Lempar Kebakaran, Padam Masalah: Mahasiswa KKN Undip Bawa Solusi Cerdas Atasi Sampah di Kemiri Barat

0
 






Campusnesia.co.idSubah, Batang - 29 Juli 2024. Mahasiswa Universitas Diponegoro, Maulana Yusuf, berhasil menyita perhatian masyarakat Desa Kemiri Barat dengan program inovatifnya dalam pengelolaan sampah. Dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan serentak dengan program multidisiplin GIATS, Maulana Yusuf memperkenalkan solusi sederhana namun efektif untuk mengatasi masalah kebakaran akibat pembakaran sampah sembarangan.

Program yang diberi nama "Lempar Kebakaran" ini hadir sebagai respons terhadap kondisi Desa Kemiri Barat yang masih kesulitan mengakses tempat pembuangan sampah. Akibatnya, banyak warga yang memilih membakar sampah di sekitar rumah. Padahal, kebiasaan ini membawa dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

"Bapak Ibu, membakar sampah sembarangan itu sama saja dengan menabur penyakit. Asap yang dihasilkan mengandung banyak zat berbahaya yang bisa merusak paru-paru dan menyebabkan berbagai penyakit pernapasan. Selain itu, pembakaran sampah juga berkontribusi terhadap perubahan iklim," tegas Maulana Yusuf saat memberikan materi. 

Dalam presentasinya yang dihadiri oleh sekitar 33 orang ibu-ibu PKK, Maulana Yusuf memaparkan secara detail bahaya pembakaran sampah. Mulai dari pencemaran udara, kerusakan lapisan ozon, hingga risiko kebakaran yang lebih besar. Ia juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang lebih baik, seperti prinsip reduce, reuse, dan recycle. Selain itu, mahasiswa Teknik Perkapalan ini juga menekankan pentingnya memilih waktu dan lokasi yang tepat untuk membakar sampah, serta cara memadamkan api dengan aman.
 

Inovasi APAR Lempar
Puncak dari program ini adalah demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) lempar. Maulana Yusuf menjelaskan bahwa APAR lempar memiliki dua jenis, yaitu kecil dan besar. Namun, dalam presentasinya, ia lebih fokus pada APAR lempar kecil yang dinilai lebih praktis dan mudah digunakan. Melalui video singkat, peserta diberikan panduan langkah demi langkah mengenai cara menggunakan APAR lempar dengan benar.

Untuk program ini, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 90.000 untuk pembelian 3 unit APAR lempar dengan harga satuan sekitar Rp 30.000. Satu unit APAR digunakan sebagai peraga dalam video demonstrasi, sementara dua unit lainnya diserahkan kepada perwakilan masyarakat.


Antusiasme Ibu-ibu PKK
Program "Lempar Kebakaran" mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, terutama para ibu-ibu PKK yang hadir dalam acara tersebut. Mereka merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini dan berjanji akan menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Mas Maulana. Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Sekarang kami jadi tahu cara yang benar dalam mengelola sampah dan bagaimana cara memadamkan api jika terjadi kebakaran," ujar Ibu Aris, salah seorang peserta dan selaku ketua ibu-ibu PKK.


Harapan ke Depan
Maulana Yusuf berharap program "Lempar Kebakaran" dapat menginspirasi masyarakat Desa Kemiri Barat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Ia juga berharap program serupa dapat dilaksanakan di desa-desa lain yang memiliki permasalahan yang sama.

"Saya ingin masyarakat Desa Kemiri Barat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan sampah. Dengan bersama-sama kita bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," tutur Maulana Yusuf.

#KKNDiponegoro #InovasiDesa #LingkunganBersih



Editor:
Achmad Munandar

KKN UNDIP: Kolaborasi Multidisiplin Lahirkan Produk Olahan Kopi Unik dan Menjanjikan

0



Campusnesia.co.id - Desa Kemiri Barat, Subah, Batang – 27 Juli 2024. Sebuah inovasi menarik hadir di tengah masyarakat Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Sebanyak sembilan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil memikat perhatian masyarakat dengan program pemberdayaan pengolahan biji kopi menjadi produk-produk inovatif, yaitu KROPI (kripik kopi) dan LINOPI (lilin aroma terapi kopi).

Kegiatan yang melibatkan berbagai latar belakang keilmuan ini, mulai dari teknik perkapalan, administrasi bisnis, keperawatan, psikologi, ilmu kelautan, informasi dan humas, antropologi sosial, teknik geologi, hingga ilmu komunikasi, berhasil menyatukan potensi untuk memberdayakan kelompok istri-istri petani kopi serta masyarakat setempat.


Edukasi dan Inovasi untuk Tingkatkan Nilai Ekonomis Kopi
Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi pengolahan biji kopi menjadi produk yang memiliki nilai tambah tinggi. Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis kopi sebagai komoditas utama Desa Kemiri Barat.

"Wah mas menarik banget itu programnya, kalau bisa saya minta resepnya juga ya mas buat pelatihan ibu-ibu kedepannya nanti. Kan lumayan juga itu kalau bisa dijadikan bahan jualan ya," ujar Pak Sulhan, salah satu masyarakat setempat, yang antusias dengan inovasi KROPI dan LINOPI.


Potensi Kopi Liberika dan Inovasi Produk
Dalam program ini, mahasiswa KKN UNDIP memanfaatkan biji kopi Liberika yang melimpah di Desa Kemiri Barat. Kopi Liberika, jenis kopi yang dikenal dengan rasa yang unik, cenderung lebih asam dan fruity dibandingkan arabika atau robusta, menjadi bahan dasar utama pembuatan KROPI dan LINOPI. Rasa asam alami dari kopi Liberika ini memberikan cita rasa yang khas pada KROPI, yang saat digabungkan dengan manisnya gula aren menghasilkan perpaduan rasa yang unik dan menggugah selera. Tekstur KROPI yang renyah dan krispi semakin menambah kenikmatan saat dinikmati.


Kontribusi Mahasiswa Teknik Perkapalan: Pengawetan KROPI
Salah satu poin penting dalam program ini adalah kontribusi dari Maulana Yusuf, mahasiswa Teknik Perkapalan. Maulana berhasil mengembangkan teknik pengawetan untuk KROPI agar produk ini dapat bertahan lebih lama dan memiliki daya simpan yang baik. Dengan demikian, KROPI dapat dipasarkan dalam kemasan yang menarik dan higienis.


Respon Positif Masyarakat
Kegiatan yang dihadiri sekitar 33 peserta ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Mereka antusias mengikuti pelatihan dan demonstrasi pembuatan KROPI dan LINOPI. Para peserta juga sangat tertarik dengan inovasi pengawetan yang dikembangkan oleh Maulana Yusuf.


Alasan Pemilihan Tema
Pemilihan tema pemberdayaan pengolahan biji kopi menjadi KROPI dan LINOPI didasarkan pada potensi besar yang dimiliki Desa Kemiri Barat dalam bidang perkopian. Dengan adanya inovasi produk turunan kopi, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal.


Bentuk Kegiatan

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi:

• Pemberian edukasi mengenai jenis-jenis olahan kopi yang unik

• Cara pengolahan KROPI dan LINOPI

• Teknik pemasaran produk olahan kopi

• Demonstrasi pembuatan KROPI dan LINOPI

 
Kesimpulan
Program KKN multidisiplin UNDIP ini berhasil memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Kemiri Barat. Melalui kegiatan pemberdayaan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal. Inovasi KROPI dan LINOPI menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu dapat menghasilkan solusi yang kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.


Informasi Kontak
Bagi Anda yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program ini atau ingin berkolaborasi, dapat menghubungi ketua tim KKN, Maulana Yusuf, melalui email: maulanayusuf3838@gmail.com.



Editor:
Achmad Munandar

Dukung Optimalisasi Kelompok UMKM Tugu Manunggal, Mahasiswa KKN Undip Tingkatkan Keterampilan Pelaku UMKM Desa Tugu Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

0



Campusnesia.co.idCawas, Klaten (13/8) - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting sebagai salah satu pilar perekonomian di Desa Tugu, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kinerja kelompok UMKM, Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program yang berfokus pada optimalisasi kelompok UMKM Tugu Manunggal di Desa Tugu. Program ini bertujuan untuk memaksimalkan kinerja dan produktivitas UMKM melalui berbagai pelatihan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Pada hari Minggu (28/7/2024), kegiatan bertajuk “Optimalisasi Sumber Daya Manusia Kelompok UMKM Tugu Manunggal Desa Tugu: Meningkatkan Keterampilan dan Kapasitas Tenaga Kerja Lokal” telah dilaksanakan di Balai Desa Tugu. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus UMKM Tugu Manunggal serta pelaku UMKM dari berbagai sektor di Desa Tugu. Tujuan utama program ini adalah untuk membangkitkan kembali identitas kelompok UMKM Tugu Manunggal melalui sosialisasi dan pelatihan yang relevan, guna meningkatkan prospek dan daya saing usaha yang dijalankan.

Program yang dilaksanakan melibatkan serangkaian sosialisasi yang mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan UMKM, termasuk legalitas dalam berusaha, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), manajemen bisnis, pemasaran digital, keuangan, dan keterampilan teknis terkait produk. Materi pelatihan disampaikan oleh mahasiswa KKN Undip yang memiliki latar belakang studi sesuai dengan topik-topik tersebut sehingga diharapkan dapat memberikan wawasan serta keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Adanya materi terkait legalitas dalam berusaha, membantu pelaku UMKM memahami persyaratan hukum dan perizinan yang diperlukan untuk menjalankan usaha secara sah. Selain itu, pentingnya kesehatan dan keselamatan di tempat kerja untuk menjaga kesejahteraan pelaku usaha dijelaskan dalam materi K3. Pemaparan terkait keterampilan teknis diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan inovasi produk yang dihasilkan, termasuk manajemen keuangan, pemasaran digital, dan creative marketing.


Antusiasme peserta sangat terlihat dari ketertarikan dalam mengikuti setiap sesi. Salah seorang pelaku UMKM mengungkapkan bahwa program ini sangat bermanfaat, memberikan wawasan baru, serta membuka kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dalam manajemen dan pemasaran. Beberapa peserta juga menunjukkan ketertarikan khusus pada materi pemasaran digital, dengan harapan dapat memanfaatkan ilmu tersebut untuk mengembangkan pasar produk mereka lebih jauh.

Selain sosialisasi dan pelatihan, program ini juga mencakup analisis tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari setiap struktur pengurus UMKM Tugu Manunggal. Analisis ini bertujuan untuk memperkuat kondisi internal kepengurusan dan memastikan setiap anggota menjalankan perannya secara efektif. Tidak hanya itu, pemetaan UMKM di Desa Tugu dilakukan untuk mempermudah identifikasi potensi ekonomi dan mendukung pengembangan lebih lanjut. Dengan pemetaan ini, diharapkan dapat ditemukan potensi yang dapat dikembangkan dan area-area yang memerlukan intervensi tambahan.

Dengan adanya program ini, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam produktivitas dan efisiensi usaha UMKM Tugu Manunggal. Peningkatan ini diharapkan akan berdampak positif pada pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM di Desa Tugu, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan.



Penulis: 
Tim II KKN Universitas Diponegoro di Desa Tugu

Editor:
Achmad Munandar

Tingkatkan Etika dan Tanggung Jawab Digital, KKN Tim II UNDIP Beri Edukasi Literasi Sosial kepada PKK

0
 


Campusnesia.co.id Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, kemampuan untuk berperilaku secara etis dan aman di dunia maya menjadi semakin penting. Menyadari hal ini, Faiza Faradilla, KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) memulai inisiatif inovatif dengan mengadakan pelatihan literasi media sosial untuk pengurus dan anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Program ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta dengan keterampilan kritis dalam memverifikasi informasi, menjaga privasi, dan memastikan keamanan online mereka. Di tengah maraknya berita palsu dan ancaman keamanan digital, pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan perilaku yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di dunia maya.

Program ini dilaksanakan di Desa Ngaglik pada Minggu (28/7/2024). Dalam kegiatan ini para peserta diajarkan cara mengenali sumber informasi yang kredibel, teknik memeriksa fakta, serta menggunakan alat dan platform verifikasi informasi untuk memastikan berita dan klaim yang mereka terima adalah akurat. Selain itu, mereka diberikan panduan tentang pentingnya menjaga privasi online dan bagaimana mengatur pengaturan privasi di berbagai platform media sosial. Untuk Facebook, misalnya, peserta belajar cara mengatur siapa yang dapat melihat postingan dan informasi profil serta mengaktifkan fitur "Two-Factor Authentication" untuk menambah lapisan keamanan.

Pelatihan juga menekankan pentingnya melindungi data pribadi dengan menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan waspada terhadap phishing. Peserta diberi tips untuk secara rutin memperbarui perangkat lunak dan memantau aktivitas akun guna mendeteksi aktivitas yang mencurigakan. Selain itu, program ini memberi edukasi bagaimana cara mengelola informasi yang dibagikan, dengan berhati-hati dalam membagikan data pribadi dan menggunakan fitur privasi untuk mengontrol akses ke informasi mereka.
Prinsip-prinsip etika digital juga dibahas, meliputi tanggung jawab atas konten yang diposting, kejujuran dalam komunikasi, dan menghormati privasi orang lain. Peserta diingatkan untuk menghormati hak cipta dan menghindari serta menangani cyber bullying dengan bijaksana. Pelatihan ini bertujuan untuk membangun perilaku online yang positif dan inklusif dengan menghargai perbedaan dan berkomunikasi secara sopan.

Program ini diterima dengan baik oleh peserta terbukti dari aktifnya tanya jawab yang dilakukan serta peserta memperhatikan dengan seksama materi yang dijelaskan. Dengan pelatihan ini, KKN Tim II UNDIP berharap para peserta dapat lebih sadar akan pentingnya etika digital dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi diri mereka serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan online yang aman dan bertanggung jawab.



Penulis : 
Faiza Faradilla, Ilmu Komunikasi (2024)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing : 
Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum

Lokasi : 
Desa Ngaglik, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali

Mahasiswa KKN Berdayakan Potensi SDA Desa Bendo untuk Cegah Stunting

0
 


Camppusnesia.co.id - Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen (06/08/2024) Dalam rangkameningkatkan kesehatan dan gizi anak serta remaja di Desa Bendo, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja multidisiplin yang melibatkan pelatihan antropometri anak, edukasi pilar utama gizi pada
golden age period, serta pemberian makanan tambahan dan tablet tambah darah. Kegiatan ini dihadiri oleh kader kesehatan posyandu setempat yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan program.

Program diawali dengan pelatihan antropometri anak yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu Desa Bendo dalam mengukur dan memantau pertumbuhan anak. Antropometri, yang meliputi pengukuran tinggi badan atau panjang badan, dan berat badan yang menjadi indikator penting dalam menilai status gizi dan pertumbuhan anak. Harapannya dengan adanya pelatihan tersebut para kader kesehatan Desa Bendo dapat lebih terampil dalam melakukan pengukuran antropometri, sehingga data yang diperoleh lebih akurat dan dapat digunakan untuk intervensi gizi yang tepat.

Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan edukasi tentang pilar utama gizi anak pada periode emas (golden age period) anak, yaitu usia 0-5 tahun. Masa ini merupakan periode kritis dalam perkembangan fisik dan kognitif anak, sehingga pemenuhan gizi yang tepat sangat penting. Materi yang disampaikan mencakup konsep gizi utama, pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang seimbang, serta strategi penting dalam memberikan makanan pada anak.

Mahasiswa KKN melanjutkan program kesehatan mereka mengenai produk olahan untuk pemberian makanan tambahan (PMT) yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang belum tercukupi dari makanan pokok. Program ini difokuskan pada anak usia 0-2 tahun untuk mencegah stunting, meningkatkan status gizi, dan mendukung tumbuh kembang anak. Pada kesempatan kali ini, tim KKN memilih jagung sebagai bahan utama PMT karena kaya akan nutrisi seperti karbohidrat, serat, vitamin B, vitamin C dan antioksidan yang baik untuk kesehatan. Olahan jagung akan diolah menjadi puding jagung. Puding ini dipilih karena selain kaya akan nutrisi, juga memiliki rasa manis dan tekstur lembut yang disukai anak-anak, sehingga memudahkan proses konsumsi. Puding jagung mudah dibuat di rumah dan harganya terjangkau. Mahasiswa KKN juga menayangkan video tutorial yang telah dibuat oleh tim KKN mengenai cara membuat PMT puding jagung. Sebagai bagian dari program, mahasiswa KKN juga mendistribusikan resep puding jagung dalam bentuk brosur dan puding jagung.


Program selanjutnya yaitu Pemberdayaan pengetahuan remaja dalam konsumsi tablet tambah darah untuk mencegah stunting yang dilaksanakan pada 18 Juli 2024 di Posyandu Remaja Desa Bendo. Acara yang dihadiri oleh 30 peserta ini dibuka oleh Ketua Posyandu dan diisi oleh mahasiswa KKN, yang memberikan pengantar mengenai stunting serta peran tablet tambah darah dalam mencegahnya. Bidan Desa Bendo, Ibu Dwi Andriyani, Amd.Keb., menekankan “Anemia pada remaja putri merupakan faktor risiko stunting”. Materi disampaikan melalui poster edukatif dan mini poster, mencakup penjelasan stunting, dampaknya, dan cara konsumsi tablet tambah darah yang benar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 75% dan diakhiri dengan distribusi mini poster untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Hambatan awal terkait pemahaman peserta  berhasil diatasi melalui penjelasan interaktif. Sebagai tindak lanjut, kader Posyandu merencanakan pelatihan lanjutan dan distribusi poster informatif di desa. Program ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari kader kesehatan posyandu. Ibu Dewi, salah satu kader, mengungkapkan, "Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah pengetahuan, kami juga mendapatkan keterampilan baru yang dapat langsung diterapkan di posyandu." Mahasiswa KKN berharap program multidisiplin ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan anak dan remaja di Desa Bendo.



Editor:
Achmad Munandar

Tahu Ayu: Solusi Tingkatkan Nilai Tambah Produk Tahu di Desa Pendem

0

Campusnesia.co.idKaranganyar, (12/08/24) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi baru di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Salah satu mahasiswa, Elizabet Eveline Piscesha, berhasil memikat hati ibu-ibu PKK dengan program kerja monodisiplin inovasinya, yakni pembuatan tahu ayu.

Inovasi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pabrik tahu di desa tersebut yang belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan nilai tambah produk tahu lokal. Tahu ayu diharapkan tidak hanya dapat menjadi menu tambahan yang bergizi bagi keluarga tetapi juga sebagai ide usaha yang potensial bagi masyarakat.

Kegiatan ini difokuskan pada ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di Desa Pendem. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai tahu ayu melalui penyampaian materi yang disertai dengan tayangan video yang menjelaskan proses pembuatan tahu ayu secara detail. Video tersebut memaparkan langkah-langkah pembuatan mulai dari bahan baku hingga produk jadi.

Setelah sesi materi dan tayangan video, ibu-ibu PKK diberi kesempatan untuk mencicipi hasil produk tahu ayu. Antusiasme mereka sangat terlihat, dengan banyak yang menunjukkan minat dan keinginan untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Program kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda. Selain menambah wawasan tentang cara mengolah tahu menjadi produk yang lebih menarik, tahu ayu juga dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Pendem, yang dikenal
 
dengan produksi tahu melimpah. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.



Editor:
Achmad Munandar

Label Kemasan Jadi Kunci Sukses, Mahasiswa KKN Undip Dampingi Produsen Tahu Desa Pendem

0



Campusnesia.co.idDesa Pendem, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar (01/08/24) - Di balik lezatnya tahu produksi Desa Pendem, tersimpan tantangan tersendiri yakni belum memanfaatkan label kemasan untuk produk tahu mereka. Kondisi ini membuat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melakukan pendampingan dan peningkatan pengetahuan mengenai label kemasan pangan untuk produk tahu yang diproduksi di Desa Pendem. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja monodisiplin yang dilaksanakan oleh Elizabet Eveline Piscesha.

Desa Pendem dikenal dengan keberadaan empat pabrik tahu yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, meski produk tahu buatan desa ini memiliki kualitas yang baik, para pengusaha tahu menghadapi kendala signifikan: tidak ada satupun dari produk mereka yang menggunakan label kemasan. Hal ini berdampak pada kurangnya informasi yang dapat disampaikan kepada konsumen dan mempengaruhi daya saing produk di pasar.

Pentingnya label kemasan pangan tidak bisa dipandang sebelah mata. Label yang informatif dan sesuai standar tidak hanya membantu konsumen dalam memilih produk yang aman dan berkualitas, tetapi juga meningkatkan daya saing produk di pasar. Program kerja ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pengusaha tahu lokal tentang pentingnya mencantumkan label yang jelas dan sesuai regulasi.

Dalam pelatihan ini, dijelaskan berbagai aspek mengenai pembuatan label, termasuk informasi yang harus dicantumkan, seperti nama produk, nama produsen, komposisi, tanggal kadaluarsa, serta berat bersih. Selain itu, juga diberikan panduan tentang cara mendesain label yang menarik dan mudah dibaca.

Program ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha tahu di Desa Pendem. Salah satu pengusaha tahu, Bapak Parman, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa Undip. “Kami sangat senang dan terbantu dengan adanya pelatihan ini. Kami paham tujuan Mbak baik agar usaha tahu kami bisa semakin berkembang kedepannya,” ujarnya.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang label kemasan, para pengusaha tahu diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan memperluas jangkauan pasar.



Editor:
Achmad Munandar

Dengan Kenaikan Penjualan Hingga 30%, UMKM Binaan Undip Buktikan Efektivitas Strategi Digital Marketing

0

Mahasiswa KKN Undip dan pelaku UMKM Desa Podo bergandengan
 tangan dalam mengembangkan visualisasi 
dan strategi media sosial untuk UMKM.

Campusnesia.co.id -  Tim II KKN Undip tahun 2023/2024 berhasil menggugah antusiasme para pelaku UMKM Desa Podo dengan program pendampingan visualisasi dan media sosial. Program ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness serta mendorong peningkatan penjualan produk-produk UMKM lokal.

Fokus utama program ini adalah para pelaku UMKM di Desa Podo. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung kepada para pelaku UMKM, mulai dari tips membuat visual yang menarik, membangun brand di media sosial, hingga strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan Tiktok.

"Tujuan utama kami adalah membantu UMKM Desa Podo untuk lebih dikenal dan produk mereka lebih diminati. Dengan visualisasi yang menarik dan strategi media sosial yang tepat, diharapkan produk-produk UMKM Desa Podo dapat bersaing di pasaran yang lebih luas," ujar Dhieva Leona Febriant, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Salah satu UMKM yang sangat antusias mengikuti program ini adalah usaha es teh. Pemilik usaha mengaku sangat terbantu dengan pendampingan yang diberikan. "Saya sangat senang dengan program ini. Saya ingin usaha es teh saya lebih dikenal banyak orang. Dengan bantuan mahasiswa KKN, saya jadi tahu bagaimana cara mempromosikan produk saya di media sosial," ungkapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh pelaku UMKM lainnya. Mereka berharap dengan adanya program ini, produk-produk UMKM Desa Podo dapat semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM.
Keberhasilan program pendampingan ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN Undip dengan pemerintah desa dan para pelaku UMKM Desa Podo. Ke depannya, diharapkan program seperti ini dapat terus dilakukan untuk mendukung pengembangan UMKM di desa-desa lainnya.

Tags: KKN UNDIP, KKN UNDIP 2024, Mahasiswa KKN Undip



Dosen pembimbing lapangan : 
Yayuk Astuti, Ph. D.

Editor:
Achmad Munandar

KKN Undip di Desa Podo: Masyarakat Lebih Cerdas Atasi Masalah Pinjol

0
 
Pendampingan dilakukan di Balai Desa Podo, 
Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan (30/07/2024) 
(foto: dokumentasi pribadi)


Mahasiswa KKN Undip dan Karang Taruna Desa Podo bersinergi dalam upaya pencegahan pinjaman online ilegal.

Campusnesia.co.idTim II KKN Undip tahun 2023/2024 berhasil melaksanakan program pendampingan literasi keuangan. Kali ini, mahasiswa Undip menyasar Karang Taruna Desa Podo untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Podo, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai berbagai modus operandi pinjol ilegal yang sering terjadi, seperti iming-iming bunga rendah, proses pencairan cepat, hingga ancaman penagihan yang tidak manusiawi. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan dampak negatif dari pinjol ilegal, mulai dari permasalahan finansial hingga potensi pelanggaran privasi.

"Karang Taruna memiliki peran yang sangat strategis dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, terutama generasi muda. Oleh karena itu, kami memilih mereka sebagai mitra kami dalam program ini," ujar Dhieva Leona Febriant, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Tujuan utama dari program ini adalah:

• Meningkatkan kesadaran: Membuat masyarakat, terutama generasi muda, lebih sadar akan risiko dan bahaya pinjol ilegal.

• Memberikan pengetahuan: Memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pengelolaan keuangan yang sehat.

• Mencegah kerugian: Mencegah masyarakat terjerat utang yang sulit dilunasi akibat pinjol ilegal.

• Membangun komunitas keuangan yang sehat: Membangun komunitas yang peduli terhadap pengelolaan keuangan yang baik dan berkelanjutan.

Pelaksanaan program ini disambut hangat oleh Karang Taruna dan perangkat desa. Sebelumnya, pihak KKN telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. 

An-im Vatahillah mengungkapkan antusiasmenya, "Program ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Banyak di antara kita yang tergiur dengan kemudahan pinjol, namun tidak menyadari risikonya. Dengan adanya edukasi ini, kami berharap anggota Karang Taruna dapat menjadi agen perubahan dan menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat."

Senada dengan Ketua Karang Taruna, Ibu Kunifah selaku perangkat desa juga memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Undip. "Kami sangat berterima kasih atas program ini. Harapan kami, dengan adanya edukasi seperti ini, masyarakat desa kami dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan terhindar dari jeratan pinjol ilegal," ungkapnya.

Salah satu peserta, Rendi, mengungkapkan motivasi dirinya untuk ikut serta dalam pemberantasan pinjol ilegal, "Saya merasa terpanggil untuk ikut serta dalam kegiatan ini karena banyak teman-teman saya yang pernah terjerat pinjol. Saya ingin mengajak mereka untuk lebih berhati-hati dan mencari solusi yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan finansial."

Tags: KKN UNDIP, KKN UNDIP 2024, Mahasiswa KKN Undip



Dosen pembimbing lapangan : 
Yayuk Astuti, Ph. D.

Editor:
Achmad Munandar

Ubah Limbah Rumah Tangga: Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Perikanan

0
 
Kegiatan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) 
oleh Mahasiswa Tim II KKN UNDIP yang berlokasi 
di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan (04/08/2024) 
(foto: dokumentasi pribadi)


Campusnesia.co.id - Pekalongan (04/08/2024)-Pembatasan penggunaan pupuk kimia untuk pertanian dilakukan untuk menjaga ekosistem disekitar lahan pertanian karena terlalu banyak masyarakat menggunakan pupuk kimia untuk tanaman. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah hasil rumah tangga menjadi alasan Nurul Hikmah, Mahasiswi KKN UNDIP TIM II memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berwujud cair terbuat dari bahan-bahan organik melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan pembusukan. Penggunaan pupuk anorganik dikhawatirkan dapat merusak tanah serta isu pencemaran lingkungan. Sumber bahan baku organik ini dapat diperoleh dari berbagai limbah rumah tangga seperti limbah hasil perikanan, sayurann dan buah-buahan. Biasanya untuk membuat pupuk organik ini ditambahkan mikroorganisme seperti EM4 untuk mempercepat pendegradasian.

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dalam 2 hari dengan rangkaian kegiatan 1 meliputi pemaparan materi terkait pupuk organik cair, penayangan video pembuatan POC, bahan yang digunakan dalam pembuatan POC, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab bersama Warga dan Karang taruna. Kegiatan 2 dilanjutkan dengan pelatihan secara langsung pembuatan POC dari air budidaya ikan lele di Dusun 1.

Kegiatan ini menghasilkan respon positif dari warga dan karang taruna karena harga pupuk kimia yang terus meningkat dan langka. Banyaknya pertanyaan yang diajukan warga dan karang taruna mengenai materi pemanfaatan limbah yang telah di sampaikan. 

“Terimakasih untuk Mahasiswa KKN Undip yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair dari limbah hasil perikanan. Harapannya ilmu yang telah diberikan dapat dipraktekkan dan dilanjutkan, serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Podo sekaligus menginspirasi tentang pentingnya pemanfaatan limbah organik” ujar M. An-im Vatahillah Arrafi selaku Ketua Karang Taruna Desa Podo

“Terimakasih untuk Mahasiswa KKN Undip yang telah melaksanakan kegiatan Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair dari air budidaya ikan lele. Harapannya nanti warga dapat mempraktekkan kembali dengan memanfaatkan air budidaya lele mereka karena hal tersebut juga menjadi peluang usaha bagi warga sekitar” ujar M. Fatah R. selaku Warga Desa Podo


Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) ditutup dengan pembagian produk POC dan melakukan dokumentasi bersama Karang taruna dan warga Desa Podo.



Tags: KKN UNDIP, KKN UNDIP 2024, Mahasiswa KKN Undip


Dosen Pembimbing Lapangan: 
Yayuk Astuti, Ph. D.

Editor:
Achmad Munandar