Info Herbal: Mengenal Tanaman Sirih dan Khasiatnya



Campusnesia.co.id - Sobat campusnesia, kembali ke segmen info herbal yang berisi konten seputar tanaman herbal dari indonesia yang kaya manfaat, kali ini tanaman yang akan kita bahas adalah tanaman sirih, sudah ada sejak jaman dahulu kala, sering dimanfaatkan oleh nenek kita untuk "Nginang" daun sirih dicampur dengan pinang, gambir, tembakau, kapur, cengkih lalu dikunyah. Manfaatnya menjaga kesehatan mulut dan gigi, makanya jangan heran nenek buyut kita justru giginya masih utuh walau sudah usia lanjut.

Bagaimana dengan tanaman sirih? yuk kenalan lebih dekat.

Morfologi Tanaman Sirih
Sirih hijau (Piper betle L.) termasuk jenis tumbuhan perdu merambat dan bersandarkan pada batang pohon lain, batang berkayu, berbuku-buku, beralur, warna hijau keabu-abuan, daun tunggal, bulat panjang, warna hijau, perbungaan bulir, warna kekuningan, buah buni, bulat, warna hijau keabu-abuan. Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung, tangkainya agak panjang, tepi daun rata, ujung daun meruncing, pangkal daun berlekuk, tulang daun menyirip, dan daging daun tipis. Permukaan daun warna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau kecoklatan dan permukaan kulitnya kasar serta berbuku-buku. Daun sirih yang subur berukuran lebar antara 8-12 cm dan panjangya 10-15 cm (Damayanti dkk, 2006).


Kegunaan Daun Sirih sebagai Antibakteri
Daun sirih (Piper betle L) secara umum telah dikenal msyarakat sebagai bahan obat tradisional. Seperti halnya dengan antibiotika, daun sirih juga mempunyai daya antibakteri. Daun sirih dapat digunakan sebagai antibakteri karena mengandung 4,2% minyak atsiri yang sebagaian besar terdiri dari betephenol yang merupakan isomer Eugenol allypyrocatechine, Cineol methyl eugenol, Caryophyllen (siskuiterpen), kavicol, kavibekol, estragol dan terpinene (Sastroamidjojo, 2007).

Komponen utama minyak atsiri terdiri dari fenol dan senyawa turunannya. Salah satu senyawa turunan itu adalah kavikol yang memiliki daya bakterisida lima kali lebih kuat dibandingkan fenol terhadap Staphylococcus aureus. Kavikol dapat mendenaturasi protein sel bakteri. Estragol mempunyai sifat antibakteri, terutama terhadap Shigella sp. Monoterpana dan seskuiterpana memiliki sifat sebagai antiseptik, anti peradangan dan antianalgenik yang dapat membantu penyembuhan luka (Zahra dan Iskandar, 2007).

Daun sirih hijau dapat digunakan sebagai antibekteri karena mengandung 4,2% minyak atsiri yang sebagian besar terdiri dari betephenol, caryophyllen (sisquiterpene), kavikol, kavibetol, estragol, dan terpen (Hermawan dkk, 2007).

Hasil uji farmakologi menunjukkan bahwa infusa daun sirih dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab pneumonia dan Gaseus gangrene. Air rebusan daun sirih dapat digunakan untuk mengobati batuk maupun berfungsi untuk bakteriosidal terutama terhadap Haemophylus influenza, Staphylococcus aureus dan Streptococcus haemoliticus (Mursito, 2002). 


Dafar Pustaka
Darmayanti, R., Mulyanto, dan Mulyono. 2006. Khasiat dan Manfaat Daun Sirih Obat Mujarab dari Masa ke Masa. Jakarta : Agro Media Pustaka.

Hermawan, A., Eliyati, H., dan Tyasningsih, W. 2007. Pengaruh Ekstrak daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus auerus dan Escherchia coli dengan Metode Difusi Disk. Jurnal Penelitian. 4 (7), 1-7.

Mursito, B., 2002. Ramuan Tradisional Untuk Penyakit Malaria. Jakarta : Penebar Swadaya. 

Sastroamidjojo, S. 2007.Obat Asli Indonesia. Jakarta : Dian Rakyat.

Zahra, S., dan Iskandar Y. 2007. Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas. Jurnal Farmaka. 15 (3), 143-152.

*Baca info tanaman herbal asli Indonesia lainya beserta khasiat dan manfaatnya di segmen Info Herbal klik di sini.

Penulis: Ika Shintya
Editor: Nandar

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »