Menggali Potensi Anak dengan Program Berani Tampil Beda

 



Campusnesia.co.id - Naiknya angka penyebaran Covid-19 membuat sekolah tidak bisa mengadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Kondisi  ini bisa menimbulkan hambatan pada daya pemahaman anak terhadap materi pelajaran. Selain itu, juga bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak. 

Melihat persoalan tersebut, Patricia Ruth Tambunan, mahasiswa Universitas Diponegoro yang tengah menjalani KKN, berusaha membuat program ‘Berani Tampil Beda’ untuk membantu anak-anak di sekitar tempat tinggalnya. 

Di bawah bimbingan Muhyidin, S.Ag, M.Ag., M.H., mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia ini mencoba menghadirkan kegiatan pengembangan soft skill dasar bagi anak usia SD di RT 05 RW 07, Kelurahan Cilendek Timur, Kota Bogor. 


Kegiatan yang dilaksanakan sejak Jumat, 15 Januari 2020 ini mendapat respon positif dari warga setempat. Para orang tua yang di masa pandemi ini harus ikut membimbing anak-anak ketika sekolah daring, juga merasa sangat terbantu. “Anak saya baru masuk sekolah, kasihan belum kenal teman sudah harus sekolah online, takutnya nanti masuk malah bingung dan gak berani ngobrol, Teh,” ujar seorang ibu yang anaknya ikut program tersebut. 

Program ‘Berani Tampil Beda’ merupakan kegiatan pengembangan soft skill untuk anak usia SD kelas 2-5. Tujuannya untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Selain itu juga membantu peserta  belajar. 

Iklan

Kegiatan yang diadakan setiap Selasa dan Jumat ini berdurasi 30 menit, dilanjutkan 1 jam untuk mengerjakan PR sekolah atau mendalami materi pelajaran yang belum dipahami siswa. Ada 20 anak yang berminat ikut program ini, sehingga kegiatan dibagi dua kali, satu kelas maksimal 10 orang. 

Rencananya program ini akan dijalankan hingga 16 Februari 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan, antara lain memakai masker, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak. 

Menurut Ketua RT 05, Septiadi, Program ini sangat memberi manfaat “Saya cukup senang, karena di masa pandemi anak-anak lebih banyak bermain HP dan saya lihat malah jadi malas belajar,” ujarnya. Menariknya kegiatan ini tak hanya diminati anak-anak setempat, tetapi ada juga beberapa peserta dari RT 01 hingga RT 04.

Melalui program ‘Berani Tampil Beda’ ini potensi anak coba digali, misalnya dengan meminta peserta maju satu per satu untuk memperkenalkan diri. Awalnya banyak yang terlihat malu-malu, bahkan ada yang mau menangis karena takut bicara. Namun, beberapa saat kemudian mereka pun berani memperkenalkan diri dengan gaya khas masing-masing. 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »