Pelatihan Pembuatan Ecoprint untuk Ibu-Ibu PKK Desa Sidorejo oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0


Campusnesia.co.idPada tanggal 3 Agustus 2024, dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan pelatihan pembuatan ecoprint untuk ibu-ibu PKK di Desa Sidorejo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Pelatihan ini dilaksanakan di Balai Desa Sidorejo dan diikuti oleh sejumlah anggota PKK yang antusias untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru.

Ecoprint merupakan teknik mencetak motif pada kain dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga. Teknik ini tidak hanya menghasilkan motif yang estetis, tetapi juga mendukung konsep ramah lingkungan. Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN UNDIP memberikan panduan mulai dari pengenalan dasar ecoprint, pemilihan dan pengolahan bahan, hingga proses pencetakan motif pada kain.
 

Pelatihan ini berlangsung interaktif, di mana para ibu-ibu PKK tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan. Dengan bimbingan langsung dari mahasiswa, para peserta berhasil membuat kain dengan motif-motif alami yang unik dan personal. Setiap peserta diberi kesempatan untuk mencoba berbagai jenis daun dan bunga untuk melihat hasil yang berbeda pada kain.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNDIP bernama Muftakhizatun Nur Rohmah yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui pengembangan keterampilan baru. Mahasiswa berharap, dengan adanya pelatihan ini, ibu-ibu PKK dapat mengembangkan produk ecoprint sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat desa.

Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta dapat berkonsultasi langsung dengan mahasiswa terkait teknik-teknik yang mereka pelajari. Selain itu, di akhir acara, mahasiswa KKN UNDIP memberikan kenang-kenangan berupa hasil ecoprint kepada ibu-ibu PKK.



Penulis:
Muftakhizatun Nur Rohmah
Ilmu Kelautan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Diponegoro


Editor:
Achmad Munandar

Efisiensi di Era Digital: Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelola Keuangan Rumah Tangga melalui Aplikasi Smartphone

0



Campusnesia.co.id - Dalam suatu keluarga, tidak jarang muncul berbagai persoalan. Salah satu persoalan yang paling umum adalah permasalahan keuangan. Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kurangnya perencanaan keuangan yang efektif, serta tidak adanya evaluasi rutin terhadap kondisi keuangan dapat menjadi beban berat yang mengancam keharmonisan rumah tangga. Di sinilah peran ibu rumah tangga sebagai pengelola keuangan menjadi sangat penting dalam menjaga keharmonisan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ibu rumah tangga perlu memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan, mulai dari penyusunan anggaran, pencatatan pengeluaran, hingga strategi menabung dan berinvestasi. Keterampilan ini tidak hanya membantu dalam memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi, tetapi juga membangun ketahanan finansial yang dapat menjadi penyangga di masa-masa sulit. Selain itu, komunikasi yang terbuka dengan anggota keluarga lainnya mengenai kondisi keuangan dan prioritas anggaran sangatlah penting. Dengan begitu, setiap anggota keluarga dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan keuangan rumah tangga. Peran aktif ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan bukan hanya kunci untuk menjaga keharmonisan, tetapi juga fondasi untuk menciptakan masa depan yang lebih stabil dan sejahtera bagi seluruh keluarga.

Menanggapi hal tersebut, Dhanis Daffa Pradana, mahasiswa S-1 Akuntansi Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengambil inisiatif untuk membantu masyarakat dengan memperkenalkan penggunaan aplikasi smartphone yaitu Pengelola Uang sebagai alat pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien. Kegiatan ini diadakan pada Selasa, 6 Agustus 2024, di rumah salah satu anggota ibu PKK Dukuh Ringinptu dan dihadiri oleh semua anggota PKK Dukuh Ringinpitu.

Program kerja ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan penggunaan aplikasi Pengelola Uang. Pelatihan difokuskan pada pengenalan dan pemanfaatan aplikasi Pengelola Uang untuk mencatat serta mengelola pengeluaran serta pemasukan rumah tangga. Materi yang disampaikan juga mencakup cara membuat rencana anggaran, mengelola tabungan, dan memantau perkembangan keuangan keluarga secara berkala. Selain itu, peserta pelatihan juga diberikan pemahaman tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Mahasiswa menekankan pentingnya memprioritaskan kebutuhan pokok keluarga, seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan, dibandingkan dengan keinginan yang bersifat konsumtif. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari ibu-ibu PKK Dukuh Ringinpitu yang hadir sebagai peserta.

Aplikasi Pengelola Uang dirancang untuk membantu pengguna dalam mencatat aset dan utang, menyusun anggaran, serta memantau pemasukan dan pengeluaran. Aplikasi ini juga menyediakan fitur laporan disertai grafik yang menggambarkan kondisi keuangan penggunanya berdasarkan transaksi pengeluaran dan pemasukan yang sudah dicatat. Selain itu, aplikasi Pengelola Uang juga menghadirkan fitur rencana tabungan untuk memotivasi penggunanya dalam hal menabung. Untuk mendukung pengenalan aplikasi ini, tim KKN UNDIP juga menyusun booklet atau modul yang berisi panduan lengkap tentang cara menggunakan aplikasi, termasuk cara mencatat aset dan utang, membuat anggaran, mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran, serta memantau kondisi keuangan. Modul ini diharapkan menjadi alat bantu bagi ibu-ibu rumah tangga dalam memahami dan memanfaatkan aplikasi Pengelola Uang secara efektif.

Respon positif dari peserta pelatihan menunjukkan bahwa program ini berjalan dengan baik dan diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Kelurahan Sragi. Mahasiswa KKN UNDIP berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan edukasi yang dibutuhkan warga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka selama masa KKN berlangsung.


Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengaturan anggaran dan pencatatan keuangan yang teratur dalam rumah tangga sehingga mampu menciptakan kestabilan finansial dan menghindari potensi masalah ekonomi di masa depan. Dengan adanya aplikasi Pengelola Uang dan panduan yang diberikan, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka termasuk pendapatan dan pengeluaran sehari-hari, serta termotivasi untuk menabung demi masa depan yang lebih sejahtera. Program ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengelola keuangan rumah tangga mereka, serta menjadi langkah awal menuju terciptanya masyarakat yang lebih stabil secara finansial.



Penulis: 
Dhanis Daffa Pradana

Sumber:
Liputan Langsung

Editor:
Achmad Munandar 

Inovasi Hijau: Mahasiswa KKN Mengajak Ibu-Ibu Membudidayakan Akuaponik di Pekarangan Rumah

0



Campusnesia.co.idMahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Soroyudan, Raden Ajeng Kartini membuat pelatihan pembuatan akuaponik skala mikro atau keluarga yang dilaksanakan di Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, pada Kamis (08/08/2024). 

Pada kegiatan tersebut, ibu-ibu dusun yang ada di Desa Soroyudan diberikan pelatihan mengenai cara membuat akuaponik, serta memberikan pemaparan informasi tentang manfaat dari akuaponik itu sendiri. Akuaponik merupakan metode pertanian yang menggabungkan akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam sistem ini, limbah yang dihasilkan oleh ikan atau yang biasa disebut dengan amonia berfungsi sebagai nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu membersihkan air yang kembali ke akuarium untuk ikan. Sistem ini menciptakan lingkungan yang saling menguntungkan dan efisien dalam penggunaan sumber daya.
 

Program kerja ini melibatkan ibu-ibu yang berada di Desa Soroyudan dengan melakukan pelatihan pembuatan akuaponik dengan menggunakan akuarium serta wadah untuk tanaman hidroponik itu sendiri. Terdapat berbagai jenis tanaman yang dapat ditanam pada akuaponik, diantaranya, yaitu kangkung, selada hijau, selada merah, bayam, seledri, pakcoy, sawi, serta kailan.

Terdapat beberapa keunggulan dalam membuat akuaponik, diantaranya yaitu dari segi efisiensi sumber daya, penggunaan air dalam akuaponik lebih efisien dibandingkan dengan pertanian tradisional dengan sirkulasi tertutup yang mengurangi kebutuhan untuk pengisian ulang, selain penggunaan air terdapat nutrisi yang dihasilkan dari limbah ikan yang diperlukan untuk tanaman dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia, dari segi sustainabilitas lingkungan penmbuatan akuaponik dapat mengurangi limbah dan penghematan energi, dari segi kualitas pangan, tanaman dapat tumbuh lebih cepat karena terdapat nutrisi yang dihasilkan oleh limbah ikan, serta kualitas air yang baik dapat meningkatkan kesehatan ikan sehingga menghasilkan produk yang berkualitas.

Akuaponik menawarkan solusi yang menjanjikan untuk tantangan global dalam pertanian dan ketahanan pangan. Dengan memanfaatkan prinsip ekosistem yang saling menguntungkan, sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan, tetapi juga menyediakan cara inovatif untuk memproduksi makanan segar dan berkualitas. Meskipun ada tantangan dalam implementasinya, manfaat jangka panjang dari akuaponik menjadikannya pilihan menarik untuk masa depan pertanian yang lebih berkelanjutan dan efisien.



Penulis: 
Raden Ajeng Kartini

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Mengajak Ibu-Ibu Menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

0



Campusnesia.co.idMahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro Desa Soroyudan, Raden Ajeng Kartini membuat pelatihan tentang penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) yang dilaksanakan di Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, pada Senin (29/07/2024). 

Pada kegiatan tersebut, ibu-ibu dusun yang ada di Desa Soroyudan diberikan pelatihan mengenai cara menanam tanaman obat keluarga (TOGA), serta memberikan pemaparan informasi tentang manfaat dari tanaman obat keluarga (TOGA) itu sendiri. Tanaman obat keluarga atau yang biasa disebut dengan TOGA merupakan jenis tanaman yang biasanya ditanam di pekarangan rumah yang tujuan utamanya digunakan sebagai obat-obatan alami. Tanaman ini sering digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang kerap terjadi sehari-hari.

Program kerja ini melibatkan ibu-ibu yang berada di Desa Soroyudan dengan melakukan penanaman secara bersama-sama dengan menggunakan media tanam serta polybag yang kemudian bisa ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Macam-macam tanaman obat keluarga yang digunakan diantaranya, yaitu ketumbar, rosemary, parsley, sweet basil, kale, thyme, oregano, dan herb tarragon.

Tanaman obat keluarga memiliki berbagai manfaat diantaranya, yaitu dari segi kesehatan dan pengobatan, penggunaan tanaman obat keluarga dapat membantu mengatasi penyakit ringan seperti batuk, flu, atau gangguan pencernaan tanpa harus bergantung pada obat-obatan kimia, dari segi ekonomi, menanam dan memanfaatkan tanaman obat di rumah dapat mengurangi pengeluaran untuk obat-obatan, selain itu, tanaman ini juga dapat mengurangi biaya pengobatan, dari segi lingkungan, tanaman obat keluarga merupakan cara ramah lingkungan menjaga kesehatan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia yang berpotensi merusak lingkungan.

Ajeng menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan dimulai dengan pemaparan informasi tentang cara menanam dan manfaat yang akan didapat ketika memiliki tanaman obat keluarga ditanam di pekarangan rumah. “Melihat adanya potensi halaman atau pekarangan yang luas membuat saya tertarik untuk mengadakan Pelatihan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Soroyudan, khususnya dengan ibu-ibu yang ada di desa,” jelas Ajeng.

Ajeng juga menyampaikan, selain sesi pemaparan informasi tentang tanaman obat keluarga serta manfaatnya, terdapat kegiatan pelatihan dengan ibu-ibu dusun yang ada di Desa Soroyudan. “Ibu-ibu antusias dengan tanaman obat kelurga, karena terdapat berbagai macam tanaman obat yang masih cukup jarang atau asing diketahui oleh ibu-ibu di desa Soroyudan”.



Penulis: 
Raden Ajeng Kartini

Editor:
Achmad Munandar

Membangun Generasi Sehat: Pembelajaran Terkait Penerapan Postur Tubuh Yang Baik Untuk Mencegah Terjadinya MSDs

0
 




Gambar 1. Output Poster Program Kerja Monodisiplin

Campusnesia.co.id - Krengseng, 25 Agustus 2024 - Mahasiswi yang tergabung dalam KKN TIM II Universitas Diponegoro baru saja menyelesaikan sebuah program kerja monodisiplin, yang bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi SDN 02 Krengseng tentang pentingnya menjaga postur tubuh ergonomis. Program ini dirancang untuk mencegah terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs), yaitu gangguan pada otot dan tulang yang sering disebabkan oleh postur tubuh yang salah.

Dalam program ini, seluruh siswa-siswi SDN 02 Krengseng diberikan pemahaman mendalam mengenai apa itu Musculoskeletal Disorders (MSDs), bagaimana gangguan ini bisa mempengaruhi tubuh mereka, dan langkah-langkah pencegahan yang bisa diambil dengan menjaga postur tubuh yang ergonomis sejak usia dini. Edukasi yang diberikan meliputi panduan tentang posisi duduk yang benar di kelas, serta cara yang tepat untuk membawa tas sekolah agar tidak membebani punggung.

Agar materi yang disampaikan lebih menarik dan mudah dipahami, mahasiswi KKN menggunakan metode interaktif dan menarik dalam penyampaian informasi. Mereka membuat presentasi PowerPoint yang visualnya menarik perhatian siswa-siswi, dan beberapa siswa dan siswi juga diminta untuk memperagakan cara duduk dan membawa tas dengan postur tubuh yang benar di depan kelas sebagai bagian dari praktik langsung.

Selain materi yang disampaikan secara lisan, mahasiswi juga menyediakan poster-poster edukatif yang dipajang di mading sekolah. Poster-poster ini berisi informasi penting tentang MSDs, dampak negatif yang bisa ditimbulkannya, serta panduan lengkap tentang postur tubuh yang ergonomis, termasuk bagaimana cara duduk yang benar dan cara membawa tas agar tidak merusak postur tubuh.

 
Gambar 2. Selesainya Program Kerja Monodisiplin

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik para siswa-siswi SDN 02 Krengseng. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membantu membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga postur tubuh yang baik dalam setiap aktivitas mereka sehari-hari, sejak usia dini..

 

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip berikan Edukasi Mengenai Kesiap Siagaan Saat Tejadi Gempa Bumi ke Anak-Anak SDN Krengseng 02

0
 
Gambar 1 Foto Bersama anak SDN 02 Krengseng 
dengan mahasiswa KKN setelah Kegiatan Edukasi yang dilakukan


Campusnesia.co.idBatang (25/7/2024). Mahasiswa KKN Undip Niko Andrias Susanto memberikan edukasi siap siaga saat terjadi gempa bumi kepada anak-anak sd di SDN 02 Krengseng. Edukasi ini diadakan mengingat terjadinya gempa bumi di utara Pulau Jawa, terutama dekat daerah Kabupaten Batang yang dewasa ini sering terjadi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja. Dengan pendekatan yang interaktif, siswa-siswi dijelaskan mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa. 

Mengingat Indonesia berada di area Ring of Fire, yang dimana area yang mencakup berbagi area di Samudra Pasifik ini sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi, membuat kita beresiko lebih tinggi mengalami gempa bumi maka dari itu kesiap siagaan akan gempa harus ditanamkan sejak dini ke anak-anak. 

Kegiatan ini dilakukan di SDN 02 Krengseng dengan diikuti oleh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 3. Edukasi yang dilakukan dengan bantuan slide materi, poster, berbagai alat peraga, dan sesi tanya jawab yang interaktif. Anak-anak diajarkan cara berlindung yang benar saat terjadi gempa, seperti bersembunyi dibawah meja dan menjauh dari jendela dan barang yang mudah pecah saat terjadi gempa. 

Selain itu para siswa-siswi juga diajari mengenai prosedur evakuasi saat terjadi gempa seperti berkumpullah di titik evakuasi yang telah ditetapkan yang biasa berada di daerah lapang, hindari gedung-gedung dan tiang listrik karena objek tersebut memiliki resiko runtuh setelah terjadi gempa.

Pada kesempatan ini, ia menjelaskan juga mengenai pengertian gempa, asalnya, serta apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa melalui media poster yang selanjutnya diberikan ke pihak sekolah dan ditempelkan ke mading sekolah.

Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan anak-anak SD mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa dan senantiasa siap siaga akan gempa. Kami berharap melalui pelatihan ini,  anak-anak Desa Krengseng lebih siap  menghadapi keadaan darurat, meningkatkan kewaspadaan, serta mampu menyelamatkan diri dan membantu orang lain ketika terjadi gempa.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip berikan sosialisasi mengenai K3 Las dan Sertifikasi Pengelasan kepada warga di Dukuh Sidodai, Desa Krengseng

0
 
Gambar 1 Pemberian Bantuan APD Las 
kepada Kepala Dukuh Sidodadi


Campusnesia.co.idBatang (28/7/2024). Niko Andrias Susanto, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan sosialisasi mengenai K3 Las dan Sertifikasi Pengelasan kepada warga Dukuh Sidodadi, Desa Krengseng. Kegiatan ini dilakukan mengingat lokasi Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang dekat dengan Desa Krengseng maka diharapkan KITB akan menyerap banyak tenaga kerja dari desa sekitar, termasuk Desa Krengseng. Untuk mencapai harapan tersebut maka warga desa juga harus memiliki skill dan sertifikasi yang dibutuhkan industri, salah satu keahlian yang dibutuhkan industri merupakan las/welding

Pengelasan adalah proses penyambungan dua bagian logam atau lebih  dengan cara meleburkan bagian yang akan disambung dan menambahkan bahan pengisi sehingga membentuk sambungan yang kuat setelah pendinginan. Pengelasan yang umum digunakan pada usaha kecil dan menengah adalah las listrik, dimana  energi listrik itu sendiri digunakan sebagai sumber panas pada proses pengelasan.

Pengelasan sendiri merupakan salah satu alat penting untuk mendukung kehidupan modern kita dimana kebanyakan gedung hingga alat transportasi dibangun dengan sambungan las. Maka dari itu dengan adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), banyak masyarakat desa sekitar yang dapat diserap sebagai tenaga kerja. Selain potensi kerja di KITB, dengan keahlian las yang banyak dibutuhkan industri dimana-mana.

Pada kesempatan tersebut, ia melakukan kegiatan tersebut dengan memberikan edukasi kepada warga tentang pengertian, cacat, inspeksi, dan K3 Las. Selain itu juga ia menjelaskan tentang sertifikasi yang dibutuhkan oleh seorang welder seperti Welding Performance Qualification (WPQ) dan Welding Procedure Specification (WPS). Mengingat las merupakan pekerjaan yang memiliki resiko yang tinggi, ia menekankan hal mengenai K3 las kepada para warga terrmasuk tentang resiko apa saja yang bisa terjadi baik dari segi kerugian material hingga kerugian terhadap kesehatan para pekerja, dengan melalui sosialisasi Alat Pelindung Diri (APD) yag disajikan dengan poster. Pada kesempatan tersebut juga mahasiswa KKN juga membersaikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) las berupa kacamata las dan sarung tangan las kepada warga yang mengikuti sosialisasi.
 
Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan warga terutama yang berusia kerja dapat tertarik untuk belajar mengenai las yang dimana merupakan sebuah keahlian yang dibutuhkan oleh industri, serta juga dapat mengimplementasikan K3 ketika bekerja demi keamanan dan keselamatan diri.



Editor:
Achmad Munandar

Bangkitkan Daya Saing UMKM: Transformasi Donat Ibu Nitta Dengan Identitas Visual Yang Menarik Dan Pelatihan Pembuatan Logo

0
 


 
Gambar 1. Output Program Kerja Monodisiplin


Campusnesia.co.id - Dusun Muntuk, yang terletak di Desa Krengseng, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Indonesia, memiliki salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi donat dengan kualitas tinggi dan cita rasa yang lezat. Namun, meskipun produknya memiliki rasa yang sangat enak, UMKM ini sering menghadapi kesulitan dalam bersaing di pasar. Kesulitan ini terutama disebabkan oleh kurangnya identitas visual, seperti logo, yang membuat produk donat tersebut terlihat kurang menarik dan tidak dikenal oleh konsumen.

Untuk membantu mengatasi masalah ini, pada tanggal 26 Juli 2024, diadakan sebuah program pelatihan khusus yang bertujuan meningkatkan daya saing UMKM tersebut. Program kerja monodisiplin ini diberi nama “Pelatihan dan Pembuatan Desain Logo Produk UMKM Penghasil Kue”. Fokus utama dari program ini adalah Ibu Nitta, seorang pengusaha UMKM yang memproduksi donat di Dusun Muntuk. Selama program ini, Ibu Nitta diberi pelatihan tentang pentingnya logo sebagai elemen identitas dan alat pemasaran bagi suatu UMKM. Selain itu, dia juga diajarkan cara menggunakan aplikasi Canva untuk membuat logo yang menarik dan sesuai dengan karakteristik produknya.

Tidak hanya pelatihan menggunakan aplikasi Canva untuk membuat logo yang menarik, program ini juga menghasilkan hasil konkret berupa logo siap pakai untuk produk donat Ibu Nitta, serta sebuah booklet yang berisi panduan lengkap dan alat-alat yang dapat digunakan untuk membuat logo menggunakan aplikasi Canva. Booklet ini dirancang untuk membantu Ibu Nitta, dan pelaku UMKM lainnya, memahami cara membuat logo secara mandiri.

Gambar 2. Selesainya Program Kerja Monodisiplin

Setelah mengikuti program ini, Ibu Nitta berbagi pengalamannya, “Selama ini saya hanya fokus pada kualitas dan rasa donat, tetapi saya tidak menyadari betapa pentingnya memiliki identitas visual seperti logo. Melalui program ini, saya belajar banyak tentang bagaimana logo dapat meningkatkan daya tarik produk saya dan bagaimana cara membuat logo yang sesuai dengan keinginan saya menggunakan aplikasi Canva”.

Dengan berakhirnya program ini, harapannya produk donat dari Ibu Nitta dapat lebih kompetitif di pasar dan menarik perhatian lebih banyak konsumen. Selain itu, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di daerah lain, sehingga produk-produk lokal dapat semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.



Editor:
Achmad Munandar

KKN Undip Bersama BPBD Batang Sulap Desa Lebo Menjadi Perisai Kuat Hadapi Banjir dan Gempa!

0



Campusnesia.co.id - Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang (27/07/2024). Chara Julia Dara, Mahasiswi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, KKN Tim II Universitas Diponegoro meluncurkan program monodisiplin dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir dan gempa bertajuk "Pelatihan dan Pendampingan terhadap Mitigasi Bencana Banjir dan Gempa Bagi Masyarakat Lebo bersama BPBD Batang" di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Program ini diadakan sebagai respon terhadap bencana banjir dan gempa yang melanda Kabupaten Batang akhir- akhir ini salah satunya di Desa Lebo.

Curah hujan yang deras di wilayah Gringsing pada Maret 2024 menyebabkan meluapnya sungai dan terjadinya bencana banjir di Desa Lebo. Adapun gempa yang terjadi di Kabupaten Batang pada Juli 2024 disebabkan oleh aktivitas sesar aktif yang berada di wilayah tersebut. Gempa dengan magnitudo 4,4 ini termasuk jenis gempa tektonik yang mengakibatkan guncangan yang cukup kuat dirasakan di wilayah Batang, Pekalongan, dan sekitarnya.  Kejadian ini menimbulkan kerugian materi dan mengancam keselamatan warga. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan dan pendampingan dalam mitigasi bencana banjir agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana serupa di masa mendatang.

Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat Desa Lebo dalam upaya mitigasi bencana banjir dan gempa. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami langkah-langkah yang perlu diambil sebelum, saat, dan setelah terjadi banjir dan gempa, sehingga dapat mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. 

Program kerja ini dimulai dengan melakukan survei untuk mengetahui permasalahan banjir di Desa Lebo. Survei ini menemukan beberapa hasil, di antaranya wilayah yang terkena banjir dan gempa, daerah yang berpotensi banjir dan gempa, serta penyebab banjir dan gempa tersebut. Berdasarkan hasil survei ini, tim kemudian melakukan perizinan kepada pihak yang bersangkutan terkait program yang akan dijalankan termasuk bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang yang berkribusi memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah keselamatan dan prosedur evakuasi yang benar. 

 
Pendampingan Tim II KKN Undip dan BPBD Batang 
terhadap Mitigasi Bencana Banjir dan Gempa 
kepada Linmas dan Masyarakat Lebo 

Pelaksanaan program TIM II KKN Undip Bersama BPBD Batang yaitu dengan melakukan pendampingan kepada Masyarakat terutama Linmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana banjir dan gempa bumi melalui edukasi dan pelatihan. Program ini mencakup penyuluhan tentang langkah-langkah keselamatan yang harus diambil saat bencana terjadi, serta simulasi prosedur evakuasi yang aman. 

BPBD juga mengajarkan cara mengidentifikasi tanda-tanda awal bencana dan memberikan panduan untuk bertindak selama dan setelah bencana, sehingga masyarakat lebih siap dan responsif dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, luaran poster-poster edukasi mengenai mitigasi bencana banjir ditempel oleh Tim II KKN Undip di tempat-tempat umum di Desa Lebo, terutama di balai desa dan dekat dengan jalur evakuasi agar mudah dijangkau oleh masyarakat. Poster tersebut berisi pengertian banjir serta langkah-langkah yang harus dilakukan (Do) dan yang harus dihindari (Don't) saat banjir sebagai berikut:


Do:
• Simpan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang aman.
• Matikan listrik dan gas untuk menghindari risiko kebakaran dan sengatan listrik.
• Saat bencana, pindah ke tempat yang lebih tinggi jika memungkinkan.
• Memahami dan mengikuti jalur evakuasi.
• Ikuti arahan pihak berwenang.
• Membuang limbah/sampah di tempatnya.


Don't:
• Menyimpan barang berharga di tempat yang rendah.
• Berjalan atau mengemudi melalui air banjir.
• Mengabaikan instruksi evakuasi dari pihak berwenang.
• Kembali ke rumah tanpa memastikan kondisi aman.
• Mengonsumsi sesuatu yang sudah tercemar banjir.
• Membuang limbah/sampah di sungai atau selokan.


Poster dan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dan dapat digunakan sebagai acuan dalam penanganan banjir dan gempa. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, masyarakat Desa Lebo diharapkan menjadi lebih tanggap dan siap dalam menghadapi bencana banjir dan gempa di masa mendatang.



Editor:
Achmad Munandar

Sehat dan Enak! KKN Undip Ciptakan Nugget Lele sebagai Camilan Pencegah Stunting bagi Anak dan Peluang Bisnis di Desa Lebo

0




Campusnesia.co.idLebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang (13/07/2024). Chara Julia Dara, Mahasiswi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, KKN Tim II Universitas Diponegoro meluncurkan program monodisiplin yang inovatif yaitu "Pembuatan Nugget Ikan Lele sebagai Camilan Sehat Pencegah Stunting yang Enak untuk Anak dan Ide Usaha Bisnis".  Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah pengolahan ikan lele yang selama ini hanya dijual dalam bentuk segar, serta untuk mengatasi masalah anak-anak yang kurang suka makan ikan.

Desa Lebo memiliki potensi besar dalam budidaya ikan lele, namun pengolahan ikan lele di desa ini masih terbatas pada penjualan ikan segar tanpa adanya inovasi yang bisa memberikan nilai tambah. Selain itu, banyak anak-anak di Desa Lebo yang tidak tertarik mengonsumsi ikan, padahal ikan mengandung banyak manfaat dan nutrisi yang baik untuk perkembangan tubuh dan otak. Oleh karena itu, Tim KKN II Universitas Diponegoro berinisiatif untuk memperkenalkan olahan nugget ikan lele sebagai solusi. 

Program ini ditujukan untuk masyarakat Desa Lebo, terutama ibu-ibu posyandu yang memiliki anak-anak yang tidak tertarik makan ikan. Dengan adanya program ini, diharapkan ibu-ibu dapat membuat camilan sehat yang disukai anak-anak dan sekaligus bisa menjadi ide usaha bisnis yang menjanjikan. Ikan lele dipilih karena memiliki harga yang terjangkau dan banyak dibudidayakan di Desa Lebo. Selain itu, ikan lele mudah diolah, memiliki rasa yang lebih ringan, rendah lemak, kaya protein, omega 3, vitamin dan mineral, meningkakan imunitas, mencegah kekurangan gizi serta baik untuk tumbuh kembang dan kecerdasan otak anak.  
 
Pendampingan kepada Ibu-Ibu Posyandu 
Mengenai Isi Leaflet serta Pembagian Produk 
Olahan Nugget Ikan Lele

Program kerja ini dilakukan dengan cara melakukan pendampingan kepada ibu-ibu Posyandu mengenai isi leaflet serta pembagian produk olahan nugget ikan lele. Pendampingan ini meliputi penjelasan detail tentang resep, langkah-langkah pembuatan, dan manfaat ikan lele bagi kesehatan. Hal ini bertujuan agar ibu-ibu tidak hanya dapat membuat nugget ikan lele sendiri di rumah, tetapi juga memahami pentingnya nutrisi ikan bagi perkembangan anak-anak. 

Sebagai luaran dari program ini, Tim KKN II Universitas Diponegoro juga membagikan produk olahan nugget ikan lele dan leaflet berisi resep serta manfaat ikan lele. Diharapkan dengan adanya program ini, anak-anak di Desa Lebo akan lebih gemar makan ikan dalam bentuk camilan yang lezat dan sehat, serta ibu-ibu dapat menerapkan dan mengembangkan ide usaha nugget ikan lele di rumah masing-masing. Berikut adalah resep dan langkah-langkah pembuatan nugget ikan lele yang diperkenalkan dalam program ini:

Bahan-bahan:
• 1 buah wortel, diparut
• 2 siung bawang putih, dihaluskan
• 1/2 sdt merica bubuk
• 1/2 sdt garam
• 1 sdm tepung sagu/tapioka
• 1 sdm tepung terigu
• 1 butir telur ayam
• 250 gram daging ikan lele, difilet dan dihaluskan
• Tepung panir
• Putih telur
• Tepung terigu


Cara Membuat:
1. Siapkan wadah, campur semua bahan jadi satu, aduk merata.
2. Siapkan loyang, oleskan dengan mentega seluruh permukaannya.
3. Masukkan adonan ke dalam loyang.
4. Kukus selama 30 menit.
5. Diamkan sampai tidak terlalu panas dan iris sesuai selera.
6. Balur nugget dengan larutan tepung terigu+air, lalu baluri tepung panir.
7. Simpan di dalam kulkas selama 1 jam.
8. Goreng di minyak panas, sajikan.


Program kerja ini mendapatkan respon yang sangat baik dari ibu-ibu posyandu di Desa Lebo. Mereka antusias dalam mendengarkan penjelasan serta menikmati nugget ikan lele yang disediakan. Banyak dari mereka yang tertarik untuk mempraktikkan resep ini di rumah sebagai solusi untuk anak-anak yang tidak suka makan ikan. Selain itu, program ini juga memberikan ide usaha bisnis yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga di Desa Lebo.



Editor:
Achmad Munandar