Manfaatkan Limbah Arang Kayu, Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Pupuk Organik dan Filter Air

0
 
Kegiatan Pelatihan dan Pemeragaan Pembuatan Pupuk Organik 
Berbahan Dasar Daun Jati Kering dan Limbah Produksi Arang Kayu



Campusnesia.co.id - Kamal, Kec. Bulu, Kab. Sukoharjo (10/08/2023). Desa Kamal merupakan salah satu sentra industri arang yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Produksi arang di Desa Kamal, Kecamatan Bulu sudah mulai dikenal dari tahun 2008. Arang yang dijual ke pasaran umumnya berupa bongkahan arang berukuran besar. Sedangkan untuk limbah arang sisa produksi yang tidak memenuhi ukuran standar pasar belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Umumnya limbah arang yang dihasilkan oleh industri arang kayu di Desa Kamal ditimbun dan dimanfaatkan sebagai urug. 
 
Pemanfaatan limbah arang yang belum maksimal tersebut menggerakkan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023 yang ditempatkan di Desa Kamal, Kecamatan Bulu untuk membagi ilmunya dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan limbah arang tersebut. 

Beta Ali Syahbana, seorang mahasiswa program studi Akuakultur yang tergabung dalam tim KKN tersebut memberikan gagasan dalam pemanfaatan limbah sisa produksi arang kayu berupa pelatihan pembuatan pupuk organik dan pembuatan filter air dengan bahan dasar limbah sisa produksi arang kayu. 

Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Agustus 2023 di Balai Desa Kamal dengan peserta kegiatan yaitu ibu-ibu kader PKK di desa tersebut. Peserta kegiatan memiliki antusiasme yang tinggi terhadap program yang disampaikan oleh mahasiswa, dengan pemeragaan program kegiatan yang interaktif dan dapat diterapkan oleh peserta di rumah masing-masing.

Pemeragaan dan pelatihan program yang disampaikan berupa pengenalan, pelatihan dan pemeragaan pembuatan pupuk organik berbahan dasar daun jati kering dan limbah sisa produksi arang kayu yang kedua bahan dasar tersebut sangat mudah ditemukan di lingkungan Desa Kamal. 

Tujuan dari pembuatan pupuk organik tersebut selain untuk memanfaatkan limbah di sekitar, juga sebagai upaya rehabilitasi lahan di daerah tersebut. Kondisi lahan di Desa Kamal yang pada musim kemarau dinilai kurang subur tersebut menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi adanya gagasan pembuatan pupuk organik. Selain itu, pelatihan pembuatan filter air berbahan dasar limbah arang juga dilaksanakan dalam upaya menangani kurangnya sumber air bersih pada musim kemarau di lingkungan desa tersebut.



Penulis: Beta Ali Syahbana | Akuakultur | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo


Meningkatan Fungsi Pekarangan Rumah, Mahasiswa KKN Undip Melakukan Pelatihan Budidaya Ikan Nila yang Hemat Air dan Ramah Lingkungan

0

Kunjungan Pemerintah Desa di Sistem Akuaponik Karya Mahasiswa KKN Undip


Campusnesia.co.id - SUKOHARJO – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang tergabung dalam KKN Tim II Universitas Diponegoro tahun 2022/2023 yang ditempatkan di Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan program kerja “Pelatihan dan demonstrasi pemeliharaan ikan di lahan terbatas menggunakan sistem akuaponik”. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Ketua Kelompok Tani 1 yang berada di Dukuh Gebang, Desa Kamal, Kecamatan Bulu pada Kamis (27/7/2023). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kamal serta para perwakilan dari masing-masing kelompok tani yang ada di desa tersebut.
 
Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan melihat potensi di Desa Kamal dimana terdapat banyaknya pekarangan rumah yang kurang dimaksimalkan fungsinya. Tujuan dari pelaksanaan program tersebut adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa Kamal dalam pemanfaatan lahan kosong di pekarangan rumah untuk hal positif yang dapat memberikan profit baik dari sisi ekonomi ataupun sebagai ketahanan pangan keluarga. 

Pemberdayaan kelompok tani Desa Kamal dalam memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah melalui kegiatan budidaya ikan nila oleh Beta Ali Syahbana, salah satu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro diikuti dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta kegiatan tersebut. Pelatihan tersebut dilakukan melalui demonstrasi pembuatan sistem budidaya Ikan Nila yang hemat air dan ramah lingkungan berupa sistem akuaponik. 

Sistem akuaponik yang dibuat oleh mahasiswa KKN tersebut menginspirasi anggota kelompok tani setempat untuk melakukan sistem budidaya serupa. Pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut meliputi pemilihan benih ikan yang baik, pemilihan spesies ikan yang sesuai serta perawatan ikan yang benar. 

Peragaan akuaponik yang dibuat di pekarangan rumah Ketua Kelompok Tani 1 tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar. Hal tersebut didukung baik oleh pemerintah desa setempat. Pemerintah desa setempat juga memberikan apresiasi bagi mahasiswa KKN Undip terhadap sistem akuaponik yang mereka buat bersamaan dengan dilakukannya kunjungan secara langsung di lokasi peragaan.


Penulis: Beta Ali Syahbana | Akuakultur | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

KKN Tim II UNDIP Memaksimalkan Potensi Limbah Arang Kayu Bersama Warga Desa

0
 
 

Campusnesia.co.id - (Kamal, 03/08/2023) - Dalam upaya menjalankan praktik berkelanjutan, memanfaatkan potensi limbah arang kayu telah menjadi solusi yang krusial. Itulah yang menjadi tema dari program kerja ini. Material limbah yang sering diabaikan ini, terutama ketika dimanfaatkan dalam industri briket, memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang signifikan.

Limbah arang kayu bisa diolah menjadi sumber energi terbarukan; menurut salah satu penggiat UMKM di Desa Kamal, Bapak Mardi berpendapat, industri briket dapat memanfaatkan limbah arang kayu sebagai sumber energi terbarukan. Dengan mengompres limbah menjadi briket, limbah ini berubah menjadi alternatif bahan bakar yang efisien. Hal ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca.

Proses mengubah limbah arang kayu menjadi briket menciptakan peluang ekonomi. Komunitas lokal dapat merasakan manfaat dari penciptaan lapangan kerja, terutama di daerah yang memiliki banyak limbah kayu. Industri skala kecil dapat muncul, mendorong pertumbuhan ekonomi.

Seiring industri mengenali potensi belum tergarap dari limbah arang kayu, terutama dalam sektor briket, penting untuk mengutamakan praktik yang bertanggung jawab. Maka diadakanlah diskusi terkait hal ini bersama dengan para penggiat UMKM dan kelompok tani yang berjumlah sekitar 10 orang. Mensosialisasikan kolaborasi antara industri, pembuat kebijakan, dan organisasi lingkungan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pengolahan dan pemanfaatan limbah arang kayu dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan memaksimalkan potensi limbah arang kayu, terutama dalam industri briket, diharapkannya dapat mendorong ekonomi sirkular, mengurangi limbah, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih bersih dan hijau.



Penulis: Anggita Mahardika Syarifa | Informatika | Fakultas Sains dan Matemarika
DPL : Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Mahasiswa KKN Ajak Masyarakat Untuk Mencegah Stunting melalui Pemahaman Bahan Makanan di Piring

0
 


Campusnesia.co.id -  (Kamal, 10/08/2023) - Stunting adalah masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan anak di berbagai negara. Salah satu cara efektif untuk mencegah stunting adalah dengan mengenali jenis bahan makanan yang ada di piring kita sehari-hari.

Menurut bidan Desa Kamal, Ibu Tentrem, penting untuk memahami bahwa piring yang seimbang akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh anak-anak dalam masa pertumbuhan. Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung vitamin penting seperti A dan C, sementara buah-buahan seperti jeruk dan pisang memberikan serat dan vitamin tambahan.

Protein juga adalah bagian penting dari piring sehat, dan dapat ditemukan dalam daging, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu. Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan roti gandum, memberikan energi yang stabil dan serat penting untuk pencernaan.

Dengan memahami bahan makanan yang tepat, kita dapat memberikan dukungan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak. Ini adalah langkah penting dalam upaya kita bersama mencegah stunting dan memastikan generasi masa depan tumbuh dengan kesehatan yang baik.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut diadakanlah sebuah sosialisasi di balai Desa Kamal yang dihadiri oleh setidaknya 40 orang anggota PKK. Dari acara tersebut disampaikanlah bagaimana pengertian stunting sekaligus resikonya termasuk juga dengan solusi dari permasalahan tersebut dengan memanfaatkan hasil dari budi daya akuaponik, dan diharapkannya dari penyuluhan ini masyarakat menjadi semakin paham dan mau untuk berpartisipasi dengan mudah untuk pencegahan stunting untuk ibu hamil dan anak-anak.


Penulis: Anggita Mahardika Syarifa | Informatika | Fakultas Sains dan Matematika
DPL.   : Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi : Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Warga Ciptakan Inovasi Tungku Produksi Arang Kayu, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Edukasi Pendaftaran Hak Paten

0
 
 

Campusnesia.co.id - Sukoharjo (13/08/2023) Desa Kamal merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Masyarakat di Desa Kamal ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani, peternak, perantau (berjualan jamu dan bakso), serta tidak sedikit pula masyarakat yang mendirikan usaha industri rumahan (home industry). 

Salah satu home industry yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kamal adalah sebagai produsen arang kayu. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan produksi arang kayu sebagai pekerjaan utamanya. Arang kayu produksi Desa Kamal ternyata cukup terkenal di pasaran karena kualitasnya yang terbilang baik. Sosok penting dibalik terkenalnya arang kayu dari Desa Kamal adalah Pak Sutris yang pertama mendirikan usaha ini di tahun 2008.

Pak Sutris selain memperkenalkan produksi arang kayu juga melakukan inovasi terhadap proses pembuatan arang kayu tersebut. Beliau menciptakan tungku yang digunakan untuk memproduksi arang kayu tersebut dengan bahan stainless steel yang cukup tebal. Saat ini belum ada produsen atas tungku tersebut sehingga Pak Sutris membuatnya langsung ke tukang las ssesuai dengan kemauannya sampai didapatkan ukuran yang ideal. 

Atas dasar inovasi yang dilakukan Pak Sutris tersebut Mahasiswa KKN Tim II Universitas Dipongoro memberikan edukasi kepada seluruh UMKM produksi arang kayu di Desa Kamal mengenai pendafaran hak paten atas tungku tersebut karena tungku tersebut juga sudah diterapkan di beberapa produsen arang kayu yang lain bahkan sudah diadaptasi pula di desa lain. Mahasiswa KKN Tim II Undip memberikan saran agar dibuat sebuah paguyuban yang mewadahi seluruh UMKM produksi arang kayu di Desa Kamal karena sampai saat ini belum terdapat wadah tersebut.

Nantinya dari paguyuban tersebut diharapkan terdapat kemauan dari masyarakat Desa Kamal untuk mematenkan inovasi tersebut sehingga tidak diplagiat oleh pihak lain. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari masyarakat Desa Kamal itu sendiri misalnya dapat membuat mata pencaharian baru sebagai produsen atau pengrajin tungku arang kayu sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain melakukan edukasi tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Undip juga membuat booklet dengan tajuk “Inovasi Pemberdayaan UMKM Produksi Arang Kayu terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kamal dan dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir.


Penulis: Naufal Ardhani Yudhatama | Ilmu Hukum | Fakutas Hukum
DPL.: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

Banyaknya Pengguna Layanan Pinjol: Mahasiswa KKN UNDIP Melakukan Edukasi Bahaya Pinjol Ilegal Pada Karang Taruna

0
 


Campusnesia.co.idSukoharjo (13/08/2023.) Saat ini sedang marak aplikasi pinjaman online di Indonesia. Kebanyakan pengguna layanan pinjaman online adalah remaja. Lalu, apa itu pinjaman online atau yang akrab disebut pinjol? Pinjaman Online (pinjol) adalah pinjaman yang dilakukan secara online, baik itu melalui aplikasi atau website tanpa perlu menyertakan jaminan atau aset. Dengan kata lain, transaksi yang berlangsung antara peminjam dan pinjol dapat dilakukan tanpa harus bertemu secara langsung.
 
Fenomena banyaknya pengguna layanan pinjol ini tidak hanya ada di kota besar saja tapi juga ramai di desa. Desa Kamal yang terletak di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo tidak luput dari fenomena ini. Banyak remaja di Desa Kamal yang melakukan pinjaman online melalui aplikasi pinjol. Yang menjadi sorotan dari mahasiswa  KKN Tim II Univestitas Diponegoro yang melakukan pengabdian di Desa Kamal adalah banyaknya masyarakat yang belum mengatahui jenis-jenis pinjaman online.

Pada hari Rabu, 26 Juli 2023 telah dilaksanakan bentuk edukasi kepada Karang Taruna Desa Kamal terkait “Edukasi Hukum Mengenai Bahaya Pinjol” yang merupakan bagian dari program multidisiplin dengan tajuk “Peningkatan Kualitas Karang Taruna Desa Kamal Melalui Pengembangan Soft Skill dan Hard Skill”. 

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Kamal beserta jajaran perangkat desa. Naufal Ardhani Yudhatama, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Undip menerangkan bahwa terdapat 2 jenis pinjol yaitu pinjol legal dan pinjol ilegal. Hal ini yang masih tidak disadari masyarakat sehingga banyak yang terjebak dalam pinjol ilegal. Tentunya, pinjol ilegal ini sangat berbahaya karena bunga tinggi, biaya administrasi besar, tenor singkat, data pribadi dapat digunakan dan disebarkan, serta adanya teror dan intimidasi. 

Edukasi ini dapat dikatakan berhasil karena peserta yang hadir memberikan timpalan-timpalan candaan sebagai sindiran kepada peserta lain yang sering melakukan pinjaman online. Ini menunjukkan bahwa program kerja ini sudah tepat sasaran ditujukan kepada karang taruna karena cukup banyak yang terjebak dalam pinjaman online ilegal. Selain itu, sebagai pelengkap kegiatan ini dilakukan penempelan poster di tempat-tempat keramaian yang sering digunakan sebagai tempat berkumpul seperti gazebo, pos ronda dan balai desa.


Penulis: Naufal Ardhani Yudhatama | Ilmu Hukum | Fakutas Hukum
DPL : Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

Pembuatan Pojok Baca Untuk Menciptakan Budaya Gemar Membaca Pada Masyarakat

0
 


Campusnesia.co.idDi tengah kemajuan teknologi dan pergeseran minat hiburan, literasi masyarakat menjadi suatu hal yang kian penting. Kemampuan membaca bukan hanya memperluas wawasan dan pengetahuan, tetapi juga membantu memajukan komunitas dan menciptakan individu yang lebih kritis serta kreatif. Salah satu cara efektif untuk menciptakan budaya gemar membaca dan meningkatkan literasi masyarakat adalah dengan mendirikan "Pojok Baca."

Pojok Baca adalah sebuah ruang di tempat umum yang didedikasikan khusus untuk bahan bacaan. Di sini, berbagai jenis buku, majalah, koran, dan bahan bacaan lainnya tersedia bagi siapa saja yang ingin mengeksplorasi dunia tulisan. Pojok Baca tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk membaca, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun komunitas literasi yang aktif dan bersemangat. 

Pojok baca yang dibuat salah satu mahasiswa KKN UNDIP di Desa Toketon, Kec.Pedan, Kab.Klaten ditempatkan diserambi masjid Baiturahman dikarenakan tempat tersebut sering dijadikan sebagai temapt berkumpulnya orang mulai dari anak-anak, remaja, serta orang tua. Serambi Masjid Baiturahman juga merupakan lokasi Taman Pembelajaran Al-Quran (TPA) dimana anak-anak belajar ditempat tersebut.

Budaya gemar membaca adalah langkah pertama menuju pengetahuan yang lebih luas. Melalui membaca, kita memasuki ranah yang tak terbatas, di mana informasi, cerita, dan ide-ide baru berlimpah. Dari buku-buku, kita bisa belajar tentang sejarah, sains, filsafat, budaya, dan banyak hal lainnya. 

Tidak ada batasan usia untuk mulai membaca; anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan lansia, semua dapat menikmati manfaat dari membaca. Budaya gemar membaca membantu melatih keterampilan berpikir kritis. Saat kita membaca, kita diajak untuk menganalisis informasi, menghubungkan konsep, dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam. Ini merangsang otak untuk bekerja, mengasah kemampuan memecahkan masalah, dan melatih logika. Keterampilan ini sangat berharga dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

Pentingnya budaya gemar membaca dalam masyarakat tidak dapat diabaikan. Untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, kritis, dan kreatif, kita perlu merayakan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat



Pelestarian Budaya Silat Melalui Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sub Rayon Troketon oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0
 


Campusnesia.co.idPencak Silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan filosofi yang kaya. Di tengah perkembangan zaman yang cepat dan perubahan sosial yang terus berlangsung, pelestarian budaya Silat menjadi suatu hal yang penting untuk memastikan warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang. Salah satu organisasi yang telah berperan besar dalam pelestarian dan penyebaran budaya Silat adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

PSHT, yang didirikan pada tahun 1922, merupakan salah satu perguruan pencak silat tertua dan terbesar di Indonesia. Organisasi ini memiliki tujuan utama untuk melestarikan budaya dan nilai-nilai budaya Indonesia, termasuk seni bela diri tradisional seperti Pencak Silat. 

Melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PSHT, masyarakat dapat memahami, menghargai, dan mempraktikkan Silat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
PSHT memberikan pelatihan Pencak Silat kepada anggotanya, termasuk aspek-aspek teknis dan filosofis dari seni bela diri ini. 

Dengan demikian, generasi muda dapat belajar dan mengembangkan keterampilan dalam Pencak Silat, serta memahami nilai-nilai etika yang terkandung di dalamnya.PSHT juga berperan dalam mengembangkan budaya lokal di berbagai daerah di Indonesia. Masing-masing daerah memiliki variasi gaya Silat yang unik. Dengan mendukung dan melestarikan beragam gaya Silat ini, PSHT ikut berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman budaya Indonesia.

 
Pembentukan PSHT sebagai stakeholder dalam pelestarian budaya pencak silat dilakukan sala satu mahasiswa KKN TIM 2 UNDIP 2022/2023 Alfiansyah Rizki H dari Prodi Antropologi Sosial yang ditempatkan di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, yang dibimbing oleh Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto, S.T., M. Eng., IPU., Dina Lestari Purbawati, S.E., M.Si., Akt., dan Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.,.

Melalui ajakan kepada para pemuda-pemudi desa mahasiswa tersebut berusaha agar PSHT sub rayon Troketon dapat berkembang lebih pesat dan menjadi garda terdepan dalam bidang pelestarian budaya indonesia di bidang kesenian budaya bela diri pencak silat.

Mahasiswi KKN TIM II UNDIP Berikan Edukasi dan Pelatihan Pembuatan ECOBRICK dari Sampah Plastik di Desa Troketon

0


Campusnesia.co.id [Klaten, 13/08/2023] - Di tengah semangat untuk melestarikan lingkungan dan upaya mengurangi permasalahan sampah plastik, mahasiswi dari KKN TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) telah mengambil inisiatif yang luar biasa dengan memberikan edukasi dan pelatihan tentang pembuatan ecobrick dari sampah plastik kepada ibu-ibu PKK di RT 31 RW 13, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya pengelolaan limbah plastik. 
     
Tingginya volume sampah plastik yang masih menjadi masalah hingga saat ini dan mayoritas warga masih hanya membakar sampahnya karena kurangnya pengetahuan akan pentingnya mengurangi dan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna. Oleh karena itu, Mahasiswi KKN UNDIP memberikan edukasi dan pelatihan terkait “Ecobrick”. Ecobrick adalah bata ramah lingkungan yang merupakan salah satu inovasi sebagai pengolahan sampah plastik yang umumnya berisi kemasan makanan/minuman, kemasan deterjen, kantong plastik sekali pakai, dan lain-lain.


Vita Mutiara salah satu mahasiswi yang memberikan edukasi dan pelatihan pada kegiataan ini, menyatakan dengan antusias “Saya sangat senang bisa berkontribusi dalam upaya melestarikan lingkungan melalui edukasi ini. Tujuan saya adalah untuk memberikan pengetahuan kepada Ibu-Ibu PKK tentang cara mengubah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna yaitu Ecobrick, karena melalui ecobrick kita bisa susun menjadi meja, kursi, tempat sampah, taman, dan lain-lain.”


Kegiatan dimulai pada pukul 14.00 WIB di rumah Ibu Kasmi RT 31 RW 13 Desa Troketon, yang dihiasi dengan poster-poster informatif tentang “Ecobrick”, dilakukan edukasi yang meliputi penjelasan Ecobrick, dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan, jenis-jenis sampah plastik yang dapat dijadikan bahan baku ecobrick, proses pembuatan, serta penggunaan ecobrick dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuat bangku atau pagar dll. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan pelatihan atau praktik pembuatan Ecobrick oleh mahasiswi.
Ketua PKK RT 31 RW 13 Desa Troketon, Ibu Tarto, mengatakan "Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswi KKN UNDIP yang telah meluangkan waktu untuk mengajarkan kami tentang ecobrick. Awalnya kami tidak tahu sama sekali dengan ecobrick, setelah kegiatan ini kami menajdi tahu dan semoga kedepannya kami bisa menerapkan ilmu ini dan menggunakan ecobrick untuk keperluan di lingkungan sekitar kami."

Pada akhir acara, mahasiswi KKN UNDIP juga memberikan penutup dan harapan agar Ibu-Ibu PKK bisa menjadi perempuan inspiratif selamatkan bumi, dan mereka berharap agar pengetahuan ini bisa terus menyebar dan mendorong lebih banyak orang untuk memanfaatkan sampah plastik dan mengurangi penggunaannya demi masa depan yang bersih, dan berkelanjutan.



Oleh: 
Vita Mutiara Rahmawati
Mahasiswi Teknik Lingkungan KKN Tim II UNDIP Tahun 2022/2023 

Dosen Pembimbing: 
Prof. Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto, ST, M.Eng., IPU
Dinalestari Purbawati S.E.,M.Si., Akt. 
Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.

Mahasiswi KKN Tim II UNDIP Membantu Mengatasi Limbah Minyak Jelantah dengan Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma Terapi

0




Campusnesia.co.id[Klaten, 13/08/2023] - Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan limbah minyak jelantah yang masih dibuang sembarangan di selokan, sebuah tim dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) telah mengambil langkah kreatif dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada Remaja / Karang Taruna Desa Troketon serta ibu-ibu PKK di RT 31 RW 13, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Melalui kegiatan ini, mereka mengajarkan dan memberikan pelatihan pembuatan lilin aroma terapi yang bermanfaat dari minyak jelantah, menciptakan solusi yang berkelanjutan dan merangkul kepedulian terhadap lingkungan serta dapat dijadikan sebagai ide bisnis.
 
Vita Mutiara, sebagai mahasiswi yang memimpin kegiatan ini mengungkapkan, "Bahwa limbah minyak jelantah dapat merusak kesehatan tubuh maupun dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, kami ingin memberikan solusi yang lebih baik melalui edukasi dan pelatihan tentang pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah yang membawa manfaat."

Kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan mengenai dampak negatif dari pembuangan limbah minyak jelantah ke selokan dan lingkungan, serta dampak penggunaan secara berulang untuk penggorengan sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Tim KKN UNDIP juga menyajikan data dan fakta tentang bahaya polusi air dan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya.




Kegiatan edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang manfaat dan cara pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah, termasuk proses pengumpulan dan penyaringan minyak jelantah, pencampuran dengan bahan-bahan seperti paraffin, stearin, serta penggunaan pewarna dengan krayon bekas dan aroma alami / pengharum. Setelah sesi penyuluhan, dilanjutkan tahap praktik pembuatan lilin oleh mahasiswi KKN UNDIP. Mereka memberikan panduan dan bimbingan langsung secara detail.

Ketua PKK Ibu Tarto mengatakan "Saya awalnya tidak tahu bahwa minyak jelantah bisa dimanfaatkan untuk membuat lilin yang bermanfaat. Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswi KKN UNDIP yang telah berbagi pengetahuan ini kepada kami. Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan kami cara mengatasi limbah minyak jelantah, tetapi juga memberikan kami keterampilan baru yang bermanfaat. Kami berharap bisa menjaga lingkungan dengan lebih baik melalui upaya seperti ini."


Pada akhir acara, mahasiswi KKN UNDIP memberikan lilin aroma terapi yang telah mereka buat kepada beberapa Ibu-Ibu PKK dan mereka merasakan manfaat relaksasi dan keharuman yang dihasilkan oleh lilin tersebut. Mahasiswi Tim KKN UNDIP berharap bahwa pengetahuan ini akan memberikan dampak jangka panjang dengan mengurangi pembuangan limbah minyak jelantah dan mendorong pemanfaatan kreatif terhadap bahan-bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat menjadi penghasilan.



Oleh: 
Vita Mutiara Rahmawati
Mahasiswi Teknik Lingkungan KKN Tim II UNDIP Tahun 2022/2023 

Dosen Pembimbing : 
Prof. Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto, ST, M.Eng., IPU
Dinalestari Purbawati S.E.,M.Si., Akt. 
Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.