Inovatif, Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Pembuatan Handsanitizer Berbahan Daun Sirih pada Warga Jangli Tembalang

 

 
 
Campusnesia.co.id - Jangli, Tembalang (26/7/2021) Tahun ini Undip kembali menggelar KKN, sebanyak 70 mahasiswa Tim Pengabdian Masyarakat Undip diterjunkan di lokasi Jangli, 19 diantaranya masuk tim RW 02 Jangli Kecamatan Tembalang.
 
Tema besar yang dipilih sesuai dengan Tema KKN Tim II UNDIP 2021 “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)” yaitu pelatihan pemanfaatan tanaman sirih sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. 
 
 
Jika sebelumnya sirih baru dimanfaatkan sebagai obat-obatan seperti menurunkan tekanan darah atau kolestrol, kali ini dengan sentuhan kreatifitas dan ilmu pengetahuan tim pengabdian masyarakat Undip melakukan pelatihan pembuatan hand sanitizer dan sabun cair dari tanaman daun sirih, dengan bahan tambahan berupa jeruk nipis dan lidah buaya. 
 
Seperti diketahui bersama semakin hari tingkat penyebaran virus Covid-19 semakin meningkat, yang berdampak pada ekonomi masyarakat, salah satu tujuan pelatihan ini adalah menghemat pengeluaran dalam membeli hand sanitizer kemasan yang sekarang menjadi salah satu kebutuhan pokok.
 
Dukungan pemerintah desa sangat besar dalam kesuksesan program ini, terbukti dengan kesediaan sekretaris desa yang menyediakan tempat pelatihan dan sarana prasarana yang lain. 
 
Pelatihan dilakukan di Halaman Teras Bapak Tarno selaku Sekretaris Desa dengan mendatangkan 10 warga masyarakat RW 02 RT 04. Pelatihan berlangsung secara aman, terkendali, dan tetap menerapkan protokol kesehatan. 
 
“Saya selaku sekretaris desa Jangli, sangat senang dan mengapresiasi inovasi mahasiswa undip dalam program pengabdian yang dilakukan di desa kami. Karena dengan inovasi tersebut dapat membantu kami dalam memanfaatkan kembali sumber daya tanaman yang ada di desa kami. Apalagi kalau inovasi tersebut semakin dikembangkan dan mendapat dukungan berbagai pihak maka akan mempermudah dalam memanfaatkan segala sesuatu menjadi sesuatu yang bermanfaat di era pandemi covid-19." kata pak Tarno.

Tanaman sirih di Jangli sangat potensial untuk dikembangkan dan dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat di era pandemi. Permintaan pasar terhadap tanaman sirih cukup tinggi namun persediaan di pasaran langka, sayangnya hasil panen sirih yang dibudidayakan masyarakat Jangli belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Sebagai informasi harga jual daun sirih 10.000 per ikat.
 
"Hanya di pasar tertentu yang masih menjual daun sirih.” kisah Ibu Retno selaku penjual daun sirih. Melihat potensi yang cukup besar dari tanaman sirih bisa jadi peluang pemanfaatan sumber daya hayati yang besar prospektif di tengah pandemi.

Ibu Retno berharap permintaan harga jual tanaman sirih semakin laku dan semakin dibudidayakan oleh masyarakat dapat terus dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 dan untuk mencapai keberlanjutan prospek tanaman sirih kedepannya. 
 
"Jika memang produksi tanaman sirih belum mencukupi bahkan belum mencapai target pasar, diperlukan strategi yang memang memiliki potensi untuk meningkatkan hasil panen daun sirih nantinya," Ujar Ibu Retno
 
 
Penulis: Suci Handayani
Editor: Ika Shintya
 
 
Baca Juga:
 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »