Berkenalan dengan Celyn, Siswi SD asal Sragen Peraih 700 Lebih Piala dan Jadi Guru Sebaya di Sekolahnya


 
 
Campusnesia.co.id - Beberapa bulan yang lalu ramai di media tentang kabar seorang anak berprestasi asal Sragen bernama Celyn.
 
Usianya baru menginjak 10 tahun, nama lengkapnya Elvaretta Cicelyana Yocelyn karena terlalu sering menang lomba gambar, ia didapuk jadi guru mata pelajaran seni, budaya, dan keterampilan di SD Negeri 5 Plumbungan, Karangmalang, Kabupaten Sragen, yang juga tempatnya bersekolah.
 
Bocah imut ini sudah mengumpulkan setidaknya 700-an piala dari berbagai lomba menggambar dan mewarnai yang pernah diikutinya, saking banyaknya di rumahnya disediakan lemari kaa khsus untuk memajang piala-piala tersebut. 

 
Berdasar penuturan keluarganya, 70 persen piala tersebut adalah juara pertama. Selain piala, bingkisan hadiah menang lomba macam tas dan peralatan menulis juga dipajang di rumahnya
 
Kami kutip dari laporan jurnalis kak Tri Rahayu dari Solopos yang udah sempat berkunjung liputan, Celyn tinggal di Desa Puro, Karangmalang, Sragen.

Celyn adalah putri semata wayang Joko Sunoto (36) dan Indah Pujiastuti (36). Ia sudah ikut serta lomba sejak umurnya masih empat tahun, kala itu Cyelin masih bersekolah di TK Bhayangkari Sragen. 
 
Mayoritas informasi lomba didapat keluarga Celyn dari grup WhatsApp. Biasanya diadakan pada  hari Sabtu dan Minggu.
 
"Sekarang sudah terkumpul Rp80 juta [uang hasil menang lomba]. Uang itu mau dipakai buat beli mobil. Saya ingin punya mobil Avanza," kata Celyn kepada Solopos.

Walau gampangnya disebut guru, kemungkinan status Celyn di sekolah bukan guru beneran, melainkan tutor sebaya. Menurut Rhea Yustitie, guru SMA N 1 Boyolali, Jawa Tengah, untuk disebut guru sekolah, siapapun itu harus memenuhi syarat berpendidikan Diploma IV atau Strata 1. sumber Vice

"Praktiknya pembelajaran berkelompok dan guru [asli pengampu mapel] tetap ada," kata Rhea kepada VICE. Hmm, selama masih didampingi pengajar dewasa, metode gini seru juga untuk dicoba. Di YouTube juga bisa dijumpai aksi seorang guru cilik di Indonesia lainnya, mengajar kelas informal yang pesertanya masih imut-imut.

Sejak duduk di bangku kelas 2 SD,
Celyn sudah berperan sebagai guru kesenian menggambar. Ia mengajar tiga kali seminggu di tiga kelas berbeda, ia juga pernah mengajar gambar kakak kelasnya yaitu anak-anak kelas 3 SD sewaktu masih duduk di kelas 2.
 
Apa yang dilakukan oleh Celyn cukup berhasil. Berdasar penuturan pak Joko, Guru di sekolah Celyn, Celyn dan dua "murid"-nya pernah mengikuti salah satu lomba menggambar dan mewarnai di SMK Kristen Sragen. Luar biasanya, hasilnya juara pertama disabet Celyn, juara kedua dan ketiga juga berhasil diraih para muridnya.
 

Inspiratif ya guys, btw kalian pernah menang lomba apa saja nih saat SD? jangan lupa share di kolom komentar ya.

 

Penulis: Nandar
 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »