Optimalisasi Kesehatan Ternak Bebek Melalui Program Sosialisasi Multivitamin oleh Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip

0
 



Campusnesia.co.id - Desa Petanjungan (14/08/2023)- Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian, Program Studi Peternakan, Universitas Diponegoro,  telah meluncurkan program kerja monodisiplin yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemberian multivitamin pada ternak bebek. Dalam sebuah upaya untuk memberikan informasi yang bermanfaat dan praktis bagi warga desa, Warih Ana Kurniasih, mahasiswa Program Studi Peternakan Undip, memimpin program sosialisasi pemberian multivitamin pada ternak bebek. 

Desa Petanjungan, yang dikenal dengan tradisi peternakan bebek yang khas, menjadi fokus program ini mengingat masih banyak warga yang belum sepenuhnya memahami dan mengamalkan praktik pemberian multivitamin yang tepat.
Program ini diinisiasi setelah dilakukan survei awal yang mengungkapkan kurangnya kesadaran tentang pentingnya pemberian multivitamin pada ternak bebek. Banyak peternak bebek di desa ini belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai manfaat multivitamin dan cara penggunaannya. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan dan produktivitas ternak.

Program ini dilaksanakan secara door to door dengan menjelaskan tentang peran penting multivitamin dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan ternak bebek. Dijelaskan pula contoh kasus nyata di mana pemberian multivitamin dapat memberikan dampak positif pada produktivitas ternak.

Salah satu momen puncak dalam program ini adalah pemberian produk multivitamin dengan merk "Supervit". Langkah ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada para peternak tentang cara yang tepat dalam memberikan multivitamin kepada ternak bebek mereka. Semua tindakan dilakukan dengan mematuhi pedoman kesehatan hewan dan pertanian yang berlaku.

Warih Ana Kurniasih menjelaskan, "Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemberian multivitamin pada ternak bebek. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kami berharap para peternak dapat memastikan kesehatan dan produktivitas ternak mereka, serta meningkatkan kualitas produk peternakan."

Kepala Desa Petanjungan Bapak Abdul Rohman, turut memberikan dukungan penuh terhadap program ini. "Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa Undip dalam memberikan penyuluhan yang berharga kepada warga desa kami. Ini adalah langkah positif untuk memajukan sektor peternakan di desa kita."

Program ini berhasil mencapai tujuan awalnya, yakni memberikan pemahaman dan penyuluhan yang lebih baik kepada warga desa tentang pentingnya pemberian multivitamin pada ternak bebek. Dengan harapan program ini akan membawa dampak jangka panjang yang positif pada kesehatan dan produktivitas ternak bebek di Desa Petanjungan.


Oleh: Warih Ana Kurniasih

Kreatif! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Mengadakan Penyuluhan Pembuatan Kemasan Telur Bebek yang dapat Menambah Nilai Jual

0
 


Campusnesia.co.idPemalang (14/08/2023) – Desa Petanjungan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Secara geografis desa ini terletak di wilayah pesisir yang merupakan daerah dataran rendah dengan temperatur udara rata-rata yang cukup tinggi. Desa Petanjungan terbagi ke dalam 3 dusun, 3 RW, dan 48 RT (AdminDesa, 2018), dengan total jumlah penduduk 6618 orang. 

Pada umumnya penduduk Desa Petanjungan bekerja di sektor pertanian terutama pertanian tanaman pangan dan hortikulturan dengan komoditas utama padi sawah, jagung. Selain bertani, untuk menambah penghasilan masyarakat juga memelihara ternak seperti seperti sapi, kambing, domba, bebek, dan ayam buras. Sebagian besar komoditas peternakan di Desa Petanjungan didominasi oleh ayam buras dan bebek. Bebek yang dipelihara maasyarakat Desa Petanjungan kebanyakan menghasilkan telur dibandingkan daging.

Telur bebek adalah salah satu bahan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi dan digemari oleh banyak orang. Permintaan akan telur bebek terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan manfaat kesehatan yang dihadirkannya. Namun, untuk memastikan telur bebek mencapai konsumen dalam kondisi baik dan tetap segar, packaging yang efektif sangatlah penting. Inovasi terbaru dalam packaging telur bebek bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan produk

Penyuluhan ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Petanjungan  melalui pelatihan pembuatan kemasan telur bebek yang dapat meningkatkan nilai jual. Penyuluhan pembuatan kemasan telur bebek ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Juli 2023. Sasaran dari program ini adalah para peternak bebek Desa Petanjungan. Pada pelaksanaan program tersebut, dilakukan kegiatan seperti cara pembuatan kemasan telur dengan teknologi seperti anti-guncangan dan pemberian label, cara pengemasan produk, dan sistem penjualan serta promosi produk.

Program ini mendapatkan dukungan dan sambutan yang baik dari stakeholder setempat serta khususnya para peternak bebek Desa Petanjungan. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta saat mengikuti penyuluhan, serta sesi tanya jawab saat edukasi. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan produk, serta memberikan informasi yang lebih baik kepada konsumen.

Teknologi seperti anti-guncangan, barier antimikroba, dan label adalah beberapa contoh inovasi yang telah diperkenalkan untuk mengatasi tantangan dalam distribusi dan penyimpanan telur bebek. Dengan adanya upaya terus-menerus dalam pengembangan packaging, diharapkan telur bebek dapat tetap segar dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.



Editor: Warih Ana Kurniasih
Dosen Pembimbing Lapangan: Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum
Lokasi KKN: Desa Petanjungan, Kecamatan Petarukan

Tingkatkan Ketertarikan Terhadap Sejarah, TIM II KKN UNDIP Lakukan Sosialisasi Pengenalan Tokoh-tokoh yang Terlibat dalam Proklamasi Di SD Negeri Kertasari 04

0
 



Campusnesia.co.id - Tegal - Sabtu, 29 Juli 2023. Sejarah memiliki aspek penting dalam kehidupan di masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang. Sama halnya, seperti Bangsa Indonesia, adanya kemerdekaan saat ini tidak terlepas dari Sejarah di masa lampau.

Bangsa Indonesia menjadi sebuah negara yang sengara dan menderita karena adanya penjajah. Adanya perjuangan para tokoh pahlawan membuat Bangsa Indonesia mampu terlepas dari penjajah. Akan tetapi, banyak generasi Bangsa Indonesia saat ini yang kurang peduli terhadap sejarah bangsanya. 

Setelah penerjunan ke lapangan, tepatnya di Desa Kertasari, TIM II KKN UNDIP melakukan diskusi dengan Perangkat Desa Kertasari (06/07/2023) untuk membahas permasalahan yang ada di desa tersebut. Menurut Pak Agus (41 tahun) yang merupakan wakil kepala Desa Kertasari menyebutkan bahwa memang di Desa Kertasari sendiri ketertarikan terhadap sejarah cenderung rendah.

Sosialisasi diharapkan menjadi sebuah jawaban dari permasalahan yang ada tersebut. Untuk meningkatkan wawasan dan ketertarikan terhadap sejarah Bangsa Indonesia, Niken Khusuma Wardhani yang merupakan salah satu mahasiswa KKN Tim II Undip di Desa Kertasari melakukan kegiatan sosialisasi “Pengenalan Tokoh dan Perannya dalam Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan” di SD Negeri Kertasari 04 pada hari Sabtu, 29 Juli 2023. kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam (09.00-10.00 WIB) tersebut berlangsung lancar.

Setelah diawali perkenalan dengan peserta didik, yang selanjutnya dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah penayangan video Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Penayangan video disambut antusias para peserta didik, ditambah dengan pembagian poster para tokoh proklamasi membuat peserta didik tertarik untuk memadukan para tokoh yang ada di poster dengan perannya yang ada ditayangan video.  Setelah penayangan video, Niken melakukan storytelling kembali peristiwa detik proklamasi dan melakukan sesi tanya jawab di sela-sela dirinya bercerita. 

Kegiatan tersebut berjalan dengan baik, banyak peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan dari Niken. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan figura yang berisi poster para tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi oleh Tim II KKN Undip kepada pihak sekolah. Nyatanya, dengan adanya sosialisasi ini dapat membantu meningkatkan ingatan peserta didik terhadap salah satu peristiwa sejarah yaitu peristiwa detik proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dengan adanya sosialisasi yang diberikan ini diharapkan dapat menambah keingintahuan dan ketertarikan peseta didik sebagai generasi Bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan pengetahuan dan wawasannya terhadap sejarah.



Penulis: Niken Khusuma Wardhani
Dosen Pembimbing Lapangan: Slamet Suharto., S.Pi., M.Si
Lokasi: Desa Kertasari, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal
TIM II KKN UNDIP 2022/2023

Mahasiswa KKN Ajarkan Perang? "Tabukan Terbalik: Remaja Desa Sumbarang Memimpin Perang Melawan Narkoba, Rokok, Dan Pergaulan Bebas"

0
 


Campusnesia.co.idDesa Sumbarang (19/07/2023)-apa yang diajarkan mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2023 untuk memerangi dunia yang sedang marak dengan masalah remaja?. Dalam menghadapi tantangan serius terkait penyalahgunaan narkoba, merokok aktif, dan pergaulan bebas di kalangan remaja, sebuah program inovatif telah diinisiasi di Desa Sumbarang. 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang risiko yang dihadapi oleh mereka serta memperkuat tanggung jawab pribadi dalam menjaga kesehatan dan masa depan mereka. Diberi nama "Muda, Bebas, Bertanggung Jawab," program ini juga bertujuan untuk membangun generasi muda yang berkualitas, berkomitmen pada kesehatan, dan mampu menghindari perilaku berisiko.

Menurut data dari Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Petrus Reinhard Golose, jumlah penduduk di rentang usia 15-64 tahun yang pernah menggunakan narkoba mencapai 4,8 juta selama tahun 2022-2023. Selain itu, angka perokok aktif di kalangan remaja mencapai 69% di Indonesia, dengan 89 juta anak terpapar asap rokok yang mengancam kesehatan mereka. Tidak hanya itu, pergaulan bebas juga semakin mengemuka, khususnya di kota-kota besar.
Selain itu program ini juga dapat digunakan untuk memitigasi potensi bahaya dari narkoba, rokok, dan pergaulan bebas di kalangan remaja Desa Sumbarang. 

Dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) ketiga, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera, program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mendalam dan fokus kepada remaja tentang dampak negatif penggunaan narkoba, merokok, dan perilaku pergaulan bebas.

Program ini akan dilakukan melalui wadah posyandu remaja yang merupakan ruang yang cocok untuk menyebarkan informasi tersebut. Materi akan disajikan dalam bentuk brosur yang informatif dan mudah dipahami oleh remaja. Selain itu, untuk mempertahankan minat dan partisipasi remaja, program ini akan memanfaatkan metode pembelajaran interaktif seperti permainan kuis pengetahuan tentang narkoba, rokok, dan pergaulan bebas.

Program ini ditujukan kepada remaja berusia 12-24 tahun yang berdomisili di Desa Sumbarang. Dengan berfokus pada kelompok usia ini, program ini berupaya mencapai remaja di fase penting perkembangan mereka dan memberikan informasi serta alat yang diperlukan untuk membuat keputusan yang lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan masa depan mereka.

Program "Muda, Bebas, Bertanggung Jawab" menandai langkah penting dalam mengatasi tantangan kesehatan dan perilaku yang dihadapi oleh remaja di Desa Sumbarang. Melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan informatif, program ini diharapkan dapat membantu menciptakan generasi muda yang sadar akan risiko yang dihadapi serta mampu mengambil keputusan bertanggung jawab demi kesehatan dan masa depan yang lebih baik.

Pisang Bisa Berevolusi? "Revolusi Donat Pisang: UMKM Merambah Pasar Baru Melalui Digital Marketing Di Facebook Dan Whatsapp"

0
 


Campusnesia.co.idDesa Sumbarang(30/07/2023)-pisang bisa berubah jadi apa selain jadi buah?. Desa Sumbarang telah mengukuhkan diri sebagai pusat produksi pisang yang melimpah. Namun, kesempatan untuk memaksimalkan pemasaran produk kebun ini belum sepenuhnya dieksplorasi. 

Menangkap semangat zaman, Desa Sumbarang mengambil langkah berani dengan merintis UMKM Donat Pisang berbasis digital marketing melalui media sosial Facebook dan WhatsApp. Program inovatif ini diprakarsai dengan tujuan untuk mengangkat ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat melalui pemasaran yang lebih luas dan modern.

Pisang, sebagai salah satu hasil kebun utama di Desa Sumbarang, biasanya hanya dipasarkan dalam bentuk buah segar. Namun, dalam era digital, cara pemasaran bisa lebih kreatif dan beragam, salah satunya dengan membentuk UMKM yang menghasilkan produk olahan pisang yang unik dan menarik. Dengan memanfaatkan potensi pisang sebagai bahan dasar, program ini bertujuan untuk menciptakan produk baru yang memiliki daya tarik tersendiri serta memperluas pasar pemasaran.

Program "Perintisan UMKM Donat Pisang Berbasis Digital Marketing Via Media Sosial Facebook dan WhatsApp" bertujuan untuk merintis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sumbarang dengan fokus pada produksi donat pisang. Diharapkan, dengan memadukan inovasi dalam produk dan metode pemasaran, program ini akan mampu mendongkrak ekonomi desa secara signifikan.

Dalam program ini, langkah-langkah pelaksanaan yang terstruktur akan memandu pembentukan UMKM Donat Pisang. Dari pembuatan donat, desain kemasan, hingga branding merek, semuanya akan ditangani secara cermat. Namun, yang menjadi daya tarik utama adalah metode pemasaran berbasis digital, dengan memanfaatkan WhatsApp dan Facebook sebagai media utama. Ini dianggap sebagai pendekatan yang paling efektif karena keduanya telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat.

Program ini ditujukan kepada para Ibu-Ibu PKK yang aktif dan memiliki minat untuk belajar merintis UMKM. Dengan fokus pada kelompok ini, program ini bertujuan untuk memberdayakan kaum perempuan dalam aspek ekonomi dan kewirausahaan.

“ ternyata pisang bisa dibikin donat ya, rasanya enak dan saya baru kali ini doyan makan donat” testimoni salah satu warga yang telah mencoba hasil produk kami.

Melalui perpaduan antara kreasi produk dan pemasaran digital, program "Perintisan UMKM Donat Pisang Berbasis Digital Marketing Via Media Sosial Facebook dan WhatsApp" menciptakan peluang baru bagi masyarakat Desa Sumbarang untuk mengembangkan potensi ekonomi mereka.

“setelah kegiatan tersebut saya dapat membuat donat pisang sendiri, dan saya jual di warung” warga yang sudah mencoba memasarkan dan memulai UMKM donat pisang.

Dengan inovasi yang cerdas dan pendekatan yang tepat, program ini berpotensi mengubah wajah perekonomian lokal dan mengilhami komunitas yang lebih kuat dan sejahtera.

Stunting Masih Menjadi Masalah: Sosialisasi Bahaya Stunting Tim KKN Desa Lembasari, Kec, Jatinegara, Kab. Tegal

0

 Tim KKN Desa Lembasari sedang mengadakan sosialisasi 
bahaya Stunting dan pencegahanya (10/8)


Campusnesia.co.idLembasari - Dalam kemajuan suatu peradaban, letak kualitas kehiduap dari sumber daya manusia yang menghuni peradaban itu adalah sebagi titik sentral. Artinya, dalam kualitas sumber daya manusia yang tinggi terdapat pembangunan yang maju pula. Dari sudut pandang berpikir ini, jelas, bahwa segala arah kepada pembangunan sumber daya manusia sejatinya berbanding lurus dengan pembangunan dari lingkungan sekitar. 

Maka segala sesuatu yang mengarah pada pelehaman sumber daya manusia perlu dihindarkan. Terutama masalah kesehatan. Di desa Lembasari, sayangnya, masih terdapat beberapa individu yang terkena diagnosa stunting. Per-tahun lalu, beradasarkan wawancara bersama bidan desa, ditemukan bahwa masih terdapat hingga 28 anak yang didiagnosa terkena stunting. 

Dari 28 anak itu, terdapat sekitar 15 anak yang tergolong stunting parah. Tingkat ini memang termasuk rendah dalam rasio, tetapi jumlah 28 anak termasuk angka yang tinggi dalam suatu daerah. Hal ini tentu perlu dihilangkan. Sebab, selain pertumbuhan fisik, stunting mengancam seorang individu tidak dapat memenuhi potensi pertumbuhan intelegensia dan mental yang sempurna juga. Posyandu Lembasari selama ini sudah coba menghilangkan ancaman stunting dengan pembagian makanan tambahan. Langkah ini dinilai tepat sebab sumber utama stunting adalah kurangnya gizi. Penambahan gizi diharapkan dapat mengurangi angka diagnosa stunting.

Selain eradikasi, langkah penting yang perlu ditekankan adalah pencegahan.
Tim KKN desa Lembasari, pada Kamis 10 Agustus 2023 mengadakan sosialisasi mengenai bahaya Stunting kepada peserta posyandu beserta kader posyandu Desa Lemhasari. Tim KKN mencoba untuk mencerdaskan warga, khususnya ibu-ibu, yang memiliki anak balita, juga yang akan hendak melahrikan untuk memahai bahaya juga potensi serta sebab dari stunting. Harapanya, lewat sosialisasi ini, kesadaran ibu-ibu dari desa Lmebasari dapat meningkat dan dengan itu mengurangi bahkan menghilangkan potensi stunting.

Sosialisasi ini sekaligus merupakan program kerja dari Tim KKN Universitas Diponegoro di Desa Lembasari. Sosialisasi diawali dengan perkenalan Mahasiswa KKN UNDIP yang dilanjutkan pemaparan materi melalui PPT mengenai bahaya stunting serta bagaimana cara mencegahnya. Sebelum sosialisasi, terlebih dahulu diadakan pelayanan posyandu masal di desa Lembasari. Saat diwawancara, alasan tim KKN mengadakan sosialisasi bersamaan dengan posyandu adalah karena momen yang tepat dimana warga yang hadir posyandu juga sedang mengakses layanan kesehatan bagi balitanya, sehingga dirasa tepat.

Program kerja sosalisasi bahaya stunting ini mendapatkan respon yang positif dari Ibu-ibu kader posyandu juga dari warga yang menjadi sasaran peserta dalam program kerja ini.


Penulis: Tim KKN Desa Lembasari

 
 

Minyak Jelantah Berbahaya, Solusi Cerdas Diperlukan: Edukasi Pembuatan Lilin Arometerapi dari KKN Desa Lembasari, Jatinegara, Kab. Tegal

0
 Mahasiswa KKN sedang memeragakan 
cara pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah


Campusnesia.co.idLembasari- Bagaimana tanggapan pembaca, bila ditemukan bahwa dari hari ke hari makanan di meja makan pembaca jusru adalah penyebab utama penyakit?
Begitulah kenyataan yang ditemukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro di desa Lembasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Maraknya penggunaan minyak jelantah menjadi permasalahan yang mengakar, tetapi sayangnya kurang diperhatikan. 

Padahal minyak Jelantah menjadi permasalahan yang mengakar dan besar. Minyak jelantah diketahui mengandung senyawa karsiogenik yang dalam pemakaian berkelanjutnaya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan kesehatan. Minyak jelantah yang berasal dari penggorengan yang berulangkali menyebabkan adanya senyawa peroksida yang dapat menimbulkan kanker. 

Kurangnya edukasi mengenai penggunaan minyak jelantah yang menyebabkan penyakit menjadi salah satu alasan warga Desa Lembasari masih menggunakan minyak bekas penggorengan yang digunakan terus menerus. Pengelohan limbah yang kurang terlaksana di Desa Lembasari, baik pengolahan organik maupun non organik menyebabkan limbah minyak tidak diperhatikan dalam penanggulangannya.

Berangkat dari hal itu Mahasiswa KKN UNDIP (Lembasari, Jatinegara, Tegal) melaksanakan program Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah dengan mensosialisasikan bahaya kanker karena penggunaan minyak jelantah dan solusi dalam pengolahan limbah minyak, serta praktik pembuatan lilin yang dilakukan di Balai Desa Lembasari. 

Tujuan dari program tersebut adalah untuk menyadarkan warga desa agar tidak memakai minyak jelantah dalam proses memasak karena bahaya untuk kesehatan serta solusi dari penanggulangan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis sebagai ladang usaha baru bagi warga Desa Lembasari. Program tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2023, dimulai pada pukul 15.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Pelaksanaan program kerja tersebut bertempat di Balai Desa Lembasari dengan Ibu-ibu PKK menjadi sasaran dalam program ini.

Program kerja Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah diawali dengan perkenalan Mahasiswa KKN UNDIP yang dilanjutkan pemaparan materi melalui PPT mengenai bahaya penggunaan minyak bekas yang digunakan terus menerus. Setelah itu, Mahasiswa dengan 2 orang perwakilan dari Ibu-ibu PKK mempraktikan pembuatan lilin aromaterapi dengan bahan minyak jelantah. Pelaksanaan praktik tersebut berguna agar materi dapat lebih dipahami. Kegiatan ini diakhiri dengan melangsungkan sesi tanya jawab.

Program kerja Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah ini mendapatkan respon yang positif dari Ibu-ibu PKK yang menjadi sasaran peserta dalam program kerja ini. 
Setelah dilakukannya kegiatan tersebut. Warga Desa Lembasari berharap semakin banyak warga yang sadar akan bahaya penggunaan minyak jelantah. Selain itu, pembuatan lilin aromaterapi diharapkan dapat membuka ladang usaha bagi warga Desa Lembasari.



Penulis: Tim KKN Desa Lembasari

Capai SDGs Desa! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Melakukan Pemasangan Plang Nama Dukuh dalam Rangka Pembinaan Kemasyarakatan Desa Melalui Infrastruktur dan Inovasi Desa

0
 

Pemasangan Plang Nama Dukuh Krajan, 
Dukuh Kemloko, dan Dukuh Gembongan


Campusnesia.co.idPekalongan (06/08/2023) - SDGs Desa (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk Desa) adalah upaya terpadu untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah pedesaan. Ini adalah program yang bertujuan untuk mengubah desa menjadi komunitas yang berkembang dengan menangani berbagai aspek pembangunan, seperti pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, layanan kesehatan, pelestarian lingkungan, pendidikan, kesetaraan gender, jaringan, dan responsif budaya. 

SDGs Desa berfungsi sebagai kerangka kerja dan panduan untuk pembangunan desa. Salah satu cara yang dilakukan untuk mewujudkan SDGs Desa adalah dengan membuat plang nama dukuh.

Plang nama dukuh dibuat untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan pengguna jalan lainnya yang ingin mencari lokasi atau jalan tertentu. Plang nama dukuh juga membantu pengguna jalan dalam mengakses jalan dengan lebih mudah. 

Pembuatan plang nama dukuh bertujuan untuk menciptakan wilayah yang lebih tertata dan dikenali. Mengetahui kondisi jalan di area masuk setiap dukuh Desa Kajongan masih belum memiliki plang identitas dukuh kami selaku TIM KKN Universitas Diponegoro berinisiatif untuk membangun plang tersebut. 

Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, tanggal 6 Agustus 2023. Proses pembuatan dan pemasangan papan nama dukuh diarahkan oleh bapak kepala desa dan salah seorang hansip Desa Kajongan. Plang nama dukuh tersebut dipasang di area gerbang masuk setiap dukuh. 

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro memasang plang nama di 3 dukuh yang ada di Desa Kajongan yaitu Dukuh Kemloko, Dukuh Krajan, dan Dukuh Gembongan. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan diterima baik oleh masyarakat setempat. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan plang nama dukuh ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat dan pengguna jalan dan masyarakat yang ingin mencari lokasi dukuh. 



Penulis dan Pelaksana : 
Abigail Amadea Candra, Fakultas Kedokteran, Prodi Kedokteran
Andhika Azis Nugroho, Fakultas Hukum, Prodi Hukum
Benhard Simanullang, Fakultas Sains dan Matematika, Prodi Ilmu Komputer / Informatika
Estu Nur Aini, Fakultas Teknik, Prodi Sistem Komputer / Teknik Komputer  
Fachrunisa Irwan, Sekolah Vokasi, Prodi Bahasa Asing Terapan 
Fadilla Maghfira Murhanifah, Fakultas Teknik, Prodi Teknik Lingkungan
Hana Khairunnisa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Administrasi Publik 
Julian Velix Raden Liew, Fakultas Ilmu Budaya, Prodi Antropologi Sosial
Paras Lintang Adiwiratna, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Prodi Teknologi Pangan
Priska E. Lumban Batu, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prodi Oseanografi 
Salwaa Rachmadian Sulistiyanto, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prodi Manajemen 

KKN Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023 

Dosen Pembimbing lapangan :  
1. Imam Santoso S.T., M.T. 
2.  Arwinda Nugraheni., S.KM., M.Epid
3. Ojo Kurdi S.T., M.T., Ph.D. 


Ubah Limbah Jadi Bisnis! KKN Undip Ubah Pelepah Pisang Jadi Keripik

0
 Foto bersama ibu ibu PKK Desa Penangkan


Campusnesia.co.id Kab. Batang - Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi lokal dan keterampilan masyarakat, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Diponegoro (Undip) gelar pelatihan pembuatan keripik pelepah pisang yang sukses di Desa Penangkan, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Program ini bertujuan untuk mengajarkan warga desa, terutama ibu-ibu PKK tentang cara mengolah pelepah pisang menjadi produk keripik yang memiliki nilai jual tinggi.

Pelatihan yang diadakan oleh mahasiswa KKN Undip pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 guna memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik pembuatan keripik pelepah pisang yang berkualitas. Keripik pelepah pisang dipilih sebagai bahan utama karena melimpah di Desa Penangkan.

Biasanya pelepah pisang oleh masyarakat desas hanya dibuang atau dijadikan pakan jangkrik, padahal apabila diolah pelepah ini dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kurangnya pemanfaatan mengenai pelepah pisang melatarbelakangi kegiatan ini. Pelepah pisang dapat diolah menjadi makanan, yaitu keripik pelepah pisang. 

Keripik pelepah pisang ini mempunyai manfaat, yaitu dapat sebagai detoks sistem pencernaan, mengobati asam lambung, menurunkan berat badan, mengontrol kolesterol dan tekanan darah, menstabilkan kadar gula darah, dan membantu mengobati batu ginjal. Selain itu, menurut Direktorat Gizi (2005) bonggol atau pelepah pisang dalam 100 g bonggol pisang mengandung gizi sebesar 245,0 kalori, 3,4 g protein, 0,0 lemak, 66,20 g karbohidrat dan mineral seperti Ca, P dan Fe, Vitamin B1 dan Vitamin C. Dengan demikian, program pelatihan pembuatan keripik pelepah pisang mampu sebagai sarana inovasi warga dalam pemanfaatan limbah serta dapat membantu menciptakan lapangan kerja tambahan bagi warga setempat.

Mahasiswa KKN Undip bersama dengan masyarakat Desa Penangkan melakukan pelatihan yang komprehensif. Kegiatan meliputi pemilihan bahan baku yang baik, teknik pengupasan, pengirisan, penggorengan, dan pengemasan. Mahasiswa Undip mendemonstrasikan setiap langkah kepada warga, dan warga juga berkesempatan untuk berlatih langsung di bawah bimbingan mahasiswa.

Keripik pelepah pisang hasil pelatihan ini diharapkan dapat menjadi produk unggulan dari Desa Penangkan. Program pelatihan pembuatan keripik pelepah pisang oleh mahasisawa KKN Undip adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat memberikan manfaat positif dalam pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa.




Oleh: 
Halimah Nisa Septiani 
(halimahseptiani1@gmail.com)
Mahasiswa Teknologi Pangan Undip

Keren! Menjaga Pola Hidup Sehat Dan Kebersihan Lingkungan Pada Siswa Sekolah Dasar, KKN TIM II UNDIP Memberikan Pendampingan Dan Edukasi

0

Dokumentasi Bersama Beberapa Guru SDN 2 Ampelgading 


Campusnesia.co.id - Pemalang (22/07/2023) - Perilaku merupakan perbuatan yang dapat diamati bahkan bisa dipelajari. Dalam hal ini perilaku kesehatan adalah suatu respon seorang pada suatu rangsangan pada penyakit, system pelayanan kesehatan, makanan, dan lingkungan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah suatu perilaku yang dilaksanakan oleh manusia dalam memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan memiliki perilaku hidup sehat. Program ini dilaksanakan di berbagai lapisan misalnya seperti rumah tangga, sekolah, pasar, dan lain sebagainya.

Perilaku hidup bersih dan sehat di Indonesia masih digolongkan rendah, dimana masih terdapat beberapa permasalahan kesehatan dan adanya penyebaran penyakit. Perilaku hidup sehat perlu dilaksanakan sejak dini, agar tujuan perilaku hidup dapat tercapai secara maksimal. 

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah adalah upaya siswa dan guru untuk mencegah penyakit, lingkungan yang sehat, serta meningkatkan kualitas kesehatan untuk tubuh yang dilakukan secara sadar. Sekolah menjadi salah satu tempat yang perlu menerapkan adanya perilaku hidup bersih dan sehat, karena sekolah merupakan salah satu tempat pendidikan yang strategis. Sekolah menjadi tempat dalam mengajarkan dan memberikan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.

Anak usia sekolah dasar yang berumur 10 – 14 tahun adalah usia yang tepat dalam mengajarkan berbagai nilai tentang PHBS dan memiliki potensi dalam menyalurkan dan memperkenalkan kesehatan sehingga akan menciptakan kebiasaan dalam PHBS. Terdapat berbagai penyakit yang disebabkan karena beberapa hal misalnya kuman masuk ke dalam mulut, belum mencuci tangan, tangan kotor, lingkungan yang tidak bersih, dan lain sebagainya.

Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading merupakan salah satu daerah dengan permasalahan sampah yang tinggi. Pengelolaan sampah yang dilakukan masih belum maksimal, dimana masih banyak sampah yang berserakan karena tidak membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan penyebaran penyakit yang lebih cepat, misalnya diare, sakit perut, demam berdarah dan lain sebagainya. 

Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi Dan Edukasi

Berdasarkan permasalahan diatas, maka KKN TIM II UNDIP 2022/2023 yang berasal dari berbagai fakultas dan jurusan memberikan Sosialisasi dan Edukasi Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat Dan Kebersihan Lingkungan Pada Siswa Sekolah Dasar. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan. Dengan adanya program kerja ini, diberikan beberapa sabun cuci tangan, hal tersebut bertujuan agar anak anak menjaga kebersihan misalnya mencuci tangan. 

Alasan dilaksanakannya sosialisasi dan edukasi karena dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran anak dalam menjaga kebersihan sejak dini. Dimana sosialisasi dilaksanakan di SDN 2 Ampelgading pada pagi hari, tanggal 22 Juli 2023. 

Kegiatan sosialisasi dan edukasi sasarannya yaitu kelas 1 sampai kelas 6, dengan sasaran kegiatan yang merata maka informasi yang diberikan mudah untuk menyebar. 

Setelah dilaksanakan sosialisasi dan edukasi, KKN TIM II UNDIP 2022/2023 memberikan beberapa sabun terhadap sekolah sebagai bentuk dalam menjaga kebersihan sejak dini yaitu mencuci tangan.

Dalam pemberian sosialisasi dan edukasi, terdiri dari pengertian PHBS di sekolah, manfaat, dan lain sebagainya. PHBS di sekolah adalah kegiatan yang memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah dalam melaksanakan hidup sehat. 

Dalam PHBS di sekolah terdapat beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut:

1. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat

2. Meningkatkan proses belajar dan mengajar

3. Lingkungan menjadi sehat

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah, yaitu sebagai berikut:

1. Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan memakai sabun
2. Mengonsumsi jajan sehat
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Rajin berolahraga
5. Tidak merokok di sekolah
6. Membuang sampah pada tempatnya
7. Memberantas jentik nyamuk
8. Menimbang berat badan dan tinggi badan

Pemberian edukasi sedari dini pada anak-anak mampu memberikan hasil yang lebih efektif dan melekat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini, murid-murid SD N 02 Ampelgading diharapkan mampu untuk dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dimanapun mereka berada dan menjadi agent of change dalam meningkakan kualitas perilaku sehari-hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat.


Nama Penulis: KKN TIM II UNDIP 2022/2023 Desa Ampelgading

DPL: 
Dr. Ir. Martini, M.Kes
Agus Naryoso, S.Sos., M.Si.
An’im Kafabih, S.E., M.E

lokasi : Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang