahui cara mengukur bobot badan ternak yang dipelihara. Namun, kenyataannya banyak peternak rakyat tidak memiliki ilmu pendugaan yang akurat sehingga seringkali ternak dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan dengan bobot hidup yang diperoleh. 

Oleh karena itu, mahasiswi dari Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Troketon yang dibimbing oleh Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto, S.T., M. Eng., IPU., Dina Lestari Purbawati, S.E., M.Si., Akt., dan Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc. mencoba membantu para peternak dengan memberikan pelatihan pendugaan bobot badan tanpa timbangan. 

Metode pendampingan dan pelatihan dilaksanakan secara anjangsana dengan mendatangi langsung para peternak di desa Troketon khususnya di RW 13 dan 14 Dusun Keron, Ngalasan, dan Sawahan. Pada kunjungan tersebut, terdapat penjelasan singkat mengenai tatacara pendugaan bobot badan tanpa timbangan dimana peternak sangat antusias dalam mengikuti sesi pelatihan ini karena mereka menyadari pentingnya pemantauan bobot badan ternak untuk meningkatkan produktivitas peternakan.
 

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peternak tentang teknik pendugaan bobot badan ternak ruminansia tanpa perlu menggunakan timbangan yang mahal dan sulit diakses oleh para peternak di desa sehingga dengan pendugaan bobot badan yang lebih efisien, peternak bisa lebih mudah mengatur pakan dan perawatan, serta memahami kesehatan ternak yang dipelihara. 

Selama pelatihan, mahasiswi KKN menjelaskan metode pendugaan bobot badan menggunakan parameter lingkar dada dan panjang badan ternak. Peternak diajarkan bagaimana mengukur lingkar dada dan panjang badan ternak menggunakan pita ukur, serta menghitung bobot badan dengan rumus yang sesuai. Pada ternak sapi, digunakan rumus Schoorl, sementara untuk kambing, rumus yang digunakan adalah Scheiffer-Lambourne.

Para peternak di Desa Troketon merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan pendugaan bobot badan ternak ini. Hal ini disampaikan oleh salah satu peternak kambing yaitu Bapak badrun, "Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswi KKN TIM II Universitas Diponegoro atas pelatihan yang bermanfaat ini. Sebelumnya, kami kesulitan dalam menilai berat ternak kami, tetapi sekarang kami bisa lebih terorganisir dalam merawat mereka."

Dengan berakhirnya pelatihan, diharapan nantinya pengetahuan dan infografis yang telah dibagikan akan terus bermanfaat bagi para peternak di desa Troketon serta diharapkan bahwa pendugaan bobot badan ternak yang efisien ini akan membantu meningkatkan produktivitas peternakan dan kesejahteraan peternak ruminansia kambing dan sapi di wilayah ini dan pada gilirannya, berdampak positif pada perekonomian desa secara keseluruhan.

Mahasiswi UNDIP Bantu Peternak Rakyat di Desa Troketon Tingkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia Melalui Penataan Recording

0
 


Campusnesia.co.idKlaten (30/07/2023), Produktivitas ternak yang dipelihara di peternakan rakyat umumnya tidak memiliki kartu recording yang jelas tentang perkembangannya sehingga seringkali pertumbuhan ternak tidak optimal yang berimbas pada kurangnya produksi ternak serta menurunnya harga jual ternak dipasaran.

Kartu recording memiliki peranan penting untuk mencatat detail dari identitas, kegiatan, serta kasus penting yang dialami oleh ternak selama masa pemeliharaannya. Pentingnya aspek tersebut sehingga menuntut tiap peternakan untuk memiliki kartu recording untuk tiap ternaknya. 

Namun kenyataannya para peternak terutama peternak rakyat dipedesaan masih belum mengetahui tentang pentingnya recording dengan anggapan bahwa recording tidak penting untuk diterapkan, menyikapi masalah tersebut mahasiswi dari Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Troketon yang dibimbing oleh Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto, S.T., M. Eng., IPU., Dina Lestari Purbawati, S.E., M.Si., Akt., dan Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc. mencoba membantu para peternak dengan memberikan pelatihan penataan recording dengan menyediakan kartu recording sebagai Langkah awal pelatihan pencatatan.

Pendampingan dan pelatihan penataan rekording bagi ternak ruminansia, seperti kambing dan sapi, telah dilaksanakan dengan sukses oleh mahasiswi KKN Tim II dari Universitas Diponegoro. Kegiatan ini merupakan bagian dari program keilmuan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang bertujuan untuk memberikan bantuan dan pengetahuan kepada masyarakat pedesaan untuk meningkatkan produktivitas ternak secara mendetail.

Metode pendampingan dimulai dengan anjangsana dengan kunjungan langsung ke para peternak rakyat di Desa Troketon, terutama di RW 13 dan 14 dusun Keron, Ngalasan, dan Sawahan. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memahami kondisi peternakan secara langsung dan menyesuaikan pendekatan serta pelatihan yang diperlukan.

Mahasiswi KKN memberikan penjelasan lengkap tentang manfaat dan pentingnya rekording bagi ternak ruminansia. Dengan mencatat data secara sistematis, peternak dapat melakukan pemantauan dan perencanaan yang lebih baik terhadap ternaknya. Rekording membantu dalam mengidentifikasi masalah kesehatan, memberikan perawatan yang tepat waktu, serta meningkatkan efisiensi dalam reproduksi ternak.

Pelatihan penataan rekording dilakukan dalam tiga tahap yang mencakup identitas umum, kesehatan, dan reproduksi. Para peternak dibimbing untuk mengisi rekording dengan benar dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing ternak. Mahasiswi KKN juga memberikan contoh kasus dan studi kelayakan dari peternakan lain yang telah berhasil meningkatkan produktivitas ternak melalui rekording yang tepat.

 
Hasil dari pelatihan ini sangat memuaskan, peternak di Desa Troketon, merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Mereka menyadari pentingnya rekording dan berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan yang didapat dalam mengelola ternak mereka secara lebih baik.

Dengan adanya pendampingan dan pelatihan dari mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro ini, diharapkan produktivitas ternak ruminansia di Desa Troketon akan meningkat dan berdampak positif pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat peternak. Kegiatan KKN semacam ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pedesaan.

KKN Tim II Undip Lakukan Aksi Penghijauan LahanTerbuka dengan Penanaman 1000 Pohon di Desa Bengle

0

Kegiatan penanaman pohon penyerap air secara simbolis 
oleh Bapak Camat Wonosamodro


Campusnesia.co.idBoyolali (13/08/2023) KKN Tim II Universitas Diponegoro di Desa Bengle menggalakkan gerakan “Penghijauan dengan Penanaman 1000 Pohon Penyerap Air di Lahan Terbuka”. Kegiatan berlangsung dari pukul 07.00 – 12.00 WIB.

Kegiatan ini dilaksanakan di RT 06/RW 03 yang mana dihadiri oleh Bapak Bupati Boyolali, perangkat desa, serta seluruh masyarakat Desa Bengle. Kami bersama-sama menanam pohon sukun dan beringin yang didapatkan dari hasil pengajuan permohonan subsidi tanaman penyerap air kepada Dinas Lingkungan Kabupaten Boyolali.

Sebelum penanaman dilakukan, KKN Tim II Universitas Diponegoro dan masyarakat sekitar terlebih dahulu membersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam pohon, dari rumput liar dan sampah. Setelah itu, peserta kegiatan mulai menanam pohon di lubang-lubang yang sudah disiapkan sebelumnya. 

Penanaman pertama pohon penyerap air dilakukan oleh Bapak Camat, kemudian Bapak Kepala Desa Bengle, dan Koordinator Desa dari KKN Tim II Universitas Diponegoro. Hal ini dilakukan sebagai simbolis penyerahan tanaman penyerap air kepada desa.

Pembuatan lubang tanam untuk kegiatan gerakan penanaman seribu pohon 
penyerap air dan biopori

Program kerja ini menjadi bentuk dari aksi penghijauan desa yang terasa gersang terutama pada saat musim kemarau. Di mana menurut BMKG, kemarau tahun ini akan mengalami kekeringan lebih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Adanya program ini sekaligus memanfaatkan lahan kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat penanaman pohon penyerap air di Desa Bengle.

Harapannya, program ini dapat menjadikan lingkungan setempat sejuk dan asri. Lalu, dengan ditanamnya pohon penyerap air, semoga dapat bermanfaat dan berkelanjutan di kemudian hari.