Meningkatkan Kewaspadaan Akan Bahaya Hoax, Mahasiswa KKN Tim I UNDIP Melaksanakan Sosialisasi Anti Hoax

0


Campusnesia.co.idBayat (20/01/2024), Kabupaten Klaten merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki 26 kecamatan, 391 desa, dan 10 kelurahan. Salah satu kecamatan yang berada dibawah wilayah administrasi Kabupaten Klaten ialah Kecamatan Bayat. Kecamatan Bayat menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Klaten yang memiliki beberapa potensi di beberapa bidang, seperti dalam bidang pariwisata, bidang sumber daya alam, dan berbagai bidang lainnya. Beluk, merupakan suatu desa di Kecamatan Bayat yang berada dekat dengan perbatasan Jawa Tengah - D.I. Yogyakarta, tepatnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul. Persebaran demografis di Desa Beluk sendiri terdiri atas lansia (lanjut usia), paruh baya, dan anak muda. Rata-rata penduduk Desa Beluk merupakan penduduk dengan lanjut usia dan paruh baya, yang terdiri atas pria dan wanita yang rata-rata berusia 40 sampai dengan 70 tahun.
 
Mayoritas penduduk Desa Beluk telah teredukasi dengan internet melalui adanya smartphone sebagai penghubung antara dunia nyata dan dunia maya. Hal ini terlihat dari beberapa sektor usaha di Desa Beluk yang telah melakukan hubungan jual beli dengan konsumen melalui online. Selain itu, beberapa masyarakat Desa Beluk mayoritas juga telah menggunakan media sosial untuk sekedar bersosialisasi dengan teman-teman di media sosial. Tak ayal lagi, smartphone juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Desa Beluk.

Melihat fakta di lapangan, Topan B. Simeon Panjaitan seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten ini berinisiatif untuk melakukan sebuah program kerja monodisiplin yang berbentuk sebuah pencerdasan yang berhubungan dengan internet dan media sosial. 

“Kalau di Desa Beluk ini mayoritas masyarakatnya sudah menggunakan smartphone dan internet, hampir semua. Jadi internet merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka”, kata Topan (22/01/2024). Melihat fenomena ini pun Topan akhirnya berinisiatif untuk mengadakan sebuah sosialisasi atau pencerdasan mengenai bahaya hoax atau kabar bohong melalui media sosial atau internet. Di dukung dengan masa-masa kampanye dan pemilihan umum calon Presiden 2024 juga mendorong semangat Topan untuk mengadakan sosialisasi ini, sebab pasti akan banyak berita-berita yang bersebaran di internet yang terkadang tidak bisa diakui validitasnya. 
 

Sosialisasi yang bertajuk “Pemberantasan Hoax atau Kabar Bohong berdasarkan UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik” dilakukan pada Sabtu, 20 Januari 2024 di Kantor Balai Desa Beluk dengan audiens yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK. 
Adapun ibu-ibu PKK ini diharapkan nantinya dapat menjadi penjembatan informasi antara Topan sebagai educator dengan keluarga mereka masing-masing. Sebagai bentuk edukasi yang lebih lanjut, Topan juga memberi selembaran brosur kepada tiap audiens dan menempelkan poster di beberapa tempat.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan juga nantinya masyarakat Beluk telah teredukasi mengenai bahaya dari kabar bohong di internet sehingga masyarakat mampu untuk memilah mana berita atau informasi yang layak di konsumsi dan mana yang buruk atau tidak layak di konsumsi.




Editor:
Achmad Munandar

Pentingnya Edukasi Anti-Bullying Bagi Anak-Anak, Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Melakukan Sosialisasi Bagi Siswa/I SDN 01 Beluk

0




Campusnesia.co.idBayat (22/01/2024), Kabupaten Klaten merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki 26 kecamatan, 391 desa, dan 10 kelurahan. Salah satu kecamatan yang berada dibawah wilayah administrasi Kabupaten Klaten ialah Kecamatan Bayat. Kecamatan Bayat menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Klaten yang memiliki beberapa potensi di beberapa bidang, seperti dalam bidang pariwisata, bidang sumber daya alam, dan berbagai bidang lainnya. 
 
Beluk, merupakan suatu desa di Kecamatan Bayat yang berada dekat dengan perbatasan Jawa Tengah - D.I. Yogyakarta, tepatnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul. Persebaran demografis di Desa Beluk sendiri terdiri atas lansia (lanjut usia), paruh baya, dan anak muda.

Rata-rata penduduk Desa Beluk merupakan penduduk dengan lanjut usia dan paruh baya, dengan persebaran anak muda terbilang cukup sedikit dikarenakan para penduduk Desa Beluk yang berusia muda lebih memilih untuk merantau dan mencari nafkah di luar kota, dan mayoritas penduduk Desa Beluk masih banyak yang termasuk ke dalam kategori balita dan anak-anak.

SD Negeri 01 Beluk menjadi salah satu sekolah yang berada di Desa Beluk, dengan jumlah siswa yang tidak mencapai 100 siswa, yang dibagi menjadi 6 kelas sesuai dengan tingkatan kelas dan umur para siswa. Kurikulum yang digunakan sebagai dasar penunjang akademik di SD Negeri 01 Beluk ialah Kurikulum Merdeka Belajar. 

“Kalau di SDN 01 Beluk kita menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar, salah satu pembedanya dengan kurikulum yang mungkin mas atau mbak KKN pelajari waktu sekolah dulu sekarang IPA dan IPS menjadi satu mata pelajaran jadi IPAS” tutur Pak Riza, guru SDN 01 Beluk yang menjabat sebagai WakaBag Kurikulum. 

Lebih lanjut lagi, Pak Riza juga mengatakan bahwa salah satu program yang sudah lama direncanakan di SDN 01 Beluk adalah sosialisasi mengenai anti-bullying kepada siswa-siswi SDN 01 Beluk, namun belum terealisasi hingga sekarang dikarenakan waktu dan keadaan yang belum mendukung.

Mendengar hal tersebut, Topan B. Simeon Panjaitan seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro yang sedang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I di Desa Beluk berinisiatif untuk melakukan program kerja monodisiplin (individual) yang bertajuk “Sosialisasi Anti-Bullying bagi Siswa/I SDN 01 Beluk dan Pengenalan Dasar-Dasar Hukum Indonesia”, dan juga dilaksanakan program kerja ini ialah atas permintaan dari pihak SDN 01 Beluk sendiri. 

 
Dalam sosialisasinya, Topan menyampaikan beberapa materi mengenai anti-bullying kepada siswa-siswi kelas 1 sampai dengan kelas 6, dengan pembagian 2 sesi. Sesi 1 dihadiri oleh siswa-siswi kelas 1 sampai 3, dan sesi 2 dihadiri kelas 4 sampai 6. Muatan materi yang disampaikan pun berbeda, sesuai dengan tingkatan akademik atau tingkatan kelas yang akan disampaikan. 

Adapun perbedaan penyampaian muatan materi ini menyesuaikan pada kurikulum mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, agar tidak terjadi ketidaksesuaian dalam penyampaian materi, misalnya penyampaian materi kepada siswa-siswi kelas 1 sampai dengan 3 tentunya lebih ringan dibanding dengan siswa kelas 4 sampai 6. Ringan yang dimaksud ialah ringan dalam hal penyampaian kata, metode pengajaran kepada siswa-siswi, dan juga treat atau perlakuan bagi siswa-siswi yang bersangkutan.

Sosialisasi anti-bullying ini dilaksanakan pada 22 Januari 2023 di SDN 01 Beluk dan dihadiri oleh para siswa-siswi SDN 01 Beluk. Diharapkan dengan adanya sosialisasi anti-bullying ini dapat meningkatkan kesadaran para siswa-siswi SDN 01 Beluk untuk saling menghargai teman-temannya satu sama lain sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan tentram bagi seluruh siswa-siswi SDN 01 Beluk.




Editor:
Achmad Munandar

Rekomendasi 15 Websites untuk Edit Video secara Online Gratis

0
 



Campusnesia.co.id - Online video editor bisa menjadi solusi tepat untuk sobat yang tidak punya aplikasi, waktu dan skill untuk edit video sebagaiman yang bisa dilakukan dengan aplikasi edit video profesional. 

Dengan beberapa edit video online di bawah ini sobat bisa tetap melaukan editing tanpa harus menginstal software dan aplikasi apapun.

Satu hal yang perlu diperhatikan yaitu koneksi internet yang mumpuni, ini daftarnya.

1. Adobe Spark
Link wesbite klik di sini


2. ClipChamp
Link wesbite klik di sini


3. Kapwing Video Editor
Link wesbite klik di sini


4. Animoto
Link wesbite klik di sini


5. Magisto
Link wesbite klik di sini


6. Video Cutter
Link wesbite klik di sini


7. IMGUR Video to GIF
Link wesbite klik di sini


8. Loopster
Link wesbite klik di sini


9. Bitable
Link wesbite klik di sini


9. Clideo
Link wesbite klik di sini


10. Wevideo
Link wesbite klik di sini


11. Coub
Link wesbite klik di sini


12. Video Toolbox
Link wesbite klik di sini


13. YouTube Editor
Link wesbite klik di sini


14. Ssemble
Link wesbite klik di sini


15. CupCut
Link wesbite klik di sini




Itu tadi sobat campusnesia, Rekomendasi 15 Websites untuk Edit Video secara Online Gratis semoga bermanfaat.


sumber: Hongkiat.com



===
Baca juga:


Tangani Limbah Serabut Kelapa, Mahasiswi KKN Undip Memanfaatkan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Tanaman Kokedama

0
 


Campusnesia.co.idPengolahan sampah dan limbah merupakan isu yang harus diperhatikan di Desa Gendoang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Salah satu limbah yang belum bisa diolah atau dikelola dengan baik yaitu limbah sabut kelapa. Limbah sabut kelapa sangat banyak ditemukan di Desa Gendoang dikarenakan banyak pedagang yang menggunakan buah kelapa, karena itu limbah sabut kelapa banyak ditemukan di Desa Gendoang ini.

Sabut kelapa merupakan salah satu limbah masyarakat yang banyak sekali manfaatnya. Sabut kelapa biasanya di hargai sekitar Rp 5000,- untuk sekitar 1 Kg limbah sabut kelapa. Banyak orang yang belum tahu bahwa nilai limbah sabut kelapa dapat diolah dan dapat diperjualbelikan dengan harga yang lebih tinggi daripada itu. Salah satu cara untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa yaitu dengan mengolah limbah sabut kelapa menjadi tanaman kokedama.

Kokedama merupakan salah satu teknik menanam yang awalnya berasal dari Jepang yaitu dengan membuat tanaman dengan media berbentuk bulat lalu dibalut dengan lumut. Selain menggunakan lumut, tanaman kokedama juga dapat diinovasikan menggunakan limbah sabut kelapa. Tidak hanya dapat menghias rumah tetapi juga dapat diperjualbelikan dengan harga yang tinggi.

Untuk mengatasi masalah pembuangan limbah sabut kelapa yang berlebih, Miutya Arifa Zuyyina, mahasiswi KKN Undip Tim I Tahun 2023/2024, melakukan pelatihan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi tanaman kokedama. Kegiatan ini termasuk dalam program keilmuan atau monodisiplin jurusan Agroekoteknologi. Pelatihan diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 Januari 2024 pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Gendoang dan dihadiri oleh ibu - ibu anggota PKK Desa Gendoang.

Leaflet mengenai sabut kelapa dan pemanfaatannya menjadi tanaman kokedama dibagikan terlebih dahulu sebelum pelatihan dimulai. Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang materi yang akan dibahas. Proses pembuatan tanaman kokedama sangatlah mudah, untuk tahap pertama menyiapkan alat dan bahan berupa tanaman hias, sabut kelapa, mangkok, media tanam, dan benang wol. 

Siapkan media tanam secukupnya lalu tambahkan air sedikit agar mudah dibentuk menjadi bola, setelah dibentuk lalu media tanam dibagi menjadi dua dan masukkan tanaman hias ditengah media tanam dan tutup kembali menjadi berbentuk bola. Letakkan sabut kelapa didalam mangkok, tarik sabut kelapa dan ratakan membentuk mangkok, pastikan bahwa sabut kelapa tidak terlalu banyak ataupun tidak terlalu sedikit. Setelah sabut kelapa siap, masukkan tanaman hias tersebut dan balut dengan sabut kelapa mengikuti bentuk media tanam sebelumnya. Lilitkan benang wol membentuk sabut kelapa agar menjadi lebih padat dan dapat dibentuk sesuai bentuk yang diinginkan. Untuk pemeliharaan hanya direndam di dalam air selama 5 menit setiap harinya.

Kegiatan pelatihan pembuatan tanaman kokedama dari sabut kelapa mendapatkan respon yang sangat baik dari seluruh peserta yang hadir. Setelah praktik tanaman kokedama dari limbah sabut kelapa selesai, tanaman yang telah dibuat diberikan kepada salah satu peserta yang hadir untuk diperbanyak kembali.




Editor:
Achmad Munandar

Menumbuhkan Kesadaran Warga Terhadap Pengelolaan Sampah Sesuai Dengan Prinsip 3R (Reduce, Reused, Recycle) Melalui Program Sosialisasi Tentang Optimalisasi Pemilahan Sampah di Desa Kalimojosari

0
 


Campusnesia.co.idDoro, Kabupaten Pekalongan (2/2/2024) - Pada hari Jumat, 2 Februari 2024, Balai Desa Kalimojosari menjadi saksi pelaksanaan program kerja multidisiplin yang dilaksanakan oleh KKN TIM I Undip, dengan tujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah. Acara tersebut dihadiri oleh perangkat desa, kepala dusun, dan ketua RW Desa Kalimojosari.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 dengan sambutan dari Kepala Desa, Bapak Syahirul Alim, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Desa, Muhammad Faishal Zahzaffa. Program ini diadakan dalam rangka menjalankan program kerja mengenai Optimalisasi Pengelolaan Sampah di desa tersebut.
 

Dalam paparan kegiatan, disampaikan bahwa meskipun sudah ada tempat pembuangan sampah, namun tempat tersebut tidak tertutup dan berada dekat dengan lahan pertanian. Selain itu, masih terdapat masalah dalam pemilahan sampah di mana warga belum memisahkan jenis-jenis sampah.

Tujuan dari program kerja ini adalah memberikan sosialisasi kepada hadirin agar dapat menerapkan praktik optimalisasi pengelolaan sampah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah di sumbernya (rumah tangga), memaksimalkan pemanfaatan sampah untuk daur ulang, serta mengurangi beban pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
 

Sosialisasi ini diarahkan kepada perangkat desa, kepala dusun, dan ketua RW dengan tujuan untuk mengajak masyarakat aktif memulai pemilahan sampah dari rumah masing-masing. Melalui pemisahan sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya, diharapkan sampah yang terkumpul dapat memiliki nilai ekonomis dan menguntungkan.
 

Mahasiswa KKN TIM I Undip turut berperan dalam menyebarkan informasi tentang jenis-jenis sampah, langkah-langkah pemisahan yang benar, serta prosedur penanganan sampah melalui leaflet yang disebar kepada hadirin. Diharapkan, kolaborasi solid antara masyarakat Desa Kalimojosari dalam mengelola sampah dapat memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan.




Editor:
Achmad Munandar

Usaha Mengaktivasi Kolam Ikan Milik Desa Kalimojosari Sebagai Aset dan Sumber Penghasilan Bagi Desa

0
 







Campusnesia.co.idMahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro Tahun 2024 yang berlokasi di Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan pengabdian berupa mengaktivasi kolam ikan milik desa Kalimojosari yang tidak terpakai semenjak tahun 2022 atau semenjak kolam ikan tersebut diresmikan. Dikarenakan dana yang diperlukan untuk membuat kolam ikan tersebut cukup besar maka sangat disayangkan apabila tidak berfungsi atau terpakai dengan semestinya.

Pemerintah Desa Kalimojosari membangun kolam ikan tersebut menggunakan dana desa dengan total dana sebesar Rp. 82.990.600 (Delapan Puluh Dua Juta, Sembilan Ratus Sembilan Puluh Ribu, Enam Ratus Rupiah) dan mulai selesai dibangun serta diresmikan pada tahun 2022. Pada awalnya tujuan Pemerintah Desa Kalimojosari ingin menggunakan kolam ikan tersebut sebagai sumber penambahan kas desa dengan melakukan usaha berupa budidaya ikan. Akan tetapi karena berbagai faktor, kolam ikan tersebut tidak terpakai dan terbengkalai begitu saja.
 

Maka dari itu, Mahasiswa KKN Tim 1 Undip melakukan program kerja berupa mengaktivasi kolam ikan yang berjumlah tiga buah tersebut supaya dapat dipakai sesuai dengan tujuan dan fungsi awalnya. Mahasiswa KKN Tim 1 Undip melakukan beberapa rangkaian kegiatan dan persiapan sebelum dilaksanakannya aktivasi kolam ikan tersebut. Persiapan yang dilakukan juga dilakukan jauh-jauh hari seperti berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, melakukan pembersihan kolam dan juga lingkungan kolam, menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak Dinas Perikanan dan Kelautan, dan juga pemasangan saluran air serta pagar disekitar kolam.
 

Proses koordinasi dengan Pemerintah Desa dilakukan dua minggu sebelum pelaksanaan yaitu meminta persetujuan dan dukungan dari Pemerintah Desa setempat. Selanjutnya Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan disini adalah pihak yang mendukung keberlangsungan program ini dengan bersedia memberikan bantuan berupa bibit Ikan Nila sejumlah 360 bibit dan juga bersedia memberikan edukasi mengenai pembudidayaan ikan kepada perangkat desa setempat dan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa). KKN Tim 1 Undip melakukan pembersihan kolam dan persiapan kolam supaya dapat layak pakai juga dibantu dengan Karang Taruna Desa Kalimojosari dan pihak BUMDES untuk mendukung keberlangsungan program ini. Proses persiapan ini memakan waktu sampai kurang lebih 1 minggu.

Pelaksanaan program Aktivasi Kolam Ikan milik Desa Kalimojosari ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 26 Januari 2024 yang berada di samping sebelah barat Balai Desa Kalimojosari. Proses aktivasi kolam ikan tersebut dilakukan oleh Mahasiswa Tim 1 KKN Undip, Perangkat Desa, dan Pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan dengan baik dan lancar. Kegiatan aktivasi kolam tersebut adalah berupa melepaskan bibit Ikan Nila ke dalam kolam dan memastikan kondisi kolam kembali supaya dapat digunakan dan layak pakai untuk jangka panjang.

 

Setelah dilakukannya aktivasi kolam dilanjutkan ke acara berikutnya yaitu Edukasi Mengenai Pembudidayaan Ikan oleh Penyuluh Dinas Perikanan kepada Perangkat Desa Setempat dan BUMDES dikarenakan pihak tersebut yang akan bertanggung jawab atas keberlanjutan dan tindak lanjut dari budidaya ikan dan pemeliharaan kolam ikan milik desa tersebut. Proses aktivasi kolam ikan disambut dengan baik dan mendapat respon positif dari warga sekitar dikarenakan menjadi salah satu jaminan untuk mendukung perekonomian desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan bahwa masyarakat Desa Kalimojosari turut serta membantu merawat dan menjaga kolam ikan tersebut agar tidak disia siakan kembali dan memberi manfaat lebih bagi Desa Kalimojosari.




Editor:
Achmad Munandar

Pembuatan Peta Sebaran Fasilitas Umum Guna Mendukung Perencanaan Pembangunan Di Kelurahan Sonorejo

0
 
Gambar Penyerahan Peta 
Sebaran Fasilitas Umum Kelurahan Sonorejo


Campusnesia.co.idDalam rangka mendukung pengembangan infrastruktur dan pelayanan publik di Kelurahan Sonorejo, Nabila, mahasiswa Teknik Geodesi dari Universitas Diponegoro menjalankan program kerja KKN dengan fokus utama pada pembuatan peta sebaran fasilitas umum. Program ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai lokasi dan distribusi fasilitas penting di wilayah tersebut, serta membantu pemerintah setempat dalam perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan efektif.

Proses pembuatan peta sebaran fasilitas umum melibatkan beberapa langkah penting untuk memastikan akurasi dan keberhasilan dalam mencerminkan distribusi fasilitas tersebut. Dalam pelaksanaannya, Nabila melakukan serangkaian kegiatan yang meliputi studi pendahuluan, pengumpulan data lapangan, pemrosesan data, dan penyusunan peta. Studi pendahuluan dilakukan untuk memahami kebutuhan dan kondisi wilayah Kelurahan Sonorejo. Kemudian, dilakukan pengumpulan data lapangan menggunakan perangkat Google Earth Pro dan survei langsung untuk mengidentifikasi lokasi dan atribut dari berbagai fasilitas umum seperti sekolah, pusat kesehatan, pasar, dan sarana umum lainnya.

Data yang terkumpul kemudian diproses dan dianalisis menggunakan perangkat lunak pemetaan seperti ArcGIS. Dalam proses ini, dilakukan pemetaan dan simbolisasi yang tepat untuk menghasilkan peta sebaran fasilitas umum yang akurat dan mudah dipahami. Peta tersebut kemudian divalidasi melalui verifikasi lapangan dan diskusi dengan pihak terkait di Kelurahan Sonorejo untuk memastikan keakuratannya.

 
Gambar Diskusi dengan Perangkat Kelurahan Sonorejo

Hasil akhir dari program kerja ini adalah peta sebaran fasilitas umum yang telah disusun dengan rapi dan terstruktur. Peta ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pemerintah setempat dalam pengambilan keputusan terkait dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan di Kelurahan Sonorejo.

Dengan demikian, program kerja KKN ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat setempat.




Penulis: 
Nabila Febri Listina
Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Prof. Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Si., M.Si.

Lokasi KKN: 
Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo

Editor:
Achmad Munandar


#KKNUndip
#Tim1KKNUNDIP
#P2KKNUNDIP

Mahasiswa KKN Tim I Undip 2024 Barupaya Meningkatkan Motivasi Pelajar MTs di Desa Gendoang dengan Program Kerja “Career Day”

0
 


Campusnesia.co.idPendidikan merupakan investasi masa depan yang tidak bisa diabaikan. Namun, tidak semua siswa menyadari potensi diri mereka sepenuhnya. Tingkat sekolah tertinggi yang ada di Desa Gendoang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, adalah Tingkat MTs. Banyak siswa MTs yang masih ragu-ragu atau kurang termotivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA) atau perguruan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya melanjutkan pendidikan dan memberikan motivasi kepada siswa untuk mengejar Impian mereka.

Program kerja Career Day merupakan salah satu solusi yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Tim I Undip 2024 dengan memberikan motivasi dan pemahaman mengenai jenjang pendidikan di dunia karir. Program ini memiliki tujuan untuk memberikan wawasan tentang berbagai pilihan karir yang dapat dicapai melalui pendidikan lanjutan, membagikan pengalaman pribadi mahasiswa KKN yang telah melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, serta menginspirasi dan memotivasi siswa MTs untuk mengejar pendidikan lanjutan dan mengembangkan potensi diri mereka.

Program kerja Career Day di MTs Al-Asy’Ariyah dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2024 dengan peserta kelas 9 MTs Al-Asy’Ariyah. Pelaksanaan program ini dimulai dengan pembukaan oleh MC, penyampaian materi setiap jurusan (Teknik Elektro, Teknik Kimia, Arsitektur, Agroekoteknologi, Informatika, Akuntansi, Ilmu Perpustakaan, Manajemen Logistik, dan Hukum), sesi tanya-jawab, dan penutupan oleh MC. Materi yang disampaikan meliputi pengertian, career path, prospek kerja, hingga informasi beasiswa setiap masing-masing jurusan. Dengan peserta berjumlah 70 siswa, program kerja Career Day di MTs Al-Asy’Ariyah berjalan dengan lancar, tanpa adanya hambatan.

“Terima kasih kepada kakak-kakak KKN yang telah mengadakan acara Career Day ini. Acara ini sangat bermanfaat bagi kami siswa MTs. Kami mendapatkan wawasan baru tentang berbagai pilihan karir dan juga motivasi untuk terus belajar agar bisa meraih Impian kami,” ujar salah seorang siswa yang hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu, Kepala MTs Al-Asy’Ariyah juga menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Undip atas program kerja yang sudah dilakukan ini. Semoga acara seperti ini dapat menumbuhkan semangat siswa dalam melanjutkan studi mereka ke depannya.”

Program kerja Career Day di MTs Al-Asy’Ariyah ini dapat meningkatkan kesadaran siswa MTs tentang pentingnya pendidikan lanjutan untuk meraih kesuksesan, serta memberikan inspirasi dan motivasi kepada siswa untuk mengejar Impian mereka dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi. Dengan adanya Career Day di MTs Al-Asy’Ariyah ini, siswa dapat terbantu dalam merencanakan Langkah-langkah untuk mencapai tujuan pendidikan dan karir mereka. 

Dengan demikian, program KKN Career Day merupakan inisiatif yang sangat penting dalam membantu siswa MTs untuk menggali potensi diri mereka dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi Langkah awal bagi siswa-siswi MTs untuk menggali potensi diri mereka masing-masing, merancang masa depan, dan meraih kesuksesan dalam pendidikan dan karir di masa yang akan datang. Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim I Undip 2024 berharap dapat membantu Desa Gendoang dalam mengatasi peningkatan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Gendoang.




Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Membenahi Perpustakaan SDN 01 Desa Gendoang yang Tidak Terurus

0
 





Campusnesia.co.idMahasiswa KKN Undip Tim I 2023/2024 di Desa Gendoang Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, melaksanakan sebuah program shelving dan membenahi perpustakaan SDN 01 Desa Gendoang pada Jumat (2/2/2023). Shelving sendiri adalah kegiatan menyusun bahan koleksi berdasarkan kebutuhan pembaca agar buku dapat ditemukan dengan mudah. Hal ini dilakukan karena perpustakaan SDN 01 Desa Gendoang kurang terurus. Ibu Susi selaku pengurus perpustakaan sibuk mengajar siswa - siswinya. Hal ini membuat perpustakaan tersebut kurang terurus karena kurangnya tenaga kerja.

Program ini sendiri mendapat dukungan penuh oleh kepala perpustakaan SDN 01 Desa Gendoang dan kepala sekolah serta guru dan staff lainnya. Maka dari itu, dengan adanya program shelving ini perpustakaan bisa terbenahi yang sebelumnya berdebu dan tidak tersusun rapih. Apabila dibiarkan bahan bacaan akan rusak, dan dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar. Selain debu, jamur dan serangga yang bersarang di rak buku dapat menyebabkan kerusakan pada bahan koleksi.
 

Selain kerusakan bahan koleksi, debu, serangga, dan jamur juga menyebabkan ketidaknyamanan siswa - siswi SDN 01 Desa Gendoang. Faktor tersebut juga yang membuat menurunnya minat baca siswa - siswi di perpustakaan karena lingkungan yang kotor tidak layak untuk dikunjungi apalagi di singgahi untuk membaca. Selain ketidaknyamanan yang ditimbulkan, lingkungan yang berdebu dan penuh dengan jamur dan serangga dapat membahayakan kesehatan sisa - siswi. Maka dari itu, perpustakaan SDN 01 Desa Gendoang membutuhkan pembenahan untuk mencegah hal tersebut terjadi.
 

Rak yang kotor dan berdebu telah dibersihkan, serangga dan jamur yang menganngu telah dihilangkan berkat adanya program shelving pembenahan perpustakaan SDN 01 Desa Gendoang ini. Buku pelajaran yang tidak beraturan susunannya telah di tata ulang sesuai urutan kelas masing - masing, sehingga murid atau pustakawan dapat dengan mudah mendapatkan bahan pustaka yang dibutuhkan.
 

Lantai yang berdebu dan penuh noda juga telah dibersihkan, karpet yang lecak dan tidak tertata sudah ditata dengan rapih agar siswa - siswi dapat membaca dan belajar dengan nyaman tanpa risih karena lingkungan yang sebelumnya kotor dan berdebu.




Editor:
Achmad Munandar

Manajemen Keuangan Sejak Dini, Tua Bebas Financial! Mahasiswa KKN UNDIP Melaksanakan Sosialisasi Tentang Pentingnya Perencanaan Keuangan Sejak Dini

0
 


Campusnesia.co.id - Moga, Pemalang (24/01/24) - salah satu anggota KKN UNDIP Tim 1 melaksanakan sosialosasi tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Kegiatan tersebut termasuk dalam salah satu pelaksanaan program monodisiplin pada tanggal 24 januari 2024 yang bertempat di MI Al-Nashiriyah Desa moga.

Program monodisiplin ini membahas tentang sosialisasi mengenai bagaimana siswa siswi MI Al-Nashiriyah dalam pengelolaan keuangan yang terpenting dalam pengelolaan di usia dini ini adalah bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan jadi jika sejak dini sudah bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan pada saat dewasa siswa tersebut dapat memprioritaskan hal-hal yang penting terebih dahulu bukan untuk membeli gengsi. 

Perizinan untuk sosialisai ini, diawali dengan mengunjungi MI Al-Nashiriyah desa moga untuk menemui kepala sekolah pada saat pertemuan awal kami menemui salah satu guru untuk meminta izin dikarenakan bapak kepala sekolah sedang tidak ada ditempat, dan setelah berbincang dengan kepala sekolah ternyata dibolehkan untuk menjalankan proker monodisiplin di MI Al-Nashiriyah ini, hari berikutnya yaitu pada tanggal 24 januari 2024 kami mendatangi MI Al-Nashiriyah untuk bertemu dengan bapak kepala sekolah yang bernama bapak Ishom kami berbincang-bincang untuk perizinan, bapak ishom sangat welcome terhadap mahasiswa KKN. Setelah berbincang-bincang dengan bapak kepala sekolah kami mendatangi kelas 4 untuk menjalankan sosialisasi. Sosialisasi diakhiri dengan mengajarkan cara mengelola uang masuk dan keluar.

Adapun hasil dari luaran program monodisiplin ini yaitu dengan membagikan setiap siswa booklet yang mana diharapkan siswa siswi MI Al-Nashiriyah dapat menerapakan ilmu yang sudah saya bagikan ke siswa siswi MI Al-Nashiriyah.

Pada saat pelaksanaan program monodisiplin ini diharapkakan para siswa siswi MI Al Nashiriyah Desa Moga dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan sehingga kedepanya bisa menerapkan di kehidupan sehari-hari yang tujuannya yaitu kebebasan finansial.



Penulis: 
Alridlo Tri Widagdo Fakultas Sekolah Vokasi, Prodi Akuntansi Perpajakan, 

DPL:
Dr. Ana Silviana, S.H., M.Hum.

Lokasi KKN:
Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang

Editor:
Achmad Munandar