Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri biografi. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri biografi. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Review Film The Odyssey (2026), Mahakarya Mitologi Megah Christopher Nolan

0
Review Film The Odyssey (2026), Mahakarya Mitologi Megah Christopher Nolan



Campusnesia.co.id - Dunia perfilman kembali diguncang oleh karya terbaru dari sutradara pemenang Oscar, Christopher Nolan. Melalui film The Odyssey, Nolan mengadaptasi salah satu puisi epik paling berpengaruh sepanjang sejarah karya Homer ke dalam format layar lebar yang belum pernah ada sebelumnya.

Dengan anggaran mencapai USD 250 juta, film ini dinobatkan sebagai proyek termahal sepanjang karier Nolan. Menggabungkan elemen drama sejarah, mitologi, dan aksi kolosal, The Odyssey sukses menjadi salah satu film paling diantisipasi dan menyita perhatian penikmat sinema global.


Alur Cerita dan Sinopsis Singkat
Film ini mengikuti kisah Odysseus, Raja Ithaca yang legendaris, saat ia harus menghadapi perjalanan panjang dan penuh marabahaya selama satu dekade untuk kembali ke tanah airnya setelah Perang Troya. Di sepanjang pelayarannya, ia diuji oleh amarah para dewa, makhluk-makhluk mitologi mengerikan, hingga ujian kesetiaan.

Sementara itu, di Ithaca, istrinya Penelope dan putra mereka Telemachus harus berjuang menghadapi para pelamar arogan yang ingin merebut takhta kerajaan. Nolan tidak hanya berfokus pada aksi petualangan semata, tetapi juga menggali rasa bersalah Odysseus atas kehancuran Troya serta konsep hubris (kesombongan) manusia di hadapan hukum para dewa.


Daftar Pemain Bertabur Bintang (A-List Cast)
Salah satu daya tarik utama dari The Odyssey adalah jajaran pemeran bertaraf bintang (star-studded ensemble) yang menghiasi setiap adegan:

- Matt Damon sebagai Odysseus (Raja Ithaca yang cerdik dan penuh strategi)

- Anne Hathaway sebagai Penelope (Istri setia Odysseus)

- Tom Holland sebagai Telemachus (Putra Odysseus yang gigih mencari ayahnya)

- Robert Pattinson sebagai Antinous

- Zendaya sebagai Athena (Dewi kebijaksanaan)

- Charlize Theron sebagai Calypso

- Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troya / Clytemnestra

- Jon Bernthal sebagai Menelaus

- Benny Safdie sebagai Agamemnon

- Elliot Page sebagai Sinon


Rekam Jejak Sutradara, Film-Film Nolan Sebelumnya
Sebelum menyutradarai The Odyssey, Christopher Nolan telah membangun reputasi emas sebagai salah satu sutradara paling visioner di era modern berkat deretan film ikonik yang selalu mendobrak batas sinema:

1. Oppenheimer (2023): Film biografi sejarah yang memborong banyak piala Oscar, termasuk Sutradara Terbaik dan Film Terbaik.

2. Tenet (2020): Thriller fiksi ilmiah penuh teka-teki dengan konsep manipulasi waktu (inversion).

3. Dunkirk (2017): Drama perang menegangkan berbasis sejarah evakuasi Perang Dunia II.

4. Interstellar (2014): Mahakarya fiksi ilmiah tentang penjelajahan luar angkasa dan teori lubang cacing (wormhole).

5. The Dark Knight Trilogy (2005–2012): (Batman Begins, The Dark Knight, The Dark Knight Rises) Trilogi pahlawan super yang merevolusi genre film komik menjadi lebih kelam dan membumi.

6. Inception (2010): Film aksi-pencurian mimpi yang memukau secara visual dan filosofis.

7. Prestige (2006) & Memento (2000): Drama misteri dengan plot twist legendaris yang menguji kecerdasan penonton.


Fakta Unik dan Hal Menarik di Balik Layar The Odyssey

- 100% Kamera IMAX: The Odyssey mencetak sejarah sebagai film blockbuster pertama yang diambil sepenuhnya menggunakan teknologi kamera IMAX baru, memberikan pengalaman visual megah dengan rasio layar penuh yang luar biasa.

- Transformasi Fisik Matt Damon: Demi mendalami karakternya sebagai prajurit tangguh, Matt Damon menjalani diet ketat bebas gluten serta melakukan latihan fisik intensif hingga menurunkan berat badannya, serta membiarkan janggutnya tumbuh alami selama setahun penuh tanpa bantuan riasan artifisial.

- Kolaborasi Musik oleh Ludwig Göransson: Musik latar digarap kembali oleh komposer pemenang Oscar, Ludwig Göransson, yang sukses membangun atmosfer epik, megah, sekaligus menegangkan di sepanjang durasi 172 menit film ini.



Sebagai penutup, The Odyssey membuktikan bahwa Christopher Nolan tidak pernah kehabisan ambisi untuk menciptakan pengalaman sinematik yang imersif. Dengan visual IMAX yang memukau, akting kelas atas dari Matt Damon dan kawan-kawan, serta kedalaman cerita mitologi Yunani kuno yang dibungkus dengan gaya penceritaan modern, film ini wajib masuk dalam daftar tontonan wajib sobat tahun ini.

Apakah The Odyssey berhasil merajai ajang penghargaan musim depan menyusul jejak Oppenheimer? Saksikan langsung petualangannya di bioskop dan layar IMAX terdekat!

Review Drama Korea Agent Kim Reactivated, Perjuangan So Ji-sub Menyelamatkan Anaknya yang Diculik

0


Campusnesia.co.id - Aktor So Ji-Sub yang tahun lalu tampil memukau lewat drama korea berjudul Mercy for None, tahun 2026 ini kembali membintangi drama bergenre aksi berjudul Agent Kim Reactivated.

Drama korea Agent Kim Reactivated direncanakan bakal berjumlah sebanyak 10 episode dengan jadwal tayang 2 episode per pekan di saluran tv SBS Network dan paltform streaming Netflix.

Duduk dibangku sutradara Lee Seung-Young yang pernah membesut Wonderful World, Tracer dan Voice 2 sedangkan untuk naskah ditulis oleh Namjaui Yiyagi, Jung Jong-Taek dan Nam Dae-Joong. Agent Kim Reactivated ini diangkat dari webcomic.

Saat artikel ini ditulis, drama korea Agent Kim Reactivated sudah tayang sebanyak 4 episode dengan perolehan rating yang sangat luar biasa tinggi dan disambut oleh baik para penonton. Hal ini dikarenakan tema yang diangkat, jalan cerita serta sinematografinya yang bagus.


Sinopsis drama korea Agent Kim Reactivated
Manajer Kim (So Ji-Sub) bekerja di sebuah bank tabungan kecil. Ia tampak seperti ayah tunggal biasa yang membesarkan putrinya, Min-Ji. Ia menyimpan rahasia yang tidak bisa ia ungkapkan, bahkan kepada putrinya sendiri. Rahasianya adalah bahwa ia merupakan mantan agen rahasia yang telah diterjunkan dalam berbagai operasi khusus yang tak terhitung jumlahnya. 

Namanya masuk dalam daftar orang yang paling dicari oleh Korea Utara, dan keberadaannya di Korea Selatan ibarat bom waktu yang tidak boleh sampai terungkap. Meski berusaha menyembunyikan masa lalunya dan menjalani hidup layaknya warga biasa, putri tercintanya, Min-Ji, tiba-tiba menghilang. Ia pun berjuang keras demi menyelamatkan sang putri, tanpa ragu untuk mengungkap rahasianya dan mempertaruhkan segalanya.


Daftar pemeran drama korea Agent Kim Reactivated

- So Ji-sub sebagai Kim Do-hyeon / Manajer Kim
Mantan agen intelijen rahasia yang beroperasi di antara Korea Utara dan Korea Selatan; saat ini bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah bank tabungan skala kecil-menengah, serta merupakan ayah dari Min-ji.

- Choi Dae-hoon sebagai Seong Han-su
Mantan agen rahasia yang sangat ahli dan mantan peraih medali emas Taekwondo; kini mengelola tempat latihan bela diri (dojang) untuk anak-anak serta merupakan ayah dari Tae-hoon.

- Yoon Kyung-ho sebagai Park Jin-cheol
Mantan veteran tempur elite yang pernah dijuluki "dewa perang" serta ayah dari Da-bin.

- Joo Sang-wook sebagai Joo Kang-chan
Pimpinan Juhak Construction yang mengandalkan kekayaan dan kekerasan untuk mencapai tujuannya.

- Son Na-eun sebagai Jung Sang-ah
Rekan kerja Manajer Kim yang menyimpan sebuah rahasia tersembunyi.

- Seo Su-min sebagai Kim Min-ji Putri Manajer Kim.

- Seo Ji-hye sebagai Lim Yu-jin Mendiang istri Manajer Kim.

- Won Hyun-jun sebagai Mole Cricket (Kang Guk-cheol)
Direktur Biro Misi Khusus Nasional yang ditugaskan untuk melacak Manajer Kim.

- Choi Bum-ho sebagai Kepala Jang

- Kim Sung-kyu sebagai Park Kang-seong
Agen Korea Utara yang dikirim ke Korea Selatan untuk menjalankan misi rahasia.

- Lee Jae-yong sebagai Ri Eung-ryeong

- Yoo Ji-an sebagai Joo Hye-ri
Putri Kang-chan yang sering merundung Min-ji.

- Lee Dong-ha sebagai Manajer Nam
Orang kepercayaan Kang-chan yang menentang Manajer Kim.


Poster drama korea Agent Kim Reactivated


Trailer drama korea Agent Kim Reactivated


Agent Kim Reactivated rating update:

- Episode 1: 9.5%

- Episode 2: 15.7%

- Episode 3: 18.8%

- Episode 4: 21.6%

- Episode 5: 20.5% & 21.0%

- Episode 6: 22.3% (+1.8%) & 23.2% (+2.2%)



Review drama korea Agent Kim Reactivated

- Review episode 1-4
Sejak episode pertama kita disajikan tayangan bahwa Manager Kim adalah seorang duda pekerja kantoran berkacamata pererja di Bank yang lurus-lurus saja hidupnya. Ia tingga bersama sang putri yang duduk di bangku SMA dengan kehidupan yang adem ayem.

Hingga suatu hari, sang anak yang bernama Kim Min-ji dibully oleh teman sekelasnya bernama Joo Hye-ri yang merupalan bos sebuah perusahaan konstruksi besar. Awalnya Kim Min Ji hanya mendiamkan perundungannya tersebut hingga suatu hari karena sudah tak tahan lagi ia melawan.

Kejadian tersebut dilaporkan ke pihak sekolah membuat orang tua Hye Ri murka, Manager Kim juga dipanggil ke sekolah dan memohon maaf hingga berlutut agar kesalahan anaknya dimaafkan, padahal ia tahu anaknya hanya membela diri, namun demi meredam masalah yang bisa saja tambah besar ia memilih mengalah.

Kim Min Ji tidak terima ayahnya harus berlutut meminta maaf dan Hye Ri juga masih dendam hingga terjadi kekerasan di luar sekolah yang membuat Kim Min Ji diduga meninggal.

Manager Kim yang sadar anaknya belum pulang ke rumah mulai panik, mencari setiap petunjuk untuk menemukan putrinya. Tindakan ini membuka kedok yang ia tutupi selama ini, sebenarnya ia adalah agen khusus dari Korea Utara yang membelot dan menjadi aset Korea Selatan.

Dalam pencarian putrinya, manager Kim dibantu oleh dua orang sahabatnya mantan agen khusus juga bernama Seong Han-su dan Park Jin-cheol.

Masalah makin ruwet karena dalam misi penyelamatan tersebut mereka bertiga dikejar oleh Badan Intelijen Korea Utara dan Selatan serta harus berhadapan dengan para preman yang melukai dan hendak membunuh Kim Min Ji.

Hingga episode 4 ini sudah banyak latar belakang karakter yang diungkap lewat kilas balik sehingga ikatan emosional dengan penonton makin terbangun. Sebagai spoiler kabar baiknya Kim Min Ji masih hidup sehingga PR selanjutnya adalah bangaiman menemukannya dan membawanya pulang dengan selmaat, namun karena target bakal ada 10 episode maka kita harus bersabar setidaknya menunggu 4 pekan lagi hingga tamat nanti.

Banyak yang menyebut tema drama korea Agen Kim reactivated ini mirip dengan film Taken yang dibintangi Liam Neeson, menceritakan mantan agen khusus yang berusaha menemukan putrinya yang menjadi korban penculikan.


- Review episode 5-6
Sejak Kim Min-ji diculik, akhirnya untuk kali pertama Manager Kim tahu bahwa sang anak masih hidup di akhir episode 5, tentu saja ini hal yang menenangkang tapi sayang, baru saja keluar dari mulut harimau sudah harus masuk lagi ke mulut singa.

Namanya juga drama korea, selalu ada saja dramanya. Saat Kim Min-ji kabur dari dudang pendingin, ia meminta tolong pada mobil yang melintas, lha kok ndilalah mobil itu milik anak buah Juhak Construction.

Hal baik dari episode 5 kita dihadirkan baku hantam Manager Kim dengan adik agen 66 yang asli. Kita juga diberikan flash back persahabatan antara agen 73 dan 66 yang diperankan oleh Ok Taec-yeon mantan member boyband 2PM.

Misi selanjutnya menyelamatkan Min-ji dari tangan Joo Kang-chan, trio ayah dan paman-paman kalah cepat dengan [ara agen DMK dan Kim Min-ji dibawa ke markas mereka.

Penyelamatan kembali menjadi dramatis di markas DMK yang berisi ratusan agen dan tentara khusus.  Seong Han-su dan Park Jin-cheol sampai kewalahan hingga di akhir episode Manager Kim datang di saat genting.

Untuk kali pertama sejak diculik, ia baru melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa sang anak masih hidup.

Dari cuplikasi episode 7 dan 8 nampaknya misi penyelamatan ini tidak akan mudah dan belum akan segera berakhir. Manager Kim dan Joo Kang-chan juga bakal bertemu dan untuk kali bertama akan saling berhadapan untuk bersetru, bakal makin seru.



Mari kita nantikan episode 7 dan 8 minggu depan. Sampai jumpa.



Penulis
Nandar


====
Baca juga:

Review Film Wings of Dread, Ketika Ashton Chen Melawan Iko Uwais di Atas Pesawat

0



Campusnesia.co.id - Jika sobat adalah generasi 90an yang tumbuh besar dengan film-film komedi Boboho seperti Shaolin Popey, pasti tidak asing dengan sahabatnya yang jago kungfu. Yak namanya Ashton Chen dikenal karena peran-perannya bersama Steven Hao (Boboho) wajahnya imut, lugu tapi jago kungfu.

Setelah dewasa kita jarang melihatnya, padahal banyak juga series dan film yang dibintanginya, misalnya ia berperan dalam film Ip Man 2 sebagai Tsui Sai Cheung yang tayang pada tahun 2010.

Kabar gembira untuk karena akhir-akhir ini ia kembali sering bermain dalam film layar lebar, tahun 2022 ia bermain dalam film Tao Xue Shen tan dan Detective Chen, pada tahun 2026 ini setidaknya ada dua film yang ia bintangi yaitu Detective Chen 2 dan Wings of Dread.

Nah dalam postingan ini, kami akan hadirkan review filmnya Ashton Chen yang berjudul Wings of Dread. Kenapa film ini menarik? karena ada Iko Uwais yang berperan sebagai musuhnya dan terlibat baku pukul di pesawat menggunakan teknik bela diri pencak silat vs kungfu.

Duduk di bangku sutradaanya ada Ashton Chen sendiri bekerjasama dengan Qin Pengfei yang sudah terkenal melahirkan film-film laga kondang seperti Fight against Evil, Painted Skin dan Reign of Assassins.


Sinopsis film Wings of Dread
Seorang polisi udara bernama Gu Zhaoyang mengalami krisis pembajakan pesawat dalam penerbangan pulang dari luar negeri. Dengan mengandalkan profesionalisme yang sangat tinggi, ia berusaha menghalangi para pembajak dengan mempertaruhkan nyawa, dan pertarungan hidup dan mati di ketinggian sepuluh ribu meter pun dimulai.



Pemeran film Wings of Dread

- Ashton Chen sebagai Gu Chaoyang

- Iko Uwais sebagai pemimpin komplotan pembajak pesawat

Nita Lei sebagai Xia Ruoyan

- Fengchao Liu sebagai Chang Jianrong



Poster film Wings of Dread


Review film Wings of Dread
Ceritanya cukup sederhana, seorang polisi udara punya masalah dengan sang kekasih yang hendak dilamar. Ia sering melewatkan janji karena tak bisa berdiam diri saat melihat kejahatan bahkan saat dalam perjalanan menuju tempat janjian pacaran.

Suatu hari ia menyusul sang kekasih yang bekerja sebagai pramugari, betepatan dengan pesawat yang sama yang akan digunakan membawa tahanan Internasional untuk dideportasi ke China.

Seperti cerita film pada umumnya, komplotan penjahat mencoba membajak pesawat tersebut untuk menyelamatkan sang penjahat, Ashton Chen yang berada di pesawat yang sama tidak bisa tinggal diam sebagai polisi udara ia harus menyelamatkan nyawa penumpang dan sang kekasih.

Daya tarik film ini jelas, menantikan pertarungan antara Ashton Chen dan Iko Uwais yang dikenal dengan ciri khas masing-masing. Ashton Chen mantan aktor cilik jago kungfu dan Iko Uwais dengan bela diri pencak silatnya.

Tidak mengecewakan, nyaris sejak separuh film hingga akhir kita disajikan pertarungan yang tanpa basa-basi. Tidak hanya sekali mereka berduel setidaknya dua kali sebelum akhirnya berhasil dikalahkan.

Pencuri perhatian lain yang tidak boleh dilewatkan adalah side kick pertarungan polisi wanita yang diperankan dan musuh wanita sangat brutal. Pengambilan lokasi di toilet pesawat yang sempit mengingatkan saya pada pertarungan antara Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan di lift dalam film Merantau (2009).

Ngomongin jadi penjahat, Iko Uwais bukan kali pertama ini memerankannya, sebelumnya ia juga jadi antagonis di film Expend4bles ia berperan sebagai Suarto Rahmat, Stuber sebagai Oka Tedjo dan The Night Comes For Us sebagai Arian.

Secara keseluruhan film Wings of Dread sangat rekomended untuk ditonton, apalagi bagi sobat yang suka dengan aktor Ashton Chen dan Iko Uwais. Tentu saja di akhir kita akan melihat bagaimana prpopaganda kehebatan polisi udara China, tapi ya gak apa-apa. Nontonya di aplikasi iQiyi.

Kabar gembira untuk penonton Indonesia karena film Wings of dread bakal tayang di bioskop dulu sebelum masuk iQIYI regional Indonesia.


Penulis
Nandar


====
Baca juga:


Biografi So Ji-Sub Aktor Korea Selatan Dengan Segudang Prestasi

0
Biografi So Ji-Sub Aktor Korea Selatan Dengan Segudang Prestasi



Campusnesia.co.id - Pertama kali tahu sosok So Ji-Sub ketika beliau berperan sebagai Joo Joong-Won dalam drama The Master's Sun bersama Kong Hyo-Jin. Dari dulu perannya memang khas dengan mas-mas yang kalem dan kaku.

Long short story, kembali nonton beliau akting di drama korea Mercy for None yang mengisahkan preman pensiun yang membalas dendam kematian sang adik, saya menyematkan gelar bahwa drama ini layak disandingkan dengan film John Wick.

Tahun 2026 ini, lewat drama terbarunya Agent Kim Reactivated So Ji-Sub kembali memukau penonton lewat penampilannya yang kalem sebagai ayah yang mencari putrinya yang hilang akibat penculikan. Dalam empat episode drama yang dibintanginya mampu meraih rating hingga 21% luar biasa.

Lewat postingan kali ini, yuk kita kenalan lebih jauh dengan sosok bapak-bapak 48 tahun So Ji-Sub.


Profil dan Perjalanan Karier So Ji-Sub: Dari Atlet Renang hingga Aktor Papan Atas

So Ji-Sub, yang lahir pada 4 November 1977, adalah salah satu aktor film dan televisi ternama asal Korea Selatan. Ia tumbuh dalam keluarga kecil yang terdiri dari orang tua dan seorang adik perempuan. Menariknya, saat kecil Ji-Sub memiliki fisik yang cukup lemah. Karena alasan itulah, ia mulai belajar berenang sejak usia 10 tahun. Selama 10 tahun berikutnya, ia aktif berkompetisi sebagai atlet renang profesional dan bahkan sukses menyabet medali di ajang Pekan Olahraga Nasional Korea.

Awal Mula Terjun ke Dunia Hiburan
Pada tahun 1995, Ji-Sub memulai debutnya di dunia hiburan sebagai model untuk merek pakaian bernama STORM. Cerita di balik debutnya ini terbilang unik; awalnya ia hanya mengantar seorang teman untuk mengikuti audisi model. Namun, takdir berkata lain - temannya justru gagal, sementara Ji-Sub malah terpilih.

Dua tahun berselang, Ji-Sub melebarkan sayap ke dunia akting lewat debut televisinya di serial drama SBS berjudul Model. Nama dan popularitasnya benar-benar melejit beberapa tahun kemudian, tepatnya lewat drama hits KBS tahun 2004, Sorry, I Love You (Mianhada, Saranghanda), di mana ia beradu akting dengan aktris Lim Su-Jeong.

Wajib Militer dan Comeback yang Mengesankan
Tepat setelah kesuksesan besarnya dalam Sorry, I Love You, karier akting Ji-Sub harus terjeda sejenak. Pada Februari 2006, ia mulai menjalani wajib militer yang berlangsung selama dua tahun. Setelah resmi menyelesaikan masa wamilnya pada April 2007, Ji-Sub langsung mengambil proyek film indie dengan anggaran relatif rendah berjudul Rough Cut, yang ditulis dan diproduseri oleh sutradara kondang Kim Ki-duk.

Keputusan ini diambil karena Ji-Sub merasa kurang puas dengan aktingnya di film Can't Live Without Robbery (2002). Ia merasa sangat tertarik dengan karakter Gang-pae di Rough Cut karena kedalaman karakter serta konflik kehidupan yang dihadapi tokoh tersebut.


Kesuksesan Internasional dan Eksplorasi Musik
Keputusannya terbukti tepat. Film Rough Cut sukses besar secara komersial dan mendapat banyak pujian dari para kritikus film, yang membuat nama So Ji-Sub makin bersinar. Pada tahun 2009, Ji-Sub kembali ke layar kaca setelah lima tahun absen lewat drama beranggaran besar di saluran SBS, Cain and Abel.

Tak berhenti di situ, Ji-Sub kemudian terlibat dalam proyek film berskala internasional berjudul Sophie's Revenge. Dalam film ini, ia menjadi pemeran pendukung dan beradu akting dengan dua aktris top Tiongkok, Zhang Ziyi dan Fan Bingbing. Atas keterlibatannya, So Ji-Sub mengungkapkan:

"Setelah keluar dari wajib militer, saya ingin menantang diri saya sendiri sebagai aktor lewat proyek-proyek baru, dan Tiongkok adalah awal yang baru bagi saya."

Tidak hanya berakting, So Ji-Sub juga mengeksplorasi dunia tarik suara. Pada 17 Februari 2011, ia merilis digital single berjudul "Pick Up Line". Seminggu sebelumnya, sebuah video teaser kocak yang menampilkan komedian Jeong Jun-Ha dan Kim Byeong-Man dirilis. Menariknya, video musik penuhnya dirilis tanpa menyertakan potongan adegan dari teaser tersebut sama sekali. Di tahun yang sama, film melodrama romantisnya bersama Han Hyo-Joo, Always, sukses menjadi film pembuka di Busan International Film Festival (BIFF) 2011 dan menuai banyak pujian lewat sesi tanya-jawab bersama sutradara Song Il-Gon.

Kehidupan Pribadi
Kabar bahagia datang dari sang aktor pada Selasa, 7 April 2020. So Ji-Sub resmi melepas masa lajangnya setelah mendaftarkan pernikahannya dengan pembawa acara televisi, Cho Eun-Jung. Hubungan keduanya kini langgeng sebagai pasangan suami istri.

Rekam Jejak Karya (Filmografi)
Hingga saat ini, So Ji-Sub terus aktif di industri hiburan dan membintangi berbagai proyek besar, termasuk drama terbarunya di tahun 2026. Berikut adalah daftar lengkap karya yang pernah dibintanginya:


Film Layar Lebar yang dibintangi So Ji-Sub

- Alienoid: Part 2 (2024) – sebagai Mun Do-Seok

- Alienoid (2022) – sebagai Mun Do-Seok

- Confession (2022) – sebagai Yoo Min-Ho

- Be with You (2018) – sebagai Woo-Jin

- The Battleship Island (2017) – sebagai Choi Chil-Sung

- The Throne (2015) – sebagai Raja Jeongjo (Cameo)

- A Company Man (2012) – sebagai Ji Hyeong-Do

- Always (2011) – sebagai Cheol-Min

- Sophie's Revenge (2009)

- Rough Cut (2008) – sebagai Gang-Pae

- Gegege no Kitaro: Kitaro and the Millennium Curse (2008) – Film Jepang

- Can't Live Without Robbery (2002) – sebagai Choi Kang-Jo


Serial Drama Televisi dan OTT yang dibintangi oleh So Ji-Sub

- Agent Kim Reactivated (SBS / 2026) – sebagai Manager Kim

- Mercy for None (Netflix / 2025) – sebagai Nam Gi-Jun

- Doctor Lawyer (MBC / 2022) – sebagai Han Yi-Han

- My Secret, Terrius (MBC / 2018) – sebagai Kim Bon

- Oh My Venus (KBS2 / 2015-2016) – sebagai Kim Young-Ho

- Warm and Cozy (MBC / 2015) – sebagai Pemilik Kafe (Ep. 1)

- The Master's Sun (SBS / 2013) – sebagai Joo Joong-Won

- Phantom (SBS / 2012) – sebagai Kim Woo-Hyun / Park Gi-Young

- Road No. 1 (MBC / 2010) – sebagai Lee Jang-Woo

- I am GHOST (BEE TV / 2009) – Drama Jepang

- Cain and Abel (SBS / 2009) – sebagai Lee Cho-In

- Sorry, I Love You (KBS2 / 2004) – sebagai Cha Moo-Hyuk

- Memories of Bali (SBS / 2004) – sebagai Kang In-Wook

- Love of Thousands Years (SBS / 2003)

- Glass Slippers (SBS / 2002)

- We Are Dating Now (SBS / 2002)

- Law Firm (SBS / 2001) – sebagai Choi Jang-Jeun

- Delicious Proposal (MBC / 2001) – sebagai Jang Hee-Moon

- Long Way (SBS / 2001)

- Cheers for the Women (2000)

- 8 Love Stories (SBS / 1999-2000) – sebagai Cheol-Soo (Ep. 6 "Miss Hip-pop & Mr Rock")

- Three Guys and Three Girls (MBC / 1999)

- Model (SBS / 1997)


Film Televisi (TV Movies)
- MBC Best Theater - What You Cherish Can Never Be Forgotten (MBC / 1998)


Daftar Penghargaan Gengsi
Sebagai aktor watak, kemampuan akting So Ji-Sub telah diakui lewat deretan penghargaan prestisius berikut ini:

2018 MBC Drama Awards:
- Grand Prize (Daesang) – (My Secret, Terrius)
- Best Actor (Wednesday & Thursday Drama) – (My Secret, Terrius)

2015 KBS Drama Awards:
- Best Actor – (Oh My Venus)
- Best Couple Award (bersama Shin Min-A) – (Oh My Venus)

2013 SBS Drama Awards:
- Best Actor (Mini Series) – (The Master's Sun)
- Ten Star Award – (The Master's Sun)

2012 SBS Drama Awards:
- Best Actor (Drama Special) – (Phantom)
- Ten Star Award – (Phantom)

2011 (19th) Korean Culture Entertainment Award:
- Grand Award for Acting – (Always)
- 2009 (45th) BaekSang Arts Awards:
- Best New Actor – (Rough Cut)

2008 (28th) Critics Choice Awards:
- Best Actor – (Rough Cut)
- 2008 (29th) Blue Dragon Film Awards:
- Best New Actor – (Rough Cut)



====

Review Film The Report 2019, Perjuangan Senator Amerika Membongkar Interogasi CIA Pasca 9/11 yang Melanggar HAM



Campusnesia.co.id - Dari sekina genre film, Drama dan Biografi menjadi salah satu favorit saya, walau tidak bisa dipungkiri film dengan tema biografi dan drama kadang membosankan bagi sebagian orang. Banyak adegan dialog, berjalan dengan lambat dan bikin ngantuk, tetapi entah mengapa selalu ada hal menarik sepanjang filmnya apalagi yang berkaitan dengan politik.

Baru-baru ini saya menonton film bertema drama biografi sekaligus bertema politik berjudul The Report. Bercerita bagaimana perjuangan seorang staff senator amerika bernama Dan mengungkap cara-cara interogasi CIA terhadap tersangka penyerangan 11 September 2001 yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Rilis tahun 15 November 2019 dengan durasi 119 menit diproduksi dengan Budget $8 juta berhasil mendulang Box office sebesar $517,788 juta. Sutradara dan skenarion oleh Scott Z. Burns.


Daftar Pemain Film The Report
Adam Driver sebagai Daniel Jones
Annette Bening sebagai Dianne Feinstein
Jon Hamm sebagai Denis McDonough
Jennifer Morrison sebagai Caroline Krass
Tim Blake Nelson sebagai Raymond Nathan
Ben McKenzie sebagai Petugas CIA Scrubbed
Jake Silbermann sebagai Yoked up CIA Officer
Matthew Rhys sebagai New York Times Reporter
Ted Levine sebagai John Brennan
Michael C. Hall sebagai Thomas Eastman
Maura Tierney sebagai Bernadette
Sarah Goldberg sebagai April
Dominic Fumusa sebagai George Tenet
Noah Bean sebagai Martin Heinrich
Douglas Hodge sebagai James Elmer Mitchell
Corey Stoll sebagai Cyrus Clifford
T. Ryder Smith sebagai Bruce Jessen
Fajer Kaisi sebagai Ali Soufan
Linda Powell sebagai Marcy Morris
John Rothman sebagai Sheldon Whitehouse
Joanne Tucker sebagai Gretchen
Ian Blackman sebagai Cofer Black
Zuhdi Boueri sebagai Abu Zubaydah
Carlos Gomez sebagai Jose Rodriguez
Ratnesh Dubey sebagai Khalid Sheikh Mohammed
Scott Shepherd sebagai Mark Udall
Kate Beahan sebagai Candace Ames
James Hindman sebagai Inspektur Jenderal Buckley
Austin Michael Young sebagai Agen Miller
Joseph Siravo sebagai John Rizzo

Sinopsis Film The Report 
The Report adalah film thriller yang didasarkan pada peristiwa aktual. Seorang staf yang idealis bernama Daniel J. Jones (Adam Driver) ditugaskan oleh bosnya, Senator Dianne Feinstein  (Annette Bening) untuk memimpin sebuah investigasi Program Penahanan dan Interogasi CIA yang dibuat setelah peristiwa 11 September. 

Penyelidikan Jones berjalan tanpa henti, dan mengarah pada temuan yang mengungkapkan bahwa badan intelejen tertinggi negara itu melakukan tindakan terlarang. Jones menemukan fakta bahwa CIA telah menghancurkan bukti dan memiliki misi menghancurkan hukum, dan menyembunyikan rahasia yang mengejutkan dari publik Amerika.

Review Film The Report
Kesan pertama bikin ngantuk jelas, sepanjang film kita disajikan bagaimana perjuangan Dan adalam mencari bukti-bukti pelanggan HAM oleh CIA dalam menginterogasi tersangka teroris.

Kita akan disajikan 2 color grading untuk membedakan masa sekarang dan flash back dramatisasi masa lalu bagaimana CIA bekerja menginterogasi pasa tersangka dengan cara yang katanya baru dan disempunakan dengan teknik terdahulu tetapi justru melanggar HAM dan hasilnya jauh dari harapan.

Terlepas dari ego nasionalisme, dalam film ini seakan ingin menggambarkan bahwa sebenci-bencinya amerika pada para pelaku terorisme yang kejam, dalam mengungkap dan menangkap pelaku tetap mengedepankan cara-cara yang manusiawi.

Tergambar juga, bagaimana senat atau DPR amerika sangat kuat pengaruhnya hingga berhasil membongkar kejahatan yang disembunyikan ini, memperjuangkan agar artikel rahasia CIA bisa dipublish untuk masyarakat.

Tergambar juga, pihak CIA tidak mau tinggal diam begitu saja ketika mulai diusik, Scene favorit saya adalah saat Dan mulai diancam karena tuduhan meretas komputer CIA untuk mendapatkan dokumen rahasia, dengan kedekatanya dengan media ia berhasil membalikkan keadaan dengan mengarahkan spotlight pada CIA yang menerobos rauang tim pencari fakta DPR. sangat menarik.

Kesimpulan, rekomended buat yang suka film bertema biografi, drama dan politik, selamat menonton.


Penulis: 
Nandar

Review Film Jim Carrey The Truman Show dan Liar Liar, Sajian Drama yang Heartwarming

0
 


Campusnesia.co.id - Karena rindu film-film drama tempo dulu yang hertwarming, alur cerita dan konflik yang sederhana serta suasana yang menyenangkan, beberapa waktu lalu saya menonton dua film yang dibintangi aktor Jim Carrey. 

Pertama mengenal aktor komedi ini lewat film Bruce Almighty, kali ini film yang saya coba tonton berjudul The Truman Show dan Liar Liar, salah dua film yang sering disebut-sebut sebagai salah satu drama komedi yang wajib ditonton minimal sekali seumur hidup.


Biografi Jim Carrey
Memiliki nama asli James Eugene Carrey ia lahir pada tanggal 17 Januari tahun 1962 dikenal sebagai seorang aktor dan komedian Kanada-Amerika yang dikenal karena penampilan slapstick energiknya.

Setelah menghabiskan tahun 1980-an mengasah akting komedinya dan memainkan peran pendukung dalam film, Carrey mendapatkan pengakuan ketika ia berperan dalam serial televisi sketsa komedi Amerika In Living Color (1990–1994). Ia menjadi bintang film setelah membintangi serangkaian film box office, seperti Ace Ventura: Pet Detective, The Mask, Dumb and Dumber (semuanya tahun 1994), Ace Ventura: When Nature Calls, dan Batman Forever (keduanya tahun 1995). Kesuksesan kelima film ini menjadikan Carrey sebagai aktor komedi pertama yang menerima gaji awal sebesar $20 juta untuk tampil dalam film, dimulai dengan The Cable Guy (1996).

Ia terus meraih kesuksesan sebagai aktor utama dalam komedi seperti Liar Liar (1997), How the Grinch Stole Christmas (2000), Bruce Almighty (2003), Lemony Snicket's A Series of Unfortunate Events (2004), dan Yes Man (2008). Sejak tahun 2010-an, Carrey muncul dalam lebih sedikit film, dengan karya-karya terkenal termasuk Dumb and Dumber To (2014) dan perannya sebagai Doctor Eggman di seri film Sonic the Hedgehog (2020–sekarang).

Meskipun sebagian besar typecasting sebagai aktor komedi, Carrey sukses dalam peran dramatis. Penampilannya yang mendapat pujian kritis termasuk peran utama dalam The Truman Show (1998) dan Andy Kaufman dalam Man on the Moon (1999), memenangkan Penghargaan Golden Globe untuk setiap film. Dia membintangi film drama romantis Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004), yang mana dia dinominasikan untuk BAFTA Award dan Golden Globe lainnya. Carrey juga membintangi serial Showtime tragicomedy Kidding (2018–2020), yang membuatnya menerima nominasi Golden Globe ketujuhnya.

Carrey lahir di Newmarket, Ontario, Kanada, dari pasangan Kathleen (née Oram), seorang ibu rumah tangga, dan Percy Carrey, seorang musisi dan akuntan. Ia dibesarkan di Gereja Katolik dan memiliki tiga kakak, John, Patricia, dan Rita. Ibunya adalah keturunan Irlandia dan Skotlandia, dan ayahnya adalah keturunan Prancis-Kanada; nama keluarga asli keluarganya adalah Carré.

Pada usia delapan tahun, ia mulai membuat wajah di depan cermin dan menemukan bakat untuk melakukan kesan. Pada usia sepuluh tahun, Carrey menulis surat kepada Carol Burnett tentang Carol Burnett Show menunjukkan bahwa dia sudah menjadi ahli dalam kesan dan harus dipertimbangkan untuk peran di acara itu; dia sangat gembira saat menerima balasan surat.

Seorang penggemar Monty Python, yang acara TV-nya adalah Monty Python's Flying Circus ditayangkan pada tahun 1970-an, pada tahun 2014 Carrey muncul di Monty Python's Best Bits (Mostly) dan mengingat kembali pengaruh Ernest Scribbler padanya (diperankan Michael Palin) tertawa terbahak-bahak sampai mati dalam sketsa "The Funniest Joke in the World".Radio Times menyatakan, "Anda akan segera tahu alasannya: penampilan Palin sangat mirip dengan Carrey."

Carrey menghabiskan masa kecilnya di wilayah Scarborough, Ontario, bagian dari Metropolitan Toronto, di mana ia bersekolah di Sekolah Dasar Katolik Blessed Trinity di North York. Keluarganya kemudian pindah ke Burlington, Ontario, di mana mereka akan menghabiskan delapan tahun; Jim bersekolah di Aldershot High School saat disana.

Beberapa waktu kemudian, keluarganya menjadi tuna wisma dan tinggal bersama di dalam mobil van Volkswagen sementara Jim remaja dan saudaranya menghabiskan waktu berbulan-bulan tinggal di tenda di Charles Daley Park di tepi Danau Ontario di Lincoln, Ontario. Keluarga tersebut mengalami kesulitan keuangan, namun, situasi mereka mulai membaik setelah ayahnya mendapatkan pekerjaan di departemen akuntansi di Pabrik ban Titan Wheels di Scarborough.

Selain itu, sebagai imbalan atas tinggal di rumah di seberang jalan dari pabrik, keluarga tersebut - yang sebagian besar adalah putra remaja Jim dan John - akan bekerja sebagai petugas kebersihan dan penjaga keamanan di pabrik ban, melakukan shift delapan jam dari jam 6 sore hingga keesokan paginya.

Kembali ke Scarborough, Jim remaja mulai berkuliah di Agincourt Collegiate Institute sebelum putus sekolah pada ulang tahunnya yang keenam belas. Ia mulai tampil sebagai komedian di pusat kota Toronto sambil tetap bekerja di pabrik. Dalam sebuah wawancara Hamilton Spectator tahun 2007, Carrey mengatakan, "Jika karir saya di dunia hiburan tidak berjalan mulus, saya mungkin akan bekerja hari ini di Hamilton, Ontario, di pabrik baja Dofasco." Saat masih muda, dia bisa melihat pabrik baja di seberang Burlington Bay dan sering berpikir bahwa di sanalah "ada banyak pekerjaan bagus."

Carrey menderita depresi dan telah mengambil Fluoksetin untuk memerangi gejalanya. Dia telah menyatakan bahwa dia tidak lagi mengonsumsi obat atau stimulan apa pun, termasuk kopi.

Carrey diterima Kewarganegaraan A.S. pada bulan Oktober 2004 dan tetap warga negara ganda dari Amerika Serikat dan negara asalnya Kanada.



Film The Truman Show
The Truman Show adalah film drama-komedi psikologi Amerika Serikat tahun 1998. Film ini digarap oleh Peter Weir dan diproduksi oleh Scott Rudin, Andrew Niccol, Edward S. Feldman, dan Adam Schroeder, dan ditulis oleh Niccol. Film ini dibintangi oleh Jim Carrey sebagai Truman Burbank. Film ini juga diperankan oleh oleh Laura Linney, Noah Emmerich, Natascha McElhone, Holland Taylor, Ed Harris, Paul Giamatti dan Brian Delate. Film ini mengisahkan kehidupan pria bernama Truman Burbank yang kehidupannya direkayasa untuk hiburan dan disiarkan sebagai acara realitas di televisi. Orang-orang di sekeliling Truman sebenarnya adalah aktor yang disewa untuk berperan dalam kehidupan rekayasa tersebut yang tak disadari sama sekali oleh Truman sepanjang hidupnya.

Jalan Cerita film The Truman Show
Truman Burbank (Jim Carrey) menjalani kehidupan yang nampak sempurna bersama sang istri, Meryl Burbank (Laura Linney). Selain hidup berkecukupan, Truman juga disukai banyak orang karena sifatnya yang periang dan bersahabat. Namun di balik kebahagiaan yang dirasakannya, Truman menyimpan banyak trauma dari kisah masa lalunya. Mulai dari kematian tragis sang ayah di tengah laut, hingga kepergian belahan jiwanya Lauren Garland (Natascha McElhone). 

Truman pun menyimpan keinginan besar untuk melakukan perjalanan ke Fiji agar bisa bertemu Lauren. Anehnya, Truman tidak pernah bisa mewujudkan impian ini. Selalu saja ada yang menghalangi niatnya untuk meninggalkan kota Seaheaven. Truman Burbank tidak mengetahui bahwa sejak dilahirkan, kehidupannya telah dijadikan acara realitas oleh sutradara Christof (Ed Harris). Christof bahkan berhasil mengembangkan program berjudul "The Truman Show" ini hingga menjadi tontonan nomor satu di dunia.

Review film The Truman Show
Untuk sebuah film di jamannya, ide The Truman Show ini memang out of the box. Ditambah dengan skala produksi yang penuh practical effect pasti butuh effort yang besar.

Jim Carrey dengan komedinya menambah lucu film ini dan tentu saja, bagi sobat yang belum terpapar spoiler, plot twistnya menyenangkan.

Untuk pembaca yang rindu film-film drama era 90an yang biasa ditayangkan di tv nasional saat libur Natal, film The Truman Show sangat tepat untuk nostalgia dan heartwarming.

Cocok ditonton bersama keluarga di akhir pekan dengan jalan cerita nan ringan, selamat menikmat penampilan Truman.





Tentang film Liar Liar
Liar Liar adalah sebuah film komedi asal Amerika tahun 1997 yang disutradarai oleh Tom Shadyac, dan ditulis oleh Paul Guay dan Stephen Mazur. Dibintangi Jim Carrey sebagai seorang pengacara yang membangun seluruh karirnya dengan berbohong, tetapi menyadari bahwa dirinya dikutuk untuk tidak berbohong hanya untuk satu hari, dia berjuang untuk mempertahankan karirnya dengan berdamai bersama mantan istri juga putranya yang terasingkan dengan kebohongan patologis.

Film ini adalah yang kedua dari tiga kolaborasi antara Carrey dan Shadyac - yang pertama Ace Ventura: Pet Detective dan ketiga Bruce Almighty - yang kedua dari tiga kolaborasi antara Guay dan Mazur - yang lainnya adalah The Little Rascals dan Heartbreakers - serta kolaborasi pertama antara Carrey dengan produser Brian Grazer.

Film ini dirilis dengan kesuksesan kritis dan komersial, meraup $302,7 juta dengan anggaran $45 juta dan mendapatkan ulasan positif dari kritikus dan penonton, yang secara khusus memuji penampilan Carrey. Di Penghargaan Golden Globe ke-56, dia dinominasikan untuk aktor terbaik musikal komedi.


Review film Liar Liar
Pendapat saya sama dengan ketika menikmati film The Truman Show, cocok dinikmati bersama keluarga di hari libur atau akhir pekan. Ada pesan moral yang disampaikan dan dari sisi komedia lebnih eksploratif daripada The Truman Show.

Liar Liar happy ending sesuai harapan penonton, konflik dan drama keluarga yang dihadirkan bagus banget menambahkan elemen anak dan dinamika dalam sebuah keluarga.



Nilai-nilai Pendidikan pada Novel Totto-Chan Gadis di Jendela Karya Tetsuko Kuroyanagi

0
 



Campusnesia.co.id - Secara umum pendidikan ialah sebuah proses atau usaha seseorang untuk mengembangkan potensi orang lain dengan melakukan pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Menurut Purwanto (2016:46) tujuan pendidikan diciptakan untuk dapat dicapai dalam proses belajar mengajar. Hasil belajar merupakan pencapaian tujuan pendidikan pada siswa yang mengikuti proses belajar mengajar. Tujuan pendidikan ialah bersifat ideal, sedang hasil belajar bersifat aktual. Hasil belajar merupakan realisasi tercapainya tujuan pendidikan, sehingga hasil belajar yang diukur sangat tergantung kepada tujuan pendidikannya.

Sistem pendidikan adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar guna mencapai tujuan agar pelajar dapat secara aktif mengembangkan potensi dalam dirinya yang dibutuhkan untuk dirinya sendiri dan masyarakat. Tujuan dari sistem pendidikan adalah untuk meningkatkan potensi dan memperdayakan individu dengan lebih efektif. Dengan tujuan ini, diharapkan individu yang memiliki pendidikan baik dapat memiliki kreativitas, pengetahuan, kepribadian, kemandirian, dan menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab. 

Menurut (Darman, 2017), pendidikan sangatlah krusial bagi setiap individu, dan melalui pendidikan, dapat tercipta manusia yang cerdas secara intelektual serta mampu mengembangkan aspek spiritualnya. Pendidikan juga memiliki nilai serta kontribusi yang sangat besar dan berarti dalam meningkatkan kualitas suatu negara. Kualitas sebuah negara tergantung pada tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa. 

Pendidikan yang diterapkan dalam Novel Totto-Chan di Jendela Karya Tetsuko Kuroyanagi, membawakan sebuah pendidikan yang aneh dan unik pada zaman tersebut. Dimana para murid dibebaskan berekspresi dan mempelajari hal yang ingin mereka inginkan.


1.  Latar Belakang Pengarang

Tetsuko Kuroyanagi lahir pada 9 Agustus 1933 di Tokyo, Jepang. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang seni, di mana ayahnya adalah seorang pemain biola dan guru besar. Semasa kecil, Tetsuko memiliki nama panggilan Totto-chan dan pernah bersekolah di Tomoe Gakuen, sebuah sekolah dasar yang unik dan didirikan oleh pendidik Sosaku Kobayashi selama Perang Dunia II. Ia awalnya bercita-cita menjadi penyanyi opera dan belajar di Tokyo College of Music, namun kemudian beralih ke dunia akting dan televisi, menjadi aktris dan pembawa acara yang sangat terkenal di Jepang.

Novel Totto-Chan Gadis di Jendela Karya Testsuko Kuroyanagi merupakan novel semi autobiografi yang menggambarkan cerita masa kecilnya belajar pada sebuah sekolah unik dengan gerbong kereta bekas sebagai ruang kelasnya. Dalam kesehariannya belajar di Tomoe Gakuen, Totto-Chan mendapatkan berbagai pengalaman luar biasa dalam hidupnya. Novel ini menjadi bestseller di Jepang dan diterjemahkan ke banyak bahasa, menggambarkan nilai-nilai pendidikan dan kenangan masa kecil Tetsuko yang hangat dan penuh makna.



2. Pendidikan Masyarakat 

Pendidikan masyarakat dalam novel Totto-chan karya Tetsuko Kuroyanagi mencerminkan kondisi pendidikan Jepang pada masa Perang Dunia II, di mana sistem pendidikan masih kaku dan menekankan hafalan serta disiplin ketat. Namun, novel ini juga menggambarkan sebuah sekolah unik, Tomoe Gakuen, yang berbeda dari sistem pendidikan konvensional saat itu. Sekolah ini memberikan kebebasan berekspresi kepada anak-anak dan menekankan pengembangan karakter serta kreativitas, yang sangat kontras dengan pendidikan formal yang cenderung menekan inisiatif dan rasa tanggung jawab sosial masyarakat Jepang pada masa itu.

Setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami reformasi pendidikan yang signifikan sebagai respons terhadap kegagalan masa lalu dan pendudukan Sekutu. Sistem pendidikan yang baru menekankan pendidikan dasar selama enam tahun dan pendidikan menengah selama tiga tahun yang wajib, dengan tujuan membangun sumber daya manusia yang berpengetahuan luas dan memiliki keterampilan sosial konkret. Filosofi pendidikan bergeser dari hafalan dan disiplin ketat menjadi pembentukan karakter, kerja sama, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis. Hal ini mencerminkan perubahan besar dalam pendidikan masyarakat Jepang yang berusaha memulihkan mental dan kualitas hidup bangsa pasca perang, sebagaimana juga tercermin dalam pengalaman pendidikan Totto-chan di sekolah yang progresif tersebut.


3. Analisis Pendidikan Anak dari Carl Rogers dalam Novel Totto Chan karya Tetsuko Kuroyanagi

Carl Rogers menekankan pentingnya penghargaan terhadap individu, kebebasan untuk belajar, dan lingkungan yang mendukung perkembangan pribadi. Rogers percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk belajar dan berkembang secara alami. Berikut analisis pendidikan anak dari Carl Rogers dalam novel Totto Chan :


a. Penerimaan Tanpa Syarat (Unconditional Positive Regard)
Carl Rogers menekankan pentingnya penerimaan tanpa syarat terhadap individu, yang membuat anak merasa dihargai apa adanya tanpa takut dihakimi atau dikritik1. Dalam Totto-chan, guru Kobayashi menerapkan prinsip ini dengan menerima Totto-chan apa adanya, meskipun ia berbeda dari anak-anak lain dan sering dianggap nakal oleh sekolah sebelumnya. Contohnya, Kobayashi tidak memarahi Totto-chan, melainkan memahami keunikannya dan membimbingnya secara lembut.

“Kobayashi-sensei selalu menyambutku dengan senyuman dan berkata, ‘Kamu boleh jadi dirimu sendiri di sini.’”

Kalimat ini menggambarkan penerimaan tanpa syarat yang membuat Totto-chan merasa nyaman dan diterima.

b. Penghargaan terhadap Keunikan dan Potensi Anak
Rogers percaya setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda, sehingga pendidikan harus menghargai dan menyesuaikan cara belajar anak sesuai dengan minat dan kebutuhannya12. Di Tomoe Gakuen, Totto-chan diajarkan dengan metode yang tidak kaku, seperti belajar di kereta tua dan bebas bereksplorasi, yang mendukung kreativitas dan rasa ingin tahunya.

“Di sekolah Tomoe, aku bisa belajar sambil bermain, mengeksplorasi alam, dan bertanya apa saja yang aku ingin tahu.”

Ini menunjukkan bagaimana lingkungan belajar yang menghargai keunikan anak mendorong motivasi intrinsik belajar.


c. Motivasi Intrinsik dan Pembelajaran yang Bermakna
Menurut Rogers, motivasi belajar yang paling efektif berasal dari dalam diri anak (motivasi intrinsik), yang muncul ketika anak merasa bebas dan memiliki kontrol dalam proses belajarnya. Di novel, Totto-chan tidak dipaksa untuk belajar dengan cara yang membosankan, melainkan didorong untuk aktif dan menemukan jawaban sendiri, sehingga ia termotivasi secara alami.

“Aku belajar bukan untuk nilai, tapi karena aku ingin tahu dan senang mencoba hal baru.”
Kalimat ini mencerminkan motivasi intrinsik yang ditekankan Rogers.

d. Guru sebagai Fasilitator dan Hubungan Positif
Rogers menegaskan bahwa hubungan guru dan murid yang penuh empati, penghargaan, dan penerimaan tanpa syarat adalah dasar pembelajaran yang efektif15. Kobayashi-sensei berperan sebagai fasilitator yang mendukung Totto-chan, bukan sebagai otoritas yang menekan.

“Sensei selalu mendengarkan ceritaku dan membantuku tanpa memaksakan kehendaknya.”
Ini menggambarkan hubungan positif yang mendorong perkembangan Totto-chan secara menyeluruh.

e. Penekanan pada Proses Belajar, Bukan Hasil Akhir
Teori Rogers menekankan bahwa proses pembelajaran lebih penting daripada hasil akhir atau nilai1. Di Tomoe Gakuen, anak-anak diberi kebebasan untuk melakukan kesalahan dan belajar dari pengalaman, yang membangun rasa percaya diri dan kemandirian.

“Di sini, aku tidak takut salah karena semua kesalahan adalah bagian dari belajar.”
Ini sesuai dengan prinsip Rogers yang menghargai proses belajar sebagai pengalaman bermakna.

Novel Totto-chan sangat menggambarkan prinsip-prinsip teori belajar humanistik Carl Rogers, terutama dalam hal penerimaan tanpa syarat, penghargaan terhadap keunikan anak, motivasi intrinsik, hubungan guru-murid yang positif, serta penekanan pada proses belajar. Pendekatan pendidikan yang humanistik ini membuat Totto-chan berkembang secara optimal, merasa dihargai, dan termotivasi untuk belajar dengan sukarela.


Novel Totto-Chan: Gadis di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi menggambarkan nilai-nilai pendidikan yang humanis dan progresif, yang sejalan dengan teori Carl Rogers mengenai pentingnya penerimaan tanpa syarat, penghargaan terhadap keunikan anak, serta pembelajaran yang berpusat pada motivasi intrinsik dan hubungan positif antara guru dan murid. 

Melalui pengalaman belajar Totto-chan di sekolah Tomoe Gakuen, novel ini menunjukkan bahwa pendidikan yang membebaskan dan mendukung potensi individu dapat membentuk pribadi yang percaya diri, mandiri, dan kreatif. Kisah ini menjadi cerminan bahwa pendidikan yang ideal bukan hanya soal hasil akademik, tetapi juga proses yang menghargai pertumbuhan manusia secara utuh.


Penulis:
Marsanabila Rifa Idanta
Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Andalas




Referensi:

Baringbing, David Bachiel. Teori Belajar Menurut Carl Rogers. https://www.scribd.com/document/278935973/Teori-Belajar-Menurut-Carl-Rogers

Umam, Muchamad Chairul (2019) Implementasi Teori Belajar Humanistik Carl R. Rogers Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Vol. 5 No. 2 (247-264). Institut Agama Islam Negeri Salatiga. file:///C:/Users/Marsanabila%20rifa/Downloads/irja,+Section+editor,+MUCHAMAD+CHAIRUL+UMAM.pdf

Ong, Susy. Reformasi Pendidikan di Jepang Pasca Perang Dunia II. Universitas Indonesia.chrome- extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://lmsspada.kemdiktisaintek.go.id/pluginfile.php/79977/mod_resource/content/2/Reformasi%20Pendidikan%20di%20Jepang%20Pasca%20PD.pdf

(2010) Biografi Tetsuko Kuroyanagi (Totto Chan). Ahmadijind.blogspot. https://ahmadihind.blogspot.com/2010/06/biografi-tetsuko-kuroyanagi-totto-chan.html

Biografi Tetsuko. Scribd. https://www.scribd.com/document/359505961/Biografi-Tetsuko

Santosa, Sedya. Hidayat, wahyu (2024). Memahami Konsep Belajar Anak Usia Dasar : Studi Analisis Teori Belajar Carl Rogers Serta Penerapannya di Sekolah Dasar. Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia. file:///C:/Users/Marsanabila%20rifa/Downloads/Article+2_WahyuHidayat_June_2024.pdf

Review Series Netflix Mercy For None, John Wick Versi Drama Korea

0
 


Campusnesia.co.id - Saya mengenal sosok So Ji-Sub pertama kali di drama korea Master's Sun, bersama dengan Kong Hyo-Jin. Tahun 2025 ini ia kembali bermain dalam sebuah drama garapan Netflix berjudul Mercy For None yang mengangkat tema genster dan penuh aksi.

Jika sobat suka John Wick, Mercy For None ini menurut saya sejenis film tersebut dengan pertarungan hand to hand yang lebih intens dan sangat minim penggunaan senjata api.

Jumlah episodenya cuma 7 sehingga buat sobat yang mau marathon dalam sehari pasti bisa langsung tamat.


Sinopsis Drama Korea Mercy For None
Di masa lalunya, Nam Gi-Jun (So Ji-Sub) adalah anggota Geng Bongsan yang dipimpin oleh Gu Bong-San (Ahn Kil-Kang). Nam Gi-Jun mengalahkan geng lain melalui pertempuran sengit dan geng tersebut berkembang menjadi perusahaan besar, tetapi Nam Gi-Jun memutuskan untuk meninggalkan geng tersebut. 

Adiknya, Nam Gi-Seok (Lee Jun-Hyuk) bergabung dengan Geng Joowoon yang dipimpin oleh Lee Ju-Woon (Heo Jun-Ho). Kedua geng tersebut merupakan saingan. Demi saudaranya, Nam Gi-Jun keluar dari Geng Bongsan dengan memotong tendon Achilles kirinya.

11 tahun kemudian, Nam Gi-Jun hidup dengan damai dan mencari nafkah dengan memasok minuman ke bisnis yang dijalankan oleh Bongsan. Saudaranya, Nam Gi-Seok sekarang menjadi orang dengan peringkat tertinggi kedua di Joowoon, tetapi ia tiba-tiba meninggal. 

Untuk mengungkap rahasia di balik kematian Nam Gi-Seok dan membalas dendam kepada mereka yang bertanggung jawab, Nam Gi-Jun kembali ke dunia geng yang ditinggalkannya 11 tahun lalu.


Pemeran Drama Korea Mercy For None

So Ji-sub sebagai Nam Gi-jun
Mantan anggota organisasi tersebut, ia mengalami cedera tendon Achilles dan pergi, tetapi kembali setelah 11 tahun karena kematian adiknya Gi-seok.

Huh Joon-ho sebagai Lee Joo-woon
Pimpinan Joowoon.

Ahn Gil-kang sebagai Gu Bong-san
Pimpinan Bongsan, geng saingan Joowoon.

Lee Beom-soo sebagai Sim Sung-won
CEO N.Clean, perusahaan pembersihan trauma.

Gong Myung sebagai Gu Jun-mo
Putra Bong-san yang diharapkan akan mengambil alih kendali Bongsan dari ayahnya.

Choo Young-woo sebagai Lee Geum-son
Putra Joo-woon yang merupakan jaksa.

Jo Han-chul sebagai Choi Sung-cheol
Seorang direktur Joowoon, dan asisten Joo-woon yang cakap.

Cha Seung-won sebagai Cha Yeong-do
Seseorang yang memperjuangkan keberadaan geng Joowoon dan Bongsan. Ia adalah pengawas Badan Kepolisian Metropolitan Seoul.

Lee Joon-hyuk sebagai Nam Gi-seok
Adik laki-laki Gi-jun, dan orang kedua yang bertanggung jawab atas Joowoon. Ia dibunuh secara brutal, yang menyebabkan Gi-jun melakukan balas dendam.


Poster Drama Korea Mercy For None


Review Drama Korea Mercy For None

Walau mengangkat tema gangster, namun pertarungan dalam drakor Mercy For None masih menerapkan kaidah koreagrafi yang indah. Drakor ini diangkat dari komik web  berjudul "Gwangjang" yang ditulis oleh Oh Se-Hyeong dan ilustrasikan oleh Kim Kyun-Tae diterbitkan pada tangga; 11 September 2020 - 19 November 2021 di situs Naver.

Sepanjang 7 episode penonton disajikan adegan pertarungan yang epik sekaligus brutal. Jalan ceritanya penuh misteri mengajak penonton ikut menebak-nebak siapakah pembunuh adik Gi-jun.

Selanjutnya kita bakal diajak menyusuri setiap informasi yang didapat Gi-Jun menunju satu persatu para pelaku pembunuhan itu. Jalan cerita dan drama yang dihadirkan sangat baik, membuat kita ikut bersimpati dengan Gi-Jun, menyayangkan kenapa karakter Gi-Seok yang diperankan Lee Joon Hyuk sangat sedikit screen timenya dan perlahan diajak menggali lebih dalam lewat kilas balik sesekali.

Ada titik dimana penonton yang berada di sisi Gi-Jun agak ragu dengan jalan yang dipilih karakter utama ini, sempat terbersit dalam hati, oh pantesan ini semacam karma sih. Namun percayalah hal ini hanya upaya sutradara Choi Sung-Eun dalam menggoyahkan moral kita. Selanjutnya plot twist demi plot twist bakal dihadirkan dan membuat kita jadi mengalami moment "Oh Pantes...".

Hal yang selalu saya suka dari drama korea adalah penyajian layer cerita yang berlapis, kalau Hollywood punya istilah Plot Twist, percayalah lewat drakor Mercy For None atau secara umum drama dna film korea sobat akan terbiasa dengan jalan cerita yang berlapis menyajikan fakta unik. Treatment seperti ini yang membuat drakor jadi unggul tentu saja aspek teknis produksi dan akting para aktor dan aktrisnya juga sangat berpengaruh.

Oh ya lupa menyebut kenapa di awal tadi saya mention John Wick karena dalam banyak hal series Mercy For None terdapat unsur yang sama, misalnya organisasi pembunuh bayaran dan pembersihan sisa-sisa kerusuhan antar geng.

Sangat rekomended untuk sobat yang suka drakor tema aksi dan nir cerita cinta, jika sobat suka drakor seperti My Name yang dibintangi Han So He maka Mercy For None berkali-kali lipat lebih bagus, selamat menonton.



Penulis
Nandar


=====
Rekomendasi drama dan film korea tema Gangster: