Mahasiswa KKN Tim I Undip Buat Alat Pembakar Sampah dengan Drum Bekas





Campusnesia.co.id - Grabag ( 09/02/2022 ) – Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dibedakan menjadi 2 jenis sampah, yaitu sampah Organik dan sampah Anorganik. 

Sampah organik pun masih dibagi menjadi dua, yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering. Sampah organik basah adalah sampah organik yang banyak mengadung air, sedangkan sampah orgaanik kering merupakan sampah organik yang sedikit mengandung air. Sedangkan Sampah anorganik adalah sampah yang sudah tidak dipakai lagi dan sulit terurai.

Pengelolaan sampah di Indonesia masih merupakan permasalahan yang belum dapat ditangani dengan baik. Dimana masih banyak masyarakat yang belum memahami betul bahaya dari membuang sampah di sembarang tempat.

Perilaku buruk membuang sampah di sembarang tempat juga masih terjadi di Dusun Medayu, Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang membuang sampah pada tempatnya. 

Selain karena kesadaran masyarakat yang kurang, hal tersebut juga di dasari karena tidak adanya cara yang efektif dalam mengurangi sampah di TPA setempat yang selama ini masih di bakar secara tradisional tanpa menggunakan alat apapun untuk membakar sampah selain korek api dan bahan bakar sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyalakan api untuk membakar sampah.



Dari permasalahan yang sedang terjadi di Dusun Medayu, maka Mahasiswa KKN Undip berinisiatif untuk membuat alat untuk membakar sampah agar lebih efektif, relatif mudah dan tidak memakan waktu yang lama. 

Alat ini memanfaatkan bahan bekas yang ada di tempat daur ulang sebagai bahan utama dalam pembuatannya, seperti drum bekas, tabung freon bekas, dan besi besi bekas. Alat ini juga menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar pada proses pembakaran sampah. 

Dengan alat ini, proses pembakaran menjadi lebih cepat dan efektif, serta tidak membuat bekas pembakaran berserakan di sekitarnya.

Inovasi tersebut mendapat respon positif dari pengelola TPA dalam mempercepat proses pembakaran sampah,serta mendapat respon positif dari masyarakat yang merasa terbantu dalam menangani masalah sampah di lingkungan.


Penulis: 
Damar Fiqri Sembodo

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon