Reportase Pemberian Konseling Tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) Diabetes di Desa Sanggang

0
 


Campusnesia.co.id - Pada tanggal 12 Juli 2023, di Balai Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, dilaksanakan kegiatan pemberian konseling tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) khususnya diabetes kepada masyarakat usia dewasa dan lansia di Desa Sanggang. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM 2 UNDIP tahun 2022/2023 yang diinisiasi oleh Laksmana Adi Krista Nugraha. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang diabetes kepada warga Desa Sanggang, melalui penyuluhan serta pemeriksaan fisik dan pengukuran kadar gula darah sewaktu menggunakan sampel darah tepi.


Peserta dan Materi Konseling
Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 40 warga Desa Sanggang yang berusia dewasa dan lansia. Para peserta diberikan materi konseling yang mencakup:

• Pengertian Diabetes: 
Penjelasan mendalam tentang diabetes, termasuk jenis-jenis diabetes, faktor risiko, dan bagaimana penyakit ini memengaruhi kesehatan seseorang.

• Cara Mengetahui Diabetes: 
Penjelasan tentang tanda-tanda dan gejala diabetes, serta pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini.

• Dampak Diabetes: 
Informasi mengenai dampak jangka panjang diabetes terhadap kesehatan, seperti risiko penyakit jantung, kerusakan saraf, dan komplikasi lainnya.

• Cara Menangani Diabetes: 
Edukasi tentang pengelolaan diabetes melalui pola makan sehat, olahraga teratur, pengaturan kadar gula darah, dan konsumsi obat jika diperlukan.


Pemeriksaan Fisik dan Pengukuran Kadar Gula Darah
Konseling ini diawali dengan pemeriksaan fisik yang mencakup antropometri, seperti pengukuran berat badan dan tinggi badan peserta. Pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter. 

Dilanjutkan dengan dilakukannya pengukuran kadar gula darah sewaktu dengan metode pengambilan sampel darah tepi. Dalam kegiatan ini juga bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Bulu dimana dari pihak puskesmas hadir sebagai penanggung jawab acara ini serta memberikan bantuan berupa alat untuk mengukur gula darah. 

Selain itu, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan PKK Desa Sanggang dalam kegiatan posyandu bulan Juli 2023. Setelah dilakukan kegiatan konseling, warga juga dibagikan brosur terkait edukasi yang telah diberikan tentang PTM diabetes untuk dapat dibaca dan dibawa pulang.


Antusiasme dan Keikutsertaan Tinggi
Kegiatan ini berlangsung dengan cukup baik, ditandai oleh tingginya antusiasme dan partisipasi warga Desa Sanggang. Para peserta terlibat secara aktif dalam sesi penyuluhan, bertanya-tanya, dan berbagi pengalaman terkait diabetes. 

Mereka juga berpartisipasi dalam pemeriksaan fisik dan pengukuran kadar gula darah, menunjukkan tingkat kesadaran yang positif terhadap kesehatan mereka sendiri.

Kesimpulan
Pemberian konseling tentang penyakit tidak menular (PTM) diabetes kepada masyarakat usia dewasa dan lansia di Desa Sanggang berhasil dilaksanakan dengan cukup baik. Peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang diabetes, termasuk cara mencegah dan mengelola penyakit ini. 

Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta mengindikasikan adanya kebutuhan akan informasi seputar kesehatan di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat dalam menghadapi risiko diabetes serta PTM lainnya.


Oleh: 
Laksmana Adi Krista Nugraha
Mahasiswa KKN TIM 2 UNDIP 2022/2023

Tanggal: 
12 Juli 2023

Tempat: 
Balai Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

Berantas Hoax: Mahasiswa KKN II Undip Memberikan Edukasi Pada Ibu-Ibu Desa Sanggang

0
 


Campusnesia.co.idSanggang, Bulu, Sukoharjo (Senin, 07/08/2023). Big data adalah istilah untuk menyebut kumpulan informasi dalam jumlah besar yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan. Di media sosial saat ini, jumlah informasi atau disebut juga dengan data sangatlah banyak dan kompleks. 

Statistical thinking atau berpikir secara statistik adalah pendekatan berpikir yang menggunakan konsep dan metode statistik untuk memahami dan mengatasi masalah atau fenomena dunia nyata. Saat ini, berpikir secara statistik diperlukan dalam pencegahan hoax di kalangan masyarakat, terlebih ibu-ibu di Desa Sanggang.

Maraknya penyebaran hoax di grup keluarga menyebabkan banyak penerimaan informasi tidak benar, terutama di kalangan ibu-ibu yang masih kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Mahasiswa KKN Tim II Undip menyadari hal ini dan merasa perlu untuk memberikan edukasi terkait pencegahan hoax di Desa Sanggang. 

 
Kegiatan edukasi yang bertempat di Ruang PKK Balai Desa Sanggang, dengan jumlah peserta yang terdiri dari 30 orang ibu-ibu PKK berlangsung secara interaktif karena terdapat tanggapan positif dari audiens ketika penyampaian materi. Sesi dua arah membuat banyak pertanyaan muncul dari ibu-ibu yang antusias dengan materi pencegahan hoax ini. 

Di akhir kegiatan, terdapat penyerahan poster kepada Ibu Lurah Sanggang selaku ketua PKK Desa Sanggang dan sesi foto bersama dengan ibu-ibu PKK Desa Sanggang. Diharapkan dengan adanya edukasi pencegahan berita hoax ini, ibu-ibu Desa Sanggang dapat menerima dan/ atau menyebarkan informasi yang benar dari media sosial.




Penulis: 
Fadhila Fairuz Zulfa Kenedi
S1 Statistika


DPL: 
dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si.Med, Ph.D

Gebrakan baru! Mahasiswa KKN Undip Melakukan Pendataan UMKM dan Pembuatan Visualisasi Data di Desa Sanggang

0
 


Campusnesia.co.idSanggang, Bulu, Sukoharjo (Jumat, 12/08/2023). UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Dalam pengertian lain, UMKM adalah usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, maupun rumah tangga. Keberadaan UMKM di Indonesia sangat diperhitungkan, karena berkontribusi besar pertumbuhan ekonomi.

Keberadaan UMKM di Desa Sanggang tergolong cukup beragam. Akan tetapi belum ada data lengkap terkait nama, alamat usaha, bidang usaha, omset, dan informasi lainnya. Dibutuhkan pendataan pada sehingga selanjutnya dapat dibuat visualisasi data seperti rata-rata omset, jenis kelamin terbanyak pada pelaku UMKM, dan sebagainya. Selain itu, data yang terkumpul dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk kepentingan pembangunan desa.

Dalam kurun waktu 28 Juli 2023 hingga 4 Agustus 2023, mahasiswa KKN Tim II Undip mengambil peran penting dalam menggali potensi UMKM melalui kegiatan pendataan dan pembuatan visualisasi data yang dilakukan dengan penuh semangat di Desa Sanggang, Bulu. 

Kegiatan pendataan dilakukan dengan cara survey dan wawancara kepada pelaku UMKM Desa Sanggang, dengan pertanyaan diantaranya berupa nama usaha, bidang usaha, nama pemilik, jenis kelamin pemilik usaha, lokasi usaha, omset, dan kekayaan bersih. Didapatkan 34 UMKM dari 9 dukuh yang ada di Desa Sanggang.

 
Hasil yang didapatkan dari pendataan kemudian dibuat menarik dalam infografis visualisasi data yang dicetak bersamaan dengan file pendataan dalam bentuk Microsoft Excel dan diserahkan kepada perwakilan Desa Sanggang, Bapak Margono pada tanggal 11 Agustus 2023. Diharapkan pendataan ini dapat dilanjutkan oleh masyarakat, perangkat, atau pun mahasiswa KKN selanjutnya yang bertugas di Desa Sanggang.



Penulis: 
Fadhila Fairuz Zulfa Kenedi
S1 Statistika


DPL: 
dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si.Med, Ph.D

Penguatan Informasi dan pemberdayaan UMKM dengan melakukan Pendataan Kondisi Usaha serta Pendampingan Pengembangan Usaha

0
 


Campusnesia.co.idDesa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharojo (22/07/2023). Mahasisawa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN TIM II UNDIP), Dean Agusta Perdana Putra, melakukan program monodisiplin dengan melakukan pendataan terkait kondisi UMKM yang beroprasi di Desa Sanggang..

Ada banyak cara untuk mewujudkan desa mandiri, namun salah satunya dengan adanya proses pengembangan Usaha Mikro Kecil Menegah yang didorong dengan baik. Program ini dilakukan dengan tujuan untuk meninjau kondisi usaha sehingga nantinya dapat dilakukan pendampingan terkait pengembangan suatu usaha. 

Berdasarkan survei yang dilakukan, UMKM yang beroprasi di Desa Sanggang banyak bergerak pada  bidang kuliner. dengan hal tersebut dilakukan pendampingan terkait peningkatan kualitas, Strategi pemasaran dan penjualan, dan Memperhatikan Tren Pasar dan Pelanggan. 

Hal ini dikarenakan bidang kuliner memiliki peluang yang besar dikarekanakan Makanan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia. Hal ini dapat menghasilkan keuntungan  jika dapat dikelola dengan baik dan maksimal.

Selain itu dilakukan pendampingan terkait pembentukan identitas suatu merek dan produk sehingga mudah dikenal dalam proses pemasarannya. Dengan melakukan pembentukan logo dan desain kemasaan pada sebuah produk sebelum dipasarkan.

  
Pengembangan pendataan UMKM di Desa Sanggang merupakan langkah awal yang berujuan untuk mempermudah proses pengolahan data dan pembinaan UMKM yang ada di Desa Sanggang. Ketersediaan data UMKM dapat menjadi proses arsip data masyarakat yang dikelola dengan baik dan akurat.

Program “Tingkatkan Kualitas dengan Sumber Daya Cerdas” Melalui Pengenalan Manfaat Digitalisasi dan Branding Sebagai Langkah Membangun Citra Merek yang Kuat Bagi UMKM

0
 


Campusnesia.co.idDesa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharojo (22/07/2023). Mahasisawa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN TIM II UNDIP), Dean Agusta Perdana Putra, melakukan program monodisiplin dengan memperkenalkan proses digitalisasi dan branding kepada masyarakat Desa Sanggang khususnya Pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif, Sukoharjo.

Kemajuan teknologi yang semakin hari semakin canggih sehingga semakin mempermudah aktivitas kehidupan sehari-hari harus dimaksimalkan dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Salah satu dampak kemajuan teknologi tersebut yaitu Digitalisasi. Proses digitalisasi dapat membantu suatu perusahaan atau perorangan dalam memasarkan atau memperkenalkan produk mereka dengan jangkauan yang luas dan tak dibatasi waktu.

Digitalisasi dan Branding merupakan suatu aspek penting dalam dunia bisnis dan pemasaran. Branding membantu perusahaan untuk membangun merek yang kuat dan dikenal oleh konsumen, membedakan diri dari pesaing, serta membantu pertumbuhan bisnis.

Program “Tingkatkan Kualitas dengan Sumber Daya Cerdas” ini merupakan program yang dibentuk untuk mewadahi masyarakat dalam membangun produk yang kuat sehingga dapat bersaing di pasar yang akan dituju. 

Proses digitalisasi ini juga dilakukan agar dapat membantu proses pertumbuhan UMKM sehingga dapat menjual produk mereka ke konsumen luas. Merek produk yang kuat dapat membangun koneksi emosional dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Pada akhirnya, penjualan produk atau jasa suatu perusahaan semakin meningkat.

Selain proses pengenalan manfaat digitalisasi dan branding bagi UMKM dan Desa, pada program ini dilakukan pengenalan terkait bagaimana cara mendesain flayer secara online sehingga dapat memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan informasi produk mereka kepada calon konsumen yang akan dituju. Sehingga produk olahan yang asli berasal dari Desa Sanggang dapat dipasarkan dengan luas.

Lahan Terbatas Stunting Terberantas! Mahasiswa KKN Undip Mengajak Ibu-Ibu PKK Desa Sangang untuk Budidaya Ikan dalam Ember

0
 


Campusnesia.co.idSanggang, Bulu, Kabupaten Sukoharjo (20/07/2023). Pemenuhan kebutuhan protein hewani di Desa Sanggang masih terbatas. Kebutuhan protein yang masih terbatas menjadi salah satu penyebab stunting di Desa Sanggang. Menurut data survei terbaru jumlah balita yang beresiko stunting sebanyak 11 anak. Protein hewani yang paling banyak dikonsumsi adalah olahan ayam dan telur. 

Salah satu cara untuk meningkatkan kebutuhan protein hewani untuk mengurangi resiko stunting dan mudah dilakukan yaitu dengan budidaya ikan dalam ember. Jenis ikan yang digunakan adalah ikan lele yang memiliki kandungan nutrisi 18% yang lebih tinggi dibandingkan protein pada ayam.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023 melakukan kegiatan edukasi peningkatan kebutuhan gizi protein hewani dengan sistem budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) di Desa Sanggang bersama ibu-ibu PKK Desa Sanggang. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Juli 2023 di Ruang Pertemuan PKK, Balai Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023, Avika Nur Arifah (21), memberikan edukasi ibu-ibu PKK Desa Sanggang tentang pengertian budikdamber, alat dan bahan beserta langkah pembuatan yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan langsung.

 
Adapun metode penyampaian dan media yang dipilih yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK Desa Sanggang dengan pemaparan menggunakan power point dan praktik pembuatan budikdamber secara langsung. Bahan dan alat yang diperlukan yaitu ember, tutup ember, gelas plastik, pisau atau gunting, benih ikan lele, batang kangkung dan arang. 

Langkah pembuatan budikdamber yang pertama yaitu melubangi tutup ember seukuran diameter gelas plastik sebanyak ± 6 lubang mengelilingi ember dan melubangi dasar gelas plastik agar air dapat masuk. Langkah selanjutnya mengisi ember dengan air hingga penuh dan memasukkan benih lele kedalamnya. Kemudian memasukkan arang ke dalam gelas plastik dan susun batang sayur di dalam gelas dan letakkan di lubang pada tutup ember. Budikdamber siap digunakan dan dipelihara. 

Pada saat sosialisasi dan praktik pembuatan langsung, ibu-ibu mengikuti dengan antusias. Diharapkan dengan adanya program kerja budikdamber ini dapat meningkatkan kebutuhan gizi keluarga dan mencegah adanya stunting.

Lawan Stunting, Makan Ikan Lezat Hidup Sehat! Mahasiswa KKN Undip Serukan “Gemarikan” kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Sanggang

0
 


Campusnesia.co.idSanggang, Bulu, Kabupaten Sukoharjo (20/07/2023). Tingginya nilai stunting di Desa Sanggang menjadi salah satu permasalahan yang harus ditangani. Stunting di Desa Sanggang pada bulan Juli mencapai 11 orang. Stunting terjadi pada balita ataupun anak - anak yang menyebabkan penurunan perkembangan tubuh dan memperlambat perkembangan otak. 

Kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan nutrisi khususnya protein juga menjadi salah satu penyebab stunting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mencegah stunting pada balita yaitu dengan gemarikan.

Gemarikan merupakan program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memiliki tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya makan ikan sejak dini. Ikan memiliki kandungan gizi berupa protein tinggi dan rendah kolestrol yang sangat sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan balita. Kandungan gizi lain yang terdapat pada ikan diantaranya vitamin, mineral dan asam lemak. Oleh karena itu, balita yang mengonsumsi ikan secara rutin kebutuhan gizi akan terpenuhi dan pertumbuhan tubuh serta perkembangan otak akan optimal.
 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023 melakukan kegiatan edukasi gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Sanggang bersama ibu-ibu PKK Desa Sanggang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Juli 2023 di Ruang Pertemuan PKK, Balai Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023, Avika Nur Arifah (21), memberikan edukasi ibu-ibu PKK Desa Sanggang tentang pentingnya makan ikan, macam-macam jenis ikan konsumsi dan kandungan gizi pada ikan.

 
Adapun metode penyampaian dan media yang dipilih yaitu dengan melakukan sosisalisasi kepada ibu-ibu PKK Desa Sanggang dengan pemaparan menggunakan power point dan poster. Pada saat sosialisasi berlangsung, ibu-ibu mengikuti dengan antusias. Diharapkan dengan adanya program kerja Gemarikan ini dapat memotivasi masyarakat khususnya ibu-ibu untuk rutin memberikan menu makan berupa ikan kepada anak-anaknya untuk pemenuhan gizi yang seimbang dan mencegah stunting.

Eksplorasi Botani Embung Cerme: Mengintip Keindahan Alam Yang Beragam

0
 


Campusnesia.co.idSanggang (26/07/2023) – Minggu ke-3 kegiatan TIM II KKN UNDIP diisi dengan pelaksanaan program monodisiplin oleh Amelia Retno Sawitri (21) pada hari Rabu, 26 Juli 2023 pukul 20.30 WIB bertema “Pengenalan Keanekaragaman Tanaman di Embung Cerme: Identifikasi, Penamaan, dan Deskripsi Singkat”. Pelaksanaan program ini dilatar belakangi oleh awamnya pengetahuan tentang aspek ilmiah dan pentingnya pelestarian tanaman yang belum terlalu meresap di kalangan warga. 

Embung Cerme merupakan salah satu lokasi wisata yang terletak di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah. Embung Cerme. Embung ini biasanya dikunjungi oleh wisatawan lokal. Tempat wisata ini dapat dijangkau setelah menempuh perjalan kurang lebih satu jam dari Kota Solo dengan mengendarai motor. 

Embung Cerme dibuat dengan mengusung nuansa alam yang asri dan sejuk yang dikelilingi oleh lahan perkebunan durian, kelengkeng, maupun alpukat. Selain tanaman tersebut, terdapat beberapa tanaman lainnya yang juga tumbuh di sekitar lahan perkebunan. Hal ini menunjukkan bahwa Embung Cerme merupakan salah satu kawasan wisata yang memiliki potensi biologis yang signifikan.

Dalam segi ekosistem, keanekaragaman tanaman menjadi salah satu aspek penting yang patut dipelajari. Flora lokal yang tumbuh di sekitar embung memiliki peranan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyediakan sumber pangan bagi fauna lokal jika memungkinkan, serta memiliki potensi sebagai bahan baku lokal. 

Pemahaman yang lebih mendalam tentang keragaman tanaman di Embung Cerme memiliki dampak positif dalam bidang konservasi dan pendidikan lingkungan. Proses identifikasi, pemberian nama, deskripsi singkat, dan status konservasi terhadap tanaman tersebut akan membantu dalam upaya pelestarian sumber daya alam lokal.

Upaya untuk memperkenalkan dan mendokumentasikan keragaman tanaman di Embung Cerme akan mampu memberikan masyarakat pemahaman yang lebih baik mengenai kekayaan alam yang dimiliki oleh wilayah mereka, khususnya Desa Sanggang. Hal ini mampu mendorong rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan setempat. 

Pengetahuan yang diperoleh dari pengenalan keanekaragaman tanaman di Embung Cerme dapat membuka pintu bagi Penelitian lebih lanjut, seperti studi ekologi, interaksi antara flora maupun flora dengan fauna yang ada di ekosistem tersebut, serta potensi pemanfaatan tanaman lokal dari berbagai aspek kehidupan manusia. 

Program ini dihadiri oleh 13 anggota kelompok tani dari 10 dusun di Desa Sanggang termasuk Bapak Hendrik Simartama dari Yayasan Obortani Semarang, selaku pendamping kegiatan di Desa Sanggang sejak tahun 2019. Sasaran program yang menyasar pada kelompok tani tersebut dilatar belakangi oleh adanya kelompok tani yang juga mengelola tanaman durian, kelengkeng, maupun alpukat yang sering beraktivitas di sekitar embung. 

 
Kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan di kediaman Bapak Joko Santoso selaku ketua Kelompok Tani Desa Sanggang. Sebelum diadakannya pertemuan ini, terlebih dahulu dilakukan kegiatan eksplorasi tanaman di Embung Cerme dan dokumentasi, yang hasilnya nanti akan disajikan dalam bentuk power point untuk disampaikan kepada peserta. Pada saat pertemuan berlangsung, kegiatan diawali dengan pengenalan diri, pemaparan materi dari hasil eksplorasi yang telah dilakukan, dan diakhiri dengan penutup dan sesi tanya jawab.


Hasil eksplorasi yang telah dilakukan, terdapat 12 tanaman di Embung Cerme, antara lain durian, kelengkeng, alpukat, cemara norfolk, pucuk merah, kacang tunggak/ tolo, mangga, pisang, pinus, jambu air, bunga kertas, dan putri malu. Masing-masing tanaman kemudian diidentifikasi nama ilmiahnya, karakteristiknya, peranannya, dan status konservasinya. 

Tanaman durian, kelengkeng, dan alpukat yang menjadi tanaman unggulan di Embung Cerme maupun sanggang tersebut menjadi fokus utama penjelasan materi terkait dengan kegunaannya yang dapat diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan, minuman seperti tempoyak, durian ketan, es cendol durian, kue sus, pudding, dan lain sebagainya yang dapat menjadi inovasi bagi masyarakat sekitar. 

Selain itu, dari 12 jenis tanaman yang telah dieksplorasi dan diidentifikasi, masih banyak tanaman yang ternyata memiliki status konservasi Data Deficient (kekurangan data) seperti kelengkeng, pucuk merah, kacang tanggal/ tolo, mangga, pisang, jambu air, dan bunga kertas. 

Selain itu, juga terdapat tiga jenis tanaman yang berstatus Least Concern (sedikit perhatian) seperti durian, alpukat, dan putri malu. Status konservasi ini menunjukkan bahwa populasi spesies tersebut relatif stabil dan tidak menghadapi ancaman signifikan yang menyebabkan penurunan populasi secara besar-besaran dalam waktu dekat. 

Pada saat pelaksanaan kegiatan, peserta terlihat antusias dan tertarik dengan materi yang disampaikan meskipun beberapa istilah ilmiah yang disampaikan terkesan awam bagi warga. 

Kompos dan Pupuk Cair: Membangun Konektivitas Antara Pertanian dan Koservasi Lingkungan

0
 


Campusnesia.co.id -Sanggang (26/07/2023) – Minggu ke-3 kegiatan TIM II KKN UNDIP diisi dengan pelaksanaan program monodisiplin oleh Amelia Retno Sawitri (21) pada hari Rabu, 26 Juli 2023 pukul 19.30 WIB bertema “Sosialisasi Pembuatan Kompos dan Pupuk Cair: Membangun Kesadaran Masyarakat Tentang Keberlanjutan Lingkungan dan Pertanian”. Pelaksanaan program ini dilatar belakangi oleh pengelolaan sampah yang belum maksimal di Desa Sanggang. 

Sampah merupakan salah satu objek yang sering kita temui dan berasal dari berbagai aktivitas manusia yang tidak lagi memiliki nilai kegunaan bagi mereka yang menghasilkannya. Sampah dapat berupa bahan organik maupun anorganik. 

Sampah organik merupakan sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bersala dari organisme hidup atau produk alami yang dapat membusuk dan mengalami dekomposisi oleh mikroorganisme, misalnya sisa makanan, daun jatuh, ranting, limbah tumbuhan, limbah pertanian seperti Jerami, dan lain sebagainya, sedangkan sampah anorganik terdiri dari bahan yang tidak berasal dari organisme hidup dan tidak mudah terurai oleh mikroorganisme. 

Sampah-sampah tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan lingkungan lainnya. Pengelolaannya pun menjadi semakin penting karena pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup manusia yang semakin konsumtif. 

Data yang didapatkan dari SIPSN MENLHK (2022) mengenai capaian kinerja pengelolaan sampah dari 269 Kabupaten/ Kota se-Indonesia menunjukkan bahwa baru 18 juta ton/ tahun dari 29 juta ton/ tahun sampah yang sudah terkelola. 

Hal ini menunjukkan masih ada separuh sampah yang belum dikelola maupun ditangani dengan baik. Pernyataan tersebut diperkuat dengan adanya fakta mengenai kecenderungan masyarakat Desa Sanggang yang sering membakar sampah sisa rumah tangga di pelataran rumahnya. 

Tanpa disadari, kegiatan tersebut akan berdampak buruk pada lingkungan berupa polusi tanah dan polusi udara. Polusi tanah berasal dari sisa pembakaran sampah rumah tangga yang sukar terurai oleh mikroorganisme tanah, sedangkan polusi udara berasal dari asap yang ditimbulkan selama proses pembakaran sampah berlangsung yang akan berakibat pada tercemarnya udara sekitar, kesulitan bernapas, dan berbagai permasalahan lainnya. 

Permasalahan tersebut melatar belakangi dilaksanakannya program sosialasi pembuatan kompos dan pupuk cair untuk memanfaatkan limbah rumah tangga khususnya sayur mayur dan buah-buahan, daun, ranting, dahan pohon kering, dan sebagainya. 


Program ini dilaksanakan agar warga lebih mengetahui dan memahami proses pembuatan kompos dan pupuk cair sebagai cara menumbuhkan rasa kecintaan terhadap lingkungan, membantu penghijauan, dan mengembalikan kesuburan tanah seabagai upaya konservasi lingkungan. 

Kompos dan pupuk cair dipilih sebagai salah satu program monodisiplin karena Amelia Retno Sawitri (21) TIM II KKN UNDIP melihat adanya potensi lain berupa banyaknya lahan yang dimanfaatkan untuk perkebunan durian, kelengkeng, juga alpukat. Adanya sosialisasi pembuatan kompos dan pupuk cair ini dinilai akan mampu membantu dalam mengembangkan perkebunan tersebut.  

 
Program ini dihadiri oleh 13 anggota kelompok tani dari 10 dusun di Desa Sanggang termasuk Bapak Hendrik Simartama dari Yayasan Obortani Semarang, selaku pendamping kegiatan di Desa Sanggang sejak tahun 2019. 


Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dihadapan kelompok tani dan diawali dengan pengenalan diri, kegiatan dilanutkan dengan pemaparan materi menggunakan power point dan poster yang telah dilengkapi dengan keterangan mengenai alat bahan dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk membuat kompos dan pupuk cair.  

Tahapan tersebut antara lain persiapan kompos, pencampuran dengan air dan EM4, pencampuran dan pengadukan, perendaman dan fermentasi, penyaringan, dan pemakaian pupuk cair. Keduanya tergabung dalam satu proses karena pupuk cair ini dihasilkan dari leachate kompos (cairan hasil dari proses penguraian dan perkolasi air melalui tumpukan kompos yang telah mengandung nutrisi terlarut dari kompos). 

Kegiatan diakhiri dengan penutup dan sesi tanya jawab lebih lanjut dari materi yang disampaikan. Semua anggota yang hadir pada program ini mendengarkan dengan saksama materi yang disampaikan serta terlihat antusias dan cukup tertarik dengan materi yang diberikan. 

Jiwa Sehat, Mental Kuat Menuju Keluarga Hebat

0
 


Campusnesia.co.idKelurahan Sanggang, Kabupaten Sukoharjo (28/07/2023) – Masih banyak sekali remaja di Indonesia yang mengambil langkah untuk melakukan pernikahan dini dengan berbagai alasan yang mendasarinya. Seperti, alasan ekonomi, keluarga, bahkan kurangnya pengetahuan terkait dengan dampak pernikahan dini. 

Faktanya adalah Indonesia menduduki peringkat ke-8 pernikahan dini di dunia dan tingkat ke-2 pernikahan dini di ASEAN. Maka dari itu, berdasarkan data tersebut, mahasiswa Universitas Diponegoto Fakultas Psikologi melakukan sosialisasi terkait dampak pernikahan dini dari persepektif psikologi, yang dimana seperti kita ketahui bahwa pernikahan dini juga membawa dampak yang besar terhadap kesehatan mental pasangan suami istri yang melangsungkan pernikahan di bawah usia seharusnya. 

Tak hanya berdampak terhadap kesehatan mental pasangan suami-istri, akan tetapi dampak tersebut juga dapat berdampak kepada lingkungan sekitar dan generasi penerus mereka kelak, apabila tidak adanya persiapan yang atang dari segi fisik, psikis, dan emosi dalam menjalankan kehidupan berumah tangga.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2023 dengan peserta yang terdiri dari pemuda pemudi Desa Sanggang. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sanggang dengan awalan pemapan materi oleh mahasiswa KKN TIM II Universitas Dipoengoro. Materi tersebut telah dirancang dan dipersentasikan dengan semaksimal mungkin, agar para pemuda pemudi Desa Sanggang dapat menangkap initi sari dari sosialisasi yang dilaksanakan terkait dampak pernikahan dini. 
 

Keberhasilan dari persentasi yang telah dipaparkan dapat diukur dengan kuisioner yang diberikan oleh pemateri setelah pemaparan berlansung dengan tingkat kebenaran 97% dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Kemudian, pemateri juga memberikan poster yang berisikan dampak pernikahan dini dari perspektif psikologi, hal tersebut bertujuan untuk memantapkan kembali materi yang telah diberikan sebelumnya. 

Pada sesi akhir pelaksanaan sosialisasi, pemateri memberikan pendampingan terkait pernikahan dini kepada salah satu Desa Sanggang, dengan harapan dapat lebih mengetahui dampak pernikahan dini dan memotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Dengan demikian, selain dapat memberikan edukasi terkait pernikahan dini, kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan motivasi para pemuda pemudi Desa Sanggang untuk mengambil langkah unutk mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh mereka, seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

https://www.instagram.com/p/CvXhezRSinP/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==