5 Cara Mengutip, Prinsip dan Jenis Kutipan dari Buku yang Baik dan Benar


 


Campusnesia.co.id - Cara mengutip dari buku perlu dipahami oleh orang-orang yang akan membuat karya ilmiah. Kutipan adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri. 

Kutipan adalah keterangan yang diambil dari teks acuan. Fungsi kutipan adalah untuk memperkuat pendapat atau ide yang dikemukakan dalam karya ilmiah. Selain itu, menulis kutipan pada karya ilmiah juga dibutuhkan untuk menghindari plagiarisme. Plagiarisme adalah menggunakan kata-kata atau ide seorang penulis seakan-akan tulisan sendiri tanpa menyebutkan sumber.

Cara mengutip dari buku terdiri dari kutipan langsung dan tidak langsung. Selain untuk memperkuat argumen dan menghindari plagiarsime, kutipan juga dapat dijadikan sebagai landasan teori, penjelasan suatu uraian, atau sebagai bukti untuk menunjang sebuah argumen.

Berikut Liputan6.com rangkum dari Merdeka dan berbagai sumber lainnya, Senin (3/5/2021) tentang cara mengutip dari buku.


1. Prinsip Mengutip Buku
Sebelum mengenali cara mengutip dari buku, kamu perlu mengetahui prinsip dalam mengutip terlebih dahulu. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tutipan adalah pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri.

Dalam menuliskannya kamu harus memperhatikan beberapa hal, seperti mempertimbangkan apakah kutipan tersebut memang diperlukan atau tidak dalam karya ilmiah, beratanggung jawab sepenuhnya terhadap ketepatan kutipan, mempertimbangkan jenis kutipan yang digunakan, serta tidak terlalu banyak menggunakan kutipan langsung.


2. Cara Mengutip dari Buku dengan Kutipan Langsung
Cara mengutip buku yang pertama bisa dilakukan dengan kutipan langsung. Kutipan langsung merupakan salah satu jenis kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik ejaan maupun bahasanya.

Cara mengutip dari buku dengan kutipan langsung ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya jenis kutipan langsung kurang dari 4 baris dan kutipan langsung lebih dari 4 baris.

Jika cara mengutip dari buku dengan kutipan langsung kurang dari 4 baris, maka rujukan ditulis di antara tanda kurung, diawali dengan nama akhir seperti yang dalam daftar pustaka, tanda koma, tahun terbitan, titik dua spasi, dan diakhiri dengan nomor halaman. Adapun contohnya sebagai berikut:

"Hormon leptin yaitu hormon yang mengontrol nafsu makan akan berkurang sehingga membuat nafsu makan meningkat." (Haryono, 2003:78)

Sedangkan cara menulis kutipan langsung lebih dari 4 baris, maka penulisan dipisahkan dengan jarak 3 spasi dari teks, jarak antar baris kutipan ialah 1 spasi, kutipan boleh diapit dengan tanda kutip/petik dua ("..."), kemudian diberi keterangan sumber.

Kutipan merupakan bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, rumusan atau penelitian dari penulis lain, atau penulis sendiri yang telah (menurut penulis kata telah harus dihilangkan) terdokumentasi, serta dikutip untuk dibahas dan ditelaah berkaitan dengan materi penulisan (Azahari, 2005: 38).


3. Cara Mengutip dari Buku dengan Kutipan Tidak Langsung
Cara mengutip dari buku selanjutnya bisa dilakukan dengan cara tidak langsung. Kutipan tidak langsung ialah kutipan yang tidak sama persis dengan tulisan aslinya. Umumnya, pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip, kemudian menulisnya kembali menggunakan bahasa sendiri.

Cara mengutip dari buku menggunakan kutipan tidak langsung yaitu kutipan diintegrasikan dengan teks, jarak antar baris kutipan ialah spasi ganda, kutipan tidak diapit dengan tanda kutip/petik dua ("..."), kemudian ditulis sumber kutipan. Adapun contohnya sebagai berikut:

Michelle Doe (2016: 27) berpendapat bahwa kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat.

Cara Mengutip dari Buku Menggunakan Gaya APA
American Psyhological Association (APA) merupakan salah satu bentuk kutipan yang dikeluarkan oleh organisasi APA khususnya untuk bidang psikologi dan sosial. Adapun beberapa ciri kutipan dengan gaya APA ialah sebagai berikut:

- Daftar Pustaka diurutkan alfabetis berdasarkan nama belakang penulis atau judul jika tidak ada penulis.

- Nama depan penulis ditulis sebagai inisial.

- Jika ada penulis yang sama dalam daftar pustaka ditulis berurutan dari tahun paling lama.

- Bisa ditambahkan huruf a, b, c setelah tahun.


4. Cara Mengutip dari Buku Menggunakan Gaya Chicago
Cara mengutip dari buku selanjutnya bisa menggunakan gaya Chicago. Berbeda dengan gaya APA, gaya Chicago memiliki ciri khas yaitu penempatan nomor pada bagian akhir kutipan dan catatan kaki pada bagian bawah halaman yang memuat kutipan. Di mana setiap akhir bab akan ditempatkan seluruh daftar referensi dalam bab.


5. Cara Mengutip dari Buku Menggunakan Gaya MLA
Modern Language Association (MLA) merupakan gaya mengutip yang dirancang sederhana untuk mempermudah penulis dalam mengutip dari buku. Biasanya dalam penulisan gaya ini nama penulis ditulis lengkap dengan nama belakang ditulis di bagian depan.


Adapun ciri-ciri dalam menulis kutipan dengan gaya MLA adalah sebagai berikut:

- Meletakkan tahun terbit di akhir.

- Kutipan pada halaman cukup menuliskan kata akhir dan nomor halaman kutipan.

- Jika mengutip sumber online harus menampilkan tanggal, bulan, dan tahun diakses.


Itu tadi sobat Campusnesia 5 Cara Mengutip, Prinsip dan Jenis Kutipan dari Buku yang Baik dan Benar



sumber: Liputan6.com

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »