Menuju Desa Pantirejo Bebas Stunting: Tim Mahasiswa KKN Undip Berikan Inovasi Pembuatan Bubur Sumsum Menggunakan FiberCreme Sebagai Makanan Tambahan Stunting

0
 


Campusnesia.co.idDesa Pantirejo, Sukodono (10/08/2023) - Prevelensi stunting di Indonesia yang masih tinggi merupakan masalah kesehatan nasional yang masih terjadi sampai saat ini. Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi untuk angka stunting di Asia Tenggara. Desa Pantirejo merupakan salah satu lokasi yang masih memiliki angka stunting. Stunting merupakan suatu kelainan gizi kronis yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi, baik gizi micro maupun gizi macro. 

Stunting ditandai dengan tinggi badan dan berat badan yang tidak berkembang secara signifikan. Stunting pada anak dapat berakibat buruk pada perkembangan otak anak dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan menta, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. 

Stunting dapat dicegah dengan pemberian nutrisi tambahan. Desa Pantirejo sudah melakukan Pemberian Makanan Tambahan di setiap kegiatan posyandu yang sudah dilakukan, namun menu yang diberikan kurang variatif yang terdiri susu, pisang, telur, dan biscuit. Berdasarkan hal tersebut, Tim Mahasiswa KKN Undip berupaya memberikan penyuluhan edukatif mengenai “Inovasi Penggunaan FiberCreme dalam Pembuatan Bubur Sumsum Sebagai Pengganti Santan”. Tim Mahasiswa KKN Undip memilih produk krimmer multifungsi “FiberCreme” dikarenakan produk tersebut memiliki kandungan gizi yang lebih sehat jika dibandingkan dengan santan. Produk tersebut memiliki komponen utama oligosakarida yang diperoleh daring singkong. 

Kegiatan ini diawali dengan pembuatan bubur sumsum di posko KKN untuk dibagikan kepada balita yang hadir. Kegiatan penyuluhan dimulai dengan memaparkan materimengenai stunting dan pembuatan bubur sumsum menggunakan FiberCreme. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video mengenai pembuatan bubur sumsum yang sudah dilakukan di posko KKN dan diakhiri dengan pembagian bubur sumsum FiberCreme. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan bubur sumsum tidak memerlukan bahan yang rumit, yaitu tepung beras, FiberCreme (pengganti santan), gula aren, air, sedikit garam, dan daun pandan. Bahan-bahan yang diperlukan mudah diperoleh di supermarket terdekat. 

Cara pembuatan bubur sumsum juga mudah. Pertama, larutkan FiberCreme menggunakan air hangat, kemudian masukkan tepung beras ke dalam wadah yang berbeda dan larutan dengan air. Kedua, berikan garam secukupnya pada larutan tepung beras tadi. Ketiga, masak campuran tepung beras dan air menggunakan api kecil, setelah setengah matang masukkan larutan FiberCreme dan aduk secara perlahan,kemudian masukkan beberap lembar daun pandan. Keempat, aduk semua campuran tadi hingga tepung beras menggumpal dan membentuk bubur, seteah matang pindahkan ke dalam wadah. Kelima, larutan gula aren dibuat dengan melarutkan gula aren dan air dan masak hingga mendidih. Keenam, tuang larutan gula aren di atas bubur sumsum yang sudah dibuat dan hidangkan. 

  
Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu posyandu sejumlah 45 ibu-ibu dan balita. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Pantirejo pukul 09.00 WIB. Penyuuhan berjalan dengan lancer dan interaktif. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa pertanyaan dari ibu-ibu posynadu yang hadir. Luaran dari kegiatan ini adalah produk bubur sumsum dan leaflet yang berisikan pengertian FiberCreme, cara pembuatan bubur sumsum FiberCreme, dan informasi gizi FiberCreme. 

Tanggapan dari ibu-ibu posyandu yang hadir dalam kegiatan penyuluhan ini cukup baik. “Terima kasih mba untuk sosialisasinya, besok mungkin kami akan mencoba membuat bubur sumsum dengan FiberCreme untuk makanan tambahan di posyandu yang akan datang”, jelas Ibu Endang selaku kader posyandu. Harapan dari kegiatan ini adalah dapat memberikan inovasi baru kepada Masyarakat mengenai nutrisi tambahan pada anak stunting dan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. 



Penulis: Tim II Mahasiswa KKN Undip TA 2022/2023
DPL : Tari Purwanti S.Ant., M. A
Lokasi KKN: Desa Pantirejo, Kec. Sukodono, Kab. Sragen, Jawa Tengah

Optimalisasi Fungsi Bank Sampah: Tim Mahasiswa KKN Undip Fasilitasi Reorganisasi Kepengurusan Bank Sampah Desa Pantirejo

0
 


Campusnesia.co.id - Desa Pantirejo, Sukodono (14/08/2023) – Bank sampah menjadi alternatif konsep mendukung kebijakan pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia. Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering yang telah dipilah oleh masyarakat, serta masyarakat memiliki buku rekening layaknya perbankan. 

Namun, pada bank sampah yang ditabung bukan uang, melainkan sampah yang memiliki nilai ekonomis (seperti: besi dan plastik). Masyarakat yang menabung sampah akan disebut sebagai nasabah dan memiliki buku tabungan. Sampah yang ditabung selanjutnya akan ditimbang dan dicatat yang kemudian akan dihargai sejumlah uang. Program bank sampah menjadi program pendukung pemerintah dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya. 

Bank sampah perlu memiliki kelembagaan yang kuat agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan optimal. Desa Pantirejo sudah memiliki 2 bank sampah yang berada pada setiap kebayanan. Namun, dalam pelaksanaanya masih belum optimal dalam hal pengurus dan minat masyarakat. 

Ketua pengurus bank sampah kebayanan barat telah kosong sejak akhir tahun 2022 dan belum ada penggantinya Selain itu kepengurusan bank sampah Desa Pantirejo selama ini masih belum berjalan sesuai tugas dan fungsinya, hal tersebut menyebabkan keberjalanan bank sampah Desa Pantirejo belum berjalan optimal. 

Berdasarkan hal tersebut, Tim Mahasiswa KKN Undip memfasilitasi Desa Pantirejo untuk melakukan reorganisasi kepengurusan Bank Sampah Desa Pantirejo dan membantu membuatkan Surat Keputusan Kepala Desa tentang Kepengurusan Bank Sampah Desa Pantirejo. 

Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan Focus Group Discussion dengan masyarakat Desa Pantirejo yang diwakilkan oleh Perangkat Desa Pantirejo, 17 Ketua RT Desa Pantirejo, dan Pengurus Bank Sampah setiap kebayanan saat ini. Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan pada Selasa, 01 Agustus 2023 di Balai Desa Pantirejo. Focus Group Discussion (FGD) dimulai dengan pemaparan materi dari Tim Mahasiswa KKN Undip tentang penguatan kelembagaan bank sampah, usulan struktur kepengurusan Bank Sampah Desa Pantirejo, serta penjelasan tugas, pokok, dan fungsi setiap jabatan bank sampah kedepannya. Dilanjutkan dengan diskusi bersama warga desa tentang struktur pengurus bank sampah setiap kebayanan yang disepakati beserta pemilihan ketua dan struktur bawahnya secara musyawarah mufakat.

Setelah struktur organisasi beserta nama pengurus disepakati, Tim Mahasiswa KKN Undip membantu Bank Sampah Desa Pantirejo meresmikan kepengurusan baru dengan membuatkan Surat Keputusan Kepala Desa Pantirejo tentang Pembentukan Pengurus Forum Bank Sampah Desa Pantirejo. Surat Keputusan tersebut berisi tugas dari forum bank sampah beserta susunan pengurus yang terdiri dari nama bank sampah setiap kebayanan dan susunan pengurus beserta namanya. Draf  SK Kepala Desa tersebut kemudian diserahkan kepada Desa Pantirejo dengan diwakilkan oleh Sekretaris Desa Pantirejo. Penyerahan draf SK Kepala Desa dilakukan pada Senin, 14 Agustus 2023 di Balai Desa Pantirejo.


Kegiatan fasilitasi penguatan kelembagaan bank sampah oleh Tim Mahasiswa KKN Undip ini mendapatkan respon positif dari Perangkat desa Pantirejo. Sekretaris Desa Pantirejo sebagai perwakilan masyarakat mengucapkan terimakasih atas kegiatan dan upaya optimalisasi Bank Sampah Desa Pantirejo oleh Tim Mahasiswa KKN Undip, “sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKN Undip di Desa Pantirejo yang telah peduli dengan keadaan Bank Sampah di Desa Pantirejo dan membantu melakukan reorganisasi kepengurusan serta pembuatan SK baru, semoga dengan adanya kepengurusan bank sampah baru ini kegiatan bank sampah kedepannya dalam lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat”. Tim Mahasiswa KKN Undip berharap dengan adanya struktur organisasi baru dari Bank Sampah Desa Pantirejo, kedepannya pelaksanaan bank sampah dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat Desa Pantirejo. 



Penulis: Tim II Mahasiswa KKN Undip TA 2022/2023
DPL : Tari Purwanti S.Ant., M. A
Lokasi KKN: Desa Pantirejo, Kec. Sukodono, Kab. Sragen, Jawa Tengah
 

Mahasiswa KKN TIM II Undip 2023 Melakukan Pelatihan dan Pendampingan terkait Optimalisasi Perangkat Lunak Microsoft Excel kepada Perangkat Desa Karanggatak Kecamatan Klego

0
 


Campusnesia.co.idDesa Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (08/08/2023). Saat ini teknologi merupakan salah satu hal yang paling dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia kerja. Teknologi telah berkembang menjadi berbagai macam jenis dan model, salah satunya adalah Microsoft Office. 

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan Microsoft Office ini, dimana Microsoft Office ini memiliki berbagai macam jenis aplikasi yang membantu pekerjaan kita. Salah satu contohnya adalah Microsoft Office Excel yang merupakan aplikasi yang dapat kita gunakan untuk melakukan suatu perhitungan.

Di desa Karanggatak sendiri, menurut informasi yang telah didapatkan dari hasil survey wawancara kepada sekretaris desa, perangkat desa khususnya di bidang administrasi dan keuangan masih asing dalam menggunakan Microsoft Office Excel ini. 

Perangkat desa lebih sering menggunakan aplikasi Microsoft Office Word untuk membuat laporan dan melakukan perhitungan dengan manual. Sehingga hal ini membuat mahasiswa KKN Undip Semarang mempunyai ide dan gagasan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan Microsoft Office Excel kepada perangkat desa Karanggatak.
  

Pelatihan dan pendampingan software Microsoft Excel ini digagas oleh mahasiswa KKN Undip, Ilman Alauddin yang berasal dari program studi Akuntansi Perpajakan. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan selama seminggu, ditahap awal terdapat sesi survey tentang sejauh mana para perangkat desa mengerti tentang penggunaan software Microsoft Excel, dan dilanjut dengan diadakannya sesi penyampaian materi mengenai Microsoft Office Excel oleh Mahasiswa KKN. Materi yang disampaikan seputar menu-menu yang ada di Microsoft Office Excel serta beberapa rumus-rumus yang dapat digunakan dalam perhitungan.

Pelatihan ini diikuti dengan sangat antusias oleh perangkat desa yang terlihat dari sesi tanya jawab, perangkat desa antusias bertanya mengenai fitur dan ruus-rumus yang terdapat pada Microsoft Office Excel yang dianggap mampu memudahkan pekerjaan mereka sebagai pelayan masyarakat.

Harapannya setelah diadakan pelatihan ini, para perangkat desa bisa lebih mengetahui bagaimana cara menggunakan Microsoft Office Excel serta dapat melakukan perhitungan secara otomatis menggunakan rumus-rumus yang ada tanpa menggunakan perhitungan manual.



Penulis: Ilman Alauddin
Editor: Renny Wiyatasari
Lokasi: Desa Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali

Tingkatkan Mitigasi Bencana, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Membuat Denah dan Rambu Jalur Evakuasi Di SD N 1 Karanggatak, Klego, Boyolali

0
 


Campusnesia.co.idDesa  Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (09/08/2023). Karanggatak, Boyolalu (28/07/2023) – Sebuah langkah positif dalam meningkatkan keselamatan lingkungan belajar di SDN 1 Karanggatak, Klego, Boyolali telah diwujudkan oleh sekelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro. Dalam proyek kolaboratif ini, mahasiswa telah berhasil membuat denah dan rambu jalur evakuasi yang aman dan bisa dibaca oleh warga sekolah, serta titik kumpul yang bertujuan untuk memberikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Lingkungan sekolah merupakan salah satu fasilitas umum yang memerlukan perhatian lebih terkait mitigasi bencana sebagai bentuk dukungan program pemerintah yaitu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang berlandaskan hukum pada Peraturan Kepala BNPB nomor 4 tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana. Program SPAB bertujuan untuk membangun budaya siaga dan aman di sekolah, serta untuk membangun ketahanan dalam menghadapi bencana oleh warga sekolah. 

Proyek ini merupakan gagasan dari Mahasiswa KKN Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Latumaerisa Saragih dan melakukan Kerjasama dengan pihak sekolah SDN 1 Karanggatak. Berbekal ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan, dapat memberikan manfaat bagi Masyarakat khususnya terkait keselamatan jiwa. “Sekarang sekolah SDN 1 Karanggatak juga sedang melakukan tahap akreditasi, dengan adanya program kerja dari KKN ini sangat membantu pihak sekolah dalam peningkatan akreditasi” ujar Siti Auliyah R. S.Pd, kepala sekolah SDN 1 Karanggatak .

Diawali dengan mengedukasi para guru dan murid serta melakukan simulasi langsung tanggap bencana, diharapkan dapat memperluas wawasan terkait penggunaan rambu-rambu jalur evakuasi yang sudah dibuat. Tidak hanya itu, mahasiswa juga Menyusun denah yang informatif yang berisikan rambu jalur evakuasi, titik kumpul, letak atau posisi alat pemadam kebakaran (APAR), dan nomor darurat yang bisa dihubungin jika terjadi bencana. Denah ini diletakkan di posisi yang strategis agar setiap individu di lingkungan sekolah dapat melihat dan dipandu ke posisi yang aman.

Ibu Siti Auliyah R. S.Pd, juga mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya Mahasiswa KKN UNDIP yang peduli terhadap keselamatan di lingkungan sekolah. “kami sangat ber-terima kasih kepada Mahasiswa KKN, karna Ini merupakan suatu kegiatan yang sangat baik dan bagus dari adik-adik Mahasiswa UNDIP, serta sangat bermanfaat bagi kita guru dan mahasiswa. Dimana selama ini kita sangat kurang terkait mitigasi bencana, dan dengan adanya proyek ini dapat membantu warga sekolah semakin siap dan tahu harus melakukan apa saat terjadi keadaan darurat.”

Dengan berjalannya kolaborasi antara Mahasiswa KKN UNDIP dengan SDN 1 Karanggatak, Boyolali, Proyek ini tidak hanya peningkatan fisik, tetapi juga meningkatkan rasa tanggung jawab Masyarakat terhadap keselamatan jiwa.



Penulis: Latumaerisa Saragih
Editor: Reny Wiyatasari
Lokasi: Desa Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali

Belajar Cerdas! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2023 Melakukan Pelatihan Terhadap Perangkat Desa Karanggatak dalam Pemanfaatan Platform Digital Google Drive Sebagai Media Pengarsipan Data

0
 


Campusnesia.co.idDesa  Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (10/08/2023). Boyolali – Mahasiswa KKN Tim II UNDIP melakukan pendampingan kepada perangkat desa terkait penggunaan Google Drive sebagai platform pengarsipan data berbasis online. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala selama 3 hari (01-03/08/2023) di balai desa Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

Desa Karanggatak memiliki jumlah penduduk yang terbilang banyak 2430 jiwa yang dibagi menjadi 6 dusun. Dengan banyak nya penduduk maka data-data yang di arsipkan juga semakin banyak. Serta dibutuhkan banyak kritik, saran dan masukan dari warga desa untuk menunjang peningkatan pelayanan desa Karanggatak semakin maju.


Platform Google Drive memiliki beberapa fitur seperti google dokumen, google spreadsheet, google form, google slide, google gambar, google sites, google my maps, google jamboard, dan beberapa fitur lainnya. Di Platform ini dapat digunakan menerima data, mengolah data, serta mengarsipkan data.

Penggunaan Platform digital Google Drive sebagai pengarsipan data online digagas oleh Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, Latumaerisa Saragih dari Fakultas Teknik, berdasarkan permasalahan yang ada di desa. Dimana perangkat desa selama ini hanya mengandalkan penyimpanan langsung di perangkat, yang suatu waktu akan penuh serta sulit diakses di perangkat lain. Joko selaku Sekertaris desa Karanggatak mengungkapkan “selama ini kami hanya menyimpan data di flasdisk atau komputer langsung maka terkadang sulit diakses jika bukan di kantor langsung.” 

“Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, semakin memberikan wawasan baru serta melek terhadap teknologi pada kami perangkat desa. Sangat bersyukur dapat pengetahuan baru dan semoga dapat diterapkan dengan baik” ujar Joko.

Selain itu penggunaan Platform Google Drive dapat membantu meningkatkan pelayanan serta kemajuan desa dengan menggunakan beberapa fitur yang ada untuk menerima responden terhadap suatu hal yang dibutuhkan.



Penulis: Latumaerisa Saragih
Editor: Reny Wiyatasari
Lokasi: Desa Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali

Bukan Sulap Bukan Sihir, Mahasiswa KKN TIM II Undip Membuat Briket Dari Limbah Arang Kayu

0
 


Campusnesia.co.id - Kamal,Kecamatan Bulu,Kabupaten Sukoharjo (03/08/2023) – Seiring dengan berkembangnya zaman dan bertambahnya jumlah penduduk kebutuhan akan bahan bakar alternatif semakin meningkat.

Dengan bertambahnya jumlah industri pengolahan kayu di ikuti dengan meningkatnya volume limbah kayu setiap tahunnya mulai menimbulkan permasalahan karena dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar industri. 

Seperti yang terjadi di Desa Kamal, Kecamatan Bulu yang beberapa penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai penghasil arang kayu. Potensi limbah kayu yang dihasilkan cocok untuk dimanfaatkan menjadi energi alternatif biomassa dalam bentuk briket arang kayu dalam upaya mengurangi ketergantungan akan minyak tanah dan kayu bakar.

Pemanfaatan limbah arang kayu sebagai bahan baku pembuatan briket dilatarbelakangi oleh tingginya limbah arang. Di Desa Kamal sendiri terdapat 10 kepala keluarga yang memiliki usaha arang kayu. Berdasarkan observasi, pengelolaan limbah arang kayu di Desa Kamal saat ini belum optimal. Banyak pengusaha arang yang belum mampu memanfaatkan limbah arang kayu ini karena minimnya kesadaran, pengetahuan, dan ketrampilan. Limbah arang kayu yang dihasilkan kebanyakan dibuang begitu saja. Hal ini tentunya akan membawa dampak yang merugikan bagi lingkungan.

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2022/2023, Wika Maydita, dari Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik, mengajak dan memberikan edukasi kepada warga Desa Kamal, Kecamatan Bulu untuk memanfaatkan limbah arang kayu menjadi briket arang. Program ini dilaksanakan di pendopo Balai Desa Kamal, dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang.
 
Briket adalah bahan bakar padat yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang mempunyai bentuk tertentu. Briket arang yang berasal dari limbah arang kayu tersebut perlu dilakukan uji sifat fisis dan kimia agar dapat memberikan nilai tambah terutama dari segi nilai kalor (panas). Briket arang sangat layak untuk dikembangkan sebagai energi alternatif dimana dengan adanya dukungan bahan baku yang sangat berlimpah.

Dengan pemanfaatan limbah dari arang kayu tersebut diharapkan pencemaran akibat pembuangan limbah ke lingkungan serta pelepasan gas CO2 akibat pembakaran limbah sudah bisa ditekan.

Manfaat lain yang didapatkan adalah dapat ikut meningkatkan perekonomian warga. Cara pembuatan yang mudah dan bahan -bahan yang murah menjadikan briket sangat cocok untuk dijadikan industry baru. Pemasaran dan peminatnyapun juga sudah banyak dipasaran.


Penulis: Wika Maydita | Rekayasa Perancangan Mekanik | Sekolah Vokasi
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi Keluarga Menggunakan Sistem Budidaya Akuaponik pada Lahan Terbatas

0



Campusnesia.co.id - Desa Kamal,Kecamatan Bulu,Kabupaten Sukoharjo (27/07/2023) –  Kegiatan sosialisasi mengenai pangan bergizi untuk keluarga melalui budidaya akuaponik yang dilakukan Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro Semarang, dengan mengangkat tema “Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi Keluarga Menggunakan Sistem Budidaya Akuaponik pada Lahan Terbatas” yang bertujuan memberikan pemahaman kepada warga Desa Kamal mengenai penyediaan pangan bergizi bagi keluarga solusi pencegahan stunting bagi anak. 

Program ini dilaksanakan di rumanah bapak Tukiman pada hari kamis, 27 Juli 2023 dan dihadiri oleh kelompok tani. Program dilaksanakan dengan memberikan pemahaman mengenai cara pembuatan akuaponik dan hasil sumberdaya perikanan dan tanaman  yang dapat dimanfaatkan untuk mutu gizi yang baik di Desa Kamal.

Akuaponik ini terdiri dari budidaya sayuran kangkung dengan jumlah 21 tanaman dan ikan nila sebanyak 200 ekor dalam luas kolam  2,5 m x 1,5 m. Keunggulan dari akuaponik ini yaitu efisien tempat, perawatan tanaman dan ikan yang mudah, serta mendapatkan hasil ganda yaitu ikan dan sayuran. 

Kecukupan gizi sangat penting terutama pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan agar mencegah terjadinya stunting. Memenuhi kebutuhan gizi dapat dilakukan dengan memilih makanan yang sehat seperti sayur serta protein hewani. Dalam hal ini, pemanfaatan hasil akuaponik merupakan pilihan terbaik.

Pemanfaatan hasil akuaponik terhadap sumberdaya perikanan memiliki banyak cara untuk mengolahnya, seperti ekado, kerupuk ikan, bakso ikan, nugget, dan lain sebagainya.


Penulis: Wika Maydita | Rekayasa Perancangan Mekanik | Sekolah Vokasi
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Manfaatkan Limbah Produksi Arang dan Daun Jati Kering, Mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP 2023 Menginisiasi Pembuatan Pupuk di Desa Kamal

0



Campusnesia.co.id - SUKOHARJO - Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan limbah produksi arang kayu dan daun jati kering yang seringkali diabaikan, Mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP 2023 berinisiatif untuk memberikan edukasi kepada anggota PKK Desa Kamal untuk membuat pupuk dari limbah-limbah tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Balai Desa Kamal dengan suasana yang kondusif dan penuh antusiasme dari para peserta.

Limbah produksi arang kayu seringkali diabaikan dan dianggap tidak memiliki nilai guna. Namun, inisiatif ini membuktikan bahwa limbah tersebut dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Di sisi lain, Desa Kamal yang didominasi oleh tanaman jati mengalami tantangan kekeringan. 

Pohon jati yang meranggas dan daun kering yang berserakan di mana-mana menjadi pemandangan umum. Sayangnya, daun-daun ini biasanya hanya berakhir dibakar, meningkatkan polusi udara dan menambah beban lingkungan. Pembuatan pupuk dari kedua bahan ini—limbah produksi arang kayu dan daun jati kering—menjadi solusi kreatif untuk mengolah sampah tersebut.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan teknik pembuatan pupuk, tetapi juga menjelaskan mengapa pupuk ini memiliki dampak positif pada tanaman dan lingkungan. Dengan bahan yang sederhana yaitu limbah produksi arang kayu, daun jati kering, molase, air sumur, dan EM4, produk pupuk dapat dibuat. Arang memiliki kemampuan memegang air atau retensi air, sehingga dapat menjaga ketersediaan air terutama di lahan yang kering.

Kegiatan ini memiliki dampak yang berpotensi positif dalam jangka panjang. Dengan mengubah limbah arang kayu dan daun jati kering menjadi pupuk yang berkualitas, desa ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat dari pembakaran sampah daun kering, serta meningkatkan kualitas tanah yang semula kering. 

Inisiatif pembuatan pupuk dari limbah arang kayu dan daun jati kering di Desa Kamal adalah contoh nyata tentang bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Melalui kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat, solusi kreatif dapat ditemukan untuk permasalahan lingkungan.



Penulis: Shulcha Asmahan Askho | Biologi | Fakultas Sains dan Matematika
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Kamal Kuat dan Sehat: Pengembangan Hasil Budidaya Akuaponik sebagai Solusi Kreatif dalam Mengentaskan Stunting

0



Campusnesia.co.idSUKOHARJO - Sebuah inisiatif edukatif yang berfokus pada pengembangan sumber daya genetik pangan dari hasil budidaya akuaponik telah berhasil mencuri perhatian di Desa Kamal. Mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP 2023 bekerja sama dengan anggota PKK Desa Kamal, dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi metode ini dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mencegah stunting di wilayah yang memiliki keterbatasan lahan dan air.

Akuaponik telah diakui sebagai solusi inovatif dalam mengatasi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan di Desa Kamal. Dengan lahan yang terbatas dan ketersediaan air yang relatif sulit, metode ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan. Ikan memberikan nutrisi untuk tanaman, sementara tanaman membersihkan air yang akan kembali ke lingkungan ikan.

Salah satu tujuan penting dari edukasi ini adalah untuk mengatasi dan mencegah masalah stunting di Desa Kamal. Dengan mengonsumsi sayuran dan ikan yang dihasilkan dari budidaya akuaponik, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang segar dan bergizi. Hasil budidaya akuaponik kaya akan nutrisi penting yang dapat membantu dalam pertumbuhan anak-anak dan mencegah stunting.

Bertempat di Pendopo Balai Desa Kamal, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi hasil budidaya akuaponik dalam pengembangan sumber daya genetik pangan. Kehadiran anggota PKK dengan antusiasme tinggi mencerminkan komitmen mereka dalam mengentaskan masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 

Pada acara ini, tidak hanya penjelasan teoritis yang diberikan. Hasil budidaya akuaponik yang berhasil diproduksi juga dipamerkan, membuktikan potensi nyata metode ini dalam menghasilkan sayuran dan ikan yang berkualitas. Tips mengenai pengolahan ikan agar lebih menarik untuk dikonsumsi juga diberikan, terutama kepada anak-anak yang merupakan kelompok rentan terhadap stunting.

Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kamal tentang pentingnya konsumsi sayur dan ikan dalam mencegah stunting. Melalui metode akuaponik, diharapkan dapat tercipta solusi berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Inisiatif edukasi ini merupakan langkah proaktif menuju solusi berkelanjutan dalam mengatasi masalah stunting dan ketersediaan pangan di Desa Kamal. Dengan penerapan metode akuaponik, diharapkan Desa Kamal dapat melangkah menuju masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.



Penulis: Shulcha Asmahan Askho | Biologi | Fakultas Sains dan Matematika
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Menyulap Limbah Industri Rumah Tangga Menjadi Produk Baru Berupa Sabun Batang Melalui Penjernihan Dengan Limbah Arang Di Desa Kamal

0
 

Campusnesia.co.id - SUKOHARJO – Arang merupakan salah satu alternatif bahan padat yang dihasilkan dari proses pengeringan dan pembakaran bahan organik, seperti kayu, batok kelapa, atau biomassa lainnya, yang digunakan sebagai bahan bakar, bahan kimia, media penyaring, dan bahkan dalam bidang kuliner. 

Selain itu, dalam beberapa konteks arang dapat dianggap sebagai limbah atau sisa dari proses pembakaran, terutama jika sudah tidak memiliki nilai ekonomi yang signifikan setelah digunakan. Namun, arang juga dapat dimanfaatkan kembali atau diolah menjadi produk bernilai seperti arang aktif. 

Arang aktif dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti dalam pengolahan air dan limbah, serta sebagai bahan baku untuk adsorpsi dalam berbagai penggunaan termasuk penjernihan air dan penyerapan bau khususnya pada minyak goreng bekas atau minyak jelantah sebagai limbah industri rumah tangga yang sudah tidak digunakan secara langsung. 

Masyarakat Desa Kamal khusunya Ibu-Ibu PKK diketahui memiliki pengetahuan yang minim mengenai bahayanya penggunaan minyak sisa penggorengan (minyak jelantah) yang digunakan secara berulang kali. 

Apabila terus digunakan berulang kali, minyak jelantah akan berbahaya bagi kesehatan tubuh karena mengandung zat-zat kimia yang dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan makhluk hidup lain. Oleh karena itu, limbah minyak dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun. 

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan sabun dari minyak jelantah sangatlah mudah. Sebelum dibuat menjadi bahan dasar sabun, minyak jelantah harus dimurnikan terlebih dahulu dengan menggunakan limbah arang untuk menghilangkan sisa gorengan, bau, serta warna keruh dari minyak jelantah. 

Penggunaan limbah arang dimanfaatkan secara optimal dikarenakan terdapat 9 usaha UMKM di Desa Kamal sehingga dapat dengan mudah ditemukan. Selain menanggulangi dampak negatif dari limbah minyak sisa penggorengan, sabun yang berasal dari minyak jelantah ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga di Desa Kamal apabila digunakan untuk home industry.
 
Pembuatan sabun dilakukan dengan menjernihkan minyak jelantah. Minyak jelantah dimurnikan dengan cara menghaluskan arang sampai menjadi serbuk kemudian dimasukkan ke dalam minyak jelantah, di campur dan di endapkan selama semalaman. Setelah itu minyak jelantah tersebut disaring menggunakan kertas saring, sehingga minyak jelantah menjadi lebih baik dari sebelumnya, tanpa bau dan lebih jernih. 

Minyak yang telah dimurnikan tadi dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun yang meliputi NaOH (soda api), essensial oil, dan pewarna makanan. NaOH atau soda api dapat ditemukan di toko bangunan maupun toko kue. Minyak jelantah yang sudah murni, dicampur dengan larutan NaOH dengan perbandingan 1 : 1. Setelah minyak jelantah dicampur dengan larutan NaOH, bahan diaduk selama kurang lebih 30 menit sampai berubah warna menjadi keputihan dan mengental. 

Bahan yang telah diaduk kemudian di beri tambahan essensial oil dan perwarna makanan. Setelah semua bahan tercampur, cetak bahan dan di diamkan selama semalam untuk proses pengerasan. Atau dapat juga di simpan dalam lemari es untuk memercepat proses pengeringan. Sabun yang telah mengering dikemudian di simpan kedalam plastik dalam beberapa hari yang disebut dengan proses saponifikasi (proses penyabunan). Sabun yang digunakan lebih aman dan murah dibanding dengan sabun dipasaran. 

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro menjalankan program “Pemanfaatan arang dalam penjernihan minyak sebagai limbah industri rumah tangga” dengan sasaran masyarakat Desa Kamal khususnya Ibu-Ibu PKK yang dihadiri 35 orang di Pendopo Balai Desa Kamal yang dilaksanakan pada Kamis (10/8/2023) pukul 13.00-14.30 yang sekaligus dilaksanakannya pelaksanaan program kerja multidisiplin dengan judul “Inovasi Pemberdayaan UMKM Produksi Arang Kayu terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kamal”. 

Hasil pelaksanaan program kerja monodisiplin berjudul “Pemanfaatan arang dalam penjernihan minyak sebagai limbah industri rumah tangga” yaitu sabun batang dengan bahan dasar minyak jelantah yang telah dimurnikan. Dari penilaian Ibu-Ibu PKK menilai bahwa limbah arang tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk dimanfaatkan menjadi filter penjernih atau pemurnian minyak jelantah yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali menjadi sabun batang. 

Proses penjernihan minyak jelantah dan pembuatan sabun juga dianggap cukup praktis dan bahan-bahan yang digunakan relatif lebih mudah didapatkan. Ilmu yang disampaikan juga dapat menjadi masukan dan pengetahuan lebih detail akan proses pemurnian minyak jelantah yang dilanjutkan dengan pembuatan sabun batang.


Penulis: Nabila Faizatussalma | Teknologi Pangan | Fakultas Peternakan dan Pertanian
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo